Cast:
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin (Namja) /Lee Shengmin (Yeoja)
Leeteuk as Yeoja
Genre: Romance, hurt, school life
Rate: T
Disclamer: All casts are belong to themselves.
Warning: Yaoi, GS!
Author: Spy137
Don't like dont read!
.
Summary: Lee Sungmin dan Lee Shengmin adalah saudara kembar yang bersahabat dengan Cho Kyuhyun, seorang namja tampan yang menjadi primadona di sekolahnya. Lalu apa yang akan terjadi ketika Lee Shengmin, jatuh cinta kepada Cho Kyuhyun? Apakah Kyuhyun akan membalas perasaannya? Sebuah kisah cinta yang rumit antara dua orang namja dan satu orang yeoja. [KyuMin Yaoi/GS]
.
Chapter 3
.
"Aku mencintai mu, Kyu" Ucap Shengmin sambil tetap menenggelamkan wajahnya didada Kyuhyun, tidak menyadari dua orang diantaranya tengah membeku dengan saling menatap dengan pandangan berbeda. Kyuhyun yang menatap terkejut kearah Sungmin, dan Sungmin yang menatap terluka kearah keduanya. Satu tetes air mata terjatuh dari mata foxy Sungmin. Dengan reflek dihapusnya air matanya dan berbalik untuk segera berlari kearah kamarnya. Meninggalkan Shengmin yang masih terus memeluk Kyuhyun erat, dan Kyuhyun yang memandang pedih kearahnya.
.
"Noona" Ucap Kyuhyun sambil melepaskan pelukan Shengmin dari tubuhnya. Di tatapnya wajah Shengmin yang sudah memerah karena tangis. "Mianhae" Ucapnya kemudian dan berlari menuju kamar Sungmin yang berada di lantai atas. Meninggalkan Shengmin yang semakin terisak oleh tangisnya.
"Ming" Kyuhyun sudah beberapa kali mengetuk pintu yang ada dihadapannya, namun sampai detik ini pun tidak ada tanda-tanda bahwa Sungmin akan membukanya. Merasa percuma Kyuhyun pun memutar gagang pintu itu, "Tidak di kunci?" gumamnya. Tanpa berpikir panjang, di bukanya pintu coklat itu dan langsung melangkahkan kakinya kedalam kamar yang penuh dengan nuansa pink. Terkadang dia bingung, Sungmin adalah namja, tetapi dia sangat menggemari benda-benda berwarna pink, bahkan Shengmin yang seorang yeoja saja lebih memilih biru sebagai warna favoritenya.
"Ming" Ucap Kyuhyun sambil mendudukan tubuhnya di ranjang Sungmin. Di tatapnya namja manis yang berbaring memunggunginya itu. Dia tahu kalau namja itu tengah menangis.
"Hey" Ucapnya lagi sambil membalikkan tubuh Sungmin agar menghadapnya. Sungmin tidak melawan, tetapi dia menutup wajahnya dengan bantal pink yang tadinya dia pakai sebagai alas kepala.
"Kau akan sesak kalau seperti ini" Ucap Kyuhyun sambil mencoba menyingkirkan bantal itu dari wajah Sungmin.
"ehhmmmm" Sungmin hanya berdehem, tetap memegang erat bantal yang ada di wajahnya. Kyuhyun hanya tersenyum. Sungmin memang sosok namja yang manja dan kekanak-kanakkan, terkadang Kyuhyun merasa kalau dialah yang sebenarnya lebih tua dari namja manisnya itu. Namun fakta memang mengatakan sebaliknya.
"Aku akan meginap disini" Ucap Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari Sungmin.
"Wae?!" Reflek Sungmin menyingkirkan bantal itu dari wajahnya dan menatap Kyuhyun dengan mata merah dan pipi yang masih terlihat basah karena menangis.
"Kau menangis?" tidak perlu bertanya sebenarnya Kyuhyun sudah tahu kalau namja manis itu menangis sebelum dia datang.
"Tidak"
"Kau tidak pintar berbohong Cho Sungmin. Aku paling tidak suka kalau kau menangis" Kyuhyun mengusap lembut pipi Sungmin, membuat Sungmin sedikit merona karenanya.
