Naruto (c) Masashi Kishimoto

.

.

.

Highschooler's Diary

Story by Hydrilla

OOC, Typos, non-baku, kumpulan oneshot, Indonesian!AU keknya, etc.

.

.

.

Diary 3: Mahasiswa PPL (praktik pengalaman lapangan)

.

.

a/n: hayo tebak saya real-life digambarkan dengan chara yang mana? :p

.

.

Matahari hari itu sedang tidak mau diajak kompromi. Raja langit itu dengan angkuh tebar feromon yang membuat udara terasa sangat panas. Banyak orang mengeluh, begitu juga mayoritas siswa kelas 2-6 yang terus menggerutu karena gerah meski dua buah pendingin ruangan dan sebuah kipas angin telah dihidupkan.

Berbeda dengan teman-temannya yang sibuk kipas-kipas dengan buku karena gerah, Sakura Haruno malah asyik boboan di atas meja. Selain karena tempat duduknya yang strategis, yaitu tepat di bawah pendingin ruangan, waktu juga telah menunjukkan bahwa jam makan siang telah usai setengah jam yang lalu. Lupakan bahwa saat ini pelajaran fisika harusnya sudah dimulai, waktu tidur siang tidak boleh diganggu gugat!

Di sampingnya, Ino Yamanaka sibuk dengan ponsel cerdasnya. Meja gadis berambut pirang itu berantakan dengan buku-buku dan alat tulis milik ia dan Sakura. Dua teman sebangku itu memang paling tidak ambil rusuh soal panas karena tempat duduk mereka yang paling asoy dibanding yang lain. Sudah di bawah AC, sinyal WiFi full pula di sana.

"Ra, lihat deh, ganteng banget!" Ino menggoyang-goyangkan bahu teman sebangkunya yang sedang bobo unyu. Kemudian, ia menyodorkan ponsel yang layarnya terpenuhi post foto dari sebuah akun instagram. "Bang Ahnjhay ganteng gewlaa!"

"Bicik ah, lu, No," Sakura berdecak dengan tingkah polah teman sebangkunya yang mengacaukan tidur siangnya, "ganggu aja!"

"Tapi lihat, hawt banget kan gue ngga kuad," Ino menyodorkan ponselnya tepat ke wajah Sakura yang mengernyit. Gadis yang mengikat rambutnya menjadi seperti ekor kuda itu tertawa atas kesengajaannya yang membuat Sakura menatapnya kesal.

"Entar kalo Bang Ahnjhay ada di sini beneran baru gue bakal melek lihatin," kata Sakura sembari memosisikan kepalanya kembali ke posisi pewe. Ia tak memedulikan teman sebangkunya yang asyik cekikikan sambil memberi tanda hati kepada sebuah foto lelaki topless dan bergaya seperti model editorial.

Sakura sendiri sudah biasa dengan tingkah teman sebangkunya yang kemarin baru saja bilang ngefans seorang duda tampan berduit. Toh, sebenarnya, ia sendiri juga hampir sama dengan Ino. Kerap kali mereka berdua senyam-senyum sendiri melihat foto-foto cowok tamvan super hawt di internet, maupun jejeritan lihat abang-abang cakep yang membintangi sebuah drama. Gadis berambut merah muda itu pun sebenarnya demen juga dengan Abang Ahnjhay yang dimaksud Ino, tapi sungguh, ia hanya ingin tidur sekarang.

Dijejelin materi sains dari matematika wajib, matematika peminatan, kimia, dan sekarang fisika dalam waktu sehari itu membuat kepala pusing, bytheway. Jadi, setelah tahu gurunya telat (atau tidak akan masuk sama sekali? Entahlah, yang jelas Sakura akan sangat bersyukur jika guru tidak masuk), Sakura memutuskan untuk tidur dan mengistirahatkan otak dengan tenang. Dengan semilir angin dari pendingin ruangan, latar gitar yang dimainkan teman sekelasnya, dan Ino yang masih tertawa sendiri melihat ponselnya, Sakura bisa tidur ten—

"ANJIR RA!" Sakura kaget dengan teriakan Ino, "GUE BISA KE SURGA DENGAN TENANG SEKARANG!"

Sakura berdesis akibat gangguan Ino dan tanpa sengaja memandang ke pintu kelas. Di sana, ada seorang pria super-tampan-hot-gila sedang berjalan dengan kece. Ia memakai kemeja yang ditutupi dengan sebuah jas. Ekspresinya datar dengan tatapan mata tajam yang bikin kokoro ngga nyante.

"Siang semua."

Oh. Em. Ji. Suaranya eargasm sekaleee.

Mendadak cewek-cewek yang tadi belingsatan karena kepanasan, menjadi jaim dan kedip-kedip ganjen. Para cowok sudah berdecih tidak suka. Sakura sudah hilang kantuknya.

Ini mah beneran Bang Ahnjhay versi real, batin Sakura cengengesan.

