Everlasting Couple

"Apa maksud kalian? Siapa kalian sebenarnya? Bagaimana bisa?"

By : Ha Ni Oh

Genre : Supernatural, Romance, Hurt-Comfort

Cast : All Official Pairing EXO

Rate : T

Warning : Typo(s), Gender Switch dan GJ abis.

Happy Reading~


Chapter 2

.

.

.

Yeoja bermata bulat dan mulut berbentuk hati tersebut hanya bisa mematung tak berdaya ketika kelima chingu nya berteriak memanggil namanya. Kyungsoo tahu jika dia berusaha lari sekarang dia sudah sangat terlambat. Dia tidak mungkin menghindari mobil di depannya dalam sekejap. Tiba-tiba namja tan yang akhir-akhir ini mengganggu pikirannya, sudah berada di sampingnya sambil menggendongnya ala bridal style. Kyungsoo bukannya terkejut, dia justru mengamati setiap inchi wajah namja tan bernama Jongin itu lekat-lekat. 'Dia tampan. Bahkan sangat tampan' batinnya. Tiba-tiba sebuah suara memecahkan lamunannya. "Noona, gwaenchana?" tanyanya penuh khawatir. Kyungsoo yang masih belum sepenuhnya kembali dari lamunannya hanya menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia baik-baik saja.

"Gomawo Jongin-ah. Kalau tidak ada kau, mungkin aku sudah mati saat ini." Ucap Kyungsoo.

"Hahaha. Tidak apa-apa noona, aku senang bisa menyelamatkanmu." Jawab Kai enteng.

"Uhm.. Jongin-ah. Aku penasaran, bagaimana bisa tiba-tiba kau menyelamatkanku. Kulihat kau tadi berada cukup jauh dari pandanganku. Bagaimana bisa? " tanya Kyungsoo tiba-tiba. Kai membelalakkan matanya tanda bahwa dia terkejut.
"Ehm.. Benarkah seperti itu? Mungkin noona salah lihat. Sejak tadi aku ada di belakang noona." Jawab Kai—sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Ah~ mungkin seperti itu ya Jongin-ah. Hahaha berfikir macam-macam saja aku ini." Tawa Kyungsoo lepas. Tanpa Kyungsoo tahu, wajah Kai dipenuhi perasaan takut. Kai hanya menunduk tanpa melihat Kyungsoo. 'Kyungie mian. Mianhae~ aku belum bisa memberitahumu saat ini bahwa aku ini sebenarnya manusia super. Suatu saat kau pasti akan mengetahui dengan sendirinya siapa aku ini.' Inner Jongin. Dia teringat kembali 10 tahun lalu ketika pertama kali dia mengetahui bahwa dia dan kelima chingunya adalah seorang manusia super.


Flashback 10 tahun yang lalu…

"Nah Jongin, mulai sekarang kau tinggal disini bersama keempat hyungmu. Kau punya empat hyung disini." senyum sosok lelaki yang membawa Jongin. Jongin yang saat itu masih berusia 6 tahun tidak tahu apa-apa mengenai ini. Eommanya pun hanya bungkam dan tersenyum saat Jongin dibawa oleh seorang ahjussi bernama Lee Soo Man a.k.a pendiri sekolah sekaligus mempunyai rumah, khusus untuk orang-orang yang memiliki kekuatan super—yang tidak dikenalnya.

"Ini dimana ahjussi? Saya tidak tahu tempat ini. Dan kenapa saya bisa mempunyai empat hyung?" tanya Jongin polos.

Ahjussi itu hanya tertawa dan sedikit gemas melihat tingkah Jongin. "Kau berada di rumahku Jongin-ie. Kenapa kau bisa memiliki empat hyung? Karena mereka berempat mempunyai kekuatan super sama sepertimu." jawabnya.

Jongin kecil masih dengan wajah polosnya mengerjap lucu yang sontak membuat ahjussi dan keempat hyungnya gemas melihatnya. "Ahjussi, kekuatan super yang seperti apa yang ahjussi maksud?"