"Kyu?" Sungmin bangkit dari posisi tidurnya dan duduk bersandar dengan pandangan yang menatap ke bawah. Perasaannya sungguh kacau semenjak melihat Shengmin yang menyatakan perasaannya terhadap Kyuhyun.
"Wae?" Kyuhyun menggeser tubuhnya dan ikut bersandar sambil meraih tangan Sungmin dan memainkannya.
"Shengmin. Apa kau menerimanya?"
Kyuhyun menatap kearah wajah Sungmin sebentar dan kembali memainkan jari-jari tangan Sungmin.
"Aku masih cukup waras untuk tidak melakukan itu Ming"
"Kau menolaknya?" Jujur ada perasaan senang yang menyelimuti perasaan Sungmin.
"Menurutmu? Mana mungkin aku menerimanya padahal aku sudah punya kau di sisi ku"
"Jadi karena kau sudah punya aku" Ada sedikit perasaan sedih dari suaranya dan Kyuhyun menyadari itu.
Kyuhyun meraih dagu Sungmin dan menariknya agar menghadapnya.
"Ini bukan soal apakah aku sudah memiliki mu atau tidak, tapi karena hati ku hanya memilih mu. Hanya kau Lee Sungmin yang akan berubah nama menjadi Cho Sungmin"
Tak ayal pipi Sungmin pun semakin memerah, membuat Kyuhyun semakin gemas dengan wajah baby face dihadapannya ini.
"Tapi Shengmin sangat mencintai mu Kyu. Aku tidak tega. Dia adikku dan aku sangat mengerti perasaannya"
"Sudahlah, dia akan menemukan pasangannya suatu hari nanti. Yang jelas bukan aku karena aku hanya memilihmu"
"Tapi..."
"Tidak ada 'tapi' lagi Lee Sungmin" ucap Kyuhyun sambil merebahkan tubuhnya. Kepalanya mendadak pusing. Bagaimana pun juga dia tetap memikirkan ucapan Shengmin. Dia hanya mencintai Sungmin, namun dia sudah menganggap Shengmin seperti noonanya sendiri. Dia tidak ingin kalau hubungan mereka akan renggang karena masalah ini.
"Kau mau tidur?" Kyuhyun membuka matanya dan menganggukkan kepalanya.
"Gantilah baju mu dulu" Sungmin menarik tangan Kyuhyun agar terbangun. Kyuhyun memang masih mengenakan seragam sekolahnya.
"Aku malas Ming, nanti saja sekalian mandi"
"Cih, pemalas. Mana bisa kau tidur dengan pakaian seperti itu"
"Arra arra!" Kyuhyun pun bangun dan langsung berjalan menuju almari Sungmin yang ada di sebelah kanannya. Kyuhyun memang sudah sering menginap di rumah Sungmin, sehingga beberapa pakaiannya tersimpan di almari Sungmin. Bukan tanpa alasan, Kyuhyun yang orang tuanya bercerai sejak usianya masih balita membuatnya sering merasa kesepian. Dia tinggal dengan eommanya, namun eommanya lebih sering bekerja dan meninggalkannya dirumah seorang diri. Oleh karena itu dia lebih sering menginap di rumah Sungmin. Sudah seperti rumah sendiri karena semenjak pertemuan pertama mereka ketika masih di sekolah dasar, Kyuhyun sudah sering menginap rumah ini. Bahkan orang tua Sungmin sudah menyiapkan kamar kosong untuk Kyuhyun, namun Kyuhyun lebih memilih untuk tidur dengan Sungmin.
"Kau melamun?" Kyuhyun yang ternyata sudah selesai berganti pakaian kembali mendudukkan tubuhnya disebelah Sungmin.
"Kau mandi?" bukannya menjawab Sungmin malah kembali bertanya ketika melihat rambut Kyuhyun yang sedikit basah.
