Sucking Those Lips
.
.
Rate M
.
YoonMin/YoonKook
.
Romance/Angst/BL/OOC/AU/DLDR
.
.
.
.
YoonMin's Kontol Present
.
.
.
CHAPTER 3
MIN YOONGI
.
.
.
Musik mulai semakin keras dan lebih banyak orang datang, Mereka sudah menghabiskan sebotol Bacardi dan Jägermeister, Arthur memutuskan untuk berdansa dengan yang lain, disusul dengan Caesar dan Jimin. Yoongi memesan dua botol bir dan masih tidak tertarik untuk ikut pada kerumunan. Dia tidak terlalu suka keramaian ataupun berdesakan dengan banyak orang meskipun euforia musik sudah benar-benar naik.
Beberapa wanita menghampiri Yoongi untuk mengajak berdansa, tetapi Yoongi tidak menggubrisnya sama sekali. Dia sudah tidak melihat Koen dan Dominik, mungkin mereka sudah kembali ke tempat mereka dan melakukan seks dengan wanita yang mereka ajak tadi.
Ketika Yoongi hendak memesan bir lagi, dia melihat Caesar dan Jimin bercumbu begitu panas di tengah kerumunan. Entah mengapa Yoongi merasa tidak nyaman melihat hal itu. Ada perasaan Yoongi ingin memiliki ciuman itu lagi. Ciuman yang begitu panas dan adiktif. Caesar menarik Jimin lebih dekat dan merengkuh Jimin lebih erat dengan lumatan yang lebih dalam ciumannya.
Jimin hanya mengikuti gerakan Caesar dan terlihat menikmati apa yang sedang mereka lakukan, membiarkan Caesar mendekapnya dan mendominasinya, terlihat sudah terbiasa, intens, mendominasi, sangat bergairah, dan begitu dalam. Ciri khas ciuman seorang Spanish. Jimin menarik kemeja Caesar meminta lebih, Caesar menangkup wajah Jimin masih tidak ingin memutuskan ciumannya. Tak ada perlawanan berarti dari Jimin karena memang ini yang dia inginkan. Hanya melihatnya saja Yoongi bisa membayangkan bagaimana Jimin mengeluarkan desahan diantara ciuman itu, diantara nafas memburu yang penuh dengan nafsu, sama seperti yang ia rasakan ketika mencium Jimin waktu itu.
Yoongi bertanya-tanya apakah memang mereka sedang terbawa suasana atau memang ada sesuatu diantara mereka. Yoongi segera mengambil birnya dan segera pergi dari sana. Dia masih harus berurusan dengan Jimin pagi ini. Yoongi yakin Caesar yang akan membawa pulang Jimin malam ini.
Tak ada rasa cemburu ataupun rasa kesal pada Yoongi, tak ada ruang di hatinya untuk orang lain, dia sudah menutup hatinya pada apapun. Jungkook sudah menjadi pelajaran yang sangat jelas bagi Yoongi untuk tidak menyayangi dan mencintai apapun.
Tak butuh waktu lama untuk sampai kembali ke vila-nya, tak ada King yang menyambutnya seperti kemarin. Dia melempar botol bir-nya yang sudah kosong sembarangan di halaman vila-nya. Waktunya untuk istirahat dan melupakan apa yang terjadi hari ini. Jikalau Jimin dan Caesar memang memiliki hubungan yang istimewa tidak akan mengganggu Yoongi. Jimin bukanlah siapapun baginya, begitu juga yang lain. Dan Yoongi sangat paham bahwa dia juga bukan siapapun bagi mereka.
Pagi itu Yoongi terbangun ketika bel di vila-nya berbunyi. Yoongi sedikit menggerutu karena cleaning service datang untuk membersihkan tempatnya. Yoongi menghela nafas panjang kemudian membuka pintunya dan mengatakan agar mereka membersihkan tempatnya 30 menit lagi setelah dia selesai bersiap.
Yoongi sudah tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi semalam. Dia berada disini hanya untuk beristirahat dari pekerjaannya dan berlibur, tidak lebih. Dan Yoongi cukup yakin dia tidak memiliki perasaan apapun pada Jimin. Hanya saja Jimin memiliki feromon yang tidak biasa.
Setelah dia bersiap, Yoongi segera berangkat menuju jalan utama yang ada di pesisir pantai. Seperti biasa Jimin sudah berada di sana, kali ini Caesar dan Koen bersamanya. Koen dan Caesar sedang menggosokkan wax di papan selancar mereka. Jimin yang mendapati kedatangan Yoongi langsung tersenyum lebar dan melambaikan tangannya tinggi-tinggi pada Yoongi.
"Good morning!" Seru Jimin.
"Good morning, Jimin." Sahut Yoongi malas. Yoongi tidak habis pikir berapa banyak energi di dalam tubuh kecil Jimin itu.
Caesar dan Koen menoleh ke arah Yoongi dan mengucapkan sesuatu dalam bahasa mereka, yang Yoongi yakin itu adalah 'Selamat Pagi'.
"Goedemorgen!" Sapa Koen.
"Buenos días, hombre." Sahut Caesar juga.
Mereka terlihat sangat segar hari ini walaupun semalam mereka minum sedikit banyak. Tapi melihat mereka adalah orang eropa hal seperti ini sudah biasa untuk mereka.
"The wave it's not that big. But it's good for practicing." Kata Caesar masih sambil menggosokkan wax di papannya. Kali ini Caesar hanya menggunakan swimming pants-nya. Dan tanpa memakai atasan sehingga kulit tan dan tubuhnya yang berisi terlihat jelas. Tidak terlalu berlebihan, dan sempurna untuk ukuran badannya. Dia terlihat dewasa tidak seperti Koen yang masih terlihat lebih playfull dengan swimming pants dan kemeja dengan tema summer yang tidak ia kancingkan, badannya juga terbentuk dengan baik. Caesar memiliki tato di punggung bagian bawah dan di kedua betis, sedangkan Koen memiliki tato di lengan kirinya. Kebanyakan orang eropa memang sangat menyukai tato.
"Today Jimin will teach you how to surf, for first practice you don't need big waves tho." Lanjut Koen.
"Koen's right." Sahut Jimin. "So, I already chose the good surfing board for you. I already put the fins on it too. You just have to put some wax." Kata Jimin sambil mengangkat surfing board yang sudah ia pilih dan memberikannya pada Yoongi. Yoongi masih tidak tahu harus melakukan apa dan hanya menerima papan itu dan menaruhnya di meja panjang di dekatnya. "Carefull with the fins." Kata Jimin.
Melihat antusias dari Jimin dan yang lain Yoongi sedikit terbawa untuk menikmati kelas selancarnya bersama Jimin hari ini. Yoongi mulai menggosokkan wax di papannya sesuai yang ditunjukkan oleh Jimin. Baru kali ini dia bertemu dengan seseorang yang penuh semangat seperti Jimin. Dia benar-benar menikmati semua yang ia lakukan.
"Where's the others?" Tanya Yoongi.
"Dominik has to go for doing diving tours with a group of tourists this morning. And Arthur has surfing class with new students in Gili Meno. He will join us soon if he can finish quick." Jawab Jimin.
"So you guys work for PADI?" tanya Yoongi.
"Except Koen." Jawab Jimin. "Yes, except me. But I love diving and surfing." Sahut Koen.
"Me, Caesar, and Arthur work in PADI and surfing coach. Dominik and Ben only in PADI. Koen is a bit different, he's mucisian, and model actually. But he loves beach more than anything." Kata Jimiin menjelaskan.
"I took long holiday to come here. It's hard to have long vacation alone to the place that I want." Sahut Koen.
"Yes, and finally you make it here. I'm happy with that." Sahut Jimin.
