Chapter 2

For you

Disclaimer Mashashi kishimoto

Warning: typo, ooc, gaje, abal.

Selamat membaca

Sasuke POV

Aku memasuki kelas seperti biasanya. 'Hah'aku menghela nafas bosan. Aku tidal terlalu suka duduk diam di dalam kelas, mendengarkan guru berceloteh entah apa. Sebenarnya pun aku tidak tahu kenapa aku harus menghadiri sekolah seperti INI toh dengan tidak masuk saja aku sudah mendapat nilai sempurna Dan menjadi nomor satu. Apalagi disampingku sekarang ada si Dobe berisik disamping ku.'ugh' rasanya telingaku mungkin akan berdarah karna mendengar teriakanya "Dobe, kecilkanlah suaramu."

Ucapku dingin "aish. Tak usah berlebihan Teme. memang suaraku sekencang apa!?"

"Hn" jawabku dingin. Aku mengacuhkanya mencoba tak perduli walau rasanya kepalaku sakit saat mendengar suaranya. " . kenapa kau slalu menjawab dengan dua huruf itu. Itu sangat menyebalkan ttebayo..~~~~" entahlah aku tak mendengarnya lagi. Aku memutuskan untuk segera memasuki kelas . aku tak tahu apa yang akan terjadi pada telingaku jika aku tetap berada disana dan mendengarkan ocehanya.

Aku duduk dengan sedikit kasar. Aku duduk tepat di sebelah kanan si Hyuga. Entahlah aku merasa dia adalah gadis aneh. Terkadang aku malah berfikir bahwa dia mirip dengan sadako.(?) Kau tahu hantu berambut panjang . Yeah begitulah. Dengan rambut panjangnya yang tergerai dan wajahnya yang slalu ia tundukkan sehingga tertutup, bagaikan walau begitu. Karna dia tidak berisik dan tidak menggangguku aku tidak masalah duduk dekat dengannya….

"Hinata-chan" kudengar suara si Dobe. "i-iya Naruto-kun. Ada apa?" jawab Hinata tergagap. Oh ya aku juga tak tahu kenapa ia gagap. "aku boleh meminjam buku matematika mu Hinata-chan? Boleh ya,,," kulihat si Baka Dobe mencoba mencari contekan. "mmmm…..baiklah" jawab Hinata seraya menyodorkan bukunya. Aku heran. Mau-maunya saja ia menconteki si Dobe itu. "terimakasih Hinata-chan. Kau baik sekali" … 'ish. Apa-apaan si Dobe itu, dasar.' Ucap ku dalam hati. Dan hey… kenapa wajah si Hyuga itu berubah warna. Merona di kedua pipinya "manis.." gumamku. Taksadar. Langsung ku rutuki kebodohan ku. Ku tengokkan kepala ku ke sekitar

' huft. Untung saja tak ada yang memergoki ku.' Ucapku sambil menghela nafas lega.. Namun saat ku tolehkan kepala ku ke arah kanan. 'apa yang dilihat bocah anjing itu?' ucapku dalam hati sat melihat seorang murid laki-laki memandang ke arah deretan bangku ku.

