Author : Kumi Kuruta
Genre : Romance
Chara : [Kurapika K, Kuroro L]
Disclaimer : Togashi – Sensei

Warning : Gaje, Abal, OOT, OOC, OC, AU, Fem!Pika, Typo's (Maybe), Pairing KuroxFemPika.

Fanfic Ini hanya Fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat, peristiwa, atau kejadian itu hanya kebetulan semata.

Untuk Para Readers Author ucapkan Happy Reading ^_^


( Chapter 3 : Sang Ketua Osis )

- Are You My Prince? –

"Tidak terasa ya.." desah gadis berambut Biru muda. "Eh, apa?" tanya Gadis pirang yang sedang melamun disebelahnya. "Hh, Tidak terasa Sudah Setengah tahun kita masuk ke sekolah ini, padahal sepertinya kemarin baru saja diterima. Apa kau masih tidak mendengarku Kurapika? Kau terus melamun sejak keluar dari perpustakan itu!?" Neon menaikkan nada suaranya. "Aku dengar kok! Maksudku tadi, apa yang tidak terasa?" Kurapika tersenyum Jahil. "Oh, Maaf" Ucap Neon dengan sedikit garis merah dipipinya. 'Kau terlalu mudah ditipu Neon' Pikir Kurapika.

Kedua gadis itu sekarang sedang duduk ditaman sekolah sambil memakan makanan mereka, Ya.. Mereka sedang menikmati jam Istirahat. "Ehm.. Neon?" Kurapika berdehem. "Ada apa?" Neon berhenti mengunyah makanannya. "Hm, Apa Kau kenal Syeraen Rideric?" tanya Kurapika ragu. "Ya, dia anak kelas XA yang sangat pintar. Ia sangat dibangga banggakan oleh hampir semua guru" Jelas Neon. "Hampir semua guru?" tanya Kurapika. "Ya, Hampir. Kecuali Bu Menchi wali kelas kita. Hm, Dia juga diangkat menjadi Ketua Osis saat baru Tiga Bulan bersekolah disini. Benar benar hebat" Lanjut Neon. "Ketua Osis!?" Kurapika menelan Ludahnya dan bergidik Ngeri. "K-Kurapika? Kau kenapa?" Tanya Neon khawatir sambil mengibas ngibaskan tangannya didepan wajah Kurapika. "Ah, aku tidak apa apa" Jawab Kurapika lalu melanjutkan memakan makanannya.

Bel kembali berdering. Menandakan kalau jam istirahat sudah usai Kurapika dan Neon berjalan menuju kelasnya. Diperjalanan Kurapika sempat bertanya sesuatu. "Hm, Neon. Kenapa kau tidak mengajak Shizuku saja?" Kurapika menaikan satu alisnya. "Haa, kalau aku bersama dia. Dia akan bersama Shalnark. Dan kalau mereka berdua sudah bertemu.. aku akan diacuhkan. Ya, kau taulah. Mendengarkan mereka mengobrol, melihat mereka bercanda, sedangkan aku? Berdiri sendiri dibelakang dua orang yang sedang pacaran. Huh," Neon mengembungkan pipinya setelah menyelesaikan kalimatnya.

Sesampainya dikelas mereka berjalan menuju kursi masing masing. Neon disebelah Shizuku dan Kurapika disebelah Kuroro. Sebenarnya, Kurapika sangat kesal duduk disebelah Kuroro. Kuroro selalu menjahilinya, bukan menjahili seperti menghilangkan pensil, mencoret coret buku tulisnya, dan sebagainya. Tapi menjahilinya dengan mendorongnya untuk menjawab soal kimia dan Fisika dipapan tulis. Saat Kurapika hendak duduk dikursinya. Kuroro dengan sengaja menggeser posisinya ke kursi milik Kurapika.

"Kuroro, Aku mau duduk. Bergeserlah ke kursimu"

"Ah, aku sedang berbicara dengannya" Kuroro berkata datar dan menunjuk salah satu gadis. Sedangkan gadis yang ditunjuk langsung heboh sendiri.

"Bergeser atau..-"

Kuroro membetulkan Blazer-nya "Atau apa? Menamparku? Apa iya, ada gadis yang mau mena..-"

PLAK!
Sebuah tamparan mendarat dipipi kanan Kuroro.

