Dendam & Missing-Nin Season 2 : Road To War World Shinobi Four By King Terry Jr
Genre : Adventure & Family
Pairing : Penjahat Tidak Memerlukan Cinta ~ Dark Naruto
Rated : M, for Gore
Summary : Liat aja di-luar..
...Selamat Membaca...
Arc III = Penangkapan Gaara
Sunagakure No Sato, 05.05 AM
"Kusanagi No Chidori Gatana!"
Gaara hanya terdiam membeku ditempatnya. Saat Sasuke maju dengan Kusanagi di tangan kanannya. Apalagi benda yang aslinya adalah milik Orochimaru itu ditambah daya pemotongnya dengan chakra raiton
Sorot mata panda miliknya hanya bisa melihat Sasuke yang sudah semakin dekat dengannya. Ia hanya bisa bertopang dengan kedua lututnya karena kelelahan akibat chakra yang makin menipis dan akhirnya hampir habis.
"Hei Panda, bagaimana jika aku menguasai dirimu?" Suara berat yang terasa dari sosok didalam dirinya membuat Gaara terhentak sementara. Ia tahu siapa pemilik suara itu, tapi ia agak enggan untuk membiarkan sosok itu menguasai dirinya. Karena dengan itu, sosoknya pasti kurang bisa membedakan mana lawan dan mana kawan..
Tapi disatu sisi, ia juga perlu kekuatan untuk melindungi desa dan dirinya sendiri. Gaara tidak bisa berpikir lama, karena..
"Rasakan ini!" Sasuke hendak menusuk perut Gaara dengan Kusanagi. Blesh. Darah merembes dari perut sang Kazekage. Ia pun terjatuh dan berguling kebelakang. Di alam bawah sadarnya. Gaara sedang bertemu dengan sosok seseorang mirip rakun dan hampir seluruh tubuhnya terselimuti pasir. Dia adalah Ichibi, seorang Bijuu berekor satu.
"Kau sudah memikirkan jawabannya?" tanya Ichibi dengan nada khasnya.
"Sudah," jawab Gaara dengan datarnya. Ia kemudian pun menghilang dalam kegelapan dan di dunia nyata, Pemuda itu tampak membuka mata dan menemui dirinya masih dalam posisi terbaring di tanah berpasir. Gaara berpikir Ia sekarang sudah dalam posisi aman. Jaraknya cukup jauh dengan Sasuke yang posisinya paling terdepan.
Gaara pun memejamkan matanya, tidur dan membiarkan Ichibi menguasai dirinya. Sang Bijuu berpasir itu menyeringai tipis dibalik kurungannya. Lantas Ia pun langsung mengontrol tubuh sang Kazekage. Setelah beberapa saat, Gaara yang sudah tidak terkendali itu pun berubah ke mode Ichibi
"Sialan, dia berubah ke wujud monsternya," keluh Naruto saat melihat monster berekor satu yang sudah menggantikan posisi Gaara. Ini bisa gawat. Apalagi Bijuu itu sekarang mengontrol sempurna tubuh Gaara. Ia pun menonaktifkan Prajurit Raksasanya.. Terlalu banyak menggunakan Susano akan menguras Chakra
Naruto merapal serangkaian segel tangan dan mulai menyemburkan
Senbon-Senbon angin dari mulutnya.. "Shinku Senbon!"
Iwagakure No Sato, 05.20 AM
"Hoy, cepatlah ero-sennin!" gerutu Menma saat melihat sang Guru yang tertinggal jauh dibelakangnya. Jiraiya, nama Guru yang sudah menyiramnya dengan seember air tadi subuh sedang berjalan tanpa memandang kedepan. Ia hanya melihat sebuah buku berjudul 'Icha-Icha Paradise'
Jiraiya menggengam bagian tengah buku itu dengan selipan Jempol tangan kirinya, sedangkan di tangan kanannya sang Sannin legendaris itu menggengam sebuah kuas dengan tinta yang langsung ia torehkan kedalam buku itu. Sebuah buku nista. Itulah yang berada di pikiran Menma..
