A/N: Happy reading Minna-san!
Disclaimer: Inazuma Eleven itu punyanya Level-5! Daisuki itu punya Dorama Entertainment.
Warning: au ah gelap nyo! *semangat '45(?)*
Inazuma Daisuki
Laki-laki berambut hitam bernama Suzuki Rei itu benar-benar terkejut begitu mendengar pengakuan Mamoru. "Apa dia itu memang benar-benar Himawari Otou-san? Aku tak dapat mempercayainya… tapi wajahnya memang mirip dengan Himawari sih, tapi… ah sudahlah! Lebih baik aku suruh dia masuk saja dulu". Pikir Rei. "Si…silakan masuk". Kata Rei terbata-bata. Mamoru pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah milik Keluarga Suzuki. Rei segera membuatkan teh untuk Mamoru. Sementara Mamoru duduk menunggu di sofa ruang tamu. "Ini teh-nya". Kata Rei sambil memberikan secangkir teh kepada Mamoru. "Arigatou". Kata Mamoru sambil tersenyum kecil.
Mamoru pun mulai meminum teh yang dibuat oleh Rei. "Reina dan Himawari ada dimana?" Tanya Mamoru yang baru sadar kalau orang-orang yang dicarinya tidak ada di rumah. "Nee-san sekarang sedang pergi menjemput Himawari di Taman Kanak-Kanak". Jawab Rei yang masih kebingungan dengan kemuncullan Mamoru. "Sokka… Himawari sudah masuk Taman Kanak-Kanak ya…" kata Mamoru. Wajahnya terlihat sedih. Rei yang melihat wajah sedih Mamoru makin penasaran, kenapa dia meninggalkan putrinya kalau dia memang sangat menyayangi Himawari? "Ano… Endou-san, kalau kau memang benar-benar ayah kandung Himawari, kenapa kau pergi meninggalkan Himawari? Kenapa kau tega meninggalkan Himawari dan Kakakku? Kau sudah tau kan, kakakku itu…. Cacat mental…" Tanya Rei. Mamoru memandang wajah Rei dengan tatapan sedih.
Tapi kemudian dia tersenyum lembut. "Kau punya cita-cita kan Rei?" Tanya Mamoru yang entah bagaimana caranya bisa tau nama panggilan Rei. Mungkin diberitahu Reina? Rei menganggukkan kepalanya. "Aku juga punya cita-cita". Kata Mamoru. "Aku ingin… menjadi penjaga gawang yang hebat". Kata Mamoru. Rei diam sambil mendengarkan perkataan Mamoru. "Aku pergi meninggalkan mereka berdua untuk menggapai cita-citaku itu, tapi aku berjanji…kalau suatu saat nanti aku akan kembali pada mereka. Dan sekaranglah waktunya, aku telah kembali kepada mereka. Aku memutuskan untuk berhenti dari sepak bola agar aku bisa merawat mereka berdua. Aku sudah cukup puas kok, karena aku telah memenangkan Football Frontier". Kata Mamoru yang akhirnya menunjukkan senyuman mataharinya.
