Author : Kembali update malam, Baru bisa ngedit tulisan. Makasih buat yang ngirimin OC. Oh, ya yang kirimin nama skill tolong namanya ditulis, saia jadi bingung itu skill buat OC yang mana (ada beberapa yang gak kasih nama pengirim, saia jadi bingung). Otak saia masih rada error maaf kalau banyak miss typo. Enjoy this chapter.
Warning : T rate, bahasa labil, chara death.
Pairing : Hint only.
Disclaimer : Punya Masashi Kishimoto.
NEVERLAND
Chapter 2
(Deleted)
.
.
Naruto login.
Kiba login.
Neji login.
Lee login.
Sakura login.
Shin login.
"Oi, satu tim aja nih. Sekalian bantuin Sakura naik level!" kata Naruto dan mulai membuat nama grup.
"Ayo aja gue sih, apa sih yang gak buat Sakura!" samber Lee sambil lirik-lirik ke Sakura.
"Jangan mulai deh!" Sakura mendelik dengan nada ketus.
"Ngomong-ngomong yang pegang kartu Joker siapa aja?" tanya Shin secara tiba-tiba.
"Gue pegang empat" kata Neji mengeluarkan seringai.
"Satu" jawab Kiba dan Lee bersamaan.
"APA? LO JUGA DAPET?" Naruto gak percaya Kiba dapet kartu Joker, jangan-jangan Kiba ngibul.
"Hehehe kemarin malem gue lanjutin misi di rumah, dan hadiahnya ternyata dapet kartu Joker!" kata Kiba nyengir.
"Ah, curang! Masa gue doang yang belum dapet!" Naruto manyun-manyun gak jelas sambil merutuki nasibnya.
"Jangan menggerutu terus Naruto! Katanya mau bantu naikin level!" giliran Sakura yang manyun.
"Okeh, ayo deh main!" kata Naruto dan memulai permainan mereka.
"Tidak bisa! Saya tidak bisa menutup Neverland!" ucap Tsunade dengan sengit.
"Tapi game itu berbahaya dan sudah mencelakai anak-anak kami!" kata salah satu orang tua yang anaknya masuk rumah sakit.
"Itu salahkan sendiri pada anak anda! Atau jangan-jangan anda tidak bisa mendidik anak sampai-sampai anak anda bertindak brutal hanya karena game?" kata Tsunade dengan pedas.
"APA? KENAPA MALAH KAMI YANG JADI DISALAHKAN!" tampak ayah dari salah satu anak itu tidak terima, dia berteriak keras sambil berdiri dan menghardik Tsunade yang tampak tenang-tenang saja.
Perundingan itu sudah berjalan lama dan berlangsung dengan alot karena masing-masing pihak masih bersikeras pada pendirian masing-masing. Yang satu ingin Neverland ditutup sedangkan pihak satunya ingin mempertahankannya, dan belum mendapati titik temu. Tsunade menghadapi orang-orang yang marah itu sendirian, karena Orochimaru dan Jiraiya tidak bisa dihubungi. Kedua orang itu memang sudah sangat sulit ditemui sejak kejadian menghilangnya Sasuke dan Gaara.
~o0o~
.
.
"Makasih ya semua! Berkat kalian semua misi ku hari ini selesai!" kata Sakura yang saat itu sedang mengistirahatkan karakternya di sebuah kota bersama dengan Naruto dan yang lainnya. Mereka semua bersepakat untuk membantu level Sakura sampai mencapai level 60.
Pas mereka semua sedang bersantai tiba-tiba melintas Mega di notice board, membuat suasana menjadi rusuh.
Trancy : YANG NAMANYA REI PENIPU BEJAD! BALIKIN CARD GUE!.
"Wah, sadis juga tuh orang meganya" kata Naruto sambil baca papan notice.
"Rei, siapa tuh?" tanya Sakura pengen tau.
"Gak tau juga, belum pernah liat" balas Neji garuk-garuk bingung.
Rei : GAK SALAH YA? JELAS-JELAS GUE MENANG BATTLE DARI ELO!.
Gak lama mega dari Trancy dibales sama Rei.
"Wah bakalan seru nih!" kata Kiba malah senyum iblis, ini anak demen banget kalau ada kerusuhan.
