Setelah menemui saudara sebangsanya, Seokjin dan yang lainnya menuju ke tempat Jimin dan Yoonji-anak Jimin dan pangeran Yoongi- membawa Yoongi yang sepertinya masih syok, karena dirinya pasrah saja saat dibawa oleh Jimin dan Yoonji.
Setelah bertemu di tempat yang mereka janjikan tadi, mereka langsung masuk ke hutan menuju gerbang tempat kaum mereka berada, kerajaan Vampire Vestalla.
Seperti kehilangan akal, hanya melamun -ani- lebih tepatnya berfikir saat tubuh putih nan pucat itu di bawa masuk lebih dalam lagi ke dalam gerbang itu, anehnya mata telanjangnya itu bisa melihat portal bening tanpa warna itu dari gerbang tersebut. Sepengetahuannya ia memang sudah pernah mendengar kisah dibalik hutan ini, dan dibenaknya selalu muncul pertanyaan apakah memang benar adanya mahluk mitos yang tinggal di pedalamannya ? Dan pengalaman hidup yang sekarang sedang berjalan ini yang membuatnya harus berfikir ulang tentang pemikirannya dulu bahwa mahluk mitos yang dibicarakan banyak orang sampai menjadi sebuah film itu benar ada di dunia semodern ini.
Semakin ia memikirkan hal tersebut, semakin aneh perasaan yang ia rasakan sekarang. Ada sesuatu yang mengganjal di sudut pikirannya, seperti ingin memberontak keluar dari pintu yang terkunci rapat. Dan BOM!! Pintu itu meledak begitu saja dari sudut pikirannya membuat Yoongi harus merasakan sakit luar biasa di kepalanya, tapi kemudian telinga kanannya berdengung menyakitkan, dan mengharuskannya berhenti mendadak dengan tangan yang menutupi telinga kanannya yang terasa sangat menyakitkan.
Semua orang memandangnya khawatir, terutama Jimin dan Yoonji. Panik mulai menjalari syaraf-syaraf mereka saat melihat Yoongi yang memberontak dari cengkraman Jimin dan Yoonji, untuk mencoba melepaskan diri dari cengkraman keduanya. Matanya berkilat berubah-ubah warna.
'Sesuatu memberontak dari dasar pikirannya.' Pikir Jimin.
"Hyung, kalian berpencarlah. Panggil hyung, eomma dan appa-ku kemari. Sisanya pergi ke ruang cermin dan Hubungi ratu dan raja kita sekarang, beri tahukan pada mereka bahwa anak mereka mulai sadar kembali dari tidur panjangnya." Perintah Jimin, ke limanya menganggung kemudian melesat pergi mengikuti perintah Jimin, menyisakan Yoonji dan Jimin yang masih berusaha menahan Yoongi agar tidak lepas kendali dan kembali lari ke luar gerbang.
"Appa, ada apa dengan eomma ?" Yoonji bertanya panik.
"Tenanglah, sebaiknya kau menjauh dari sini. Keadaan eomma sekarang mungkin bisa saja menyakitimu." Ucap Jimin, Yoonji pun menganggukkan kepalanya kemudian melesat menjauh dari orang tuannya itu, ia berlindung di sekitar pepohonan.
Jimin kembali fokus pada Yoongi, mencengkram kedua lengan Yoongi yang masih memberontak hebat itu. Tangannya merasakan panas yang sangat menyiksanya. "Sial, kekuatannya hampir meluap keluar. Aku belum melepaskan segelnya bagaimana bisa ?" Umpatan di awal kalimat Jimin di akhirinya dengan pertanyaan yang tidak bisa ia jawab sendiri.
Saking kuatnya rontaan Yoongi, keduanya sampai terjatuh ke tanah dengan Jimin yang masih mencoba menenangkan Yoongi-nya.
"Yoongi hyung! Pangeran! Sadarlah." Ucap Jimin.
"Arghh.. aku bukan pangeran lepaskan aku!" Teriak Yoongi.
