Chapter 3 - Big Test to Day!
-Sungmin pov-
.
"Hyunghh.. hyunghh.. bertahanlah sedikit lagi hyung.. ukh.. uhh..".
Wookie?..
Itu suara Wookie. Perlahan tapi pasti, aku mencoba membuka kedua mata terpejam ku.
Ada Wookie yang sedang bersusah payah merangkul ku erat dan menuntun ku untuk berjalan di samping nya. Ia tampak sudah sangat kelelahan. Kaki ku pun terasa lemas. Pandangan ku buyar. Apa aku baru saja pingsan?. Aku mencoba melihat ke sekeliling kami. Kami masih di jalan, tetapi sepertinya sudah cukup jauh dari tempat ada orang tadi meskipun aku masih tak dapat melihat tanda-tanda aku mengenal tempat ini.
Aissh! Orang itu..
Ah.. nafas ku terasa sesak. Leher ku sakit sekali. Tubuh ku terasa semakin lemas.
"Hyung!.. bertahanlah.. setidak nya kita harus pergi yang jauh dulu dari sini..". Ujar Wookie sambil mempererat rangkulan nya pada ku.
Wookie.. Dia sepertinya telah menyelamatkan ku. Aissh, Wookie mianhae telah merepotkan mu..
"Ahh... kaki ku.. appo...". Gumam Wookie pelan. Tentu aku masih dapat mendengar nya sepelan apapun ia bicara.
Bruggh..
Ryeowook akhir nya tumbang juga.
Kami tergeletak lemah di jalanan yang kasar. Tapi ia masih tetap menjaga ku dalam pelukannya yang erat, seolah ia samasekali tak ingin kehilangan ku. Aku mendengar suara isakan-isakan kecil dari nya. Ia pasti sudah sangat berusaha melindungi ku dari tadi. Tapi dari detak jantung nya aku dapat mendengar nya yang masih ketakutan. Ia jelas sedang berusaha mati-matian menahan tangisan nya untuk agar tetap tampak tegar di hadapan ku.
Aku..
telah gagal melindungi dongsaeng ku sendiri..
Tik.. tik.. tik.. tes tess tess...
Hujan pun turun. Hujan menghapus semuanya. Hujan yang sangat deras, namun tak berangin maupun petir. Hanya air hujan yang turun dengan derasnya. Membasahi setiap makhluk maupun benda yang berada di bawahnya tanpa perlindungan apapun. Seperti aku dan Ryeowook sekarang. Tubuh kami kini telah basah sepenuh nya. Dan kami tak bisa melakukan apapun lagi. Selain berpelukan saling melindungi dari serangan dingin nya air hujan.
Ya.. hujan yang sangat dingin.
Tap-tap.. tap-tap.. tap-tap.. tap-tap..
Suara langkah lagi..
Oh Tidak. Aku sungguh merasa trauma dengan suara langkah misterius dari kejauhan di tempat yang gelap seperti ini. Di tengah malam yang gelap tanpa penerangan sinar bulan sedikit pun. Kami berada dalam situasi yang persis sama dengan yang sebelum nya. Tepat di bawah sorotan lampu jalan yang sedikit redup. Cahaya redup yang menjadi satu-satu nya sumber penerangan kami, lalu terdengar suara langkah beriringan dari sisi gelap di hadapan kami.
Eh tunggu,'beriringan'?
Ini tak sama dengan yang sebelum nya. Kali ini berbeda. Suara langkah nya sungguh sangat keras dan sedikit terburu-buru. Yap, beriringan. Sepertinya ada dua orang yang sedang datang ke sini. Apa itu orang biasa?. Apakah kami dapat meminta bantuan pada orang itu?..
Ya tuhan.. ku mohon selamatkanlah kami..
"H..hyung!.. hoshh.. aku mendengar sesuatu.. hoshh..". Bisik Ryeowook masih tersengal-sengal dekat sekali di telinga ku.
Ne, Ryeowook-ah. Aku juga mendengar nya. Tapi aku tak dapat mengatakan apapun. Lidah ku terasa kaku. Nafas ku juga pendek-pendek, tak cukup bila harus untuk mengatakan sesuatu juga.
Langkah itu semakin dekat. Aku dapat melihat dua sosok makhluk yang mendekat dengan mengenakan jubah hitam panjang yang meng-cover seluruh tubuh mereka.
"Aissh.. Wookie..ah...". Ucap ku pelan berusaha agar sampai terdengar oleh Ryeowook. "Lihat..lah.. ada sesuatu.. di sana..".
"Mwo?..". Sahut Wookie sambil melihat ke arah mata ku memandang.
"Apa.. itu?.. apa mereka.. malaikat.. maut.. yang datang untuk kita ya?..". Tanya ku sangat tersengal dengan apapun yang seterlintasnya di pikiran ku.
Ryeowook terdiam shock.
Aku yang baru menyadari apa yang telah ku katakan pun ikut shock juga. Kami saling bertukar pandangan. Ryeowook tampak sangat-sangat pucat dan tubuh nya tidak terlalu hangat lagi seperti mayat yang masih segar. Bibir nya agak membiru dan gemetar. Mungkin begitu pula dengan ku. Apa mungkin pemikiran ku memang benar ya?..
Kami..
Akan..
Mati.
"AAAAAAAAAAAAAAHHHHH!". Jerit kami sekeras-keras nya bersamaan sambil berpelukan seerat-erat yang kami bisa.
"Woy! Diamlah! Kalian bisa membangunkan warga di sekitar sini tau!".
Aih! Itu kan.. suara Yesung-hyung.
"Ye..sung.. hyung?..". Gumam Wookie manja yang lansung berhenti dari jeritan nya sambil mengalihkan pandangan berbinar ke arah salah satu dari dua orang yang baru saja mendatangi kami.
Dua sosok makhluk hitam itu!, mereka adalah hyung yang mengenakan jas hujan hitam. Salah satu dari mereka adalah Yesung-hyung!. Lalu yang satunya lagi..
"Minnie-ah.. kau tampak sangat sexy bila sedang basah kuyup seperti ini..~". Aissh! Namja pervert itu!. Kyuhyun!.
"Ya Cho Kyuhyun! Sempat-sempat nya kau mengatakan hal semacam itu di saat seperti ini dasar yadong!". Seru ku liar entah kenapa lansung mendapat semacam kekuatan baru untuk mengomeli nya karena melihat tampang sok evil yang menyebalkan itu. Kyu hanya tertawa ringkas melihat reaksi ku yang mungkin tampak konyol di mata nya.
Cih! Dia pikir aku ini badut Ancol apa? Bisa-bisa nya ia malah tertawa melihat ku sedang marah di tengah kesengsaraan ku. Dasar namja aneh!.
.
.
"Jangan salah paham kau Kyu soal ini. Aku bukannya memilih mu untuk menggendong ku, tetapi aku hanya membiarkan Wookie bersama Yesung-hyung agar ia merasa lebih nyaman. Kasihan sekali maknae itu bila ia harus sampai terjebak dalam sebuah jas hujan yang sama dengan namja yadong seperti mu". Omel ku tak ada habis nya sejak aku terperangkap dalam jas hujan yang sama dengan si Evil-Kyu ini.
Ya, karena tak ada payung, maka nya Kyu menggendong ku di dalam jas hujan nya yang bila agak di paksakan memang bisa muat untuk dua orang, begitu pula dengan Wookie dan Yesung. Aissh, Rasa nya ingin sekali ku cakar-cakar punggung namja jangkung ini. Kenapa harus dia sih yang datang?..
"Kau kasihan dengan Ryeowook bila membiarkan nya bersama ku?. Itu berarti kau sudah tau dong apa yang akan ku lakukan dengan orang yang sedang ku gendong?". Tanya Kyu dengan nada menggoda ku.
Aissh.. aku benar-benar membenci pikiran nya yang betul-betul kotor seperti ini!.
