I don't have all the answers

But there is one thing I know for sure, yeah

One is good, but four is better

It took some time to get here

It's better late than never

This is Our Someday by Big Time Rush


Banyak yang mengatakan bahwa seorang James Diamond adalah orang yang egois dan hanya peduli pada dirinya sendiri. Itu adalah sebuah pernyataan yang salah, pernyataan yang berkebalikan dengan kenyataan yang ada. Ia adalah orang yang peduli terhadap orang lain, terutama terhadap orang-orang yang berdekatan dengannya. Bahkan bisa dikatakan terlalu peduli, meskipun ia bisa menyembunyikan rasa pedulinya dengan baik, sehingga banyak orang tak akan menyadarinya.

Setiap orang memiliki ceritanya tersendiri, tak terkecuali dirinya. Seperti cerita semua orang, ceritanya dimulai sejak ia lahir. Ia tak benar-benar tahu bagaimana kehidupannya dahulu, yang ia ingat, ia tak pernah benar-benar mempunyai teman baik di dalam delapan tahun pertama hidupnya. Ia tak tahu benar mengapa, namun yang jelas banyak anak yang menjauhinya, merasa tak nyaman saat berada di dekatnya. Ia tak merasa ada yang salah dengan dirinya, kalau terlalu peduli pada penampilannya bisa dikatakan sebagai sesuatu yang salah, mungkin memang itulah yang salah. Namun kenapa hal tersebut bisa dianggap sebagai hal yang patut dijauhi? Ia juga tidak mengerti.

Saat ibunya memberitahunya bahwa ia akan pindah ke Minnesota, ia sama sekali tidak merasa sedih, justru penuh harap bahwa kehidupannya akan berubah. Pada kenyataannya? Tak ada yang berubah. Teman-teman barunya di kelas sama seperti di sekolah lamanya, menjauhinya. Dan sekali lagi, ia sendirian. Kau tahu, ada dua orang yang menarik perhatiannya saat pertama kali masuk karena mereka sering dan terlalu sering bersama. Yang pertama, Kendall Knight, orang yang suka memerintah, nakal, dan senang memberontak, sejujurnya James tidak terlalu menyukai anak ini. Kemudian yang kedua, Carlos Garcia, ceria dan merupakan pembawa bencana alami. Ia lumayan menyukai anak ini, ramah. Tetapi berhubung anak itu sering bersama Kendall yang tampaknya juga tak menyukainya, jadinya mereka juga jarang berkomunikasi.

Dan takdir itu lucu, tahu. Suatu hari, ada tugas sains, seperti biasa, ia tak mendapat kelompok karena kelompok lain sudah penuh. Satu kelompok harus bertiga, dan ia pun digabungkan dengan dua anak itu. Lucu, kan? Ia dan Kendall tentu saja langsung memprotes secara terang-terangan pada guru tersebut sementara Carlos terjebak di tengah-tengah. Sayangnya, dua suara mereka masih bisa dikalahkan oleh suara guru tersebut sehingga pada akhirnya mereka tetap berkelompok. Dan sebenarnya pada akhirnya itu bukan sesuatu yang buruk, mengingat pada akhirnya mereka bisa bersatu dan berteman meskipun dengan nilai proyek yang buruk.

Pernah suatu hari ia sakit di saat umurnya sembilan tahun sementara orang tuanya sedang berpergian. Jadi terpaksalah ia tinggal di rumah keluarga Knight dan membiarkan mereka mengurusnya. Kendall dan Carlos selalu menemaninya, bahkan mereka sampai mengamuk tak mau sekolah. Lucu, tahu. Biar pun James sebenarnya benci sakit, karena selain merusak refleksinya, ia juga jadi tidak mandiri, bergantung pada orang lain. Kebanyakan harinya saat ia sakit selalu ditemani keluhan darinya, dan kedua temannya itu tetap bersamanya sampai dua minggu. Iya, selama itulah masa sakitnya.

Mereka bertiga bertemu Logan pada saat mereka berumur 11 tahun. Sama seperti dirinya, Logan juga merupakan anak baru yang dijauhi banyak orang, tetapi dengan alasan yang berkebalikan. Logan itu memiliki kepercayaan diri yang dibawah rata-rata. Jika disuruh berbicara ke depan kelas, maka ia akan gugup dan berbicara terbata-bata. Selain itu ia juga sangat pintar, membuatnya dilabeli sebagai seseorang yang cupu dan tidak asik.