Tak berselang berapa lama ahirnya kakashi-sensei masuk ke kelas "kita langsung saja., buka PR kalian dan kumpulkan ke depan" ucap si guru mesum itu seenaknya sendiri

~~~~~~~~~~skip time~~~~~~~~~~

'ugh menyebalkan' batinku sambil keluar dari kamar mandi. Memang menyebalkan jika saat pulang sekolah kau tak bisa pulang karena menghindari para fans-fans aneh yang suka meneriakan namamu. Ku rasa semua murid audah pulang. Terlihat fari koridor yang sudah sepi.

Tak.. Tukk.. Takkk. Tukkk

Apakah barusan aku mendengar suara sepatu. . Aku menoleh kekanan dan ke kiri.

Memastikan bahwa tak ada orang lain selain diriku. Bisa berbahaya apabila suara sepatu itu adalah suara gadis-gadis lebai yang mengejar ku tadi. ' hwaaa..'

aku terkejut. Hampir saja aku berteriak namun ku bekap mulut ku agar tak mengeluarkan suara. Jujur saja aku terkejut smpai-sampai hampir jatuh ke belakang. Siapa yang tak terkejut bila tiba-tiba melihat sekelebatan orang berjalan di persimpangan lorong. Hanya berjarak beberapa inci dari hidungnya.

Ku tangok ke arah hilangnya bayangan tadi. 'Oh. Ternyata si Hyuga. Ya ampun kupirir dia tadi adalah sadako. ' ish… aku merinding sendiri jika membayangkan berremu dengan sadako. Di siang hari. 'hhhiiiiiiiiiii' aku bergidik ngeri Aku menoleh kembali. Memastikan tidak ada orang lain lagi. Kenapa si Hyuga berdiri disitu. Kenapa tak langsung masuk.

Aku berjalan hendak menghampirinya. Kuliht dia seperti sedang menguping pembicaraan seseorang didalam ruangan itu..

Ku dekati dia hingga aku bisa mendengar juga apa yang ia dengar dari dalam ruangan tersebut. "..~~mau kah kau jadi kekasih ku"

Ku dengar seperti suara dobe. Di dalam ruangan itu. Saat aku hendak menoleh dan bertanya pada Hinata apa yang ia lakukan dengan menguping pembicaraan si Dobe ini. Ternyata ia sudah berlari sambil menangis. 'Ugh. Dasar merepotkan'

Batin ku. Eh. Tunggu dulu bukankan Hinata suka pada si Baka Dobe . 'shit' umpat ku dalam hati. Jangan-jangan Hinata mau hunuh diri lebih baik aku ikuti saja. ..

Ku lihat dari dalam mobil yang aku naiki ternyata Hinata tidak melakukan hal yang nekat. Ia hanya menangis di taman. Ku fikir ia akan bertindak bodoh.

Tak berselang lama yernyata hujan turun dengan lebat. Aku masih bisa melihat Hinata duduk di taman sambil menangis. Aku tak tahu kenapa aku masih disini memandanginya aku serasa tak rela meninggalkanya sendiri terguyur hujan. Ku lihat pergerakan darinya. Ku lihat dari seberang taman ia sudah berjalan di trotoar menuju tempat tinggalnya. Ku putuskan untuk melajukan mobil ku. Ke rumah.

Namun saat itu pula aku melihat hinata jatuh... Jatuh.. 'APA JATUH?' Aku bergegaa menghampirinya...

Hinata mengerjapkan matanya. Ia mengearkan matanya ke sekeliling ruangan. Ruangan ber-cat putih.

Kriet.

Suara pintu terbuka menampakkan sook seorang pria. "Kau sudah bangun?" Ucapnya basa-basi. Hinata hanya mengangguk. "Bagaimana kepalamu? Apa masih pusing? Sepertiny tadi kepalamu membentur aspal"

Papar pria itu "a-aku b-baik-baik saja" jawab Hinata canggung. Hinata Turun Dari kasur pasien … "apa yang kau lakukan?" Tanya pria Itu. "a-aku mau pulang" jawab Hinata singkat Tampa melihat pada pria yang kini ada di hadapannya. "baiklah akan Ku antar" ucap pria Itu. "T-tidak usah. Aku akan nail bus saja" sanggah Hinata. "baiklah. Tapi, apa kau yakin masih ada bus pukul sekian?" Tanya pria itu dengan wajah mengejek. Hinata melihat ke Arah pergelanan tangan pria ITU Dan menemukan jam tangan digital yang menunjukan pukul 23:15. Ia merutuki kebodohannya. "baiklah akan Ku antar. Bersiaplah. Aku akan mengambil kunci dulu" papar pria ITU seraya keluar Dari ruangan itu.. Hinata mengambil tasnya yang berada di atas sofa di dekat ranjang nya tadi. Sedikit menepuknya untuk membersihkan debu Dari nya.

Krriiiieeeettt

"sudah?" Ucap pria Itu. .. Hinata mengangguk. "apakah tidak merepotkan?" tanya Hinata polos. "Tidak. Kebetulan aku juga mau pulang" jawab pria Itu.

"T-terimakasih mm.. u-uchih-san" papar Hinata sembari membaca name tag pria tadi. "oh. Dimana sopan santun Ku ya. Kenalkan Uchiha…

TBC

*ketawa jahat* hehehe.. Kira-kira siapa ya yang ngantetin Hinata…

~replay

Baby niz 137: yha mungkin kurang lebih seperti itu. *hehehe*

Makasih yha buat yang lainnya yang udah mau nge-review didi-chan walau didi g bisa sebut satu2 *bungkuk2*. Ama didi-chan minta do'a ya *puppy eyes* sekarang didi lagi UN Dan yang