Title:「Love in Camera」
Author: Ricky Senpai
Genre: action, crime, romance, drama
Rating: M
Length: Chapter
NO silent reader and Plagiarist please. DO NOT take ideas/plagiarize, dialogues and others from my story. Comments are very welcome~~
Indonesia,2015.
DON'T Copy this story, because this story after take a copyright by Indonesia,2015.
~rickysenpai
©This fanfict is a story that have inspirations
from manga yaoi japan (sensor because the manga is very someting)
but this fanfict still have the deferen part
and fure from my brain to be a good better .
And i hope your respect my story.
NO FLAME,
NO BASH CHARA,
NO PLAGIAT,
NO SILENT READERS.
Warning:
BL (Boys Love), More Typo(S)
I Told You Before, If You Hate YAOI or IF You HATE Me,
Better If You Don't Read My Fanfiction, Okay?
IT'S YAOI! KAILU KRISHAN EXO x LUHAN COUPLE !
DON'T LIKE, DON'T READ, DON'T BASH
Disclaimer:
Character of this fanfict is themselve, them family and god,
Plot, strory, and etc is fure in my brain don't be plagiat
Summaryy:
Luhan tadinya hanya bercita-cita menjadi photographer handal seperti ayahnya
Namun, sepertinya takdir berkata lain.
luhan terjebak dalam situasi yang membahayakan dirinya sendiri,
sehingga dia harus melewati hari harinya dengan penuh kejutan.
HUNKAI, KRISHAN, LUHAN X EXO Here ! Repe scene Here ! NC+21 Here ! Hardcore(BDSM hard)
「Love in Camera」 © DEATHLY HOLLOW 2015
Hari ini cuaca sangat cerah, sinar matahari menyinari bumi sehingga membuatnya terasa hangat. Terlihat seorang pria dengan rambut dark red sedang duduk di tribun penonton dan memperhatikan para siswa lain yang sedang menghabiskan waktu istirahat mereka untuk menggiring bola berwarna dark orange itu dan berusaha memasukannya ke ring lawan, ia tak menghawatirkan sinar matahari yang bisa merusak kulit putihnya itu kapan saja karena sebagian dedaunan dari pohon pohon yang rindang di sekitar lapangan basket outdoor itu cukup melindungi nya dari teriknya matahari.
CKLIKK CKLIKKK CKLIKK
Pria itu sebut saja luhan sedang mengabadikan setiap gerakan para pemain basket itu, kamera yang senantiasa dia bawa kemana pun dia pergi dan tak pernah lepas darinya itu terus membidik sasarannya dengan sangat tepat dan menghasilkan banyak scene yang HQ. Kemampuan nya sepertinya sudah tidak bisa di ragukan lagi dalam hal ini, senyum pun mengembang di sudut bibirnya karena melihat hasil jepretannya yang sesuai dengan kehendaknya. Setelah dirasa cukup dia pun menghentikan kegiatannya untuk memotret dan menyambar sekotak susu lalu meminumnya. Setidaknya sekotak susu bisa menyegarkan kerongkongannya dan membuatnya kembali fit.
"sendirian saja ?" tiba tiba luhan mendengar suara dan membuatnya menoleh ke arah suara itu berasal.
"boleh aku temani ?" luhan pun hanya mengangguk dan kembali melihat ke arah lapangan sambil terus meminum susunya, sementara pria itu duduk di sampingnya.
"wah, kamera yang bagus. Bisa aku pinjam ?" pria itu pun hendak memegang kamera yang menggantung di leher luhan namun dengan cepat luhan menghentikan tangan itu.
"kau tidak bisa meminjamnya" ujar luhan sembari mengamankan kameranya
"ya! Kau pelit sekali" ujar pria itu sedikit keras
"bukannya pelit hanya saja aku tidak akan memaafkan mu jika kamera ini sampai lecet sedikit pun" balas luhan yang sedang memasukan kamera kesayangannya ke dalam tas kameranya
"wah, kau terlalu over protective ya" ujar pria itu sinis
"bukan begitu, hanya saja ini adalah kamera yang paling berharga untuk ku, bahkan kalau kau ganti kamera ini jika kau merusaknya dengan uang jajan mu itu juga tidak akan cukup"
"ha ? benarkah ? padahal uang jajan ku yang paling banyak di sini" ujar pria itu sedikit angkuh
"huhh dasar sombong"
Pria itu pun hanya tersenyum dengan tingkah luhan yang sedang terlihat mulai kesal dan sesekali mempoutkan bibirnya.
"jangan seperti itu, kau juga pasti banyak uang kan ? kau bisa membeli apapun yang kau mau kan ? bukankah itu juga sombong ?" ujar pria itu menggoda luhan dan merangkul pundak luhan
"aku tidak kaya" ujar luhan begitu saja
"ah, jinja ? ku pikir kau kaya. Kalau hanya mengandalkan beasiswa kau tidak akan bisa masuk ke sekolah ini begitu saja dan langsung masuk kelas unggulan. Kau pasti kaya"
"benarkah ? setauku orang tua ku biasa saja" ujar luhan santai dan menikmati kembali susunya yang sudah mulai habis itu.
'tidak mungkin kalau orang ini orang miskin, bahkan kalau saja dia dapat beasiswa seharusnya dia berada di kelas biasa khusus orang tidak mampu. Itu tidak mungkin' batin pria itu penuh tanya "ah, kau dari cina kan ? kau punya keluarga di korea ?"
"hm, iya aku dari cina. Dan satu satunya keluarga ku ya kakakku kenapa ?" tutur luhan yang sedikit malas menyebutkan kata 'kakakku' ya you know lah
"hm, siapa namanya ?"
"Park Chanyeol, kenapa ?"