"Tidak, kau adalah pangeran. Min Yoongi ah ani Park Yoongi! Kau adalah pasangan hidupku. Fokuslah, pusatkan pikiranmu pada memori-memori yang melintas di otakmu sekarang ini."
"Jangan memaksaku!!" Lagi, Yoongi berteriak tepat di depen wajah Jimin.
Kelima saudara sebangsa mereka pun kembali dengan kedua orang tua Jimin serta Minjun hyung. Dan selang beberapa detik setelah kedatangan mereka, dari gerbang terlihat kedua orang tua Yoongi yang baru saja Datang.
"Erragghh!! LEPAS!" Jerit Yoongi keras. Dengan sekali sentakkan Jimin terpental jauh dari tubuh Yoongi, semua yang menyaksikan itu seakan tidak percaya hal itu terjadi, Hoseok yang menyadari itu segera melesat menggapai tubuh Jimin yang terpental dan..
Brakk!!
Tubuh keduanya menghantam beberapa pohon cemara hingga hancur.
Yoongi segera bangkit dari posisi berbaringnya, memposisikan lutut kaki kanannya bersebelahan dengan mata kaki kiri miliknya serta tangan kanan dan kirinya ia letakkan di sisi kiri dan kanan tubuhnya. Ia menggeram marah, dengan manik matanya menatap tajam setiap orang yang berada di sana, bahkan Yoonji sampai tak berkutik saking takutnya melihat eomma-nya seperti itu.
"Yoongi!" Teriak Jimin.
Yang di panggil menoleh kearah Jimin berada, matanya berkilat marah. Saat Jimin ingin melangkah mendekat Yoongi semakin menggeram marah. Jimin menghentikan langkahnya saat indera penciumannya mencium bau seorang Werewolves.
"Y-Yoongi h-hyung?!" Bata Jimin. 'Tidak mungkin, mustahil!, Yoongi hyung itu vampire. Kenapa aroma yang melekat di tubuhnya Werewolves ?' Jimin berfikir keras dengan apa yang saat ini ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Seorang pangeran vampire kerajaan Vestalla, beraroma Werewolves ? Ini tidak masuk akal sama sekali.
Setelah sekian detik berlalu, akhirnya Yoongi mulai mengambil ancang-ancang untuk pergi dari wilayah tempat ia berpijak sekarang. Sang ayah yanh menyadari pergerakan anaknya segera menepuk bahu istrinya agar tersadar.
"Yoongi akan segera bergerak, ini kesempatan besar untuk Yoongi melarikan diri, sadarkan mereka semua dari lamunannya. Aku akan berusaha menangkapnya jikalau ia mulai berlari." Ujar ayah Yoongi pelan, sangat pelan tetapi masih bisa terdengar oleh istrinya tersebut.
"Sekarang!" Seru ayah Yoongi pelan pada istrinya, mendapat isyarat itu, ibu Yoongi segera menjentikkan jarinya, menyadarkan kembali semua orang yang berada di sana dari keterkejutan mereka dengan situasi yang sedang dihadapi.
Yoogi yang mendengar jentikan jari itu pun, segera melesat pergi keluar dari wilayah bangsa vampire itu. Ayah Yoongi yang memang sedari tadi mengawasinya sesegera mungkin melesat mengejar anaknya itu.
Sama halnya dengan Jimin, ketika Jimin ingin menyusul Yoongi, tangannya tertarik kembali ke posisinya tadi, ia menoleh siapa yang menarik lengannya itu.
"Eo-eomma ? Yoongi hyung ?...
Jimin tidak sanggup melanjutkan kalimatnya lagi, pikiran berkecamuk. Memikirkan kenyataan yang baru saja ia lihat.