"Ya, dan sekarang aku mau tidur" Ucap Kyuhyun berniat membaringkan tubuhnya namun kembali di tahan oleh Sungmin. "Apalagi Ming?" Jujur ia sedikit kesal. Tubuh dan pikirannya sudah cukup lelah, namun namja manis yang menjabat sebagai kekasihnya ini masih mencegahnya untuk segera tidur.
"Keringkan dulu rambut mu, kau akan flu kalau tidur dengan rambut basah seperti itu"
"Ini tidak terlalu basah Ming"
"Tetap saja itu bisa membuat mu sakit" Sungmin bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamarnya dan kembali beberapa saat kemudian dengan handuk putih kecil di tangannya.
"Kau sudah dewasa. Harusnya sudah tau cara merawat diri sendiri" Ucap Sungmin sambil mengusap rambut basah Kyuhyun dengan handuk yang tadi di bawanya.
"Sudah ada kau yang akan selalu mengurus ku" Sungmin tersenyum penuh arti dan memukul pelan kepala Kyuhyun.
"Appo Ming!" Kyuhyun mengusap kepalanya. Memang tidak keras, namun Sungmin adalah ketua klub Martial Art di sekolahnya. Pukulan yang menurut Sungmin ringan, namun cukup menyakitkan.
"Tidurlah!" Ucap Sungmin sebelum berjalan menuju kamar mandi untuk meletakkan handuk yang tadi dipakainya.
"Aku mendadak tidak mengantuk" Ucap Kyuhyun sedikit keras sehingga masih bisa didengar oleh Sungmin.
"Kau tadi bilang ingin tidur" Sungmin mendudukkan kembali tubuhnya di ranjang.
"Tapi karena pukulan mu aku jadi tidak mengantuk"
"Tidurlah" Sungmin membaringkan tubuhnya dan diikuti Kyuhyun.
"Aku akan membangunkan mu untuk makan malam nanti"
"Ehhmm" Kyuhyun hanya membalas dengan deheman dan menarik tubuh Sungmin untuk dipeluknya. Sungmin hanya tersenyum dan mencari posisi nyaman dalam pelukan Kyuhyun. Sungmin terus memandangi wajah Kyuhyun hingga dia merasakan nafas Kyuhyun yang terdengar teratur menandakan kalau namja tampan itu sudah tertidur lelap. Sungmin tersenyum, namun pikirannya masih tertuju pada apa yang terjadi beberapa saat yang lalu. Apa yang harus dia lakukan? Haruskan mengalah? Namun Sungmin tahu kalau dirinya sangat mencintai Kyuhyun, tetapi Shengmin juga sangat mencintai namja tampan yang kini menjadi kekasihnya. Dia tidak ingin melepas Kyuhyun, namun dia juga tidak ingin menyakiti perasaan Shengmin. Belum lagi orang tua mereka. Sungmin tidak yakin orang tuanya dan orang tua Kyuhyun akan merestui hubungannya dan Kyuhyun. Bagaimana pun mereka sama-sama namja, dan semua tahu kalau hubungan seperti ini sudah pasti terlarang. Sungmin menarik nafas dalam dan menghembuskannya, mencoba untuk melupakan sejenak masalah-masalah yang selalu membuatnya merasa kalau dirinya salah karena telah menjalin hubungan terlarang dengan Kyuhyun.
.
.
Tok Tok Tok
Sungmin sedikit menggeliat ketika mendengar pintu kamarnya di ketuk dari luar.
Tok Tok Tok
"Minnie ini sudah waktunya makan malam"
Sungmin yang sudah sepenuhnya sadar memilih untuk bangun. Di tatapnya namja tampan yang masih terlelap di atas tetap tidurnya. Sungmin tersenyum dan berjalan menuju pintu kamarnya yang ternyata terkunci dari dalam. Pasti Kyuhyun yang menguncinya ketika ia memasuki kamar ini tadi.
"Ne eomma" Ucap Sungmin sesaat setelah membuka pintu.
"Aigoo, cuci muka dulu sana!" Ucap Leeteuk ketika melihat penampilan acak-acakkan Sungmin. Leeteuk sudah akan melangkahkan pergi namun matanya menangkap sosok namja tampan yang sudah di anggapnya anak tengah tertidur lelap di atas ranjang Sungmin.