Koen menatap Jimin dan mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum nakal. "Anything for my little Jimin." Yang segera disambut dengan tawa kecil oleh Caesar.
"Can't believe you guys work almost at the same job." Komentar Yoongi.
"Well, Caesar teach me a lot, and I signed up in PADI 2 years after I met him. And I keep doing surfing and found a job at surfing places after that, I can't let Nana pay all my things when I'm able to make my own money." Kata Jimin.
"When beach is the only things you love, there's nothing better than having a job as diver or surfer in the best beach around the world. That's the only job that we love. So it's better like this. We can keep in touch all the time." Tambah Caesar dengan aksennya dan suaranya yang sedikit berat.
"That's why Arthur, Ben, and Dominik signed up in PADI 2 years ago, so we can stay together. Well, for me beach also one of the things that I love. But I also love music." Kata Koen. "But I worked for Buena Vida too, So they always take me to lot of beautiful beaches for photoshoot." Tambahnya.
Yoongi menyukai cara mereka tetap berada di jalan yang mereka suka, sebagai seniman Yoongi mengerti hal itu, tak masalah jika jauh dari keluarga atau tinggal jauh dari rumah asalkan masih bisa melakukan hal yang disukai itu sudah cukup. Yoongi bisa melihat jiwa mereka yang bebas dan tidak teratur. Yoongi menghormati itu.
"Alright, I'm done." Kata Caesar sambil berdiri dan memegang papannya.
"Me too. We can go first, let's race Caesar. I'm learning new technique, I want to show you." Kata Koen bersemangat.
"You guys can go first." Sahut Jimin. "I still have to teach Yoongi the basic of surfing." Lanjutnya.
"Alright Jimin. We meet soon in wave." Kata Caesar sambil berjalan menuju pantai.
Jimin tersenyum kecil setelah Caesar dan Koen pergi. "He always say that." Gumam Jimin.
"You two seems close." Komentar Yoongi. Jimin kembali tersenyum. "We already together for long time. Caesar always be my first on everything. He's amazing guy I've ever met. I'm really thankful that I have him." Kata Jimin.
"He's kinda protective to you as I saw view times." Yoongi tidak terlalu ingin tahu mengenai privasi mereka berdua, hanya berkomentar sesuai apa yang ia lihat.
Jimin tertawa kecil. "Of course. He's Spanish, lil bit protective and do everything with passion. That's one of the things I like from Caesar. He's so positive. Nana trusts him so much. Before, Nana only let me hang out if Caesar with me. That's why Caesar still like that because of my Nana, but basically he's not that over protective as Nana. He still let me do anything I want, as long as I tell him and he knows it." Cerita Jimin.
"Don't you think your Nana is way too much?" Tanya Yoongi.
"Well, I know what makes her like that. It's also my fault that I cannot protect myself properly. Caesar knows better, Nana ever crazy mad at him and slapped him view times. I think that's make a mental note on him to always protect me. And he always get triggered everytime something happens to me." Cerita Jimin dengan nada pelan.
"Dude, your Nana is extreme." Sahut Yoongi. "I mean, even a guy like Caesar is so vulnerable in front of your Nana." Kritik Yoongi.
"It's was my fault. Nana really worried about me since I was kid. And it wasn't Caesar fault anyway. Caesar didn't say anything to me after Nana mad at him that day. Since then, I keep stick around Caesar, just to not make him or Nana worried. I don't want other people get the blame because of me." Kata Jimin.
Yoongi terdiam sedikit lama, sepertinya cerita mereka memang lebih kompleks dari yang Yoongi kira sebelumnya. "You have lot of good people around you. You should be grateful" Kata Yoongi sedikit menyemangati.
"I don't want to lose them in my life." Tambah Jimin.
Yoongi mengerti perasaan itu, perasaan untuk menyimpan seseorang selamanya, menyimpan mereka dan tetap hidup bersama mereka, perasaan yang sama seperti ketika dia ingin menyimpan Jungkook untuk dirinya sendiri dan hidup bersama selamanya. Perasaan yang fana yang suatu saat nanti akan menyakitinya ketika orang yang ia sayangi menghilang dari genggamannya.
Jimin membersihkan butiran wax di papannya kemudian berdiri. "Let's go." Ajak Jimin. Yoongi mengikuti Jimin ke arah pantai. Dia sama sekali tidak tahu apapun mengenai berselancar, sedikit berharap dia tidak terlihat memalukan ketika mencobanya.
Kemudian Jimin menaruh surfing board-nya untuk memulai penjelasan awal sebelum mereka mempraktikannya langsung dia ombak. Caesar dan Koen terlihat sudah bersenang-senang di antara ombak.
"Alright, I'm gonna explain it real quick and as simple as I can." Kata Jimin. "First, you have to making a lines on your board. There's two lines; Middle Line, and Eye Line. No matter which board you're riding, the 9'6'' or 7'6'' board, you have to make lines." Kata Jimin sambil mengeluarkan wax kecil berwarna merah dari saku swimming pants-nya. Kemudian menarik garis di board miliknya tepat di tengah. "Middle Line is right in the middle of the board for the balance when you're riding the board. So when you're paddling out, you put your chest and both palms at the Middle Line. And the second is the Eye Line, the location is the same as your eyes when you lay down on the board, so when you're riding the board, you will get a good visualitation that you're in the right spot. If you're too far up or too far back you will get trouble when you're about to Pop Up. It's also a very important key for catching the wave." Kemudian Jimin memberikan wax-nya pada Yoongi agar Yoongi menandai papan-nya sesuai instruksi yang ia jelaskan.
Setelah Yoongi selesai menandai, Jimin kembali memberi instruksi "Second, I'm gonna teach you how to paddling out." Lanjutnya sambil menunjukkan posisi tengkurap di atas board selagi Yoongi masih menggunakan wax-nya. "To paddling, you have to reach out your arm far to the front, and paddle the water, like this. Don't spread your legs to much. Your feet must stay together, because if your feet out from board then there's not enough weight at the tail, and what happens next when the tail lifts too much is the nose goes under. Which it's make everything more difficult for you. The nose of the board always above the water. If it's drown, your board will not balance. And don't move your body too much to the left and right or something like that, your body and your feet have to stay straight, only your arms moving for paddling. It also part of balancing." Kata Jimin menjelaskan. Yoongi tidak terlalu mendapat kesulitan dalam pemahaman karena Jimin benar-benar menjelaskannya dengan sangat mudah.
"Third, is Pop Up or Slide Up. Lot of beginner always make mistakes in this part. It's pretty difficult, but with some practice it'll be easy. Because you have to Pop Out while the wave runs on you and you have to stay balance. So, first I'm paddling and when I'm about to Pop Up, I put both my palms next to my chest on the Middle Line. My head lift up, and pushing up flat on the board. Keep the balance at this point, and never grab the rails, your hands always on the deck. And next I will make space betwen my body and the board, and then move forward and slide thru. And I'm up." Jimin memberi contoh gerakan naik dengan perlahan dan detail sehingga Yoongi bisa melihat cara Pop Up dengan baik.
"When you already up on the board, your front legs should be on the Middle Line. Don't stand up too straight, so you have to bend your legs a lil bit to balance your body. Because the important things when you Pop Up is balancing your body and your board. The posisition of your feet should be parallel. Your head should look straight forward. Until here, you understand or I need to repeat again?" Tanya Jimin.
Yoongi mengangguk ragu mencerna penjelasan Jimin, tetapi dia cukup memahami apa yang Jimin jelaskan. "So far I'm good. it's pretty easy to remember. You can continue." Jawab Yoongi.