"Setelah dewasa nanti kau akan tahu sendiri, Jongin-ie. Jjaa~ kita masuk. Sudah kusiapkan kamar untukmu." jawab Soo Man bersemangat. Jongin mengangguk ringan sebagai balasan untuk ahjussi yang berada di sampingnya.

Flashback end


.

.

"—Uhm…Kai?"

"—Kai?"

Kyungsoo mengernyit bingung karena tiba-tiba Jongin—namja tampan di depannya ini diam. Sesekali Kyungsoo menepuk-nepukkan tangannya pada bahu Jongin, tetapi tetap saja Jongin tidak berkutik dari keterdiamannya yang justru membuat Kyungsoo menjadi makin bingung.

"Kai, gwae…gwaenchana?" tanya Kyungsoo khawatir. Dia mencoba membuyarkan lamunan Kai.

"No..Noona. Ah~ nae gwaenchana. Jangan khawatir ne~? Kajja~ noona saya antar pulang." tawar Jongin.

Kyungsoo sedikit terkejut mendengar tawaran Kai. Tapi karena Kyungsoo masih sedikit khawatir dengan keadaan Kai yang menurutnya sedang tidak baik-baik saja, Kyungsoo pun menerima tawaran Kai.
"Ne~ kajja Jongin-ie." Tanpa Jongin ketahui –Kyungsoo yang mengekor di belakang Jongin wajahnya telah memerah sempurna atas tawaran Jongin.

.


.

Luhan yang saat ini tengah duduk bersila di pinggir tempat tidurnya sedang melamunkan sesuatu. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh yeoja itu saat ini –yang kurasa itu sesuatu yang menarik untuk di ceritakan. Tapi keempat yeoja yang menjabat sebagai dongsaeng Luhan sampai sekarang belum ada yang berani membuka mulut untuk menanyakan perihal keterdiaman Luhan. Suara pintu kamar Luhan tiba-tiba terbuka. Sontak keempat yeoja itu –kecuali Luhan terkejut karena tiba-tiba pintu kamar Luhan terbuka yang ternyata menampakkan sosok Xiumin, eonnienya.

"Eoh Han-ie kau masih seperti itu daritadi. Bicaralah. Apa yang terjadi padamu sebenarnya? Apa masih ada cerita lanjutan dari curhatmu siang tadi, hmm?" tanya Xiumin dengan pertanyaan bertubi-tubi.

Keempat yeoja yang tidak tahu apa-apa tersebut semakin mengernyit bingung karena ucapan kedua eonninya. 'Curhatmu tadi siang dan kelanjutan cerita?' 'Ada apa dengan Luhan eonnie sebenarnya?' 'Han-ie kau aneh sekali' 'Eon~ gwaenchana-yo?' –begitulah kira-kira pertanyaan yang muncul di pikiran keempat yeoja tersebut.

"Min-ie eonn, kau membuatku terkejut saja." jawab Luhan sinis. Xiumin hanya mendengus karena dia merasa bahwa Luhan sedang ingin mengalihkan pembicaraan dan untuk saat ini moodnya memang sedang tidak baik.

"Salah sendiri kau membiarkan kami semua bingung apa yang sebenarnya terjadi padamu. Yasudah, aku mau keluar sebentar." ucap Xiumin. Luhan hanya tersenyum menanggapi.

Keempat yeoja tersebut masih betah rupanya berada di kamar Luhan. Mereka benar-benar penasaran dengan masalah Luhan. Karena cukup lama mereka berada di kamar Luhan tapi pemilik kamarnya saja tidak merespon mereka, Baekhyun yang mulai kesal tiba-tiba berucap "Hei, yeoja cantik, eonniku sayang, sebenarnya apa yang terjadi hah? Kau tahu, kau telah mendiamkan kami berjam-jam tanpa tahu apa sebenarnya yang terjadi padamu. Kau tidak menganggap kami sebagai temanmu? Kau tidak menganggap kami sebagai dongsaengmu?"