Ia sudah pernah membaca berbagai seri, ah tidak... bahkan semuanya seri dari Icha-Icha Paradise. Tapi entah kenapa, ia tidak pernah mengerti apa yang termaksud dalam buku itu. Ia angkat bahu, entahlah.. Ia masih terlalu polos untuk mengerti apa yang dimaksudkan dalam buku bersampul oren itu.. Yang katanya merupakan buku terlaris seantero dunia shinobi
Awalnya Menma pernah melihat Gurunya, Hatake Kakashi yang membawa buku bersampul oren itu saat Tes Survival.. Kakashi dengan santainya menangkis serangan dia dan teman satu tim sambil membaca buku itu. Sungguh. Ninja top seperti Kakashi membaca buku nista seperti itu ?
Sudahlah, itu tidak usah dipirkan.. yang lebih penting adalah sebentar lagi Ia akan kembali ke desa kelahirannya. Desa Konoha. Desa dengan kekuatan gempur paling besar di seluruh Negara Elemental. Desa yang memiliki Hokage-Hokage terdahulu dengan kekuatan super.
Dan Menma yakin. Ia akan menjadi seorang Hokage serta dapat melampaui kekuatan para pendahulunya !
Konohagakure No Sato, 05.25 AM
Minato terdiam dibawah shower yang mengeluarkan air dingin dan membasahi kepalanya. Ia sedikit menunduk dan berusaha berpikir jernih saat ini. Kedua tangannya terpaku dan menempel di dinding. Otak Jeniusnya berputar kencang mencari Jawaban. Tapi sepertinya kejeniusan sang kirroi senko tak terlalu berguna di detik-detik ini.
Sekarang, ia baru sadar. Naruto adalah anaknya. Anak pertamanya, kakak dari Menma. Selama ini ia tidak tahu bahwa Naruto tidak pernah mendapat kasih sayang dari dirinya maupun Kushina. Bertahun-tahun waktu hanya dihabiskan untuk melatih Menma dan memberikan kasih sayang kepada sang Jinchuruki. Tapi Naruto ? Diabaikan dan sering merasakan kesakitan akibat siksaan para penduduk.
Minato tahu bahwa sebenarnya yang akan merasakan kesakitan itu adalah Menma. Tapi karena Menma terlalu banyak diawasi oleh dirinya dan Kushina. Bahkan Ia sudah memberikan misi khusus bagi para ANBU kepercayaannya untuk mengawasi Menma dari belakang.
Hal itu membuat para penduduk enggan untuk menyiksa Menma dan malah melampiaskannya kepada Naruto dan moment yang paling membuatnya terkejut adalah saat Naruto keluar dari desa dan menjadi Ninja Buronan dengan harga kepala lumayan tinggi untuk seorang anak yang saat itu masih berusia tiga belas tahun.
Bahkan saat terakhir, ia pernah melihat deretan nama Naruto di jajaran bingo book. Di usia Pemuda itu yang sekarang sudah menginjak tujuh belas tahun. Naruto masuk dalam peringkat ke seratus dan menurut Informasi. Naruto bersengkongkol dengan seorang keturunan terakhir Uchiha yang tidak dibantai Itachi.
Sasuke, yaa.. Sasuke.. Seorang pemuda berambut raven yang dititipkan Itachi kepada dirinya, untuk dijaga baik-baik dan penuh pengertian. Tapi bagaimana bisa ia menjaga Sasuke, bahkan ia saja tidak bisa memberi kebahagiaan serta menjaga Naruto ? Yang merupakan anaknya sendiri..
Iwagakure No Sato, 05.30 AM
Menma dan Jiraiya saat itu sudah keluar dari wilayah perbatasan Iwa. Tapi setelah beberapa lama bertempuh. Mereka dihadang oleh belasan bandit yang mengepung mereka dari berbagai sisi dengan senjata-senjata berat dan pedang samurai.
"Heh, menggangu saja," ujar Jiraiya saat melihat bandit-bandit yang tujuannya mengincar harta. Dengan penuh berat hati Ia menyimpan buku laknatnya dan menghembuskan nafas drastis. Padahal Ia sudah punya banyak Inspirasi untuk menuangkan ide-ide tidak baiknya ke buku yang paling dicintai para shinobi-shinobi di dunia Ninja ini..
Setelah itu, Jiraiya langsung memanjangkan dan menumbuhkan secara erostis rambut-rambutnya hingga merumbai panjang kebawah. Ia pun mengambil posisi membungkuk layaknya katak dan setelah itu langsung menggunakan 'Hari Jigoku' untuk menembakkan Jarum rambutnya..
