Chapter 3
.
.
Tittle : Super Junior 'No Other'
Author: LyaSiBum
Genre : gaje(banget), friendship, romance (mungkin), YAOI (100%)
Rated: K - T
Cast : Super Junior Official couple
Support Cast: temukan sendiri
OST: Super Junior β No Other
Summary: Dorm Super Junior kembali terjadi perang antara 2 couple terbaik mereka HaeHyuk dan KyuMin. Apa cara yang mereka gunakan untuk menunjukan perasaan cinta mereka ke pasangan masing-masing. /KyuMin, HaeHyuk, ShinNar, YeWook/
DON'T LIKE DON'T READ
DON'T FORGET REVIEW
Tiba saatnya memberi kajutan kepada orang yang kami sayang.
KyuMin
From : EvilKyu
Minnie-ah, bisa kau datang ke kantor sekarang. Kalau tidak kau akan menyesal.!
.
"Apa-apa anak ini, memangnya siapa dia menyuruhku datang tapi tidak ada manis-manisnya." Gerutu sungmin saat membaca sms dari kyuhyun.
"Manager hyung, bisa kau bawa kyuhyun kemarin. Tapi jangan bilang karena ada aku ya hyung." Pinta sungmin dengan semua aegyo dan puppy esey nya dan tepat, manegernya itupun pergi menemui Kyuhyun.
10 menit..
'Manager hyung kemana sih. Manggil Kyuhyun aja lama.' Batin Sungmin sambil beberapa kali mengecek kearah tangga dimana Kyuhyun akan turun. Tak lama.
"Aiss hyung, memangnya ada hal penting apa sih. Aku sedang menunggu bunnyMing ku akan datang sebentar lagi." Oceh sebuah suara yang sangat sungmin kenal dan dia segera menyiapkan posisinya.
"Kau akan menyesal jika tidak menuruti perintahku." Ujar sang manager. "Sekarang cepat turun." Lanjutnya
"Arraso,.. arraso,... Dan kau akan menyesal hyung jika ini tidak penting." Racau Kyuhyun saat menuruni tangga. Tapi racauannya terhenti saat mendengar alunan musik yang sangat dia kenal. Mata Kyuhyun semakin sipit saat mengidentifikasi siapa orang yang sedang bemain piano itu hingga matanya membulat sempurna saat menyadari sosok itu tidak asing lagi untuknya
Kami, bertemu untuk pertama kalinya tahun yang lalu dan kemudian jatuh cinta pada pandangan pertama
Baby, di mana pun aku pergi, kamu berdiri di sisiku seperti bayangan
Sekarang dan kemudian, ada banyak hal yang begitu banyak untuk membuktikan cinta kita
Bahkan ketika aku sakit, bahkan ketika aku jatuh, kamu satu-satunya yang tersisa di sisiku
Baby, baby, baby,baby, baby, kita tidak pernah berakhir
Oh cinta, cinta, cinta, cinta, cinta, aku sangat mencintaimu
#mianliriknnyadiubah
Shawty shawty shawty shawty shawty, orang yang aku pilih adalah itu hanya kamu.
Bahkan untuk air mataku, bahkan untuk senyum kecil ku .. Apakah kau tahu?
Bahwa itu semua datang dari mu
Setelah menyelesaikan sepenggal lagu itu sungmin membuka matanya yang sedari tadi tertutup dan menyatukan kedua tangannya tepat didepan bibirnya yang sedang tersenyum lalu menatap Kyuhyun. Tapi betapa terkejutnya Sungmin saat melihat tidak ada sedikitpun senyum diwajah Kyuhyun.
"Hah, aku seperti orang bodoh ya melakukan ini?" tanya Sungmin sambil menundukan kepalanya.
Dan setelahnya sungmin merasakan tangannya ditarik kyuhyun kesuatu tempat yang tidak dia tau.
"Kyu, aku minta maaf melakukan sudah hal yang bodoh ini. Jangan tarik β
"Diamlah Hyung." Potong Kyuhyun tegas dan membuat sungmin makin menundukkan kepalanya menahan air matanya sambil pasrah dibawa Kyuhyun entah kemana.
Hingga mereka berhenti dan Kyuhyun melepaskan tangan sungmin yang masih setia menunduk.
