Kok saya updatenya lama ya? T_T

Errr, saya nyari inspirasi dulu nonton film mafia 'The Godfather' wekeke

Udah ah, silahkan bacaaaa~~ ^^

Disclaimer : Hetalia (c) Himaruya Hidekaz

Warning : Gaje, garing, bakal ada adegan tembak-tembakkannya, dan mungkin ada.. Typo


KIDNAPPED

Cerita sebelumnya : Arthur, Alfred, Antonio, dan Ludwig pergi menyelamatkan Feliciano dan Lovino. Para mafia itu mulai menembakkan pistolnya.

DOR!

Suara tembakan bergema di ruangan itu.

"Ludwig!" teriak Antonio.

"A-aku tak apa-apa, pelurunya hanya menyerempet-aduh!" kata Ludwig sambil memegang lengannya, kesakitan.

"Tapi kau terluka, berdarah pula!" kata Alfred sambil memperhatikan keadaan Ludwig.

"Awas, Alfred!" teriak Arthur sambil mendorongnya. Rupanya salah satu dari mafia itu menembak lagi. Seandainya Arthur tidak mendorong Alfred, pasti pemuda berkacamata itu sudah terluka.

"Terimakasih Arthur." kata Alfred. "Kalau mau berterimakasih, nanti saja! Teman-teman, jangan lupa kita juga membawa senjata!" kata Arthur, sambil mengeluarkan pistolnya.

"Ya!" jawab ketiga temannya itu sambil mengeluarkan pistol dan mulai menembak para anggota mafia itu.

Mereka tak mau membunuh, mereka hanya menembak tangan dan kaki saja.

"Jangan kira kami takut!" seru bos mafia itu, menembakkan pistolnya juga.

Tembak. Menghindar. Lari. Berputar. Tembak lagi.

Adegan tembak – menembak itu terus berlanjut, sampai bos mafia itu kehabisan peluru dan bawahannya telah diamankan (dalam kata lain, diborgol) oleh Alfred.

Bos mafia itu terkepung.

"Kebaikan pasti menang." Kata Alfred. "Untung saja Feliciano dan Lovino tidak terluka." lanjutnya, "Kalian ini sudah gila ya? Setahuku, mafia hanya akan membalaskan dendamnya atau dendam sahabatnya bukan demi uang. Kenapa kalian meminta uang tebusan sampai 10 juta US Dollar?"

"... Kalian belum menang." jawab bos mafia itu.

"Apa maksudmu, bos mafia?" tanya Arthur yang sedang melepaskan Feliciano dan Lovino.

"Namaku Roberto. Roberto Ciccio. Aku memang tidak mengincar uang, uang itu hanya untuk.. Yah istilahnya 'pelengkap' saja. Tujuanku yang sebenarnya adalah menyatukan dunia." Jelas pria yang bernama Roberto itu.

"Menyatukan dunia? Kita ini memang sudah bersatu, sekarang kan sudah bukan zamannya Perang Dunia I atau II dimana semuanya terpecah belah? Ini abad 21, zaman modern!" sergah Ludwig.

"Aku ingin memusnahkan negara-negara tak berguna seperti kalian ini, mulai dari mereka!" katanya dengan geram menunjuk Feliciano dan Lovino. "Jika tidak ada yang namanya negara seperti kalian ini, tak akan ada militer atau angkatan udara, dan tanpa ada angkatan udara.."

Hening sebentar.

"Anakku.. Tak akan meninggal.. Dia meninggal saat diadakan latihan jet tempur.. Jet itu me-meledak ti-tiba-tiba.." kata Roberto terbata-bata.

"Siapa nama anak anda?" tanya Antonio.

"Canavaro Ciccio." jawab Roberto.

"Eh? Dia kan.." kata Feliciano. "Ya, dia adalah Kepala Angkatan Udara Italia yang paling cerdas, fisiknya juga bagus. Ia orang yang rajin, baik hati, serta sayang pada keluarga. Aku turut berdukacita saat mendengar kecelakaan itu." kata Lovino.

...

"Emmm maaf, tapi kau belum menjawab pertanyaan ku, apa yang kau maksud dengan 'Kalian belum menang' ?" tanya Arthur.

"Khu khu khu."

?

"Ha ha ha ha ha!"

Roberto Ciccio sang bos mafia itu tertawa. Dan 6 negara ini tahu, ada sesuatu yang salah.

"Kalian tak bisa berbuat apa-apa atas kematian anakku! Dan sekarang, aku ingin kalian merasakan kepedihan yang sama!" kata Roberto.

"Hei kau benar-benar gila ya? Kenapa kau tertawa?" tanya Alfred yang sudah mengira orang itu gila karena stress atas kematian anaknya.