Bandit-bandit itu pun langsung terluka dibuatnya. Tidak ada halangan lagi setelah itu dan mereka kembali menempuh perjalanan kembali ke desa Konohagakure.
Sunagakure No Sato, 06.00 AM
Enam Jam adalah waktu yang cukup bagi para Akatsuki untuk menghancurkan Suna dan hampir membantai habis para shinobi-shinobi yang tewas membela desa ini. Yah, sengaja dihancurkan karena akan ada perombakan ulang untuk pembangunan serta perluasan wilayah desa Akatsuki. Ninja-Ninja sengaja dibuat tewas agar tidak ada yang tahu bahwa wilayah Sunagakure sudah dirampas.
Lagipula Ninja-Ninja itu tidak usah dibiarkan hidup. Biar mereka merasakan apa itu yang disebut kesakitan.. agar mereka tidak berlagak kuat padahal kemampuan mereka masih minim.. Otot tidak ada, apalagi otak.. Semuanya kosong, hanya mengandalkan kata-kata, seperti pepatah..
Tong Kosong Nyaring Bunyinya. Begitulah peribahasa yang paling cocok untuk menggambarkan kebanyakan para shinobi yang berkata ingin menjaga desa ini dan mengusir para Akatsuki. Nyatanya ? Nihil. Mereka langsung keok dalam sekali serangan. Mati banyak bicara tanpa melawan. Sungguh payah, sungguh lemah..
Shinobi itu harus memperjuangkan desanya dari marabahaya dan juga kehancuran. Tapi ini.. Apa jadinya Sunagakure sekarang ? Daya tempur mereka untuk melawan sudah habis karena kebanyakan pasukan malah memilih lari untuk bertahan hidup. Hidup itu tidak ada artinya jika kalian terasingkan dari tempat kelahiran sendiri. Dan suatu saat, kalian pasti akan menyesalinya.. Karena kalian lari, maka desa kalian akan lebih mudah hancur.
Lebih baik kalian mati, mati demi desa dan sorot mata kalian yang hampir menutup mata masih bisa melihat keadaan desa.. Walau saat itu desa kalian sudah rata dengan tanah. Satu bangunan pun tidak luput dari kehancuran. Bau amis karena darah dan mayat disebelah kalian terbaring pun sangat menyengat di indra penciuman.
Tapi itulah maksud dari shinobi. Shinobi adalah seorang Ninja yang mati demi desanya. Seseorang yang rela berkorban dan bertindak secara nyata, bukan hanya memerintah dan melihat sambil menggoyangkan kaki.. Jujur, itu adalah shinobi memalukan.
Saat ini, para Akatsuki berteriak senang kala melihat musuh-musuh mereka yang masih berada di sekitar kawasan sudah musnah tak bersisa. Mereka pun pulang ke Akatsuki Gakure untuk mengisi tenaga dan merayakan kemenangan Invasi.
Tapi masih ada seorang shinobi suna yang masih rela untuk mempertahankan desa sekaligus dirinya. Kazekage Gaara. Nama pria yang saat itu sudah dalam mode Bijuu. Otomatis chakra dan kekuatannya meningkat drastis daripada saat ia masih mengandalkan Gentong Pasirnya sebagai sumber kekuatan.
Dari Akatsuki pun masih ada tiga orang yang ditugaskan untuk menangkap Gaara. Naruto, Sasuke dan Deidara. Ketiganya adalah sosok yang masih memiliki cadangan chakra lumayan untuk menghadapi sang Jinchuruki Ichibi yang mendapat tambahan pasokan chakra dari bijuu yang tinggal di dalam tubuhnya.
Iris mata gelap Naruto melihat ke Ichibi yang mengaum sekeras-kerasnya. Sebenarnya ia bukan terlalu fokus untuk melihat Ichibi.. Ia melihat sesosok yang berada di kepala Bijuu itu dalam keadaan tertidur. Hm. Bisa dikatakan jika Ichibi mengendalikan tubuh sang Jinchuruki jika sang inangnya tertidur. Yah. Pasti tidak menyenangkan tidak bisa tidur setiap malam. Bukan Insomnia, tapi memang tidak boleh tidur. Atau monster dalam tubuh Gaara akan berusaha menguasai dirinya, kemudian menghancurkan desa dan memberontak ingin hidup bebas.
Ini pasti fuinjutsu yang digunakan untuk menyegel Ichibi ke tubuh Gaara adalah termasuk fuinjutsu yang tingkatannya masih rendah. Efeknya adalah pengguna tidak boleh tertidur..
