I WAITHING FOR YOU
PAIRING
Kaihun,chanbaek dll
WARNING
Yaoi,Typonya banyak,maaf kalau ada kata yang hilang,cerita nggaje
#maaf kan diriku karna cerita kemarin banyak typonya.
Terus yang who itu sebenaranya 'mwo' saya lupa tulisannya hihihixD
Kenarin saya sudah cek waktu mau di publish dan nggak ada yang salah tapi waktu udah dipublish ternyata ada kata yang ilang gitu,tapi mia tetap berusaha supaya nggak ada typonya.
Terimakasih yang udah ngeriview ne dan yang udah memberiku semangat untuk memperbaiki cerita yang amburadul ini.#
DISCLAIMER
Semua member exo milik orang tua dan agansi mereka
Tapi sehun milik saya seorang#plak#
kaimiahun present
STORY
Hari ini berbeda dengan hari kemarin sehun suka dengan kesendirianya,sekarang dia sudah memiliki teman yang menemaninya apa lagi seorang teman baru yang selalu pertemuan awal mereka tidak begitu baik,tapi semoga kemudian akan menjadi lebih baik dari saat kemarin.
Terlihat dua orang namja sekarang berada di sebuah perpustakaan sangat sepi karna hanya mereka berdua berada disana saat jam makan siang seperti saat ini,semua siswa memilih untuk makan siang,karena jika tidak makan sekarang mereka akan makan lagi pada saat matahari sudah hampir terbenam.
Terlihat namja paling manis antara dua oranga itu sedang mengacak rambutnya kasar dan memandang benci pada namja yang satunya.
"kenapa kita harus terus belajar oh...kau mau buat aku mati kelaparan disini"kata namja manis itu yang bernama sehun
"aku hanya memberimu pelajaran khusus,apa salahya?...nanti aku akan membawa makanan untukmu tenang saja kau tidak akan mati kelaparan disini"jawab namja itu tenang sambil membaca sebuah buku yang ada di tanganya.
"tapi aku tidak mengarti dengan semua ini...semua angka ini dan semua buku ini aish"kata sehun masih mengacak rambutnya sendiri
"kalau kau banyak mengeluh maka akan semakin lama soal-soal itu selesai...sebenarnya semua ini salah siapa coba?"kata namja bernama kim jongin itu sekarang mengalihkan tatapan dari bukunya kearah yang ditatap jongin seperti itu memilih membuang muka sambil menggerutu dalam hati.
"hari kedua sekolah sudah membuat ulah dengan melempar guru dengan cat yang ada diruang seni...hari ketiga sekolah menghajar siswa yang sedang istirahat tanpa alasan...hari ke empat menye-"kata-kata jongin langsung dipotong oleh sehun
"araseo-araseo aku tau tidak perlu mengingatkanku secara detail seperti itu...dan aku menyesal karna semua itu apa lagi sekarang harus berurusan dengan presiden sekolah sepertimu...sangat menyusahkan"kataya judes
"kyaa,harusnya aku yang mengatakan itu padamu oh sehun...kau tau banyak orang yang menginginkanku jadi tutor mereka karna aku jenius dan tampan...dan cepat selesaikan jangan banyak bicara"
"cih,cerewet"
"kenapa bicara lagi"sehun menatap jongin dengan melihat sehun dengan wajah biasa saja.
"cepat!"
Sehun kembali berkutat dengan soal-soal di terus mengucap sumpah serapah untuk seorang hanya bisa mengukir senyum melihat sehun seperti itu terlihat lucu baginnya,ingin jongin mencium pipi sehun apalagi bibirnya itu ehh mencium?jongin menggeleng-gelengkan kepalanya,kenapa dia berpikir tentang itu?kenapa dia punya pemikiran begitu tentang sehun oh itu tidak akan melihat jongin yang menggeleng-gelengkan kepalanya hanya bisa mengangkat sebelah alisnya.
"kau gila"kata sehun sambil mendekatkan wajahnya ke arah jongin kaget dan mundur kebelakang
"ehh,a-ani...c-cepat kerjakan tugasmu"kata jongin dengan cepat menutupi wajahnya dengan buku yang dia pegang.
"aneh sekali"kata sehun sambil memperbaiki duduknya.
sepi kembali menyapa mereka hanya suara polpen dan kertas salin beradu?yang menghiasi ruangan sebuah suara dari pengeras suara dari ruangan penyiaran menyapa pendengaran mereka.
