*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0**0*

BROTHER

By : Kuroko Neophilina Phantomhive

Disclaimer : Matsui Yuusei

Warning : Typo, OC, OOC, Shounen-ai, Straight, Gaje, DLL

Summary : Ketika Asano Gakushuu harus menerima fakta ia akan jadi kakak dari seorang Akabane Karma, dan begitu pula sebaliknya. Bagaimanakah keseharian mereka?

*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0**0*

Meja panjang dengan beberapa buah kursi disetiap sisinya, yang kini sudah diisi oleh Gakuhou yang berada di ujung meja, serta Gakushuu dan Karma yang duduk dekat Gakuhou saling bersebrangan. Makan malam berlangsung tampa perbincangan hanya ada suara sendok dan garpu yang saling beradu. Sampai akhirnya Gakuhou merasa harus mencairkan suasana...

"Berhubung besok hari libur, bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan?" tawar Gakuhou, sambil menatap Gakushuu dan Karma yang kini menatap dirinya.

"Gomen/Iie," jawab mereka barengan, lalu kembali keaktifitasnya.

Gakuhou yang sebelumnya tidak pernah menerima penolakan pun merasa kesal, lalu menyelesaikan makan malamnya dan pergi meninggalkan ruang makan namun sebelum ia benar-benar pergi...

"Oke, kalau seperti itu...malam ini Karma kau harus tidur di kamar Gakushuu! Kalian akan seperti itu terus sampai kalian akur!" titah Gakuhou, sambil memamerkan kunci pintu kamar Karma, dan kembali memasukannya kekantung celanannya. "Oyasumi," lanjutnya, lalu meninggalkan mereka berdua yang terdiam.

*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0**0*

Setelah selesai makan malam, mereka pun bergantian mandi dan Gakuhou pun menyuruh para pelayannya untuk menggiring mereka berdua kedalam kamar Gakushuu lalu menguncinya setelah mandi. Kamar yang cukup luas, dengan nuansa elegant menghiasi setiap sisi ruangan.

"Heh, tidak buruk juga seleramu..." puji Karma, sambil melihat-lihat setiap sisi kamar.

"Hm! Jangan sama kan aku denganmu!" balas Gakushuu, lalu berjalan kearah meja belajar dan duduk dikursinya yang berada disamping kasur.

"Wah!Wah! Rajin sekali~" puji Karma lagi sambil berjalan mendekati Gakushuu dan duduk dipinggir kasur. "Tapi, tetap saja jadi rangking dua hahahahahaha..." lanjutnya, lalu mengambil salah satu bantal untuk menjadi tumpuan tangannya yang ia gunakan untuk tumpuan dagunya.

'Ctak'

Gakushuu pun langsung menatap Karma dengan tatapn ala pangeran lipan dan Karma membalasnya dengan seringaian jail. "Kau tidak protes padanya?" tanyanya, lalu kembali mengerjakan soal-soal matematika.

"Entahlah..." jawabnya malas, ia sedang tidak berminat dengan emosinya dan mencoba tenang apalagi jika mengingat 'Shiota Nagisa' pemuda manis yang mengalahkannya dalam perdebatan yang berakhir jadi pertandingan. Entah kenapa Karma merasa dirinya masih lemah. "Kau punya futon?" tanyanya.

"Tidak, karena disini banyak ruangan jadi kami tidak punya futon," jawab Gakushuu, yang masih fokus dengan soal yang ia kerjakan.

'Brakkk'

"Hehhhh? Terus aku tidur dimana? Aku tidak mau tidur seranjang denganmu!" balas Karma, setelah menggebrak pelan meja belajar. Sehingga Gakushuu harus menutup bukunya dan menatap Karma.

"Tidur seranjang apa salahnya? Kurasa ini salah satu cara supaya hukuman dari Otou-sama cepat berakhir, dan kau bisa tidur di kamarmu sendiri. Selama itu kita harus pura-pura akur!" ucap Gakushuu, sambil menyentuh dahi Karma dengan telunjuknya. Lalu berjalan kesisi kasur satunya dan merebahkan dirinya.

