Chalice07 : siapa yang sudah menunggu ,trick and treat udpate?

All : /no comment/

Len : onee-chan... aku gak mau jadi orang yang sadis *meluk Rin dan menangis*

Rin : *mengelus kepala Len* cup...cup...

Chalice : Rin... aku gak menyangka kau brother complex... 0_0 sampai-sampai menghibur adik kembar mu yang menangis itu.

Rin : memang gara-gara siapa?! Membuat Adik manis ku dan yang paling Shota menangis?!

Len : hueeeeeeeeee! Onee-chan jahat memaggil Len Shota?!

Chalice : *swt* oke, oke. Ayo kita mulai aja, sebelum itu... Len! Feedback! Rin! Disclaimer! Dan Kaito! Warning!

Rin : *sigh* oke,oke.

To : Hikaru kisane

Waaah, makasih atas reviewnya XD, sedikit blood scene? Owo, memang bener sih ada bloodscnenya, saya gak sengaja menambah blood scenenya karena saya suka yang bloodscene tapi saya sayangnya gak suka darah asli (?), tapi intinya thanks atas reviewnya.

.

.

To : Chairin 661 Yukari (bener gak tulisanya?)

Waaaah, makasih atas reviewnya dan favenya :3, luka mati? Yeah!, saya juga suka ngelihat ikan tuna itu mati ~ *di timpuk tuna*, dengan begini gak ada saingan makan seafood *mata berbinar-binar* *dihajar Luka*, intinya thank atas reviewnya.

Rin : Len! Disclaimernya!

Len : Disclaimer : Vocaloid bukan punya Author tapi yamaha miooooo (?) *di hajar chalice* salah... maksudku yamaha...

Len : oi, bakaito. Giliran mu!

Kaito *sambil makan ice cream* : iya,iya.

Warning : GaJe, kesalahan typo tersebar di fic ini, Lebayness, aneh, kaga nyambung, sarap 100%, dll.

~happy reading~


Jenderal yang dipanggil meiko itu mau masuk kehutan berkabut itu sayangnya ditahan anak buahnya

"jenderal, jangan masuk..., nanti kalau jenderal mati gimana?" tanya gadis berbaju prajurit dan berambut hijau.

"tidak apa-apa, aku kan sering kesana untuk investigasi , Gumi" ucap Meiko

"iya sih... tapi saya setuju apa kata Gumi, Jenderal Meiko, anda jangan nekat, gimana kalau kali ini anda tidak beruntung?" ucap lelaki berambut hijau mirip gadis yang dipanggil Gumi itu.

"jangan khawatir, buat apa gelar ku sebagai jendral kalau enggak pemberani ,Gumiya" ucap Meiko sambil mengancungin jempolnya.

"Meiko..." ucap lelaki berambut coklat mirip Meiko.

"ada apa,Meito?" tanya Meiko.

"hati-hati kalau masuk hutan" ucap lelaki yang di panggil Meito itu.

"Geez... kau sudah mengatakan ini ke 1000 kali tau!" ucap Meiko kesal.

Dan Meiko masuk hutan untuk investigasi ke 1000 kali (banyak bener).

Pasti banyak yang bertanya kenapa dia investigasi sendirian dihutan, jawabannya adalah anak buahnya takut semua masuk ke hutan itu terkecuali Meito, Gumi, dan Gumiya, tapi Meiko tidak mau menelibatkan 3 orang itu, jadi dia menolak keinginan mereka untuk membantunya.

"kau lagi..."terdengar suara yang familiar terdengar seperti suara gadis.

"ternyata anda toh, penjaga hutan" ucap Meiko melihat di belakangnya.

"panggil aku Miku, nona jenderal" ucap Miku dengan tersenyum.

"baiklah ,Miku. Apa kau sudah memenuhi permitaan ku dulu" tanya Meiko.

"hoo... soal mau minta bantuan pada kami soal tempat 'mereka'?" ucap Miku.

"iya..."

"tapi apa kau ingat hadiah ke kami?"tanya Miku.

"oke, untuk masuk kesana dan mematikan sumber kekuatan itu kan?"

"yap"

"jadi kau sudah menemukannya?"

"belum..."

"..."

"..."

"..."

"kalau belum kenapa nanya soal hadiah?!"

"apa boleh buat, nyarinya susah di hutan ini dan lagi di tempat yang berdimensi yang susah dijangkau itu susah tau nyarinya" Ucap Miku kesal.

"iya, iya, what ever" ucap Meiko dan terus berjalan.

"mau kemana kau, nona jenderal?"tanya Miku.

"investigasi tempat ini, mungkin saja disini ada yang bakal jadi korban selanjutnya" ucap Meiko santai dan terus berjalan dan menghilang dihadapan Miku (?).

"manusia itu mahluk yang merepotkan ya" ucap Miku sambil menghela nafas.

"... setuju..." ucap Kaito yang entah kapan dan bagaimana sudah ada di sebelah Miku sambil makan eskrim yang entah dari mana dia dapat.


DI VILLA TUA.

