Firani:hoi! Author sedeng ngapain di depan laptop nangis

Suka hati aku lah lagi lihat tokusatsu asal jepang nih

Firani:jangan bilang Magiranger huh, episode berapa?

44 di bagian mereka dapat ibunya kembali huks…huks, rasanya mau bi…eh udah di buat ya crossover Magiranger & RoTG.

Rani:udah sih tapi belum ada yang mampir

Jack:cerita TRG malah di telantarin jadinya

Woi! Ini juga mau di lanjut tau!

Chapter 3:

Di sebuah jalan yang temaram terlihat siluet seseorang yang berdiri sambil bersandar pada sebuah pohon, siluet itu mulai berjalan menuju cahaya lampu hingga nampaklah wajah penuh keangkuhan dari seorang pemuda berambut hitam dengan mata merah, logo 'L' terbentuk pada zipper jaketnya.

"huh…lama sekali mereka"

"astaga…Lucifer masih seperti biasanya tidak pernah sabar menunggu kami"seorang wanita dengan pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuhnya menjawab gerutuan pemuda yang di panggil Lucifer sambil berjalan mendekati pemuda itu

"diam kau Asmodeous dan mana Belphegor?"

Asmodeous tertawa mendengarnya "biasa tertidur di kursi belakang mobil"

"lalu yang lain?"

"sepertinya akan telat Luci-kun"

.

.

.

.

.

.

Kyattsutēru mengeong terus menerus kepada para pecahan Rani yang tersisa agar mereka kembali bersatu, setengah menit berlalu dalam diam. Dark sendiri malah asik mengelus Scythe kesayangannya.

"Niisan!"

Rani dengan jaket hoodie bewarna merah menyala dan topi terangkat bewarna hitam memeluk Jack, di belakang mereka Hali menggendong Rani lain yang tertidur dengan nyenyak, Rani itu mengenakan mantel bertudung bewarna icy blue dan topi bewarna biru dongker.

"maa…sepertinya kita bisa kembali sekarang"ucap Taufan yang dibalas anggukan para Rani yang lain kecuali Ice yang tertidur.

Kedelapan elemen Rani berubah menjadi cahaya dengan warna yang berbeda, merah untuk Hali, biru tua untuk Taufan, emas untuk Gempa, Oranye untuk Blaze, biru muda untuk Ice, hijau untuk Thorn, biru-kuning untuk Light, dan hitam keunguan untuk Dark, semua cahaya itu masuk kedalam tubuh Rani yang tertidur. Perlahan Rani membuka matanya dan berdiri, ekspreksinya tidak terlihat karena topi yang di kenakannya.

"bisa tolong rahasiakan itu?"Tanya atau tepatnya pinta Rani

Jack memegang kedua bahu Rani yang kecil namun kokoh, dan pemuda itu merasakan getaran yang ia tidak tahu apa itu.

"kenapa harus di rahasiakan? Jarang ada manusia yang mempunyai kekuatan dalam tubuhnya"

"dan karena jarang itulah aku ingin merahasiakannya, manusia terkadang takut dengan sesuatu yang tidak mereka mengerti dan aku benci itu"jawab Rani'tepatnya aku takut jika mereka tahu aku tidak normal'

"err…ini suhunya yang tambah tak menentu atau hanya perasaanku saja?"

Tidak ada yang tahu ketika Bunny mengatakan hal itu Rani terbelalak, tidak ada…kecuali Jack sendiri. Rani mulai mengatur emosinya diam-diam namun perasaan tidak enak langsung menyelimuti dirinya, seakan ada yang mencengkram lehernya dengan sangat erat hingga membuatnya kesulitan bernafas.

;neechan tidak apa-apa;

'…Blaze panggil aku Rani oke? Dan aku baik-baik saja Blaze'

;tapi aku merasa dirimu tertekan, katakan Rani. Kalau kau tertekan api di duniaku menjadi tidak terkendali;

Mendengar ucapan menuntut Blaze Rani langsung merasa bersalah, bersalah karena membuat Blaze kewalahan menangani api di dunianya.

