Akhirnya berakhir sudah pekerjaan Luhan di cafe milik Kyungsoo, untunglah tadi ada Kai yang membuatnya terus tertawa dan membuatnya melupakan masalah antara dirinya dengan Sehun sejenak. Jika dikatakan masalah, itu tak sepenuhnya masalah tapi itu juga membebani hati Luhan, mungkin dengan ia bekerja mampu melupakan Sehun barang sejenak toh Sehun akan bahagia bersama orang lain dan Luhan yakin dia tak dapat membahagiakan Sehun. Siapa dia yang mampu membahagiakan seorang Oh Sehun yang dari keluarga terpandang yang saat ini tengah dijodohkan dengan pilihan kedua orang tua Sehun? Siapa dia yang hanya seorang yang ekonominya jauh dibawah Sehun? Siapa dia yang hanya seorang pegawai rendahan di cafe dan juga pekerja serabutan di segala tempat yang memerlukan jasanya? Siapa dia? Jawabnnya sangat sederhana Luhan. Kau adalah kau, jadilah dirimu sendiri, tak ada yang tau takdir akan berjalan seperti apa.

Ngomong-ngomong tentang Sehun, dia menjalani hari-harinya seperti biasa, namun jika diperhatikan lebih detail lagi Sehun benar-benar seperti orang kehilangan akal. Bagaimana tidak? Yang dia pikirkan hanya kerja kerja dan kerja saja tanpa memikirkan kesehatannya, mencoba melupakan kecerobohan yang berujung pada kerenggangan hubungan mereka-kalian tak ada bedanya- tak hanya bekerja saja, ia juga kerap mengunjungi sebuah bar hanya untuk menenggak minuman yang membuat kerongkongan terasa terbakar jika belun terbiasa, ya hanya itu saja tak ada niat untuk melakukan hal lain misal melakukan one night stand bersama wanita wanita yang sudah memandang Sehun dengan tatapan memuja yang haus akan sentuhan. Seperti saat ini misalnya.

"Hai tampan, kau sepertinya sendirian, mau kutemani?" Sambil menempelkan tubuhnya di tubuh Sehun

"Tidak terimakasih, kau bisa pergi" jawab Sehun datar tanpa melihat siapa wanita itu

"Ayolah, sepertinya kau sedang ada masalah, tak apa ceritakan saja padaku heum" mulai meraba-raba tangan kekar Sehun

"Sial! Kau tuli huh! Jangan sentuh aku jalang!" Memberi tatapan menusuk dan sukses membuat wanita itu menjauh dan bergidik ngeri

"Ck! Dasar laki-laki arogan" menggerutu dan pergi dari samping Sehun

"Arrggh! Sial!" menaruh kasar gelasnya dan berjalan keluar bar.

"Luuu~ kemarilah sayang, aku merindukanmu" berjalan terseok seok menuju mobilnya dan mengambil ponsel untuk ia utak atik.

'Aku ingin menemuimu hehehe, aku merindukanmuuu'

DERRT DERRT DERRT

"Eh kenapa Sehun mengirim pesan padaku?"

"Dia mau kesini? Astaga aku tak siap untuk menemuinya"

'Aku tak ada di rumah, jangan kau kesini. Kumohon' Luhan pun mengirim pesan balasan kepada Sehun

15 menit menunggu namun tak ada balasan dari Sehun, 20 menit kemudian ponsel Luhan kembali berbunyi tanda pesan masuk.

'Sayang buka pintunya, aku sudah menunggumu'

"Apa?! Se-sehun sudah di depan pintu? Astaga Tuhan aku ingin menjauh sejenak tapi kenapa kau kembali pertemukan kami begitu cepatnya?" Menghela napas dan berlalu menuju pintu untuk menemui Sehun.

Apa kau tak melihat ada keganjilan di pesan yang Sehun kirim Luhan? Kau terlalu polos atau kau juga rindu Sehun namun kau menyembunyikannya? Sudahlah hanya kau yang tau itu.

"Sehun untuk apa kau kesini?"

"Bodoh! Untuk apa lagi sayang, untuk menemuimuuu"

"Tapi Sehun sepertinya kau sedang mabuk" menatap Sehun dengan tatapan teduk dan mengelus pipi tirus Sehun. Terlihat sekali kalau orang itu jarang makan.