Terlihat lelaki yang berbaju butler sedang merasa bosan.

"bosan... gak ada permainan yang asik kaya kemarin gitu..." ucap Butler itu atau kita sebut saja Len .

"bisa diam kah kamu, Len? Kau sudah tahu kan kalau hari ini tidak ada yang masuk kehutan ini (masa?) atau orang yang memegang boneka itu?!" ucap seorang maid atau kita sebut saja Rin yang kesal.

"gimana kalau kami bantu" tiba-tiba muncul satu perempuan berbaju maid dan berambut pony tail panjang, berambut honey blond dan bermata hijau dan muka dia,Len,Rin dan lelaki yang disebelahnya sama.

"gimana kami yang undang manusia rendah itu..." ucap lelaki yang berambut honey blond, memakai jepit rambut yang sama seperti Rin, bermata hijau.

"Lenka, Rinto, kan sudah kami bilang jangan keluar dari 'tempat' itu, gimana kalau ada manusia yang merusaknya?" peringatan dari Rin.

"jangan khawatir, nee-san~, setelah kami undang manusia rendah itu, kami akan kembali lagi ke 'tempat' itu" ucap gadis yang di panggil Lenka.

"benar apa katanya ,onee-chan" ucap yang lelaki menyetujui gadis yang disebelahnya.

"oke, oke, cepat panggil siapa saja yang ada dihutan ini asalkan jangan yang berbahaya" ucap Rin menyetujuinya.

"ayo,Rinto" ajak Lenka dan mereka pergi salah satu ruangan dan bernyanyi.

Some where yang pasti di dalam hutan tersebut (kok jadi bahasa campur ya?)

Terlihat seorang gadis berambut kuning kesamping.

"uhh... dimana sih ini sudah muter-muter nyari jalan selama 1 hari gak ketemu-ketemu jalannya, dan lagi sial gak ada sinyal! Kalau ada sinyal mungkin saya bisa pakai google map (?)"ucap Gadis itu kesal.

Saat gadis itu kesal dia mendengar suara lagu yang aneh tapi menenangkan hati.

Dengan perasaan penasaran dia menuju tempat suara itu.


VILLA TUA

"onee-chan, onii-chan, kami sudah memanggilnya tinggal 3 menit lagi dia disana, apa kita matikan sementara 'pelindung' tempat ini?"tanya Rinto dan Lenka bersamaan.

"baiklah, cepetan atau penjaga hutan itu akan masuk ke villa ini" ucap Rin.

"oke" jawab mereka berdua bersamaan dan pergi lagi kesuatu ruangan.


BACK TO YELLOW HAIR

"hah..hah nyari jalannya susah banget, cape... mana sudah malam lagi ...hm?" gadis itu menemukan sebuah villa yang walau sudah tua tapi ter urus

"villa yang bagus, hmm... mungkin bisa minta jalan keluar atau istirahat disini semalam saja" ucap gadis itu dan mengetuk villa tua itu.

Tok... Tok...

BRAK!

Muncul Rin dan Len keluar dengan pose biasa.

"ada apa ya?"

"apa aku boleh bermalam disini? Soalnya sudah malam"

"silakan" ucap mereka berdua dan mempersilakan gadis kuning itu masuk ke villa tersebut.

'akhirnya ada permainan yang menyenangkan, akhirnya gua gak bosen lagi' pikir Len dengan innernya yang menyeramkan.

'hahahaha, sebentar lagi membunuh manusia rendah ini' pikir Rin dengan innerselfnya yang menyeramkan

Gadis berambut kuning itu hanya sweadropped melihat dua mahluk itu *di lindes* tersenyum gaje *author dilindes lagi*

"nah, sebelum itu siapa namamu?" tanya Len.

"Neru... Neru Akita"


Chalice07 : Bersambuuuung XD

Len : syukurlah disini belum membuat kami membunuh *mengelus dada*

Rin : benar...

Miku dan Kaito : kami muncul! Muncul lebih lama! *happy*

Chalice : *sweatderopped* 'segitunya kah karena cuman bentar muncul di chapter sebelumnya membuat mereka bahagia...'

Kaito : author-san, apa kau ada es krim darcola (eskrim paddle p*p yang esnya ada colanya (?))

Chalice,Len dan Miku : darkula?! Siapa yang jadi drakula?! Jangan-jangan kamu lagi, Kaito... *menjauhin kaito dengan muka ketakutan*

Rin : sejak kapan kamu jadi drakula, Bakaito?

Kaito : *pundung* jahatnya... padahal akukan cuman minta es krim dracola...

Chalice,Len,Rin dan Miku : oh... maafkan kami , Bakaito...

Kaito : *makin memojok di pojokan wc (?)*

All : *sweadropped*

Chalice : Miku, Tolong minta review...

Miku : oke..., minna tolong reviewnya ya :D

Note : maaf jika makin kacau dan gaje, soalnya saya lagi banyak kesibukan dengan fic-fic telantar ku yang belum kuupdate, baru dua yang ku update, jadi gomenansai (_ _)