"Ada! Akulah Gadis itu!" jawab Kurapika tegas.

Semua suara dikelas itu menghilang. Semuanya diam terpaku melihat kejadian tadi. Ya, baru kali ini ada gadis yang menampar Kuroro. Lalu Kuroro berggeser ke kursinya tanpa satu kata pun. Saat suasana dikelas kembali normal, Kurapika berbisik pada Kurroro.

"Jadi, Kau mau melakukannya lagi Lucifer?"

"Tidak. Hm, kau tau? Tadi itu sakit" Kuroro membalas Bisikan Kurapika.

"Hn, Aku tau" jawab Kurapika dingin.

Kuroro bertanya pada dirinya 'Tidak ada permintaan maaf atau apapun?' Kuroro mengusap Pipinya pelan "Lalu, Apa Tidak mau minta maaf?"

"Untuk apa? Itu salahmu kan'?" Kurapika Menjawab santai.

'Terbuat dari apa hati gadis ini?' Kuroro bingung dengan gadis didepannya ini. "Setidaknya untuk rasa sakitnya?"

"Baik. Aku minta maaf" Ucap Kurapika Ketus.

"Meminta maaflah dengan benar. Baru aku maafkan" Jawab Kuroro datar.

"Huh, banyak maunya" lalu Kurapika menghela nafas dan mulai berbicara lagi "Kuroro, aku minta maaf karena telah Menamparmu tadi didepan gadis yang sedang berbicara denganmu. Aku mohon maafkan aku" Kurapika berbicara dengan nada kecewa dan wajah memelas yang sangat ia paksakan.

'Itu baru gadis manis' Kuroro Menyeringai penuh Kemenangan. "Hm, Baiklah aku maafkan" dengan wajah datar.

"Terimakasih Kuroro aku sangat senang" Ucap Kurapika dengan wajah bahagia dan mata berbinar binar. Tentunya dengan lebih sangat sangat ia Paksakan.

Kurapika menghela nafasnya (Lagi) sudah 15 menit setelah kejadian tadi gurunya belum datang juga. Akhirnya Ketua kelasnya Machi, pergi ke ruang guru untuk memanggil gurunya. Beberapa menit kemudian Machi kembali dengan sebuah berita. "Perhatian semuanya! Setelah aku pergi ke ruang guru. Ternyata Pak Leorio Tidak Masuk hari ini. Kalian bebas asal tidak terlalu berisik, dan tidak keluar kelas apalagi pergi ke kantin" Machi Menjelaskan berita itu kepada teman temannya. Semua bersorak kecuali Kuroro, Kurapika, dan Machi. Machi kembali duduk di Kursinya hngga menyadari sesuatu. Dan kembali berdiri "Kemarin siapa yang mendapat Tugas untuk mengabsen?" Tanya Machi dengan Suara Lantang. "Aku! Dan dia" jawab seseorang bernama Jean sambil menunjuk temannya yang bernama Jimy. "Hm, Kalau begitu hari ini Nomor Absen 12 dan 13. Kurapika Kuruta dan Kuroro Lucifer Kalian Bertugas Absen keliling hari ini! Cepatlah ini sudah siang" Machi kemudian memberikan papan dengan kertas absen menempel ditengahnya lalu menyuruh mereka cepat cepat mengabsen keliling.

"Kesialan apalagi yang aku dapat hari ini?" Kurapika berkata Pasrah. "Apa yang kau katakan?" tanya Kuroro. "Tidak ada." Jawab Kurapika singkat. Kuroro Menatapnya Tajam. Kurapika mulai risih dengan tatapan Kuroro "Hm, Ayo cepat ke kelas XA!" Kurapika berlari menuju kelas XA disusul ole Kuroro.

