Title : MY PRECIOUS - Nae Sarang Geumjiokyeop - Chapter 3
Genre : Brothership
Rating : Fiction T
Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, dan Ryeowook
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.
Warning : Typos, Geje , Don't like it? Don't read it please.
Summary : Apa yang terjadi, ketika kebersamaan yang Kyuhyun harapkan menjadi sangat mengecewakan?
.
.
MY PRECIOUS
Nae Sarang Geumjiokyeop
Chapter 3
.
Kyuhyun ingin membalas kata-kata Heechul, tapi saat ini dia sangat senang dengan kehadiran hyungnya itu. Ia tak ingin pertemuan mereka diisi pertengkaran. Setiap mendapat libur, Heechul lebih sering pergi bersama Hongki daripada bermain ke dorm SJ. Bahkan saat Kibum ulang tahun, namja itu memilih pergi bersama Kibum diam-diam.
Mata Kyuhyun memanas teringat Kibum yang sudah lama fokus di dunia akting. Kibum masih berhubungan dengan Kangin, Heechul, Eunhyuk dan Donghae di twitternya. Kyuhyun tidak menyalahkan Kibum, sebab dia sendiri terlalu malu untuk meminta hyungnya itu memasukkannya ke dalam daftar. Tapi seharusnya Kibum hyung mem-folllow-ku…
"Ddangko brother, ini untuk kalian." Yesung meletakkan sebuah piring kecil berisi potongan sayuran dan wortel. Ddangkoming dan Ddangkomeng berjalan pelan mendekati makan malamnya. "Kau harus meniru mereka, Kyuhyunie. Memakan sayuran. Jangan kalah dengan kura-kura."
Kyuhyun menggeleng. "Tanpa makan sayur pun aku lebih tampan dan tinggi dari mereka."
"Tapi tubuhku pendek…" Donghae berhenti berbincang dengan Siwon. Secepat kilat ia berlari menuju kulkas dan meminum sekotak susu.
"Ya! Donghae-ah! Kau sudah tidak bisa bertambah tinggi. Masa pertumbuhanmu sudah lewat!" teriak Kyuhyun. Mendadak kepalanya terasa pusing. Kali ini guling milik Champagne yang dilempar Heechul kepadanya.
"Kyuhyunie! Jaga mulutmu! Kau tidak perlu menghina Donghae-ah!"
"MWO?!" Kyuhyun benar-benar merasa kesal. Ia tak mengerti kenapa Heechul yang sudah bertahun-tahun mengenalnya, bisa salah paham untuk hal sekecil itu. "Heechul hyung, aku hanya…"
"Tutup mulutmu! Apa kau tidak dengar kata-kataku tadi?"
"Kyuhyunie, tenanglah." Sungmin bergegas menahan Kyuhyun untuk tetap duduk sedangkan Leeteuk dan Kangin menahan Heechul. Hanya masalah waktu sebelum kedua namja ini melempar barang-barang di dekat mereka.
"Kyuhyunie, Chullie benar. Meski tujuanmu baik, kau harus belajar berkata-kata lebih manis." Leeteuk mencoba melerai.
"Kenapa hyungdeul memojokkanku? Aku tidak bermaksud jelek, Teuki hyung, aku hanya ingin Donghae-ah berhenti minum susu setiap mendengar kata'pendek'. Tanpa bertambah tinggi pun dia sudah tampan!"
"Memangnya Heechul hyung berpikir apa?" tanya Donghae. Ia mendekat sambil menghabiskan susu kotaknya. "Aku tahu Kyuhyunie selalu berkata begitu untuk menghiburku. Sama saja saat Yesung hyung menggigit kukunya. Kyuhyunie akan berlari mendekat."
"Lalu kita teriak: Ambil jarinya! Ambil jarinya!" Ryeowook menyambung. Dia, Donghae, Siwon dan Shindong tertawa bersama. Beberapa yang lain tersenyum simpul. Tetapi tidak dengan Heechul. Begitu juga Kyuhyun yang hanya bisa tersenyum tipis. "Apakah ada yang salah dengan hal itu?"
Heechul mendengus, kemudian melanjutkan kegiatannya mengeluarkan barang-barang kesayangan kucingnya.
"Ah! Bagaimana jika kita makan malam saja?" Shindong memecah suasana. "Wookie, makanan sudah siap?"
"Sudah, hyung, sebentar aku keluarkan."
"Biar kubantu," kata Kangin sambil mengikuti Ryeowook ke dapur. Sejak menyelesaikan kewajibannya di militer, Kangin banyak berubah. Ia kini menjadi lebih tenang dan dewasa. Sungmin dan Shindong menyusul di belakang mereka.
"Kyuhyunie, kau sakit?"
Pertanyaan Siwon membuat hyungdeul yang masih berada di ruang tengah menoleh ke arah Kyuhyun dengan cemas. Kyuhyun menggelengkan kepalanya sambil bangkit berdiri. Disampirkannya tali tas ke bahunya. Ia sudah tak berniat mendapatkan perhatian apapun saat ini. "Aku hanya lelah, Siwon hyung."