"Saya Sasuke Uchiha, panggil saja Sasuke. Saya akan menggantikan Pak Kakashi mengajar fisika untuk praktik pengalaman lapangan saya," pria itu berkata lugas, "ada yang mau ditanyakan?"

Ino dengan ngga tahu malu mengangkat tangan tinggi-tinggi sambil bilang 'saya, saya, saya' hingga akhirnya ditunjuk si mahasiswa PPL ganteng.

"Bapak asalnya dari Gunung Himalaya, ya?" Seluruh kelas mengernyit dengan pertanyaan Ino, "kenapa setelah Bapak dateng hati aku yang gersang tiba-tiba jadi sejuk, sih?"

Njir.

Seluruh anggota kelas menyoraki Ino yang sedang sableng. Tidak asing lagi dengan tingkah gadis itu yang kadang-kadang emang sarap. Ino malah makin cengengesan dan kedip-kedip genit ke Sasuke yang memutar bola mata bosan.

"Bapak tinggalnya di mana?" Kali ini Sakura angkat bicara, "kayak pernah lihat? Jangan-jangan kita jodoh."

Ini Sakura juga ikut-ikutan sableng. Dasar dua sebangku fansgirls, ada-ada saja tingkahnya.

Sasuke sendiri hanya mendengus. Ia tak menanggapi tapi malah mengeluarkan sebuah buku panduan tebal yang membuat penghuni kelas 2-6 melotot. Ada aura tidak enak yang tiba-tiba menghantui seluruh kelas. Mereka semua menelan ludah gugup melihat Sasuke yang tersenyum ganteng.

"Sebelum saya mulai mengajar," suara Sasuke seakan dilatari musik kematian, "saya ingin mengadakan pre-test terlebih dahulu."

"THEEDAAQQQ!"

Satu kelas berkoor kompak.

Ini mahasiswa ganteng-ganteng tapi sado, hiks :'(

Tapi, meski terkenal sado begitu, nyatanya, Sasuke tetap jadi PPL nomor satu yang memiliki banyak fans. Wajah tampan, otak cerdas, sifat misterius, dan punya pekerjaan sampingan sebagai model membuat kaum bergender hawa tergila-gila padanya. Bahkan beberapa Ibu Guru yang masih jomblo terang-terangan menggodanya, seperti yang dilakukan guru kimia paling seksi, Bu Karin.

Begitupula dengan Sakura dan Ino yang sama ganjennya kalau lihat Sasuke. Apalagi kalau Sasuke versi lepek—jas yang tidak rapi, rambut yang menempel ke dahi, serta kancing kemeja yang tidak terkancing penuh.

Apa daya Sakura dan Ino bila dihadapkan mas-mas ganteng yang sekseh begitu, sih? :(

Sekalipun mereka berdua tidak segencar Bu Karin atau siswi lain yang nekat minta pin bbm dan berujung ditolak, Sakura dan Ino punya cara sendiri biar bisa berinteraksi dengan calon guru yang cakep tersebut.

Misalnya seperti modus tanya-tanya materi pelajaran berulangkali dan tetap keukeuh bilang kalau mereka tidak paham. Atau datang ke camp khusus PPL untuk mengumpulkan tugas padahal yang butuh mengumpulkannya cuma Ino, Sakura sih, ikut-ikutan saja biar bisa melihat Sasuke yang duduk ganteng sambil mengetikkan sesuatu di laptop hitam seksinya.

.

.

.

"Serius, No, gue ngga paham lagi kenapa Pak Sasuke bisa ganteng banget," keluh Sakura saat mereka di kantin. Cewek berusia 16 tahun itu mengunyah bakwannya dengan ngga nyante, topik soal Sasuke emang favoritnya. "Ya ampun gue kepo banget kalau dia senyum gantengnya kayak apa, ya?"

"Sama elah, Ra," Ino menyedot jus jeruknya kemudian mengecek notifikasi sosial medianya, "rasanya gue rela remed fisika terus asal bareng sama Pak Sasuke, huhuhu."

"Gue mah ogah—" Sakura memutar bola matanya, saat itu pula, ia melihat Sasuke yang berjalan di daerah kantin, "—Ino, lihat arah jam 7!"

"Oh. My. God!"

Saat itu, Sasuke berjalan dengan angkuh di daerah kantin. Kedua tangannya dimasukkan ke kantong jas. Semilir angin memainkan rambutnya yang sedikit panjang. Cahaya yang menyusup masuk melalui celah ventilasi dan jendela seakan menjadi spotlight yang menyorot khusus untuknya.

Semilir surga telah datang ke bumi!

Beberapa gadis telah cekikikan melihat si titisan Apollo yang tak memedulikan kode-kode keras dari pemudi-pemudi kelebihan hormon. Berbeda dengan Sakura yang cuma mengawasi dari jauh, Ino malah mengambil ancang-ancang seakan ia mau lari marathon.