Luhan sontak berdiri dari tempat tidurnya dan segera menghadap mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Baekhyun. Mencengkeram bahunya karena dia merasa bersalah kepada keempat dongsaengnya ini. Di tengah keterdiaman, tiba-tiba Luhan berucap "Baiklah, eonnie akan menceritakan kepada kalian apa yang terjadi sebenarnya." Keempat yeoja itu mengangguk–tanda bahwa mereka siap mendengarkan penjelasan Luhan.
"Kalian mengenal namja milky skin yang kita temui di kantin hari ini?" tanyanya.

"Ehm..maksudmu Oh Sehun? Aku rasa dia tampan." jawab Lay antusias.

'Hah'

"Dia adalah–"

"—teman masa kecilku."

"MWOYAAAAAAAA?!" teriak keempat yeoja tersebut serentak. "Eonn, kau serius? Kau tidak bercanda kan?" tanya Kyungsoo. Luhan menggangguk mantab menjawab pertanyaan Kyungsoo.

"Aku ingat ketika umurku saat itu baru saja menginjak 15 tahun, sudah jadi kebiasaan tiap Minggu pagi aku lari-lari kecil di sekitar rumah. Yah, bahkan saat itu aku masih mengingat beberapa hari sebelumnya, ada sebuah keluarga yang membeli rumah tepat di sebelah rumahku. Keluarganya itu keluarganya Oh Sehun." kata Luhan.

"Kalian saat itu belum saling mengenal?" potong Tao.

'pletak'

"Aww~ appo eonn~" komentar Tao.

"Makanya, dengerin ceritaku dulu Zitao sayang." Tao hanya bersungut, tapi tetap fokus mendengar kelanjutan cerita Luhan. "Minggu pagi, pertama kalinya aku mengenal namja milky skin itu. Hahaha, saat itu dia masih berumur 12 tahun. Kesan pertama bertemu dengannya, dia sangat sombong, sok dingin, wajahnya datar pula. Dia tak sengaja menabrakku pagi itu. Aku hampir terjatuh waktu itu kalo saja Sehun tidak segera menangkapku. Mungkin karena itu, Tuhan seperti memberikan sinyal kepadaku untuk lebih bisa mengenal Sehun-ie. Setelah kami bersama selama 5 tahun, entah mengapa tiba-tiba Sehun tidak pernah muncul lagi menemuiku. Dan besoknya aku melihat rumahnya kosong, dia sudah pindah rumah lagi di luar negeri bersama kedua orangtuanya. Padahal saat itu, aku sedang sangat-sangat merindukannya. " isak Luhan.

"Uljima Luhan eonn, uljima~ kami semua mendoakan yang terbaik untukmu. Kami yakin, suatu saat kau dan Sehun akan kembali bersama." kata keempat yeoja tersebut sambil mengelus-elus punggung Luhan. Luhan memeluk keempat dongsaengnya—plus sahabatnya ini dengan erat. Xiumin yang mendengar dari balik pintu kamar Luhan sangat terharu menyaksikan kejadian tersebut. 'Syukurlah Han-ie, kau tenang sekarang. Berjanjilah, sampai kapanpun kami ini temanmu.' batin Xiumin.

.

.

Pukul 06.45, keenam namja a.k.a keenam divo ini, pagi-pagi sudah nongkrong di pos satpam gerbang sekolah. Kebiasaan mereka—ehm—menunggu keenam diva cantik bak bidadari mereka muncul. Mereka seperti sudah tersihir dengan kecantikan keenam diva tersebut. "06.45, kenapa mereka belum datang juga?" tanya Kai.

"Mereka sedang tidak terjadi apa-apa kan? Kuharap mereka baik-baik saja." cemas Chen.

Dari kejauhan terlihat keenam diva sedang berlari ngos-ngosan tak karuan. Rupanya mereka sedang dikejar oleh seseorang. Langsung saja, keenam namja tersebut mendekati keenam yeoja itu dan sedikit khawatir tentang keadaan mereka.