"Ya aku seperti ini karnamu sayang"

"Sehun sebaiknya kau pulang saja hmm"

"Rumahku disini, cintaku disini, kemana aku harus pulang lagi heum?"

Luhan menggelengkan kepalanya, kembali menatap Sehun dengan tatapan teduhnya namun detik berikutnya Sehun mengeluarkan air matanya. Ya dia menangis

"Kau tau Lu, aku benar-benar mencintaimu tapi kau-kau seakan akan menghiraukanku seolah olah aku sudah tak ada lagi dalam hidupmu, aku sakit Lu... aku benar benar tak ingin bersamanya bahkan aku tak mengenalnya yang aku butuhkan hanya dirimu Lu, dan maaf sudah lancang merebut bibir sucimu dan menodainya dengan dosaku ini" mengelurkan segala kegundahan hatinya dan menatap Luhan dengan mata yang masih digenangi liquid bening itu.

"Tidak Hun-ah, aku juga sama sepertimu, aku mencintaimu Hun-ah jadi kumohon jangan buang air matamu itu untuk menangis di hadapanku kau terlihat bukan seperti dirimu jika seperti ini Hun-ah"

Luhan pun menyatukan bibir mereka, keberanian Luhan entah datang dari mana, tapi melihat Sehun nyaris hancur seperti ini ia tak bisa, tak bisa melihat cintanya tersakiti dan yang menyakiti adalah dirinya sendiri. Betapa kajamnya. Seperti menutup mata dan telinga terhadap semua yang terjadi dan menganggap bahwa yang tersakiti adalah diri kita sendiri. Salah, itu salah besar, yang tersakiti bukan diri kita sendiri tapi yang kita cintai juga, hei kalian memiliki perasaan yang sama.

Luhan masih memagut bibir Sehun, sedikit lumatan yang tak menuntut ia hadiahkan untuk cintanya dan disambut baik oleh Sehun. Sekarang Sehun lah yang mendominasi penyatuan kedua belah bibir itu.

"Hmmpphh...mmpphh"

Sehun ingin terus menikmati sensasi manis dari bibir Luhan. Rasanya benar-benar memabukkan.

Ciuman lama mereka pun berakhir karena Luhan memukul ringan dada Sehun akibat pasokan udara dalam paru-parunya menipis.

"Kau cantik Lu dan maukah kau menjadi kekasihku?"

BLUSH

"Emm a-akan ku jawab nanti setelah kau tidak mabuk lagi"

"Aku sudah tidak mabuk lagi sayang"

"Sebaiknya kau istirahat saja Hun-ah"

"Temani aku heum?"

"Baiklah baiklah kau seperti anakku saja"

"Ani, aku bukan anakmu tapi akan menjadi seorang ayah dari anak kita" sambil mengeluarkan senyum ah lebih tepatnya smirknya

"Aish dasar kau ini, aku laki-laki jika kau masih ingat"

"Aku ingat tapi kau dimataku lebih cantik dari perempuan manapun"

BLUSH

Rayuan sederhana Sehun sukses membuat wajah Luhan merona lagi yang sangat kentara di mata Sehun.

"See... aku ragu siapa yang mabuk disini"

"Sudahlah istirahat sana!"

"Baiklah, jadi kita sudah baikan?"

"Kau tidak salah Hun-ah.. aku juga minta maaf"

"Hmm kita sama-sama memiliki kesalahan dan ku rasa kita tak bisa terlalu lama berdiam seperti kemarin-kemarin"

"Sepertinya kau benar Hun-ah"

"Sepertinya aku sudah tak mabuk lagi Lu, jadi bagaimana pertanyaanku tadi heum?"

"Aish mana ada orang yang tak mabuk wajahnya masih terlihat merah begitu? Sudahlah nanti akan ku jawab"

TBC

Knock Knock

Yehet! Chapter 2 nih wkwkwkw sudah berapa lama kah kalian menuggu? Dan terimakasi jika masih ada yang setia menunggu ff ini lanjut ku terharu

Yaa sebenernya part ini hadiah eh bukan hadiah sih ya, apaan sih author ini #nyengir

Ya segitu aja dulu ceramah singkatku dan terakhir terimakasih untuk kalian semua

#DeepBow

Yehet!

520