"Alright, next is when you riding the board in the wave, there's some keys depend on the wave. If you move your posisition lil bit forward on the board you will increase the speed, if you move backward you increase the control. And the more you bending your legs the more you increase the speed, if your straight 'em you will slow down the speed. You will see Caesar or Koen do some techniques later and you will know what they do when they ride the board. But first you can just learning how to paddling and Pop Up." Kata Jimin sambil memperagakan setiap gerakan pada Yoongi. "Don't hesitate when you Popping Up. Focus on balance and do it quick so your legs will not wobble too much because of the wave. The more you hesitate, the more slow you do the Pop Up, and It's not gonna be good." Lanjutnya.
"I hope I can do it correctly tho. I never do this shit before." Kata Yoongi. Jimin tersenyum kecil. "I will keep an eye on you and teach you until you do it right." Kata Jimin menyemangati.
"Alright, the last is catching wave. It's really important because we surf for hunting the wave." Kata Jimin. "When you paddling toward the wave, you have to know the timing when the wave gonna break, and which way you gonna take. To make it simple, if you see the wave is bigger on left side then you have to go to right side, if the wave bigger on the right side then you have to go to left side. And then do the Pop Up. You have to see the wave from your shoulder, aim the wave so you can surf correctly." Lanjut Jimin.
"And if you wanna fall, you have to fall to the side of the board with your back first. That's the save positition. Never fall with the board in between you and the wave. Because if the wave gets to the board, the board will smash you."
"Okay, I get the basic lesson for starting it. I think I'm not gonna surf real good as I wanted, but I really interested to try it." Komentar Yoongi sambil melihat ke arah ombak yang bergulung dikejauhan.
"People says it's always hard on the first try. Your body will learn quick on the wave." Sahut Jimin. "And for paddling tips, you have to do Turtle Roll sometimes. When you wanna passing the wave to go further you have to grip the rails and roll your body to go underwater, when the wave already passed, you can roll again until you back on the top of the board to continue paddling." Tambah Jimin. "I think that's all for the explanations. Now we go for the real thing."
Yoongi mengangguk lalu membawa boardnya mengikuti Jimin, sedikit gugup karena Yoongi tidak pernah melakukan hal ini. Jimin memasang tali pengikat yang tersambung ke papan selancar di mata kakinya.
"Don't forget the leash. If you using your right foot in the front when surfing then you have to tie the leash on the left foot. If you using your left foot in the front then tie the leash on the right foot." Kata Jimin.
Setelah itu mereka mulai membawa papan selancar mereka masuk ke dalam air. Mereka bisa mendengar Koen dan Caesar tertawa di kejauhan, bercanda di atas papan selancar sambil menunggu ombak datang.
Jimin mencontohkan Turtle Roll yang ia jelaskan sebelumnya pada Yoongi untuk melewati ombak. Yoongi terlihat masih tidak lancar tetapi masih bisa melakukannya dan kembali ke atas papan melanjutkan mendayung. Jimin memberi aba-aba pada Yoongi ketika ombak mulai datang, Jimin tidak mengambil ombak itu karena mencoba memberi Yoongi kesempatan untuk mencoba ombak pertamanya hari ini. Yoongi.
Yoongi mencoba berputar ketika ombak mulai pecah, dan mencoba untuk melakukan Pop Up, lebih sulit dari yang ia perkirakan karena ombak mendorong papannya dan membuatnya sedikit tidak imbang untuk berdiri. Ombak pertama benar-benar gagal dan dia terjatuh dari papannya. Yoongi kembali naik ke atas papannya dan melihat Jimin tersenyum lebar dan berteriak untuk mencoba sekali lagi.
Hempasan ombak pertama itu entah kenapa membuat Yoongi semakin bersemangat untuk berselancar, ada sedikit rasa kesal karena dia ingin menikmati sensasi mengendarai papan selancar di atas ombak seperti Koen dan Caesar. Yoongi tak sabar untuk memburu ombak selanjutnya, Jimin masih sabar untuk tidak mengambil ombak sebelum Yoongi mengendarai papannya dengan baik.
Yoongi terus terjatuh ketika melakukan Pop Up, hingga beberapa ombak selanjutnya dia dapat melakukan Pop Up lebih baik, tak peduli harus menelan air laut beberapa kali, Yoongi menyukai semua sensasi berselancar. Setelah dia dapat berdiri dengan baik, barulah Yoongi mencoba untuk memulai mengontrol papan selancarnya, meskipun itu sangat sulit untuk pemula sepertinya.
"Nice try!" Seru Jimin sambil mendayung ke arahnya setelah dia terhempas ombak. "You like it, huh?" Tanya Jimin sambil menepuk bahunya.
"Well, it's pretty fun tho. The wave really fucked me up." Tawa Yoongi.
Jimin menatap Yoongi sedikit berbeda dan tersenyum manis seperti biasanya. "Why you looking at me like that. You look creepy." Sahut Yoongi sambil menyisir rambut basahnya ke belakang.
"You laughing and smiling a lot. Much better than before. Finally I can make you smile." Kata Jimin.
Yoongi memalingkan wajahnya cepat. "Creep." Komentar Yoongi sedikit kikuk. "Go get your wave." Katanya pada Jimin.
"Alright, I'll leave you to try more. If you need help just call me. I'll join Caesar and Koen." Kata Jimin.
Setelah itu Jimin segera mendayung ke arah Caesar dan Koen yang menunggu ombak datang. Jimin tidak sabar untuk memamerkan teknik yang baru ia kuasai pada Caesar dan Koen. Yoongi menunggu ombak di atas papan selancarnya dan menatap Jimin sedikit lebih lama. Dia bisa merasakan sedikit dunia Jimin dan mengerti alasan kenapa mereka sangat menyukai kehidupan pantai yang masih asing baginya.
Mereka terlihat sangat bebas dan tanpa beban, benar-benar menikmati momen mereka, ribuan kali berselancar atau menyelam bagi mereka hal itu masih menarik untuk di lakukan tiap harinya. Tak peduli mata memerah karena sapuan ombak, ataupun kulit yang terbakar matahari, semua itu tak membuat mereka berhenti. Karena inilah kehidupan yang mereka inginkan.
Yoongi sedikit merasa iri pada mereka yang bisa melakukan semuanya sesuai keinginan mereka. Yoongi juga mengerti kenapa persahabatan mereka masih erat meski tahun demi tahun berlalu. Mereka menikmati kehadiran satu sama lain yang mewarnai hari mereka. Pada saat yang sama Yoongi juga merasa begitu kesepian karena sejak lama dia selalu saja sendiri. Memilih untuk tidak ingin berada di ingatan orang lain dan tidak menginginkan orang lain berada dalam kehidupannya. Kelemahannya hanya perpisahan. Tak lebih dari itu. Dia sangat membenci perpisahan.
Mungkin Yoongi akan sedikit kehilangan ketika nantinya dia akan berpisah dengan Jimin dan yang lain, karena itu dia memilih untuk membenci sesuatu, hanya untuk berjaga-jaga dia tidak akan merasa sedih ketika menghadapi perpisahan.
Yoongi segera mengambil ombak selanjutnya dan mulai berselancar lagi. Sapuan dan percikan air di tubuhnya terasa menyegarkan. Beberapa detik menikmati ombak benar-benar membuatnya ketagihan untuk terus mencoba dan mencoba. Setelah beberapa jam bergulung dengan ombak, Yoongi mengambil jeda agak lama dan menikmati pemandangan laut yang mempesona. Kelipan pantulan sinar matahari di biru ombak terasa memikat Yoongi untuk terus bermain ombak.
Jimin masih bersemangat berselancar bersama Koen dan Caesar. Melihat Jimin mengendarai papan selancarnya dengan begitu apik dan lihai benar-benar membuat siapapun yang menonton menikmati setiap gerakannya. Seolah sang ombak jatuh hati pada permainan Jimin.