Dunia ini lucu, kawan. Orang dengan kepercayadirian yang tinggi seperti James dijauhi, namun orang dengan kepercayadirian yang rendah seperti Logan pun dijauhi. Meskipun seiring ia tumbuh dewasa justru semakin banyak orang yang ingin dekat dengan dirinya, terutama para gadis. Pada saat mereka bertemu, Logan tengah dihajar oleh beberapa anak kelas atas sampai babak belur. Melihatnya, James justru menjadi panik sendiri dan ingin menyelamatkannya. Tanpa berpikir panjang, ia hanya mengikuti apa yang dilakukan kedua temannya. Hasil akhirnya, wajahnya dinodai oleh beberapa lebam. Namun pada akhirnya dengan cara yang aneh, Logan masuk ke dalam lingkaran pertemanan Kendall, James, dan Carlos. Melengkapinya.

Pada saat ia lima belas tahun, ia mendapati dirinya membuka pintu untuk dihadapkan pada Logan yang terlihat ingin menangis. Ia menyuruhnya masuk karena udara di luar sangat dingin, lebih dingin dari biasanya. Asal kau tahu saja, Minnesota itu selalu dingin, bahkan pada saat musim panas. Begitu Logan masuk ke dalam rumah, anak lelaki berambut hitam itu langsung saja meracau mengenai Carlos, pekerjaan rumah, dan kata-kata lain yang tidak bisa ditangkap oleh telinga James saking cepatnya Logan berbicara.

"Kau seperti tidak tahu Carlos saja. Kau yang salah dalam masalah ini."

Iya, itulah yang ia katakan pada Logan. Membuat mata temannya itu terbuka lebar, setengah melotot. Tentu saja Logan langsung bertanya mengapa, dan James langsung menjawab.

"Karena Carlos itu kan lebih mengerti yang disederhanakan."

Dan setelah itu hanya ada keheningan, dan hanya butuh sekitar tiga puluh detik sebelum Logan meneriakkan ucapan terima kasih dan pergi meninggalkan kediaman Diamond. Membuatnya berpikir bahwa teman-temannya ini benar-benar jenis yang jarang, langka. Ia hanya tersenyum memamandangi kepergian Logan, menutup pintu dan kembali ke kamarnya, membuka kembali tiap lembar majalah yang tengah dibacanya. Baginya, seluruh temannya itu memiliki keunikan yang aneh, yang dianggap oleh orang lain sebagai sesuatu yang buruk, namun justru keunikan itulah yang membuat mereka menjadi siapa mereka sebenarnya.

Kemudian datang di saat ia dan Kendall merupakan satu-satunya yang telah berumur 16 tahun, dimana Carlos dan Logan masih berumur 15 tahun. Di saat Gustavo Rocque datang ke Minnesota dan membuat harapannya untuk menjadi bintang meninggi. Gustavo Rocque datang ke kota seperti Minnesota? Seperti komet halley yang hanya melewati bumi selama 76 tahun sekali. Tentu saja ia langsung mendaftar untuk mengikuti audisi yang diadakan di sana, dalam prosesnya tanpa sengaja membuat ketiga sahabatnya ikut dalam audisi. Ia sedikit merasa bersalah, sebenarnya, karena membuat mereka harus menghadapi kekejaman seorang Gustavo Rocque.

Hasil audisinya? Meski pun tak terlihat, ia merasa kecewa. Kecewa, karena ialah yang memiliki mimpi namun Kendall-lah yang berhasil meraihnya. Tak adil, ya, ia merasa kecewa, dengan segalanya dan juga dirinya sendiri. Namun, ia memang berbakat dalam berakting. Ia bisa menyembunyikan apa yang dirasakannya dengan senyum lebar yang memang sudah menjadi ciri khasnya. Sedih dan perih, namun ia tak akan beralih dari temannya karena hal semacam ini. Bahkan setelah disetujui bahwa mereka berempat akan membentuk sebuah boyband, ia masih bisa merasakan sebuah ganjalan di lubuknya yang terdalam. Malam itu, semua orang bergembira, sampai titik dimana mereka semua harus kembali ke singgasana masing-masing, karena tidak mungkin mereka akan tinggal di rumah Kendall. James merupakan orang yang paling terakhir pulang. Saat ia melangkahkan kakinya, ia bisa mendengar suara Kendall memanggil namanya, kemudian berucap satu kata, sebuah maaf. Ia menjawab maaf tersenyum hanya dengan sebuah senyuman.