Kyuhyun hendak beranjak pergi ketika seseorang menahan tangannya. "Kau tidak makan malam, Kyuhyunie?"
Lagi-lagi Kyuhyun menggeleng. "Aku ngantuk, Hyukhyuk. Aku ingin tidur cepat. Lagipula aku sudah makan di MBC tadi. Tolong jaga makhluk-makhluk itu agar tidak berisik. Aku tidak bisa tidur nanti."
Eunhyuk melepaskan tangan Kyuhyun. Magnae Super Junior itu langsung melangkah menuju kamarnya.
"Aku akan menengoknya sebentar," kata Yesung kepada yang lain. "Kalian makan saja lebih dulu."
"Tolong bujuk dia, Sunggie."
Yesung mengangguk mendengar permintaan Leeteuk. Ia pun berlalu menuju kamar Kyuhyun dan Sungmin.
"Ck, Kyuhyunie masih saja memanggil kalian seenaknya." Heechul mengelus Heebum yang ada di pangkuannya. Wajah cantik itu tampak kesal. "Seharusnya kalian mendidiknya baik-baik."
"Aku tak keberatan, hyung," celetuk Eunhyuk sambil tersenyum lebar. "Aku merasa pemikiran Kyuhyunie benar. Tanpa panggilan 'hyung', kami semua menjadi lebih akrab."
"Terserah kalian. Tapi dia tetap harus memanggilku hyung," kata Heechul berkeras.
Di dalam kamar, Kyuhyun baru saja naik ke tempat tidur ketika Yesung masuk. Namja berkepala besar itu duduk di sisi tempat tidur sementara Kyuhyun langsung berbalik memunggunginya. Ia bahkan menutupi kepalanya dengan bantal.
"Hai, magnae, kenapa kau memunggungi hyungmu ini?" tanya Yesung sambil mencoba menarik Kyuhyun agar berbalik. Tapi Kyuhyun mempertahankan posisinya. Ia bergeming. "Kau tak ingin melihat rambut baruku?"
"Aku sudah melihatnya," gumam Kyuhyun dari balik bantal. "Banyak yang menyebarkan foto hyung di internet."
Yesung tersenyum meringis mendengarnya.
"Kyuhyunie, kau tidak makan malam?"
"Aku sud.…"
"Jangan berbohong!" Yesung memotong sambil tertawa kecil. Namun ia segera berhenti ketika magnae-nya tidak ikut tertawa. "Ayolah, Kyuhyunie, kita makan bersama."
"Sudah kenyang," jawab Kyuhyun dengan nada kesal yang kentara.
"Nanti kau sakit bagaimana?"
"Aku sudah sakit!" aku Kyuhyun dengan ketus. Ia tidak berbohong. Sudah beberapa hari ini ia sakit, namun semua sedang sibuk. Ia mencoba mengerti meski perasaannya berbeda dengan pikirannya.
Yesung mencoba meraba leher Kyuhyun yang tertutup bantal. Ia menghela napas ketika tubuh magnae-nya terasa panas. "Sudah minum obat?"
Tak ada jawaban dari Kyuhyun.
Yesung menggelengkan kepalanya. Tangannya bergerak hendak memeluk Kyuhyun dan membujuknya lebih keras, namun tangan itu kembali terkepal.
"Kita harus membuat Kyuhyunie dewasa."
Yesung teringat kata-katanya sendiri saat semua berkumpul di dorm menunggu kedatangan Kyuhyun. "Aku lihat, dia semakin tergantung pada kita."
"Bukankah jadwal individualnya banyak, hyung?" Ryeowook tak bisa menyembunyikan perasaan bingungnya. "Kyuhyunie melakukan semuanya dengan baik kok."
"Mungkin maksud Yesung hyung, kelakuan Kyuhyunie di dorm, Wookie," jelas Eunhyuk. "Di dorm, Kyuhyunie memang manja sekali, bukan?"
"Ne, dia selalu berusaha tampil cool, tapi hanya satu meter dari pintu. Setelah itu, dia benar-benar magnae yang manja dan lucu." Leeteuk tersenyum.
"Kalian ingat waktu aku menelponnya dari Simsimtapa?" tanya Shindong.
"Oh, aku ingat!" Sungmin tersenyum lebar. "Begitu tahu itu siaran radio, Kyuhyunie langsung mengubah nada suaranya menjadi resmi."
"Tapi hal itu yang membuatku ingin cepat-cepat balik dari wamil." Kangin tergelak. "Aigoo… Hyun-ah benar-benar manja. Dia takut kita melupakan 7 tahun bergabungnya dia di SJ, lalu dia mencari-cari perhatian."
"Kalian sedang apa…? Aku sakit… Aku sudah minum obat tetapi aku tetap merasa sakit…" Donghae memperagakan status Kyuhyun dini hari tadi. Member SJ yang lain terpingkal-pingkal melihatnya.
