"Sepertinya kakakmu itu sangat menyayangimu, Soo-ya,"kata Jongin memecahkan keheningan diantara mereka berdua.
"Maaf jika tadi Suho-oppa mengatakan hal-hal aneh,"jawab Kyungsoo.
"Hal aneh ? Kurasa kakakmu itu memang benar, Soo-ya. Mana mungkin ada seorang kakak tidak merasa khawatir dengan adiknya,"kata Jongin.
"Ya, dan aku cukup bersyukur memiliki Suho-oppa saat ini,"jawab Kyungsoo. Sama seperti saat aku bersyukur memiliki perasaan ini. Walaupun mungkin kamu tidak akan membalasnya.
Disclaimer :
EXO is not mine. I don't have money to pay them. I just borrow the character.
Official Pair
GS for Uke !
But this is KaiSoo fanfic
Kyungsoo bangun lebih pagi dari biasanya. Jujur saja, sebenarnya semalam dia sama sekali tidak bisa tidur. Dia masih memikirkan tentang rencana mereka pergi ke taman bermain. Dia baru bisa tidur saat sudah larut malam. Ya, hari ini adalah hari dimana mereka akan pergi bermain bersama di taman bermain. Dia memang sudah sering pergi bermain dengan teman-temannya tersebut. Tapi saat ini situasinya berubah. Kali ini Jongin-sang pujaan hatinya- juga akan ikut bersama mereka.
Dengan malas, Kyungsoo bergegas untuk mandi. Sebenarnya dia masih mengantuk tapi apa boleh buat. Dia memakai pakaian yang sudah dia persiapkan kemarin. Sebuah kemeja putih berlengan panjang, sweater polos berwarna hitam dan juga celana panjang hitam. Rambut hitam panjangnya dia biarkan saja. Setelah dirasa sudah siap, dia mengambil tasnya dan menuju ke ruang makan.
"Selamat pagi, Sayang,"sapa ibunya sambil tersenyum. "Kamu terlihat cantik sekali saat ini."
"Ya. Kamu benar-benar terlihat sangat cantik Soo-ya. Dengan siapa kamu akan berkencan kali ini ?"tanya Yixing sambil menata sarapan.
Wajah Kyungsoo merona mendengar perkataan ibu dan kakak iparnya tersebut. Dia duduk di tempat dimana dia biasa duduk dan menyembunyikan kedua pipinya yang merona tersebut. Bisa gawat jika Suho melihatnya. Bisa-bisa dia akan terus menggodanya.
"Selamat pagi,"sapa Suho yang baru saja datang. "Apa ada sesuatu yang kulewatkan, Soo-ya ?"
"Tidak ada. Sudah sana, jangan menggangguku !"kata Kyungsoo sambil mendorong Suho untuk menjauh darinya.
"Sudah jangan ribut seperti itu. Ayo sarapan dulu,"lerai ibu.
Mereka sarapan bersama diselingi dengan bercanda bersama seperti biasanya. Entah karena apa, Kyungsoo makan lebih sedikit dari biasanya. Tentu saja itu membuat mereka yang melihatnya merasa heran. Makan seperti biasa saja sudah sedikit, sekarang malah terlihat makan lebih sedikit dari biasanya.
"Apa kamu sedang sakit, Soo-ya ? Kenapa makanmu sedikit sekali ?"tanya ibu dengan heran dan khawatir.
"Tidak apa-apa, Eomma. Hanya tidak terlalu bernafsu untuk makan saja,"jawab Kyungsoo sambil tersenyum.
"Ayolah, Soo-ya. Kamu kan akan kencan sebentar lagi. Jadi jangan makan terlalu sedikit seperti itu dong,"kata Yixing sambil menggoda Kyungsoo.
Pipi Kyungsoo kembali merona mendengar apa yang dikatakan oleh Yixing. "A-aku tidak sedang pergi berkencan, Eonni. Aku hanya akan pergi bermain bersama teman-temanku."
"Baiklah, baiklah. Jangan makan terlalu sedikit,"kata Yixong dan mengelus rambut Kyungsoo.
Suho berniat untuk mengantarkan Kyungsoo ke taman bermain dimana mereka berjanji. Sekalian dia dan Yixing ingin membeli kebutuhan sehari-hari. Kyungsoo sendiri hanya menurut. Setelah memakai sneaker putihnya, Kyungsoo menghampiri Suho yang sudah di dalam mobil. Tapi pada saat dia membuka pintu mobil, dia mendengar seseorang memanggil namanya.
"Selamat pagi, Soo-ya,"sapa Jongin.
Jongin terlihat tampan saat menggunakan kaos putih polos yang dibalut dengan jaket berwarna hitam, celana panjang berwarna hitam dan juga sneaker putih. Bahkan Kyungsoo masih terdiam saat Jongin menyapanya dan tidak membalasnya. Jongin terkekeh melihat ekspresi Kyungsoo yang terlihat lucu.
