Jeng Jeng Jeng…! Momo is here!
Akhirnya chapter 3 muncul juga! Hhh… Lumayan capek juga buat cerita gaje begini. Oya, buat readers yang gak suka panggilan KaDat dan ChiButt, Momo minta maap, ya? Tapi bagi Momo itu panggilan yang amat sangat duper lucu loh! Hehe, *di chidori Sasuke, di hantam Sakura – author terlempar sampai ke langit ke 3 (?)*
Ok lah, ini dia! Cerita persembahan Momo! *jingkrak-jingkrak di atas tempat tidur*
Don't like, don't read!
Happy reading! XD
Naruto©Masashi Kisimoto
A Handsome Boy and A Cool Girl©Momo Sakurai
Pairing: SasuSaku
Genre: Romance/Humor ?
A HANDSOME BOY AND A COOL GIRL
Malam hari – di rumah Sasuke, tepatnya di kamar Sasuke.
Sasuke POV
Aku bermalas-malasan di tempat tidur ku sambil menatap langit-langit kamar ku. Ternyata, aku benar-benar membuatnya marah. Ah~ sial! Seandainya aku tidak berbuat bodoh tadi! Pasti dia tak akan marah seperti itu! Bagaimana kalau dia sampai benci kepada ku? Tapi, tunggu dulu? Kenapa aku memikirkannya sampai sejauh itu? Bukannya dia itu anak buahku? Harusnya dia tak perlu marah sampai segitunya dong? Ah sudahlah! Bodo amat! Dia juga bukan fans ku. Untuk apa aku mengasihaninya? Tapi... bukannya tadi hujan? Bagaimana kalau dia sakit?
End Sasuke POV
Sasuke terdiam sejenak karena memikirkan satu perkataannya tadi. 'BAGAIMANA KALAU DIA SAKIT?'. Segera ia meraih HP Blackberry-nya itu. Lalu mencari nomor Sakura di folder panggilan tak terjawabnya. Segera ia memencet tombol call untuk menelpon Sakura.
Tuut...
Tuut...
Tuut...
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi.
"Aa~ah! Sial! HP nya gak aktif lagi!" batin Sasuke kesal seraya membanting HP nya ke tempat tidurnya.
Di rumah Sakura...
"Tadaima..." Sakura baru saja tiba di rumahnya dengan keadaan basah kuyup.
"Sakura-chan? Kok jadi basah kuyup begitu? Sebentar ku ambilkan handuk dulu." ujar Sasori, kakak Sakura dan merupakan keluarga satu-satunya bagi Sakura karena orang tuanya meninggal 4 tahun yang lalu.
Tak lama kemudian Sasori datang dengan membawakan sebuah handuk. "Nih handuknya."
"Thanks Sasori-nii..." ujar Sakura yang tersenyum kecil.
"Kamu mau makan atau mandi dulu? Biar aku yang menyiapkannya." tawar Sasori sembari menepuk-nepuk pelan kepala pink Sakura.
"Ga usah. Aku gak lapar Sasori-nii.." jawab Sakura lesu.
Sasori yang melihat tingkah adiknya itu merasa khawatir. "Kamu gak apa-apa Sakura-chan? Kalau ada apa-apa kasih tau aku, ya?"
Sakura tidak ingin kakaknya itu khawatir akan dirinya. Ia mencoba tersenyum dan berkata, "Tenang aja. Aku baik-baik aja kok, Sasori-nii..." Sakura lalu meninggalkan kakaknya yang masih menatapnya khawatir menuju kamarnya yang berada di lantai atas.
BRAK
Sakura membanting pintu kamarnya dengan keras.
"Mungkin... Aku keterlaluan sampai memarahi dia seperti itu...?" Sakura mendesah pelan lalu mengambil handuk nya untuk segera mandi.
Keesokan harinya...
"Ohayou Teme!" sapa Naruto dengan semangat seperti biasa.
Sasuke tak menjawab. ia masih memikirkan keadaan Sakura sekarang yang sampai saat ini Sakura belum muncul di kelas. Lama ia duduk terpaku di bangkunya sambil menunggu, sampai pelajaran pertama di mulai, gadis itu masih belum muncul. Sasuke mulai sedikit khawatir jika terjadi apa-apa terhadap pembantu sementaranya itu.