"Souka...tapi, ini hanya berlaku di rumah saja! Jangan sampai yang lain tahu!" balas Karma yang ikut merebahkan dirinya dikasur. Gakushuu pun mematikan lampu kamar dan kini hanya sinar bulan yang menerangi.

"Tentu saja! Oyasumi,"

*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0**0*

"Ne...ne...apa kau tahu?" tanya seorang anak kecil berambut baby blue seragam sailor untuk anak laki-laki yang biasa digunakan sebagai seragam taman kanak-kanak melekat pada tubuh mungilnya, mata biru besarnya menatap bangunan disampingnya.

"Apa?" tanya balik seorang anak kecil berambut merah, yang sepertinya teman satu sekolahnya.

Anak kecil berambut baby blue itu pun berhenti dan menunjuk sebuah bangunan megah didepannya. "Katanya rumah itu berhantu loh~" jawabnya dengan nada menakuti.

"Heee? Tapi, Okaa-sama bilang hantu itu hanya khayalan!" bantah anak kecil berambut merah itu, sambil menatap bangunan yang ditunjuk anak berambut baby blue.

"Tapi, kata orang setiap malam terdengar jeritan dan suara derap langkah..." jelas anak berambut baby blue.

Anak berambut merah itu pun berusaha tetap berani walau sebenarnya ia sangat takut, karena hantu itu tidak bisa dihajar! Mereka transparan! "S,siapa yang tinggal disana?" tanyanya.

"Keluarga Asano,"

*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0**0*

"-ne! Akabane! Oi bangun!" panggil Gakushuu sambil mengguncangkan bahu karma.

Karma pun membuka matanya dan bangun dengan nafas yang tidak beraturan, keningnya sudah dipenuhi oleh keringat yang bercucuran.

"Kau itu kenapa? Mimpi buruk?" tanya Gakushuu, yang sempat melihat betapa tersiksanya seorang Akabane Karma dengan tidurnya dan ia pun langsung mencoba membangunkannya.

'BINGO!'

Dari semua mimpi dan kejadian yang pernah terjadi dalam hidupnya kenapa harus itu yang terputar kembali! Karma mencoba mengatur nafasnya yang tidak beraturan.

'WUSHHHHHH'

'Tok...tok...tok...'

Tanpa aba-aba Karma pun langsung memeluk Gakushuu yang ada disebelahnya dengan tubuh yang bergetar. Gakushuu yang mendapati perlakuan seperti itu pun mencoba melepaskan pelukan Karma, namun tidak tega karena merasakan sosok dihadapannya begitu ketakutan. "Oi!Oi! tenanglah, itu cuma angin dan ranting pohon yang membentur kaca." ucap Gakushuu, namun tidak ada respon dari seorang Akabane Karma. "Hahahahaha...jangan bilang kau ta-"

'kyuuunnnn'

Seorang Asano Gakushuu terpana dengan apa yang didepannya sekarang ketika Karma mengangkat wajahnya yang merah dan mata yang masih berair, demi apa yang dihadapannya itu Karma? "H,h,hei...sudahlah jangan na-"

"Shuu-nii..." panggil Karma dengan suara yang mustahil ia keluarkan jika ada diluar. Terlalu manis dan manja!

'JLEBBBB'

Gakushuu tidak bisa protes kali ini. Ia membawa Karma tidur dalam pelukannya. "Hanya kali ini saja..." ucapnya, disertai anggukan pelan dari Karma yang kepalanya kini menghadap dada bidang Gakushuu dan Gakushuu dapat menghirup wangi rambut Karma.