Naruto tertawa kecil di dalam hatinya, pantas saja saat mata Gaara terpejam. Ada sebuah bentuk bewarna hitam yang menandakan pria itu tidak pernah tertidur sejak Ichibi tersegel didalam dirinya. Wah. Bisa dibayangkan sakitnya Gaara tidak bisa memejamkan mata dan beristirahat.
Jadi, cara mengalahkannya adalah dengan membangunkan Gaara? Batin Naruto mencoba berpikir keras akan situasi ini. Ia yang menguasai hiraishin pun mengeluarkan kunai bercabang tiga dengan fuin yang berartikan 'hiraishin' atau secara harfiah berarti 'perpindahan'
Naruto pun melesatkan kunai hiraishin itu kearah wajah Ichibi. Ia ingin berteleportasi sekarang. Tapi bola matanya tersentak kala melihat kunai bercabangnya ditepis oleh tangan pasir Shukaku hingga terpental ke sisi lain. Ia pun melakukan teleportasi kesana dan mencabut kunai tadi.
"Hiraishin ? Anak Yondaime Hokage 'kah?" tebak Ichibi. Naruto menggeleng perlahan. Ia mempererat genggamannya pada kunai bersegel itu.
"Aku hanya orang yang beruntung bisa menguasai teknik dewa terbang ini"
Jujur, Naruto tidak ingin mengaku kalau ia adalah anak dari Yondaime. Ia bukan anak dari Pria yang bisa membantai pasukan Iwa dalam perang dunia shinobi ketiga dengan sekejap. Sejak saat itu, Konoha dan Iwa terus bermusuhan karena Iwa merasa dibantai seperti anak kecil.
Karena Ia tidak pernah menjadi anaknya. Mungkin itu hanya sebuah kebetulan semata jika Naruto terlahir dari rahim Kushina, yang merupakan Istri Minato. Tapi nyatanya ? Ia tidak dianggap, mungkin kelahiran dirinya hanya untuk memperbanyak manusia di dunia shinobi, tidak untuk mendapat kasih sayang serta perhatian..
"Ya," Ichibi bergumam datar sambil menghela nafasnya. Ia pun mengumpulkan suatu energi hitam di mulutnya. Wush. Bola hitam itu membesar dan memancarkan energi besar disana.
Naruto yang melihat itu segera menyuruh Sasuke dan Deidara untuk mendekat padanya. Ia pun mengaktifkan Susano bewarna hitamnya. Wush. Susano yang tadinya hanya berupa tulang tengkorak diselimuti oleh beberapa pilar chakra dan Naruto membentuk susanonya dalam wujud Incomplete
Setelah itu, Susano Naruto langsung masuk dalam wujud completenya. Lengan kanan Susano memegang katana dan di lengan kirinya memegang palu raksasa. Untuk kedua kalinya, Naruto kembali mengaktifkan Susano Completenya..
Susano Naruto menumbuhkan dua lengan biasa. Hal itu membuat Susano berwarna hitam Naruto memiliki empat lengan. Disisi Ichibi, tampak monster berekor satu itu sudah selesai mengumpulkan energi hitam di luar mulutnya. Ia pun memasukannya ke dalam mulutnya.
Setelah itu, sang Tanuki pun langsung memuntahkan bom bijuu itu. "Bijuudama!"
Naruto melindungi Sasuke dan Deidara dengan armor susano sementara kedua lengan susano-nya tampak menepis bom bijuu itu menjauh. Setelah itu lengan susano yang memegang sebuah katana pun dengan cepat menebaskannya kearah bom itu.
Jduar!
Bom Bijuu itu terbelah dan meledak. Tidak ada efek bagi Naruto dan teman-temannya karena mereka sudah terlindungi oleh Susano dan Armor Susano. Ichibi yang melihat itu mendesah kesal. Sial. Serangan terkuatnya tidak berarti apa-apa. Ditatapnya perlahan Naruto. Bijuu yang sudah hidup ratusan tahun yang lalu itu terkejut saat tanpa sengaja matanya berbentrokan dengan pola mata Naruto yang aneh. Segitiga-segitiga yang berhubung menjadi satu dengan sebuah lingkaran sebagai titik pusatnya.
'Bu-bukankah i-itu mata Mangekyou Sharingan Abadi?'
