Chapter 2
"kajja, kita kembali ke kelas!" ajak Donghae kemudian.
"hm.." setuju Kyuhyun.
Sebelum Kyuhyun sempat berbalik, dia melihat ada lembaran kertas yang jatuh tepat di depan sepatunya. Kyuhyun membungkuk untuk mengambilnya lalu membaca sekilas. Bibir seorang Cho Kyuhyun untuk kedua kalinya kembali terangkat membentuk senyum samar ketika membacanya.
"Kyu, ppalli..!" panggil Siwon. Kyuhyun segera melipat kertas itu, memasukkan ke kantung blazernya dan menyusul Siwon serta Donghae.
..
Title : I Like You More Than Everything
Author : Itou Ayako
Cast : Kyumin, member SuJu de-el-el, SNSD de-el-el and another cast
Genre : romance, hurt
Rate : T (mungkin)
Desclaimer : ini ep-ep(?) murni milik Ayako. So, plagiat…. Hush!
Warning : typo(s) bangkit dari segala sudut (tapi kali ini Ayako cek-in terus biar ntu Typo gak bangkit lagi). Mau copas? Izin dulu, ne? Umur member SuJu, SNSD dan cast lainnya berceceran.. Ayako sedikit ubah umur mereka, ne? Ini ff pertama Ayako. Gomen kalau jelek, Ayako gak banyak ngerti tentang ff. Tasuketekudasai. *bow* review please… ._. V
Chapter 3, GO!
"Ommo! Aiish, ternyata kau lagi Sungmin-ah… kau tahu tidak? Sudah 2 kali dalam seminggu ini kau datang tiba-tiba dan kita nyaris saja tabrakan" ucap Kibum saat bertabrakkan (lagi) dengan Sungmin. Sungmin tak menjawab dan langsung masuk ke kelas, membereskan bukunya dengan terburu-buru.
"Hah? Sudah 2 kali dalam seminggu? Wah, jika kalian nyaris bertabrakkan sekali lagi, akan kuhadiahkan 1 gelas cantik karya designer hebat ini" gurau Eunhyuk, Kibum mendelik mendengarnya.
"Jigeum mwohago isseyo, Sungmin-ssi?" tanya Jungmo yang diiringi tatapan bertanya juga dari Eunhyuk dan Kibum.
"Ah, ne… kau tidak ke auditorium, Minnie? Tadi ada pengumuman kalau seluruh murid di haruskan berkumpul di auditorium. Tapi, aku tidak begitu mendengar jelas sih pengumumannya" ujar Eunhyuk.
"Kalau yang kudengar, murid-murid dikumpulkan untuk menonton pertunjukkan yang seru. Geulsseo, aku tidak begitu mendengarkan" tanggap Jungmo. Sungmin tetap tak merespon. Setelah itu, dia menyandang tasnya dan bergegas keluar.
"Ya! Sungmin-ah, eodiga?" panggil Kibum.
"Nanti kujelaskan" jawab Sungmin tanpa menghentikan langkah kakinya.
"Dia kenapa sih?" tanya Eunhyuk ke Kibum. Kibum mengangkat bahu menjawabnya.
"Sudahlah. Kajja kita ke Auditorium" ajak Jungmo.
Saat mereka berbalik…
"OMMO!" jerit Eunhyuk dan Kibum bersamaan melihat Sonyeoui Gu Sedae tiba-tiba datang terengah-engah tepat didepan mereka.
"Neo, hhh apa kalian… melihat Sungmin?" tanya Yuri.
"Ng… ng.."
"Dia lari kearah sana" tunjuk Eunhyuk kearah lurus, memotong ucapan Kibum yang kebingungan.
"Hyukkie-ya! Apa yang kau lakukan?" tanya Kibum tak percaya. Eunhyuk menoleh, dan menatap Kibum seolah mengatakan 'kau diam saja!'.
"Kajja!" perintah Yoona pada teman-temannya. Mereka berlari kearah yang ditunjuk Eunhyuk.
"Hyuk-ah, aku tidak percaya. Kau benar-benar-"
"Pemberani!" seru Kibum memotong ucapan Jungmo tepat ketika Sonyeoni Gu Sedae pergi.
"Kau tak takut jika ketahuan berbohong?" tanya Jungmo.