"Football Frontier? Penjaga gawang? Endou Mamoru? eh? ENDOU MAMORUUUU!" teriak Rei yang baru sadar kalau orang yang ada di hadapannya sekarang adalah Endou Mamoru, kapten tim Raimon Eleven, juara Football Frontier dan juga tim sepak bola yang telah berhasil mengalahkan para Alien! "Kau Endou Mamoru yang merupakan Kapten tim sepak bola Raimon Eleven! Ya ampun! Maaf aku tak mengenalimu, habis penampilanmu dan dilapangan benar-benar berbeda!" kata Rei. "Tidak apa-apa kok! Jangan dipikirkan! Oiya, aku kan bukan lagi Kapten tim Raimon Eleven lagi, jadi kalau bicara padaku jangan terlalu formal begitu, aku kan malu! Kita itu sekarang keluarga, pakai bahasa sehari-hari saja kalau mau bicara denganku!" kata Mamoru sambil nyengir kuda *di lempar pake panci*
"Baiklah kalau begitu O…Onii-san… boleh kupanggil begitu?" Tanya Rei yang langsung sweat drop begitu melihat mata Mamoru yang berbinar-binar bahagia dan di tambahi efek kerlap-kerlip bintang kecil(?) "Huwaaa! Aku dipanggil Onii-san! HIROTO! ICHIROUTA! Aku punya OTOUTOU!" teriak Mamoru sambil meluk-meluk foto Hiroto dan Ichirouta mengikuti gaya Kurosaki Isshin. "TADAIMAA!" teriak dua suara dari arah pintu masuk rumah. Rei yang awalnya mau menyambut Himawari dan Reina yang baru pulang cengo melihat Mamoru yang langsung berlari ke arah pintu masuk dengan kecepatan yang menyamai kecepatan lari Eyeshield 21. "RECCHIIIIII! HIMAWARIIII!" teriaknya. Reina yang melihat Mamoru langsung berteriak. "MAMO-TAAN!" dan lari kepelukan Mamoru. mereka berpelukan dalam waktu yang cukup lama.
"Mamo-taaan… aku sangat merindukan Mamo-taaann… Mamo-tan tidak akan pergi lagi kan? Mamo-tan akan tinggal di sini kan?" Tanya Reina yang mulai menitikkan air mata. "Aku tidak akan pergi meninggalkan kalian, aku janji, kita akan bersama-sama lagi, sudah ya Recchi, jangan menangis lagi". Kata Mamoru sambil menghapus air mata dari pipi Reina. Reina pun kembali tersenyum. "HA'I!" katanya sambil tersenyum lebuaaarrrr. "Okaa-chan, dia siapa?" Tanya Himawari. Mamoru dan Reina pun tersadar kalau Himawari ada bersama mereka. "Mamo-tan itu…. Himawari Otou-chaaannn!" teriak Reina sambil bertepuk tangan. Himawari menatap lekat-lekat sosok Mamoru yang ada di hadapannya.
"Otou-chaann…OTOU-CHAANN!" teriak Himawari. Dia pun berlari menghampiri Mamoru dan memeluknya. Mamoru mengangkat tubuh putrinya dan memeluknya erat-erat. "Himawari gomen… Otou-chan sudah meninggalkan Himawari begitu lama… sekarang Otou-chan tidak akan pernah meninggalkan Himawari, Otou-chan janji". Kata Mamoru. air matanya mengalir deras. "Hehehe.. padahal Otou-chan sudah melarang Okaa-chan untuk menangis, tapi sekarang malah Otou-chan yang menangis. Ahahaha… Otou-chan memang benar-benar payah". Tawa Mamori di sela-sela tangisannya. Himawari menepuk lembut pipi Mamoru sambil berkata. "Otou-chan jangan menangis…! Ada Hima dan Kaa-chan disini, jadi Otou-chan tidak usah menangis…." Kata Himawari.
Mamoru menghapus air matanya dengan tangannya. "Iya Himawari, Otou-chan tidak akan menangis". Kata Mamoru sambil kembali memeluk erat Himawari. Mamoru merentangkan tangan kirinya ke arah Reina. Reina pun memegang tangan kiri Mamoru. Secara tiba-tiba Mamoru menarik Reina ke dalam pelukannya. Mereka terlihat sangat bahagia. Rei yang diam-diam melihat pemandangan itu pun tersenyum lembut melihat kebahagiaan mereka bertiga.