"Ya Jimin, kami tahu hal ini akan terjadi cepat atau lambat setelah kematiannya dulu. Apakah Yoongi belum pernah cerita tentang mantan kekasihnya sebelum kalian akhirnya memutuskan untuk terikat dengan jalur pernikahan Jim ? Eomma rasa ia sudah pernah menceritakannya padamu." Ibu Yoongi mencoba untuk menenangkan sedikit pikiran Jimin yang kacau.
Jimin menggeleng sesaat, "aku rasa belum eomma, ia hanya mengatakan sangat membenci yang namanya cinta. Dan 'dia' aku tidak tahu siapa yang di maksud Yoongi hyung dengan sebutan 'dia' itu." Pikiran jimin melayang kembali saat pertemuan mereka dulu yang membuat mereka akhirnya memilih menikah.
"Aku bersikap seperti ini karena masa laluku dengan 'dia'. Itu yang membuatku benci yang namanya cinta. Hah...cinta ? Apakah cinta hanya untuk menyakiti seseorang ? Aku tidak percaya yang namanya cinta sejak saat itu, tapi kau datang menghampiri hidupku, mengusik hari-hariku, menggangguku setiap kali bertemu dan anehnya aku merasa nyaman dengan hal itu, mungkin aku harus belajar membuka hatiku kembali. Untuk kali ini hanya untukmu." Ujar Yoongi.
Jimin hanya tersenyum dibuatnya, kalimat itu begitu manis menguar dari celah bibir merah merekah seperti warna buah ceri yang begitu manis.
"Kau begitu indah, cantik, rupawan, memesona, semua hal yang menakjubkan ada pada dirimu. Percaya padaku, aku tidak akan pernah menyakitimu. Aku akan menjadi seseorang yang akan selalu ada untukmu, selalu berada di sisimu, memanjakanmu meskipun aku harus mempertaruhkan nyawaku disini untuk tetap bisa bersamamu. Itu adalah janji seorang Park Jimin." Jimin kembali tersenyum, senyum yang hanya ia berikan untuk Min Yoongi.
"Jim, ia adalah pangeran kerajaan vampire, ia bisa menyembunyikan apapun darimu, tapi tidak denganku. Aku tahu ia pernah di bantai mantan kekasihnya itu."
"Maksudku dengan dibantai adalah, ia memaksa Yoongi untuk ikut bersamanya, padahal ia tahu Yoongi itu adalah pangeran vampire kerajaan kita, karena Yoongi menolak mentah-mentah ajakannya, ia marah besar dan hampir membunuh Yoongi saat itu. Dan untunglah Yoongi mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa, ia berhasil melarikan diri dari serangan mantan kekasihnya itu, tapi sayangnya ia harus rela pulang dengan keadaan yang mengerikan. Tubuhnya penuh dengan cakaran, dan lebih parahnya lagi ia terkena racun dari gigitan Werewolves keparat itu. Racun vampire tidak mempan untuk mengeluarkan racun lain yang masuk kedalam tubuhnya."
"Dan..yah.. akhrinya ia pergi tanpa sempat memberitahukan hal ini padamu kan ?"
"Tapi eomma, Yoongi tidak pernah bersikap aneh saat bersamaku." Bingung Jimin. Ibu Yoongi tersenyum simpul.
"Aku sudah bilangkan tadi ? Ia bisa menyembunyikan suatu hal apapun padamu, tapi tidak denganku."
Jimin dibuat terdiam oleh ucapan ibu Yoongi.
"Apa kau tahu siapa mantan kekasih Yoongi sebelum kalian berdua bertemu Jim ?" Tanya ibu Yoongi.
Jimin menggeleng, "ani, eomma. Memangnya siapa ?" Tanya Jimin penasaran.
"Pangeran dari kerajaan bangsa Werewolves, Shin Minjoon."
Dan 'duar' seakan dunia Jimin runtuh seketika. Ia sangat mengingat nama itu,'ani' lebih tepatnya perlakuan lelaki itu terhadap adik -adik semasa ia masih tinggal di dunia manusia- perempuannya.