"Kyu, aku tau kau-
Jangan mengatakan hal-hal seperti kamu menjadi tua karena aku sudah membuat mu terlalu khawatir
Tidak peduli bagaimana aku melihatnya, bagi ku, tidak ada orang di dunia ini yang seindah mu (bahkan tidak mengatakan hal-hal tersebut)
Aku tidak tahu mengapa kamu terus tinggal dengan ku. Dan juga aku minta maaf karena aku tidak cukup untuk mu
Tapi masih mencoba untuk percaya. Aku akan melakukannya dengan baik
(mendengar lantunan lirik itu, sungmin mendongkan kepalanya menatap kedepan dengan mata yang membulat sementara alunan lagu itu terus keluar dari mulut Cho Hyuhyun dengan indah)
*
Baby, baby, baby,baby, baby, mari kita tidak pernah putus
Oh cinta, cinta, cinta, cinta, cinta, aku sangat mencintaimu #mianliriknnyadiubah
Shawty shawty shawty shawty shawty, orang yang saya pilih adalah itu hanya kamu.
Bahkan untuk air mataku, bahkan untuk senyum kecil ku .. Apakah kau tahu?
Bahwa itu semua datang dari mu
Baby, baby, baby, baby, baby...Neul gomapgo saranghanda.
Setelah selesai dengan lagu itu Kyuhyun menatap Sungmin lekat.
"Min, mungkin hati yang kau lihat ini hanya sebagian kecil dari besarnya rasa cintaku padamu. Aku harap kau mengerti hyung. Jhongmal Saranghaeyo nae bunnyMing." Ujar Kyuhyun sambil merentangkan tangannya.
Sungmin yang sedari tadi hanya termenung melihat semua yang kyuhyun buat dihadapannya sambil membiarkan air matanya mengalir segera berlari dan menghamburkan tubuhnya dalam pelukan Kyuhyun.
Grep~
"Mianhae... hiks... mianhae kyu... hiks... mianhae, selama ini aku sudah egois..." ujar sungmin disela tangisnya.
"anio hyung, aku yang seharusnya minta maaf. Maaf karena aku selalu membuatmu kesal. Aku akan mencoba meninggalkan PSPku jika sedang bersamamu hyung. Mianhae ne?"
"Aku sudah memaafkanmu dari lama Kyu. Dan kau juga sudah membuktikannya dengan hati ini. Aku yakin tidak sebentar untuk membuat ini. Sedangkan aku hanya memberikanmu sebuah nyanyian yang tidak membuatmu senang." Ujar sungmin sambil menatap hati yang dibuat kyuhyun dengan tangan Kyuhyun yang masih melingkat dipinggangnya.
"Aku bukan tidak senang chagia, Aku sangat senang sampai tidak bisa mengatakan apapun dan aku segera menarimu untuk membuatmu juga senang." Jelas Kyuhyun.
"jinja?"
"Suer, aku adalah orang yang sangat bodoh jika tidak senang melihat namjachingunya menyanyi hanya untukku dengan wajah yang memerah." Goda kyuhyun lalu mecium wajah sungmin.
"Neul gomapgo, nado saranghanda Cho Kyuhyun."
CHU~
Sungmin mengecup bibir tebal kyuhyun sekilas dan berlari pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih membatu karena terkejut "Yha,... Cho Sungmin berhenti... kau harus aku balas." Pekik Kyuhyun pada sungmin saat dia telah sadar dan mengerjar Sungmin.
Ayo kita tinggalkan dua bocah(?) yang sedang kejar-kejaran ini dan ke pasangan selanjutnya.
HaeHyuk
"Hyukkie, mianhae. Aku memang yang salah. Kau boleh menghajarku aku terima." Ujar donghae. "Ani... ani... bisa hancur wajah tampanku jika dihajar eunhyuk." Lanjutnya. #hedeh,.. masih sempet"nya narsis
"Chagia, ini hadiah untukmu. Maafkan aku ne?" ujarnya lagi sambil seolah-olah memberikan hadiah. "kenapa aku kesannya menyogok ya? Andwe." Lanjutnya lagi sambil mengacak rambutnya.
"Changia, jhongmal mianhae. Kalau kau tidak mau aku... akan bunuh diri." Cobanya lagi. "Kenapa begitu tragis. Anio."
"Hyuk, aku mau β
Tiba-tiba kegiatan donghae yang sedang menyusun kata-kata terhenti karena phoncellnya bergetar.
From : My Anchovy
Hae, kau dimana ?
Dengan cepat donghae segera membalas pesannya.
