Tittle : Innocent Boy Meet Bad Boy (Last)

Author : Miyu Ri_ Kim

Cast : Byun Baekhyun/Kim Baekhyun (EXO)

Kim Seokjin/Jin (BTS)

Jung Daehyun (BAP)

Length : 3 Of 3 (last)

Genre : School life, romance, little hurt

Rate : T+

Warning : Yaoi, BxB, Typo(s)

Preview Story

"Apakah kau dan Jungkook berpacaran?" Tanya Baekhyun lagi

"Itu bukan urusanmu" balas Daehyun. Baekhyun menggeleng kemudian kembali memeluk Daehyun

"Itu urusanku, karena aku mencintai Daehyun-ssi" ujar Baekhyun

Deg

Daehyun dapat merasakan jantungnya berdebar cepat seiring dengan detakan jantung Baekhyun yang masih memeluknya erat.

"Kau bilang apa?" tanyanya memastikan

"Aku mencintaimu Daehyun-ssi" jawab Baekhyun yakin

"Tidak mungkin"

Story Begin

Daehyun mengusap wajahnya kasarnya, ia tidak siap untuk mendengar kalimat itu dari siapapun, bahkan dari Baekhyun yang berhasil membuat jantungnya berdetak cepat.

"Aku berkata jujur, aku mencintai Daehyun-ssi" ucap Baekhyun lagi, Daehyun terdiam ia tau Baekhyun tidak berbohong, dari nada bicaranya juga detakan jantungnya. Daehyun membalas pelukan Baekhyun, diciumnya singkat kening Baekhyun kemudian melepas pelukan mereka.

"Dengar Kim Baekhyun, kau tak seharusnya jatuh cinta padaku. Aku bukan namja baik-baik, kau hanya akan terluka jika kau bersamaku. Ingat kau sudah punya Jin, ia mencintaimu Baekhyun-ah" ucap Daehyun melembut. Baekhyung menggelangkan kepalanya.

"Tapi aku tidak mencintainya, aku jatuh cinta padamu" elak Baekhyun.

"Kenapa? Kenapa kau jatuh cinta padaku?" tanya Daehyun

"Aku tidak tau kenapa, tapi kata adikku ketika kau merasakan jantungmu berdebar cepat saat kau bersama seseorang itu artinya kau sedang jatuh cinta. Dan aku merasakannya saat aku bersamamu Daehyun-ssi" jawab Baekhyun.

"Baiklah tapi apakah kau masih merasakan cinta padaku jika aku katakan Jungkook memang kekasihku? dan Taehyung? Apakah kau tidak tau jika Taehyung itu adik dari Jin? yang meninggal karena diriku?"

Deg

Jantung Baekhyun berdebar dua kali lebih cepat, keringat dingin mulai berjatuhan membasahi tubuhnya yang bergetar hebat setelah mendengar pengakuan Daehyun.

"A-apa maksudmu?"

"Taehyung adik Jin meninggal karenaku, aku yang membunuhnya karena aku tak suka ia menganggu hubunganku dan Jungkook dan karena itulah kenapa BTS geng membenciku. Sudah jelas kan? Jadi jangan berpikir untuk jatuh cinta padaku lagi" Baekhyun meremas dada kirinya yang terasa begitu sakit, sangat sakit dan ini pertama kalinya namja mungil itu merasakannya.

"Hiks, kau jahat Daehyun-ssi" Baekhyun langsung berlari keluar dari rumah Daehyun dengan wajah penuh airmata, sementara itu Daehyun merosot jatuh terduduk ia tak tau kenapa ia juga merasakan sakit yang teramat dalam dadanya tanpa sadar air matanya ikut mengalir.

'Apa yang harus hyung lakukan, Taehyungie?'

Jin benar-benar benci hal ini, benci ketika melihat Baekhyun yang berubah begitu dewasa saat berhadapan dengan Daehyun. Berubah jauh lebih lembut dan perhatian serta menatap Daehyun dengan cinta yang begitu besar terpancar, tapi ia lebih membenci lagi ketika Baekhyun menangis terluka juga karena Daehyun.

"Apa kau puas Jung Daehyun? apa kau puas membuat dua orang yang begitu aku cintai terluka karena dirimu? apakah Taehyung tak cukup bagimu, hingga Baekhyun juga menjadi korbanmu? kenapa Daehyun-ah?" Jin hanya bisa melampiaskan kemarahannya dengan mengobrak-abrik kamarnya. Ia bahkan sudah tak peduli pada keadaannya yang sedang demam sekarang. Ia melihat semuanya, melihat bagaimana Baekhyun memeluk Daehyun sambil menangis dan menyatakan bahwa ia mencintai Daehyun, ia juga melihat bagaimana Baekhyun begitu terluka ketika Daehyun menolaknya.