"Aigoo, aku pikir Kyunnie sudah pulang. Dia menginap lagi? Bangunkan dia dan ajak makan malam" Perintah Leeteuk pada Sungmin yang masih sibuk mengucek matanya karena pandangannya yang kurang fokus efek bangun tidur.
"Biarkan saja eomma. Sepertinya tidurnya lelap sekali, eomma siapkan saja makanan untuknya biar dia makan saat bangun nanti" Ucap Sungmin sambil menatap namja tampan yang memang masih tertidur dengan lelapnya.
"Kau benar. Eomma akan menyiapkan makanan untuk Kyunnie. Kau cepatlah benahi tampilan mu itu!" Ucap Leeteuk dan berlalu menuju dapur.
Sungmin menutup pintu kamarnya kembali dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamarnya. Setelah mencuci muka dan merapikan sedikit rambutnya yang acak-acakkan Sungmin pun keluar dan matanya menatap sosok Kyuhyun yang sudah terduduk di atas ranjangnya.
"Kau sudah bangun?" Ucap Sungmin dan berjalan mendekat kearah Kyuhyun.
"hmmm" Kyuhyun hanya berdehem sebagai jawaban.
"Kau masih ngantuk? Aku akan makan malam di bawah, kau mau tidur lagi atau ikut makan? Aku sudah menyuruh eomma untuk menyiapkan makanan untuk mu kalau kau masih ingin tidur"
"Anni, aku sudah tidak mengantuk. Tunggu sebentar" Kyuhyun langsung berjalan menuju kamar mandi dan keluar beberapa saat kemudian dengan wajah yang lebih segar.
"Kajja! Aku sudah sangat lapar" Ucap Sungmin semangat dan menarik tangan Kyuhyun.
.
Kyuhyun mendudukkan tubuhnya di antara Sungmin dan Shengmin. Sesaat tadi dapat dilihatnya mata Shengmin yang sedikit membengkak. Pasti yeoja cantik itu telah menangis hebat karena penolakan yang Kyuhyun lakukan. Suasana makan sedikit kaku, tidak seperti biasanya yang selalu ramai karena celotehan Sungmin dan Shengmin, apalagi kalau ada Kyuhyun suasananya tidak pernah sesepi ini.
"Kalian bertengkar?" Tanya Leeteuk setelah selesai dengan makan malamnya.
"Anniyo eomma" Sungmin yang menjawab karena sepertinya Kyuhyun dan Shengmin tidak ada yang akan menjawab.
"Tidak seperti biasanya" Gumam Leeteuk. "Ah..Kyuhyun-ah, apa kau sudah memiliki kekasih?" Leeteuk tba-tiba bertanya dengan wajah yang penuh harap kepada Kyuhyun, membuat Kyuhyun tersedak dengan air putih yang diminumnya.
"Aigoo, hati-hati!" Sungmin memperingatkan Kyuhyun sambil mengelus punggung namja tampan itu. Tidak menyadari akan sosok yeoja yang duduk di sebelah sang kekasih tengah menahan rasa sakit yang semakin terasa sakit karenanya.
"Kenapa eomma tiba-tiba bertanya seperti itu?"
"Eomma hanya bertanya Kyu. Kalian semua sudah besar, tapi eomma belum pernah melihat kalian menggandeng pasangan masing-masing"
'seandainya eomma tahu kalau namja manis yang menjabat sebagai anak mu itulah yang menjadi kekasihku' pikir Kyuhyun dalam hati.
"Anni eomma. Aku sedang tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun" Jawab Kyuhyun yang sukses membuat hati Sungmin seperti di tusuk oleh ribuan jarum. Bagaimana mungkin Kyuhyun berbicara semudah itu padahal kekasihnya duduk tepat disampingnya. Meskipun dirinya sangat tahu kalau Kyuhyun pun terpaksa mengatakan itu.
"Aku akan kekamar" Ucap Shengmin dan berjalan melangkah menuju kamarnya yang terletak tepat dihadapan kamar Sungmin.
