Prince's Prince

Cast :

Jeon Jungkook

Kim Taehyung

Kim Seokjin as Jeon Seokjin (aka Jungkook's little brother)

Park Jimin as Jungkook's manager

Genre : Romance, Drama

Rating : T+


InfinitelyLove proudly present

.

.

.

프린스의 왕자 / Prince's Prince

.

.

.

Jungkook menghela nafas dengan lelah. Setelah beberapa puluh menit berdebat dengan bos-nya (Taehyung), ia segera mendudukkan dirinya di taman depan gedung kantornya.

"Yoboseyo? Jimin-ah, kau tau? Susah sekali untuk menghancurkan si otaku menyebalkan ini." Ucap Jungkook kesal kepada orang yang ditelponnya.

'Kenapa lagi, Jungkook-ssi?'

"Dia susah sekali untuk diluluhkan. Cih. Untung saja dia mau memberiku pekerjaan lain, setelah sebelumnya menjadikanku office boy." Lanjut Jungkook.

'Ahahahaha. Jadi kau dipekerjakan menjadi office boy?'

Jungkook merengut tak suka.

"Yah! Jangan ketawa!" Geramnya.

Jungkook memutuskan sambungan teleponnya. Dengan bosan ia menatap sekeliling gedung, dan berakhir memandang seorang anak SMA bertopi yang tak asing di matanya.

'Seokjin?'

Dengan cepat Jungkook berlari kearah adiknya yang sedang berada di lobby kantor.

"Ya! Sedang apa kau di sini?" Tanya Jungkook sambil melihat adiknya yang sibuk dengan paper bag berisi surat warna-warni.

Seokjin terlonjak kaget. Ia menatap kakaknya dengan heran.

"Sedang apa kau di sini hyung?" Tanya Jin.

Jungkook memutar bola matanya.

"Hey, aku yang duluan bertanya padamu." Ucapnya lagi.

"Kau tidak perlu tau, hyung." Ucap Jin ketus.

Jungkook terkejut saat alat pelacak yang biasa dia gunakan bergetar di saku sweater-nya.

PIP

PIP

Jin melirik aneh ke benda yang dipegang oleh kakaknya.

"Kau sering ke tempat ini, Seokjin-ah?" Ucap Jungkook.

Jin membulatkan matanya, curiga dengan alat yang sedang dipandang oleh sang kakak.

Dengan kasar ia mengambil alat kecil berbentuk persegi itu.

"Oh? Jadi selama ini kau melacakku?!" Ucap Jin, setengah berteriak.

Jungkook kelabakan melihat adiknya marah. Dengan cepat ia mengambil alat itu dan menarik tangan Jin yang sedang memegang paper bag.

"Pulang sekarang." Perintah Jungkook, sembari menarik Jin dari sana.

"Tidak mau! Lepaskan aku, hyung!" Teriak Jin lalu mencoba melepaskan tangannya.

Paper bag itu terjatuh, membuat surat-surat di dalamnya berserakan. Sebuah kado berisi coklat berhamburan di kaki Seokjin.

Jin membulatkan matanya. Sedangkan Jungkook mematung di tempat.

"Lepaskan. Aku. Sekarang. Juga." Ucap Jin lalu menatap tajam kakaknya.

.

.

.

Jin sibuk membereskan barang-barang yang berserakan itu. Matanya berkaca, menahan tangis karena marah luar biasa dengan kakaknya.

"He-hey... kau menangis?" Ucap Jungkook.

Jin menepis tangan Jungkook yang akan membantunya. Matanya menatap kesal ke arah Jungkook.

"Di mana kau taruh alat pelacak itu? Di celanaku? Baju? Sepatu?" Ucap Jin sambil mengecek satu persatu pakaian yang dikenakannya. Suaranya bergetar karena ingin menangis.

Jin menggigit bibir bawahnya. Tangannya melepas topi hitam yang daritadi ia pakai terbalik. Matanya melihat tempelan berwarna putih di sana.

