PAIR : YUNJAE gs dll sebagai pendukung

WARNING : cerita ini dari NOVEL berjudul

Fairish

Esti Kinasih

ini asli kopy paste dan replace untuk nama tokoh (yang berubah nama pemeran) ,,, …. Entah ada nya perubahan tidak nya tergantung Mood ….. toh saya tidak bias mengarang … jd sepertinya tidak ada perubahan ..

YANG TIDAK SUKA TAK USAH BACA

YANG MAU BACA SILAKAN


Betapa kagetnya Jaejoong begitu tiba di sekolah, karena dia pikir dia bakalan jadi orang pertama yang menginjakan kakinya di sekolahan. Tapi ternyata, boro-boro!

SMU Shinki, sekolahnya Jaejoong ini, emang masih sepi, tapi begitu sampai di kelas... udah lengkap, bo!

Jaejoong kontan bengong. Gila, ih! Cowok-cowoknya sih sebiji belum ada. Tapi cewek-ceweknya, asli udah komplet!

Dan yang paling membuatnya keki, bangkunya ternyata keburu disambar orang.

Junsu telah bertengger manis di sana. Terpaksa Jaejoong ngungsi. Sementara duduk di mana saja, dan agak jauh pula, karena semua bangku di sekitar mejanya sudah berpenghuni.

Jaejoong makin bengong begitu sadar pagi ini telah terjadi banyak perubahan. Kalau dia responnya cuma bahagia dan berbunga-bunga sampai terbawa mimpi, reaksi teman-temannya lebih dahsyat lagi.

Ada yang rambutnya tiba-tiba jadi keriting. Ada yang kemarin-kemarin keriting, pagi ini mendadak jadi lurus.

Sunny, yang rambutnya ikal, pagi ini sih tetap ikal. Cuma basah. Dan sampai bel pulang, itu rambut nggak kering-kering juga. Ih!

Seohyun jadi serba biru. Dari sepatu, kaus kaki, ikat pinggang, tali jam, bros, anting, sampai bando.

Yuri yang perasaan tingginya cuma beda lima senti dengan Jaejoong, pagi ini jadi menjulang. Selidik punya selidik, ternyata sepatunya ada haknya euy!

Avi, yang punya mata indah, pagi ini melepas kacamatanya dan pakai lensa kontak. Sudah pasti supaya mata indahnya kelihatan jelas.

Tapi yang paling membuat Jaejoong kaget, Junsu dan Tifany pakai eyeshadow!

Meskipun tipis, tetap aja kelihatan. Supaya tidak ketahuan guru, waktu jam pelajaran mereka menutupinya dengan poni.

Dan pagi ini kelasnya jadi semerbak dengan segala macam wangi-wangian.

Cowok-cowok yang datang kemudian, masuk kelas dengan ekspresi bingung.

"Duileee, wangi-wangi amat sih?" kata Donghae sambil menatap berkeliling lalu mengendus-endus. Sementara Kay menatap muka Junsu sampai nyureng.

"Mata lo kenapa? Kok ada kelap-kelipnya?"

"Nggak usah rese deh!" jawab Junsu ketus.

So, alhasil, cuma Jaejoong seorang yang pagi ini tanpa perubahan apa-apa. Tetap mungil, tanpa hiasan apa pun, baik di kepala-pundak-lutut-kaki. Tetap cuma pakai bedak di muka. Tetap cuma bau wangi cologne yang biasa dipakai bayi!

...

Besoknya Jaejoong tidak mau lagi datang pagi-pagi. Soalnya kata Mang Shindong, penjaga sekolah, sejak pagi-pagi amat kelasnya sudah penuh. Jadi kesimpulannya, kalau mau datang paling dulu, ya jangan pulang. Alias tidur di sekolah sekalian!

Tapi Jaejoong sempat bengong juga begitu datang sesuai jadwalnya yang biasa, tujuh kurang lima belas. Kelasnya penuh sama cewek yang bertebaran di sana-sini.

"Ekskyusmi! Ekskyusmi!" teriaknya keras sambil mencoba menerobos masuk.

Begitu sampai di mejanya, Jaejoong lebih tercengang lagi. Junsu dan Tifany duduk dempet-dempetan di bangkunya! Seperti gak ada tempat lain aja. Di bangkunya Yunho, Ahra duduk desak-desakan berdua dengan Kristal, anak Bahasa yang kelasnya ada di ujung seberang. Di bangku Kay dan Sunny, dua orang yang duduk di belakang Jaejoong, juga penuh. Bangku Leo sama Hongnin, yang duduk di depannya, begitu juga.