"Awas kau Kyu kalau sampai berani macam-macam dengan ku, maka kau harus berurusan dengan kaki ku! Kau tau sendiri tendangan ku bila aku sudah mengamuk. Lebih baik kau diam saja sebelum kau menyesal". Balas ku galak. Ku ingatkan sekali lagi. Aku jago martial arts lho~
Kyuhyun menghela nafas santai. "Tenang saja, aku tak akan meminta 'bayaran' dari mu sekarang kok. Nanti saja di kamar". Jawab nya dengan suara berat nya yang santai.
"Ahh! Kau keterlaluan Kyu! Jadi kau tak ikhlas menolong ku dan harus meminta bayaran segala, begitu?. Cepat pulang sendiri sana! Besok kau ada ujian penting!". Protes ku sambil memberontak turun dari gendongan nya. "Lebih baik aku berjalan sendiri saja!".
"Ooops!". Kyu malah sengaja menunduk ke depan agar aku yang sedang di gendong di punggung nya itu justru semakin, err.. rapat dengan nya. Ah dasar namja pervert!.
"Ehh..". Gumam Kyuhyun pelan. Nada bicara nya seketika berubah serius. "Minnie-ah, gwenchanayo? Tubuh mu lebih panas dari biasanya. Apa kau demam?". Tanya Kyuhyun khawatir.
Ya, walaupun dia sering sekali menjahili ku dan menggoda ku, tetapi sebenar nya dia juga sangat perhatian dengan ku. Dia selalu memperhatikan setiap detil dari ku, dan selalu menyadari setiap keanehan sekecil apapun dari ku. Ia sangat perhatian, namun hanya pada ku saja, tidak pada orang lain. Bahkan ia sendiri sering lupa apa warna cat tembok kamar nya sendiri saking tak perdulian nya. Begitu setahu ku.
"Tidak juga. Ku rasa ini hanya karena kau terlalu dekat dengan ku, makanya tubuh ku jadi terasa pengap. Kau kebanyakan dosa mungkin, hyung.. makanya rasa nya panas". Jawab ku hanya untuk ngeles.
Sebenar nya aku memang merasa kepala ku sangat pusing sekarang. Tapi aku merasa nyaman bersama dengan hyung-hyung ku dan Ryeowook. Karena itu aku tak mau terlalu repot-repot merasakan nya. Aku tak ingin menghawatirkan mereka, sungguh.
"Ah jangan coba-coba berbohong dengan ku, Min. Lebih baik kita cepat-cepat sampai ke rumah". Kyuhyun mempercepat langkah nya, bahkan bisa di bilang berlari. Aku mempererat pelukan ku pada leher nya, namun tak sampai membuat nya tercekik.
Aku membenamkan wajah ku di rambut cokelat tua ikal nya yang halus, tak berniat untuk melanjutkan pembicaraan yang hanya akan membuat ku tambah lelah saja. Aku dapat mencium aroma tubuhnya dengan jelas di sini. Aroma yang selalu dapat membuat ku tenang, dan dapat menjadi obat tidur khusus ku. Karena dia sekamar dengan ku, makanya tidur ku tak akan tenang bila tak ada dia di samping ku. Aku juga dapat mendengar suara jantung nya. Suara jantung nya yang entah kenapa terdengar khas bagi orang yang memiliki kemampuan pendengaran khusus seperti ku.
Awalnya aku sempat berpikir kalau namja aneh yang satu ini memiliki penyakit jantung, karena setiap aku mendengar suara jantung nya, detakkan nya tak pernah beraturan dan selalu lebih cepat dari orang biasa. Apa lagi sekarang. Bisa dibilang posisiku dengan nya terlalu, err.. sungguh terlalu dekat, nyaris seluruh tubuh ku menempel dengan nya, bahkan bagian tubuh ku yang seumur hidup ku selalu ku lindungi ini pun juga karena posisi ku sedang digendong di belakang nya.
Detak jantung nya semakin menggila. Apa itu berarti ia juga menyukai ku seperti Ryeowook menyukai Yesung?. Kenapa ia bisa menyukai ku?. Apa ia tak memandang ku sebagai seorang namja ya?. Huff.. sungguh penghinaan.
Tapi sepertinya ia bersungguh-sungguh..
Hati seseorang tak dapat membohongi diri sendiri. Kalau dari dalam dia memang seperti itu, apa mungkin ya Kyuhyun-hyung selama ini sangat memperhatikan ku karena dia menyukai ku?.
Entahlah.. hanya Tuhan dan dirinya sendirilah yang tau..
.
.
.
"Minnie-ah.. Minnie-ah!.. irreona...".
Suara Leeteuk hyung..
Aku mulai tersadar dari alam mimpi ku dan membuka kedua mata ku. Ini kamar ku. Aku sedang terbaring di kasur ku yang nyaman. Ada Leeteuk hyung.. Heechul hyung.. Yesung hyung.. lalu di sebelah ku... Kyuhyun.
Ah! Ternyata semua nya ada di kamar ku!. Semuanya sedang memandang ku khawatir.
"Ah akhirnya dia bangun juga, hyung. Kalau sampai dia tak bangun dan mati, kau harus tanggung jawab lho, hyung. Dia kan jadi seperti ini karena ulah mu sen..". Cerocos Eunhyuk tanpa pikir panjang dulu pada Heechul yang sedang tampak paling khawatir di samping ku. Namun lansung terpotong oleh bentakan Heechul.
"Apa kata mu?! Dasar ikan teri!". Seru Heechul membelalak kesal sambil dengan cepat menyambar kepala malang Eunhyuk dengan pukulan maut nya. *sensor
"Sudah Min, tak usah terlalu memikirkan mereka. Yang penting sekarang apa kau sudah merasa lebih baik?. Oh tidak.. suhu tubuh mu masih belum turun juga..". Ucap Leeteuk perhatian sambil menarik termometer yang entah sejak kapan bersarang di mulut ku, dan melihat ukuran yang tertera di benda kecil yang panjang itu.
Ternyata aku jadi demam nya. "Aku.. sudah merasa lebih baik kok dari sebelum nya, hyung. Gomawoyo~". Jawab ku berusaha tampak seperti biasa.
"Aissh.. Minnie kasihan sekali.. untung nya ia sudah melewati ujian nya. Ini betul-betul salah Heechul karena meninggalkan Minnie yang masih polos di sana". Ungkap Zhoumi ringan tanpa memperdulikan dampak yang akan ia terima dari Heechul.
"Ya! Dasar bumbu masak(seasoning)! Jangan ikut-ikutan kau bila kau tak tau benar apa permasalahan nya!" Bentak Heechul tambah ngamuk lagi sambil belum selesai menganiaya Eunhyuk dari tadi.
"Sudahlah hyung.. ini semua salah ku sendiri karena tak mendengarkan nasihat Heechul-hyung agar jangan pulang terlalu malam. Tapi aku malah keasyikan di sana bersama Wookie. Maaf ya kalian semua.., aku sungguh telah merepotkan kalian. Aku juga tak berhasil melindungi Wookie..".
Ah, kata-kata ku tiba-tiba berhenti karena aku merasakan ada tangan yang sengaja menyenggol ku pelan. Itu Yesung yang memang ada di dekat ku sambil menatap ku dengan tatapan yang agak sulit untuk di artikan. Mungkin ia mengisyaratkan ku untuk jangan lansung menceritakan semuanya pada hyungdeul. "..dari hujan yang deras semalam". Lanjut ku di nyambung-nyambungin agar tak tampak seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
"Tenang saja, Wookie baik-baik saja kok, bahkan dia sedang di dapur untuk membuatkan mu sup". Sambar Yesung mendukung kalimat ku yang sebelum nya. "Lagipula ku rasa ini tak sepenuhnya salah Heechul hyung. Ku rasa kau sakit gara-gara Kyuhyun yang membawa mu". Lanjut nya seketika ingin membuat ku tertawa.
"Ah! Yesungie~ kau sungguh dongsaeng yang baik! Aku setuju dengan mu!". Sambar Heechul girang sambil menepuk-nepuk punggung Yesung bangga dan mengacungkan jempol nya. Heechul itu memang tipe orang yang tak suka di salahkan, dia juga sedikit keras kepala. Tapi sungguh sebenarnya dia tetap hyung yang baik.