"Selamat pagi, Suho-hyung,"sapa Jongin saat melihat Suho di dalam mobil.
"Oh, selamat pagi juga, Jongin,"balas Suho sambil tersenyum. "Bagaimana kalau kamu berangkat bersama kami ?"
Jangan heran jika Suho tahu jika Jongin juga akan pergi bersama dengan Kyungsoo karena Kyungsoo sendiri sudah mengatakan padanya.
"Apa tidak apa-apa, Hyung ? Lebih baik aku naik bus saja,"tanya Jongin.
"Tidak apa-apa kok. Lagipula Soo-ya kan juga akan pergi ke sana bersama denganmu,"jawab Suho. "Cepat naiklah."
"Maaf jika merepotkan kalau begitu,"jawab Jongin.
Kyungsoo merasa sangat gugup saat Jongin duduk di sebelahnya. Oh ayolah, selama ini dia tidak pernah membayangkan akan bisa duduk di sebelah Jongin. Yixing yang melihat Kyungsoo sedari tadi hanya menundukkan kepalanya, tersenyum kecil. Sepertinya afik iparnya tersebut menyukai Jongin.
"Jadi kamu ya yang namanya Kim Jongin ? Perkenalkan aku tunangan dari Suho, Shang Yixing. Maaf jika bahasa koreaku terdengar aneh,"kat Yixing sambil tersenyum pada Jongin.
"Salam kenal, Yixing noona. Aku teman sekelas Kyungsoo, Kim Jongin,"jawab Jongin.
"Tolong jaga Kyungsoo ya nanti. Walaupun dia sudah kelas 2 SMA tapi dia adalah anak yang sangat ceroboh dan pemalu. Bahkan saat pertama kali bertemu denganku dia tak henti-hentinya berdiri di belakang Suho,"kata Yixing sambil terkekeh saat teringat momen itu.
"Jangan menceritakan yang aneh-aneh, Eonnie,"kata Kyungsoo merajuk.
"Aku tidak menceritakan yang aneh-aneh, Soo-ya. Aku kan hanya menceritakan saat pertama kali kita bertemu,"jawab Yixing.
"Bahkan aku masih ingat saat aku harus bersusah payah menariknya agar mau lepqs dariku,"kata Suho dan tertawa kecil.
Kyungsoo memukul lengan Suho dengan kencang tapi Suho hanya tertawa kecil. Lagipula pukulan Kyungsoo sama sekali tidak terasa sakit. Jongin dan Yoxing hanya bisa tersenyum melihat tingkah Kyungsoo yang terlihat sangat kekanakan tersebut. Sepanjang perjalanan ini Kyungsoo berusaha untuk tidak membunuh Suho yang sedari tadi menceritakan aib-aibnya. Bahkan Yixing sendiri sama sekali tidak membantu seperti biasanya.
"Terima kasih sudah mau mengantar kami, Suho-hyung, Yixing-noona,"kata Jongin sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa. Lagipula juga sama sekali tidak merepotkanku,"jawab Suho sambil tersenyum. "Tolong jaga Kyungsoo ya, Jongin !"
"Aku akan membunuhmu saat sudah di rumah, Oppa,"desis Kyungsoo dengan pelan tapi masih cukup didengar oleh Jongin.
"Kalau begitu, kami pergi dulu ya ! Selamat bersenang-senang !"
Mereka mengangguk dan menundukkan kepalanya saat Suho akan pergi. Kyungsoo sendiri memalingkan wajahnya saat Suho tersenyum padanya dan membuat mereka terkekeh.
"Jongin-ah ! Kyungsoo !"panggil Chanyeol yang sudah menunggu mereka di taman bermain.
Jongin melambaikan tangannya pada Chanyeol dan menarik tangan Kyungsoo untuk menghampiri mereka. Kyungsoo hanya menuruti Jongin saja dan berusaha menyamakan langkahnya dengan kaki jenjang Jongin.
"kulihat tadi kau turun dari mobil Suho-hyung, Jongin. Kau kenal dengannya ya ?"tanya Sehun pada Jongin.
"Bukan kenal tapi hanya tahu saja, Sehun. Suho-hyung sendiri yang menawarkan tumpangan padaku. Bukankah begitu, Kyungsoo-ya ?"jawab Jongin dan menoleh ke arah Kyungsoo.
"Ya, begitulah,"jawab Kyungsoo.
"Kyungie-ya, kalian berdua berjanji untuk memakai pakaian dengan gaya yang sama ya ? Kalian terlihat lucu sekali,"kata Baekhyun sambil tersenyum.