Pokoknya just like yesterday. Semua bangku di sekitar bangku Jaejoong dan Yunho penuh cewek. Membuat para owner yang datang belakangan jadi dongkol dan akhirnya, sama seperti Jaejoong, terpaksa ikhlas ngungsi sampai bel berbunyi karena kebanyakan cewek-cewek itu susah banget diusirnya.

Besoknya, Jaejoong baru nongol setelah nyaris bel. Percuma saja dia datang pagi-pagi, soalnya paling cuma bisa titip tas. Karena siapa pun yang duduk di bangkunya, tidak bakalan mau berdiri dan enyah dari situ kalau bel belum berbunyi.

Selain itu, buat apa dia sampai harus seperti mereka? Toh dia akan duduk di sebelah Yunho, dalam jarak yang paling dekat, dari jam tujuh pagi sampai jam dua siang. Tujuh jam! Dan selama-lawa waktu itu, kecuali jam istirahat pastinya, tidak akan ada yang berani merebut bangkunya. Jadi biar saja cewek-cewek itu berebut sisa!

Selain itu lagi, setelah dua hari duduk bersebelahan dengan Yunho, Jaejoong mulai mencium ada sesuatu yang ganjil pada cowok itu. Dia cuek banget sama cewek.

Terlalu cuek. Sadis malah!

Itu langsung terara di hari pertama Yunho duduk di sebelahnya. Dari jam tujuh pagi sampai jam dua siang, cowok itu cuma ngajak ngomong satu kali. Cuma satu kali!

Itu juga cuma tanya nama.

"Nama lo?"

Jawaban Jaejoong juga jadi agak-agak gimana gitu. Soalnya Yunho nanyanya mirip polisi menginterogasi perampok sih. Menatapnya tajam dan tanpa senyum.

"Jaejoong. Kim Jaejoong."

"Udah? Cuma itu?" Sepasang alis Yunho bertaut.

"Iya. Kenapa? Kalo mau nambahin, nggak apa-apa kok. Asal jangan minta di cantumin di akte aja."

Baru bibir Yunho mengembangkan senyum. Tipis, dan cuma sesaat.

"Nggak. Kim Jaejoong. Singkat tapi bagus. Nama lo bagus."

Cuma itu! Hari kedua dan hari ketiga malah... blas! Jaejoong dianggap tidak kasatmata! Hari keempat, lagi-lagi cuma satu kalimat selama tujuh jam. Itu juga dalam rangka pinjam pensil. Dan si Yunho itu, kece-kece begitu, ternyata kalau pinjam properti orang suka lupa ngembaliin. Sementara Jaejoong-nya juga ngeri mau minta.

Tapi cueknya Yunho itu ternyata malah melambungkan namanya. Di mana-mana sesuatu yang misterius itu memang lebih membangkitkan rasa ingin tahu.

Jaejoong sendiri bukannya tidak mau mengakrabkan diri. Tapi dari pengamatannya, Yunho itu kalau diajak ngobrol atau ditanya, jawabannya cuma "nggak", "iya",

"masa?", atau "nggak tau". Malah sering banget dia belaga budek. Kalau ada yang nekat bertanya, tanpa memedulikan sikap penolakannya yang terang-terangan, dengan sadis Yunho menatap sang penanya, diikuti kalimat bernada dingin.

"Bisa nggak sih, lo nggak ganggu gue?!"

Atau kalau dia sudah kelewat jengkel, si penanya itu cuma ditatapnya tajam-tajam tanpa ngomong sedikit pun.

Mengerikan banget, kan?

Makanya Jaejoong malas mau coba-coba ngajak ngobrol. Takut kena libas mata dinginnya Yunho. Baru jadi penonton aja dia suka nelangsa, apalagi kalau ikut kebagian juga. Bisa berantakan hati dan harga dirinya.

Jaejoong melirik cowok di sebelahnya diam-diam. Mencibir dalam hati. Dia kira siapa dia? Jaim banget gitu. U-know DBSK?

...


eheeeeemmmm untuk sementara ga bisa panjang sambil nungu selesai di edit . ..

ada yga bisa bantu buat diskripsiin jaejoong ga ? ciri ciri jaejoong gitu

terimakasih