"Jimin!" Panggil Yoongi sambil mendayung ke arah Jimin yang baru saja jatuh dari papan selancarnya.
Jimin segera naik ke atas papan selancarnya dan mengusap wajahnya dari air laut. "Yes? You need something?" Tanya Jimin.
"I'm getting hungry." Jawab Yoongi.
"Alright, we can go back and get lunch." Kata Jimin.
"That's nice. I don't really had a breakfast today, I'm starting to hungry too." Sahut Koen.
"How about Scallywags? I want fish now." Kata Caesar.
"Alright, let's go." Ajak Jimin sambil mulai mendayung ke arah pantai. "How's your surfing, I see you enjoying so much." Tanya Jimin pada Yoongi.
"Well, it's pretty nice. Still work on it, but yes I do enjoy this shit. Eventho I got wiped out by huge wave view times. But it's kinda challenging." Jawab Yoongi.
"I watched you surfing, that's not bad for beginner. Nice try, Yoongi." Sahut Caesar. "When you already mastering the basic, you can ask Jimin to teach you some techniques, or we can teach you too." Tambahnya.
"Thanks for that."
Sesampainya di pantai, mereka segera berjalan menuju cafe yang berada di jalan utama. Scallywags. Pekerja disana segera menyambut mereka, Jimin dan yang lain terlihat sudah akrab dengan para pekerja cafe itu.
"Can we put our boards here for awhile?" Tanya Jimin pada salah satu staff yang berada di bar.
"Sure. We will keep it safe." Jawab mereka.
"Okay then, we will get the table and order right away." Kata Jimin sambil masuk ke dalam dan menuju lantai 2.
"Let's get a table on balcony, I wanna smoke some cigarettes." Kata Caesar.
Mereka segera duduk dan memesan makanan. Tenpat ini adalah salah satu tempat favorit Jimin dan Caesar. Sangat nyaman meski tidak terlalu luas dan tidak memiliki kolam renang seperti cafe yang lain. Mereka selalu makan siang di tempat ini.
"Caesar, I forgot to tell you that the guy who has the speed boat rent informed me that he can take us for view days on diving around here." Kata Jimin.
"That's great, we can start the adventure right away."
"I already prepared for this!" seru Koen bersemangat.
"We can take Yoongi with us too!" Cetus Jimin.
"Sure. He can go with us too." Kata Caesar.
"Why me? what's ya'll planning tho?" Tanya Yoongi yang masih tidak tahu apa yang mereka bicarakan.
"We already planning this long time ago, I want to go surfing and diving in view islands when six of us gathered here. But since you're here too, you can go with us too." Kata Jimin menjelaskan dengan penuh semangat.
"How many days?" Tanya Yoongi.
"Maybe one week. Not more, but can be less than that. But if we still can't get enough maybe it can be more than one week." Jawab Jimin..
"Where you gonna stay then?" Tanya Yoongi.
"Well, we will visit lot of islands, so we will rent cheap place there."
"Hmm.. I will think about it." Kata Yoongi yang masih ragu untuk menyutujuinya.
"Come on... Don't you interested? It'll be fun, It also great for learning surfing too." Ajak Jimin.
"Jimin's right, it can be your chance to learn more about surfing, other islands have bigger wave than here." Sahut Koen.
"It'll be fun, trust me. I know you're not big fans of adventurous shit like us, but you tried surfing today, and you end up like it, right? So, I'm 100% sure you're gonna like this." Jelas Caesar yang terdengar rasional untuk Yoongi.
Yoongi mengendikkan bahunya sambil meminum bir yang ia pesan. "Alright. I'm in." Kata Yoongi yang disambut dengan sorakan Jimin yang bersemangat.
Kemudian pintu balkon terbuka dan datanglah Dominik. "Fuck, I'm so starving." Katanya sambil menarik kursi dan duduk di samping Koen.
"How's your dive?" Tanya Jimin.
"Same as usual. Their first dive, and got panick when their ears got painful. Have to repeat all of the things over and over again. Girls always extra when panick." Jawab Dominik. "By the way, Arthur isn't here yet?" Tanya Dominik.
"Not yet."
"I need to take my phone at his place, I need to check some schedules." Kata Dominik.
"We can use telepathy as usual. Don't worry." Kata Koen.
"Probably Yoongi need to learn how to do that too." Celetuk Jimin sambil tertawa kecil.
"What do you mean by telepathy tho, it sounds weird." Sahut Yoongi.
"It's just a jokes among us." Jelas Jimin. "We rarely using phone or chat each other when we're on the same place. Mostly, we already know what we're doing in different places without asking." Tambah Jimin.
"100% always accurate? It sounds weirder." Komentar Yoongi.
"Well, It's not always accurate. But we already friends for so many years, so we know each other really well. We play guess, and mostly it's accurate. And we end up call it telepathy." Kata Koen.
"Like I'm pretty sure Ben will be here in view minutes with a bottle of his favorite beer." Kata Caesar.
"That's make sense. Yes, Ben will be back here." Kata Koen setelah berfikir selama beberapa detik.
"How come?" Tanya Yoongi yang tidak percaya.
"Ben went to Nusa Penida, and if he said today he will comeback, he should take the speed boat from Nusa Lembongan first, and the departure schedule of the boat from there is at 10.45 or 11.00. Sometimes 30 minutes late. The trip takes 1 hour 30 minutes until 2 hours. So Ben will be arrive here before 3.30. And he knows we always chillin' here for lunch because Jimin and Caesar love fish for lunch. And Ben always order beer first even before he take a sit. So yes, Caesar's guess is accurate." Kata Koen dengan sedikit cepat, membuat Yoongi harus mengikuti ritmenya untuk berfikir lebih cepat juga.
"Are you sure?" Tanya Yoongi masih tidak percaya. "How about Arthur?"
"He should be here in no time. His surfing class will not that long. Besides, he said he will catch up, but he didn't show up until we done surfing. And of course all knows this place is lunch place for us, so Arthur will here in not time." Tebak Jimin.
Koen tersenyum kecil. "We trained so well for this. I'm still remember when we start to guess everything we do, and we end up remember each other habits and activity." Kata Koen.
"Well, the benefit is kinda legit tho. We don't need phone to communicate." Kata Caesar.
Tiba-tiba pintu balkon terbuka dan Arthur datang sedikit terburu. "Sorry, I'm late to join the surfing here. How's it going?" Kata Arthur cepat dengan aksennya yang khas sambil duduk di dekat Dominik.
"See, I told you." Kata Jimin pada Yoongi yang masih terlihat tidak percaya. Yoongi masih berfikir mungkin itu hanya keberuntungan menebak saja.
"You already order beer on the bar?" Tanya Dominik pada Arthur.
"Yes, I did. they will bring it with the lunch that I ordered too." Jawabnya.
"So we discuss about our plans for one week diving and surfing. Yoongi will come with us too." Kata Caesar kemudian menghisap rokoknya dalam-dalam.
"Oh, that's nice. More people will be more fun. So we already get the boat too?"
"Yes, I will in charge for take care of the boat." Sahut Jimin sambil mengacungkan tangannya.
"Did you already tell your Nana about this?" Tanya Caesar.
"Nana already knew this plan before. She was okay with it. I hope Nana can join too, but she has to teach on the school." Jawab Jimin.
"It's been a long time we're not diving with your Nana." Kata Koen.
"Nana still waiting for off days to spend time with all of us." Cerita Jimin.
Beberapa menit kemudian pintu kembali terbuka dan seorang pria masuk, tingginya hampir sama seperti Arthur, berambut dark brunette memakai kaos dengan logo Rolling Stones dan memegang sebotol bir San Miguel.
"Miss me?" Ucapnya sambil tersenyum kecil dan menarik kursi, dia segera duduk dan kembali meneguk birnya.