"wah, sudah ku duga. Kau tidak tau dia itu siapa ?"
"memangnya siapa ? setau ku dia itu hanya seorang pengangguran yang kerjanya hanya tidur dan berkencan dengan pacar simpananya" tambah luhan acuh dia sungguh tidak mau tau pekerjaan kakaknya yang punya pikiran mesum itu, membayangkannya saja dia tidak mau -
"hey ayolah, kau benar benar tidak tau kakak mu seorang bisnisman muda terkaya saat ini ?"
BRUsshHHHH
Seketika luhan pun menyemburkan minumannya dan terbatuk batuk mendengar penuturan pria di sampingnya ini, bagaimana bisa pria seperti itu bisa jadi orang kaya ? ya walaupun dia juga heran darimana orang itu bisa membeli apartement mewah, mobil mewah dan selalu punya uang walau dia tidak terlihat bekerja dan kerjanya hanya berkunjung ke bar, tidur dengan pria itu dan hal menjijikan lainnya.
"a-apa ?" tanya luhan tak percaya
"wah wah, ternyata kau benar benar tidak tau. Begini, kakakmu itu adalah seorang pebisnis muda yang bekerja di belakang layar, dia tidak terlihat bekerja dan seorang jutawan dari luar. Tetapi uangnya terus mengalir di buku rekening banknya. Kau tau ? Sebulan dia bisa mendapatkan keuntungan hampir 100jt dolar lebih dari pekerjaanya itu" jelas pria itu pada luhan yang memasang wajah heran akut
"dia gigolo ?" jwab luhan polos
HENING...
1
2
3
"bwahahaha" seketika suara tawa pun mengelegar dan pria itu pun tertawa sampai terpingkal pingkal dengan respon luhan, dia ini benar benar polos dan lugu atau ..? haha "bukan. Dia itu bekerja dengan program afiliasi di internet dan mempublikasikan barang barang dengan harga nego dengan kualitas terbaik dari beberapa rekan kerjanya, selain itu dia juga menggunakan banyak peluang bisnis di internet dan berhasil meraup keuntungan dari beberapa situs yang dia buat untuk tujuan komersilnya sendiri dia bahkan sudah bisa mengumpulkan uang sendiri ketika dia masih di bangku sekolah pertama kelas 1. Dia juga punya kantor tersendiri di pusat kota seoul dan semua orang tau gedung megah tersebut dilihat dari arsitektur tinggi, fasilitas dan lainnya yang di taksir menghabiskan uang ratusan juta dolar dalam pembangunannya dia bilang dalam interview bahwa dia mendirikan kantor sendiri agar menjadi penanda bahwa dia benar benar ada dan di kenal di dunia nyata. Bisa di bilang dengan kata lain itu adalah alibinya" papar pria itu panjang lebar
"oh, kenapa dia tidak pernah bilang pada ku ?"
"haha, kau ini lucu ya" pria itu pun mengacak rambut luhan gemas baru pertama kali dia bertemu orang yang sangat lucu seperti pria manis dan cantik di hadapannya ini, eh ? pria cantik ? huh lupakan.
"apa ?" luhan pun membenarkan rambutnya yang acak acakan sambil mempoutkan bibirnya yang terlihat sangat menggemaskan di mata pria berkulit tan itu, rasanya dia ingin sekali mencicipi bibir nya yang menggoda itu. Dan seketika ide menarik muncul dari kepalanya
"oya, aku juga ingin belajar memotret dari mu apa kau bisa mengajariku ?" ujar pria berkulit tan itu
"boleh saja, tapi kau harus bawa kamera mu sendiri"
"ah, tentu saja" ujar pria itu penuh kemenangan
"tapi, ada syaratnya"
"apa itu ?" seketika pria itu mengerutkan dahinya heran
"kau harus membawaku ke tempat tempat menarik di korea bagaimana ?" ujar luhan di barengi senyuman yang terukir indah di bibir tipisnya itu
"ah, i-itu"
"ya sudah kalau tidak mau cari yang lain sanah" ujar luhan santai sambil beranjak dari duduknya bermaksud meninggalkan pria berkulit tan itu
"eh eh, tunggu dulu" ujar pria itu sambil menahan tangan kiri luhan "Em baiklah akan ku ajak kau keliling korea jika perlu tapi kau ajari aku "
"benarkah ? oke deal" ujar luhan yang sudah menghadap padanya dengan tatapan penuh kegembiraan
"deal" mereka pun saling berjabatan tangan tanda kesepakatan
DEG DEG DEG
'apa ini ? perasaan apa ? kenapa aku merasa damai melihatnya tersenyum gembira seperti ini ?' batin pria itu bingung dengan jantungnya yang berdetak tidak karuan itu
"kapan kita mulai belajar ?" seketika pertanyaan luhan membuyarkan lamunan pria itu
"hm,besok bagaimana ? kebetulan besok aku free , aku juga punya kamera di rumah kalau tidak salah atau kalau tidak, aku bisa meminjam punya teman ku besok"
"haha tidak modal sekali kau meminjam punya orang" goda luhan dengan senyum meremehkan
"yang pentingkan aku punya" balas pria itu
"iya iya arraseo"
"oke ayo kita ke kelas sebentar lagi bel istirahat selesai" pria itu pun bangkit dari duduknya dan merangkul pundak luhan lalu berjalan beriringan menuju kelas mereka.
「Love in Camera」 © DEATHLY HOLLOW 2015
TENG TENG TENG
Bel tanda berakhirnya pelajaran hari itu pun sudah berbunyi seluruh murid The School of BWCW high school, south korea pun keluar dari kelasnya dan menuju lapangan parkir sekolah.
"oya, rumah mu dimana biar ku antar" ujar seorang pria yang sedang berjalan beriringan dengan seorang pria yang lebih pendek beberapa centi dari nya (luhan) sambil merangkul pundaknya.