Sesampainya didepan kelas XA Kurapika berhenti dan menunggu Kuroro. Kuroro dari jauh hanya menatapnya heran dan menghampirinya. "Kenapa tidak masuk?" tanya Kuroro datar. "Kau duluan saja" Kurapika Mempersilahkan Kuroro masuk. "Hei, kenapa harus aku?" Tanya Kuroro. "Hm, Aku.. aku sedikit gugup" Kurapika Berbohong. "Benarkah? Tidak biasanya kau seperti ini. Yasudah, aku yang mengetuk pintunya dan kita masuk bersama. Bagaimana?" Kuroro memandang Pintu kelas XA yang tertutup Rapat. "Hm, Baiklah" Kurapika Menjawab ragu.

~ Flashback ~

Pagi itu Kurapika menjalani aktivitasnya seperti biasa. Ia berangkat sekolah dan belajar dikelasnya. Hingga saat bel istirahat berbunyi dan Kurapika memutuskan untuk Meminjam sebuah buku dari perpustakaan lama.

"Neon, aku ke perpustakaan lama ya. Kau kekantin duluan saja" Teriak Kurapika di ambang pintu kelasnya.

"Ah, iya. Nanti aku akan menunggumu didepan perpustakaan" Jawab Neon.

Diperpustakaan lama disekolahnya. Kurapika memilih milih buku yang ingin dipinjamnya. Ternyata buku sejarah disini lebih lengkap dari perpustakaan baru yang biasa ia kunjungi selama ini. Dan kegembiraannya dengan buku bukunya itu tidak bertahan lama. Saat ia menuju penjaga perpustakaan untuk menstampel buku yang dipinjamnya ia terkejut dengan Penjaga itu. Ya, penjaga itu adalah Syeraen Rideric. Ketua osis disekolahnya dulu. Syeraen menatap Kurapika Tajam dengan Mata Orangenya lalu menyeringai, sebuah seringai jahat.

"Hai, Kurapika. Lama tidak bertemu" Ucap Syeraen.

"Y-Ya. Aku hanya ingin meminjam Buku ini" Kurapika menaruh bukunya dimeja Syeraen.

"Hm, sebelumnya aku ingin bertanya. Apa benar kau sekelas dengan Kuroro Lucifer?" Tanya Syeraen dengan Seringainya.

"Iya, K-Kenapa?" Kurapika berkata degan gugup

"Jauhi dia, Dia miliku! Atau kau akan menerima Akibatnya!" Ucap Syeraen dengan sedikit nada membentak lalu menstample Buku yang hendak dipinjam Kurapika dengan kasar.

"I-Iya" Jawabnya Lalu meninggalkan Perpustakaan itu tanpa membawa Bukunya karena terlalu takut.

Diluar Neon sudah menunggunya dengan membawa dua Box Onigiri dan sushi Udang. Kurapika keluar dari Perpustakaan dengan wajah khawatir. "Hei, ada apa denganmu? Dan mana bukumu?" Tanya Neon. "Tidak. Aku tidak jadi meminjamnya. Ayo kita pergi" Kurapika Menarik tangan Neon dan Berlari menjauh dari tempat itu.

"Kurapika, Sebenarnya ada apa?" Tanya Neon (lagi) ditaman sekolah.

"Tidak ada, ayo kita makan" Kurapika mengalihkan pembicaraan.

~ End Flashback ~

Kuroro mengetuk pintu itu tersebut dan ada suara yang bertanya kepada Kuroro "Siapa?" Tanya Suara itu yang sepertinya adalah guru dikelas XA. "Absen" Jawab Kuroro. "Ya, masuk" Kuroro membuka Pintu Dan hendak berjalan menuju papan Absen di belakang kelas. Namun, ketika ia melirik Kurapika. Gadis itu masih berdiri didepan Pintu dengan tangan Gemetar. "Hei, cepat masuk" Ucap Kuroro. "Kuroro, aku disini sa..-" belum selesai Kurapika menyelesaikan kalimatnya, Kuroro sudah menarik lengannya dan membawanya masuk kekelas XA. Beberapa siswi terlihat tersenyum kepada Kuroro dan ada yang memberinya Surat. Tapi tidak seheboh kelas kelas lain. Ya, kelas XA adalah kelas untuk para keluarga terpandang dan Sangat Pintar yang harus menjaga Tata krama, Sikap, dan lain lainnya. Bagi Kurapika, sekarang bukanlah waktunya memikirkan para Bangsawan Jenius ini. Tapi bagaimana cara untuk menghindari Syeraen.