"Bom waktu."

Eh?

"Apa kau bilang?" kata Ludwig.

"Aku bilang bom waktu! Kalian tidak tahu, dalam 10 menit, gedung tempat kalian meeting tadi akan meledak! Ya, meledak! Gedung yang berdiri megah itu akan hancur berkeping-keping!" jelas Roberto dengan senyuman –yang lebih tepat disebut dengan senyuman iblis.

"Was! Mein bruder ada di sana!" teriak Ludwig, panik. Pemuda berkebangsaan Jerman itu segera mengambil handphone nya dan menekan nomor kakaknya.

"West? Was ist los?" tanya suara dari handphone Ludwig, yang tak lain adalah suara kakaknya, Gilbert Beillschmidt.

"Bruder! Zeitbombe! Es war eine Zeitbombe in dem Gebäude, wo Sie sind!" kata Ludwig dalam bahasa negaranya.

"Was? Okay, ich werde von hier nehmen!Seien Sie vorsichtig!" jawab Gilbert.

"Ja, du bist zu vorsichtig!" kata Ludwig, mengakhiri pembicaraan.

"Ve, Ludwig apa yang kau bicarakan tadi?" tanya Feliciano.

"Aku memberitahu mein bruder tentang bom waktu itu." jawab Ludwig.

"Ha ha ha tidak mungkin sempat! Gedung itu akan hancur dan menewaskan semua orang di situ!" kata Roberto, tertawa.

"Argh, diam kau! Adikku juga ada di sana!" bentak Arthur, mengkhawatirkan adiknya.

"Aku ingin kalian merasakan kepedihan yang kurasakan setelah kehilangan anakku!" teriak Roberto.

"Aku mengerti soal itu, señor Roberto.." kata Antonio mencoba menenangkannya. "Tapi membunuh tidak akan menghilangkan kepedihan hatimu kan? Selama ini yang kau perbuat sebenarnya sia-sia saja."

"Apa? Be-benarkah?" tanya Roberto.

"Ya, tentu saja." kata Antonio mencoba untuk tersenyum.

"Yang pasti, sekarang semuanya tergantung pada negara-negara di tempat kita meeting tadi." Kata Lovino. " Kuharap mereka selamat."

"Sì, fratello.." kata Feliciano.

Dan kini, nasib dunia tergantung pada negara-negara di gedung dimana bom waktu telah dipasang..

Akankah mereka selamat?

-To Be Continued-

OMAKE

Roberto : "Oi."

Arthur : "Apa?"

Roberto : "Ada yang bersedia YAOI an gak di sini?"

Alfred : "Haaa? Lu beneran gila yak?"

Roberto : "Pairing favorit gue ituuuh, for your information, USxUK, SpaMano, dan GerIta loooh~ Dan kerennya, tiga-tiganya ngumpul di sini! Tepat di depan mata gue! OMG~ Ini surgaaaa!" *pingsan*

Ludwig : "Kenapa dia pingsan?"

Antonio : "Tau tuh, dasar gila."

Author : "Pairing favoritku yang shonen-ai sama dengan dia loh."

Lovino : "Ooooh- Eh lu ngapain di sini?"

Feliciano : "Ve~ Kamu siapaaa?"

Author : "Gue author, yang bikin fanfiction ini. Gue pingin muncul aja kok, never mind me."

Arthur : "Terserah deh."

-End of OMAKE Kidnapped Chapter 3-

Note :

- Was! : Apa!

- Mein Bruder : Kakak ku

- West? Was ist los?: West? Ada apa?

- Bruder! Zeitbombe! Es war eine Zeitbombe in dem Gebäude, wo Sie sind! : Kakak! Bom waktu! Ada bom waktu di gedung tempat kau berada!

- Was? Okay, ich werde von hier nehmen! Seien Sie vorsichtig! : Apa? Baiklah, aku akan mengurus yang ada di sini! Hati-hati!

- Ja, du bist zu vorsichtig! : Ya, kau juga berhati-hatilah!

- señor : Tuan/bapak

- Sì, fratello.. : Ya, kakak..


Uwaaaaah~~ Gimana? Minta saran dong~(Lewat review) Saya nggak bikin Ludwig mati, karena saya nggak mau ada karakter yang mati. OTL

Ngomong-ngomong di chapter ini nggak ada Indonesia nya =3= Tapi, chapter depan bakal ada Indonesia deh! Ituloh Kirana Kusnapaharani, OC nya koiyumu/ Chinthya Anggraini...

Yak, akhir kata, terimakasih banyak buat yang udah baca, dan yang ngereview~ ^^