Trancy : BALIKIN KARTU JOKER GUE! DASAR SETAN!.
Bales Trancy yang kayaknya masih gak nerima, dan Rei sepertinya udah gak ngebales mega dari Trancy.
"Lagi-lagi karena kartu Joker. Jadi penasaran, seistimewa apa sih kartu Joker itu?" tanya Sakura makin penasaran aja.
"Yang jadi istimewa urban legendnya" kata Shin yang menjawab pertanyaan Sakura barusan.
"Oh, yang katanya Joker akan muncul dan menarik jiwa pemainnya itu?" tanya Sakura mengingat-ingat gossip yang beredar.
"Ya, kabar yang beredar seperti itu. Tapi pemain yang baru berhasil mengumpulkan 100 kartu baru Sasuke dan Gaara saja, kan … " kata Shin dan kelihatannya pemuda itu sedang berpikir keras.
"Tapi, apa ada hal semacam itu?" kata Neji yang sepertinya gak percaya.
"Lalu apa kau bisa menjelaskan kemana hilangnya Sasuke dan Gaara? Keduanya lenyap hampir satu tahun dan belum bisa ditemukan sampai sekarang" balas Shin yang sepertinya dia percaya sama legenda tersebut, begitu juga dengan Naruto, Kiba dan Lee yang mengangguk, menyetujui perkataan Shin.
"Legenda atau bukan, yang bisa kita lakukan saat ini adalah mencari kebenarannya dengan mengumpulkan ke-100 kartu itu" kata Sakura dengan serius.
"Astaga! Mereka banyak sekali, Sai!" Ino bermain bersama Sai, dan sekarang Sai sedang membantu Ino menyelesaikan misi untuk pemain level 50, Kill Sorceress.
"Ino, fokus bunuh penyihirnya. Aku akan menghadang monster lainnya" kata Sai yang sekarang sedang memburu monster-monster (yang bukan target) yang berkeliaran disekitar situ.
"Kalau bicara memang gampang! Sulit sekali menyerangnya tau! Lihat saja dua pengawalnya sejak tadi menghalangi!" gerutu Ino kesal, sejak tadi dia sulit sekali untuk menyerang buruan utamanya. Yang ada karakternya terluka terus-menerus.
"Meteor Storm!" tiba-tiba ada seseorang yang menyerang monster buruan Ino, anak panah dalam jumlah besar muncul dari atas langit dan menyerang penyihir buruan Ino. Dan dalam sekali serang monster itu mati, membuat Ino berdecak kesal.
"Hey, jangan maling buruan orang! Gue lagi Quest tau!" gerutu Ino kesal.
"Oh, lagi Quest ya? Sorry kita gak tau!" jawab orang tersebut. Karakter orang itu sepertinya job Sniper, dia memiliki rambut coklat gelap dengan mata coklat madu. Rasanya Ino mengenal pemilik karakter tersebut.
"Maaf ya, gak sengaja" kata seorang cewek yang sudah dikenal di dalam game itu sebagai prajurit bayaran. Namanya adalah Nyx Keilantra. Gadis itu mengambil sebuah benda yang dijatuhkan penyihir itu lalu diambilnya.
"Ayo, Nyx!" kata temannya yang tadi membunuh penyihir itu memanggil Nyx.
"Oke!" balas Nyx. Keduanya dengan cepat pergi menghilang.
"Argh! Kalau begini harus menunggu tiga jam lagi untuk menunggu spawn monster penyihir itu dong!" kata Ino mencak-mencak, menunggu tiga jam membuatnya sangat frustasi.
"Mau bagaimana lagi?" kata Sai yang juga ikutan mengeluh.
"Ah, malas ah! Besok aja dilanjutin, Sai. Aku mau log off dulu" kata Ino dengan wajah cemberut.
"Ya sudah, aku masih mau bermain sebentar lagi" kata sai. Lalu Ino pun mematikan permainannya.
"Begini saja, saya akan menghapus kartu Joker dari permainan agar tidak terjadi keributan seperti ini lagi" kata Tsunade yang sepertinya sudah menemukan jalan tengahnya, dengan menghapus kartu Joker dari permainan.