To : My Anchovy
Aku ada di gedung olahraga kantor. Kemarilah #anggap aja ada ^^
Sekarang donghae makin frustasi karena eunhyuk sebentar lagi akan datang tapi dia belum mendapatkan kata-kata yang tepat untuk dia ucapka untuk namjachingunya itu.
"Ayolah Hae... Sepertinya setelah ini kau harus menanggalkan gelar Playboy mu itu." Gumam donghae "Pasrah sajalah." Lanjutnya sambil menunggu eunhyuk datang.
Tidak begitu lama..
"Donghae... Dongahae-ah..." panggil sebuah suara yang diketahui adalah eunhyuk.
Tidak ada jawaban dan tidak ada seorangpun diruangan itu kecuali... sebuah boneka monyet yang memegang hati.
"Kyeoppta." Gumam eunhyuk lalu memeluk boneka itu dan terdengarlah sebuah suara yang sangat tidak asing lagi di telinga eunhyuk.
"Hyukkie, Mianhae... ah... aku tau ini terlihat bodoh... Tapi aku minta maaf karena aku sudah membuatmu sedih... Tapi aku minta kau percaya padaku chagia, didalam hatiku hanya ada namamu didalam fikiranku hanya ada wajahmu dan didalam setiap hembusan nafasku hanya untuk melihatmu tersenyum... Aku pernah berjanji padamu untuk menjadi namja yang kuat bukan? ... tapi saat melihat air matamu keluar karena ulahku sendiri... disaat itulah aku akan sangat lemah. (cukup lama boneka itu terdiam) Hah... hyukkie, kau pasti menganggap aku namja pengecut karena mengatakan perasaanku padamu dengan cara seperti ini, tapi aku juga tak tau hyukjae, setiap aku melihat wajahmu semua kata-kata yang sudah aku rangkai menguap entah kemana. Dan harus kau tau aku bukan playboy hyukjae. Hehehe... Mana ada playboy yang mengatakan perasaan cinta kepada orang yang dia sayangi seperti ini... Hyukie-ah, saranghae.. (kembali tak ada suara dari boneka itu). Hy berhentilah menangis, lihat kedepan." Perintah boneka itu yang seolah-olah sudah tau keadaan eunhyuk sekarang.
Tanpa banyak membuang waktu Eunhyuk langsung mendongakan kepalanya menatap seorang yang berdiri 1 meter dihadapannya yang sedang berdiri canggung (Hae no other).
"Hyukkie-ah, jhongmal mianhae... Jhongmal saranghae." Ujar donghae sambil mengulurkan bunga mawar merah pada eunhyuk.
Dengan masih berlinang air mata eunhyuk mengambil bunga itu dan memeluk donghae erat dengan kedua tangannya memegang boneka dan bunga. "Mungkin ini belum seberapa hyuk. Tapi aku sangat mencintaimu." Ujar donghae yang masih memeluk eunhyuk.
"Aku tau Hae, mian karena aku terlalu cemburuan. Tapi ini cukup untukku." Balas eunhyuk.
"Cemburu menandakan kau sangat mencintaiku chagi, aku tidak pernah marah padamu. Tapi yang kulakukan ini belum seberapa dengan apa yang kau lakukan untukku." Ujar donghae.
Eunhyuk yang tidak mengerti melonggarkan pelukan mereka dan menatap wajah donghae dengan bingung.
"Maksudmu Hae?"
"Itu." Ujar donghae menunjuk sebuah tas kecil yang dijatuhkan eunhyuk saat melihat donghae tadi.
"DVD kau dance untukku kan?" tanya donghae dan langsung disambut wajah keterkejutan eunhyuk.
"Dari mana kau tau?. Kau melihatnya?" tanya eunhyuk.
"Kau pabbo. Kenapa menyiksa tubuhmu sendiri untuk membuat koreografi itu. Aku lebih baik tidak mendapatkan hadiah dari mu dari pada melihatmu seperti itu." Oceh donghae pada eunhyuk yang hanya bisa menunduk.
"Jadi kau tidak suka video ku." Gumam eunhyuk yang masih bisa terdengar oleh donghae.
"Aku hanya tidak mau kau tersiksa chagi. Aku sangat suka videomu itu, apa lagi melihatmu menari dengan bercucuran keringat itu terlihat... errr sexy~." donghae sukses membuat wajah eunhyuk bersemu merah.