Perjalanan menuju belakang kelas terasa sangat lama bagi Kurapika yang sedang Berpegangan tangan dengan Kuroro (Karena Kuroro ingin menariknya masuk). Sesampainya dibelakang kelas Kurapika melemparkan pandangan ke seluruh kelas. Semuanya sudah tidak memedulikan mereka lagi kecuali satu Gadis dengan rambut panjang wavy berwarna Hijau tua dan sorot mata orangenya di kursi pojok deretan paling depan Ya, Syeraen. Makhluk mengerikan itu memperhatikan Kurapika dan Kuroro yang masih Bergandengan tangan. Ia bahkan menggambar adegan adegan bullying seperti menyiramnya dengan air kotor dan memotong rambutnya tanpa style apapun dan bahkan ada gambar dimana seorang gadis berambut sebahu duduk tersekap dipojok ruangan dengan seorang gadis berambut wavy hendak melukainya, tidak, Hendak membunuhnya dengan pisau yang dipegangnya. Kurapika Semakin ketakutan, ia hanya berfokus pada Syeraen tidak yang lain. Syeraen terus menatap tajam Kurapika dan Kuroro yang masih erat berpegangan tangan sampai selesai mengabsen dan keluar kelas XA tanpa mereka sadari.

Diluar kelas XA Kuroro menyadari genggamannya dengan Kurapika belum terlepas. Kuroro menggerakan pergelangan tangannya perlahan untuk melepas genggaman Kurapika. Namun, sepertinya Kurapika tidak mengizinkannya. Kurapika malah mempererat genggamannya. Pandangan matanya Kosong dan tubuh mungilnya sedikit bergetar.

Kuroro sedikit terkejut dengan gadis yang setengah tahun ini duduk disebelahnya. Tidak biasanya ia begini, apa yang terjadi padanya. Akhirnya Kuroro memutuskan untuk bertanya "Ehm, Kurapika. Ada apa denganmu?" tanyanya dengan nada favoritnya yaitu nada datar. "Tidak Mungkin.." desah Kurapika sangat pelan tanpa menoleh. "Apa maksudmu?" Tanya Kuroro dengan nada yang sedikit berbeda. "Tidak Mungkin.. Tidak Mungkin.. Tidak Mungkin.." Kurapika terus mengatakan kalimat itu dengan sangat pelan dengan tubuh yang semakin bergetar. "Ada apa?" Tanya Kuroro (Lagi). "Aku.. Takut.." Jawab Kurapika Lirih. Kuroro terhenyak. Baru kali ini gadis itu mengatakan kata 'Takut' didepan dirinya. Kuroro tau, pasti masalah yang sedang dihadapi Kurapika adalah masalah besar. Entah apa yang mendorongnya, Ia berusaha menenangkan Kurapika dengan memeluknya ringan. "Tenanglah, Kau tidak sendiri" Kuroro berbisik pada Kurapika dengan nada yang lebih lembut. Kurapika tidak merespon pelukan Kuroro. Sepertinya ia sedang sangat ketakutan. Sangat. Kuroro mengajaknya untuk duduk sebentar di Kursi didepan Kelas XB untuk menenangkan Kurapika.

"Tidak usah Khawatir" ucap Kuroro masih dengan nada berbisik. Sedangkan Kurapika tidak merespon sama sekali. "Hm, Kurapika. Boleh Pinjam Ponselmu" Pinta Kuroro. Kurapika kemudian memberikan Ponselnya "Ini". Kuroro mengetik beberapa Nomor diponsel Kurapika dan mengembalikannya lagi "Itu Nomorku. Kalau kau mau, Kau bisa menyimpannya. Kalau sesuatu terjadi padamu, hubungi saja aku" Kuroro mengelus pelan Puncak Kepala Kurapika.

"Jadi, kau masih akan mengabsen, atau tinggal di..-"

"Aku Ikut!" Kurapika tersenyum. Ia sudah menghapus sedikit rasa Kekhawatiranya.

"Hm, Baiklah ayo" Ajak Kuroro mengulurkan tangannya pada Kurapika.

"Ayo!" Ucap Kurapika Bersemangat menyambut uluran tangan Kuroro.