'oh sehun diharapkan segera menuju keruangan komunikasi'
SEHUN POV
Apa lagi ini,kenapa namaku terdengar dari benda hitam jelek menatap sebentar orang yang dihadapanku ini.
"pergilah,kita belajar lagi nanti disini"kata orang yang menyebalkan sekaligus temanku ini.
Akupun pergi ketempat itu dengan aku harus dipanggil-panggil segala,entah berapa kali aku menggerutu hari ini?tanpa ku sadari aku sudah berada di ruang ku masuk keruangan itu dan mendapati seorang penjaga diruangan itu sedang menatapku.
"kau oh sehun kan"aku mengangguk,malas sekali berbicara dengan orang yang baru menyodorkanku sebuah gagang telvon dari tanganya.
"ada yang menghubungimu"orang itu langsung pergi yang menghubungiku?
Kudakatkan benda yang ada di tanganku ke telingku,dan mendengar suara yang sudah tidak lagi kudengar selama seminggu lebih ini sedang berbicara,menanyakan bicaranya sungguh lembut berbeda dengan saat terakhir aku berbicara denganya,appaku.
"hunie kau sekarang baik saja bukan...apa kau sudah makan..sepertinya kau bisa bertahan disana kan sem-"
TUT
TUT
TUT
Aku memutuskan cepat sambungan telvon tidak ingin mendengar suara orang itu lagi,tidak mendengar suaranya aku menjadi badmood sangat,aku tabrak semua orang yang ada dihadapanku tanpa perduli dengan menabrak lagi seseorang,tapi dia tidak beranjak dari yang semula menunduk menjadi mendongak dan mendapati lima orang beberapahari lalu yang aku pukuli salah satuorang dari tersenyum menyebalkan ke tiga orang berbadan kekar dan dua orang lainnya bertubuh mungil,juga wajah salah seorang dari mereka seperti seseorang yang pernah sehun kenal.
SEHUN POV END
NORMAL POV
"menyingkirlah dari hadapanku sekarang"kata sehun dingin
"kalau kami tidak mau bagaimana?"kata seorang yang memiliki luka diwajahnya
Sehun coba menerobos lima orang nihil mereka tidak mau bergeming
"apa yang kalian inginkah oh"teriak sehun
"kau mau tau apa yang kami inginkan?aku ingin membalas akan kejadian hari itu"mereka menyeret sehun dari tempat itu kegudang penyimpanan bola dibelakan sekolah mereka
BUG
Tanpa menunggu, orang itu yang langsung memukul badan sehun,sehun ingin sekali membalas pukulan itu jika dia tidak ditahan oleh dua orang yang ada di namja yang memukul sehun itu jauh lebih kecil dari sehun tapi pukulannya sangat sakit.
"kenapa marah,sakit,atau benci?...kau tau ini sakit sekali saat kau membuatnya"namja itu menunjuk memar yang ada diwajahnya sambil mencengkram rahang sehun dengan kuat.
"lepaskan tangan kotormu ini dari wajahku br*ngs*k"kata sehun
"tapi aku ingin membuatmu lebih sakit dari pada yang kau perbuat padaku"kata namja itu itu namja itu terus memukuli dan menendang badan sehun bersama dua orang lainya hingga sehun tidak dapat berkutik mengeluarkan cairan berbau anyir lewat bibirnya,luka memar mulai menghiasi sehun tidak dapat bergerak,mereka berlima meninggalkan sehun sendiri dengan luka yang menghiasi wajah juga hanya bisa menggerang kesakitan tanpa bisa berharap seorang bisa menyelamatkan disini,tapi dia berharap jongin yang akan menyelamatkanya dari sini.
Sehun sudah hampir kehilangan seorang memanggil namanya,suara itu sangat sehun dapat kekuatan dari mana,sehun dapat merasakan ada sesuatu yang membuatnya harus sadar dan melihat orang itu,setelah mendengar suara orang yang memanggilnya.
"SEHUN DIMANA KAU"
"a-aku d-si-ni..j-jongi-i-in"suara sehun terbata-bata
Pintu gudang tempat sehun sekarang berada sosok yang sehun harap bisa itu berlari dengan kencang kearah sehun dan menggoyang-goyangkan tubuh sehun yang lemah juga luka yang ada ditubuhnya.
"sehun kau tidak apa-apakan?"
"a-aku b-baik-baik huk s-saja...kk-au uhuk uhuk bisa membunuhku...jika uhuk uhuk mmenggoyangkan...b-badanku uhuk uhuk b-bodoh"kata sehun sambil menutup matanya.