"Apa maksud mu, hyung?". Tanya Kyuhyun tajam. Aissh, aku tak menyadari kalau dari tadi ia sedang menggenggam erat tangan ku. Genggaman nya sangat hangat..
Sangat nyaman...
"Buktinya Ryeowook baik-baik saja bila aku yang membawanya. Padahal penderitaan nya selama di luar itu sama buruk nya kan dengan Sungminnie? Berarti ini gara-gara kau tak membawanya pulang dengan baik". Tuduh Yesung mencetuskan awal mula perang Ye-Kyu.
"Enaksaja kau bicara! Sungmin sakit karena saat itu tubuhnya benar-benar sedang sangat lemah. Semalam saja ia samasekali tak protes saat aku membukakan baju nya dan memandikan nya dengan air ha..". Bantah Kyuhyun dan lansung ku hentikan sebelum ia melanjutkan kata-kata busuk nya itu.
"A..APA YANG KAU LAKUKAN PADA KU KYU?!". Jerit ku lansung bangun dari kasur ku dan meminta pertanggung jawaban nya dengan wajah ku yang seperti nya lansung memerah drastis.
"Woow.. kau lansung sehat, Min? kau benar-benar menginginkan nya ya?..". Tanya Kyu dengan suara berat mennggoda nya yang seumur hidup aku berani bersumpah kalau aku sangat membenci nya.
Aku benci sekali cara bicara mesum nya itu!..
"Aniya! Aissh! Kau benar-benar tak sopan, Kyu!". Bantah ku lepas kendali sambil mulai mengamuki namja yadong yang terlewat santai itu.
"Minnie-ah! sudahlah!.. kau jangan terlalu banyak bergerak, kau harus istirahat saja..". Ucap Siwon khawatir sambil menghentikan amukan ku.
Kyuhyun malah cengengesan tak jelas.
Aku mempoutkan bibir ku kesal, sambil melempar pandangan membunuh semengerikan yang aku bisa. Sudahlah! Aku tak perduli dengan namja yadong ini..
"Minnie-ah.. maafkan aku ya. Ini semua salah ku karena membiarkan mu hanya bersama Wookie di tempat yang asing bagi mu seperti itu. Aku tahu kau samasekali tak terbiasa berada di lingkungan yang ramai seperti itu dengan telinga mu yang sensitif. Mungkin tempat seperti itu bisa saja melumpuhkan kemampuan mu. Harus nya aku tak terlalu egois dan pulang duluan.. Mianhae..". Kata Heechul penuh penyesalan sambil menatap ku lekat-lekat dengan tatapan yang sangat tulus. Lha?.. tadi dia sepenuh nya menyagkal kalau dia yang bersalah atas hal ini, namun sekarang ia minta maaf dan dengan sangat ringan nya menyalahkan dirisendiri. Yah.. begitulah Heechul.
Kalau dia tidak aneh, bukan Heechul nama nya.
"Tak apa-apa kok hyung. Yang penting sekarang semuanya sudah baik-baik saja kan?". Jawab ku sambil mengembangkan senyum lebar ku.
"Minnie-ah.. kau sungguh orang yang pemaaf!". Seru nya sambil memeluk ku gemas. Hyungdeul dan dongsaengdeul hanya bisa menggeleng-geleng kepala melihat tingkah hyung mereka yang seperti ini.
"Hey, apa kalian tak melihat jam? Nanti kalian telat lho. Kalian ada ujian kan?". Tanya Kibum yang tiba-tiba datang dari pintu. Dia itu namja yang selalu on time meskipun ia tak sedang ada ujian seperti hyung-hyung nya sekarang.
"Oh iya!.. astaga! Aku mau mati saja! Ku harap ujian nanti tak akan terlalu sulit..". Keluh Kangin frustasi.
Leeteuk menepuk pundak nya lembut. "Sudahlah. Ingat-ingat saja apa yang telah kita pelajari semalam. Mudah-mudahan soal nya kurang lebih sama dengan yang kita pelajari..". Kata Leeteuk sok bijak. Yaa.. padahal dia sendiri juga sungguh terlihat stres karena hal yang sama.
"Tapi masalah nya kita harus mendapat nilai yang selalu tinggi kan?. Nanti bila ada salah satu dari kita yang nilai nya turun.. nanti kita..". Sambar Shindong yang tampak sedikit tertekan.
Sebenar nya kami bukan orang yang 'mampu'. Kami bisa kuliah di sini hanya karena beasiswa, bahkan uang saku pun juga hanya mengandalkan dari beasiswa. Tentu tak boleh sampai ada dari kami yang nilai nya turun. Atau tidak, nanti yang nilai nya turun itu akan lansung dikeluarkan dari universitas ini. Univesritas ini pun sebenarnya tempat yang sangat elit. Neul Paran University. Universitas yang terbaik di Korea. Tentu kami harus berjuang bersama di sini agar tak satupun dari kami ada yang dikeluarkan. Kami sama sekali bukan orang kaya, kecuali Kyuhyun yang orang tua nya memang pengusaha yang sangat sukses. Tapi tetap saja dia tak bisa menggunakan uang nya seenak nya, karena sebenar nya ayah nya sudah menyuruhnya untuk mengambil jurusan hukum di luar negeri. Tapi ia tak mau dan memilih untuk masuk di universitas yang sama dengan kami hanya karena alasan solidaritas. Ya.. dia sebenarnya teman yang sangat baik.
"Sudahlah.. yang penting kita harus berjuang bersama, ya kan?". Kata Hangeng pada semuanya.
"Ne..". Jawab Heechul mewakili yang lain.
"Yasudah ayo kita berangkat. Minnie-ah, baik-baik saja di rumah ya. Kau tak akan sendiri kok, Ryeowook, Kibum dan Henry akan di rumah juga". Kata Leeteuk. Aku hanya bisa mengangguk meng-iyakan.
"Minnie-ah.. doakan kami yaa~". Kata Donghae sebelum keluar bersama yang lain. Lagi-lagi aku hanya bisa mengangguk meng-iyakan sambil tersenyum dan melambaikan tangan pelan kepada mereka.
Sekarang semuanya sudah keluar dari kamar ku. Hanya tinggal satu orang yang masih di dalam.
"Minnie-ah..". Panggil Kyuhyun di ambang pintu. Aku menatap nya seolah menanyakan 'mwo?'. "..annyeong..". Ia tersenyum tulus, lalu pergi dan menutup pintu nya rapat.
Kyuhyun tersenyum dengan tulus.
Senyuman nya.. Ia tak pernah menunjukan senyuman seperti itu sebelum nya. Biasanya ia selalu menunjukan evil smile nya yang menyebalkan. Tapi yang tadi itu..
Yang tadi itu..
Aissh.. kenapa aku merasakan wajah ku memanas?. Apa ini karena demam ku?..
"Muka mu merah tuh. Apa demam mu terasa lebih buruk lagi?".
DEG.
Jantung ku seperti mau pecah. Bukankah tadi semuanya sudah benar-benar keluar yaa?..
"Nu.. nuguya!?". Tanya ku panik sambil melihat ke sekitar.
Ternyata ada Zhoumi yang sedang duduk di belakang ku di pinggir kasur dengan santai nya menyilangkan satu kaki nya ke kaki nya yang lain dan mengembangkan senyuman lebar pada wajah ceria nya.
Se.. sejak kapan dia?...
"Ni hao!..~". Sapa nya penuh semangat. Dasar si cina jangkung.
"Kau tak pergi bersama hyungdeul? Nanti mereka mencari mu lho!". Ya, tak perlu pusing-pusing memikirkan kenapa Zhoumi yang tadi jelas-jelas sudah keluar bersama hyungdeul, lalu tiba-tiba bisa ada di sini lagi sekarang. Kemampuan nya adalah teleport (berpindah tempat dalam waktu yang bersamaan). Karena itu ia tak pernah terlambat sekesiangan apapun dia.