*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0**0*

"Tidak kusangka kalian akan akrab secepat ini!" ucap Gakuhou takjub, sambil mengawali perbincangan disela-sela sarapan. Gimana gak takjub saat ia membuka pintu kamar Gakushuu dini hari dan melihat Gakushuu dan Karma tidur dengan posisi pelukan? Untung saja Gakuhou bukan seorang fudanshi, kalau tidak ia sudah berteriak kesenangan. Walau sebenarnya ia sempat memfotonya. "Baiklah, sesuai janjiku. Malam ini kau tidur di kamarmu sendiri, Karma.." lanjutnya.

"Arigatou Oji-sama," balas Karma, yang sebenarnya shock ketika menemukan dirinya tidur dipelukan Gakushuu bahkan ia tidak bisa mengingat apapun tentang semalam. "Terima kasih atas hidangannya," lanjutnya lalu undru diri dari kegiatan tersebut.

"Kau tidak menghabiskan sarapanmu?" tanya Gakushuu, menghentikan langkah Karma.

"Tidak, aku ada acara hari ini..." jawab Karma, lalu kembali melanjutkan pergi kekamar mandi untuk bergegas.

*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0**0*

Sebenarnya ini masih terlalu pagi buat ke acara barbeque party milik Nakamura Rio, tapi tak apalah sekalian nyari udara segar lagi pula Karma benar-benar canggung dekat mereka berdua.

'Drttttt...'

Merasa handphone-nya bergetar Karma pun mengambilnya dari saku celananya, dan menjawab telefonnya.

"Ya, Okaa-sama?"

#Ohayou, Karma-chan~

"Ohayou, Kaa-sama...ada apa?"

#Tidak kok, hanya ingin menanyakan bagaimana perasaanmu semalam?

"Tidak ada yang istimewa,"

#Hahahaha...souka? baik-baik disana yah sayang, kami menyayangimu...

'pip'

Sambungan itu pun terputus, dan Karma kembali memasukan handphone-nya kedalam saku celananya.

'Uh'h kenapa Kaa-sama, harus menitipkan-ku pada Asano?' tanya Karma pada dirinya sendiri, ia tahu betul kalau sebenarnya ibunya itu sangat khawatir. Padahal ia sudah bilang kalau ia baik-baik saja.

Selama perjalanan menuju rumah Nakamura banyak, yang melirik dirinya dan yang terbesit dalam pikiran mereka adalah...

'Tampan'

'Keren'

'Manis'

Sebuah setelan kemeja panjang berwarna ungu, dipadu dengan rompi tampa lengan berwarna hitam dan tak lupa dasi hitam yang ia kenakan dan sedikit dilonggarkan, celana jeans hitam dan sepatu hitam. Ah! Tak lupa topi ungu(yang kaya penyanyi Tompi, author gak tahu namanya ToT) sebagai pemanis melekat pada dirinya. Sedangkan yang ditatap bersikap tidak peduli dan sibuk dengan pikirannya sendiri.

"Ohayou, Karma-kun!" sapa seorang gadis yang suka sekali dengan kimia, rambut hitamnya ia kuncir dua ala gadis desa. Dress berawrna kuning selutut itu menutupi tubuhnya, sebuah ikat pinggang kecil berwarna coklat terikat pada pinggangnya, syal berwarna biru muda melingkar dilehernya untuk menutupi dinginnya udara, tak lupa kaca mata yang selalu ia pakai.

"Okuda-san, ohayou!" balas Karma, setelah meresa dirinya disapa.

Mereka berdua pun jalan beriringan menuju rumah Nakamura Rio, karena merasa terlalu sunyi Okuda Minami nama gadis itu, membuka pembicaraan...

"Ano, Karma-kun tidak dingin?" tanya Okuda, setelah melihat pemuda itu tidak mengenakan syalnya.

"Tidak terlalu," jawab Karma, yang sebenarnya ia baru sadar tidak memakai syalnya. Sedari pagi ia terlalu badmood sehingga lupa pakai. "Kenapa kau datang pagi?" tanyanya.

"Tidak enak jika, tidak ikut membantu mempersiapkan..." jawab Okuda ramah, sambil menatap Karma yang menatap jalan. "Yang lain sudah sampai sana..." lanjutnya.