"aish disaat seperti ini kau masih juga mengataiku 'bodoh' dasar"kata namja yang menyelamatkan sehun tadi.
"apa kau bisa berjalan?"pertanyaan yang bodoh dari membuka matanya dan menatap tajam jongin seakan mengatakan'apa aku terlihat bisa bergerak dengan luka memar ditubuhku',jongin nyengir didepan sehun
Jongin terlihat berfikir dia berjongkok didepan sehun tanpa menunggu Namja itu langsung mengangkat tubuh sehun dengan bridal meronta ingin di lepaskan.
"l-lepaskan a-aku jongin"
"kau ini sudah sakit masih saja keras kepala"
"a-aku b-bukan y-yeoja yang kau uhuk a-ngkat seperti ini"
"jangan banya berbicara...nanti kau tambah sakit...diam saja aku tidak akan menyakitimu...percaya padaku"sehunpun berhenti memberonta,dia membuang muka.
Ooooooooooooooooooooooooooooooo
Mereka sudah berada di uks tengah mengobati luka yang berada diwajah sehun.
"aw...aw sakit bodoh"
"ck kau ini tahan sedikit napa? Yack jangan bergerak"
"tapi ini sakit"
"aku tau,makanya jangan bergerak...supaya cepat selesai"sehun terus menggerang kesakitan
"nah sudah selesai"sehun memegang kepalanya yang terperban sedikit.
"kenapa kau sampai terluka seperti ini?"
"aku dihajar makanya seperti ini"
"kau bodoh kenapa tidak menghindar saja"
"berkata itu memeng gampanga di lakukan...kalau kau dikroyok lima orang dan kau sendiri apa bisa kau lari?"
"bisalah...aku akan berteleportasi"sehun melempar bantal kearah jongin
"mana ada hal yang seperti itu"
"ada lah karna aku seorang kim jongin"mereka berdua tertawa.
Kemudian mereka kesunyian yang menyapa mereka.
"kau mau apa?"kata sehun sambil menunduk
"hah?"alis jongin tertautan
"apa yang kau mau?"jongin masih bingung
"apa yang sebenarnya kau katakan?...aku tidak melakukan apa-apa padamu"
"ck ada yang kau inginkan dariku...misalnya hadiah begitu"
"aku tidak ingin apa-apa darimu...memangnya apa yang ku lakukan?"
"karna kau telah menolangku...jadi mintalah yang kau mau padaku...tapi jangan mahal-mahal aku tidak punya uang"
"hahahah sehun...sehun kau berbicara apa sebenarnya...aku tidak ingin sesuatu darimu"sehun mendengar jongin tertawa sehun mendongak dan tanpa sadar mempoutkan bibirnya,itu terlihat manis di mata jongin.
"soalnya temanku bilang seperti itu...jika ada yang menolongmu maka kau harus berikan mereka hadiah apapun yang orang menolongmu itu inginkan"kata sehun
"hey dan jika temanmu menolongmu mereka akan minta hadiah padamu...kemudian kau menuruti apa keinginan mereka?"sehun mengangguk
"kalau begitu,itu bukan teman namanya...mereka lebih tepat dikatakan musuh di dalam selimut...ayo"
"apa yang kau lakukan?"
"menggendongmu apa lagi"
jongin mengangkat tubuh sehun dengan bridal style lagi.
Kali ini sehun benar-benar bergerak agar dilepaskan oleh jongin
"kyaaa lepaskan aku"
"hei kau masih sakit jangan berontak...aku hanya ingin menolongmu"
"cepat turunkan aku sekarang juga pabo"jongin pun menurunkan sehun duduk dipinggiran ranjang uks.
"jadi sekarang apa maumu?"
"berbalik"kata sehun
"mwo?"
"balikan badanmu"jongin membalikan tubuhnya memunggungi sehun.
"turunkan sedikit tubuhmu"kata sehun lagi
Jongin merasa di permainkan sehun,dia ingin protes pada namja berkulit putih susu dia kaget karna sebuah lengan mengalung indah dilehernya,dia dapat melihat wajah sehun dari dekat.
DEG
DEG
DEG
Seperti ada sengatan listrik yang mengaliri enah kenapa berdetak kencang seperti ini hanya untuk seorang oh dia mulai menyukai namja ,dia tidak mungkin menyukai orang yang suka mengatainya bodoh.
"sampai kapan kau terdiam...kau bilang kau akan membantuku"
"ehh...oh iya"mereka berdua pergi dari tempat itu,dengan sehun yang ada di gendongan jongin.