Cerita dipercepat ke masa saat mereka sudah setengah langkah menuju ketenaran. Hollywood itu, memang menyenangkan. Ia bisa menemukan banyak gadis cantik yang bisa diincarnya, ia goda dengan ketampanannya. Namun, dari seluruh gadis itu, hanya ada satu gadis yang benar-benar melekat di hatinya, dan ia bahkan tidak pernah mencoba untuk menggodanya. Nama gadis itu, Camille. Yap, gadis itu, Camille-nya Logan. Ia tidak tahu kapan perasaan aneh itu mulai dirasakannya, mungkin, mungkin setelah mereka berdua tanpa sengaja mencium satu sama lain, atau mungkin jauh sebelum itu. Ia merasa ada malaikat-malaikat kecil bertebangan di sekelilingnya saat ia melihat gadis bersurai hitam itu, namun kemudian malaikat-malaikat itu digantikan oleh bara api kecil saat Logan datang dan pergi bersama sang dara.

Ia bukanlah jenis orang yang bisa menahan sebuah perasaan dalam jangka waktu yang lama. Jadi, ia membuat sebuah perjanjian dengan gadis itu untuk bertemu dengan alasan untuk belajar akting. Mereka bertemu, di sebuah kafe yang berada lumayan jauh dari Palmwoods, dimana ia menyanyikan sebuah lagu untuknya kemudian ada kembang api meluncur di atasnya, kembang api yang secara ajaib membentuk rangkaian tiga kata. Kampungan, mungkin, namun itulah cara teristimewa yang terpikirkan olehnya, hanya untuk gadis istimewa. Sebuah rangkaian empat kata diterimanya sebagai jawaban, empat kata yang membuat mereka menautkan tangan mereka ke raga satu sama lain.

Tapi ia tak bisa mengingkari bahwa ia juga merasa bersalah pada sahabatnya. Tapi ia juga tak bisa mengingkari bahwa ia mencintai Camille dan tak bisa menyembunyikan perasaannya lebih lama lagi. Tuhan, ia benar-benar orang yang buruk.

Mereka menyembunyikan hubungan yang baru terjalin itu. Sayangnya, semua itu hanya berjalan selama seminggu. Mereka ketahuan. Bukan, bukan ketahuan, mungkin lebih tepatnya sengaja membuat diri mereka ketahuan dengan mencium satu sama lain di lobby palmwoods, disaksikan oleh banyak orang, termasuk Logan, Kendall, dan Carlos. Setelah itu, Kendall langsung menyerbunya, memakinya dengan kata-kata yang secara sengaja tak ia dengarkan. Ia memakinya kembali, begitu terus sampai mereka kembali ke apartemen mereka, dimana ada barang-barang yang bisa mereka lemparkan terhadap satu sama lain. Mereka hanya mendengarkan satu sama lain, perdebatan di antara mereka itu. Tak mendengarkan permintaan untuk berhenti dari Logan atau pun Carlos.

Mereka berhenti, saat mendengar satu suara orang terjatuh yang rasanya tak akan pernah mereka lupakan. Dan saat itulah, segalanya hancur. Mulai saat itu, ia tak hanya kehilangan seorang sahabat, tapi ia kehilangan semuanya. Semuanya terpisah, dimana ia memutuskan untuk meneruskan mimpinya sendirian di Hollywood, tetap menjalin hubungan dengan Camille namun memutuskan segala koneksinya dengan Kendall atau pun Carlos. Terlalu menyakitkan, terlalu menyedihkan.

Ia berhasil, berhasil menjalankan kehidupan selebritasnya sendirian. Hubungannya dan Camille pun lancar. Semuanya sempurna, ia kaya, ia terkenal. Namun tetap rasanya tak sempurna, ada lubang besar di hatinya yang sudah direnggut oleh permainan takdir, oleh kebodohannya sendiri. Kemudian di suatu hari, ia mendapatkan sebuah panggilan yang mengisi kembali lubang itu, namun sekaligus membuat lubang di bagian yang lain. Carlos, temannya yang hiper itu tak pernah berubah. Dan kemudian ia mendengar bahwa temannya yang lain sedang berada di ambang kejatuhan. Melupakan segalanya, ia terbang kembali ke kota asalnya, ingin sekali ini melakukan sesuatu dengan benar, biar pun ia masih ragu bahwa Kendall sudah memaafkannya atau belum.

Kejadian itu membuat mereka memiliki kesempatan untuk berbicara pada satu sama lain setelah Carlos meninggalkan mereka berdua. Yang ada awalnya hanya keheningan dan kecanggungan yang dapat dirasakannya dengan sangat jelas. James-lah yang pertama kali mulai berkata, dengan sebuah maaf yang memiliki dengung yang sama dengan ucapan maaf Kendall dahulu. Dari situ, mereka mulai meluruskan kembali benang-benang pertemanan yang telah kusut. Tidak terlalu lama, sebelum James kembali ke Los Angeles dan melanjutkan karirnya. Perbedaannya, kali ini mereka tetap berhubungan satu sama lain.