'Aku tau, kau itu gadis yang kuat. Walau masalah berada dihadapanmu, kau akan selalu bisa tersenyum' Pikir Kuroro.

.

.

- Are You my Prince? -

Setiap kelas sudah selesai mereka absen. Kini mereka sudah berada didepan kelasnya. Kurapika sudah masuk kedalam kelasnya sedangkan Kuroro masih berada di samping pintu kelas. 'Apa yang aku lakukan tadi? Aku memeluknya. Seorang gadis Mengesalkan itu?' Batin Kuroro. 'Tunggu, apa dia menyadarinya? Pandangan matanya benar benar kosong' beberapa detik kemudian Kuroro tersenyum. 'Hm, Kurasa aku mulai tertarik padanya'.

Dikelas Kurapika sudah duduk manis dikursinya. Neon menghampirinya dan duduk dikursi Kuroro. "Bagaimana kabarmu?" Tanya Neon. "Baik" jawab Kurapika sambil tersenyum. "Hm, Kurasa temanku ini sedang bahagia" Goda Neon. "Apa yang kau bicarakan?" Tanya Kurapika Heran. "Ah, jangan menyembunyikannya. Aku melihat Kuroro memelukmu saat aku ingin mengambil pulpenku yang jatuh terguling sampai keluar kelas" ucap Neon dengan nada yang dibuat buat. "Hahaha.. lucu sekali. Kapan dia memeluku?" tanya Kurapika mulai serius. "Apa kau tidak menyadarinya?" Neon balik bertanya. "Tidak" Jawab Kurapika singkat. "Dia memelukmu saat kalian keluar dari kelas XA! Memang aku melihatmu sedang melamun tadi. Tapi apa kau benar benar tidak menyadarinya?" Neon menaikan Nada bicaranya. "Sst.. jangan terlalu keras. Nanti dia mendengarnya" Kurapika menunjuk Kuroro yang berada beberapa meter dari pintu masuk. "Haha.. Maaf" Neon menggaruk Kepalanya yang tidak gatal. Kuroro sudah dekat, ia meminta Neon untuk pergi dari Kursinya "Kau, gadis rambut biru, siapa namamu?" tanya Kuroro datar. "Namanya Neon" Kurapika yang menjawab pertanyaan Kuroro dengan nada kesal. "Oh, Neon. Bisakah kau pergi? Aku ingin duduk. Aku lelah" Kuroro menyuruh Neon pergi dengan Wajah tanpa ekspresinya. "Tapi aku sedang bicara dengan Kurapika. Kumohon sebentar lagi" pinta Neon dan Kuroro tidak mengizinkannya dengan mengisyaratkan pandangan matanya. "Baik, Tuan Lucifer. Kami akan pergi. Ayo Neon kita pergi dari kerajaan 'Tuan Lucifer' Kurapika menekankan beberapa kata didalam kalimatnya dan menarik tangan Neon. Lalu keduanya pun pergi meninggalkan Kuroro. Kurapika menghampiri meja salah satu teman mereka yang teman sebelahnya tidak masuk. "Ryslica, boleh kau pindah sebentar ke kursiku? Aku ingin bicara sebentar dengan Neon" Kurapika berbicara pada gadis itu. "Oh, Boleh. Dimana Kursimu? Aku lupa. Maaf" jawab gadis dengan rambut dikuncir dua tersebut dengan ramah. "Dipojok belakang. Tepat disebelah Kuroro" Kata Kurapika dengan wajah Innocent-nya. "Kuroro?" tanya Gadis itu tidak percaya. Kurapika tersenyum licik, "Ya, Kursiku disebelah Kuroro. Kau mau kan'?" Tanya Kurapika dengan wajah memelas yang dibuat buat. "Tentu, Tentu saja. Silahkan menempati tempatku" Gadis itu berjalan Riang ke kursi Kurapika. Sedangkan Kuroro dikursinya hanya memasang wajah datar nya 'Aku hanya menyuruh si rambut biru itu pergi. Tidak denganmu, Kurapika!' Walaupun wajahnya datar dan mulutnya diam. Dalam hatinya dia merasa Kecewa.