"Ani. Aku hanya ingin bicara sebentar dengan mu". Kata nya mulai serius. Ia bangkit dari kasur ku dan berdiri di samping ku. Ia menatap ku dalam-dalam seolah mengisyaratkan ku untuk tak berbohong dengan hal yang akan di tanyakan nya setelah ini. "Apa saja yang terjadi dengan mu dan Ryeowook semalam? Aku tau Yesung menyembunyikan sesuatu tadi..".
Aissh.. peka sekali dia. Bisa-bisa nya ia melihat gerakan Yesung-hyung yang sangat halus dan akting nya yang sangat bagus. "Tak apa-apa kok hyung. Kau tak perlu menghawatirkan nya..". Jawab ku berusaha sebiasa mungkin.
"Ani. Ah.. kau belum pernah diberi tau oleh atasan mu ya?. Dia bilang kita dijadikan partner lho. Kau harus memberi tau segala hal yang kau tau pada ku, karena mulai sekarang kita harus selalu bekerja sama". Lanjut nya tampak santai, namun tetap serius.
"Partner apa maksud mu?..". Tanya ku heran.
"Kau tak tau ya? Aku kan mata-mata seperti mu juga. Tenang saja, aku jago menguntit kok tidak seperti mu yang selalu ketauan seperti kemarin saat kau mengikuti Wookie. Aku juga ahli dalam menjaga dan mencari informasi". Jelasnya bangga.
Apa maksud nya membanding-bandingkan ku seperti itu hah?. Mau ngajak ribut ya?.
"Oh iya. Aku di suruh menjadi partner mu karena mereka bilang kau sedang dalam bahaya. Mereka bilang ada sebuah kelompok yang sedang mengincar mu entah untuk apa. Tapi menurut laporan sih salah satu anggota dari kelompok mereka ada di sekitar sini, makanya kau harus terus berhati-hati". Lanjut nya tetap serius sambil berpindah-pindah tempat dengan teleport nya dari ujung ke ujung ruangan bagaikan hantu yang tiba-tiba hilang dan muncul lagi.
Mengincar ku katanya?. Siapa?..
"Jinjja? Apa yang harus ku lakukan? Memang nya apa yang mereka perlukan dari ku?". Tanya ku setengah panik.
Zhoumi menghentikan aktifitas nya dan menatap ku dalam-dalam dengan mata besar nya yang tegas. "Alasan mereka belum diketahui, Sungminnie. Karena itu kau harus mendengarkan ku dan selalu berhati-hati. Aku tak bisa selalu melindungi mu dan selalu berada di samping mu karena itu akan tampak sedikit janggal dan mencurigakan. Karena itu aku bertanya pada mu, apa saja yang terjadi dengan mu dan Wookie semalam?..". Tanya nya lagi, namun dengan cara bicara yang lebih tegas.
Tiba-tiba kepala ku terasa sakit lagi. Aduh.. aku tak bisa berpikir..
"A.. aku..".
Cklekk..
"Hyung? Apa kau sudah bangun? Sup nya sudah matang lho..~". Sambar Wookie secara tiba-tiba saja datang dari pintu.
Zhoumi sudah tak ada. Seketika ia hilang begitu saja, bahkan mungkin Ryeowook samasekali belum sempat melihat nya tadi. Aissh.. pintar juga si cina jangkung itu menggunakan kemampuan nya. Ku rasa dia benar-benar orang yang dapat ku percaya. Gomawo atas informasi mu, hyung. Aku akan berhati-hati.
"Hyung?.. lho kok kenapa bengong?". Tanya Ryeowook lagi yang masih di ambang pintu.
"Ah gwenchana, Wookie-ah~ bagaimana kabar mu? Apa kau baik-baik saja?". Tanya ku sambil bangkit dari kasur ku seolah samasekali tak ada apapun yang terjadi sebelum nya.
Ryeowook lansung menghampiri ku dan membantu ku untuk berjalan ke ruang makan. "Ne, hanya kaki ku saja yang banyak lecet. Tapi ini bukan apa-apa kok hyung, nanti juga akan sembuh sendiri". Jawab Wookie semangat seperti biasanya.
Iya juga sih, kedua telapak kaki dan sebelah pergelangan kakinya terbalut oleh kain perban kasa dengan rapi. Mungkin ia sangat tak terbiasa jalan jauh sampai ia terluka masalahnya kenapa pergelangan kakinya juga terluka?. Bukankah kalau lecet karena berjalan paling-paling telapak kaki atau punggung kaki nya saja yang lecet, itu juga karena mungkin sepatunya kesempitan. Kalau bengkak sih masih mungkin, tapi harusnya tak perlu sampai dibalut.
Mungkin Wookie memang terlalu manja. Kasihan sekali dongsaeng ku yang satu ini.
"Mianhae telah membuat mu jadi seperti ini..". Ucap ku saat sudah duduk di salah satu kursi di ruang makan, sementara Ryeowook sibuk menyiapkan sarapannya, menyendokkan sup yang baru saja di buat nya dengan spesial untuk ku.
"Hmphhh...".
Krett..
Ryeowook menghentikan aktifitasnya sejenak. Aku bisa mendengar nya menghela nafas dan menggenggam sendok sup nya jauh lebih keras dari sebelumnya, bahkan tangan nya sampai sedikit bergetar.
Wookie ya.. sepertinya kejadian semalam itu telah mumbuat nya sangat tertakan.
"Ini bukan salah mu kok, hyung~". Jawab Wookie seolah tak terjadi apapun sambil berbalik dan membawakan sup nya sambil memasang senyum lebar yang sangat polos.
Tapi aku dapat mendengar suara jantung mu, Wookie. Kau terdengar begitu tertekan. Apa kau sudah berani menyembunyikan sesuatu pada ku?.
"Tapi aku tak dapat melindungi mu dari.. hmm.. apa saja yang sebenar nya terjadi semalam yaa?..". Gumam ku heran sendiri. Seketika saja seperti ada bagian yang hilang dalam memori ku dan samasekali tak dapan ku ingat, malah yang ada kepala ku kembali terasa sakit bila mencoba untuk melengkapi bagian yang hilang dalam memori ku itu.
Drrrp.
Wookie meletakan mangkuk sup nya itu agak keras ke meja tepat di samping ku, lalu ia juga duduk di samping ku. Ia menatap ku dengan mata nya yang terbuka lebar seolah ia baru saja mendengar kalau aku baru saja menjadi namja pertama yang bisa hamil. "Semalam kita kehujanan bersama, hyung.. lalu sebelum itu apa lagi?..". Tanya Ryeowook memastikan kalau hyung nya ini benar amnesia atau tidak.
Iya, benar, aku tak bisa ingat bagian sebelum aku dan Ryeowook kehujanan. Hanya jatuh pingsan.. tapi apa penyebab ku pingsan?.. aku tak bisa ingat. Apa aku memang amnesia ya? apa aku pingsan karena aku terjatuh dan kepala ku membentur sudut tempat sampah?..
Aissh.. itu terdengar terlalu bodoh untuk ku. Tapi kepala ku selalu terasa sakit lagi bila aku berusaha untuk mengingat nya.
Ahh.. Ya.. orang itu..
Ahh!.. sial! Kepala ku tambah pusing saja.. aku tak bisa berpikir..
"Hyung-ah gwaenchanayo?". Tanya Ryeowook khawatir.
"Ne.. hanya saja orang itu..". Jawab ku pelan.
Wookie menghela nafas sabar sambil mengelus punggung ku lembut. "Kau masih memikirkan nya, hyung?". Tanya nya berusaha terdengar santai. Padahal dari bicara nya saja aku dapat mendengar nya suara nya sedikit gemetar dari biasa nya. Dia tak akan pernah bisa menutupi apapun dari ku dengan kemampuan ku yang seperti ini.
Aku menggeleng ragu. "Tidak juga. Hanya saja orang itu yang terus saja berusaha mendobrak alam memori ku dari tadi. Aku tak dapat mengingat bagaimana wajah orang itu.". Jawab ku ragu juga.
"Yang jelas, ku rasa aku takut dengan nya".
"...". Ryeowook terdiam. Ia menatap ku horor.
Apa-apaan tatapan nya itu?..