Dengan kasar ia membanting topi itu ke tanah.

"Puas kau mengatur hidupku?! Memangnya aku apa? Budakmu? Hah?! Apa pernah aku mengaturmu?! Apa pernah aku mengganggumu?! Kau sendiri yang sering mencampurkan diri dengan masalahku!" Bentak Jin.

Jin pergi dengan air mata yang membanjiri wajahnya.

Sedangkan Jungkook mematung mendengar perkataan adiknya.

Jungkook melihat kepergian Jin dari sana. Kakinya lemas, sehingga susah menopang berat tubuhnya sendiri.

"Hey, hey!" Suara berat milik Taehyung terdengar di telinga Jungkook.

Jungkook yang mengira akan terjatuh di tanah itu kini merasakan dekapan hangat Taehyung di hadapannya. Bibirnya ia gigit kuat untuk menahan tangisnya.

"Ya... gwaenchana?" Ucap Taehyung yang mendekap Jungkook.

Jungkook mendekap orang yang-sebenarnya- ia kesali itu, melingkarkan tangannya di sekitar leher lelaki berambut coklat yang kini mengusap punggungnya dengan lembut.

"U-uh... M-ma-maafkan aku." Ucap Jungkook lalu sedikit mendorong dada Taehyung.

Taehyung tersenyum, kembali mendekap Jungkook dan mengelus rambut hitamnya.

"Tidak apa. Menangislah kalau itu memang membuatmu lebih baik." Ucap Taehyung.

Jungkook kembali memeluk leher Taehyung. Dan menenggelamkan wajah manisnya ke bahu lebar lelaki yang memiliki tinggi sama dengannya. Ia menangis, meluapkan penyesalannya.

.

.

.

"Heeeeey~ lihat-lihat! Taehyung dan Jungkook berpelukan!" Heboh Namjoon saat menoleh ke jendelanya.

Yoongi dan Hoseok segera menoleh ke sana dan tersenyum.

"Mereka lucu." Ucap Hoseok polos.

Yoongi dan Namjoon reflek menoleh ke arah Hoseok yang berbinar. Mereka berdua tersenyum dan berkata dengan serempak.

"Kau lebih lucu, Hoseokkieeee~" Gemas Yoongi dan Namjoon sembari mencubit pipi gembil milik Hoseok.

Hoseok tertawa kecil mendapat perlakuan kawan-kawannya.

"Apa mungkin Jungkook gay sungguhan?" Ucap Namjoon lalu kembali ke meja kerjanya.

Yoongi dan Hoseok yang kini sudah berada di meja masing-masing menoleh ke arah Namjoon.

"Maksudmu?" Tanya Yoongi.

Namjoon mengangkat bahunya.

"Yaaa... kukira dia hanya berbohong dengan hal itu. Kau tahu, aku bisa melihat kebohongannya dari cara bicara Jungkook kemarin mengenai hal itu." Jawab Namjoon lalu mulai bekerja dengan berkasnya.

Yoongi menoleh ke arah Hoseok yang mengerjabkan matanya bingung.

Dengan gemas Yoongi memasukkan lolipop strawberry ke dalam mulut Hoseok.

Ya, kebiasaan Yoongi dan Namjoon jika sedang berhadapan dengan kelakuan polos Hoseok : menyodorkan camilan.

.

.

.

Jungkook dan Taehyung kini sudah berada di dalam ruang kerja milik Taehyung.

Mereka berdua duduk di atas sofa dengan sedikit canggung.

"Jadi... kenapa tadi kau tiba-tiba menangis?" Tanya Taehyung, mencoba mencairkan suasana.

Jungkook yang masih sedih itu menolehkan kepalanya, mengerjabkan matanya lucu ke arah Taehyung lalu kembali menundukkan wajahnya.

"Tidak apa... Hanya... adikku marah denganku." Lirih Jungkook.

Taehyung terdiam, mencoba menahan dirinya untuk tidak memeluk Jungkook kembali karena kelakuan imutnya.