Melihat wajah namjachingunya yang sedang bersemu itu tidak disia-siakan oleh donghae, diangkatnya dagu eunhyuk dengan lembut dan donghae mulai mengeliminasi sedikit demi sediki jarak antara mereka. eunhyuk yang sadar dengan apa yang akan terjadi hanya bisa menutup matanya dan merasakan nafas donghae menerpa wajahnya dan...
CHU~
Ciuman yang semua hanya lumatan lembut perlahan berubah menjadi ganas dan panas. Keduanya ingin mendominasi ciuman tersebut dan saling menuntut lebih untuk ciuman panas mereka.
Mereka mencintai semua yang ada pada orang yang sedang ada dalam lumatannya.
ShinNar
Seorang yonja cantik sedang berjalan dengan riang menyusuri pertokoan yang ramai, terkadang wajahnya kembali memerah dan mengatur detak jantungnya sambil meneratkan genggamannya pada tas cantik yang dia bawa. Seolah tidak sabar lagi ingin sampai ketempat yang dia tuju.
Hingga sampailah dia didepan coffee shop yang bertuliskan "Kona Baest". Dilangkahkan kakinya masuk kedalam tempat itu.
Trik... bunyi bel terdengar saat dia masuk.
"Annyeonghaseyo, selamat datang di.. Eh... Naβ
SIITT...
Yeonja imut itu segera memposisikan jari telunjuknya didepan bibir yang mengisyaratkan agar namja dihadapannya itu untuk diam.
"Yeee,... AKU BISA MENYELESAIKANNYA. Sungjin, aku bisa menyelesaikannya." Teriak namja tambun nan cubby itu sambil tetap memandang hasil karyanya.
"Ne, Shindong hyung. Chukkae." Ujar namja bernama sungjin itu sambil melirik yeonja yang sedang tersenyum menatap namja tambun yang kita ketahui adalah Shindong.
"Nah, sekarang tinggal menelpon Nari chagi." Katanya sambil mengeluarkan smartphone-nya. Tanpa sungjin sadari yeonja yang ada didepannya tadi sedang berjalan menghampiri Shindong.
Baby baby baby baby baby uri jeoldae he-eojiji malja
Oh my lady lady lady lady lady naega jeongmal neo-reul saranghanda
"Eh,..." Shindong terkejut saat mendengar suara ringtong dan sudah ada yeonja yang paling dia cintai dihadapannya. Segera saja Shindong mengangkat papan puzzel yang baru jadi itu kehadapan yeonja yang sedari tadi adalah Nari dan tersenyum manis. (Shindong no other) "Saranghae." Ujar Shindong selanjutnya.
Nari segera mengambil puzzel itu hati-hati dari tangan Shindong dan meletakkannya ke meja kembali sambil mendudukan tubuhnya di kursi depan Shindong.
"Gomawuo, tapi oppa tidak perlu repot-repot seperti ini. Kalian jarang sekali punya free schedule seharusnya oppa manfaatkan untuk tidur bukannya malah berjam-jam disini membuat ini untukku." Ujar nari lembut sambil menggenggam tangan Shindong.
"Karena schedule kami sangat padat makanya sesekali saat free oppa ingin memberikan kejutan padamu, walaupun hanya sederhana." Jelas Shindong.
"Gomawuo... Oya, aku membuatkan ini untuk oppa." Naripun membukakan kotak yang sedari tadi ada di tas yang dibawanya.
"HUWAAA,..." teriak shindong kaget dan membuat sungjin berlari mendekatinya dan mata sungjinpun membulat melihat isi dalam kotak itu.
"HUWAAAA..." ternyata teriakan sungjin tidak kalah kuatnya dari shindong. Bagaimana tidak, mereka melihat sebuah pai cantik dengan hiasan cerry dan strauberry ditambah topping coklat diatas buah itu dan jangan lupaan krim ungu yang bertuliskan My lovely teddybear. #jadi laper nih /plak/
"Kau yang membuatnya sendiri?" tanya Shindong.
"Ne, tadi aku ke dorm kalian dan minta ajari Wookie." Jawab Nari jujur.
"Waaa,... kau memang calon istri yang terbaik chagi-ah." Ujar Shindong sambil memeluk Nari.
Tidak sadarkah Shindong bahwa itu telah membuat seorang Nari bersemu hebat dan menimbulkan pekikan histeris dari orang-orang yang melihat dari kaca transparan karena penyamaran Shindong terbuka.