"Jin hyung, kau kenapa?" Jin melempar pandangannya pada sosok 5 orang namja yang tak lain teman segengnya, BTS. Jin terduduk lemas diranjangnya, airmatanya mengalir begitu saja ketika teman-temannya mendekati dan menatapnya.

"Hyung kau kenapa?" tanya Jungkook khawatir.

"Kenapa? kenapa harus Daehyun? katakan padaku kenapa?" Jin berteriak keras membuat kelima temannya terkejut bukan main apalagi saat melihat Jin menangis.

"Ada apa dengan Daehyun?" tanya Namjoon

"Apa hebatnya Daehyun? kenapa, kenapa Taehyung bahkan Baekhyun bisa jatuh cinta pada namja itu? dan kenapa juga ia dengan mudahnya melukai Taehyung juga Baekhyun-ku?" ucap Jin marah. Jungkook menatap Jin kasihan, sementara keempat teman mereka yang lain mengepalkan tangan marah.

"Maksudmu? setelah dulu ia berhasil membuat Taehyung terluka dan bahkan membunuhnya, sekarang ia beralih melukai Baekhyung hyung?" kali ini Hoseok yang bertanya dengan tak sabaran.

"Keluarlah, aku ingin sendiri" bukannya menjawab, Jin justru mengusir teman-temannya itu.

"Tapi hyung

"Keluarr" teriak Jin. Kelimanya terpaksa keluar meski mereka sangat khawatir dengan keadaan Jin yang terlihat begitu kacau bahkan saat Taehyung adiknya meninggal ia terlihat tak sekacau ini.

Baekhyun's room

"Hyung, bangunlah umma sudah menyiapkan makan malam" Baekhyun sejak tadi tidak menggubris Kai yang terus mengetuk pintu kamarnya dan memanggilnya untuk makan malam. Sejak ia pulang dari rumah Daehyun, moodnya memburuk dan ia tak ingin menemui siapa-siapa sekarang bahkan keluarganya sendiri pun tidak.

Kai menghela nafas pelan, ia tau Baekhyun tengah menangis sekarang karena siang tadi ia melihat Baekhyun yang pulang dengan wajah sembab dan langsung masuk ke kamarnya. Hingga malam tiba, namja mungil itu tak kunjung keluar sehingga Kai begitu khawatir. Kai terpaksa berbohong pada orangtuanya mengatakan jika Baekhyun tengah sibuk belajar karena takut orangtuanya juga khawatir jika tau Baekhyun pulang dengan keadaan menangis.

"Hyung, kumohon buka pintunya untukku. Kau tidak mau kan aku dimarahi appa karena kau tak juga keluar kamar" bujuk Kai dari luar kamar Baekhyun. Mau tidak mau, Baekhyun menyingkap selimutnya dan bangkit dari tempat tidurnya.

Ceklek

Pintu kamar Baekhyun terbuka, hal pertama yang dilihat Kai adalah wajah hyungnya yang sembab dengan rambut yang acak-acakan. Kai segera masuk begitu Baekhyun membuka pintu.

"Hyung apa yang terjadi denganmu eoh? apa Jin hyung menyakitimu?" tanya Kai lembut. Baekhyun menggeleng pelan dan langsung memeluk Kai erat. airmatanya kembali mengalir dan isakan kecil mulai terlontar dari bibir mungilnya. Kai membawa Baekhyun untuk duduk bersama diranjang hyungnya itu. Dengan lembut, Kai mengusap punggung Baekhyun agar kakanya itu tenang.

"Hiks, Kai apakah jatuh cinta itu memang sesakit ini?" tanya Baekhyun tiba-tiba, Kai mengernyitkan keningnya.

"Apa maksudmu Baekkie hyung?" tanyanya

"Hiks, Kai aku jatuh cinta pada seseorang tapi kenapa rasanya sesakit ini? hiks" jawab Baekhyun.

"Siapa orang itu hyung? apa dia Jin hyung? tapi bukankah ia mencintaimu hyung?" tanya Kai lagi. Baekhyun menggeleng dalam pelukan Kai.

"Jung Daehyun" gumam Baekhyun. Mata Kai terbelalak kaget, tentu saja ia kaget baru saja pagi tadi ia tau jika hyungnya menghilang karena menolong Daehyun dan sekarang hyungnya tiba-tiba mengatakan jika ia mencintai namja yang ia tolong itu.

"Jadi benar hyung, jika semalam kau menghilang karena menolong Daehyun hyung?" tanya Kai. Kali ini Baekhyun yang mengernyit bingung. dilepasnya pelukannya pada Kai dan menatap adiknya itu dengan matanya yang basah.