Break time~
"Yamanaka! Hyuuga!" panggil Sasuke kepada kedua sahabat Sakura.
"Ou, ada apa, Sasuke?" tanya Ino yang heran karena jarang-jarang Sasuke mengajak mereka bicara.
"Dimana Sakura?" tanya Sasuke yang langsung 'to the point'.
"A, anu… Sakura nya… sa—" Hinata menjawab pertanyaan Sasuke dengan gelagapan seperti biasa seperti saat ia berbicara dengan orang lain.
"Ada perlu apa kau tanya-tanya tentang Sakura?" tanya Ino yang dengan cepat memotong perkataan Hinata.
"Ti, tidak… Aku hanya…" Sasuke masih belum menemukan jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan Ino.
"Kau apakan Sakura sampai dia sakit seperti itu, hah?" tanya Ino yang mulai kesal dengan si pangeran pantat ayam itu.
"Dia sakit apa?" Tanya Sasuke balik yang mulai khawatir.
"Kalau mau tahu, pergi sana ke rumahnya! Sekalian jengukin untuk menebus kesalahanmu!" jawab Ino lalu pergi meninggalkan Sasuke yang berdiri terpaku.
"Tu, tunggu aku, Ino!" Hinata lalu sahabatnya itu dari belakang setelah pamit kepada Sasuke.
"Si jidat sakit? Cih!" batin Sasuke sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Karena terus memikirkan Sakura yang sakit. Sasuke pun tidak tahan lagi. Ia pun bolos pada pelajaran ke empat. Setelah berhasil keluar dari sekolah dengan cara mengendap-endap (?), ia langsung menuju ke rumah Sakura yang alamatnya di beri tahu oleh Hinata.
15 menit setelah ia berlari, akhirnya ia sampai di rumah Sakura.
"Jauh juga ya rumahnya." Gumam Sasuke yang napas nya masih terengah-engah. Ia pun menuju ke depan pintu rumah Sakura. Dengan perasaan ragu-ragu, ia memencet tombol bel rumah gadis jidat pinky itu.
TING TONG TING TONG
Sakura yang terbaring lemas karena demam mendengar bunyi bel. Karena malas, ia tak menggubris bunyi bel itu.
TING TONG TING TONG
"Uurgh! Siapa sih itu?" batin Sakura kesal lalu ia beranjak dari tempat tidurnya dengan ogah-ogahan untuk membukakan pintu.
CKLEK. Pintu pun di buka oleh Sakura. Mata Sakura membelalak kaget melihat siapa yang datang.
BRAK!
Sakura lalu kembali menutup pintu dengan keras. "PERGI KAU!" teriak Sakura sembari menahan pintu dengan tubuh lemasnya dari dalam rumah.
Sasuke mengetuk pintu Sakura. "Plis, buka pintunya, Sakura..."
"Pergi kau, Uchiha! Aku tak butuh ejekan mu lagi!"
Sasuke tertegun. Ia sadar bahwa Sakura begitu sangat membencinya.
"Sa, Sakura... tolong buka pint—"
BRUK
Pintu tiba-tiba terbuka sendiri. Begitu pintu terbuka, Sasuke terkejut melihat Sakura pingsan di tempat.
"Sakura!" Sasuke panik dan langsung saja masuk dan menggendong Sakura menuju ruang tamu. Dengan hati-hati ia membaringkan Sakura di sofa. Sasuke lalu menempelkan telapak tangannya ke dahi Sakura.
"Ya ampun, badannya panas banget! Aku harus bagaimana ini?" gumam Sasuke panik. Di tengah kepanikan Sasuke, tiba-tiba Sasori datang karena pulang cepat dari kantornya. Sasori terkejut melihat orang asing masuk begitu saja ke rumahnya.
"Siapa kamu?" tanya Sasori dengan menatap tajam onyx milik Sasuke.
"A, aku temannya Sakura! Aku datang menjenguk, tiba-tiba Sakura pingsan setelah membukakan pintu!" jawab Sasuke dengan sedikit berbohong untuk memberikan alasan yang lebih baik.