"Saranghae yeongwonhi nae chagi." Ujar Shindong.
"Nado saranghae my love." Balas Nari.
Sungguh kisah cinta yang sangat sempurna untuk kedua calon suami-istri ini. Ayo semua reader tinggalkan mereka. Dan langsung ke pasangan selanjutnya.
YeWook.
"Aku harus pakai baju apa? Mana eunhyuk hyung tidak ada lagi." Gerutu namja kelewat imut itu yang sedang membongkat lemarinya.
"HUAAAA,... mana sekarang sudah hampir jam 3. Sepertinya aku keasikan bersama Nari nunna tadi. Otteokajo." Gumamnya sendiri.
"WOOKKIE,..." teriak sebuah suara. "Wook... OMONA,... APA YANG KAU LAKUKAN RYEOWOOK-AH." Teriakan sang ratu kegelapan /PLAK/ membahana di seluruh dorm 11 saat melihat kamar eternal magnaenya yang biasanya selalu rapi jadi berantakan seperti baru diterpa angin topan.
"Heechul hyuuung,..." ujar wookie dengan wajah memelas dan sedikit merengek.
"Ada apa wookkie-ah?" tanya Heechul sambil berjalan mendekati wookie.
"Tolong aku memilih pakaian." Ujar wookie.
"Aigo, wajahmu hampir mati itu karena tidak bisa memilih pakaian." Oceh Heechul sambil mengobrak abrik pakaian yang memang sudah bertebaran dimana-mana itu.
"Pakai ini." Perintah Heechul sambil memberikan satu stel kemeja berwarna mereah dan jens mode. (Bayangin wookie no other).
"Bagaimana hyung." Ujar wookie setelah keluar dari kamar mandi.
"Kau imut sekali wookie." Ujar heechul sambil mencibit kedua pipi ryeowook.
"Appo hyung~. Berhentilah mengataiku imut, aku ini manja. Kenapa lama kelamaan kalian jadi seperti Yesung hyung yang mengatakan aku imut." Oceh ryeowook sambil mempautkan bibirnya. Lalu smartphone ryeowook bergetar.
From: Turtle's Appa
Wookie, mungkin nanti hyung akan telat. Sekarang hyung ada dipanti menemani umma. Jika kau tidak mau menunggu tidaka apa-apa. Mianhae BabyWook.
Saat membaca pesan dari Yesung itu hanya bisa membuat wookie mendesah. "Ada apa wookie." Tanya Heechul penasaran.
"Ini." Wookie lalu memberikan phoncellnya dan langsung dibawa oleh heechul.
"Ooooo,... kenapa tidak kau susul saja kesana dan beri dia kejutan." Saran Heechul
"Kejutan?" tanya wookie tidak mengerti.
"Ne, kami semua sedang memberikan para seme kami kejutan. Jadi kenapa kau tidak melakukannya juga." Jelas Heechul sambil memperhatika kandang Ddangko brother.
"Tapi kami bukan pasangan hyung." Jawab wookie.
"Mungkin dengan memberinya kejutan bisa membuat dia tau bahwa kau mencintainya." Oceh heechul tanpa memperhatikan wajah ryeowook yang sudah memerah.
"Tunggu apa lagi, cepat berangkat." Perintah Heechul sambil mendorong tubuh wookie hingga keluar dari dorm.
"hehehe,... Jongwoon-ah kau harus mentraktirku untuk ini." Gumam heechul sambil membaca sesuatu di phoncellnya.
From: Nae Pabbo Dongsaeng "Yesung"
Hyung tolong buat wookie menyusulku ke panti asuhan, bagaimanapun caranya. Tolong, aku ingin menyampaikan perasaanku padanya. ^^ Gomawuo hyung."
Panti Asuhan
"Inikan panti asuhan yang sering diceritakan oleh Yesung hyung itu." Gumam wookie saat tiba didepan panti asuhan Shappier Blue.
"Aiss,... wookie pabbo kenapa kau bisa melupakan yang penting... kejutan apa yang mau kau berikan pada yesun hyung nanti." Ocehnya lagi.
Wookie berfikir dengan keras tapi tidak satupun ide yang keluar dari kepalanya. Diedarkannya pandangan matanya hingga melihat sesuatu yang sudah tidak asing lagi.
"Itukan mobil Yesung hyung." Gumam wookie lalu kembali memperhatikan mobil itu.