"Kau mengenal Daehyun, Kai-ah?" tanya Baekhyun

"Dia teman sekolahku hyung, pagi tadi aku kerumahnya dan menemukan sapu tanganmu ada padanya, ia juga mengatakan jika semalam kau menolong dan mengobatinya" jawab Kai.

"Benarkah? hiks, aku mencintai Daehyun tapi kenapa ia menolakku?" Baekhyun semakin terisak. Kai mengepalkan tangannya, sepertinya anggapannya tentang Daehyun yang seorang berandalan salah. Daehyun bukan namja berandalan tapi ia namja brengsek.

"Sudah hyung, kau tak seharusnya menyukainya" ujar Kai.

Baekhyun ingin sekali mengangguk, tapi sangat sulit baginya karena ia sudah terlanjur jatuh cinta pada Daehyun.

In the morning

Baekhyun menatap pantulan dirinya dicermin, matanya benar-benar sembab sekarang jadi ia memutuskan untuk memakai eyeliner untuk sedikit menutupi sembab dimata sipitnya. Ia menghela nafas pelan dan tersenyum lebar didepan cermin.

"Cerialah Baekkie, kau masih punya Jin hyung yang mencintaimu" gumamnya menyemangati dirinya sendiri.

"Baekkie sayang, ayo sarapan kau belum makan sejak semalam" panggil Ryeowook lembut. Baekhyun mengangguk kemudian menghampiri ummanya dengan ceria.

"Hehe mian umma, semalam Baekkie terlalu lelah jadinya Baekkie tidur lebih cepat" dusta Baekhyun. Ryeowook mencubit gemas pipi putra sulungnya itu.

"Arraseo, kajja appa dan Kai sudah menunggu" ajak Ryeowook

Jin menjemput Baekhyun seperti biasanya pagi ini, ia tersenyum tipis saat melihat kekasih imutnya itu menyambutnya dengan ceria. Jin senang melihat Baekkienya seceria itu tak seperti kemarin saat namja mungil itu bertemu Daehyun.

"Jin-ie" teriak Baekhyun senang sambil memeluk Jin manja.

"Selamat pagi sayang" balas Jin kemudian mencium pipi Baekhyun gemas.

"Siap berangkat sayang?" tanya Jin dan Baekhyun mengangguk imut.

"Jin hyung" Kai yang baru saja keluar dari rumahnya memanggil Jin yang sudah bersiap melajukan motornya.

"Bisa kita bicara sebentar?" lanjut Kai. Jin menatap Baekhyun meminta persetujuan yang dibalas anggukan dari Baekhyun. Jin turun dari motornya dan menghampiri Kai.

"Ada apa adik ipar?" tanya Jin sedikit menggoda Kai.

"Tolong jaga hyungku baik-baik, well sebelumnya aku minta maaf jika selama ini aku kurang menyetujui hubungan kalian tapi sekarang tidak lagi. Aku tau kau mencintai hyungku dengan tulus, jadi tolong jaga dia baik-baik jangan membuatnya sedih juga terluka. Aku ingin kemarin pertama dan terakhir kalinya aku melihat ia menangis dan terluka, jadi berjanjilah padaku" pinta Kai dengan wajah serius. Jin menatap Kai bingung, namun ia kemudian mengangguk.

"Tentu saja, tak usah khawatir" Jin menepuk pelan pundak Kai sambil tersenyum. Kai balas tersenyum sebelum akhirnya berangkat sekolah dengan sepedanya.

Kai berlari memasuki halaman sekolahnya, namun langkahnya terhenti ketika melihat Daehyun dan Woohyun yang tengah mengobrol berdua dilapangan basket sekolah mereka. Dengan tangan mengepal, Kai berjalan menghampiri keduanya.

"Jung Daehyun" panggil Kai. Daehyun dan Woohyun kompak berbalik menatap Kai.

Buaghh

Hanya dalam waktu sedetiks setelah Daehyun berbalik, Kai langsung memukul wajah Daehyun dengan keras hingga namja itu jatuh tersungkur ditanah. Woohyun segera membantu Daehyun berdiri dan menatap Kai tajam.

"Apa yang kau lakukan?" bentak Woohyun

"Apa yang kulakukan? harusnya kau tanya pada sahabat brengsekmu itu apa yang sudah ia lakukan pada hyungku?" Kai balas membentak Woohyun dan menatap Daehyun tajam.

"Memang apa yang kulakukan?" tanya Daehyun santai sambil mengusap darah disudut bibirnya.

"Sialan kau, apa maksudmu kemarin memuji hyungku didepanku bahkan mengatakan jika kau menciumnya jika ternyata kau hanya membuatnya terluka. Aku sangat tau meski ia begitu polos namun cintanya padamu itu tulus, tapi apa yang kau lakukan padanya? Kau membuatnya terluka dan menangis semalaman" jawab Kai dengan wajah memerah karena emosi yang memuncak.