"A-apa ? Shin Minjoon ?" Geram Jimin tidak percaya, tangannya mengepal kuat hingga kulit yang agak pucat itu semakin memucat dibuatnya.
"Ada apa dengan ekspresi wajahmu Jim ?" Tanya ibu Yoongi heran.
"Dia adalah orang yang sama. Orang yang sama yang telah membunuh, bukan membunuh, lebih tepatnya mengubah jati diri adik perempuanku di dunia manusia dulu. Tepatnya beberapa bulan setelah pertemuanku dengan Yoongi hyung. Kami akhirnya berpisah setelah mengetahui adik perempuanku berubah menjadi Werewolves karena lelaki brengsek itu." Geram Jimin. Ibu Yoongi mengerutkan keningnya bingung.
"Siapa adik perempuanmu itu Jim ? Setahu eomma kau hanya ada hyung-mu saja." Tanya ibu Yoongi sambil tangannya menunjuk kakak laki-laki Jimin.
"Namanya Park Minah, lebih tua dari anakku dan Yoongi hyung, tentu saja. Masih polos, maksudku saat itu jati diri Vampire nya belum muncul karena bukan Vampire murni seperti kita. Dan dia hanya anak adopsi di dunia manusia dulu." Jelas Jimin.
"Maksudmu dia dulunya 100% manusia begitu ?" Tanya ibu Yoongi.
"Tidak eomma, hanya 50% manusia sisanya Vampire. Tapi saat itu yang kami tahu ia terlahir sebagai manusia, dan tidak lama setelah kelahirannya sesuatu terjadi padanya. Hanya itu yang aku tahu." Jawab Jimin seadanya.
"Lalu hubungannya dengan keterlibatan Minjoon itu apa ?"
"Minjoon-lah yang mengubah jati diri Minah yang seharusnya menjadi Vampire, malah menjadi Werewolves. Sekarang-
Ucapan Jimin terputus takala mendengar suara ayah Yoongi berteriak.
"Jimin! Cepat keperbatasan portal masuk bangsa Werewolves sekarang juga." Teriak Ayah Yoongi dari kejauhan. Mendengar itu Jimin segera melesat kearah ayah Yoongi. Kemudian keduanya kembali melesat menuju tempat yang tadi di sebutkan oleh Ayah Yoongi. Semua orang yang tertinggal itu segera melesat mengikuti arah Jimin dan Ayah Yoongi pergi, termasuk Yoonji.
Pemandangan yang sangat tidak ingin dilihat oleh siapapun, termasuk Jimin dan kerbat yang lainnya. Didepan mereka tersuguhkan pemandangan yang sangat mengocok perut hingga rasanya ingin memuntahkan isi perut jika saja mereka manusia biasa.
Para penjaga portal perbatasan Werewolves mati tercabik-cabik, dan beberapa kaum sebangsa mereka mati mengenaskan. Mereka semua berfikir siapakah yang telah melakukan itu semua ?
"Yoongi mengamuk, setiap menitnya ia berubah-ubah. Aku bingung menjelaskannya pada kalian, tapi kepribadian Yoongi dengan dua sisi seperti itu sangat mengerikan. Ia bisa berubah menjadi Werewolves ganas, dan yahh.. yang ada di hadapan kalian adalah perbuatan Yoongi. Ia marah, sangat marah. Dia tidak segan-segan membunuh orang yang berani menyentuhnya berang seujung rambutpun. Ia sedang mencari seseorang dan aku tidak begitu jelas siapa yang tengah ia cari." Jelas Ayah Yoongi setelah keheningan yang cukup lama melanda mereka semua.
"Jim, kau harus menghentikan amukkanya Yoongi. Bangkitkan kekuatan miliknya, dan kuharap kau bisa menghilangkan racun pangeran Werewolves sialan itu dari darah Yoongi." Ayah Yoongi menepuk Pundak Jimin dan sedikit meremasnya memberikan sedikit semangat untuk Jimin.