"PAK SASUKE!"

Iya, Ino baru saja memanggil Sasuke dengan suara super gede yang membuat seluruh kantin memandangnya.

"SAKURA SUKA SAMA BAPAK NIH!"

Krik, krik, krik.

"Anjiiirrr Ino gue cekek looo!"

Ino ngabur duluan sambil ketawa. Sakura menyusulnya dengan muka memerah.

Sasuke? Ah, dia cuma menyeringai (ganteng) ajaaa~

.

.

.

Sakura Haruno kayak sudah ngga punya muka lagi sekarang.

Gara-gara teman sablengnya, Ino-Sinting-Yamanaka, ia harus menanggung malu dan 'ciyee-ciyee' yang menyambanginya di manapun dia berada. Bahkan beberapa guru sudah ada yang tahu soal hal ini. Sumpah, ia jadi malu banget karena keisengan Ino.

Memang sih, Sasuke itu ganteng banget, cerdas, udah bisa menghasilkan duit sendiri pula. Dia memang ngefans dengan mahasiswa PPL yang satu itu, tapi kan, banyak juga yang sama dengannya! Bahkan Bu Karin!

Ino memang kurang ajar, rese pula! Sakura sering curhat ke Ino soal Pak Sasuke kan murni karena dia ngefans dengan mahasiswa merangkap model tersebut! Ih, Ino ngeselin!

"Ah, Sakura."

Baru juga Sakura mencak-mencak gara-gara Ino di lorong menuju kelas yang sepi karena jam belajar-mengajar sedang berlangsung, seseorang memanggilnya. Ia menoleh dan melihat Sasuke sedang membawa kertas-kertas. Refleks, ia merapikan rambut dan seragamnya sambil tersenyum ke mahasiswa tersebut.

"Ini," Sasuke menyodorkan selembar kertas yang telah terlipat, "tugas untuk dikumpulkan minggu depan. Kamu tadi dispen."

"O-oh, oke, Pak."

Sakura salting sendiri meski Sasuke bersikap biasa saja. Gadis itu masih seperti di dunia khayalan saat memasuki kelas. Ia duduk di samping Ino yang mengunyah cokelat batangan.

"Kertas apaan Ra?" tanyanya melihat kertas yang dibawa oleh teman sebangku berambut pinknya.

"Tugas fisika."

"Ha? Sejak kapan dikasih tugas fisika, ya, Ra?" Ino memandang Sakura dengan bingung.

Sakura mengernyit dan membuka lipatan kertas yang tadi Sasuke berikan untuknya.

Hn, kalau ada yang mau ditanyain soal materi fisika, hubungin ke sini saja: 7D0F8779

Iya, itu tulisan tangan Sasuke yang ngasih Sakura pin bbmnya. Pin bbm yang diminta oleh banyak siswi tapi ngga pernah dikasih. Pin bbm yang paling dicari di tahun pelajaran 2015/2016 ini. Pin bbm yang sanggup membuat para siswi sanggup bersembah sujud untuk mendapatkannya. Pin bbmnya Pak Sasuke.

Oh Gawd.

"SAKURA MINTA PINNYAAAA!" Ino langsung ngejerit, berusaha merebut kertas tersebut dari tangan Sakura.

"Idih, ogaaaaahhhh!" Sakura buru-buru kabur.

END

*Bang Ahnjhay: Abang Ahn Jae Hyun Model dan aktor dari Korea, yang main drama Blood. Ahnjhay itu panggilan saya dan temen-temen buat dia, wkwkwk

a/n:

Halooo!

Buat kamu yang nebak kalau saya di real-life itu macam Ino, selamat! Kamu benar! ;D

Ini terinspirasi dari mahasiswa ppl yang datang ke sekolah saya btw, yang dari jurusan mtk ada yang manis banget huhuhu bikin adem hati banget :( Temen-temen saya sampe pada ngefans karena emang kawaii banget orangnya. Sampe ada modus ikut saya ngumpulin tugas ke camp ppl buat bisa lihat itu mahasiswa satu. Saya juga pernah sih, pas di kantor guru manggil dia dengan suara kenceng dan saya disenyumin asdfghjkl! Senyumnya manis banget kan aku ngga kuad :( Temen-temen sampe pada iri tapi sayangnya orangnya udah balik lagi ke kampusnya, huhuhu.

Dan ya, itu jelas bukan pin bbmnya Sasuke beneran :p Itu pin saya wakakakaka. Dan ini kok malah kesannya makin gaje, ya? Huft ;(

Maaf yaa, aku belum bisa balas review satu-persatu seperti kemarin. Remed kimia dan bahasa perancis ini membunuhkuuu :'( #lebelo. Tapi, review kalian kubaca semua kok! :D

Big thanks buat yang udah review, favs, dan follows. Makasih juga udah mau membaca!

See you in next Diary(ies)!

Salam baper,

-Hydrilla ;)