"Tidak biasanya dia mengeluh seperti itu. Kyuhyunie merasa kurang diperhatikan." Sungmin tersenyum simpul.
"Sama seperti SMTown di Singapura. Karena kita tidak memperhatikannya, ia menulis status tentang lengannya dan betapa sakitnya dia saat sendirian di kamar," sambung Siwon. "Ia bahkan menulis bahwa dia bergulung-gulung kesakitan."
"Itu dia. Kyuhyunie selalu saja ingin diperhatikan, padahal cepat atau lambat kita akan punya kehidupan masing-masing." Yesung merenung. Ia teringat alasannya menyerahkan Ddangkoma. Ia khawatir jika ia meninggal lebih dulu, kura-kura berumur panjang itu tidak ada lagi yang merawat. Tapi aku tak mungkin menyumbangkan Kyuhyunie….
"Dia benar-benar tidak tidur semalaman, Yesung hyung. Wajahnya pucat. Aku khawatir…."
"Hyukie, aku juga khawatir. Tapi kita tidak bisa selamanya begini. Kyuhyunie sudah dewasa, sudah waktunya menjaga diri sendiri, tahu apa yang harus ia lakukan dengan dirinya." Yesung duduk sambil berpikir keras.
"Sunggie, sepertinya, selama wamil kau terlalu mengkhawatirkan Kyuhyunie sehingga berpikir yang bukan-bukan," kata Leeteuk lembut. "Bukankah kita juga yang membuatnya seperti itu? Aku tidak keberatan sama sekali."
"Aku juga, hyung." Ryeowook mengangguk.
"Ani. Aku setuju dengan Sunggie. Sudah saatnya kita menyadarkan Kyuhyunie bahwa tak selamanya kita bisa seperti ini. Dia harus bertanggungjawab dengan semua hal sendiri. Tak ada yang boleh membangunkannya, mengingatkan jadwal, bahkan memaksanya minum obat." Heechul berbicara dengan nada tegas. "Aku tahu Kyuhyunie selama ini mengerjakan semuanya dengan baik. Tapi soal bangun, makan dan tidur, ia harus selalu diingatkan."
"Juga soal minum obat." Sungmin menambahkan.
"Tapi, bukankah kita berkumpul di sini untuk merayakan tujuh tahunnya Kyuhyunie bergabung dengan kita? Tepat tengah malam nanti?"
"Tadinya begitu, Donghae-ah. Tapi kau sendiri yang mengingatkan bahwa Kyuhyunie mengatakan di wawancara, bahwa ia memilih 27 Mei sebagai tanggal debutnya." Kangin menghela napas panjang. "Padahal kita selalu merayakannya tanggal 23 Mei."
"Tahun ini juga 23 Mei." Siwon menimpali. "Kalau dia tidak menganggap 23 Mei penting, mengapa dia meminta perhatian kita?"
"Kyuhyunie benar-benar seperti anak kecil," gumam Yesung. "Karena statusnya, aku sampai memaksa Teuki hyung untuk mengambil ijin…"
"Yup, aku hanya bertugas hingga jam 5," sahut Heechul. "Ijin untuk Teuki hyung dan Sunggie yang sulit karena masih masa pelatihan."
"Jadi, kita tidak akan merayakannya tengah malam nanti?" tanya Shindong.
"Ani." Heechul menggeleng. "Kan dia bilang tanggal 27 Mei."
"Tapi tanggal 27 nanti, hyungdeul tidak mungkin meminta ijin lagi." Ryeowook mengingatkan.
"Memang tidak." Leeteuk tampak bersedih.
"Lalu Kyuhyunie….?"
"Sudah kukatakan, Siwonie, kita harus melatihnya untuk lebih dewasa dan tidak terlalu bergantung pada kita. Aku rasa sekaranglah saat yang tepat," putus Yesung. "Kita tidak harus merayakannya."
Yesung menghela napas ketika kembali ke saat sekarang. Kyuhyun masih tetap memunggunginya, lengkap dengan bantal menutupi kepalanya.
"Kyuhyunie, kau sudah besar. Jangan merajuk seperti ini." Yesung mencoba untuk terakhir kalinya. Lagi-lagi Kyuhyun hanya terdiam. "Hyung akan sisakan makan malam untukmu di lemari. Jika kau lapar, ambil saja dan minum obat, arra?"
Suara pintu yang menutup membuat Kyuhyun berbalik. Ia tertegun ketika mendapati dirinya seorang diri di kamar itu.
.
.
TBC
Akhirnya terkejar juga.
Sempat khawatir kalau-kalau nggak selesai hari ini
hehehe
Gomawo buat semua review yang masuk
Maaf belum bisa dibalas,
Author janji di CH4 akan dibalas.
Buat semua yang sudah meluangkan waktu
untuk membaca dan mereview
Kamsahamnida
.