"Untuk apa takut jika untuk teman sendiri" jawab Eunhyuk.
"Bwayo! Sepertinya teman-teman sudah kembali dari auditorium. Berarti kita ketinggalan?"
"Sudahlah Bummie … lagipula aku juga malas kesana"
..
Keesokan harinya …
Sungmin masuk ke kelasnya dengan langkah gontai. Tepat ketika Sungmin masuk kelas, teman-teman semua menatapnya dari depan pintu kelas hingga ia duduk dibangku paling belakang sebelah kiri. Sungmin sudah tidak asing dengan suasana ini. Bahkan sebenarnya dari dia menginjakkan kaki di gerbang sekolah, dia sudah ditatap seperti itu. Jujur, itu membuatnya 'sedikit' risih.
Eunhyuk yang tahu bahwa Sungmin sudah sampai disekolah, bergegas kekelas 2-B dan menghampiri meja Sungmin.
"Gwaenchana? Kau keliatan murung sekali… ah, ne! Kibum sedang sakit. Jadi kalau ada sesuatu, ke kelas 2-D, kelasku dan Jungmo oppa saja! Hm… aku bingung. Kenapa teman-teman menatapmu seperti itu ya? Apa kau tahu alasannya? Dan omong-omong, di auditorium ada pertunjukan apa sih? Kemarin aku, Kibum, dan juga Jungmo oppa tidak sempat kesana, hehe.. " cerocos Eunhyuk tanpa henti.
"Hyukkie-ya .. jujur, aku bingung harus menjawab dari mana. Tapi sebelum itu, lebih baik kau duduk dibangku sebelahku yang kosong ini" Sungmin menepuk bangku disebelahnya yang kosong.
"Ah, maja! Aku juga sebenarnya sedikit lelah berdiri disini" ujar Eunhyuk sambil duduk dibangku sebelah Sungmin. Sungmin pun mulai menceritakan kejadian kemarin yang dialami dirinya. Eunhyuk mengangguk-angguk.
"Jadi kesimpulannya, Sonyeoui Gu Sedae Sunbae menjebakmu agar seolah-olah kau terlihat menyatakan cinta pada Kyuhyun? Walau sebenarnya kau tidak menyukainya? Mereka melakukannya agar membuatmu malu, karena siapa pun yang menembak Kyuhyun akan ditolak olehnya,begitu?" Sungmin menggangguk mendengarkan.
"Maja. Geundae, aku masih punya harga diri sebagai yeoja. Mana mungkin seorang yeoja menembak namja? Apa lagi bukan namja yang kusukai. Memalukan!"
"Berarti sekarang kau berada dalam bahaya, Minnie. Tapi tenang saja! Aku, Jungmo oppa dan Bummie akan melindungimu!"
Ckreek..
"Wah, panjang umur pendek nafas. Baru saja diomong, mereka sudah datang" bisik Eunhyuk melihat Sonyeoui Gu Sedae datang dan mendekat ke bangku Sungmin.
"Ya, Lee Sungmin-ssi! Urusan kita belum selesai!" ujarYuri memperingatkan.
"Urusan apa ya? Boleh aku tahu?" tanya Eunhyuk dengan menyelidik.
"Kau siapa? Jangan ikut urusan kami!" bentak Jessica.
"Aku teman dekatnya, jadi urusannya adalah urusanku.. dan lagipula-"
KRIING
"Bel masuk sudah berbunyi" ucap Eunhyuk penuh kemenangan. Eunhyuk memang sudah memperkirakan kapan waktu bel berbunyi.
"Aiish! Kajja, kita pergi..!" ajak Taeyeon.
"Kau harus berhati-hati. Nanti istirahat pertama kita ke kantin bersama, ne?" Eunhyuk mengedipkan sebelah matanya yang dibalas anggukan setuju dari Sungmin.
"Hyukkie-ya, gomawo. Geundae, kau tak perlu melakukan itu! Karena sebenarnya aku tak takut pada mereka. Di sekolah lamaku, aku dikenal preman lho! Jadi kau tak perlu khawatir.."
"Terserah kau sajalah" tanggap Eunhyuk sambil berjalan menuju kelasnya.
"Huh…"
..
Lee Sungmin POV
KRIING
"Baiklah anak-anak, kita akhiri pelajaran kita hari ini. Annyeonghasseo" pamit Jung seosangnim. Aku menutup buku catatanku dan memasukkannnya ke tas.