Mereka lalu mulai masuk ke dalam taman bermain. Mereka mencoba berbagai wahana yang ada di sana. Awalnya mereka memang masih bersama-sama tapi pada akhirnya mereka berpisah. Kyungsoo mencurigai kedua sahabatnya yang merencanakan hal ini. Dia menoleh ke arah Jongin yang sama sekali tidak merasa bermasalah dengan hal ini. Yah, sepertinya dia harus memanfaatkan masa-masa seperti ini dengan baik.
Sore haripun tiba, mereka kembali berkumpul di depan taman bermain tersebut mereka berencana untuk pulang bersama dengan bus. Tak henti-hentinya mereka mengobrol satu sama lain. Jongin dan Kyungsoo berhenti di halte pertama dan berpisah dengan mereka.
"Hei Soo-ya, apa setelah ini ada acara ?"tanya Jongin.
"Tidak ada. Memangnya ada apa, Jongin-ah ?"Kyungsoo balik bertanya dengan bingung.
"Bagaimana kalau kita bermain-main di sekitar sini dahulu ? Aku sedang malas untuk pulang ke rumah karena di rumah sedang tidak ada siapa-siapa,"jawab Jongin sambil menggaruk tengkuknya.
"Tidak apa-apa, Jongin-ah ! Tapi, bisakah kita nanti pergi ke toko buku terlebih dahulu ?"tanya Kyungsoo dengan ragu.
"Tidak apa-apa. Aku awalnya ingin mengajakmu ke sana, tapi kau sudah mengajakku terlbih dahulu. Kajja !"
Jongin menarik Kyungsoo ke toko buku. Kyungsoo sendiri hanya diam dan mengikuti Jongin saja.
Sesampainya di toko buku, mereka mencari buku yang mereka inginkan bersama-sama. Jongin sendiri sedari tadi tak melepaskan tangan Kyungsoo. Kyungsoo sendiri tak menyadarinya dan mencari buku yang dia inginkan.
"Wah, aku sama sekali tidak tahu kalau kau suka dengan buku misteri, Soo-ya,"kata Jongin dengan kagum.
"Eh ? Memangnya ada yang salah ya jika aku menyukainya ?"tanya Kyungsoo dengan bingung.
"Yah, tidak ada yang salah sih. Hanya saja kebanyakan perempuan kan hanya suka dengan romance dan drama,"jawab Jongin sambil tersenyum. "Kau memangnya sudah punya jilid 1-4 ?"
"Ya. Hanya jilid 5 saja yang belum kupunya,"jawab Kyungsoo.
"Benarkah ? Bolehkah kupinjam jilid 1 nya ? Aku kehabisan saat akan membelinya,"tanya Jongin.
"Tentu saja. Besok akan kubawakan,"jawab Kyungsoo sambil tersenyum.
Setelah itu, mereka hanya pergi berjalan-jalan saja. Masuk dari toko ke toko lain hanya untuk melihat-lihat saja. Tapi mereka berdua cukup menikmatinya. Jongin tersenyum saat Kyungsoo sudah tidak bersikap malu-malu di depannya lagi.
"Bagaimana kalau kita mencari makan terlbih dahulu baru aku antar kau pulang, Soo-ya ?"tanya Jongin.
"Baiklah. Tidak apa-apa kok, Jongin-ah,"jawab Kyungsoo sambil tersenyum.
Mereka berdua pergi ke cafe yang terdekat dari sana. Pada saat memasuki cafe, tiba-tiba saja Jongin terdiam. Tentu saja itu membuat Kyungsoo menjadi heran. Ekspresi Jongin berubah menjadi seperti... sedih ?
"N-noona ?"suara Jongin terdengar tercekat.
Perempuan yang mendengar Jongin memanggilnya menoleh, dan tersenyum padanya. "Lama tidak berjumpa, Kai-ya."
.
.
.
.
.
TBC
Author Note:
Terima kasih banyak buat yang mau nunggu ff ku yang ancur banget ini. Updatenya telat banget ya ? Maaf ya. Soalnya aku ibi tipe penulis yang moody #plaak
Ada dua alasan aku lama banget lanjutin ff ku ini. Yang pertama adalah kabar KaiStal dating. Astaga ! Aku shock berat banget denger ceritanya itu. Tapi tenang aja kalau ada KaiStal shipper disini. Aku nggak bakal bash kalian kok. Terus yang kedua, ini tahun terakhirku di SMP. Apalagi ini juga mau UN. Jadi maaf banget kalau ff ini telat banget dan ancur.
Mungkin chapter yang akan datang aku update seminggu setelah UN aja ya !
Mind to review...?
Thanks To:
Hugo Carbert, kyung1225, BabyCoffee99, Dhianti K, jihanowl7, KyeoptaVenus12, BaconieSonjay, Eunike Arum991, Lee971, Miss Ngiweung, Septia758, pujil2151, wenandareghita, HawaAF, 378, kim fany, kyunginsoo, kyungs12, .