Caesar tertawa kecil ke arah Yoongi. "Told you so, hombre." Katanya.
"You guys really unbelieveble..." Gerutu Yoongi yang masih terkejut.
"Who we got here?" Tanya Ben sambil melihat ke arah Yoongi yang masih asing bagi Ben.
"He's Korean, same like Jimin, he will hang out with us for quite long." Kata Koen.
"Nice to meet you. I'm Serghei Benjamin Jakab. Call me Ben." katanya memperkenalkan namanya yang sedikit unik sambil mengulurkan tangannya pada Yoongi.
"Min Yoongi." Sahut Yoongi singkat. Ben memiliki aksen yang benar-benar kuat. Tetapi Yoongi masih tidak tau dari mana asalnya, sedikit sulit untuk menebak aksen Ben yang masih sangat asing di telinganya.
Kemudian pelayan datang dan membawakan makan siang mereka. Jimin terlihat begitu lapar dan memakan Tuna-nya dengan sangat lahap. Dan seperti biasa Dominik memesan bir lebih banyak dari yang lain.
"Hey, Yoongi." Panggil Arthur sambil memberikan sebotol bir pada Yoongi.
"Thanks." Sahut Yoongi sambil menerima bir tersebut.
"Yoongi, do you have girlfriend back in Korea?" Tanya Arthur yang membuat Yoongi sedikit terkejut. Tentu saja itu membuatnya mengingatkannya kembali akan Jungkook. Entah kenapa tiba-tiba dia kehilangan nafsu untuk menyelesaikan makan siangnya.
Yoongi memberi jeda dan meneguk birnya, Arthur terlihat sabar menunggu sambil memakan makan siangnya, sedangkan yang lain hanya mendengarkan tetapi lebih sibuk dengan apa yang mereka lakukan, karena ini adalah topik yang Arthur buat berdua dengan Yoongi.
"I have." Jawab Yoongi.
"Oh really? What kind of girl that can endure with your coldness. No offense, it's just came up from my mouth. Sorry." Kata Arthur yang sedikit sarkastik meski di akhiri dengan kata maaf. Stereotype dari orang-orang British yang otomatis mengatakan maaf.
"A boy." Koreksi Yoongi sambil meneguk lagi birnya dan memalingkan wajah jauh ke arah laut di depannya.
"Oh, sorry. I didn't know you're into boys. Don't worry, we're bisexual here." Maaf Arthur. Jimin terlihat sedikit menoleh ke arah Yoongi, dia tidak tahu mengenai orientasi seksual yang dimiliki oleh Yoongi sebelumnya.
"Yeah, don't worry. I kissed a boy last night. We're kinda same tho." Kata Koen mengagguk cepat dengan wajah humorisnya mencoba mencairkan suasana yangg sedikit tegang. "No racism. 100% supporting humanity and equalism." tambahnya cepat-cepat.
"So, tell me about your boyfriend then." Kata Arthur. "I'm just really curious about it." Kata Arthur.
"Typical British... So direct. Sorry for his curious mouth, Yoongi." Kata Caesar cepat yang membuat Arthur tertawa kecil.
"That's okay." Sahut Yoongi tak masalah menutupi rasa kalutnya. "There's nothing to say about him anyway." Kata Yoongi.
"Why? You guys on the break or something?" Tanya Arthur sambil kembali memakan salmonnya.
Yoongi menyamankan posisinya di kursi dia kembali meneguk birnya beberapa kali. Arthur masih menunggu dengan sabar jawaban Yoongi.
"He died. 2 years ago. So, he left. But technically he didn't say that we broke up in the first place. Kinda funny. But..." Yoongi menghela nafas dan mengendikkan bahunya. "I dunno. Whatever you named it, I don't care." Lanjut Yoongi.
Semua terlihat terkejut. selama beberapa detik mereka terdiam dari kegiatan yang mereka lakukan. Caesar berdehem pelan dan Ben melempar potongan tomat ke arah Arthur karena telah membuat suasana menjadi sedikit instens. Arthur tersentak dan kembali fokus. "I-I'm sorry Yoongi. I didn't know about it. Sorry if I make you uncomfortable. I'm really sorry." Kata Arthur cepat.
Yoongi mengangguk kecil. "It's okay." Dia kembali meminum birnya.
"So, when we're gonna go for the dive and surf thing?" Tanya Ben untuk mengganti topik.
"I'm gonna speak with the guy for the boat today, we have to follow his schedule, I will book it today, so he can prepare it as soon as possible." Jawab Jimin.
"Nice. There's some new guys from Hungary that gonna help as instructor for dive while we go for a week." Kata Dominik.
"Okay, it's perfect so far. Can't wait to go. Just wait the news from Jimin when he got the boat." Kata Caesar. "We can chill and relax after this. Since they already have someone to replace us temporarily in the office." Lanjutnya .
"I have view bottles of Jack Daniel's at my place. Who's gonna wasted tonight?" Tanya Dominik.
"Oh my god..." Gerutu Arthur.
"Me!" Seru Koen dan Ben bersamaan sambil mengangkat tangan, kemudian mereka berdua tertawa bersama. Mereka berdua terlihat lebih kekanakan dari yang lain, karena memang Koen dan Ben termasuk yang paling muda selain Jimin.
"I'm in. Can't leave the troublemakers alone with the alcoholic asshole." Celetuk Caesar. "You wanna come too, Art?" Tanya Caesar.
"I will catch up. I have to go with some guys to reggae bar tonight." Jawab Arthur.
"I'm not totally a troublemaker tho. Koen did lot of mess than me." Protes Ben.
"Same. You got provoked the other day, and got so wasted and so pain in the ass." Balas Caesar dengan suaranya yang berat dan tenang. Koen tertawa keras.
Yoongi bisa melihat bahwa Caesar disini yang selalu menjaga yang lain, seperti sosok leader dan ayah pada saat bersamaan. Arthur terlihat selalu memikirkan yang lain dengan gerutuan, tetapi dia hampir mirip dengan Caesar. Sedangkan Dominik yang notabenenya lebih muda satu tahun dari Caesar dan satu tahun di atas Arthur masih sedikit berbahaya jika di biarkan sendirian, apalagi bersama Ben dan Koen yang sangat mudah melakukan hal bodoh. Tetapi tentu saja Dominik lebih dewasa dari Arthur dan juga bisa diandalkan jika Caesar tidak ada.
"Jimin, you come too tonight?" Tanya Ben pada Jimin.
"I think not. I already promised to Nana to have dinner with her tonight. I already skip dinner time with her for view days. So I can't dissapoint her tonight." Jawab Jimin.
"Alright then. If you can catch up after that, then come to Dominik place. But it's better you having dinner with your Nana." Sahut Ben.
"I miss having dinner with Nana. She cooks really well." Kata Arthur.
"Before we go for a week, I will tell Nana so you guys can have dinner with her too. That would be nice." Kata Jimin.
"Sweet! Can't wait for that." Komentar Koen bersemangat.
"Yoongi, if you wanna join us, you can come too. I'll pick you up." Kata Dominik.
"No thanks. I'm gonna chill tonight at my place." Tolak Yoongi. "I'll let you know if I change my mind somehow." Tambahnya.
"Alright then. For now, Just chill with the beers now. All beers is on me, I'm gonna order some more." Kata Dominik sambil beranjak dan menuju bar untuk memesan bir lagi.
"Caesar, can you pass the cigarettes? I think I want some." Kata Yoongi. Caesar mengangguk dan memberikan rokoknya pada Yoongi beserta koreknya. Yoongi bukan perokok berat, juga tidak bisa berhenti untuk merokok. Namjoon selalu menyembunyikan rokoknya dari ruangannya ketika dia bekerja, terkadang itu membuat Yoongi kesal. Tetapi dia sudah terbiasa dengan ulah Namjoon yang satu itu. Tapi disini dia bisa merokok lebih leluasa. Karena tanpa ia sadari ketika Namjoon sering sekali menyembunyikan rokoknya, itu menjadi sebuah kebiasaan bagi Yoongi untuk lupa merokok.