"Sudah biarkan saja, hyung. Dia bukan siapa-siapa, tak perlu memikirkan nya terus, lebih baik kau memikirkan ku dan menjadikan ku pacar mu sekalian supaya pikiran mu di penuhi oleh segala tentang ku." Jawab Wookie sewot sambil menyendokan sup yang tadi ia bawa dan mendekatkan nya ke mulut ku untuk menyuapi ku yang dari tadi tak kunjung menyentuh sarapan ku itu. "Dia hanya sampah. Dia hanya seorang pemabuk yang tak akan mengganggu mu lagi". Lanjut Ryeowook dengan tatapan yang jauh dari kata bercanda.
Aku hanya bisa menyambut suapan nya saja sambil mencoba mengartikan tatapan nya yang tak pernah ia tujukan pada ku sebelum nya. "Kenapa kau bisa seyakin itu menyatakan nya?". Tanya ku penasaran.
Lagi-lagi ia terdiam sejenak.
Nahh.. sekarang aku tau untuk apa biasanya ia terdiam sebelum menjawab partanyaan ku. Pasti ia sedang mencari alasan yang paling tepat untuk menutupi sesuatu yang ia sembunyikan dari ku. Yap, sudah pasti. Dongsaeng ku ini sekarang memiliki rahasia pada ku. Ia tak mempercayai ku lagi rupanya..
"Karena selanjutnya kita hanya akan tinggal di dorm ini saja. Kita tak mungkin keluar lagi karena beberapa hari setelah ini kita akan memulai kuliah kita, ya kan?". Jawab nya polos.
Aku mengulas senyum pada nya. "Kau benar. Omong-omong masakan mu ini enak sekali lho!~ aku yakin aku akan lebih cepat sembuh karena ini!~". Kata ku mengalihkan pembicaraan. Aku tak suka membuat nya terpaksa terus berbohong. Tapi aku tak suka juga bila ia terus berusaha menyembunyikan sesuatu dari ku. Lebih baik berhenti membicarakan ini dengan nya, dan ku tanyakan tentang ini lebih banyak pada Zhoumi. Kenapa aku benar-benar melupakan orang itu padahal hati ku benar-benar ingat kalau aku sangat takut dengan nya?.
Ini aneh..
Ya, ini sangat aneh.
Pasti ada sesuatu di balik ini semua. Bahkan dongsaeng kesayangan ku ini pun sampai jadi aneh juga. Aku harus mencari tau apa yang terjadi sebenar nya. Tapi ku rasa aku tak bisa membiarkan hyung-deul tahu dulu, bahkan yesung-hyung pun juga tadi pagi melarang ku untuk memberitaukan nya.
Aku dan Wookie berpura-pura seolah tak terjadi apapun seperti biasa, padahal aku tau kalau di balik ini kami berdua sama-sama sedang bersandiwara saja. Saling menutupi kata hati yang sebenar nya. Bagi ku ini sangat menyedihkan. Ini adalah hal yang paling tak ku inginkan untuk terjadi..
.
.
Brakk!
Tiba-tiba pintu kamar ku yang sedang sunyi-sunyinya terbanting dengan keras oleh seseorang. Siapa lagi kalau bukan si biang setan? (baca: kyuhyun), dasar iblis dengan tangan penghancur. Kyuhyun lansung masuk dengan santai nya, melempar tas selempang hitam nya sembarangan dan merebahkan tubuh nya ke kasur yang baru saja selesai ku rapikan.
"Aissh! Melelahkan sekali hari ini! Tak ku sangka soal nya akan lebih sulit dari yang ku bayangkan, sungguh menyebalkan!". Omel nya entah pada siapa.
"Itu salah mu sendiri, dasar pabo! Siapa suruh ada ujian besar bukan nya belajar tetapi malah main game bodoh mu itu semalaman!". Omel ku lebih galak lagi. "Dan siapa suruh juga kau baru saja pulang lansung tiduran di sini?! Mandi dulu kek sana, dasar pemalas!". Bentak ku lagi sambil memukuli pantat Kyu yang sedang memunggungi ku dengan sapu lidi. Ia dengan menyebalkan nya malah tak bergeming sedikit pun dan menikmati nya seolah ia sedang di terapi perawatan pijat.
"Hmm.. aku mulai berpikir kalau aku seharus nya benar-benar bersyukur bisa sekamar dengan mu di dorm ini ya..". Gumam nya tak jelas, bahkan tak bermaksud sampai aku mendengar nya juga mungkin. "Aku baru pulang saja kau sudah seperhatian ini pada ku". Lajut nya. Jangan harap dengan pendengaran ku yang seperti ini aku bisa-bisa nya tak mendengar apa yang dikatakan nya barusan meskipun ia mengatakan nya dengan tak terlalu jelas.
"Cih! Siapa yang perhatian pada mu hah?! Aku hanya tak ingin kasur yang baru saja ku rapikan ini lansung berantakan lagi karena mu! Jangan terlalu percaya diri DASAR SET..!". Bentak ku namun tiba-tiba saja tangan ku di tarik oleh nya sehingga aku juga tiduran di kasur, dan di saat yang bersamaan dengan cepat ia berbalik posisi dengan aku yang tertindih di bawah nya. Ia menatap ku dalam dengan senyuman evil menyertai di bibir nya.
"Jangan bohong. Tak ada guna nya juga kau berbohong pada ku. Aku dapat melihat semua nya dari manik mata indah mu Min. Kau merapikan nya untuk ku kan? Kau ingin aku bisa beristirahat dengan nyaman malam ini agar aku dapat menjalani ujian ku dengan lebih baik besok kan? Agar aku bisa mendapatkan nilai yang bagus dan tidak di keluarkan dari universitas ini agar kau bisa terus bersama ku, iya kan?". Kata nya penuh keyakinan dengan suara setengah berbisik.
Kyuhyun..
Aissh menyebalkan. Dia adalah seorang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran seseorang. Kemampuan yang sangat berguna dan dapat di andalkan. Berbeda sekali dengan ku yang hanya bisa menyusahkan dan mengantung pada orang lain. Bahkan sekarang saja aku samasekali tak bisa menyangkal nya untuk mempertahankan kehormatan ku di hadapan nya. Memang nya orang bodoh mana yang lebih mempercayai omongan ku daripada kata hati ku sendiri?. Sangat menyebalkan. Aku tak bisa berguna untuk orang lain. Kemampuan ku samasekali tak berguna, tidak seperti yang lain.
Aku hanya bisa mendengar saja. Dan tak ada yang spesial dari itu.
Apa guna nya aku bagi orang lain?. Sementara Ryeowook dongsaeng kesayangan ku sendiri yang segitu manja nya saja sudah mampu melindungi dirinya sendiri semalam, juga menjaga diri nya sendiri dari segala apapun yang membahayakan nya dengan firasat nya yang sangat-sangat peka, apalagi kemampuan hipnotis nya. Lalu Zhoumi bisa teleport di mana ia bisa pergi kemanapun dan kapan pun yang ia mau, kemampuan seperti itu tentu sangat memudahkan nya untuk selalu jauh dari segala permasalahan, aku sungguh iri pada nya. Leader kami Leeteuk hyung lebih luarbiasa lagi, ia bisa mengetahui masalalu dari seseorang hanya dengan melihat saja. Yesung hyung memiliki penciuman yang jauh lebih peka dari anjing apapun. Hangeng hyung sudah seperti hantu, ia bisa terbang bahkan juga mengangkat apapun yang ada di sekitar nya seberat apapun itu, ia adalah pengendali gravitasi. Heechul lebih parah lagi, dia malah bisa membuat siapapun mau menuruti nya dan mengendalikan perasaan orang, ah tak bisa di bilang mengendalikan juga sih, hanya saja ia memiliki kemampuan berupa daya tarik yang luarbiasa sampai membuat siapapun tak mungkin tak menyukai nya bila ia menggunakan kemampuan nya, yah.. bisa di bilang semacam pheromone. Kangin hyung adalah yang paling berbahaya di dorm kami, karena ia dapat membuat seseorang tak bisa bergerak hanya dengan menatap nya, dan menjadikan orang patung bila tersentuh olehnya. Mengerikan. Shindong hyung sangat fleksibel, ia dapat meniru tubuh siapapun yang ia lihat, bahkan hewan sekali pun. Eunhyuk hyung memiliki kecepatan lebih dari kecepatan cahaya mungkin, yang jelas ia tak pernah terlambat meskipun ia bangun tidur pas sekali dengan jam kelas masuk. Donghae hyung dapat mengambil atau menggerakan apapun yang ada di dekat nya, seperti ada ratusan tangan panjang transparan yang bersarang di punggung nya, semacam kemampuan teleckinesis. Siwon hyung entah diberkahi oleh Tuhan atau bagaimana, yang jelas ia sangat hebat, ia mampu menyembuhkan luka apapun dan siapapun. Aku sangat-sangat iri pada nya yang bisa di andalkan oleh orang lain. Kibum adalah summoner di mana ia dapan memanggil siapapun bila ia membutuhkan bantuan seseorang, bukan hanya orang yang bisa ia panggil, tetapi iblis bahkan monster pun juga tunduk pada panggilan nya, mengerikan. Lalu Henry memiliki kemampuan yang unik yaitu pelindung, meskipun terdengar sepele tetapi nyatanya sampai sekarang dialah yang paling dibutuhkan di dorm kami. Semuanya sungguh luarbiasa..