"tidak usah, kakak ku akan menjemput" ujarnya sedikit tidak bersemangat
"yah, padahal aku ingin lebih lama bersama mu" ujarnya tidak sadar
"he ?" ujar luhan heran dan langsung menatap pria itu
"ah, bukan apa apa hehe" pria itu pun hanya tersenyum bodoh akan perkataan konyolnya sendiri.
Dari kejauhan terlihat sebuah tiang listrik (maaf XD) sedang di cumbu oleh 2 orang wanita dengan pakaian sexy dan ketat, membuat luhan yang melihatnya ingin muntah namun dia tahan karena ini tempat umum. Setelah di kerjai orang itu, sekarang matanya yang polos itu harus melihat pemandangan yang errr bayangkan saja siapa yang berani bermesraan terang terangan di area sekolah ? dia sudah gila.
"ah, itu kakakmu ?"
"hm" ujar luhan berat untuk mengakuinya
"aku pergi dulu, besok kita bertemu lagi" ujar luhan yang berjalan mendahului pria itu dengan langkah yang malas
"eh, tunggu sebentar" ujar pria itu dan sedikit berlari menghampiri luhan
"apa ?" luhan pun membalikan tubuhnya untuk berhadapan dengannya
"pinjam ponsel mu" ujarnya sambil menadahkan tangannya
"eh ? untuk apa ?" tanya luhan bingung dan meraih ponselnya di saku belakang celananya
"palli ah ?" ujar pria itu tidak sabar dan ketika luhan memberikan ponselnya pria itu langsung menyambar ponsel itu dan langsung mentouch sesuatu di ponsel milik luhan, sang pemilik ponsel hanya bisa menatap bingung pada orang itu.
"ini, sampai bertemu besok" cengiran pun keluar dan dengan cepat dia berjalan meninggalkan luhan setelah mengambalikan ponselnya.
"aneh orang itu" ujar luhan melanjutkan langkahnya namun baru beberapa langkah ponselnya sudah berdering.
One messedcalling
KAI
'he ? sejak kapan ada nama bocah itu ada di ponsel ku ?' batin luhan sambil mengecek ponselnya
Drrttt drrttt
One message
'ini nomor ku,sudah ku save kan untuk mu haha, aku akan menghubungi mu dan mungkin akan bertanya tanya soal kamera yang akan ku bawa besok agar tidak mengganggu acara belajarku dengan kendala ini itu karena ketidaktahuan ku terhadap kamera, sampai jumpa besok'
"jadi dia meminjam ponselku untuk mensave ? dan meminta no ponselku secara diam diam ? – dasar bocah hitam" gerutu luhan, namun beberapa detik kemudia tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuju mobil sport hitam itu.
"ah kau sudah keluar ?" ujar chanyeol si tiang listrik itu dengan santai /eh XD
"hm" ujar luhan yang langsung masuk kedalam mobilnya
"dasar bocah itu" chanyeol pun memasuki mobilnya di ikuti 2 wanita tadi
"ya!, suruh siapa mereka ikut ? turunkan!"
BRUMMM BRUMMMMM CKITTTTTTTTTT
Atas perintah sang adik, chanyeol pun menurunkan wanita tadi dan saat ini dia sedang melaju membelah jalanan dan ke-2 wanita itu sepertinya tidak akan berhenti untuk mengutuk luhan dengan umpatan umpatanya.
「Love in Camera」 © DEATHLY HOLLOW 2015
"aku lapar kita makan dulu" ujar chanyeol memecah keheningan, bayangkan saja di sepanjang perjalanan menuju apartement mereka, tidak ada satu patah kata pun yang di lontarkan oleh keduanya.
"makan di rumah saja" ujar luhan malas
"eh ? huh, baiklah tapi kau antar aku untuk membeli bahan makanannya" ujar chanyeol sambil melirik kearah adiknya yang sedang merengut
"hm" dan luhan pun hanya mengangguk
「Love in Camera」 © DEATHLY HOLLOW 2015
"siapa yang masak ?" ujar luhan yang memandang belanjaan yang baru saja di beli oleh kakaknya itu di bagasi mobil
"tenang" ujarnya dengan senyuman membanggakan miliknya dan hanya di balas tatapan meremehkan oleh luhan.
"ayo masuk" ujar chanyeol menutup bagasi mobilnya dan masuk ke dalam mobil di ikuti luhan.
Langit sudah berubah warna menjadi hitam gelap, berbagai benda langit di malam hari pun mulai menggantikan posisi benda langit di siang hari. Mereka bertebaran di luasnya langit malam dan membuat langit terkesan sangat indah. Malam hari di kota seoul sangat ramai dengan banyaknya lampu lampu dari gedung gedung pencakar langit dan lampu jalan menghiasi malam malam seperti biasanya, sangat ramai dan ... mengagumkan.
Terlihat sebuah mobil sport hitam melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah tempat yang jauh dari pusat kota namun masih terlihat ramai. Mobil itu pun berhenti di gang yang tidak terlalu sempit dan di himpit oleh bangunan bangunan yang lumayan tinggi tepat di sebuah gedung yang bertuliskan merk sebuah produk makanan.
"kau tunggu disini sebentar" ujar chanyeol lalu keluar dari mobilnya menuju tempat itu.
"huh, dia benar benar kelaparan ?" ujar luhan sebari memperhatikan plang di depan tempat itu setelah dia memutuskan untuk keluar dari mobilnya juga.
.
.
.
Chanyeol melangkahkan kakinya menyusuri tempat itu mencari sebuah ruangan terselubung di tempat ini, kaki panjangnya pun sampai di sebuah ruangan lalu dia membukanya dan masuk kedalam sana mencari apa yang dia tuju di sini, disini adalah bar dengan ornamen dan arsitektur khas dari kayu yang terkesan sangat klasik dan elegan.