Daehyun tersenyum menyeringai "Lalu apa itu salahku? salahnya sendiri kenapa jatuh cinta pada orang yang tidak mencintainya" Daehyun berdecih seolah meremehkan perasaan Baekhyun.

Buagh

Kai kembali menghantam wajah Daehyun "Kau benar-benar brengsek Jung Daehyun" teriaknya sebelum meninggalkan Daehyun juga Woohyun.

"Apa yang dikatakan Kai benar, Daehyun-ah?" tanya Woohyun

"Ya dia benar" jawab Daehyun singkat.

"Apa kau menolak Baekhyun karena ia adalah kekasih Jin, atau kau menolaknya karena takut terus terbayang akan Taehyung?" tanya Woohyun lagi

"Keduanya"

Other Side

"Aku tidak bisa, aku tidak bisa" gumaman lirih terucap dari bibir mungil Baekhyun. Namja imut itu terduduk sendirian ditaman sekolah yang sepi. Jin tidak bersamanya, karena namja itu sedang ada rapat osis. Biasanya ia akan ke kantin bersama Jungkook, tapi karena pengakuan Daehyun kemarin Baekhyun merasa kesal sendiri pada Jungkook dan menjauhi namja manis itu. Dalam kesendiriannya itu, Baekhyun kembali teringat pertemuannya dengan Daehyun kemarin yang membuatnya kembali merasakan sesak dihatinya. Namun ada satu hal yang baru Baekhyun sadari, sekeras apapun ia mencoba melupakan perasaannya pada Daehyun maka rasa sakitnya justru semakin terasa. Ia mungkin namja yang polos tapi ia tidak sebodoh itu untuk menyadari jika rasa cintanya pada Daehyun sangat besar hingga membuatnya tak bisa membenci namja itu. Baekhyun juga sadar, ia takkan pernah bisa mencintai Jin sebesar ia mencintai Daehyun meski faktanya Jin adalah kekasihnya sedangkan Daehyun hanyalah namja berandalan yang ia temui karena sebuah perkelahian.

"Baekhyun hyung" Jungkook menghampiri Baekhyun ketika melihat namja mungil itu tengah duduk ditaman. Jungkook duduk disamping Baekhyun, meski namja itu tak meresponnya sama sekali.

"Hyung aku tak tau apa salahku padamu, tapi aku merasa jika kau menjauhiku hari ini. Katakan hyung, ada apa?" tanya Jungkook. Baekhyun menggeleng pelan tanpa menatap Jungkook " hanya perasaanmu saja" jawab Baekhyun acuh.

"Ani, kau memang menjauhiku" sanggah Jungkook. Baekhyun menghela nafas pelan kemudian menolehkan wajahnya menatap Jungkook

"Apa hubunganmu dengan Jung Daehyun?" tanya Baekhyun membuat Jungkook terkejut.

"Apa maksudmu hyung?"

"Apa hubunganmu dengan Daehyun dan siapa Taehyung?" tanya Baekhyun lagi

"Darimana kau tau tentang aku, Daehyun hyung, juga Taehyung?" tanya Jungkook masih terkejut.

"Kau tentu tidak lupa, aku ini kekasih Jin hyung dan Daehyun mengatakan padaku jika Taehyung itu adik Jin hyung. Kemarin aku menemukan kamar Taehyung" jawab Baekhyun

"Taehyung memang benar adik Jin hyung, dia salah satu anggota BTS geng dan aku adalah sahabat terbaiknya juga Daehyun hyung. Dulunya Daehyun hyung bersekolah disini dan juga merupakan anggota BTS geng, namun diantara BTS geng aku, Taehyung, dan Daehyun hyunglah yang begitu dekat. Kami selalu bertiga" balas Jungkook dengan mata menerawang.

"Lalu benarkah Daehyun membunuh Taehyung karena Taehyung mengganggu hubungan kalian?" tanya Baekhyun lagi. Jungkook tertegun, ia tak mengerti maksud Baekhyun yang satu ini.

'Membunuh Taehyung?' batin Jungkook

"Jika itu benar, kalian berdua sangat jahat. Kalian egois apakah cinta lebih penting dari persahabatan?" Baekhyun tiba-tiba saja menangis setelah mengatakan hal itu.

"Aku dan Taehyung sama-sama mencintai Daehyun hyung, tapi tak satupun dari kami yang berhasil menjadi kekasihnya. Aku tidak pernah berpacaran dengan Daehyun hyung, dan Taehyung tidak pernah dibunuh oleh Daehyun hyung" cerita Jungkook.