"Oh..."

*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0**0*

Gakuhou kini sedang sibuk mengurus bisnisnya, sambil duduk disofa yang berada di ruang tamu. Ditemani secangkir cappucino yang masih mengeluarkan uap karena panas, matanya fokus pada layar laptop miliknya. Sampai akhirnya fokus itu terganggu oleh handphone-nya yang bergertar...

'Drrrttttt...Drrrtttt...Drrttt...'

Gakuhou pun mengambil handphone-nya yang terletak disamping laptopnya dan membaca isi pesannya.

To : Asano Gakuhou

Subject : Karma

Ohayou~ Onii-sama! Bagaimana Karma-chan dan Shuu-chan? Sudah akur?

Akabane Shina

Gakuhou pun tersenyum melihat isi pesan itu dan membalasnya cepat, lalu kembali menatap layar laptopnya.

To : Akabane Shina

Subject : Karma

Bagaimana menurut mu?

(Gambar : Gakushuu yang tidur memeluk Karma)

Asano Gakuhou

'Drrrrttt...Drrrttt...Drrrttt...'

To : Asano Gakuhou

Subject : Karma

K,Kawaii~ ^/^

Shuu-chan, benar-benar jadi Onii-chan yang baik yah, Onii-sama juga berjuanglah jadi Oji-sama yang baik! ^o^/

Akabane Shina

Gakuhou kembali tersenyum, melihat balasan adiknya lalu menyesap Cappucino-nya dan menghirup aromanya. "Mau kemana?" tanyanya setelah melihat Gakushuu, yang sudah rapih dan bersiap pergi.

"Rio mengajakku untuk mengikuti acara barbeque party-nya," jawab Gakushuu, yang kini memakai kaos ber-merk dengan garis vertikal berwarna merah-putih berselang-seling dipadu dengan coat panjang berawarna hitam . Celana jeans hitam, tak lupa syal berwarna merah yang melingkar dilehernya.

Gakuhou meletakan cangkirnya di atas meja. "Teman masa kecilmu itu? Baiklah jangan terlalu malam..." balasnya, lalu kembali fokus mengurus bisnisnya.

"Aku berangkat,"

*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0**0*

Hari sudah mulai siang, udara sudah tidak terlalu dingin karna matahari kini sudah berada diatas kepala. Anak-anak kelas 3E dengan hebohnya menghiasi acara barbeque party di halaman belakang kediaman Nakamura.

"Kayano-san, kenapa?" tanya Nagisa, yang melihat Kayano sedang sibuk melirik anak-anak perempuan kelas 3E sambil memasak barbeque.

"Kau tidak tahu rasanya Nagisa-kun," jawab Kayano yang udah pundung, karena melihat teman-teman memiliki besar dada diatas dirinya.

Nagisa yang mempunyai kemampuan 'membunuh' itu pun langsung mengetahui apa yang membuat artis remaja ini pundung pun langsung sweatdrop. "Kau cantik apa adanya kok..." pujinya dan membuat Kayano blushing.

'Puk'

"Nagisa-kun, sebaiknya kau cepat tembak Kayano-chan...dari pada kau goda terus~," goda Maehara, setelah menepuk pelan pundak Nagisa. "Setelah ciuman panas i-"

'DUAKKKKK'

"BAKAAAA!" teriak Kayano dengan wajah memerah, setelah melempar jidat Maehara dengan botol merica. Sedangkan yang kena lempar udah tepar tak berdaya...

"Ngomong-ngomong Nakamura-san, kemana?" tanya Isogai, sambil melihat-lihat kelakuan teman-temannya.

"Ah, dia sedang menyambut seseorang didepan..." jawab Maehara yang sudah kembali dari alam bawah sana (?)

"Bukannya sudah semua ya?"

Tak lama kemudian, Nakamura pun datang bersama seseorang yang sangat mereka kenal sebagai ketua OSIS.