"Aigoo!" pekikku saat melihat Hyukkie yang tiba-tiba sudah ada di depan mejaku. Kenapa Hyukkie ikut-ikutan jadi hantu seperti Sonyeoui Gu Sedae Sunbae?
"Kau mengagetkanku, Hyukkie-ya! Sejak kapan kau datang?" tanyaku.
"Baru saja. Kajja!" Kamipun langsung menuju kantin dan memilih bangku di posisi tengah. Ah! Aku melupakan sesuatu! Pantas saja aku lemas seperti ini. Ternyata tadi pagi aku lupa meminumnya.
"Hyukkie-ya, aku ke toilet dulu, ne?" Hyukkie yang tadi melihat menu menoleh padaku dan mengangguk. Aku berdiri dari bangku lalu menuju toilet.
"Jangan lama-lama!" teriak Hyukkie mengingatkanku. Aku mengangguk dan mempercepat langkahku menuju ketoilet sekolah yang memang lumayan jauh dari kantin.
Sesampainya disana, aku mengeluarkan sebotol obat dari saku dalam jasku, mengambil 1 pil dan buru-buru meminumnya. Setelah merasa lebih baik, aku memasukkan botol obat itu kembali dan mencuci muka untuk menyegarkan otakku.
"Ternyata kau disini.." aku menghentikan kegiatan mencuci mukaku dan mendongak menatap kaca.
"Sesuai janji kami, kami akan membully-mu hingga kau mati" seseorang itu mengancamku dingin. Aku berbalik menatap mereka. Kalian pasti tahu kan, siapa yang kumaksud 'mereka'?
"Mianhae, aku tidak ada niat mencari ribut di sekolah baru" jawabku sambil berlalu pergi, tapi ditahan oleh Tiffany Sunbae dan Sunny Sunbae.
"Kau pikir kau bisa pergi dari kami?" tanya Yoona Sunbae dingin.
Tiba-tiba, Tiffany Sunbae dan Sunny Sunbae mendorongku hingga punggungku membentur dinding. Setelah itu, Jessica Sunbae dan Seohyun menarik kakiku. Otomatis, aku jatuh terduduk.
"Appo.." rintihku. Hyoyeon Sunbae menjambak rambutku kasar.
"Kau pikir kau cantik?! Kau itu hanya anak baru yang kebetulan menjadi peringkat 4 nilai tes!" teriaknya.
PLAKK
Hyoyeon Sunbae menamparku keras. Pipiku terasa panas dan berdenyut. Aiish, andai mereka tidak bermain keroyokan seperti ini, mungkin mereka akan habis ditanganku. Dasar yeoja! (Ayako : ming, memangnya kau itu yeoja atau namja? Ckckck.. -_- ming : ah, ku lupa.. ._.v )
PLAKK
Kali ini Yuri Sunbae yang menamparku. Aku yakin, kedua pipiku pasti seperti habis dipakai blush on.
BREEK
"Hyo-ya! Apa yang kau lakukan?!" pekik Sooyoung Sunbae saat Hyoyeon Sunbae menarik kedua kerah kemejaku dan membuka paksa hingga kedua kancingku terlepas. Aku memberontak ingin membalasnya, tapi Tiffany Sunbae, Sunny Sunbae, Seohyun dan Jessica Sunbae semakin mengeratkan pegangannya pada kaki dan tanganku.
"Aku hanya ingin melihat wajah tersiksa dan menahan malunya. Aku ingin tahu, apakah dia akan nekat berpenampilan seperti ini saat keluar dari toilet?" Hyoyeon Sunbae menyeringai. Aku menatapnya tajam dan mereka terlihat seperti bergidik melihat tatapanku.
BUGH!
"itu salam selamat datang untuk anak baru sepertimu" ucap Hyoyeon Sunbae setelah memukulku. Aku terbatuk, tenagaku seperti terserap habis dan Hyoyeon Sunbae, Yuri Sunbae dan Yoona Sunbae bersiap memukulku lagi.
Lee Sungmin POV End
TBC
ayoayo abru keluar dari oven, masih anget.. hehe ^^ maaf baru post. netbook Ayako error.. gomawo buat yang udah nunggu.. *bow