"itu dia" ujar seorang pria yang menunggu kedatangan chanyeol bersama seseorang yang berpakaian formal dengan tinggi hampir sama dengan chanyeol tetapi lebih tinggi beberapa centi darinya dan sedang menikmati segelas anggur.
"hai bro what's up ?" ujar pria itu sembari memberikan salaman persahabatan khas mereka dan mempersilahkan nya untuk duduk bersama mereka.
"jadi, ini ?" ujar chanyeol menatap pria itu lalu menatap pria satunya yang berpakaian formal dengan rambut blondenya.
"ah, kenalkan ini tuan wu"
"nama ku wu yifan kau hanya perlu memanggil ku kris" ujar pria berambut blonde itu yang di ketahui namanya adalah kris sembari mengulurkan tangannya
"chanyeol park chanyeol" ujar chanyeol menjabat tangan tuan muda kita itu.
"dia ini perlu sekali jasa mu bro, dia ingin sekali bertemu dengan mu dari jauh jauh hari untuk berbicara langsung dengan mu soal ini" papar temannya itu.
"ah, lalu apa yang perlu aku bantu ?"
"begini" ujar kris sembari menaruh gelas anggurnya setelah meminumnya sedikit "aku ada sebuah barang, aku ingin kau memasarkannya tetapi kau harus merahasiakan yang bersifat pribadinya kau hanya perlu memasang informasi yang pentingnya saja, bagaimana ?" tambahnya
"oh, kalau tidak salah kau adalah pimpinan di wu corp benar ? wu corp adalah sebuah perusahaan yang bekerja sebagai produsen chip memori, dan alat electronic terbesar di korea selatan dengan omzet milyaran setiap tahunya. Tetapi... itu hanya kedokkan ?" selidik chanyeol, tentu saja dia tau apa saja latar belakang clientnya sekaligus rekan kerjanya karena dia sangat teliti dan cerdik dalam hal semacam itu.
"hm, " kris hanya menampilkan smirknya yang khas mendengar pemaparan pria di depannya ini
"sebenarnya kau juga bekerja di black market tuan kris, benar bukan ? kau adalah pemasok barang barang ilegal yang di tentang keras oleh negara untuk masuk ke korea selatan, mulai dari ganja dan barang haram lainnya sampai senjata paling mematikan dan paling baru yang di pasarkan di black market dan seharusnya tidak di perjual belikan di negara ini" tambah chanyeol dengan penuh penekanan
"he ? ya sepertinya kau bukan orang biasa seperti dugaan ku. Kau benar dan aku mau kau memasarkan barang ku" ujarnya santai seolah olah dia benar benar bertangan dingin
"itu mudah, tetapi kau harus menanda tangani perjanjian"
"untuk apa ?"
"ini terlalu beresiko jika ketahuan pihak yang berwajib, aku tidak akan mengambil resiko yang besar ini jika jaminannya" ujar chanyeol yang mulai serius dengan negosiasi ini
"aku suka cara mu, baiklah asal kau pasarkan barang ini kau akan ku berikan dana konpensasi yang setimpal" ujar kris dengan senyuman khasnya itu
"tidak usah seperti itu tuan wu, teman ku ini merupakan pemasar yang sangat handal bahkan harga yang pokok di jual ketika berada di tangannya akan naik berkali kali lipat dari yang bisa anda bayangkan jadi dia hanya butuh dana pemasukan sekitar 40% dari uang yang akan anda terima, bagaimana ?" jelas teman chanyeol
"hm..." kris mengereyitkan dahinya 'sepertinya orang ini benar benar penegosiasi yang handal ya apa boleh buat aku butuh jasanya saat ini' batin kris mempertimbangkan "baiklah"
"silahkan tanda tangani ini dan dalam jangka waktu 3 hari produk anda akan berhasil terjual dengan harga fantastik" ujar teman chanyeol sembari menyodorkan secarik kertas dan di tanda tangani oleh kris dan chanyeol sebagai hitam di atas putih lalu berjabatan tangan tanda kerjasama mereka sah.
.
.
"yeah jekpot" ujar seorang pria yang sedang asik bermain permainan yang dapat menghasilkan uang di tempat itu dan di kelilingi oleh para pengunjung disana yang bersorak dan keheranan bagaimana bisa seorang anak kecil bisa sangat mulus mendapatkan uang dari mesin mesin poker itu. Ya ternyata tempat yang di datangi prak bersaudara ini adalah sebuah tempat dengan kedok sebuah tempat bertuliskan produk makanan terkemuka di seoul tetapi ketika masuk kedalamnya kau akan melihat deretan mesin mesin penghasil uang dengan mudah di sini ,ya tempat judi yang sangat terkenal di korea ini bahkan sangat terlihat biasa dari luar namun luar biasa di dalam, di sini bukan hanya mesin judi dan lainnya juga ada pub, dan beberapa kamar yang di sewakan untuk keperluan mereka.
"woah, dia menang lagi" ujar salah satu di antara mereka yang terkagum kagum melihat tangan tangan lihainya menguras permaian itu dan pria itu sebut saja luhan siapa lagi kalau bukan dia, hanya tersenyum dan tertawa atas kepuasan yang dia dapat di sini, tidak sia sia dia memutuskan untuk masuk kedalam sini.
Tak lama chanyeol dan 2 rekan barunya itu pun keluar dari bar tadi dan melihat keributan di salah satu mesin poker itu.
"aishh, bocah itu" ujar chanyeol yang tau itu adalah ulah adiknya yang selalu seenak jidatnya sendiri lalu menghampirinya.