'maaf'

;Daijobu yo Ran-kun watashi-tachi wa kimi wo mamoru, karena yang ingin kami lindungi adalah dirimu Rani;

'Wakatta Blaze, oh Blaze bisa kau pergi ke tempat Rei tinggal, perasaanku tidak enak jaga dia'

;tapi jika aku pergi kau tidak bisa mengakses kekuatanku, dan panggil aku pakai nama asli kami bukan nama kekuatan kami;

'masih ada yang lainnya Homura, sudah kamu kesana oh…jangan buat kekacauan oke? Kalau mau makai kekuatan ketika ada bahaya atau waktu kau mau bantu masak'

;baik Ran-kun;

Rani langsung menutup jalur komunikasinya dengan persona elemental, matanya kemudian menatap kelima orang di hadapannya dan memasang ekspreksi meminta penjelasan. Tangan kanannya menyodorkan sebuah buku saku.

"buku ini berisi biodata ku beserta informasi siapa aku sebenarnya"kata Rani "dan lagi kenapa kalian para penjaga anak-anak datang ke tempat ku?"

Di bawah pandangan serius nan dingin itu tidak ada yang mampu membuka mulutnya, bukan karena terintimidasi, namun karena rasa sakit dan kesedihan yang tersembunyi di balik mata coklat dingin. Jack mengambil buku di tangan Rani dan kemudian membacanya

"err…Rani Elemental Guardian itu apa?"Tanya Jack

"Elemental Guardian adalah orang-orang terpilih dalam anggota kerajaan Mizura, yang terpilih setiap tahunnya, untuk menjaga keseimbangan elemen di bumi" jelas Rani "kebanyakan dari kami adalah yang mampu mengendalikan elemen atau…"

"atau apa?"

"Ie Nandemonai"

Kelima Guardian itu saling bertatapan, merasa ada yang berusaha di sembunyikan gadis manusia tersebut. Rani mendekati jasad Yotei yang mesih terpasung di dinding, satu persatu tongkat besi yang di gunakan untuk menyangga jasad itu di cabut.

"Yotei…"gumam Rani lirih menatap jasad yang kini berada di atas tanah

Suasana di rumah itu kembali suram setelah beberapa keributan dari para pecahan kekuatan Rani, Jack tidak pernah menghadiri acara pemakaman layaknya orang jepang. Dan kini ia menghadirinya secara dadakan, orang dekat dari sahabat lamanya meninggal.

BWOSH!

Api berkobar dengan indahnya membakar jasad tersebut yang di kremasi secara mendadak oleh api yang berasal dari kekuatan Rani.

~…~…~…~…~…~…~…~

Kereta rusa milik North kembali melayang di atas langit malam, kini penumpang kereta tersebut bertambah menjadi Rani yang telah mengganti pakaiannya. Jaket hoodie armless, melapisi kaos yang di gulung hingga siku, tidak lupa topi bermodel dinosaurus. Di pinggangnya kini terselip pedang katana.

"Jadi kalian ingin aku jadi Guardian begitu?"ujar Rani memastikan

"iya begitulah Rani"

"fuh…padahal aku sudah punya title Guardian kok masih di tambah satu lagi ya, tapi baiklah lagipula aneh saja jika kalian bilang lawan kali ini Demon of Sinner from Hell"

"err…Rani kau dendam tidak sama yang membunuh Yotei?"Tanya Jack

"entahlah Jack-nii, kalau marah sih iya tapi…kalau dendam rasanya aneh"jawab Rani

"begitukah"

~…~…~…~…~…~

Ketujuh orang yang sebenarnya iblis dari neraka menatap kereta salju milik North, bukan melainkan menatap Rani yang ikut menumpangi kereta Santa tersebut.

"Secepatnya Rani…tetaplah waspada pada sekitarmu…jangan lengah meskipun sedetik…karena kami semua akan datang"kata Lucifer sebelum akhirnya mereka menghilang dalam kegelapan.

TBC or Disc

A/N :yap…ini dia chapter tiganya fuah capek, oh…oh…dan apa yang di incar Demon of Seven Deadly Sins dari Rani. Tetap tunggu kelanjutannya ya.

Di Revisi 15 April 2018.