Suara teriakan menggema, dan sesaat kemudian beberapa orang keluar dari portal bangsa Werewolves. Mata Jimin membulat, ia melihat Minah berlari ketakutan. "Minah!" Serunya keras. Yang merasa namanya dipanggil seketika menghentikan langkahnya, ia menoleh kesana kemari mencari orang yang telah memanggil namanya, matanya kemudian membulat lucu setelah berhasil menemukan objek yang memanggil namanya tadi."Jimin oppa."serunya kaget. Ia pun berlari kearah Jimin dan menubruk tubuh itu, memeluknya erat.
Setelah puas berpelukan Minah dengan cepat sedikit menjerit berucap "oppa, Yoongi oppa... Yoongi oppa mengamuk di kerajaan. Ia mencari Minjoon oppa. Apa yang harus kami lakukan ?"
"Dimana dia sekarang ? Jika aku bertemu dengan namja sialan itu, aku akan menghabisinya saat itu juga." Geram Jimin.
"Sekarang sebaiknya ikut aku, oppa harus mengeluarkan Yoongi oppa dahulu dari dalam kerajaan terkutuk itu. Minjoon sudah tahu hari ini akan datang, dan ia sudah menyiapkan banyak sihir dalam kerajaannya. Ia ingin merebut kembali Yoongi oppa darimu." Setelah mengatakan itu, Minah menarik pergelangan tangan Jimin agar segera mengikutinya.
Tetapi, "appa ? Aku ingin ikut, aku ingin melihat eomma juga." Ujaran lirih Yoonji menghentikan langkah Jimin dan dengan otomatis menghentikan langkah Minah Juga. Keduanya berbalik menatap sumber suara. Tangan Jimin yang bebas dari genggaman tangan Minah terangkat untuk melambai menyuruh anaknya mendekat, dan dengan isyaray itu Yoongi melesat kearah ayahnya tersebut.
"Baiklah, anak ayah juga ingin menyelamatkan eomma ne ? Mari berjuang bersama menyelamatkan eomma dari bahaya yang akan menimpanya nanti." Kemudian Jimin menggenggam tangan anak remajanya itu.
"Ayo Minah lanjutkan perjalanan kita yang tertunda. Aku harus segera mengeluarkan Yoongi dari neraka itu. Dan untuk pertanyaan yang berada di kepalamu tolong disimpan terlebih dahulu, nanti aku akan menceritakannya padamu." Ucap Jimin. Minah pun hanya memberikan respon anggukan kepala, kemudian ia kembali melangkah memasuki portal bangsa Werewolves.
TBC
Keterangan sedikit:
Shin Minjoon dan Park Minah itu OC ya, official karakter buatan. Jadi jangan ngira itu Minah girls day yakk???!!
Anaknya Jimin sama Yoongi juga OC.
Perhatian!!!
Bagi yang tidak menyukai genre, pair, dan sebagainya mohon untuk segera meninggalkan lapak ini. Jika sudah membaca budayakanlah untuk REVIEW ceritanya.
Nulis di sela tugas sekolah ditambah lagi kena serangan WB tuh susah loh.. jadi mohon di hargai ya.. terima kasih
Kalau mau tahu ya nih...
MENULIS CERITA DENGAN GENRE FANTASI ITU SANGAT SULIT!!! CERITA INI MEMANG PASARAN (VAMPIREWEREWOLVES) TAPI SETIDAKNYA KAMI(SEBAGAI PENULIS) MEMOHON UNTUK PARA SIDERS SEGERA MUNCUL KE PERMUKAAN, JANGAN DIAM SAMBIL BACA CERITA TAPI UJUNG-UJUNGNYA NGGAK REVIEW!!!
btw ini cerita udh pernah publish di wattpad ya dengan uname yang sama.
Sekian dari nadya, semoga suka aja deh. Maaf jika masih banyak typo(s) nya yakk?? Hehehe
Nadya kim present
Kamis, 27 oktober 2016
Sintang, kalimantan barat,indonesia.
