Chapter 4
Title :TACTIC!
Pairing :Kyumin, Zhoury, Yunjae, Sibum, Yoosu, dsb, dll.
Genre : Romance (masih bingung saya)
Rating : T deh.. ada yang mau minta M? #yadong mode: on
Warning : typo, abal, gaje, Yaoi, dan keanehan lainnya.
Summary ;masih sama sama yang chap lalu-lalu
.
DONT LIKE GA USAH MAKSAIN BACA
.
Junsu dan Ryeowook kebagian dikamar satu lantai dibawah Jaejoong dkk. Saat ini Junsu dan Ryeowook sedang bersusah payah menyeret koper mereka. Junsu berjalan lebih dulu, dengan susah payah namja imut itu menyeret koper yang beratnya minta ampun. Sementara Ryeowook dibelakangnya terlihat menyeret kopernya dengan sebelah tangan, sementara tangan lainnya membawa tas besar yang bahkan lebarnya lebih lebar dari badannya sendiri.
Junsu mengerutkan dahi melihat dongsaengnya kekeuh membawa tas besar itu, padahal sudah dibilangin dititipkan saja ke tempat penitipan. Tapi dasar Ryeowook, namja jago masak ini juga kekeuh membawanya. Takut hilang katanya.
"Sudah kubilang kan, lebih baik kau menitipkannya ke tempat penitipan. Lihat jadi kau yang capek kan!" kata Junsu sambil memandang prihatin dongsaeng imutnya. Sementara Ryeowook hanya nyengir.
"Takut hilang, hyung. Lagian nanti aku jadi tidak bisa menyelesaikan bonekanya. Nanti kalau bonekanya tidak selesai, tidak bisa dijual. Kalau tidak dijual, bagaimana kau mendapat uang!" jawab Ryeowook panjang lebar. Ya, memang selama ini Ryeowook bersekolah sambil bekerja. Tiap akhir pekan dimana para murid diijinkan keluar sekolah, Ryeowook akan berjualan boneka yan dibuatnya selama seminggu sebelumnya. Sebenarnya hal itu terpaksa dia lakukan untuk membantu perekonomian keluarganya yang kolaps selepas kematian appanya.
"Iya-iya terserah kau saja lah. Tapi kalau boneka lumba-lumba pesananku sudah jadi, beri tahu aku yaa" kata Junsu. Ryeowook mengangguk riang.
Akhirnya mereka sampai di kamar (sementara) mereka masing-masing. Ryeowook menoleh pada Junsu. Junsu mengangguk. Mereka pun memasuki kamar masing-masing.
.
.
Junsu storie
Junsu masuk kekamarnya dengan ogah-ogahan. Tidak tahu kenapa firasatnya mengatakan untuk beberapa bulan dia akan mengalami hal buruk. Setelah masuk kekamar dan menurup pintu pelan, dia langsung mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar. Tatapan matanya tertumbuk pada sesosok namja yang duduk membelakanginya. Sepertinya dia sedang membaca buku.
"Permisi, aku Kim Junsu, teman sekamar barumu. " sapa Junsu sopan. Namja itu membalikkan badannya, Junsu menatap wajah namja itu, daaaaan... JLEGERR! *sfx petir*
'kenapa harus dengan diaaaaa!' batin Junsu meraung-raung-?-. junsu menatap namja itu horror.
"Hai, Su-ie." Sapa namja itu balik, dia tersenyum melihat tampang horror Junsu, 'imut!' batinnya.
"GAH! Kenapa aku harus sekamar denganmu Park Yoochun!" seru Junsu dengan suara lumba-lumbanya. Yoochun memandang Junsu heran,
"Memang kenapa kalau sekamar denganku? Aku tidak menggigit." Kata Yoochun sambil berjalan mendekati Junsu. Junsu tanpa sadar berjalan mundur saat Yoochun mendekatinya, Yoochun mengernyitkan dahi, dia berjalan selangkah dan namja berwajah imut didepannya mundur selangkah, begitu seterusnya sampai punggung Junsu menabrak pintu. Junsu ingin berjalan kesamping, tapi tangan Yoochun sudah berada disisi kepalanya, mengurungnya, membuatnya tidak bisa kemana-mana.
Junsu yang risih dengan wajah Yoochun yang sangat dekat dengan wajahnya hingga hidung mereka hampir bersentuhan berusaha mendorong wajah Yoochun dengan tangngannya. Tapi sayang, sepertinya Junsu salah strategi, karena Yoochun langsung memegang tangan Junsu yang tadi mendorong wajahnya. Junsu jadi lebih risih.
"Bisakah kau mundur ? aku risih." Kata Junsu sambil memalingkan wajahnya. Yoochun menyeringai,
"Kau takut kumakan?" tanyanya menggoda. Junsu menatap Yoochun heran,
"memangnya kau kanibal ?" Tanya Junsu polos, Yoochun tertawa kecil, 'polos sekali,' batin Yoochun.