"Sekarang aku yang ingin bertanya padamu hyung, kenapa kau begitu ingin tau semua itu? apakah kau mengenal Daehyun hyung?" tanya Jungkook

"Ne, aku mengenalnya dan aku jatuh cinta padanya" jawab Baekhyun. Jungkook melotot tak percaya.

"Tidak hyung, kau hanya akan terluka jika kau jatuh cinta padanya. Kau begitu mirip dengan Taehyung, jadi Daehyun hyung takkan pernah mau berhubungan denganmu yang mengingatkannya pada Taehyung. Kau sudah punya Jin hyung, jadi lupakan Daehyun hyung" teriak Jungkook membuat Baekhyun kaget, namja manis itu bahkan langsung berdiri dan meninggalkan Baekhyun. Baekhyun tertunduk, kenapa semua orang seakan menentang perasaannya terhadap Daehyun? apakah Daehyun memang seburuk itu? Baekhyun memang sempat berpikir pagi itu mungkin saja Daehyun menciumnya bukan karena namja itu menyukainya juga tapi lebih karena ia mirip Taehyung. Jika itu benar, apakah itu berarti Daehyun mencintai Taehyung? lalu kenapa ia malah berciuman dengan Jungkook dan membuat Taehyung terluka? dan benarkah Taehyung meninggal karena Daehyun?

"Ternyata kau disini sayang, aku mencarimu sejak tadi" Jin mendekati sosok kekasihnya, namun betapa terkejutnya ia saat melihat Baekhyun yang kembali menangis. Segera saja ia menghampiri Baekhyun dan menangkup wajah kekasihnya itu.

"Kau kenapa Baekkie sayang? siapa yang membuatmu menangis?" tanya Jin khawatir.

"Daehyun" gumam Baekhyun. Jin menggeram dalam hatinya

"Hiks, Jin-ie mianhae. A-aku mencintai Jung Daehyun, hiks aku sudah berusaha membencinya tapi aku tidak bisa. Hiks maafkan aku Jin-ie"

Jder

Jin merasakan sakit luar biasa menghantam dadanya, benar-benar sakit. Benarkah yang ia dengar ini? Baekhyun cinta pertamanya, kekasih pertamanya mencintai Jung Daehyun?

"Kenapa Baekhyun-ah? apa kurangnya aku?" tanya Jin masih mencoba tenang.

"Jin-ie begitu baik dan perhatian pada Baekkie, tapi tetap saja Baekkie jatuh cinta pada Daehyun bukan Jin-ie. hiks maafkan aku Jin-ie" jawab Baekhyun. Jin melepas tangannya dari wajah Baekhyun, ia tersenyum perih dan membuang pandangannya.

"Kau menyakitiku Kim Baekhyun" ujar Jin dingin dan meninggalkan Baekhyun yang menangis semakin keras.

Daehyun berjalan sendirian melewati trotoar menuju rumahnya, ia merasa sangat kacau hari ini. Sejak tadi yang ia pikirkan hanyalah Kim Baekhyun. Baekhyun yang tersenyum tulus, Baekhyun yang memeluknya erat, Baekhyun yang mengatakan cinta padanya, dan Baekhyun yang menangis terluka karenanya. Jauh dalam lubuk hati Daehyun, ia sangat tidak tega melihat Baekhyun menangis karenanya, tangisan Baekhyun mengingatkannya pada saat terakhir ia melihat Taehyung yang juga terluka karenanya.

"Jung Daehyun" Daehyun berbalik dan tersenyum tipis saat melihat kehadiran Jin yang menatapnya dengan begitu tajam.

"Oh Jin Hyung" balas Daehyun santai. Jin berjalan menghampiri Daehyun

buagh

buagh

Tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Jin langsung memukuli Daehyun bertubi-tubi. Ini adalah kali pertamanya Jin memukul Daehyun seperti ini sejak kematian Taehyung adiknya.

"Selama ini aku hanya diam saja ketika aku tau adikku Kim Taehyung meninggal karenamu, aku tak pernah ingin menghajarmu seperti ini karena aku pikir aku salah satu penyebab Taehyung pergi. Tapi kali ini aku takkan membiarkanmu hidup lagi setelah membuat Kim Baekhyun seseorang yang benar-benar aku cintai terluka karena dengan bodohnya jatuh cinta pada namja brengsek sepertimu. Kau tau aku benci ketika Baekhyun begitu baik padamu dan memperhatikanmu lebih dariku, tapi aku lebih benci lagi karena kau membalas ketulusannya dengan sebuah luka" teriak Jin meluapkan segala amarahnya. Ia menindih tubuh Daehyun yang sudah melemah dengan wajah penuh luka akibat pukulan Jin.

