Chapter 3 update! xDD
Gomen telat update... Soalnya waktu itu aku kehabisan ide, maaf banget ya atas kesalahan Syu...
OOC, gajelas, lebay, beralur cepat, dll.
Minta review'n kritiknya ya...
Mau ngeflame harus LOG-IN.
Don't like, don't read!
Fic tergaje di seluruh dunia -lebay mode on-
Slamat membaca.
NARUTO
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Judul fanfic: SAKURA'S JEALOUSY
"Sakura-chan!" panggil Hinata.
"Ada apa?" hardik Sakura.
"Ja... Jangan marah-marah dulu... aku... hanya ingin meminta maaf..." kata Hinata.
"Tidak mau. Aku takkan pernah memaafkan kalian!" seru Sakura. "Kalian sahabat yang tidak berguna!" sergahnya lagi.
"Dia ini egois sekali," bisik Syuichi. Yep. Ino, Ai, Arisa, dan Syuichi mengintip dari balik semak-semak.
"Ssssst," bisik Ai sambil menempelkan jari telunjuk ke bibirnya. "Diam dan lihat saja!" kata Ai.
"Apapun syaratnya... Akan... Kulakukan..." kata Hinata.
"Benarkah?" Sakura mulai kaget.
"Ya.." jawab Hinata.
"Apakah kau bisa membuat Sasuke menyukaiku?"
Hinata terkejut. Dia tidak mengira Sakura akan membuat syarat yang sebegitu sulitnya. Ino juga kaget.
"Heh, kau pasti tidak bisa. Aku sudah pikirkan itu," kata Sakura.
"Tu, tunggu dulu. Ini... Cokelat. Ya, kau pasti akan tau... Siapa yang buat cokelat ini.." kata Hinata sambil memberikan sebungkus cokelat berbentuk hati.
Sakura mulai menggigitnya. "Cokelat ini..." gumamnya.
"Ini buatan Ino..." gumam Sakura.
"Apa yang kau rasakan?" tanya Hinata.
"Aku jadi mengingat masa kecilku dengannya..." jawab Sakura.
"Apakah kau... Ingin berbaikan dengannya?" tanya Hinata.
"Aku... Akan pikirkan nanti," jawab Sakura.
Ino, Ai, Arisa, dan Syuichi keluar dari semak-semak.
"HORE! BERHASIL!" sorak Syuichi.
"Iya, asalkan kalian sabar, pasti berhasil..." kata Hinata.
"E~ Berarti caraku salah dong," kata Syuichi sambil menggaruk kepalanya.
"Maksudmu?" tanya Arisa.
"Masalah belum selesai, tapi aku sudah pakai emosi," jawab Syuichi.
"Oooh, nggak usah dipikirin. Yang penting kan rencananya sudah berhasil.." kata Ino.
"Ehm, tapi ada yang mengganjal pikiranku, nih," kata Ai.
"Apa?" tanya Syuichi bingung.
"Mungkin saja waktu diberikan cokelat itu, Sakura hanya merangsang saja. Soalnya waktu aku melabraknya dengan menyebut kenangan-kenangan masa kecil kita, diapun menangis. Tetapi, tetap saja belum mau bersahabat lagi dengan kita. Siapa tahu sekarang juga seperti itu. Hanya merangsang pada cokelat buatan Ino, jadi mengingat masa kecilnya dengan Ino. Bukannya aku tidak ingin kita berbaikan, tapi aku hanya menebak-nebak saja," jawab Ai.
"Emm... Mungkin juga sih.." gumam Arisa.
"Yasudah... kita tanya... Sakura-chan dulu.." kata Hinata.
"APA? BERBAIKAN? HUH, SORRY DEH, I'LL NEVER FORGIVE YOU ALL!" seru Sakura. Syuichi menggeram, lalu menarik kerah baju Sakura.
"Apa saja sih yang kamu pikirkan? Apa hanya ada si rambut jabrik hitam ala pantat ayam itu! APA KAU TIDAK MAU MEMAAFKAN SAHABATMU SENDIRI HANYA KARENA KESALAHAN KECIL? WALAUPUN SEBENARNYA DALAM KACAMATA MANUSIA KAULAH YANG SALAH? HAAAH! AYO JAWAAAAABB! JIKA KAU TIDAK MAU MENJAWAB AKU AKAN MENGATAKAN BAHWA KAU ADALAH PENGECUT! PENGECUT, PENGECUT, PENGECUT, PENGECUUUUTT!" seru Syuichi.
Mata Sakura mengeluarkan buliran air, lama-lama jatuh ke pipinya dan pipinya membasah. Ow, menangis. Ia lalu memeluk Ino. Ino membalas pelukannya. Syuichi terdiam. "Ino, maafkan aku. Aku kini menjadi anak sinting yang egois. Aku memang sudah gila, bergabung dengan Lovely Bros. Padahal alangkah indahnya jika kita berbaikan dalam waktu satu hari saja. Aku memang sudah bersalah. Maafkan aku, Ino..." kata Sakura.
"Tidak. Kau tidak seperti orang macam itu yang kau katakan. Kau tetap sahabat kita," kata Ino.
"Jadi bagaimana? Mau leave dari Lovely Bros gak?" tanya ketua Lovely Bros sambil berkacak pinggang.
"Ya... Baiklah.." jawab Sakura.
"Heh, dasar dahi lebar, makanya kalo mau join mikir-mikir dulu, dasar anak cengeng!" seru ketua Lovely Bros.
"Jangan pikirkan kata-kata mereka. Mereka hanya kesal anggota Lovely Bros berkurang," kata Ai sambil memandang sinis anggota Lovely Bros. JREB! Kata-kata Ai tepat mengenai sasarannya
(?).
"Terimakasih... Ino..." kata Sakura sesenggukan.
"Hehe, Sakura-chan tidak usah begitu, suasananya jadi nggak enak! Gimana kalau kita main?" usul Arisa.
"Iya!" seru Sakura. Sepertinya, ia sudah kembali ceria seperti dulu.
Syuichi memandang sahabat-sahabatnya dari jauh. Dia tertawa kecil mengingat kebodohannya berprilaku buruk waktu saat melabrak Sakura. Dia tidak menyangka akhirnya akan menjadi bahagia secepat ini.
Para sahabat sejati itupun berlari-larian di padang rumput, tempat mereka pertama kali bertemu. Akhirnya, mereka kembali menjadi kumpulan sahabat sejati seperti dulu.
"Mau kutraktir ramen?" tanya Ino.
"MAU!" seru Arisa dan Syuichi.
di toko ramen Ichiraku.
"Wah, kalian...! Sudah lama, ya... Apa kabar?" sapa pak Teuchi, pemilik toko.
"Baik... Bagaimana dengan anda?" tanya Ai.
"Baik juga, kenapa kalian sudah lama tidak kesini?" tanya Ayame.
"Emm... ano... Ceritanya panjang," jawab Arisa.
"Yah, itu tidak penting karena ramennya sudah datang, ayo kita makaaaan!" seru Syuichi semangat.
"Eh Ino..." gumam Sakura.
"Ng?" Ino menyahut sambil menyeruput ramennya.
"Kau benar-benar tidak marah padaku...?" tanya Sakura.
"Ya enggak lah! Ini semua 'kan cuma kesalahpahaman! Mana mungkin aku marah padamu!" jawab Ino sambil merangkul Sakura.
"Terimakasih, Ino... Terimakasih, semuanya..."
end.
ENDING GAJE! Soalnya lagi kehabisan ide!
Dibolehkan flame di chapter ini.
Sekian ya.