"Mungkin," Jawab Yoochun dengan tatapan yang misterius, "tenang saja, kalaupun aku kanibal, aku tidak akan memakanmu." Lanjutnya, 'bukan tidak, tapi belum.' Tambah Yoochun dalam hati.
"bisakah kau mundur?" Tanya Junsu, kali ini dengan nada yan sedikit lembut, tidak kasar seperti tadi. Yoochun memundurkan wajahnya, tapi tidak dengan badannya. Badannya masih memerangkap badan Junsu dengan tembok.
"Yoochun, munduur..." kali ini Junsu agak sedikit merajuk membuat Yoochun mati-matian menahan diri untuk tidak menyerang Dolphineboy didepannya sekarang juga. Yoochun menatap Junsu sekilas, lalu memundurkan badannya.
"kenapa kau seperti yang takut sekali sih padaku ?" Tanya Yoochun pada Junsu yang kini sudah duduk dikasurnya. Junsu menoleh pada Yoochun,
"apanya ?" Tanya Junsu balik sambil memiringkan kepalanya membuat Yoochun meraung-raung -?- dalam hati.
"Kau sepertinya takut padaku, buktinya tadi kau mundur-mundur. Memang aku kenapa?" ulang Yoochun. Junsu agak ragu-ragu menjawab,
"Err, itu... itu..." Yoochun mengerutkan kening, "Itu apa?" tanya Yoochun tidak sabar.
"Kata Kangin hyung, kau suka ngegerepe-gerepe orang.." jawab Junsu sambil nyengir.
'sialan Kangin hyung! Awas saja nanti!' rutuk Yoochun dalam hati, "dasar! Kangin hyung kau percaya!" bantah Yoochun, Junsu tambah nyengir.
"Eh, kukira semua anak asrama D benci anak-anak asrama C, kenapa kau dekat sekali dengan Kangin hyung?" tanya Yoochun heran, karena selama ini dia tahu Kangin agak dekat dengan Junsu, sedikit aneh mengingat asal asrama mereka.
"ooh, itu, aku dan Kangin hyung itu sebenarnya sepupuan, karena itu kami dekat. " jawab Junsu, Yoochun kaget, karena Kangin tidak pernah cerita apa-apa tentang hubungannya dengan Junsu.
'benar-benar harus diberi pelajaran Kangin hyung!' batin Yoochun.
"Aku baru tahu lumba-lumba dan rakun bisa bersaudara. Bukannya beda alam yah?" tanya Yoochun sambil memasang wajah polos.
PLAKK! Junsu menggeplak kepala Yoochun membuat si empunya kepala meringis.
"Enak saja! Siapa yang kau maksud lumba-lumba?" tanya Junsu garang, Yoochun nyengir, "Tapi kan Kangin hyung tidak pernah berbohong padaku. Kau benar-benar suka menggerepe-gerepe orang ya?" kata Junsu lagi. Yoochun mendengus,
"Kangin hyung kau percaya." Kali ini Junsu yang mendengus,
"Tapi Kangin hyung tidak pernah berbohong padaku!" Junsu keukeuh dengan pendapatnya. Yoochun baru akan menyangkal lagi saat sebuah ide terlintas dikepalanya. Yoochun menyeringai evil (Kyuuuuu, virus evilmu bertebaraaaaan!#ditendang kyuhyun!). entah kenapa alarm peringatan dikepala Junsu tidak menyala, kalau tidak Junsu pasti sudah lari tunggang langgang menyelamatkan diri.
"Oke oke. Kubuat kangin hyung-mu itu tidak berbohong padamu." Kat Yoochun sambil berjalan mendekat(lagi) pada Junsu. Junsu memiringkan kepalanya lagi.
"Maksudmu apa?" tanya Junsu imut. Mayday! Mayday! Lumba-lumba dalam bahaya!
Yoochun sudah berada didepan Junsu yang menatap penasaran padanya. Dia menatap mata Junsu dalam, lalu berbisik pelan,
"Maksudku, akan kulakukan apa yang hyungmu katakan." Katanya sambil tersenyum manis..
Mata Junsu melebar saat saat menyadari apa yang akan dilakukan oleh Yoocun. Tapi terlambat, Yoochun sudah memeluknya dan mendorongnya ke tempat tidur.
"GYAAAAAA! ANDWAEEEEEE! LEPASSSSSSSSS!"
.
.
.
.
Ryeowook stories.
Ryeowook memasuki kamar yang akan ditempatinya untuk sebulan kedepan. Dia agak kesulitan membawa barangnya karena banyak sekali yang dia bawa.
'semoga aku sekamar dengan orang baik.' Batin Ryeowook.
Ryeowook mengedarkan pandangan kesekeliling kamar. Kamar ini agak lebih luas dari kamarnya di asrama D dulu. Wah, SM High School gak adil nih!. Tatapan matanya tertuju pada seorang namja yang sedang sibuk dengan sebuah akuarium, atau lebih tepatnya dengan apa yang ada di akuarium.