"Yoongi, can you cook some Korean food?" Tanya Jimin tiba-tiba. Yoongi melirik sekilas ke arah Jimin lalu mengepulkan asap rokok pertamanya sambil menaruh korek di meja.
"Just some of 'em, and not that good. If you gonna ask me to make it for you, I won't." Jawab Yoongi dengan sifatnya yang masih menyebalkan.
Jimin tersenyum kecil. "It's already long time ago I didn't eat Korean food. I tried it before, I forgot when, and the taste was so weird for me." Kata Jimin.
"That's quiet awkward tho. That you can't eat your country food." Cetus Koen.
"I cannot blame Nana because she makes me live my life like hers. It just weird how I forgot everything about Korea." Kata Jimin. "And beside Nana is half Japanese and half American, we always move to other country, so never taste Korean food again." Lanjut Jimin. "And I don't have any interest to comeback to Korea, It just makes me wonder how I forgot Korea completely."
"But Nana raised you in the good way tho." Kata Caesar yang terlihat benar-benar mengatakannya tulus.
"Ask your Nana to cook Korean food tho." Kata Yoongi.
"But the taste is so much different." Kata Jimin. "Maybe you can help Nana to make the Korean food taste more authentic." Tambahnya.
Yoongi memutar bola matanya lagi. Jimin selalu menariknya ke segala kegiatan yang tidak ingin Yoongi lakukan. Yoongi menghisap lagi rokoknya. "Not interested to be a cook helper anyway." Gerutu Yoongi.
"You're totally a cold hearted person tho." Komentar Koen sambil tertawa kecil.
"But still, I will try to make you do it." Kata Jimin yang masih tidak patah semangat.
Dominik kembali duduk setelah selesai memesan bir dari bar. Kemudian terdengar bunyi pesan dari ponsel Koen. Setelah Koen mengambil ponselnya dari meja dan membacanya dia memberikannya pada Jimin. "Nana." Kata Koen.
"As always." Komentar Jimin sambil membaca pesan dari Nana.
"What she said?" Tanya Caesar.
"To not come late for the dinner." Jawab Jimin sambil membalas pesan Nana dengan cepat dan mengembalikan ponsel itu pada Koen. "She always do that, even to some people in bar or cafe around here."
"She knows everybody in this island and also phone numbers just to send a message for you everytime you didn't pick up your phone when she calls." Kata Koen.
"She will hunt and kill anyone who hurt you." Tambah Ben sambil tertawa kecil.
"That's creepy tho." Celetuk Yoongi, dia ingat di hari pertama bertemu Jimin, dia mendengar pemilik cafe menyuruh Jimin segera pulang karena dia tidak mengangkat telepon dari Nana.
"It's not her fault. It's my fault because I always make her worried." Kata Jimin yang terdengar sedih.
"We know the reason. Eventho people making jokes about it, we don't give a fuck. We know why Nana so over protective to you. Not only Nana, we also worried, Nana can kill us too if we let you got hurt." Sahut Caesar dengan suara berat dan tenangnya.
"Caesar's right. Don't worry, it doesn't mean you ain't strong enough, you just need extra protection." Sahut Arthur.
Yoongi bisa melihat ada sesuatu yang pernah terjadi di antara mereka. Dia tidak tahu seberapa Nana sangat ketat dalam menjaga Jimin. Bagi Yoongi diumur Jimin yang sudah dewasa dia bisa menjaga dirinya sendiri dengan baik. Koen yang berumur sama dengan Jimin terlihat baik-baik saja tanpa ada yang harus memantau, dia bahkan berpergian ke banyak negara dan juga melakukan pekerjaannya dengan baik.
Mereka menghabiskan semua bir hingga perut mereka benar-benar penuh. Yoongi cukup menikmati berteman dengan mereka sejauh ini, mereka benar-benar bebas dan sangat alkoholik. Terkadang Yoongi membutuhkan orang-orang seperti mereka, cukup menghibur dan menyenangkan untuk hiburan kepenatannya.
"Damn, my stomach already full. Can't move." Ujar Ben.
"We're all gonna drink again after this tho." Sahut Arthur.
"Yeah, and I will eat dinner with Nana." Tambah Jimin.
"Let's swim in the pool then." Ajak Arthur. "It always works to empty stomach." Tambahnya.
"Nice. I'm gonna go return the surf board first, and meet you guys again." Kata Caesar.
"Which pool we're going to meet?" Tanya Arthur.
"My place." Sahut Dominik cepat. "Because we're gonna drink at my place."
"Alright. I will go back for returning the board with Jimin and Caesar." Kata Koen.
"See you guys in a bit."
Mereka semuapun keluar dari cafe. Jimin, Caesar, Koen dan Yoongi pergi untuk mengembalikan papan selancar yang tadi mereka pakai.
"Yoongi, what's you gonna do after this?" Tanya Jimin.
"Nothing. I don't know yet." Jawab Yoongi malas.
Koen terlihat sibuk dengan membuat video yang akan ia unggah di sosial media-nya, dan mengajak Caesar untuk menemaninya berbicara di video itu.
"Can I walk you home and probably stay there until my dinner time?" Tanya Jimin.
"Why?" Yoongi tidak terlalu suka dengan tamu, selain mereka menganggu, dia harus menyuguhkan sesuatu untuk mereka. Dan juga Yoongi tidak terlalu suka jika ada orang lain di tempat tinggalnya.
"Just wanna see your painting and literally waiting my dinner time with Nana." Jawab Jimin. Dia hanya sangat ingin tahu mengenai lukisan Jimin.
"I thought you gonna join your squad to swimming at Dominik's place." Kata Yoongi.
"Well, I can skip that." Jawab Jimin mudah.
Yoongi menghela nafas panjang. "But not for long. I don't like having a guest." Gerutu Yoongi.
Jimin tersenyum lebar. "Sure."
Kemudian mereka segera mengembalikan papan selancar ke tempatnya. Karena Jimin adalah pelatih selancar di tempat itu, dia diberi kebebasan untuk menggunakan papan selancar tanpa harus membayar, terkadang Arthur juga melakukan hal yang sama. Karena mereka bekerja dengan baik, mereka bisa meminjam papan selancar dengan kualitas terbaik untuk berselancar jika mereka terlalu malas membawa papan selancar mereka sendiri.
"Jimin, you gonna go to Dominik's place? I will walk you home before the dinner time." Kata Caesar.
"No it's okay. I wanna see some paintings at Yoongi's place." Kata Jimin.
"Alright then. Make sure you're not late for dinner, or Nana will mad at me." Sahut Koen.
Jimin tertawa kecil. "Okay. Okay. See you guys tomorrow." Kata Jimin sambil berjalan mengikuti Yoongi yang berbeda arah dengan Caesar dan Koen.
"They guard you real good. But I'm not gonna walk you back home." Kata Yoongi ketika Jimin menyusul untuk berjalan beriringan dengannya.
Jimin tertawa kecil. "It's not a problem, I can walk alone. It's just their habit to walk me back home. Just to make sure I'm not gonna go anywhere without their knowledge, because Nana will really mad because of it." Kata Jimin.
Yoongi benar-benar sedikit terganggu dengan seberapa Nana terobsesi untuk memantau Jimin kemanapun dia pergi. Yoongi memang belum tahu penjelasannya dan tidak terlalu ingin tahu. Tetapi mendengar semua orang selalu harus menjaga Jimin membuatnya sedikit merasa aneh dengan hal itu.