"siapa itu ?" tanya kris pada pria yang sekaligus teman chanyeol
"ah itu adiknya kalau tidak salah, namanya park luhan atau bisa di panggil luhan dia baru datang ke korea beberapa hari yang lalu" jelas orang itu, dan kris terus memperhatikan mereka, dimana sang adik luhan sedang di marahi kakaknya dan ... hey tunggu sepertinya kris mengenal wajah itu. BINGGO dia adalah orang yang dia cari selama ini 'luhan ya, menarik' ujarnya dalam hati dan tak terasa smirknya terlukis di bibirnya dan menatap kepergian mereka dari tempat itu.
.
.
.
"kau ini bodoh atau apa ? sudah ku bilang untuk tunggu kan ?" marah chanyeol dalam mobilnya menuju apartemennya
"aku bosan, kau lama makanya aku berniat masuk dan menyuruhmu cepat pulang. Tetapi aku malah melihat mesin mesin judi itu ya aku main saja lagi pula kau tidak ada di sana" papar luhan polos begitu saja
'tentu saja kau tidak akan menemukan ku di sana bodoh aku akan ada di bar –' umpat chanyeol dalam hati "sudah lain kali jangan lagi, apa lagi kau masih memakai seragam bagaimana kalau kau ketauan dan di hukum oleh pihak sekolah karena seorang muridnya bermain di tempat yang tidak seharusnya" omel nya dan hanya di abaikan oleh luhan
"iya iya"
"iya iya, kau dengar tidak sih ?" tanya chanyeol yang melirik ke arah luhan yang sedang menggunakan headsetnya, dasar adik kurang ajar XD "huh, kau ini" chanyeol pun kembali fokus terhadap jalannya dan melajukan mobilnya dalam kecepatan maksimum
「Love in Camera」 © DEATHLY HOLLOW 2015
TAKK TAKKK TAKK
Sekarang kedua kakak beradik itu sedang bergelut dengan bahan bahan di dapurnya, mereka dengan coolnya mulai memasak satu persatu menu makan malam mereka. Sang kaka bertugas untuk memasak, dan sang adik bertugas untuk memotong, membersihkan dan lainnya, mereka terlihat sangat akur kali ini. Walau pun luhan sempat menolak membantunya memasak tapi seperti biasa kakaknya selalu tau cara untuk membuat nya menurutinya. Dengan suasana yang seperti ini dan dengan style mereka masing masing yang sedang menunjukan keahlian mereka untuk membuat suatu masakan siapa pun yang melihatnya pasti akan terkagum kagum dan terpesona dengan kedua kakak beradik ini.
"nah selesai" ujar chanyeol melihat hasil masakannya dan adiknya yang sudah tertata rapih di atas meja makan
"huh, kurasa lebih baik kita beli makanan di luar tadi"
"sudah ayo makan"
TING NONG TING NONG
"hm, "
"buka pintunya, itu akan sangat berisik jika kau mendiamkannya"
"iya" chanyeol pun berjalan menuju pintu apartemen dan membuakan pintu itu, terlihat sesosok namja manis yang sangat di kenal chanyeol berada di balik pintu itu.
"eh ? ada kau kemari ?"
"boleh aku menginap di rumah mu ?" ujar namja manis itu yang sebut saja baekhyun
"ah boleh, silahkan masuk"
Mereka pun masuk ke dalam apartemen itu dan tidak lupa menutup pintu tentunya.
"ayo makan malam bersama"
"ah, mian rupanya waktuku datang tidak tepat ya ?" ujar baekhyun menyesal karena mengganggu acara makan malam mereka.
"ah, anio. Makan bersama saja tidak masalah kan ?" ujar luhan yang sudah duduk di meja makan
"hm, baiklah"
Mereka pun ikut duduk di meja makan dan memulai acara makan malam mereka.
"oh ya baekhyun kau tidur di kamar luhan ya"
UHUKKKK
Seketika pernyataan itu membuat luhan tersedak makannanya sendiri dan buru buru untuk minum
"ckckck" chanyeol hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan adiknya
"kenapa harus aku ? kamar mu kan lebih luas" bela luhan setelah dirasa cukup tenang
"kau mau tidur mu tidak nyenyak dan bangun kesiangan ?" tanya chanyeol dan langsung di tanggapi dengan gelengan oleh sang adik "kalau begitu kau sekamar dengan baekhyun" tambah chanyeol dan tidak bisa di elak oleh luhan walau dia tidak tau maksud kakaknya barusan yang bilang tidak bisa tidur semalaman ? 'apa sebenarnya maksud dari si tiang ini ?' ujar luhan dalam hati.
「Love in Camera」 © DEATHLY HOLLOW 2015
CKLEKKK
"ini kamar ku, ya walau tidak seluas kamar nya ini lumayan lah untuk kita berdua" ujar luhan yang sampai di kamarnya setelah makan malamnya dan langsung menidurkan dirinya di atas kasunya yang empuk itu.
"hm, tak masalah ini sudah lebih dari cukup . gomawo" ujar baekhyun sambil tersenyum pada luhan dan di balas anggukan olehnya.
"oya kau suka photo photo ya ? kau photographer ? kameranya keren" tanyanya berturut turut sambil hendak menyentuh kamera milik luhan yang di simpan di atas meja belajarnya
"jangan sentuh" perintah luhan dan baekhyun langsung menjauhkan tangannya dari kamera kesayangan luhan
"kenapa ?"
"itu sangat berharga tidak boleh lecet sedikit pun" ujar luhan dan di angguki oleh baekhyun yang ikut membaringkan tubuhnya di samping luhan.
DRRRTTT DRTTT DRRTTTT
"hm, ne yoboseo" luhan pun mengangkat tlpnya
"ini aku kai"ujar seseorang di line sebrang
"ah ada apa ? ada masalah dengan kameranya ?"