Lalu aku?
Apa yang bisa ku andalkan hanya dengan pandengaran sensitif ku?. Yang ada itu malah bisa di bilang kelemahan karena aku jadi tak bisa tahan berada di tempat yang ramai dan berisik. Ada satu orang saja yang berteriak di samping ku, maka aku sudah pingsan mungkin. Menyebalkan, bukan?
Hanya aku yang paling tak berguna di sini.
Dan si menyebalkan, Kyuhyun. Dia sebenarnya justru lebih mengerti aku di bandingkan dengan aku sendiri. Tentu saja karena ia bisa melihat apa isi hatiku sebenarnya, juga ia bisa dengan lelusa menelusuri pikiran dan memori ku. Aku samasekali tak ingin mengakui kebenaran yang ia katakan barusan tentang pikiran ku. Tetapi apakah emosi mengalahkan akal sehat ku?
Apa memang aku saja yang keras kepala dan tak mau menerima kenyataan bahwa yang ia katakan itu benar?
Aku tidak tahu.. aku tidak mengerti.
"Min? kau bukan yang terburuk di sini. Bila kau saja tak bisa menghargai diri sendiri maka hidup mu benar-benar tak akan berguna. Barusan itu aku hanya bertanya pada mu, bukan nya bermaksud menyinggung mu samasekali. Kenapa kau malah jadi memikirkan tentang kemampuan yang lain?". Tanya Kyuhyun yang pasti karena tahu apa yang ada di dalam pikiran ku tanpa harus ku katakan.
Aku memalingkan wajah ku dari tatapan nya.
Cih. Dia terlalu serius rupanya.
Aku sudah terlalu kebal untuk di baca seenak nya seluruh isi kepala ku karena aku sudah tinggal bersamanya sejak lama. Jadi wajar saja aku tak perlu capek-capek marah bila ia melihat apa yang ku pikirkan tanpa izin. Toh ia pun juga tak sengaja mungkin membaca pikiran ku. Memiliki kemampuan seperti dia pasti sulit untuk dikendalikan meskipun ia sudah memiliki nya sejak ia lahir.
Tapi kalau sudah seperti ini.. ia pasti selalu mengatakan apa yang ingin ku dengar saja. Apa ia hanya ingin menghibur ku? Aku memang tak berguna kan?..
"Siapa bilang kau tidak berguna, Min? kalau kau memang tidak berguna maka aku pasti sudah meninggalkan mu sentah sejak kapan.. untuk apa aku terus bersama orang yang samasekali tak berguna bagi ku? Tentu kau berguna, Min. Kau adalah teman ku. Kau adalah dongsaeng kesayangan ku. Kau adalah orang yang spesial bagi ku. Apa kau tidak mengerti juga?. aku selalu mengatakan apapun yang aku inginkan, bahkan kadang tanpa di pikir dulu, jadi tak mungkin aku mengatakan ini semua hanya untuk menghibur mu, Min." Kata nya serius. Tak terdengar tanda-tanda kalau ia berbohong sedikitpun pada ku.
"Aissh.. Kyu, tidakkah kau tahu kalau orang yang mungkin mendengar mu dari luar akan menganggap mu gila karena kau seolah sedang bicara sendiri?.. jangan menjawab apapun pertanyaan dalam pikiran ku sebelum aku mengatakan nya". Kata ku pelan.
"Aku tak perduli bila orang menganggap ku gila atau apa. Toh yang akan mendengar ku juga palingan hanya hyung dan dongsaeng-deul saja, mereka kan sudah tahu tentang ini. Bila aku tak lansung menjawab apa yang kau pikirkan, aku takut kau akan salah paham dengan ku, jadi lebih baik aku cepat-cepat meluruskan nya saja. Lagipula kau nya juga sih yang terlalu sok cool dengan ku. Kau jadi tak pernah bertanya sesuatu pada ku secara lansung dan hanya memikirkan nya saja. Aku tau dari dasar nya kau itu memang orang yang perdulian...". Jawab Kyu terlalu bawel sampai membuat kesabaran ku habis.
"Yaa! cepat minggir sana kau Kyu! Dasar namja mesum! Cepat diam dan mandi saja sana!". Seru ku sambil mendorong tubuh nya yang menindih ku sekuat tenaga sampai membuat nya terjungkal ke belakang. Ku ingatkan sekali lagi. Aku ini jago martial arts.
"Whoaa.. kau kuli banget Min.. baiklah iya-iya, tapi jangan berpikir yang tidak-tidak lagi, ne?..". Ucap nya sebelum berlalu ke kamar mandi tanpa lupa membawa handuk biru kesayangan nya.
Hening.
'Ne..' Jawab ku dalam hati.
Eh!? Apa yang telah ku pikirkan dari tadi?. Aissh! Aku benar-benar kacau!.
Tapi sudahlah, Min. Dia ada benar nya juga. Ku rasa aku memang terlalu so cool pada nya, aku yang memang terlalu menutup diri pada nya. Bila di pikir-pikir lagi salah Kyu apa?. Kenapa selama ini aku harus membenci nya? Hanya karena mesum? Bukan kah itu hal yang sangat-sangat wajar bagi seorang namja untuk selalu berpikiran mesum? Meskipun memang harus diberi pengecualian untuk mesum pada sesama namja, tapi aku yakin ia hanya bercanda soal itu. Lalu apa karena perasaan nya?..
Iya, aku yakin dia menyukai ku.
Dan seperti nya aku jadi bersifat acuh pada nya karena aku tak ingin membuat nya jatuh dengan perasaan nya yang lebih dalam pada ku. Aku tak ingin menyakiti nya. Karena aku tak yakin aku bisa menyukai sesama namja juga. Aissh.. dunia ini memang edan. Namja saja ada yang bisa sampai jatuh cinta segitu dalam nya dengan sesama namja. Celaka nya lagi contoh nya itu adalah teman-teman ku sendiri. Apa aku akan menjadi salah satu dari mereka?
Aku meletakan telapak tangan ku di dahi ku mencoba menahan frustasi. Aku memejamkan mata ku dan mencoba menarik nafas panjang. Merebahkan tubuh ku senyaman mungkin di kasur ku dan mencoba untuk mengistirahatkan pikiran ku sejenak.
Kyu.. Kau tak bisa mencintai ku..
Pasti terlalu menyusahkan bagi mu untuk mempertahankan ku tetap di sisi mu. Aku tau kau orang yang baik dan tampan, maka nya kau itu terlalu sempurna untuk ku. Masih banyak yeoja lain yang lebih baik dari ku, lalu kenapa kau masih memilih ku?
Aku terlalu menyusahkan untuk mu. Aku terlalu tertutup dari mu. Aku terlalu berbeda dari mu.