Konohagakure No Sato, 06.30 AM
Konoha, nama desa yang ibaratnya merupakan desa terkuat di negara elemental. Desa yang banyak dimusuhi oleh desa dari negara elemental lain, kebanyakan para penduduk sudah terbangun dari tidur lelap mereka dan melaksanakan aktifitas keseharian..
Yang merupakan kepala keluarga tentunya mencari nafkah.. ada yang bekerja sebagai seorang petani, pedagang dan buruh angkat. Sedangkan para Ibu rumah tangga sedang sibuk menjaga anak mereka dan memasak untuk sarapan pagi.
Di kediaman Namikaze, tampak Minato yang duduk di meja makan. Ia tidak menyentuh sama sekali makanan lezat buatan Kushina dihadapannya, padahal.. pria berambut kuning itu tidak akan menolak jika Kushina memasak makanan itu. Tapi kini tidak..
Nafsu makannya berkurang, atau bahkan tidak ada.. Ia ingin berpikir jernih dan jernih. Ia tidak memerdulikan makanan yang sudah dingin karena dibiarkan selama dua puluh menit itu. Minato hanya bertopang dagu dengan tangan kirinya sambil menatap sebuah foto. Foto yang menunjukkan senyuman, tapi bagi Minato.. Itu adalah kesedihan yang berujung kepahitan..
Di foto itu, terdapat Ia, Kushina dan Menma yang berada di sebuah bazar di ujung Konoha, saat itu mereka bertiga tersenyum saat ada sebuah festival kembang api. Di bazar itu terdapat banyak bentuk kembang api. Minato, Kushina dan Menma difoto oleh seorang fotografer yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapat pundi-pundi uang.
Mereka pun membentuk sebuah kenangan. Kenangan dimana mereka tersenyum lebar sambil memegang kembang api yang belum dinyalakan. Minato tersenyum pahit, andaikan ada seorang anak lagi disana.. Yang juga tersenyum lebar sambil memegang kembang api.. Anak yang diharapakannya adalah..
Naruto
Kirigakure No Sato, 06.35 AM
"Mizukage-sama, beberapa Ninja yang diutus dalam misi menuju Konoha tewas," lapor seorang shinobi sambil menundukkan kepalanya kebawah dalam posisi berlutut. Ia tidak berani menatap wajah Mizukage yang saat ini sepertinya sedang menahan marah.
Mizukage atau lebih tepatnya Mei Terumi berjalan mengitarinya sambil berdecak kesal. Chojuro, nama shinobi yang melaporkan kejadian tadi mulai mendongkak dan melihat Mei yang menatap Kirigakure dari ketinggian ratusan meter. Posisi Mei yang membelakangi Chojuro membuat pria itu tidak tahu sebagaimanakah ekspresi wanita itu.
Mei berbalik dan menatap Chojuro, tidak ada lagi senyuman manis yang ia pampangkan, hanya wajah datar dengan nada bicara dingin dan sakartis.. "Perintahkan para ANBU kepercayaan-ku untuk menyelidiki semua ini!"
Kumogakure No Sato, 06.40 AM
Disebuah Gedung yang bangunannya berdiri tegak dan merupakan bangunan paling tinggi di Kumogakure, bahkan posisinya yang hampir sejajar dengan awan itu pun nampak terjadi kegaduhan disana.
"ANBU, jadi kau bilang ada sebuah organisasi yang mengincar para Jinchuruki, termasuk Yugito dan adikku, Bee?!" Raikage bertanya geram kepada seorang bertopeng burung hantu dihadapannya. ANBU tadi hanya menggangukan kepalanya.
"Pergilah," gumam Raikage pelan. Ia bahkan meninggalkan nada tinggi yang selalu dipakainya dalam berbicara. ANBU tadi pun merapal segel dan menghilang dalam jatuhnya dedaunan. Mabui, selaku asisten sang pria berotot itu pun menghampiri atasannya.
"Benarkah mereka mengincar Jinchuruki, tapi untuk apa?" tanya Mabui penasaran.
Raikage menatap Mabui "Mereka mengincar Bijuu"
Mabui mengganguk paham. Ia pun langsung mengerti masalah apa yang dialami pria paruh baya dihadapannya ini. Ia pun kembali ke posisi awalnya. Berpikir dan terus berpikir. Siapa tahu dia punya Ide untuk membantu atasannya.