"Kotor sekali mobil itu. Yesung hyung terlalu banyak jadwal satu minggu ini." Lanjutnya. Dan muncullah lampu petromak(?) diatas kepala wookie.
Dengan cepat namja mungil itu menghampiri mobil Yesung sambil mencari sesuatu disekitar tempat dia berdiri... dan 'cling' entah muncul dari mana ada sebuah dua ember terisi air, spon, dan sabun pencuci mobil. (read: paling author yg iseng ngeletakin di sana. Me: berisik lo pada :P)
Dan dimulailah pekerjaan wookie membersihkan mobil hyung tersayangnya itu sambil sesekali melihat sekitar apakah ada orang yang ngelihat dia (wookie no other).
Di dalam gedung.
"Hyung tadi aku mendapat sms dari chullie hyung, dia bilang wookie sudah menuju kesini." Ujar Jongjin pada yesung yang sedang sibuk bersama anak-anak panti."
"Baiklah dongsaengdeul, ini balon dan kertasnya. Jangan lupa apa yang sunbae katakan tadi ne." Ujar yesung sambil membagikan balon dan kertas keanak-anak itu.
"Ne" jawab mereka kompak dan berlari keluar.
"Hahhh,..." desah yesung.
"Semuanya akan lancar hyung." Ujar Jongjin.
Balik ke Wookie
"Selesai juga, nih mobil." Ujarr wookie sambil mengelap keringatnya. Tiba-tiba dia merasakan ada sesuatu yang menarik kemejanya. Dan diapun menoleh.
"Ada yang bisa hyung bantu, adik manis." Ujar wookie pada anak laki-laki yang menariknya. Tanpa memjawab petanyaan wookie bocah itu segera memberikan balon dan surat mada wookie.
"eh,.." hanya itulah yang keluar dari mulut wookie dan dia segera membuka kertas itu.
Aku takut tidak akan ada cukup waktu, untukku memelukmu
Sampai aku merasa keriputmu menjadi tanda-tanda penuaan.
Hanya kerutan yang keluar dari wajah wookie saat membaca surat itu.
"Wookie oppa." Seorang anak perempuan kecil melambaikan tangannya dan menyuruh wookie menghampirinya. Karena ryeowook termasuk penyuka anak-anak, dia dengan senang hati menurutinya.
"Ada apa adik manis." Sama seperti sebelumnya gadis itu hanya menyerahkan surat dan balon pada wookie.
Aku bersedia. Harus terus melihatmu walau aku tidak bisa bergerak
Sampai aku merasa bahwa garis rambut sudah berwarna putih salju
Lagi dan lagi hingga wookie sampai didepan gereja panti asuhan itu yang sudah banyak anak-anak memanggil namanya.
"Kenapa kalian memanggil ku eoh?" tanya wookie pada anak-anak itu.
"Hyung, kami ingin balon lagi, tapi balon itu dipegang ajhussi yang aneh. Maukah hyung mengambilkannya untuk kami?" tanya seorang bocah laki-laki.
"Ajhussi aneh?" tanya wooki tak mengerti.
"Emm,... dia mengajukan pertanyaan yang tidak bisa kami jawab. Mungkin oppa bisa menjawabnya." Sambung seorang gadis perempuan.
"KAMI MOHON." Ujar anak-anak itu bersamaan.
"Arraso,... aku akan kedalam dan memintakan balon untuk kalian semua." Ujar ryeowook lalu masuk kedalam kereja itu.
"Annyeonghaseyo..." ujarnya saat memasuki gereja dan melihat seseorang yang sedang berdiri dikelilingi balon dan memegang banyak balon yang mengakibatkan wookie tidak bisa melihat wajah orang itu.
"Apa aku boleh meminta balon-balon yang kau pegang itu untuk anak-anak?" tanya wookie sambil terus maju mendekatinya.
"Jawab pertanyaanku." Terdengar sebuah suara yang wookie yakin bukan dari namja didepannya itu.
"Pertanyaan apa?" tanya wookie
"Will you be my boyfriends?" ujar suara itu lagi.
"MWO...? Apa aku tidak salah dengar."
"Anio, kau tinggal jawab saja."
"Chamkamman. Aku tidak tidak mengenalmu. Aku tidak menyukaimu. Dan yang paling penting hatiku sudah dimiliki orang lain." Jelas wookie.
"Siapa orang itu?"