"ah ani, aku hanya mau bilang kalau besok kau harus menyiapkan banyak memori card karena kita akan berburu pemandangan yang sangat menarik"
"ah jinjja ?"
"ya makanya aku memberitahu mu"
"ah, itu pasti akan aku lakukan tanpa kau suruh. Pokonya besok kau ajak aku ke tempat yang menarik itu saja"
"ah, ya ya aku mengerti. Kalau begitu selamat malam sampai jumpa besok"
"ah"
Luhan pun menutup tlpnya dan kembali menaruh ponselnya di meja nakas dan membaringkan tubuhnya lagi.
"siapa dia ? apa dia pacarmu ?"
"mwo?" luhan pun mendudukan dirinya dan menatap kaget pada baekhyun
"kenapa ?"
"d-dia bukan pacarku, dia itu pria dan dia itu temanku" elak luhan
"ya siapa tau saja"
"sudah, tidurlah" ujar luhan dan kembali membaringkan tubuhnya kali ini dia benar benar tidur dia sudah tidak sabar untuk hari besok.
「Love in Camera」 © DEATHLY HOLLOW 2015
"ah, luhan... hari ini kau sekolah sendiri" ujar chanyeol yang sedang meminum secangkir kopi hangat buatan baekhyun.
"eh ? kenapa ?" ujar luhan bingung dan duduk di meja makan lalu mengambil roti panggang yang sudah tersedia di sana dan mengolesinya dengan selai strawberry
"aku ada kerjaan yang tidak bisa di tinggalkan"
"huh, iya" ujarnya sambil memakan rotinya
"ini" ujar chanyeol sambil menaruh kartu sim, dan surat surat lainnya berserta kunci mobil di atas meja makan
"ini apa ?"
"kau bisa menyetirkan ? pakai mobil yang ada di parkiran lantai satu, dia ada di pojok kiri lapangan parkir itu buka saja garasinya dengan menekan tombol alarm itu." Jelas chanyeol yang asik dengan ipadnya
"tumben sekali" ujar luhan sangat pelan lalu kembali melahap sarapannya sedangkan sang kakak melirik sebentar ke arah baekhyun yang sedang menyiapkan makanan pesanan chanyeol mungkin dan tersenyum padanya lalu di balas dengan anggukan dan senyuman oleh baekhyun.
.
.
.
"dia bilang lantai satu dan di pojok kiri ada garasi" ujar luhan yang sekarang berada di lapangan parkir lantai satu apartemen, dia sedang mencari mobil yang di maksud kakaknya itu. Tetapi setelah beberapa menit mencari mobil yg di maksud itu tidak kunjung ketemu juga.
"huh, dimana sih dia ?" ujar luhan frustasi 15 menit lagi bahkan dia harus sampai di sekolah sebelum masalah menimpanya. "huh, percuma nanti aku terlambat mending aku naik bus saja" ujar luhan dan berniat keluar dari parkiran itu namun matanya menemukan apa yang dia cari.
"apa ini ?" ujar luhan, dia pun menekan tombol alarm yang menggantung di kunci mobil itu dan beberapa detik kemudian garasi itu terbuka sendiri lalu munculah sebuah mobil sport berwarna biru tua mengkilat dari mobil lamborghini type terbaru itu, luhan hanya menatapnya tidak percaya dan beberapa detik berikutnya dia tersenyum lalu segera masuk ke dalam mobil barunya dan menjalankannya menuju sekolahnya sebelum waktunya habis dan harus berurusan dengan komisi kedisiplinan di sana, katanya komisi kedisiplinan BWCW high school sangat galak.
Di tempat parkir yang sama sang kakak chanyeol melihat kepergian adiknya yang senang dengan hadiah kencannya , eh ? kencan ? kau ingat scene dimana baekhyun bertanya tentang siapa yang menelponnya semalam ? ya baekhyun memberitahukan kepada kekasihnya chanyeol bahwa hari ini adiknya akan berkencan dengan seseorang, sang kakak pun memberikan hadiah mobil untuk kencan pertamannya. Sungguh sangat pengertian ya XD
"apa itu bagus ?" ujar chanyeol yang sedang berada di dalam mobilnya dengan baekhyun yang sedang bermanja di dada bidang chanyeol
"hm, itu lumayan" ujar baekhyun sambil mendongakan kepalanya melihat wajah tamvan chanyeol
"kau sangat peduli padanya baekie sayang" ujar chanyeol yang mendaratkan kecupan di bibir mungil nan menggoda kekasihnya itu, namun kecupan itu berubah menjadi lumatan lumatan dan berubah menjadi ciuman ganas di pagi hari, tinggal mereka yang sedang bercinta di pagi hari di dalam mobilnya kita kembali kepada luhan saja.
「Love in Camera」 © DEATHLY HOLLOW 2015
"ah, mianhae luhan ah aku terlambat" ujar pria tan yang berlari menuju parkiran dimana luhan sudah menunggu disana, ya sebut saja dia kai
"kau ini darimana memangnya ?" ujar luhan yang asik memainkan ponselnya dan meminum bubbletea di tangan yang satunya.
"aku baru saja di panggil guru kim tadi, tadi aku terlambat"
"ya sudah" ujar luhan sambil menyimpan ponselnya di saku belakang celananya dan meminum bubbleteanya dari sedotannya dan betapa imutnya dia ketika menghisap bubbletea itu membuat kai kesusahan untuk menelan ludah
"hey, kau baik baik saja ? ayo pergi nanti keburu sore" ujar luhan membuyarkan lamunan kai " ini " luhan pun melemparkan kunci mobilnya kepada kai dan sukses di tangkap oleh kai
"apa ?" tanyanya bingung
"kau yang menyetir" luhan pun masuk kedalam mobilnya di susul kai
.