"Itu lebih baik. Lebih cepat dilakukan akan lebih baik" kata salah satu orang tua sambil melotot tajam pada Tsunade.
"Baiklah, masalah sudah selesai. Saya akan kembali dan dengan cepat akan menghapus kartu-kartu itu" kata Tsunade yang akhirnya dibebaskan dan di ijinkan pulang.
~o0o~
.
.
"Oi, balik yuk! Udah sore nih!" kata Naruto sambil menunjuk perutnya pertanda dia lapar, dan itu artinya mereka sudah lama bermain.
"Yuk!" kata Sakura dengan cepat, dia juga sudah mematikan layar komputer sejak tadi.
"Nanti malem ada yang online gak?" tanya Lee banjir air mata, soalnya dia keburu ambil misi lain. Dia pikir anak-anak masih lama mainnya.
"Wah, kagak bisa Lee. Kita besok ada ulangan" kata Kiba yang baru ingat besok kelasnya akan ada ulangan (Kiba sekelas sama NaruSakuShin).
"Neji, online ya please! Bantuin gue!" kata Lee memelas ke Neji.
"Gue juga gak bisa, udah janji mau ajarin Hanabi" balas Neji berusaha menghindari tatapan maut Lee yang bisa bikin dia muntah.
"Yaaaaaaaaah" Lee kecewa berat.
"Gue sama Chouji online kok, nanti malem" samber Shikamaru udah nongol masuk ke dalem (sejak kapan bangun nih anak?).
"Asik! Bantuin gue ya entar malem?" tanya Lee penuh harap.
"Iya, lo kontak kita aja. Jam delapan ya!" kata Shikamaru yang setuju mau bantuin Lee.
"Tapi kalo dapet kartu Joker, buat gue ya" samber Chouji seenak udel.
"Kalo soal kartu Joker itu masalah lain!" jawab Lee yang sepertinya gak rela berbagi hadiah.
"Udah yuk, balik semua!" kata Sakura yang udah gak sabaran.
"Yuk!" balas yang lainnya dan meninggalkan ruangan tersebut.
Besok paginya ...
.
.
"Sakura!" Naruto pagi-pagi sekali sudah datang ke sekolah, bergegas dia menghampiri Sakura, Ino dan Hinata yang baru masuk gerbang sekolah.
"Ada apa Naruto?" tanya Sakura bingung melihat wajah Naruto sedikit panik.
"Apa kau tau, kalau kartu Joker dihapus dari permainan?" kata Naruto yang sudah mendengar kabarnya dari Lee, Shikamaru dan Chouji yang kemarin malam bermain.
"Apa? Kartu Joker dihapus? Kau serius? Tau darimana?" tanya Sakura dengan serentetan pertanyaan kepada Naruto.
"Aku tau dari Lee yang bermain kemarin malam" jawab Naruto yang lalu mulai bercerita.
Flashback
"Thanks ya, Shika, Chouji. Kalian udah bantuin gue! Dengan begini level gue jadi 94 sekarang!" kata Lee yang kayaknya sih seneng banget karakternya naik level lagi.
"Beres bro!" jawab Shikamaru.
Notice : Untuk para pemain yang sedang login harap segera keluar dari permainan segera. Karena ada maintenance untuk kepentingan penghapusan semua kartu Joker.
"Apa? Kartu Joker dihapus? Apa gue kagak salah baca?" Lee kaget langsung ngucek-ngucek mata untuk mematiskan pengumuman yang lewat sepanjang permainan tersebut.
"Kagak salah liat lo. Gue juga baca" kata Shikamaru cuek.
"Kok dihapus? Gak seru ah!" cibir Lee kesal dan gak terima, dia sudah susah-susah dapetin kartu Joker pertamanya tapi malah mau dihapus, selain itu kalau kartu-kartu itu dihapus bagaimana dengan Sasuke dan Gaara?.
End Flashback.
"Kalau dihapus … Bagaimana dengan Sasuke dan Gaara … " kata Sakura dengan suara lemah, Ino dan Hinata hanya bisa tertunduk.
"Kita harus tanya hal ini sama Tsunade-sensei!" kata Naruto yang disetujui ketiga gadis lainnya.