Perbatasan Iwa, 06.45 AM
"..."
Hening, suasana antara Menma dan Jiraiya. Menma asik berjalan dengan kedua tangannya yang bertopang kebelakang kepala. Sedangkan Jiraiya, yah... masih menulis buku surga para Pria.
.
.
Sunagakure No Sato, 06.47 AM
"Shit, jadi aku melawan dua uchiha?" Ichibi berkata sambil melirik pola mata Naruto yang masih dalam mode mangekyou dan Sasuke dalam mode sharingan biasa. Naruto masih mengaktifkan susano
Bahaya Jika aku menatap matanya. Aku bisa terkena Genjutsu. Dan setelahnya, Ichibi tidak berbentrokan kontak mata dengan kedua uchiha itu.
"Ya, kami duo uchiha," kata Naruto merespon ucapan bijuu tadi. "Sayangnya disini tidak ada Tobi-sensei, yah.. Sasuke ? Jika tidak ia bisa mengontrol bijuu rakun ini sesuka hatinya."
"Hn," respon Sasuke
Mereka pun terus bertempur melawan Ichibi. Tapi sayangnya tidak semudah itu untuk mengalahkan Bijuu ini. Naruto sempat beberapa kali melakukan attack dengan bantuan prajurit hitamnya. Tapi usaha itu belum cukup untuk menaklukkan sang monster legendaris.
Bahkan mereka sempat dibuat kesusahan dengan bijuudama yang sering kali dimuntahkan oleh Ichibi. Naruto yang paling kelelahan saat ini. Ia yang merupakan mesin tempur sekaligus pertahanan. Matanya sudah lelah untuk melindungi teman-teman dari Bijuudama
"Shit, aku harus cepat," Naruto pun menutup sebelah mata kanannya. Ia memfokuskan pandangan ke sebelah kiri.. Naruto menatap seluruh tubuh Ichibi. Dirasa pas, pemuda itu langsung melancarkan Jutsu pamungkasnya. "Amaterasu!"
"Sialan. Ini api abadi klan Uchiha. Groar!" Ichibi mengaum saat merasakan api hitam itu membakar tubuhnya. Naruto menonaktifkan pola eternal mangekyou sharingan dengan sharingan biasa. Ia pun mengeluarkan kunai bercabang tiga yang sudah dililit fuin di sekitar bagian pegangannya.
Naruto pun melesatkan itu ke udara. Tepatnya di atas punggung Ichibi. Ia melakukan teleportasi hiraishin level dua. Teleportasi dimana Ia bisa melakukan teleport ke kunai hiraishin yang masih bergerak. Ia pun mengambil kunai yang masih melayang dan menendang tubuh Gaara yang masih tertidur.
"Ukh!" rintih Gaara pelan saat merasakan nyeri di perutnya. Sesaat kemudian, api yang membakar Ichibi pun padam dan Bijuu itu langsung menghilang. Gaara mendengus kesal. Sial. Walaupun ia menggunakan kekuatan Ichibi pun belum cukup untuk mengalahkan ketiga orang dihadapannya.
'Apa!' Gaara berteriak histeris saat melihat sesuatu yang hinggap di bahu kanannya, sebuah kelabang kecil. Tidak hanya disitu. Ada juga yang berada di bahu kiri dan sekitar gentongnya. Itu bukan kelabang biasa, melainkan bom tanah liat Deidara. Gaara memejamkan matanya, berharap Pemuda banci itu tidak mengucapkan kata yang bisa meledakkan bom ini.
"Katsu!"
Harapan Gaara pun sirna.
:
:
Deidara menciptakan seekor burung tanah liat yang langsung membungkus tubuh Gaara. Ia pun naik di punggung burung itu bersama Naruto dan Sasuke. Deidara mengendalikan burungnya untuk terbang tinggi.
Semuanya sudah selesai, dari sini.. Invasi telah tamat dan penangkapan Jinchuruki Ichibi pun berhasil. Tapi sayangnya ada beberapa shinobi suna yang melarikan diri entah kemana. Shinobi Akatsuki yang sudah berpartisipasi dalam penyerangan kali ini pun pulang dengan senyuman bangga di wajah mereka.
Sebelum itu, keenam Pain berdiri membentuk pola segi enam, lalu mereka menyelimuti seluruh kawasan Sunagakure yang sudah rata dengan tanah itu dengan segel portal segi enam. Tujuannya terbagi dalam beberapa hal..