'bukannya itu Yesung sunbae yaa?' kata Ryeowook dalam hati.
"permisi, sunbae, saya teman sekamar baru." Kata Ryeowook sopan. Sang sunbae menoleh sebentar, lalu kembali meneruskan apa yang tadi dia lakukan. Ryeowook sweatdrop.
'sunbae aneh.' Batin Ryeowook. Dia lalu membuka resleting kantongnya dan mengeluarkan semua isinya. Ada kein-kain, kapas, manik-manik, dll. Yesung menatap Ryeowook heran. Ryeowook langsung tenggelam dalam pekerjaannya(membuat boneka).
"Apa yang kau lakukan?" tanya Yesung. Ryeowook memalingkan wajah kearah Yesung.
"Apa? ini?" tanya Ryeowook balik, Yesung mengangguk.
"Aku sedang membuat boneka, hyung." Yesung mengernyitkan dahi, "aku namja kan?" kali ini Ryeowook yang mengangguk. "Masa namja membuat boneka." Lanjut Yesung. Ryeowook tertawa pelan, 'manis.' Batin Yesung yang melihat senhyum Ryeowook.
"Ini bukan untukku, untuk kujual." Jelas Ryeowook, Yesung mangut-mangut.
"Memang kau buat boneka apa saja ?" tanya Yesung sambil berjalan mendekati Ryeowook dan ikut duduk dilantai dekat Ryeowook.
"Aku buat macam-macam. Ada yang bentuk bintang, limba-lumba, terus ada juga yang sesuai pesanan. Biasanya.." Ryeowook terus saja berceloteh tentang bonekanya tanpa menyadari Yesung yang menatap wajahnya lekat-lekat. Oooh, sepertinya Yesung terpesona oleh keimutan Ryeowook. pelan-pelan, tangan Yesung terulur menyentuh wajah Ryeowook, tidak, lebih tepatnya bibir Ryeowook. Ryeowook yang kaget langsung berhenti bicara. Dia membatu.
"Kau imut sekali kalau berbicara panjang seperti itu. Terlihat polos." Gumam Yesung sambil menjauhkan tangannya dari bibir Ryeowook. kini dia beralih memainkan boneka setengah jadi Ryeowook.
"H-hyung, ap- apa-apaan tadi?" tanya Ryeowook setelah sadar dari kagetnya. Yesung menoleh,
"tidak tahu, aku hanya merasa kau imut." Jawab Yesung tanpa dosa.
Beberapa menit berjalan dalam keadaan hening. Ryeowook sudah kembali sibuk dengan bonekanya sementara Yesung sekarang sedang bermain dengan seekor kura-kura yang merupakan penghuni akuarium miliknya.
"ngomong-ngomong, karena kau sekarang adalah teman sekamarku. Jadi kau harus membantuku mengurus Ddangkoma." Kata Yesung memecah keheningan.(disini ceritanya Yesung cuman punya satu Kura-kura, si Ddangkoma doang)
"Ddangko-apa?" tanya Ryeowook tidak mengerti. Yesung menunjukkan Kura-kuranya.
"Ddangkoma, anakku." Katanya, Ryeowook sweatdrop.
"karena kau imut dan jago bikin boneka, kau jadi ummanya ddangkoma." Kata Yesung, Ryeowook tambah sweatdrop.
"Kenapa umma?" tanyanya,
"Karena yang jadi appanya itu aku." Jawab Yesung agak ga nyambung. Dia langsung menyerahkan Ddangkoma kepangkuan Ryeowook.
"Eh?" Ryeowook agak kikuk karena dia tidak pernah menggendong kura-kura sebelumnya. Ditambah kini mengelus-elus Ddangkoma, membuat badannya menempel dengan badan Ryeowook.
"Selamat datang dikeluarga baru, umma."Kata Yesung sambil mengelus pipi Ryeowook. Ryeowook membatu lagi, lalu perlahan mulai retak, hancur dan menghilang tertiup angin#lebay ah!
'Tuhaaaan, cobaan apa lagi ini!'
.
.
TBC
.
Mian di chap lalu ga da catatan authornya sama sekali. Habisnya ngetiknya sembunya-sembunyi+langsung publish tanpa dibaca lagi..
Sekali lagi MIANHAMNIDA CHINGUDEUL!
.
Makasih buat yang udah ngereview fic abalan satu ini
LittleLiappe, lupe, Hinata Fuyuki H, Sena, HeeZephHoyaSparKyumin, hasunnie, Pity Mbumkyumin Elf4ever, Pipit-SungminniELFishy, hee hyuna, Donodonita, Zhoe Hikaru-chan, icha22madhen, diictatorlove, Kang Min Hyun, sarilovesteukie, yenni gaemgyu, nurulamelia, af13knight, han dong bin aka petals, dan chingudeul yang lain.
Sekali lagi makasih!.
Review peliiiiiiissss!
