TAEHYUNG'S POV
"Daging ini benar-benar enak!" kata Yoongi sambil melahap sepotong daging sapi panggang.
"Pada dasarnya semua makanan di kantin ini memang enak. Kita harus berterima kasih kepada ahjumma," kata Namjoon.
"Eh, di mana Jimin?" tanya Hoseok. Aku juga baru sadar kalau Jimin tidak ada di meja kita.
"Sepertinya dia makan bersama Dahyun dan Jiwoo," jawab Seokjin.
Aku sedikit terkejut ketika Seokjin menyebutkan nama Dahyun, terlebih lagi ketika ia bilang bahwa Jimin sedang makan bersama Dahyun.
Aku mendekatkan diri pada Jungkook, kemudian berbisik, "Jimin berteman dengan Kim Dahyun?"
"Mereka bertiga, Jiwoo sunbae, Dahyun sunbae, dan Jimin hyung memang berteman dekat," jawab Jungkook, "tetapi jangan khawatir, Jimin hyung tidak mempunyai perasaan untuk Dahyun sunbae. Dia menyukai gadis lain."
Setelah kita semua selesai makan, kita tetap duduk sambil mengobrol tentang hal lain. Namun, aku tiba-tiba kebelet membuang air kecil.
"Eh... toilet di mana ya?" tanyaku.
"Kau mau buang air kecil? Ada toilet di belakang kantin ini, kau bisa ke sana lewat pintu belakang," jawab Seokjin.
"Baiklah. Aku ke toilet dulu ya."
Aku pun bergegas ke pintu belakang, lalu menemukan sebuah taman kosong. Suasananya berubah dalam sekejap, dari kantin yang amat ramai ke taman yang amat sepi. Setelah urusanku di toilet selesai, aku bertemu dengan gadis itu ketika sedang berjalan kembali ke kantin. Gadis berambut putih-biru yang sekarang ku ketahui namanya yakni Kim Dahyun.
Dahyun terlihat sedang bersin-bersin, dan untungnya aku membawa beberapa tisu dari toilet bersamaku. Pelan-pelan aku menghampirinya, kemudian menepuk pundaknya.
"Kau butuh tisu?" tanyaku.
Dia pun balik badan, dan wow... dia terlihat cantik sekali. Benar-benar cantik. Dia melihatku untuk beberapa saat sambil mengangkat salah satu alisnya, kemudian ia mengangguk dan mengambil tisu itu.
"Terima kasih," katanya.
"Eh... sama-sama."
Dia sempat melebarkan matanya ke arahku, seakan-akan terkejut setelah mendengar suaraku, tetapi ia langsung balik badan dan berjalan kembali ke kantin.
"Tunggu."
Dia berhenti berjalan, kemudian balik badan lagi. "Ada apa?"
"Namaku Kim Taehyung," kataku sambil mengulurkan tangan, "dan aku penyihir api baru di sekolah ini."
Dia menatap tanganku sejenak sebelum ia menyalami tanganku. "Kim Dahyun, penyihir es."
"Oh, kau pasti satu tahu Yoongi sunbae!"
Lagi-lagi Dahyun mengangkat salah satu alisnya. "Menurutmu?" ucapnya, lalu pergi meninggalkanku dan kembali ke kantin.
An ice princess, huh?
JIMIN'S POV
"Yah, kenapa kau lama sekali?" tanyaku ketika Dahyun baru saja datang kembali dari toilet.
"Apa maksudmu? Aku hanya pergi selama 15 menit," jawabnya.
"Kau biasanya ke toilet hanya selama 5 menit. Apa yang terjadi?" tanya Jiwoo.
"Tidak ada yang terjadi," jawabnya, kemudian menyadari bahwa aku dan Jiwoo melihatnya dengan curiga.
"Astaga kalian. Memangnya kenapa sih? Aku hanya tidak sengaja bertemu dengan seseorang dan dia menawariku tisu karena dia mendengarku bersin-bersin," lanjutnya.
"Tetapi kau tidak muntah-muntah di toilet kan?"
"Aku sedang pilek, bukan sedang diare."
Jiwoo memang dikenal sebagai anak yang selalu khawatir di antara kita bertiga, terutama jika sudah terhubung dengan masalah penyakit. Dia adalah penyihir penyembuhan, wajar saja jika dia ingin berbuat baik pada semua orang. Beberapa di antara mereka tidak terlalu menyukai Jiwoo karena mereka berpikir bahwa Jiwoo selalu bersikap berlebihan di segala situasi, tetapi aku berpikir sebaliknya. Aku malah pikir itu lucu. Maksudku, ayolah, siapa sih yang tidak mau punya pacar seperti Jiwoo yang sudah terbukti akan menjagamu dengan baik?
"Ngomong-ngomong, apakah kalian tahu kalau ada penyihir baru di sekolah kita?" tanya Jiwoo.
"Apakah namanya Kim Taehyung?"
Aku dan Jiwoo sedikit terkejut ketika Dahyun bisa tahu namanya. Gadis itu bukan tipe orang yang suka bergosip, bahkan dia tidak peduli dengan informasi-informasi baru di sekitarnya.
"Kok kamu tahu?"
"Dia yang tadi menawarkanku tisu," jawabnya. Aku dan Jiwoo hanya ber-oh ria.
"Kau tahu dia penyihir api kan?" tanyaku.
"Iya, kenapa?"
"Yaa... kau tahu..."
Dahyun tertawa kecil. "Please deh, hanya karena satu penyihir api pernah ada masalah denganku, bukan berarti aku memusuhi semua penyihir api."
"Aku berteman dengan Taehyung lho," kataku.
"Benarkah? Entah kenapa aku merasa dia tipe laki-laki yang annoying," kata Dahyun.
"Jimin ah, kok kamu bisa berteman dengan Taehyung?" tanya Jiwoo.
"Temanku, Jeon Jungkook, mengenalkan Taehyung ke kami semua—aku dan para hyungs. Tampaknya Taehyung itu roommate-nya Jungkook," jawabku.
"Curang sekali. Kalian sudah bertemu dengan anak baru itu, sedangkan aku belum. Aku penasaran sekali seperti apa anak itu," kata Jiwoo.
"Dia sepertinya baik," kata Dahyun.
"Lho, bukannya tadi kamu bilang dia tipe orang yang annoying?" tanyaku.
"Yaa... dia memang banyak bicara, tetapi sepertinya baik."
"Bukannya aku juga banyak bicara?" tanya Jiwoo.
"Itu hal yang berbeda. Kalian kan temanku," jawabnya.
Jujur saja, inilah kenapa aku tidak pernah setuju ketika Dahyun dikatakan sebagai penyihir berhati dingin. Menurutku, Dahyun adalah penyihir es berhati hangat.