"aku tau mereka(read:teman lama sehun) memanfaatkanku...tapi jika aku tidak memberikan apa yang mereka mau...aku takut mereka akan meninggalkanku sendirian...aku tidak mau sendirian lagi...jika aku sendiri aku seperti kembali ke masalalu dan aku tidak ingin menjadi sehun yang kesepian seperti dulu"
"tapi sekarang kau tidak sendiri lagi karna disini ada aku"sehun tersenyum tulus lalu menyandarkan kepalanya kepundak jongin.
0000000000000000000000000000000000000000
Mereka berdua berjalan keasramah ah tepatnya jongin yang berhenti tepat di depan kamar sehun dan menurunkan tubuh sehun dari gendonganya.
"geomawo"
"hmm dah sehun"sehun pun pergi dari temat itu,setelah jongin tidak terlihat sehun memegang dada kirinya,merasakan detak jantungnya yang tidak karuan.
"ada apa sebenarnya padaku?"kata sehun
Sehun membuka pintu langkan kaki yang agak sulit berjalan,diapun masuk kedalam kamar dan langsung dapat pelukan dari teman satu kamarnya yaitu byun baekhyun.
"kau dari mana?kenapa pulang terlambat dan...yaampun apa yang terjadi denganmu?"
"aku...tadi jatuh dari tangga"entah mengapa dia tidak ingin baekhyun kwatir padanya dan memeilih berbohong.
"kenapa bisa?"kini seorang namja tinggi yang bernama park chanyeol yang bertanya.
"kepleset"sehun hanya menjawab seadanya saja.
"lebih baik kau duduk di tempat tidurmu,pasti badanmu sakit semua"ini kata seorang kim jongdae
"hmm"baekhyun membantu sehun menuju ke kasurnya.
Sehun sudah duduk di melihat ternyata hanya ada tiga orang yang ada ditempat ini.
"apa kalian menghawatirkanku?"
"kenapa kau bertanya seperti itu yang jawabanya jelas iya"kata baekhyun
"kau adalah teman kami tidak mungkin kami tidak khawatir padamu"kata chanyeol
"kita akan selalu saling melindungi "kata jondae sambil memegang pundak sehun.
Suara pintu yang terbuka,membuat semua penghuni kamar itu menoleh kearah namja tengah membawa nampan berisi makanan mendekat kearah adalah orang yang tidak ada antara mereka berempat yaitu xiumin.
"makanlah"kata xiumin sambil memberi nampan itu dipangkuan sehun
"b-buatku?"
"iyalah tidak mungkin makanan itu buat mereka bertiga...aku tau kau belum makan dari tadi"sehun tidak dapat membendung rasa senang dihatinya sehingga wajahnya terlukir sebuah senyum makan makannya dengan lahap
"hei pelan-pelan makannya,kami tidak akan memintanya darimu"kata sadar air mata sehun jatuh dari pelupuk matanya.
"hei kenapa menangis?"baekhyun memeganga pundak sehun,sehun menggeleng dan terus memakan makananya
"nanti kalau kau menangis saat makan kau akan terkena diare...dan makananmu terasa asin"kata jitakan gratis dari baekhyun
"kau ini"
"apa?,memangkan nanti makananya akan terasa asin"
"kalian jangan berantem pada saat seperti ini...kalian menakuti sehun"kata jongdae
"t-terima k-kasih hisk hisk s-semua"mereka mendengar itu hanya sehun menghapus dengan kasar air matanya.
"AKU JANJI TIDAK AKAN MENYUSAHKAN KALIAN"teriak sehun
Ini seperti mimpi untuk lama sekali merasakan ada yang menghawatirkanya jika pulang ingin jika dia bermimpi,dia berharap tidak ingin terbangun selamanya dari mimpi indah ingin suasana ini terus berlanjut dan jangan pernah yang selalu dia khayalkan di setiap harinya baik bangun dan mimpinnya,juga khayalan dan tanpa teriakan yang menyapanya,dia ingin selamanya disini,dengan mereka teman barunya.
TBC....
Sebenarnya yang ngunci sehun kemarin tuh xiumin dan chanyeol dan orang yang belum nggak maksut jahat ama sehun hanya memberikan sedikit pelajaran aja ama sehun karna seenaknya pada orang yang lebih xiumin nunggu sampe bermit-menit lamanya dan nunggu orang yang mau buka tuh pintu,kuncinya pun melekat dipintu itu.
Pada akhirnya kaipun datang nyelametin penantian xiumin berhenti sampai situ
Makasih yang udah mau baca cerita nggak mutu diriku
Anyeong yeorobun