"Syukurlah, ku kira kamu maling. Hampir aja aku manggil hansip dekat sini." ujar Sasori lega. "Sakura-chan demam mungkin karena kehujanan tadi malam."
DEG
Wajah Sasuke saat itu memucat. Perasaan bersalahnya kepada Sakura pun semakin menjadi.
"Oya, tolong angkatkan Sakura-chan ke kamarnya yang di atas ya, aku mau membelikan obat untuk dia" pinta Sasori kepada Sasuke.
Sasuke mengangguk. Ia pun membawa Sakura menuju kamar yang di tunjukkan Sasuke. Setelah membaringkan Sakura pelan-pelan, ia lalu duduk di kursi di samping Sakura yang terbaring di tempat tidur. Sasuke memperhatikan wajah gadis itu dengan seksama. "Ternyata manis juga dia... Yah, tapi tanpa tampang cueknya..." batin Sasuke lalu terkekeh kecil. Tetapi, setelah ia berhenti terkekeh, muncul semburat merah di kedua pipinya. Entah mengapa, naluri lelaki Sasuke tergerak. Perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura. Hembusan napas panas Sakura terasa di kulit wajah Sasuke dan membuat pemuda itu semakin ingin mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi. Lebih dekat... Lebih dekat...
"Uuh... Sa..suke..." igau Sakura tiba-tiba dengan mata yang masih tertutup.
Sasuke tersentak. Ternyata di alam mimpi, Sakura pun masih memimpikannya. Sifat narsis nya (dalam hati) itu pun akhirnya muncul lagi. Dan sampai-sampai ia berpikir mungkin Sakura menyukainya? Tapi, pikiran aneh nya itu segera ia buang jauh-jauh karena tidak mungkin gadis secuek Sakura bisa terpikat oleh lelaki tampan seperti ku. Begitulah pikiran Sasuke saat ini. Dan akhirnya ia tak melanjutkan aksinya tadi karena takut kalau nanti Sakura akan terbangun.
Tiba-tiba Sakura membuka matanya. Perlahan ia melihat sesosok bayangan yang ia kira itu adalah kakaknya. Tetapi ternyata bukan. Sosok itu ternyata adalah Sasuke.
"Sa...suke?"
"Kau sudah sadar ternyata." ujar Sasuke dengan tampang cool seperti biasa.
Sakura berusaha untuk duduk. "Kau mau manghina ku lagi?" tanya Sakura tiba-tiba dengan nada kesal.
Sasuke terdiam sejenak. "Tentu saja tidak, baka..." jawab Sasuke datar. Padahal dalam hatinya ia merasa sangat bersalah kepada gadis itu. "Aku cuma menjenguk kamu saja, kok." kata Sasuke lagi.
"Tumbenan tuan Uchiha baik. Kebentur apa, nih?" sindir Sakura dengan tampang cuek.
"Anggap aja ini gaji dari majikan buat pembantu." balas Sasuke yang tak mau kalah. mereka berdua pun lalu tertawa bersama.
"Tapi makasih ya, Sasuke..." ujar Sakura lembut (? – orang cuek bisa lembut juga ya?) sembari tersenyum dengan manisnya.
"Hn." hanya itu lah respon Sasuke untuk menyembunyikan rasa tersipunya kepada Sakura. "Uwaah... kawaii..." batin Sasuke yang jantung nya mulai berdegup kencang.
Tiba-tiba Sasori muncul menemui mereka berdua. Ternyata dia sudah pulang.
"Aku udah belikan obat untuk Sakura-chan. Dan terima kasih untuk temannya Sakura-chan karena menjaganya untukku." ujar Sasori senang. "Oya, namamu siapa? Ngg... Joko? Bejo?"
"Sasuke.."jawab Sasuke datar. "Apa-apaan itu? Masa nama ku yang bagus nan indah (?) ini di samakan dengan nama kayak gitu? Apa kata dunia?" batin Sasuke yang sedikit kesal dan dengan reflek juga tadi dia menyebutkan moto pembayaran pajak (?).