"ASANO?" ucap anak-anak kelas 3E, yang heran dengan kehadiran anak kelas 3A.

"Gomen, Okaa-san menyuruhku mengajaknya karena dia teman kecilku..." jelas Nakamura, sambil menggaruk pipi kanannya yang tidak gatal.

'Teman masa kecil? Sedekat apa?' pikir mereka.

"Tidak apa, lagi pula ini acara milikmu..." ucap Itona cuek.

Semua yang ada disana pun langsung menyingkirkan Karma jauh-jauh dari pangeran lipan itu yang ada nanti malah perang. Sedangkan Karma berusaha bersikap cuek walau dalam hati udah pingin ngehajar. Acara itu pun berlangsung dengan seru dari perbincangan dan tingkah konyol anak-anak kelas 3E, Asano yang tidak tertarik hanya duduk dibawah pohon dan sesekali melirik tingkah laku mereka.

"Kau tidak ikutan dengan mereka?" tanya Nakamura, yang kini ikut duduk disamping Asano.

"Tidak tertarik,"

Nakamura pun tertawa kecil mendengar jawaban teman masa kecilnya itu. "Sesekali, kau harus bersantai..." sarannya, sambil ikut menatap tingkah laku teman-temannya. "Kau lihat siapa?" lanjutnya, setelah menyadari Asano hanya fokus pada satu orang.

"Perempuan yang sedang ngobrol dengan Akabane siapa?" tanya Asano, sambil memerhatikan Karma dan Okuda yang berbincang-bincang.

Nakamura pun langsung melihat mereka berdua. "Okuda Minami, dia pintar kimia dan akhir-akhir ini dekat dengan Karma-kun. Kenapa kau tertarik?" godanya.

'Okuda Minami-kah? Akan kuingat...'

"Ne..ne...kira-kira hubungan mereka sedekat apa?" tanya Kayano, pada anak-anak cewek yang lain.

Kini padandangan mereka fokus pada, Asano dan Nakamura yang sedang berbincang.

"Teman kecil bukan?"

"Pasti, pacar diam-diam!"

Merasa sedang dibicarakan Asano dan Nakamura hanya bisa sweatdrop mendengarnya. Tak terasa hari pun sudah mulai sore, dan langit sudah mulai gelap udara pun sudah mulai dingin kembali. Setelah ikut membantu membersekan barang dan sampah, mereka pun pamitan pada orang tua Nakamura.

"Jaa minna!" ucap beberapa orang anak dan beberapa orang lainnya membalasnya.

"Karma-kun, rumahmu kearah sini," ucap Nagisa, yang melihat Karma berjalan melawan arah dari arah rumahnya.

'Deg'

Karma pun berhenti dan berbalik, menghadap Nagisa yang sudah menunggunya bersama Isogai dan Maehara. "Uh'h, aku ada urusan kalian duluan saja..." ucap Karma yang sebenarnya bingung mau jawab apa! Masa iya mau bilang 'mulai hari ini aku tinggal dengan Asano,' apa kata MEREKA?

"Souka? Jaa!" balas Nagisa, lalu pergi bersama Isogai dan Maehara.

Karma pun kembali berjalan membelakangi Asano, ogah banget jalan berdua!

"Akabane," panggil Asano, yang sudah berhenti berjalan dan menghadap Karma yang berada dibelakangnya.

"Apa?"

"Onii-sama seperti apa yang kamu inginkan?"

'HAH?'

TO BE CONTINUE

*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0*0**0*

Neo : "Akhirnya UPDATE! Ada yang kangen tidak~ #sapa loh?# setelah melihat fic AsaKaru mulai bertebaran entah kenapa gereget pingin update wkwkwkwkwkwk...gomen untuk CHAPTER 4 bakal lama, author lagi masa-masa kritis soal xD"

Terima Kasih 'Review' nya : BakaiYamato, AcidlySweet, Yuukio, Dzehel, SNJ, Gery O Donut

Review Please...