"Em, H-Hai Kuroro" sapa Rislica gugup. "Kenapa kau kesini?" Ucap Kuroro datar. "Eh!? Kurapika menyuruhku" jawab Rislica. "Gadis itu selalu membuatku kesal" gumam Kuroro. "Siapa yang membuatmu Kesal?" Tanya Rislica. "Tidak ada" jawab Kuroro Singkat 'Iya, Kurapika. Kau gadis yang selalu membuatku kesal. Kau yang bisa membuatku ingin tertawa lepas, Kau yang membuatku menggenggam tangan milikmu itu, Kau yang membuatku ingin menolongmu dan kau yang membuatku bahkan memelukmu beberapa menit yang lalu. Kau satu satunya perempuan yang aku pikirkan selain adik dan ibuku' Batin Kuroro. Sepertinya Kuroro Benar benar tertarik pada Kurapika. Kuroro memperhatikan Kurapika dan Neon yang sedang membicarakan sesuatu. Mereka berjarak 2 bangku didepan Kursi Kuroro sehingga Kuroro kesulitan untuk mendengar apa yang mereka bicarakan.

"Kau tau Neon. Dia sangat menyebalkan! Dia memanggilku 'Gadis Aneh' dan baru menanyakan namaku setelah satu minggu kami duduk bersebelahan. Aku bahkan bertanya tanya apa yang membuatku bertahan selama setengah tahun duduk disampingnya!? Dan tadi dia Memelukku? Sungguh, aku tidak percaya pada semua kenyataan ini!" Kurapika menepuk dahinya sendiri.

"Sudahlah Kurapika, jika gadis lain berada diposisimu dia akan sangat bahagia dan tidak mengeluh seperti dirimu saat ini" Neon Merapihkan kerah Blazer-nya.

"Tapi aku tidak seperti gadis lain yang tergila gila pada Kuroro. Aku tidak mau disamakan dengan mereka!" Kurapika Mencoba mengendalikan Emosinya.

"Iya aku mengerti. Tapi kan' dia baru memelukmu. Bagaimana jika dia menciummu? Apa reaksimu jika dia melakukan itu?" Goda Neon.

"Entahlah, memikirkannya saja aku tidak sanggup"

"Memikirkan apa?" Tanya Neon Penasaran.

"Jika Kuroro Menciumku" jawab Kurapika lalu menyenderkan dirinya ke dinding kelas dibelakangnya.

"Em, Kau tau Kurapika. Dari kabar yang Aku dengar, Kuroro belum pernah mencium siapapun" Neon Tampak bersemangat.

"Lalu, apa peduliku? Bermimpi mendapat Ciuman pertamanya? Huh" Kurapika memutar Kedua bola matanya Karena kesal.

Selama beberapa saat Suasana hening, hingga akhirnya mereka berdua tertawa bersama sampai bel Pulang berbunyi.


To Be Continue

Ya, di Chapter ini Author gak mau ngoceh banyak banyak kayak chapter chapter sebelumnya. Author hanya ingin mengucapkan Mohon maaf kalau ada kesalahan dan dua kata yang selalu Author ucapkan pada setiap Chapter di Fic Fic lainnya yaitu

! ! !

Satu lagi : kalau ada Review, pasti akan Aku lanjut Update ^_^"

Balasan Revieeeeww!

Guest : Hohohoho... Namaku disini Kumoru-Chan^^ dan menurutku boleh boleh aja gak pake aku kamu. secara kamu udah sangat sangat melekat dengan "lo-gue". tentang pelajaran SBK, habis aku bosen dama gurunya yang kadang marah marah, tapi sedetik kemudian langsung muji muji gak jelas gitu *Dibuang guru SBK*hehe.. Oh iya lin, ini fanfiction bukan sosmed buat update status dan cari cari gosip jadi jangan menyampaikan yang tidak tidak disini *Bungkuk bungkuk hormat* Ini sudah Update^^

xXMokuMokoXx : Namaku Kumoru-Chan bukan Mita-Kun! Tolong jangan samakan aku yang disini dan disekolah. secara aku disekolah rada gendeng huehehehe (Emang disini enggak?) hahaha.. maaf, tentang korupsinya yaa.. ini aku Update^^