.
.
CKLIKKK CKLIKKK CKLIKKK
Dua orang pria sedang asik mengabadikan indahnya pemandangan di sini, ya luhan dan kai sekarang sedang berada di pinggiran pantai setelah mereka menghabiskan beberapa pelajaran yang membosankan di sekolah mereka, dan sekarang pemandangan ini sangat membuat luhan fit kembali dan tak henti hentinya mengambil photo dan mengembangkan senyumnya sedangkan kai hanya memperhatikannya dengan tersenyum penuh arti.
"ya! Aku kan membawa mu kesini untuk mengajariku memotret bukan malah mengantarmu traveling kau lupa ?" ujar kai dan luhan langsung menghentikan acara photo photonya dan menghampiri kai dengan cengengesannya, astaga kai bisa gila kalau terus melihat pria manis ini tersenyum padanya.
"maaf kai, aku terlalu asik karena pemandangannya sangat bagus" ujar luhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tersenyum polos kepada kai
"iya iya, sekarang ajari aku" ujar kai menyodorkan kamera nya
"hm, sini aku seting dulu kameranya" luhan pun mengambil kamera itu lalu menyetingnya "nah coba lah" ujar luhan mengembalikan kamera kai yang sudah dia seting
"..." kai hanya menerima kamera itu dan melihatnya saja membuat luhan keanehan
"hey, kamera itu mau di gunakan bukan kau lihat"
"kau lupa ? aku tidak bisa menggunakannya"
LOADING...
"bwahahahaha kau lucu kai hahaha" tawa pun menggelegar saat itu, luhan tidak habis pikir kalau kai benar benar tidak bisa memakai kamera slr.
"terus saja tertawakan" ujar kai memasang tampang yang kesal
"ahahah, baiklah begini caranya" luhan pun menunjuka kameranya sebagai semple dan mengajarkannya mengatur fokus, pencerahan dan mengambil photo yang HQ "bagaimana kau mengerti ?" ujar luhan setelah memperaktekan cara caranya
"ah, aku tidak mengerti" ujar kai tidak bersemangat
"he ? huhhh baiklah, kemari" luhan pun berdiri di belakang kai lalu memposisikan kamera slr di kedua tangan kai di tuntun dengan tangannya dari belakang.
DEGGG DEGGG
'astaga perasaan ini lagi' ujar kai dalam hati
"cari objeknya misal ini, lalu atur fokusnya" ujar luhan sambil mengatur fokus lensanya menuntun tangan kai di bawah tangannya.
"kau sudah merasa fokusnya pas ?"
"ah, n-ne" ujar kai gugup, bayangkan saja luhan berada di belakannya posisinya sangat dekat dan dadanya dengan punggu kai menempel lalu luhan meraih tangan kai dalam genggamannya dan mengarahkan tangan itu pada setiap printah yang keluar dari mulutnya, oh betapa sexynya suara luhan yang terdengar di telinga kananya.
"tekan tombolnya"
CKLIKKKK
"nah bagaimana ?" ujar luhan kembali ke hadapan kai yang sedang melihat hasil jepretannya sendiri.
"lumayan" ujar kai sambil tersenyum melihat layar priview di kameranya
"kalau begitu ayo coba di tempat lain lagi" ujar luhan dan di angguki kai, mereka pun kembali melajukan mobil mereka menuju tempat berikutnya, karena keasikan memotret mereka pun tidak sadar kalau mereka sudah memotret dari sore sampai malam hari seperti sekarang ini, dan karena mereka sangat lelah akhirnya mereka pun memutuskan untuk berhenti di tepian sungai han yang terdapat air mancur raksaksa yg menembakan 190 ton air/menitnya dan di malam hari air mancur ini menjadi sangat indah karena hampir 10.000 LED nozel di setiap sisi jembatannya membuat efek warna terhadap air mancur tersebut dan air mancur itu juga selalu bergerak dan menciptakan gerakan gerakan air mancur yang indah membuat pemandangan ini sangat sayang untuk tidak di abadikan.
"ini" ujar kai menghampiri luhan yang sedang mengabadikan pemandangan air mancur tersebut, dan memberikan luhan sekaleng minuman dan makanan yang hangat.
"ah gomawo" ujar luhan menghentikan aktivitasnya dan mengalungkan kameranya di leher putihnya itu, kai pun memperhatikan setiap gerakan luhan dan betapa sexynya dia ketika menenggak minuman kaleng itu dengan jakunnya yang bergerak gerak ah dia sangat iri dengan bibir kaleng itu yang bisa menyentuhnya dan bahkan sangat ah.. kenapa pikiran itu muncul lagi ?
"nanti ku antar kau pulang" ujar luhan sambil menikmati makanan yang di kai tadi, mereka sedang duduk di tepian sungai han dan memandang kagum pemandangan yang di suguhkan di mata mereka.
"tidak usah, mobil ku sudah ada. Atau kau mau aku antar pulang ?"
"hm, tidak usah kalau begitu pulang masing masing saja"
"hm, baiklah" ujar kai sambil memperhatikan wajah luhan "eh, tunggu sebentar" ujarnya dan luhan pun langsung menoleh kearahnya, kai pun mengulurkan tangannya ke wajah manis luhan, dan luhan yang melihatnya sedikit kaget. Ibu jari kai pun mengusap bibir tipis menggoda milik luhan menyingkirkan noda di sana, dalam keadaan ini membuat kai berkali kali menelan ludahnya susah payah.