Dan aku terlalu berbahaya untuk tetap di dekat mu.
.
.
-Kyuhyun pov-
.
Sungmin.
Sampai kapan ia akan terus menutupi segala nya dari ku?. Kapan ia akan mulai mempercayai ku dan menjadikan ku tempat nya untuk bercerita seperti Ryeowook?. Bahkan sekarang ia sudah tau kalau Ryeowook menyembunyikan sesuatu tentang kejadian semalam dari nya, dan aneh nya ia tetap percaya pada namja cengeng itu. Ck! menyebalkan.
Ah, tapi kau harus sabar Kyu. Kau harus menjaga kesabaran mu untuk mendekati si tuan putri Sungmin itu.
Oh.. Min, kenapa kau segitu nya tak menerima sih kalau aku menyukai mu?. Padahal kau sudah mulai menyadari kalau aku memiliki perasaan yang spesial untuk mu, tetapi kau sendiri malah terus menyangkal nya, lalu bagaimana kau mau menerima perasaan ku ini?
Aissh.. baru kali ini seorang evil-kyu bisa merasa galau karena cinta. Ini sungguh konyol!. Tapi lebih konyol lagi bila aku juga berusaha untuk menahan perasaan ku seperti Sungmin. Karena aku sudah tahu itu akan menyiksa ku. Aku sudah berjuang sejauh ini untuk mendekati nya. Aku sudah terlalu banyak mengorbankan apapun untuk nya.
Eh? 'sudah mengorbankan apapun'?. Ah ku rasa tidak juga, tapi akan.
Aku mendongakan kepala ku dan membiarkan ribuan tetes air hangat dari shower kamar mandi ini lansung mengenai wajah tampan ku. Mencoba mengurangi kepenatan kepala ku dan mengalir turun bersama air. Mengobati perasaan ku sendiri dengan menikmati kenyamanan dari air hangat yang seolah memeluk ku lembut. Ini waktu dan suasana yang sangat tepat untuk merileks-kan pikiran ku yang sebentar lagi akan meledakan kepala jenius ku.
Tapi sayang nya ada pengganggu yang tiba-tiba datang.
'Hehehe.. Kyunnie~~ bila kau berbalik ke belakang mu aku yakin kau akan tersentak kekagetan dan terpeleset jatuh! haha'.
Aissh.. siapa orang bodoh yang masih akan kaget bila sudah tahu apa kejutan nya gara-gara pikiran konyol nya yang bagi ku sangat berisik itu. Dan siapa lagi orang super menyebalkan yang memilik kemampuan teleport dan tiba-tiba datang di belakang ku hanya untuk mengagetkan ku selain Zhoumi?. Dan menyebalkan nya lagi dia itu benar-benar tak tahu waktu! Ya masa ia tetap mencoba mengganggu ku saat aku tengah menjalani ritual sakral ku sehari-hari, yaitu mandi!. Dasar menyebalkan!.
"Aissh hyung! Cari lah orang lain yang mau di ganggu saat sedang mandi selain aku." Ucap ku dingin. "Dan keluarlah sebelum aku menjadikan mu 3x lebih kurus dari sekarang".
Dia malah diam dengan pikiran nya yang kosong. Aku tersenyum di salah satu sudut bibir ku dan berbalik untuk melihat reaksi wajah nya setelah mendengar kata-kata ku. Haha kau sangat evil, Kyu! Ku rasa hyung mu sendiri itu telah kau buat sakit hati dengan kaliman mu barusan..
Cih! Wajah jelek macam apa itu?! Ia ternyata malah memasang wajah melongo konyol menyamakan diri dengan pengemis gembel kelaparan yang kebingungan karena jalan nya biasa mengemis barusaja di aspal. Aku sendiri tak mengerti maksud ku apa, pokok nya wajah nya itu sangat-sangat bodoh!. Aku tak bisa menahan diri ku untuk tertawa sekeras yang aku bisa sambil guling-gulingan di lantai.
"Ya Kyu, jangan malah tertawa. Berhentilah menginjak-injak harga diri mu sendiri di saat kau tak memiliki perlindungan apapun (baca: pakaian) dan menyamakan diri mu dengan cacing kena garam begitu. Aku sedang bingung cara instan apa yang bisa kau lakukan untuk membuat ku lansung kurus 3x lipat. Tapi ku rasa tak masalah!. Berarti aku tak akan mau keluar dari sini. Ku rasa tubuh ku mulai gemuk!~". Jawab nya membuat ku semakin kesulitan untuk menahan tawa ku.
"HAHAHA!.. aduhh.. jangan bodoh, hyung!.. maksud ku kau akan ku buat gosong sampai ke tulang! Kau mau? Hm?". Tanya ku di sela tawa ku. "Semua baju mu jadi basah juga karena terkena banyak cipratan air shower, maka bila aku mengeluarkan sedikit saja listrik ku, kau juga akan tersambar dengan sangat mudah nya".
Tipe sihir ku adalah petir dan angin. Hebat kan?.
"Ahaha tentu saja aku atan pergi sebelum listrik mu mengenai ku. Teleport ku ini ribuan kali lebih cepat daripada listrik mu lho~". Ucap nya bangga.
"Sudahlah. Apa mau mu ke sini hyung? Mandi bareng? Kenapa tidak kau buka sekalian baju mu yang sudah basah itu?". Tanya ku ringan.
"Ah tidak tidak~ ku rasa aku masih setia pada Henry-ku. Aku hanya ingin bertanya sesuatu pada mu". Jawab nya membuat mood ku mulai menurun lagi.
"Apaan?". Tanya ku sambil mendengus bete.
"Haha slow saja Kyu, aku hanya bertanya saja. Kau sudah tahu apa hal yang Sungmin tak ingat itu? Dia bilang ia melupakan sesuatu tentang kejadian semalam". Tanya nya mulai menunjukan wajah serius nya yang bagi ku justru semakin menjauhi kata tampan.
"Tidak. Aku belum membaca nya sampai terlalu dalam. Ia masih sakit, jadi aku membiarkan nya istirahat saja". Jawab ku sedikit berbohong.
Aku tahu Sungmin bertemu seseorang yang telah melukai nya pada malam itu. Sungmin tidak tahu kalau Ryeowook bertarung untuk melindungi nya dan mengusir orang itu. Ryeowook ingin Sungmin tak pernah ingat tetang kejadian itu, tetapi nyata nya ingatan Sungmin seperti nya memang sudah tersegel oleh orang asing itu sejak ia jatuh pingsan. Yang jelas aku tak akan memaafkan orang yang telah menyakiti Sungmin-ku sampai kapan pun. Aku akan membalaskan dendam Minnie-ku yang terlupakan itu dengan tangan ku sendiri. Aku tak akan membiarkan orang lain mengganggu di jalan ku, tak terkecuali hyung ku sendiri.
"Oh..baiklah, hanya itu yang ingin ku tahu. Kau bisa melanjutkan kegiatan mandi mu, xie xie~". Kata nya lalu pergi menghilang seperti hantu.
Aku menghela nafas lega.
Sungmin..
Dia telah menyembunyikan terlalu banyak hal dari ku. Aku ingin ia membagi itu semua pada ku dan lebih mempercayai ku. Tapi yang ku rasakan malah ia menganggap ku seperti musuh nya sendiri yang harus selalu di hindari dan selalu di benci. Apa salah ku?
Dan dia sendiri berntanya-tanya apa salah ku juga. Aissh.. namja labil.
Atau jangan-jangan..
Jangan-jangan Ryeowook dengan kemampuan firasat nya itu telah memberitahu Sungmin semua keburukan ku? Hanya anak itulah yang paling dekat dengan Sungmin, bukan?. Cih! Dasar bocah cengeng sialan!
.
.
"Selesai mandi kok muka mu malah kusut, Kyu?..". Tanya Sungmin ku di tengah alam nyata dan alam mimpi nya.