XxBAHAGIANYASAIAxX
"Tadaima… Rei, Reina, Himawari, aku pulaang". Seru Suzuki Nozomi, ibu Rei dan Reina. "Okaeri, Okaa-san, kita kedatangan tamu istimewa". Sambut Rei sambil tersenyum. "Tamu istimewa? Siapa itu Rei?" Tanya Nozomi penasaran. "Himawari Otou-san". Jawab Rei. Nozomi sampai menjatuhkan barang-barangnya karena kaget. "Kau tidak bercanda kan Rei?" Tanya Nozomi yang masih tak percaya. "Aku tidak bercanda, lihat saja sendiri, dia ada di ruang tamu bersama dengan Nee-san dan Himawari". Kata Rei. Nozomi segera berlari ke ruang tamu. Di ruang tamu, tampak Mamoru, Reina, dan Himawari sedang bermain bersama.
"Obaa-chan Okaeriiii!" teriak Himawari sambil berlari mendekati Nozomi. "Ah! Okaa-san Okaerii!" teriak Reina yang ikut berlari menghampiri Nozomi. "Tadaima… eto… Reina… apa benar Himawari Otou-san datang…?" Tanya Nozomi. "Iya! Itu Mamo-tan! Mamo-tan! Sini! Sini!" panggil Reina. Mamoru pun berlari menghampiri Nozomi. "Boku wa Endou Mamoru desu! Himawari Otou-san! yoroskoregaisimasu (gini bukan tulisannya? Kalau salah, kasih tau yang benernya ya nyo!)! maaf aku baru datang mengunjungi Himawari dan Reina sekarang, tapi aku berjanji! Aku akan tinggal disini dan menjaga Reina dan Himawari dengan sebaik-baiknya! Besok aku akan mencari pekerjaan untukku agar aku bisa menghidupi Reina, Himawari, dan kalian semua!" kata Mamoru dengan ekspresi wajah yang betul-betul serius. Nozomi yang melihat keseriusan di mata Mamoru pun mempercayai kata-kata Mamoru. "Aku akan memaafkanmu, tapi sebelumnya tolong kau beritahukan alasan kenapa kau pergi dan meninggalkan Reina dan Himawari". Kata Nozomi.
(SKIP TIME)
"Sokka, aku mengerti perasaanmu, tapi kenapa kau dan Reina tidak memberitahukan identitasmu sebagai ayah Himawari sebelumnya?" Tanya Nozomi. "….Sebagai pemain sepak bola yang masih berumur di bawah 16 tahun, aku kan tidak boleh mempunyai anak, maka dari itu aku pun menyembunyikan identitasku sebagai ayah Himawari, aku benar-benar minta maaf". Sesal Mamoru. "Tidak apa-apa, asalkan Reina dan Himawari memaafkanmu, aku tidak keberatan". Kata Nozomi sambil tersenyum. Mamoru benar-benar bahagia karena akhirnya dia dapat diterima oleh keluarga Reina, dan juga Himawari. Kehidupan mereka sebagai keluarga yang baru pun akan di mulai.
XxSAIA TERHARU!xX
"Kyoto? Untuk apa Mamoru pergi ke Kyoto?" Tanya Yuuto. "Aku juga tidak tau, aku berencana untuk menyelidiki hal ini lebih lanjut, apa kalian mau ikut menyelidiki?" tawar Hiroto. Tentu saja mereka setuju. Mereka pun menganggukkan kepala mereka tanda setuju. "Tunggulah Mamoru, kami pasti akan menemukanmu". Batin Shuuya.
TO BE CONTINUE!
A/N: YEEEEYYY! SAIA SEMANGAT LAGI NYOOO! MAAF MENUNGGU YA MINNAAAA! Nah, sekarang balas review!
Via-SasuNaru: Arigatou! KYAAA! Saia jadi maluu! *taboked* saia sudah tidak takut lagi dengan ancaman sampeyan! HIIHIHIHIHI! Ini chapter berikutnya dah update! Baca and review ya!
Aurica Nestmile: Alasan kenapa Mamoru pergi ke Kyoto bisa anda temukan disini *pembawa acara mode* hehehe! Untung aja bagus, saia pas bikinnya malem-malem, jadinya rada ruwet pikirannya! Ini dah di update! Baca and review please?
BYE BYE MINNA-SAAAAAAAAAANNN!