"Uhuuk, a-apakahhh itu berarti hukk kau ingin akuuh membalas cinta Kim Baekhyun?" tanya Daehyun lemah namun masih sempat memberikan sebuah seriangaian kecil. Jin terdiam, Daehyun benar jika ia membenci melihat Baekhyun terluka karena ditolak oleh Daehyun apakah itu berarti Jin akan rela jika Daehyun membalas cinta Baekhyun asal namja mungil itu bahagia? Daehyun mendorong tubuh Jin dari atas tubuhnya, ia berusaha berdiri dan menatap Jin meminta penjelasan.

"Kenapa kau diam hyung?" tanyanya

"Jin hyung" belum sempat Jin menjawab, BTS geng kecuali Jungkook datang dan menghampirinya yang masih terduduk di trotoar.

"Hyung, seharusnya kau mengatakan pada kami jika kau ingin menghajar Jung Daehyun" ujar Jimin.

"Kalau begitu bunuh dia untukku, untuk Taehyung, juga untuk Baekhyun" ujar Jin.

BTS geng mengangguk dan beralih menatap Daehyun yang juga menatap mereka.

Other Side

Jungkook berlari mengelilingi sekolah mencari keberadaan Baekhyun. Ia membutuhkan Baekhyun sekarang.

"Baekhyun hyung" panggil Jungkook ketika ia menemukan Baekhyun yang berjalan sendirian menuju gerbang sekolah mereka. Baekhyun tidak menoleh dan terus melanjutkan langkahnya, ia tidak ingin bertemu Jungkook atau siapapun sekarang. Tapi Jungkook tidak menyerah dan terus mengikuti Baekhyun.

"Baekhyun hyung, kumohon berhentilah demi Daehyun hyung"

..

….

..

.

Daehyun sudah benar-benar lemas sekarang, ia bahkan merasa tangan kanannya sangat sulit untuk digerakkan, bagaimana tidak jika BTS geng memukulinya bergantian. Wajahnya sudah berlumuran darah, seragamnya robek disana-sini, dan penglihatannya semakin menggelap.

"Hentikan hyung" teriakan Jungkook yang datang bersama Baekhyun menghentikan gerakan BTS geng yang masih setia memukuli Daehyun. Jin yang duduk tak jauh dari mereka menatap Jungkook juga Baekhyun.

"Kumohon jangan pukuli dia lagi" Jungkook menangis sambil berlutut didepan hyung-hyungnya.

"Apa maksudmu Jungkook-ah?" tanya Suga.

"Berhentilah memusuhi Daehyun hyung dan memukulinya seperti ini" jawab Jungkook

"Tidak bisa Jungkook-ah, dia sudah seharusnya diperlakukan seperti ini apa kau lupa karena dia Taehyung meninggal dan membuat kita terpecah? dan sekarang ia membuat seseorang yang dicintai Jin hyung terluka" teriak Hoseok tak mengerti.

"Aniya, Daehyun hyung tidak bersalah. A-aku yang salah" ungkap Jungkook. Jin serta BTS geng menatapnya tak mengerti.

"A-aku, akulah penyebab kematian Taehyung" teriak Jungkook. Ia kemudian berdiri, menatap hyung-hyungnya satu persatu dan mulai menceritakan kejadian sebenarnya.

flashback

"Daehyun hyung, kau terlihat rapi sekali mau kemana?" tanya Jungkook saat tak sengaja bertemu Daehyun di depan toko orangtuanya. Daehyun tersenyum senang kemudian memeluk Jungkook.

"Kencan dengan Taehyung, ahh kau tau Jungkook-ah aku tak bisa lagi menahan perasaanku padanya, jadi malam ini aku mengajaknya bertemu denganku di sungai han dan menyatakan cintaku padanya" jawab Daehyun, raut bahagia tergambar jelas pada wajah tampannya. Mendengar itu, Jungkook menggeram dalam hati. Ia tidak terima jika Daehyun menyukai Taehyung karena ia juga menyukai Daehyun yang merupakan teman satu gengnya itu.

"Ahh begitu, semoga berhasil hyung" ujar Jungkook mencoba untuk tersenyum. Daehyun balas tersenyum dan melanjutkan langkahnya menuju tempat dimana ia janjian dengan Taehyung.

Sesampainya disungai Han, Daehyun mendapat pesan dari Taehyung jika ia akan datang sedikit terlambat malam ini. Daehyun yakin, Taehyung terlambat karena Jin kakaknya yang tidak memberi ijin padanya untuk bertemu dengan Daehyun. Daehyun sangat tau jika Jin tidak setuju jika ia menyukai Taehyung karena mereka berada dalam satu geng dan bersahabat dan Jin sangat menentang adanya cinta dalam persahabatan.