"Oh, ya, Sasuke-kun!" ujar Sasori lagi sembari menepuk jidatnya sendiri, lalu meninggalkan mereka berdua menuju dapur untuk mempersiapkan makanan untuk Sakura.
"Sakura... Kamu... Masih marah dengan ku?" tanya Sasuke.
"Eh? Kapan aku marah denganmu?" tanya Sakura dengan tampang innoncent nya. Sasuke pun langsung sweatdropped.
"Mungkin dia lupa. Tapi sudahlah, toh dia cuek juga orangnya," batin Sasuke lega karena ternyata Sakura tidak marah kepadanya.
Tiba-tiba Sasuke sekali lagi menempelkan telapak tangannya di jidat Sakura.
"Apa-apaan kamu?" tanya Sakura yang sedikit tersipu.
"Aku cuma meriksa keadaan mu doang kok? Gak suka?" tanya Sasuke balik. Sakura membuang mukanya entah kemana (?), yang penting tidak berhadapan dengan wajah Sasuke karena merasa malu. Yah, untuk alasannya, author juga gak tau kenapa. Mungkin para readers bisa nanya langsung ke Sakura? *di shannaro Sakura dan terpental ampe laut segitiga bermuda (?)*
"Oh, ya, Sakura, aku pulang, ya?" ujar Sasuke tiba-tiba.
"Eh, Sasori-nii belum menyuguhkan minuman untukmu?"
"Gak usah repot-repot." ujar Sasuke lagi sembari beranjak dari kursi yang ia duduki.
"Aku antar sampai depan, ya?" tawar Sakura sembari berjalan dengan lunglai karena tubuhnya masih lemas.
"Hn" jawab Sasuke singkat.
Setelah pamit sebentar dengan Sasori yang berada di dapur, mereka berdua sampai di depan rumah Sakura.
"Kalau gitu, kontrak ku sebagai pembantu di tambah jadi sehari lagi dong? Karena aku gak turun sekolah hari ini?" tanya Sakura tiba-tiba.
Sasuke tersenyum kecil lalu menepuk kepala Sakura.
"Anggap aja aku ngeliburin kamu hari ini, pembantu." jawab Sasuke.
Sakura tak menjawab, hanya senyum simpul yang ia tunjukkan kepada Sasuke.
"Tapi lain kali siap-siap aja buat perintah ku, KaDat!" bisik Sasuke di telinga Sakura . Sakura pun mendengus kesal.
"Whatever you say, baka ChiButt!" ujar Sakura dengan berani.
TBC!
Uwaakh! Selesai deh chapter 3! Horeee! *lompat-lompat gaje di depan rumah dan akhirnya di lempari batu oleh anak-anak tetangga karena di kira orang gila.* and thanks banget buat yang nge review! Tanpa review dari kalian, Momo gak akan mempublish cerita gaje Momo ini! Hehe XD tapi kayaknya humor di chapter ini kurang, ya?
OK, ni balasan review untuk para readers yang baik hati dan tidak sombong karena menyempatkan diri untuk membaca fic gaje Momo! XD
Niadzh : Thank you! XD Nih udah update!
Kuma : XD XD
Ella-chan : Ok, Ok! Tapi menurut Ella-chan, ini udah panjang, gak? Atau masih kependekan? Kalo masih kependekan, Momo usahakan chappie depan untuk di panjangi lagi! XD
Risle : Hohoho, gak apa-apa, kok! XD Eeeh? Aku cantik? Padahal aku ini laki-laki? Ehem, enggak kok, becanda! Aku perempuan kok! ^^
Aoi : Fufufufu... yang terjadi adalah... (?)
Lathiefniwa : Makasih ya! Momo jadi tersanjung! XD Ngg, masalah kenarsisan Sasuke itu emang sengaja Momo buat lebih 'over' narsis lagi supaya tampil beda. Tapi kalau kamu gak suka, nanti Momo kurangi deh level narsis nya Sasuke! XD
Silahkan review minna! Insya Allah Momo akan update secepatnya! XD. Dan kalo beruntung, mungkin yang nge review akan kencan dengan Sasuke setelah giliran author *di ameterasu Sasuke, di lempar batu oleh readers*.
Review please?