"Gwaenchana?" tanya keenam divo berbarengan. Keenam diva itu masih menetralkan degupan jantung mereka. "Hosh..Hosh..Kami tidak apa-apa. Hanya saja tadi ketika kami baru saja keluar dari asrama kami, ada segerombolan orang yang tiba-tiba mengejar kami. Refleks kami lari sampai sekolah. Untung saja, kami segera bertemu kalian." jawab sang tetua—Xiumin.

"Yasudah, lebih baik kita segera ke kelas saja. 5 menit lagi bel akan berbunyi. Tapi sebelumnya, ini air minum untuk kalian." ucap Kris sambil memberikan air minum kepada keenam diva itu. "Terimakasih Kris." Tao menatap Kris lekat-lekat 'gomawo oppa'.

Tidak jauh dari mereka, D'Gangirls—pembuat onar di sekolah, sudah mematai-matai kedua belas namja dan yeoja tersebut dengan pandangan semakin geram. Mereka benar-benar merasa tidak dipedulikan oleh keenam divo itu. "AIGOOOO~ MEREKA KETERLALUAN. MEREKA SEMAKIN BERANI MENDEKATI OPPA-OPPA KITA. Guys, kita harus segera menyusun rencana." kata Krystal—ketua geng.

"Tapi apa rencananya Krys-ie?" tanya Victoria.

"Kajja~ ikut aku."

.

.

.

Di lorong kelas, ketika keenam yeoja tersebut berjalan, tiba-tiba kelima yeoja dari D'Gangirls menghadang mereka. Krystal, Victoria, Sulli, Luna, dan Amber masing-masing telah mengelilingi keenam yeoja itu. Mereka tidak tahu apa-apa soal kelima yeoja yang ada di sekeliling mereka. "Kalian berenam kenapa? Terkejut melihat kami? Kalian tak kenal siapa kami? Kalau kalian tidak ingin mati, jauhi oppa-oppa kami." kata Krystal sambil mencengkram kerah kemeja Kyungsoo.

"Hahaha, tentunya kalian tidak ingin mati sekarang kan?" kali ini Luna yang berbicara.

"Tapi jika kalian ingin mati sekarang, kami siap membunuh kalian saat ini juga." ucap Amber enteng.

Keenam diva tersebut benar-benar tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Yang mereka tahu, mereka hanya tidak ingin mati hari ini. Mereka hanya ingin segera ke kelas karena sudah pukul 07.00.

"Per…Permisi, kami sudah terlambat." kata Xiumin sedikit takut.

Sontak, kelima yeoja itu membelalak kaget karena salah satu dari diva itu tidak mempedulikan mereka. "Kau, berani sekali hei bulat!" geram Luna.

Saat akan melayangkan tamparannya pada Xiumin, tiba-tiba Chen sudah di depan mereka sambil menyambarkan petir untuk menghalangi itu.

"Chen..Chen oppa?" kaget kelima yeoja itu.

"Wae, kenapa tidak dilanjutkan? Kalian takut dengan ini?" tanya Chen dengan menunjukkan kilatan petirnya. Kelima yeoja itu segera berlari takut meninggalkan lorong tersebut.

"Minn-ie eonn, kau tidak apa-apa?" Chen terlihat khawatir sekali. "Chen, aku tidak apa-apa." Setelah menjawab itu, Xiumin tak sadarkan diri.

"XI….XIUMIIIIINNN!"

.

.

-TBC-

Mind to Review? Silahkan~

Ha Ni Oh

A/N : Hai hai, saya update lagi #gatanya# Jeongmal mianhae ne~ yang pada bingung sama alur cerita ini. Jujur, saya sendiri juga bingung nih alur mau dibawa kemana *eh jadi lagu dong*. Tapi saya yakin, kalau kalian sedikit memahami pasti bakalan ngerti kok, kekekeke. Dan untuk umur…di chapter depan mungkin akan saya kasih tahu. Gomawo untuk reviewnya. Maaf balesnya ga disini, tapi lewat PM. Cause i love secret, hahaha. Ok, selamat membaca semuanya! Goodnight :* Dan Happy Birthday Kim Jongdae!