"Kyu~" Leeteuk kembali memanggil Kyuhyun. Kali ini terdengar lebih serius.
"Aku tahu kalian bertiga sangat dekat. Kalian sudah bersahabat sejak kalian masih di sekolah dasar hingga sekarang kalian sudah di sekolah menengah atas. Keluarga kita pun sudah sangat dekat, dan eomma juga tahu kalau Shengmin sangat mencintai mu. Apa kau tidak memiliki perasaan padanya?"
Kyuhyun menatap Leeteuk dengan penuh tanda tanya. Bohong kalau dia tidak mengerti apa maksud Leeteuk. Dia sangat mengerti dan sangat paham, namun dia hanya ingin memastikan apa maksud sang eommanya yang sebenarnya.
"Kau tahu kami dan eomma mu telah sepakat untuk menjodohkan mu dengan Shengmin"
Deg!
Seperti tersambar oleh petir. Kyuhyun dan Sungmin menatap Leeteuk dengan pandangan yang sama terkejutnya. Tidak percaya dengan apa yang barusaja mereka dengar. Perjodohan? Yang benar saja.
Sungmin yang sejak tadi terdiam kini hanya dapat menundukkan kepala dan menahan tangis yang sudah ingin pecah. Apalagi ini? Apakah dia memang harus melepas Kyuhyun? Tidak! Kyuhyun miliknya dan dia tidak ingin menyerahkannya kepada siapapun termasuk adiknya. Tanpa disadarinya tangannya telah menggegam tangan Kyuhyun dengan erat.
"Eomma" Kyuhyun membuka mulutnya. Jujur saja dia masih sangat shock. Bagaimana mungkin mereka menjodoh dirinya dan Shengmin tanpa sepengetahuannya. "Kami memang dekat, tapi aku tidak pernah memiliki perasaan khusus pada Shengmin noona, saya hanya menganggapnya sebagai noona, tidak lebih" Jawab Kyuhyun dengan pasti.
"Mungkin sekarang kau belum merasakannya. Tapi cobalah untuk lebih dekat lagi dengan Shengmin. Mana mungkin kau menolak yeoja secantik dia" Ucap Leeteuk diikuti kekehan pelan setelahnya.
"Saya sudah memiliki seseorang yang saya cintai" Kyuhyun balas menggenggam erat tangan Sungmin.
"Kau serius?" Ucap Leeteuk dan sang suami yang sedari tadi memilih terdiam dengan shock
"Ne" Jawab Kyuhyun yakin.
"Apakah dia lebih cantik dari anak ku?" Kali ini Leeteuk sudah sangat penasaran. Sejujurnya dia sedikit kesal dan menyayangkan akan hal ini. Dia sangat ingin Kyuhyun lah yang menjadi menantunya.
"Dia manis, imut, dan menggemaskan" Kyuhyun menjawab dengan tersenyum. Sekarang di otaknya tengah dipenuhi oleh gambaran wajah Sungmin.
"Sudahlah yeobo, jangan dipaksakan. Kyuhyun sudah mencintai orang lain. Cinta tidak bisa di paksakan. Jangan terlalu berambisi untuk membuat Kyuhyun sebagai menantu mu" Ucap KangIn pada istrinya yang terlihat muram setelah mendengar ucapan Kyuhyun.
"A..Aku ingin ke kamar" Ucap Sungmin dengan terus menunduk dan berlari menuju kamarnya. Menginterupsi Leeteuk yang sebelumnya masih ingin mengucapkan sesuatu.
"Saya akan menyusul Sungmin hyung. Selamat malam" Kyuhyun akan segera meninggalkan meja makan ketika suara Leeteuk kembali menghentikannya.
"Aku tidak tahu siapa sosok yang telah merebut hati mu Kyu. Tapi eomma benar-benar berharap kau akan menjadi menantu eomma" Ucap Leeteuk dan hanya dibalas dengan senyuman dari Kyuhyun sebelum benar-benar meninggalkan ruang makan.
.
.