"Hope your Nana will not kill me because I'm not gonna walk you home." Kata Yoongi.
"Maybe, who knows? Nana already knows you." Kata Jimin.
"Really?" Tanya Yoongi sambil menoleh ke arah Jimin cepat. "Why there's lot of creeps in this island tho." Gerutunya.
"I told Nana about you. But she said she knows you before I tell her. She saw you in the beach when she biking the other day." Jawab Jimin.
"Your Nana really good at remembering people." Komentar Yoongi yang tidak terkesan.
"That's true. She always knows lot of things, secretly. That's why I cannot lie to her." Kata Jimin.
Mereka terdiam selama beberapa saat dan tak lama setelah itu mereka sampai di villa dimana Yoongi tinggal.
"I should bring King here again, I think he likes to meet you again." Kata Jimin.
"Don't need to. I don't like to be bothered, even by a dog." Kata Yoongi.
"You love dog. You always say you don't like to the things that actually you like. It's so much easy to say you like something rather than deny it. No one gonna prohibit you to like the things you like." Kata Jimin yang tidak digubris oleh Yoongi. Lalu Jimin mengikuti langkah Yoongi masuk ke dalam area villa-nya dan melihat sebuah kolam renang yang tidak terlalu besar tak jauh dari teras villa. "It's nice to have pool inside the private villa, even its just a small pool." Komentar Jimin.
"Yeah, but it's better to swim on bigger pool near the bar." Kata Yoongi sambil membuka pintu dan masuk ke dalam.
"It's kinda big place for one person to stay 3 months." Komentar Jimin lagi sambil masuk ke dalam mengikuti Yoongi. "Where's your paintings?" Tanya Jimin tidak sabar.
"Upstairs." Jawab Yoongi datar. Jimin segera berlari ke atas. "Don't touch anything or I will kill you!" Seru Yoongi cepat.
"I'm gonna take a quick shower. Don't screw up." Sahut Yoongi lagi. Membiarkan Jimin berada di tempatnya membuatnya merasa sedikit insecure seperti membiarkan anak kecil berada dekat dengan hadiah natal sebelum waktunya.
Yoongi segera menuju kamar mandi, badannya sudah terlalu lengket dan berkeringat karena berada di pantai sepanjang hari. Sedikit lega karena Yoongi kembali ke villa, dia benar-benar ingin bermalasan semalaman dan tidak ingin di ganggu oleh siapapun. Setidaknya sampai waktu makan malam Jimin dengan Nana maka tak akan ada yang menganggu lagi.
Setelah selesai, Yoongi segera menuju kamarnya dan memakai kaos tipis hitam lengan panjangnya dan celana pendek, dia mengambil handuk kecil dan mengeringkan rambutnya sambil berjalan ke dapur untuk membuat kopi hangat. Dia tidak mendengar suara Jimin dari lantai atas. Membuat Yoongi penasaran apa yang sedang di lakukan oleh Jimin.
Setelah dia membuat secangkir kopi hangat dengan cepat, Yoongi segera berjalan ke lantai dua untuk melihat apa yang dilakukan oleh Jimin. Masih sambil mengeringkan rambutnya dia melihat pintu balkon terbuka, mungkin Jimin berada di sana.
"Jimin?" Panggil Yoongi. Dia melihat Jimin duduk di balkon sambil memegang sebuah kanvas, pandangan Jimin masih terkunci pada lukisan di kanvas itu. Hati Yoongi sedikit terkejut karena dia tahu lukisan apa yang sedang di pegang oleh Jimin.
"Put that away. I told you to not touch anything." Kata Yoongi dengan nada yang dingin dan tidak suka.
"Who is he?" Tanya Jimin pelan masih tidak menoleh ke arah Yoongi.
"No one." Jawab Yoongi cepat sambil segera mengambil kanvas itu dari tangan Jimin.
"Is he a real person?" Tanya Jimin lagi.
"Why you ask such things." Gerutu Yoongi sambil menaruh kanvas itu ke dalam rak. "I told you. He's no one." Kata Yoongi.
"The painting was so real, but I can feel pain and sadness there." Kata Jimin. "I'm hoping that person on that painting is okay and happy." Kata Jimin yang membuat perasaan Yoongi semakin tidak menentu. "I love your paintings. All of them have such beauty, you potrayed everything the way it is, the feelings, and also the atmposphere." Lanjut Jimin sambil melihat semua lukisan yang ada di ruangan itu.
"Thanks." Sahut Yoongi cepat dan terdengar terpaksa. Jimin bisa merasakan ada sesuatu yang berbeda pada Yoongi.
"He's your boyfriend, right?" Tanya Jimin. Entah kenapa Yoongi benar-benar terganggu dengan pertanyaan itu. Dia benar-benar benci mengingat kembali akan Jungkook. Meskipun dalam lubuk hatinya dia tak pernah lupa seberapa dia menyayangi Jungkook.
"Don't jump into conclusion all of a sudden, Jimin." Sanggah Yoongi.
"You must be love him so much. You can say it, it's just me, you can spill everything to me. I would not tell anyone, even to Nana." Kata Jimin.
"Jimin, I have rights to tell you nothing about my life. Why you're so curious about me?" Kesal Yoongi.
"I don't know. There's something inside you that pulls me in." Jawab Jimin sambil berjalan menuju sofa dan duduk di sana.
"You're really a prick." Gerutu Yoongi. Bukan sepenuhnya salah Jimin karena Yoongi lupa untuk tidak menyimpan lukisan Jungkook di rak.
"I'm so sorry. Really. It's just..." Jimin berhenti sejenak dari kalimatnya lalu memandang Yoongi lekat-lekat dengan tatapan yang lembut. "When Arthur said something about your boyfriend, you looked really painful, you tried to cover it up. You buried that feelings deep inside, but still, I felt it. It must be so hard for you. It must be really heartbreaking for you." Lanjut Jimin pelan. "It makes me wanna took those pain away from you."
Yoongi menghela nafas dan menyesap kopinya sedikit banyak. "I came here to forget him. But I know I'm just running away from the reality." Kata Yoongi.
"That's must be hard for you." Kata Jimin.
"I don't need those words, Jimin." Sergah Yoongi cepat. "I don't need someone to comfort me. It doesn't work for me. It just makes me look more miserable. I know a lot of people try to make me move on from it. It's hard for me to move on for something that I truly love." Yoongi terlihat benar-benar kesal, Jimin bisa melihat ke kalutan yang ada pada Yoongi.
Jimin terdiam sejenak. "Then, I will not comforting you anymore if that's what's you want." Katanya pelan. "I'm good at running away. At least, I can take you run away from those things that make your heart heavy." Lanjutnya.
Kali ini Yoongi terdiam dan masih mencerna perkataan Jimin. "There's lot of things that so wrong in my life, Yoongi. I didn't try to fix it, I just running away from it, and it's feels so good."
Yoongi menatap Jimin dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. "What do you mean, Jimin. You sounds dangerous." Kata Yoongi tajam.
"I forgot my past, Yoongi. Most of it. I don't remember how the place I was born looks like. I don't remember the friends that I have back there. I forgot how fluent I am speaking your language when I was still in Korea. I feel I am a foreigner meeting you, I have your skin, your eyes, your race, I put Korea as my country in every competition. But I feel that I'm not part of it. That's why I always interested about Korea." Kata Jimin. Yoongi meneguk ludahnya sendiri mendengar perkataan Jimin. Seperti apa masa lalu Jimin sebelum dia bersama Nana? Ada sebuah perasaan yang membuat Yoongi menginginkan kekuatan untuk melupakan semua yang memberatkan hatinya. Dia sangat menginginkan untuk lepas dari Jungkook. Dia lelah dengan perasaannya yang mengikat Jungkook terlalu erat.