'Sial. Anak ini lebih imut dari Sasuke masih kecil.' Batin otaku-nya merana.

Taehyung berdehem dan menarik senyumnya.

"Kau lebih baik pulang dan minta maaf lah dengannya. Oh iya, besok hari pertama mu untuk menjadi sekertarisku. Jangan lupa." Ucap Taehyung.

Jungkook menoleh dan memiringkan kepalanya.

"Pulang?" Gumamnya dan dibalas anggukan oleh Taehyung.

"Oh, yasudah." Ucapnya santai dan keluar dari ruangan itu.

Taehyung menatap aneh Jungkook yang keluar ruangannya seenaknya.

'Dasar anak itu. Berterima kasih atau apa kek. Lagi sedih tetap saja menyebalkan.' Batinnya.

.

.

.

Taehyung melangkahkan kakinya keluar, menatap kawan-kawannya yang kini sedang bersiap untuk pulang.

"Taehyung-ah... aku ingin bicara denganmu." Ucap Namjoon.

Taehyung menganggukan kepalanya lalu mendekati Namjoon.

"Lebih baik kita berbicara sambil jalan saja." Ucap Namjoon lagi.

Yoongi, Hoseok dan Jungkook sudah keluar dari gedung kantor itu.

"Kau mau bicara apa, hyung?" Tanya Taehyung.

"Kau tau? Aku agak curiga dengan status Jungkook sebagai anggota divisi LGBT." Namjoon bergumam lalu berjalan keluar lobby dengan Taehyung di sampingnya.

"Lalu?" Tanya Taehyung bingung.

"Hmmm... Aku curiga kalau sebenarnya dia ingin mendapatkan sesuatu dari perusahaan ini. Lalu berpura-pura agar dapat mendekatimu dan memanfaatkan situasi nanti." Lanjut Namjoon.

Taehyung menggaruk kepalanya bingung.

"Memangnya kenapa? Toh aku juga masih suka wanita kok, hyung." Jawabnya tidak nyambung.

Namjoon menatap Taehyung jengah.

"Justru itu, Taehyung. Dia ingin mendekatimu dan meluluhkanmu. Kau terlalu lembut, tau? Bisa-bisa kau benar jatuh kepadanya." Ucap Namjoon.

Taehyung memanyunkan bibirnya. Lalu tak lama sebuah seringai tipis terukir di wajah tampannya.

"Oooh... aku mengerti. Bagaimana kalau aku mengorek informasi darinya dengan mengikuti jalan permainannya?" Ucap Taehyung.

Namjoon menoleh kaget.

"Maksudmu?" Tanyanya.

.

.

.

"Yaaa... aku juga akan berpura-pura gay dan mengorek informasi darinya."

.

.

.

TBC


Yeay! Udah update.

Cepet juga ya... (lumayan)

Tapi ini pendek pake banget :(

Ini Jungkook Uke kan? : IYADONG HAHA TENANG SAJA V ITU ULTIMATE SEME! AYE

Trojan Horse itu apa? : Trojan Horse itu kuda gagah pemberani gitu deh, jadi maksud Jeka di sini, dia berani ambil resiko untuk ngejalanin misinya walaupun pura-pura gay gitu. Wkwk

Nanti ada MinYoon kan? : untuk yang ini maaf banget :") saya gatau kenapa kurang dapet feels MinYoon, tapi kalo YoonMin mungkin iya *lah. Bedakan YoonMin dan MinYoon? Lol tapi jujur di mata saya, Yoon-Min-Joon itu semua punya Hoseok (haha maruk)

Ah, ga dapet feels kalo Jin jadi adenya Jungkook : awalnya saya juga merasa absurd karena jadiin Jin sebagai adik Jungkook. Tapi... Lama-lama lucu juga wkwk (maafkan daku)

Nah... Thanks for the reviews :") aku seneng banget bacanya :)

Jangan lupa Review lagi yah!

Sincerely, an unprofessional author

InfinitelyLove