1. Agar para shinobi suna tidak kembali ke desa mereka lagi.
2. Agar negara elemental tidak percaya jika wilayah mereka sudah direbut Akatsuki
3. Untuk menyembunyikan keberadaan Akatsuki
4. Alasan paling mendalam.. agar negara elemental tidak menyerang mereka.
Untuk alasan keempat, bukannya para Akatsuki takut untuk diserang. Hanya saja mereka takut terjadinya perang. Mereka bukan semberono main menyatakan perang begitu saja. Perlu proses, penyusunan srategi dan kerja sama untuk itu agar bisa memenangkan perang ini.
Sekarang mereka sudah menang berperang kepada Sunagakure !
To Be Contineud
Maaf kalo chap ini agak pendek..
.
Author Notes : Update kilat hehee.. maaf kalo ada typo tertinggal dan jangan sungkan-sungkan untuk diberitahukan di kolom komentar. Yoo. Saya sih sebenarnya berencana bikin fick baru. Ah. Tapi masih dalam prosesi penulisan. Saya tidak mau mempublishnya cepat tapi akhirnya buntu ide dan discontineud. Bocoran saja, tema fick ini adalah shinobi-shinobi juga.
Terima kasih atas para review di chapter lalu, terima kasih bagi para peng-review atau readers yang sudah komen karya saya. Komentar anda sangat berharga bagi saya. Special thanks for...
Ero Azazel
EdraPrimaa
Dobe
Guest1
Nokia 7610
Esya.
NaruHina
vira-hime
Akagami No Shanks
.5
kiiroi kitsune.197
ChristianAmrokuzan
Earl grey bernvoureth
rohimbae88
Retnoelf
.5
Gugur Daun
TsubasaF
Dark Blue.73
Guest2
ES CENDOL
agisummimura
Ahmad312
Kain
Guest3
Bagi yang review pakek akun saya bales lewat PM berjam-jam sebelum ini diupdate. Tentunya dengan pemberitahuan kapan saya update selanjutnya . Untuk yang gak pakai akun, saya bales dibawah ini..
-Dobe : Yeah, akhirnya update.. Next ! Thanks reviewnya, Ini udah Next
-Guest1 : Chap ini lumayan panjang dan cukup menarik.. Next thor dan apakah nanti gaara ketangkep ? Thanks reviewnya, chap ini terjawab sudah.. hehehehe
-Naruhina : Yaa... Memang kurang greget kalau udah dikasih tau inti ceritanya... Next! Nah itu kamu tau, thanks reviewnya..
-Retnoelf : Akhirnya up juga next chap thor.. :v .. Oke, ini udah next , thanks atas reviewnya
-Gugur Daun : Chap 2nya juga keren.. Next.. Jangan buat saya lama menunggu. Iƴa gan, ini saya udah update. Thanks atas reviewnya.
-TsubasaF : Next ya! Ceritanya lebih bagus season 1, penulisannya juga. Keep writing3 King Terry Jr-san! O,ya kalo bisa pairnya jangan gadis yg ada di Konoha kesannya crack pairing gtu. Kan jelas2 Naru itu missing nin dari kecil aneh kalo pasangannya gadis Konoha. Dan Hinata kurasa lebih baik sama Menma, secara dia mirip view Naru di manga nya. Sorry kalo cerewet ya. Semangat! Maksud poin pertama ? ceritanya bagusan season 1 atau lebih bagus dari season 1 ? Saya bingung .. Hehehe, Naru gak punya pair. Soalnya dia itu missing-nin dan missing-nin saya rasa gak perlu cinta. Nanti cinta malah membuat dia tersadar. Disini Naru saya buat akan gelap dalam dunia kebenciannya. MenmaHina yah ? Saya pikirkan, tergantung ending fic ini...hehehe. Kamu reviewnya panjang dan saya balasnya panjang juga, oke, thanks for review..
-Guest2 : Next thor! Sip dah. Ini dah next
-Guest3 : Di lanjut min apakah ada invasi knohonya juga ? Rahasia xd. Akan terjawab seiring jalannya cerita hambar ini.
Oke, maaf kalo chap ini agak pendek. Jika kalian berminat silahkan tinggalkan review, favs & follows.
Mind to review, favs and follows ?
R
E
V
I
E
W
King Terry Jr out !