Sudah 15 menit, Kyuhyun duduk di aras tempat tidur Sungmin dengan Sungmin yang masih terus terisak sambil berbaring memunggunginya. Jujur hatinya sakit melihat namja manisnya menangis seperti ini. Dia sudah mencoba mengajak Sungmin berbicara namun hasilnya tetap nihil hingga dia memilih untuk diam dan mengelus punggung Sungmin yang menghadap kearahnya. Dia sangat memahami perasaan Sungmin. Bagaimanapun semua ini dirinya lah yang memulai, dirinya yang menyatakan cinta, dirinya yang mengajak untuk merasahasiakan hubungan mereka, bahkan dirinya terkesan seperti tidak bersungguh-sungguh pada Sungmin. Namun demi apapun yang Kyuhyun punya di dunia ini, Kyuhyun sangat mencintai namja manis itu. Dia hanya merasa belum siap jika mereka memilih untuk jujur pada semuanya. Dia takut mereka yang tidak setuju akan memisahkannya dengan namja yang sudah menjadi candunya itu. Tapi jika keadaannya seperti ini, apakah memang ini saatnya bagi mereka untuk mengungkapkan apa hubungan mereka yang sebenarnya selama tiga tahun ini? Tapi Kyuhyun sangat takut jika itu akan membuatnya terpisah dengan Sungmin.
"Kyu~" Suara serak Sungmin menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya. Kyuhyun menoleh dan mendapati Sungmin yang sudah duduk bersandar disampingnya.
"Sampai kapan?" Tanya Sungmin. Kyuhyun tahu Sungmin pasti akan menanyakan tentang ini lagi. Kyuhyun menutup matanya sesaat dan menatap penuh keyakinan pada Sungmin. Diraihnya tangan Sungmin dan menggenggamnya erat.
"Tunggu hingga kita lulus empat bulan lagi. Aku berjanji aku akan mengatakan semuanya pada orang tua kita" Kyuhyun menjawab dengan tegas. Sungmin dapat melihat pancaran keseriusan dari mata Kyuhyun.
"Aku tidak kuat Kyu. Mereka sudah pasti tidak merestui kita. Eomma sangat ingin kau menjadi menantunya, tapi kau yang sebagai suami Shengmin, bukan Sungmin" Sungmin kembali terisak. Semuanya membuatnya sesak. Membayangkan perjodohan yang keluarganya lakukan untuk sang adik dengan kekasihnya tak ayal membuat beban berat yang selama ini di tanggungnya terasa semakin berat. Dia sungguh ingin melepaskan semuanya tapi hatinya tidak sanggup untuk melepaskan Kyuhyun. Kyuhyun segera memeluk Sungmin dan menenggelamkan wajah manis namja itu didadanya. Sambil membisikkan kata-kata penenenang dan mengelus lembut punggung Sungmin, berharap kekasihnya itu akan berhenti menangis.
"Kenapa kau memilihku?" Sungmin bertanya meski suaranya sudah sangat serak dan tenggorokkannya terasa sakit karena terlalu lama menangis. "Aku tidak akan bisa memberi mu keturunan. Aku bahkan tidak cantik seperti Shengmin" Sungmin terus meracau dalam dekapan Kyuhyun.
"Karena aku memilihmu, aku mencintai mu sebagai Lee Sungmin. Sosok manis yang hangat yang selalu ceria. Kenapa kau sekarang jadi cengeng sekali eoh?" Ucap Kyuhyun sambil menarik wajah Sungmin agar menatap matanya.
"Tapi aku namja Kyu. Aku tidak akan bisa memberi mu keturunan. Shengmin jauh lebih sempurna daripada aku. Dia akan memberi mu keturunan yang lucu-lucu. Kalian pasti akan bahagia jika bersama"
"Semua itu Tuhan yang mengaturnya. Aku tidak peduli jika kau seorang namja. Aku hanya tahu kalau aku mencintai mu. Hanya Lee Sungmin seorang dan itu sudah sangat membuat ku bahagia apalagi jika kita bersama sampai tua nanti. Ya kita pasti akan selalu bersama sampai tua nanti. Meskipun kau tidak bisa memberi ku keturunan. Aku tidak peduli" Kyuhyun menutup ucapannya dengan mencium singkat kening Sungmin.