Sakura dan yang lainnya bergegas menuju kantor Tsunade, mendadak muncul Shin yang berjalan mendahului mereka memasuki ruangan Tsunade.
"Tsunade-sensei!" Shin berteriak dengan tidak sopan kepada Tsunade.
"Ada apa?" balas Tsunade yang sepertinya sedang sibuk mengangkat telepon. Semenjak diumumkannya kartu Joker dihapus, telepon terus berdatangan menanyakan kebenaran hal itu.
"Kenapa kartu Joker dihapus?" tanya Shin tanpa bertele-tele.
"Itu sudah menjadi kesepakatan bersama, kartu Joker di dalam permainan dianggap dapat merusak moral, maka para orang tua memintaku untuk menghapusnya" jawab Tsunade menerangkan alasannya dihapus kartu Joker tersebut.
"Tapi kau tau kan, kalau kartu Joker satu-satunya petunjuk untuk mencari Gaara?" ucap Shin yang masih penasaran.
"Tunggu dulu, jangan katakan kau mempercayai Gaara menghilang masuk ke dalam game akibat kartu itu?" balas Tsunade yang sepertinya malah meremehkan.
"Kenapa tidak? Atau kau bisa menjelaskan hilangnya Gaara yang secara mendadak itu?" tanya Shin dengan sengit.
"Gaara menghilang itu tidak ada sangkut pautnya dengan kartu Joker!" jawab Tsunade bersikeras.
Pertengkaran Shin dan Tsunade di dalam ruangan menarik perhatian para murid untuk mendengarkannya, karena tidak sedikit dari mereka yang juga bermain dan ingin tau situasi yang sebenarnya.
"Wah-wah, kalau begitu kartu Joker yang gue dapetin kemarin hilang dong!" celetuk salah seorang anak dengan kecewa.
"Sudahlah Rei, kau bukan satu-satunya yang kehilangan kartu Joker, kan. Lagian tujuan utama kita bukan kartu Joker!" sahut cewek disebelahnya, yaitu Nyx.
.
"Kalau begitu, jangan hapus kartu Joker milikku" kata Shin secara tiba-tiba, membuat Tsunade mengernyitkan dahi.
"Tsunade-sama, kabulkan saja permintaannya. Satu kartu Joker tidak akan berpengaruh apa-apa" bisik Shizune kepada Tsunade.
'Asal ada satu saja cukup' batin Shin yang sepertinya punya suatu rencana.
"Baiklah, permintaanmu kululuskan! kalau sudah tidak ada urusan lagi cepat pergi, urusanku masih banyak" ucap Tsunade setengah mendesah pasrah dan mengabulkan permintaan Shin.
'Apa yang direncanakan Shin? Tu-tunggu dulu, jangan-jangan dia ... ' batin Rei sambil melihat Shin yang melirik kearahnya.
"Kenapa wajahmu jadi pucat begitu?" tanya Nyx heran melihat temannya.
"Nyx, gue kagak masuk kelas dulu deh hari ini. Absenin gue, bilang di UKS!" balas Rei yang sepertinya terburu-buru dan langsung minggat dari sana.
Pas istirahat ...
.
.
"Ada yang liat Rei gak?" tanya Shin yang pas istirahat langsung nyamperin kelas sebelah sama Naruto dan Kiba.
"Ada apa sih nyari Rei? Dia gak masuk hari ini" jawab Nyx sesuai merasa ada sesuatu.
"Gak sih, cuma ada perlu aja. Kalau besok ketemu Rei, bilangin dia dicari Shin" kata Shin yang akhirnya meninggalkan pesan untuk Rei.
.
"Sebenarnya lo mau ngapain sih?" tanya Naruto penasaran.
"Nanti aja deh gue kasih tau kalau udah ketemu sama si Rei" jawab Shin yang kayaknya masih gak mau membicarakan rencananya ke Naruto dan yang lainnya.
Sebenarnya apa rencana Shin? Dan kenapa Rei malah kabur dari Shin?.
TBC ...
Author : Saia gak bisa banyak komentar. Maaf kalau garing atau membosankan chapter ini, prosesnya bertahap. I hope you all like this. Saran, kritik diterima dengan baik.
.
.
HAPPY READ ^_^.