Oh lihatlah betapa manisnya dia dengan piyama pink tipis itu sehingga lekuk-lekuk tibuh nya tampak lebih jelas sambil memeluk boneka kelinci putih nya dan mata mengantuk nya yang menatap ku sayu. Aissh.. kenapa namja ini bisa selalu memiliki berbagai cara untuk membuat mata ku tak bisa berpaling dari memandangi nya barang sedetik saja?. Bahkan untuk berkedip saja rasa nya aku tak rela. Apapun yang ia lakukan selalu berhasil membuat ku speechless dan salah tingkah sehingga tampak menjadi orang aneh yang menyebalkan bagi nya. Jantung ku selalu dibuat bekerja berkali-kali lipat lebih cepat dengan tatapan dari manik mata indah nya itu. Huh, rupanya kau ingin aku mati kena serangan jantung ya? Berhentilah menggoda ku, Lee Sungmin! Atau kau akan menyesal karena akan segera kehilangan keperawanan mu di umur mu yang terlalu muda.
"Ne, hanya sedikit kesal karena ada pengganggu di kamar mandi tadi". Jawab ku sambil menghampiri nya dan duduk di sisi kasur nya tanpa melepas pandangan ku dari nya.
Ia seketika menatap ku heran dan melupakan rasa kantuk nya. "Pengganggu?". Tanya nya memperjelas. Mata besar nya menatap ku penasaran. Ck.. manis nya..
"Ne, tadi ada kecoak". Jawab ku singkat. 'Kecoak yang sangat besar dan bisa teleport' Tambah ku dalam hati berniat menyindir seseorang.
"HAAATCHUUU!..". Terdengar suara seseorang bersin dengan keras dari kamar sebelah. Kebetulan penghuni kamar sebelah adalah Zhoury couple. Aku tersenyum puas.
"Astaga.. kenapa suara Zhoumi bisa segitu keras nya? Bila ia bersin seperti itu lagi aku yakin hidung nya bisa lepas..". Omel Sungmin sendiri sambil masih menutup telinga nya rapat-rapat, menunggu situasi mungkin aman untuk membuka pertahanan pendengaran nya sendiri. Bibir nya mempout kesal, sangat manis!.
"Sudah, tak perlu memperdulikan nya, Min. Kau tidur saja, tadi kau sudah mengantuk kan?". Kata ku sambil melapisi tubuh nya dengan bedcover yang tebal dan nyaman.
"Baiklah, aku akan tidur. Tapi kau harus belajar ya, Kyu. Jangan main game terus". Perintah nya sebelum terlelap dalam tidur nya.
Hanya perasaan ku saja atau ia memang jadi aneh ya?. Ia tak biasa nya berkata ramah begini pada ku. Ah sudahlah, ku anggap saja ini hadiah dari nya untuk ku. "Ne, jaljayo.. chagiya".
DAKK!
Boneka kelinci putih yang tadi nya senantiasa terpeluk damai oleh Sungmin kini mendarat liar ke wajah ku dengan keras.
Aissh.. dia masih galak rupanya.
"Ku bilang belajar belajar saja sana! Bukan nya belajar malah merayu orang, dasar mesum!". Omel nya sambil berbalik memunggungi ku.
Hehe.. galak sih. Tapi aku lebih suka ia yang seperti biasa begini. Setidak nya dengan begini aku dapat memastikan nya baik-baik saja. Itu saja sudah cukup untuk membuat hati ku tenang semalaman.
"Baiklah.. tapi kau harus tidur dengan baik ya. Demam mu harus sembuh besok, maka aku juga akan berjanji untuk belajar keras selama seminggu ujian ini, setuju?".
Ia tak bergeming. 'perjanjian konyol'. Pikir nya sepintas. "Ne". Jawab nya kemudian.
Aissh.. labil sekali dia.. -_-
Tapi memandangi wajah tenang nya seperti ini membuat ku seolah tak bisa berhenti tersenyum. Mata nya mengatup damai seiring dengan kesadaran nya yang juga mulai berangsur pergi. Nafas nya mulai teratur, tampak sangat tenang. Meskipun dia namja, tapi bagi ku dia itu lebih cantik dari yeoja manapun yang pernah ku lihat. Biarkan aku menganggap nya sebagai putri tidur ku dan ia akan bangun nanti pagi demi mengucapkan selamat pagi untuk ku.
Haha. Mungkin itu terlalu manis untuk sikap nya pada ku. Berhentilah bermimpi, Kyu!
Aku merebahkan tubuh ku disamping nya dan menghadap ke arah nya untuk menikmati pesona wajah manis nya yang tertidur tenang. Memperhatikan setiap inci dari wajah nya tanpa ada sebagian kecil pun yang terlewatkan. Memandangi kulit mulus nya yang seputih susu, sambil sesekali jari ku tergerak dengan sendiri nya untuk menyentuh permukaan halus itu, sekedar hanya untuk memastikan kalau sosok di hadapan ku ini adalah manusia, bukan boneka, juga bahwa dia itu nyata, bukan hanya putri impian dari khayalan ku saja. Ck, bahkan dia jauh lebih manis dari boneka sekalipun.
Bibir pink nya yang sedikit basah itu sedikit terbuka.
Ck! Kau mencoba merayu ku lagi, hn?. Bahkan kau bisa juga merayu ku di saat kau sedang tidur.
Kini tangan ku mulai bergerak menyentuh surai hitam nya yang lebih halus dari sutra. Mengelus nya perlahan dan melihat nya sedikit menikmati sentuhan ku dalam tidur nya. Melakukan nya terus menerus tanpa perduli tangan ku akan pegal. Lalu membiarkan diri ku sendiri yang mulai terasa berat dan tertidur.
Eh tunggu dulu.
Aku baru ingat kalau aku punya janji dengan nya. Aku berjanji untuk belajar malam ini kan?. Meskipun ia tidak tahu dan tidak mengawasi ku, tetapi aku tetap tidak ingin menghianati nya.
Terserah kalian ingin menyebut ku anak nakal atau apa, yang jelas ku akui aku sangat tidak suka belajar. Menanyakan perjanjian seperti ini pada nya bagi ku sungguh hal yang berat. Belajar hanya akan membuat ku pusing. Dan bagus nya, tanpa belajar pun sebenar nya aku pasti bisa mendapatkan nilai yang bagus. Ah, bukan berarti aku tidak suka karena menurut ku belajar itu tidak penting juga sih, tetapi aku hanya mengalami kesulitan untuk menjalani nya. Kemampuan ku ini sangat sulit untuk di kendalikan. Bahkan aku tak sengaja membaca pikiran Zhoumi saat ia tiba-tiba datang dari belakang ku tadi. Pikiran orang lain selalu mengganggu ku sehingga aku tak pernah bisa fokus. Begitu juga saat sedang ujian, baru saja aku mulai mencoba untuk berpikir, tetapi teman di sebelah ku sudah memikirkan nya duluan dan mendapatkan jawaban nya. Apalagi kalau dosen pengawas sedang lewat. Kalian bisa membayangkan nya sendiri.
Sudahlah, lebih baik aku mulai belajar sekarang. Hal yang aneh bagi seorang Cho Kyuhyun untuk belajar sampai buku-buku menumpuk di kasur nya, apalagi sampai ketiduran dengan buku masih terbuka di wajah nya. Semua ini ku lakukan hanya agar aku bisa melihat Sungmin juga menepati janji nya dan melihat nya lebih baik dari penyakit nya nanti pagi. Aku hanya ingin kembali melihat senyum nya. Itu saja.
.
.
TBC
Note : Huff..~ akhirnya chapter3 selesai juga~ :D
Ahh.. kayak nya jarak waktu dari chapter2 ke 3 terlalu jauh yaa, ini gara-gara sebelum juni ini author sibuk ngurusin super show plus bikin project sendiri buat Ryeowook (mudah-mudahan dia bakal suka ya.. :p amiin), dan selesai konser lansung sibuk ujian ukk dan berbagai remed-remed nya..
saya bosan jadi pelajar.
Tapi saya ga akan pernah bosan jadi ELF..~ :D hehehe
Okee, gomawo bagi yang sudah membaca, dan mohon review nya utuk memperbaiki tulisan saya sebagai author baru ini..~ :)
gamsahabnida~~