Taehyung berjalan dengan ceria, ia begitu senang karena Jin memberinya ijin untuk bertemu Daehyun meskipun harus menggunakan berbagai macam cara tapi ia senang karena akhirnya ia bisa bertemu dengan namja yang sudah ia sukai sejak lama itu. Saking senangnya ia sampai memotret jalanan yang ia lewati dengan kamera DSLRnya, hingga ia akhirnya tiba di sungai Han dan menemukan sosok Daehyun yang tengah berdiri menatap sungai Han. Taehyung tersenyum melihat betapa tampannya Daehyun, ia kemudian mengarahkan lensa kameranya kearah Daehyun.

"Daehyun hyung"

ceklek

Mata Taehyung membulat dan dadanya berdebar cepat setelah berhasil memotret Daehyun tidak bukan hanya Daehyun tapi juga..

"Jungkook" gumamnya sedih, bagaimana tidak sedih jika ternyata ia memotret Daehyun dan Jungkook yang sedang berciuman.

"Hiks jadi hyung mengajakku kesini untuk melihat kalian berciuman?" teriak Taehyung sedih. Sontak saja Daehyun menarik wajahnya menjauh dari Jungkook dan menatap Taehyung kaget.

"Aniya, ini tidak seperti yang kau lihat Taehyung-ah" Daehyun berujar cepat dan berlari mengejar Taehyung. Namun Jungkook tak membiarkan Daehyun pergi, ia menahan tangan Daehyun dan memeluknya erat.

"lepaskan aku, kenapa kau melakukan itu Jungkook-ah?" teriak Daehyun marah

"Karena aku juga mencintaimu hyung" balas Jungkook. Daehyun melepas pelukan Jungkook dengan keras dan menatap namja manis itu tajam.

"Aku membencimu" ujar Daehyun.

Besoknya ketika Daehyun datang kerumah Taehyung dan meminta maaf yang ia dapat justru tubuh Taehyung yang sudah kaku dalam pelukan Jin. Sejak saat itulah, Daehyun terus merasa bersalah, ia dikeluarkan dari BTS geng dan dipaksa untuk pindah sekolah. Dan setiap harinya, ia akan menerima pukulan dari BTS geng kecuali Jin dan Jungkook dengan pasrah sebagai bentuk rasa bersalahnya terhadap kepergian Taehyung.

Flashback Off

BTS geng termasuk Baekhyun menatap Jungkook tak percaya, mereka tak pernah menyangka jika sosok Jungkook yang manis dan ceria ternyata tega membuat sahabatnya sendiri terluka dan bunuh diri karena sakit hati. Namun tidak dengan Jin, namja itu justru tersenyum tipis.

"Sudah kuduga, ini pasti karenamu Jungkook-ah. Aku sudah curiga saat melihat foto kalian yang berciuman. Aku sangat tau jika kau dan Taehyung sama-sama menyukai Daehyun, tapi aku juga tau jika yang dicintai Daehyun adalah Taehyung. Tapi aku tidak ingin menanyaimu saat itu karena aku tau kau juga merasa sangat bersalah pada Taehyung, itulah kenapa saat itu kau begitu rajin mendatangi kamar Taehyung juga makam Taehyung" ujar Jin. Kali ini tatapan tak percaya tertuju pada Jin.

"Jadi itu alasan kenapa selama ini kalian berdua tak ikut memukuli Daehyun hyung, karena kalian berdua tau jika Daehyun hyung tidak bersalah" teriak Jimin.

"Hiks maafkan aku, karena aku Taehyung pergi dan karena aku juga kalian membenci Daehyun hyung" tangis Jungkook.

"Kau benar-benar egois Jungkook-ah, kau tau betapa sayangnya Taehyung padamu tapi kenapa kau membalasnya seperti ini?" kali ini Suga yang berteriak marah. BTS geng memang sangat menjunjung yang namanya solidaritas dalam persahabatan jadi wajar saja jika, member BTS geng yang lain begitu marah saat tau kenyataan yang sebenarnya.

"Daehyun hyung maafkan kami" Hoseok dan Namjoon dengan segera membantu Daehyun dan memeluknya dengan erat diikuti Suga dan Jimin. Bagaimanapun kesalahpahaman ini telah membuat mereka yang dulunya bersahabat jadi bermusuhan.

"Daehyun hyung, maafkan aku" ujar Jungkook. Daehyun melepas pelukan BTS geng dan beralih memeluk Jungkook.

"Dasar bodoh, kau seharusnya tak mengatakan yang sebenarnya" Daehyun memukul pelan kepala Jungkook.

"H-hyung kau tak membenciku?" tanya Jungkook

"Tentu saja aku membencimu, tapi aku sadar ini juga salahku. Andai saja pesonaku tidak begitu besar kau takkan mungkin jatuh cinta padaku dan berbuat egois kan?" ujar Daehyun dengan sebuah candaan. Jungkook semakin merasa bersalah sekarang, telah membuat Daehyun yang begitu baik menanggung semua kesalahannya.