"I'm not ready to forgot him, Jimin. I'm refusing to forget." Kata Yoongi yang pada akhirnya masih sama. Ruang dihatinya masih terikat dengan Jungkook. Dan tak akan pernah berubah.
Jimin tersenyum lembut. "How lucky he is." Kata Jimin pelan. "You're such a good guy, Yoongi." Lanjutnya.
Jimin berjalan ke arah Yoongi, senyuman lembutnya masih terukir di wajah manisnya. Yoongi cukup mencoba untuk selalu mengalihkan pikirannya ketika feromon Jimin mulai tertangkap olehnya. Banyak saat-saat Jimin benar-benar terlihat menarik dan membuat Yoongi harus menahan nafsunya untuk tidak menarik Jimin dan menciumnya dalam-dalam seperti waktu pertamakali Yoongi mencium Jimin.
Jimin berhenti tepat di depannya. Yoongi hanya berusaha keras untuk tidak mencium bibir Jimin saat itu juga. Dia teringat betapa dia menginginkan ciuman bersama Jimin ketika Jimin bercumbu dengan Caesar. Ciuman panas, yang kasar dan begitu dalam, penuh lumatan dan nafsu. Yoongi menatap mata Jimin tanpa ragu dan tidak membiarkan Jimin mendominasinya.
Jimin menaruh tangannya di pundak Yoongi dan mencoba bersandar pelan ke tubuh Yoongi untuk membisikkan sesuatu di telinga Yoongi. Jimin terdiam sejenak, nafas Yoongi tercekat saat hembusan nafas Jimin menyentuh telinganya.
"Maybe having a little fun can distract you a bit from that sorrow. And I always be here for that." Bisik Jimin.
Yoongi menggigit bibirnya mencoba untuk tidak menarik Jimin pada saat itu juga. Ada sesuatu di dalam Jimin yang Yoongi inginkan. Perasaan yang sama ketika dia bersama dengan Jungkook.
Jimin tersenyum manis di hadapan Yoongi. "Almost late for the dinner, see you real soon." Kata Jimin lalu segera turun dan berjalan keluar dari villa Yoongi.
Ada sedikit perasaan kecewa, tetapi ini lebih baik, Jimin benar-benar berbahaya untuknya. Yoongi sudah memutuskan untuk tidak bermain-main dengan perasaan lagi. Selain itu dia tidak tahu hubungan Jimin dan Caesar yang sebenarnya.
Yoongi melempar handuk kecilnya sembarangan dan kembali menyesap kopinya. "Fuck you, Park Jimin." Gumamnya sambil menyisir rambutnya ke belakang. "Now everything will be more complicated."
.
.
.
.
To Be Continued...
.
.
.
.
THIS MOTHAFUCKIN' KONTOL IS BACK BITTTCCHHH
Hai guys, maaf udah nunggu agak lama. Ada sedikit prahara terjadi mengenai alur cerita ff ini. Sehingga, Saya Kontol, mengucapkan segala permintamaafan atas terlambatnya update ff ini.
Dan kembali mengenai apa yang terjadi, saya sedang menguatkan mental untuk melanjutkan menulis ff ini yang sebenarnya sangat berat sekali karena kenangan dan kejadiannya.
Bukan hanya readers, tapi, saya, Kontol, penulis original dari cerita ini, sedang terkena plot twist karena para tokoh di ff ini kok semakin hari semakin berulah dan semakin kayak taik ya. Seperti yang sudah termention sebelumnya bahwa cerita ini setengahnya berasal dari kisah nyata. Dan kisahnya masih belum tamat sampai sekarang, dan semakin membingungkan dan semakin rumit.
Tapi Kontol usahakan untuk meminimalisir kebapiran yang ada dan terus berjaya untuk update ff ini dengan baik dan benar.
Tentu saja tak lupa dukungan dan riview kalian yang selalu bikin saya mau tidak mau mengejar deadline. Dan kenapa saya tumben ngomong pakai bahasa endonesah, karena masih dalam kondisi shock, berkabung, dan bersedih atas apa yang terjadi pada (calon) jalan cerita ff ini. Mohon di maklumi.
So, time for some explanation!
About Caesar X Jimin?
Seperti yang kalian baca di chapter 1 dan 2 bahwa mereka memiliki hubungan special. Dan kenapa Kontol memasangkan mereka? (Ya karena di real storynya begonoh) Sebenernya nggak boleh spoiler, tapi yang pasti Caesar termasuk tokoh penting dalam cerita ini, dan maybe someday kalian akan bisa menerima Caesar sebagai tokoh (kesayangan author) yang baik dan tidak seharusnya di benci karena dia anu-anu-an sama Jimin. Dimohon untuk bersabar apapun yang terjadi kepada Caesar dan Jimin. Jangan nyesek (Kontol udah nyesek duluan dengan cerita nyatanya)
Why Jimin has to be so slutty?
Selain memang pada kenyataannya Jimin memiliki aura dan sex appeal yang binal, memang pada nyatanya tokoh utama yang jadi Jimin emang binal dan suka sange. Jadi mau tidak mau mohon dimaklumi, untuk mendukung karakter dan cerita sesuai aslinya. Karena itulah Kontol membuat FF RATE M yang Kontol tahu disukai para shipper diatas maupun di bawah umur. Tapi tentu saja, FF ini tidak ada maksud untuk merendahkan dan menyebar hal tidak baik akan tokohnya. Karena ini fanfiction, kita hanya meminjam wajah para idol saja.
About Surfing explanation?
Maaf untuk para readers, tolong kalau tidak paham dengan penjelasan ketika YoonMin lagi surfing bisa di baca ulang. Kontol sudah berusaha keras untuk menyederhanakan kalimatnya semudah mungkin untuk di pahami. Itu udah pakai vocab yang basic banget, jadi mohon dimaklumi, berselancar itu susah banget, apalagi njelasinnya pake bahasa inggris. Kontol harus berulang kali dengerin dan pahamin sampai desperate. (DUNANGES NGERTIA?)
About Question and Ask in Private way?
Seperti yang Kontol jelaskan sebelumnya, kalian bisa chat untuk tanya dan minta penjelasan mengenai apapun yang kalian kepoin lewat chat di Open Chat Kakao Talk (link in my bio). Kontol bakal kasih aesthetic setiap karakter di cerita ini, dan seberapa menarik mereka. Kontol juga akan kasih foto-foto mengenai tempat dan orang-orangnya. Sejelas dan Sedetail yang Kontol bisa. Kalian juga bisa tanya lebih detail mengenai feelings and atmosphere di cerita ini. Juga kepribadian pada tokoh. Just hit me up, and let's talk!
WHY YOU CHANGED THE TITTLE?
Yes, I'm suck at giving a tittle. So the previous Tittle is "A Separate Chambers Of A Human Heart" is waaayyyy too long (It was part of Linkin Park - Burning In The Skies lyrics. (shout out for my man, the legendary Chester) I was randomly pick it when I sing it while writing this story. And I know it's so lame and too long). So I need to change it. So I changed it into "Sucking Those Lips" (which I need to spend 4 hours to think about it, and came out with lame tittle again). And If you realized that I also changed the chapter's tittle. I wanna make it like Septymus Heap book (the different is the point of view still author's point of view). So, here we are. Lil bit confusing because I was so stupid picking tittles.
Mungkin itu aja dulu untuk chapter ini. Harus mengumpulkan energi dan semangat sambil ngafe biar cepet ngejar deadline ff ini. I'm sorry for a bit gloomy guys. LOVE Y'ALL SUPPORTS, LOVE Y'ALL ASSES!
Riview and curcol. just type in the box and send it to me. SEE YA NEXT CHAP!