"ah, kai" ujar luhan menyadarkan kai dan langsung menyingkirkan tangannya dan bersikap biasa
"hehe itu ada noda di sana" kai hanya cengengesan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal membuat luhan terkekeh pelan melihat tingkahnya
"gomawo kai ah"
"eh ? n-ne"
Tak jauh dari tempat mereka di dalam sebuah mobil mewah sedang ada dua orang yang memperhatikan gerak gerik mereka.
"awasi dia terus, kalau ada celah kau lakukan" ujar seseorang berambut blonde yang sedang memperhatikan layar ipadnya
"baik presdir" ujar sekertarisnya yang mengawasi target mereka
「Love in Camera」 © DEATHLY HOLLOW 2015
"nah, selamat malam sampai jumpa besok lu" ujar kai sambil masuk ke dalam mobilnya
"hati hati di jalan" ujar luhan dan klakson mobil itu pun berbunyi mengisyaratkan dan mobil itu pun melaju meninggalkan luhan sendiri di sana.
DRRTTTT DRTTTT
"hm, kakak ? ada apa ?" ujarnya sambil mengecek ponselnya yang bergetar
"ah yoboseo"
"kau dimana ? cepat pulang!"
"iya ini juga mau pulang, kau cerewet sekali"
"kalau kau tidak pulang dalam 25 menit kau akan_"
TUTTTT TUTTTTT
"dasar crewet, dia malah lebih terlihat seperti ibu" gerutu luhan yang mematikan line tlpnya dan memasukan ponselnya ke dalam sakunya lalu berniat memasuki mobilnya namun seseorang dengan tampilan seperti bodyguard menghentikan langkahnya dan membuatnya kaget. Luhan pun mundur beberapa langkah bermaksud melarikan diri, namun dua orang lainnya menghalangi jalannya.
"ah, sial" ujar luhan kesal, dia pun berlari nekad menerobos dua orang itu namun di hentikan oleh tangan kekar mereka
"lepaskan, aku sedang tidak mau berkelahi" ujar luhan sambil berusaha melepaskan diri, luhan pun menendang selangkangan salah satu bodyguard itu dan berhasil, dia pun melayangkan tinjunya ke arah muka orang yang satunya lalu menendang bagian perut orang itu lalu melayangkan kakinya lagi menuju wajah orang itu hingga dia jatuh tersungkur.
"hahaha, kena kau" ujar luhan penuh kemenangan namun tanpa dia sadari orang di belakangnya sudah menyiapkan sebuah jarum dan dengan hati hati dan tidak di ketahui luhan orang itu menancapkan jarum itu di bagian lehernya dan dengan seketika pandangan luhan memburam dan matanya sangat berat.
BRUUKKK
Tubuhnya terkulai lemas lalu dengan sigap orang itu memangkatnya dan membawanya pergi dari sana.
「Love in Camera」 © DEATHLY HOLLOW 2015
"aishh, kemana dia ? ini sudah jam 10.00 tapi dia belum datang juga " keluh chanyeol yang sendari tadi bolak balik kesana kesini seperti setrikaan.
"sudah lah, nanti dia juga pulang" tenang baekhyun yang duduk di sofa sambil melihat pria jangkung itu terus mondar mandir di depannya.
"tapi ini tidak biasanya baekie" ujar chanyeol gelisah "bagaimana kalau dia tersesat ? dan di bawa ke suatu tempat lalu ? arrgghhhhtttt aku bisa di bunuh ibu dan ayah kalau itu terjadi" tambahnya sambil mengacak rambutnya frustasi.
"bagaimana kalau kau menelpon nya lagi ?"
"ah, ide bagus" ujarnya lalu menyambar ponselnya yang tergeletak di atas meja
"ayo angkat tlpnya" ujar chanyeol cemas
"ah, yoboseo ? kau dimana ? kenapa belum pulang? Kau mau ku beri pelajaran lagi ha ?" tanya chanyeol tidak nyante
"..."
"APA !?" ujar chanyeol kaget "tidak mungkin"
TBC
Replay Review
Samrah'Deer
Haha iya nih si luhan itu kaya diva kayanya di perebutin XD tapi yang utamanya KAILU sama KRISHAN, dan makaseh udah mau ngefans terhura saya XD si chanyeol mah udah ada baekhyun masih aja ngembat adenya sendiri XD ini sudah di lanjut semoga suka terus review ya XD
naya
haha ini kelanjutannya semoga suka maaf kalau masih jauh dari bagus XD buat chanyeol dia emang diam diam menghanyutkan XD terus review oke XD
LayChen Love Love
Oke bahasanya capruk ya ? biasa orangnya juga capruk banget XD ini udah di coba di perbaiki semoga suka lah, buat bang chennya ntar dah tak kontak dulu ya XD terus review oke XD
ByunnaPark
haha ya dia itu mending ga usah ketauan umurnya XD iye si tuan cool kita itu XD ini next chapnya sudah keluar terus review oke XD
xiaohunnie
Haha adeh xD dia cantik tapi jago berantem dan riang gembira XD presedir black market ya ini udah di perinci dan dia itu si kris XD si sehun ? mafia ? hm, bisa di atur lah XD terus review ya ini chapnya udah di lanjut semoga suka XD
younlaycious88
Haha iya noh si chanyeol kapan sembuhnya coba ? mesum terus XD ini yang utamanya KAILU sama KRISHAN yang lain iklan XD terus review ya semoga lanjutannya ini berkenan di hati XD
cupcupcuphie12
Yee, Ncnya next chap XD si kris kerjanya apa udah di jelasin di atas sama bang chanyeol oke XD haha si chanyeol mah cuman maen maen aja ga sampe bikin dong tar di gampar baekhyun gawat XD haha itu tergantung req si luhan mau jadi ultimet uke atau kaga XD ini chapternya udah update terus review dan semoga sesuai dengan harapan. (silahkan mau kaporit dan polo juga XD ini free XD