"Tapi-"
"Tidak ada kata 'tapi' Lee Sungmin! Kau milikku dan aku milik mu. Selamanya akan seperti itu" Kyuhyun memandang Sungmin dengan penuh keyakinan. Mendekatnya wajahnya pada namja manis itu dan mengecup bibir shape M itu lembut. Sungmin menutup matanya, ini memang bukan ciuman pertamanya dengan Kyuhyun, namun perasaan berdebar selalu menyelimutinya ketika mereka melakukan ciuman di bibir. Bahkan ciuman ini hanya sederhana, tanpa ada lumatan dan nafsu untuk melakukan lebih jauh lagi.
"Lebih baik kita tidur. Aku tidak ingin besok kita di hukum karena terlambat datang kesekolah" Ucap Kyuhyun setelah melepas ciumannya. Sungmin hanya menganggukkan kepalanya dan membaringkan tubuhnya diikuti oleh Kyuhyun. Sesakit apapun perasaan Sungmin, Kyuhyun pasti bisa mengembalikan kepercayaan dirinya dan membuatnya merasa lebih nyaman.
"Jaljayo" Ucap Kyuhyun dan mencium dahi Sungmin sebelum menutup matanya dan membawa keduanya kedalam mimpi indah.
.
.
TBC
.
.
Failed! Saya tahu hasilnya pasti tidak memuaskan. Saya tidak bisa membuat hurt, apakah saya harus menghapus genre hurt diatas? Saya adalah tipe orang yang cengeng, tapi saya sama sekali tidak menangis saat menulis ini. Dan sepertinya memang hancur total –nangis di pelukan Sungjin.
Tapi chapter ini penuh dengan KyuMin moment kan hahaha. Saya mau minta maaf karena sudah menelantarkan FF ini. Sebenarnya saya sudah lama ingin post chapter ini, namun karena efek liburan sehingga uang saku pun terpotong membuat saya harus berhemat belum lagi kita mendapat serangan dari SM dengan album-album dan DVD serta tiket SS6 yang denger-denger harganya naik dan lagi operator yang biasa saya pakai sudah memblokir FFn, makin bingung lah saya :'(
Dan chapter ini sebenarnya sudah post di fb saya bulan lalu.
.
Buat semuanya yang sudah mereview, buat kritik dan sarannya.. jeongmal khamsahamnida ^_^
Maaf saya tidak dapat membalas review –nggak tau caranya :3.
Yang minta ending GS aja eummm lihat nanti aja ya. Yang penting kan KyuMin :D hayoloo suka Sungmin hyung, apa Shengmin gege nih? Hahaha
Kalau saya sih cinta dua-duanya –di tampol Kibum
Yang minta nama fb saya cari aja Eky Agustiana (KyuMin Fujoshi ELF) yang ppnya Kyuhyun dan sampulnya KyuMin pas di SJM Happy Camp comeback Break Down yang KyuMin main angry bird itu loh –semoga belum ganti :D karena saya punya 2 akun yang sama dengan nama yang sama pula.
Dan yang nanya NC, eumm gimana ya. Jujur saya tidak bisa membuat desahan –plak plok
Jadi sudah pasti tidak ada NC di sini :D tapi kalau sequel nggak tau deh kekeke .
Dan komen rata-rata pada nggak suka sama karakter Shengmin ya –puk puk Shengmin ge
Sungmin dan Shengmin sama kok, Cuma beda lidah aja yang manggil dan saya memakai Shengmin karena saya tidak mau meng import cast cewek dari grup lain –males euuhh apalagi cewek-ewek yang itu. Tadinya mau pakai HyunMing, biar lebih mudah bayanginnya, tapi HyunMing katanya capek abis perform di SS5, jadi saya pakai Shengmin ge deh. Tapi bayangin aja deh 'wujud' Shengmin itu seperti Hyunming
.
.
Yosh, segini saja cuap-cuap saya
Sampai jumpa chapter depan ^^
.
Khamsahamnida^^