"Daehyun-ah maafkan aku juga, aku tak seharusnya membiarkan anggota gengku terpecah seperti ini. Ah ternyata aku bukan ketua geng yang baik" ujar Jin. Daehyun melepas pelukannya pada Jungkook dan menatap Jin sambil tersenyum.

"Aniya, kau ketua yang terbaik dan begitu tegar. Seharusnya kau membunuhku saat itu karena telah membuat adikmu terluka dan bunuh diri tapi kau malah berbaik hati mengabaikan diriku" balas Daehyun, ia hendak memeluk Jin sebelum namja itu mendorongnya pelan.

"Well, kau tau aku tak suka pelukan pada namja yang tak kusukai. Lagipula kau seharusnya memeluk namja imut yang disana itu" Jin berucap sambil menatap Baekhyun yang sejak tadi berdiri layaknya patung. Merasa ditatap, Baekhyun langsung salah tingkah dan menunduk.

"Bukankah seharusnya kau yang memeluknya hyung?" tanya Daehyun bingung. Jin tertawa pelan mendengar pertanyaan Daehyun.

"Apakah kau pikir pantas aku memeluk seseorang yang telah memutuskanku karena lebih memilih dirimu?"

Baekhyun semakin menunduk karena merasa bersalah pada Jin.

"Aku tau kau juga mencintai Baekhyun, entah itu karena ia mirip Taehyung atau karena kau memang tulus. Tapi kuharap itu memang tulus karena Baekhyun berbeda jauh dari Taehyung. Jadi Jung Daehyun, berjanjilah padaku karena kau tak dapat membahagiakan Taehyung adikku maka kau harus membahagiakan Baekhyun untukku jangan membuatnya menangis seperti kemarin-kemarin" ujar Jin.

"Aku janji hyung" Daehyun kemudian menghampiri Baekhyun yang masih menundukkan wajahnya, diangkatnya wajah namja cantik itu hingga berhadapan dengannya.

"Maaf karena membuatmu terluka kemarin, maaf karena telah mengabaikan perasaanmu, dan maaf karena aku baru menyadari jika aku juga mencintaimu" mata sipit Baekhyun melebar..

"Apakah itu berarti..

chu~

Daehyun memutus ucapan Baekhyun dengan sebuah ciuman lembut pada bibir tipis Baekhyun. Tangannya mengusap lembut airmata yang mengalir pada pipi Baekhyun, Daehyun melepas ciumannya dan menatap wajah cantik Baekhyun yang memerah.

"Saranghae Kim Baekhyun" gumam Daehyun lembut

"Na-

"Yakk Jung Daehyun lepaskan hyungku" ucapan Baekhyun kembali terputus saat seorang namja tampan berkulit tan tiba-tiba muncul dan berteriak keras kepada Daehyun.

"Ada apa Kim Kai?" tanya Daehyun kesal karena acaranya dengan Baekhyun terganggu, sementara BTS geng terkekeh pelan dibelakang mereka.

"Kebetulan kau disini Kai, aku ingin mengatakan jika janjiku pagi tadi tidak bisa kutepati karena yah kau lihat sendirikan" ucap Jin sembari merangkul pundak Kai.

"Uuh aku sudah tau, kau memang bukan namja yang tepat untuk hyungku. Dan kau Jung Daehyun kau belum mendapat izin dariku untuk mendapatkan hyungku tau" teriak Kai lagi. Daehyun memutar bola matanya malas.

"Ck, apa itu harus?" tanya Daehyun santai kemudian kembali melumat bibir tipis Baekhyun tanpa memperdulikan teriakan Kai yang meronta karena tubuhnya ditahan oleh Jin dan BTS geng.

END

Annyeong readernim, Miyu bawa chap terakhir nih tapi maaf banget jika endingnya tidak sesuai harapan kalian dan mungkin sangat aneh dan juga gak nyambung. Maaf juga kalau ada yang gak Miyu balas reviewnya tapi jujur Miyu baca semua review kalian kok.. Makasih juga buat yang udah follow and favorite, sama yang udah baca walau gak ngasih review tapi Miyu tetep seneng kok..

Big thanks for ByunnieKou, Neli Amelia, Guest, Rnine21, Darkhyuners Shinning, FIFA (guest), Anniewez, Pooarie3, Han Yuri-Milkhunhan, dan juga buat yang udah RnR, follow dan favoritin ff Miyu yang oneshoot (I Got U, Mianhae, Hidden Love)… Sampai ketemu di ff DaeBaek Miyu lainnya.. ^^

Saranghae :*