"Jika aku mengatakannya, kau akan mengatakan bahwa aku ini tidak normal. Tapi, itulah yang aku rasakan. Aku sudah lama mencintai seorang namja sepertiku. Dia orang yang baik walau sedikit aneh, orang yang sangat tampan walau lebih sering menunjukkan wajah datarnya, suaranya sangat indah walau kadang terlalu cerewet, seorang yang selalu bersamaku, selalu melindungiku, selalu menjadi orang pertama mengucapkan selamat atas semua pencapaianku. Dia sosok seorang hyung yang sangat sempurna dimataku." Curhat wookie. #kok jadi sesi curhat sih.
"Jadi kau benar-benar mencintai namja itu." Tanya suara itu lagi
"ne, aku sangat mencintainya. Tapi aku tidak tau dia punya perasaan yang sama atau tidak denganku. Aku juga takut jika dia itu namja normal." Lirih wookie lalu menundukan kepalanya. Air mata wookie hampir keluar karena baru kali ini dia mengeluarkan semua yang ada dihatinya.
"Bukankah kau tadi yang bilang bahwa aku ini aneh. Lalu kenapa kau berfikir aku normal, Babywook." Mendengar suara yang sangat dikenalnya cepat-cepat dilihatnya asal suara yang ternyata dari namja yang sedang memegang balon.
Jika aku menyerah pada dunia
Setidaknya masih ada kau tempatku bersandar
Dan kau bersamaku, itulah keajaiban hidupku.
Namja itu terus maju mendekati wookie yang berdiri ditengah gereja. Dan perlahan balon-balon itu bergeser dan menampakkan wajah seseorang yang mampu membuat mata dan jantung ryeowook hendak keluar.
Kim Jong Woon
"Kim Ryeowook... Will you be My Boyfriend?" tanya Yesung sambil melepaskan semua balon ditangannya dan menyisakan satu balon yang terikat dengan sebuah cincin.
"..." diam dan mencerna semuanya lah yang sedang dilakukan wookie.
"BabyWook, apa jawabanmu." Tanya yesung yang sudah menggenggam tangan ryeowook.
"Bukannya kau sudah mengetahuinya dari awal hyung. Kau curang. Kau pengecut." Ujar ryeowook sambil memukul tubuh yesung.
"ne, aku memang terlalu pengecut bahkan untuk mengutarakan perasaanku dan memilih untuk menyimpannya dari lama." Ujar yesung sambil menarik tubuh wookie dalam pelukannya.
"Hyung, tetaplah menjadi yesung yang seperti ini. Jangan pernah berubah yesung hyung. Saranghae.." tutur wookie sambil terus berada dipelukan wookie.
"Nado saranghae Chagia." Balas yesung lalu memasangkan cincin itu jari masih ryeowook.
"Gomawuo."
"Anio, hyung yang harus berterima kasih karena kau sudah mau menerima hyung yang tidak sempurna ini. Jhongmal saranghaeyo wookie chagi." Ujar yesung sambil mendekatkan wajahnya pada wajah ryeowook.
"Nado saranghae sungie hyung." Balas wookie lalu memejamkan kedua matanya.
Mereka mengeliminasi setiap jarah di antara mereka hingga...
"HUWAAAAAA,..." sejumlah suara menghentikan adegang romantis mereka dan membuat YeWook
menoleh pada asal suara yang ternyata anak-anak
"Yha,... Hyung jika ingin melakukannya lebih baik kembali ke dorm kalian sana. Disini banyak anak-anak." Ujar suara misterius itu.
"Aiss, diam kau dongsaeng kurang ajar..." ujar yesung yang kesal.
"HUAHAHAHAHA..." tawa anak-anak itu lepas ketika melihat wajah pabbo seorang Kim Jong Woon.
.
.
.
TBC/END
.
.
Cukup untuk chapter ini, hanya menampilkan 4 couple dulu. Sisanya untuk SiBum, HanChul, dan KangTeuk di chapter selanjutnya.
Tapi aku rada bingung gimana mau nulis ceritanya soalnya di mv No Other juga rada gak jelas nih tingkah 3 org ini.
Terus di mv juga gk ada Bum, Han, ma Kang.
Aku minta Idenya dong.
Enaknya Hangeng yang lagi ada di China dan Kangin yang lagi ada di camp ngasih kejutan apa dan gimana caranya.
Diharapkan bantuannya.
dan...
Terimakasih... silahkan tekan tombol REVIEW. ^^
