LOVE IS NOT ALRIGHT
CHAPTER 2
Author : Annisalrhmh
Genre : Crime, Drama, Family, Romance,
Rate : T
Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Hyukjae
Other Cast : Bertambah seiring berjalan nya cerita
Pair : KyuMin, HaeHyuk
Disclaimer : KyuMin & HaeHyuk milik tuhan, milik orangtua nya, dan milik fans-fans nya. Saya hanya membuat cerita fiksi tentang mereka. Real my story.
Warning : OOC, GS, Typo, Gaje, don't like don't read.
Summary : Cinta rumit keluarga Agent Rahasia Negara. (Summary gak jelas)
Note
Annyeong… Mianhamnida saya baru kembali membawa chapter 3.
-Selamat Membaca-
Sebelumnya di Chapter 2
PLAK!
"Appa?"Ucap Donghae sambil memegangi pipinya.
"Appa? Apa yang kau lakukan pada donghae oppa?"Ucap sungmin kaget dengan apa yang dia lihat.
"Minnie masuk ke kamar mu sekarang!"
"Tapi appa…"
"Tidak ada tapi – tapi lakukan sekarang!"
Minnie masuk kekamarnya meninggalkan donghae dan appa nya yang di liputi dengan ketegangan.
Chapter 3
"Kau tau apa kesalahan mu Lee Donghae?"
"Nan Molla." Jawabnya dengan santai.
"Ya! Neo!" Sang appa kembali mengangkat tangan nya tetapi sebelum melangsungkan aksinya donghae sudah menghentikannya.
"Ne,ne aku tau."
"Kalau kau tau itu salah kenapa masih kau lakukan hah?"
"Hanya ingin melakukanya."
"Aish kenapa kau harus menjadi anak ku."
"Mana ku tau yang jelas sejak aku lahir appa sudah menjadi appa ku."
"Jangan menjawab bodoh."
Minnie Povs
Sebernya ada apa sih aneh banget, pertama appa dateng tiba-tiba ke korea, kedua pas oppa dateng appa langsung nampar oppa, Dan sekarang kenapa aku malah disuruh masuk kekamar. Aha aku punya ide…
End Povs
Kembali kita lihat aksi perdebatan antara ayah dan anak yang satu ini.
"Aku sebagai appamu menyuruhmu untuk berhenti dari pekerjaan mu!"
"Tidak akan."
"Aku masih bisa membiayai hidup mu."
"Aku bekerja bukan karena uang."
"Lalu untuk apa? Untuk menuntaskan obsesi mu itu? Kau tau kana pa resikonya pekerjaan mu itu?"
"Aku tau."
"Jika kau tau kenapa masih kau kerjakan? Kau membahayakan adik mu!"
"Jika itu alasan appa menyuruhku berhenti aku akan menjaganya."
"Kau pikir itu akan berhasil? Bagaimana jika kau yang mati?"
"Aku tidak akan mati sebelum membunuh orang itu."
"Cukup Lee Donghae!"
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Seseorang angkat bicara diantara pertikaian kedua pria itu.
"Oppa mau membunuh siapa? Apa yang oppa lakukan? Apa oppa seorang gangster? Oppa menyembunyikan sesuatu dari ku?"
"Ani, Apa yang kau bilang itu tidak benar." Jawab Donghae yang panic akan tuduhan yang diberikan kepadanya.
"Minnie kenapa tidak menuruti kata-kata appa?"
"Aku hanya penasaran dengan yang kalian bicarakan."
"Sekarang kau masuk ke kamar mu! Jangan keluar sebelum appa perintahkan."
"Tapi appa…"
"Tidak ada tapi-tapi Lee Sungmin!"
"Ish appa menyebalkan! Oppa kau berhutang penjelasan padaku! Minnie meninggalkan keduanya dengan tatapan kesal.
"Kau harus segera berhenti Lee Donghae!"
"Aku tidak bisa! Aku akan berhenti jika ini semua selesai!"
"Lupakan saja dendam mu itu" Pria paruhbaya itu melembutkan suaranya.
"Tidak bisa, Aku tidak semudah appa melupakan itu semua."
"Aku pun sulit untuk melupakan itu tapi kita harus melupakannya."
"Tidak akan pernah bisa aku melupakan orang yang telah membunuh orang yang berharga dalam hidup ku."
"Dia sudah tenang di sana, Jadi relakan saja."
"Tidak akan pernah bisa" Tiba-tiba saja tetesan air bening menetes keluar dari mata seorang Lee Donghae.
"Donghae-ya kita akan kehilangan yang lainnya jika kau masih seperti ini."
"Tidak appa, aku janji pada mu."
"Baiklah selesaikan ini lalu berhenti segera."
"Ne aku janji setelah yang satu ini selesai aku akan berhenti."
"Kau seorang pria kan, jadi appa akan pegang janji mu dan kau harus mempertanggungjawabkannya."
"Ne."
"Appa harus kembali ke Jepang kau harus menjaga Minnie kau mengerti?"
"Ya aku mengerti. Tapi besok sampai 5 hari kedepan aku harus ke Canada untuk menyelidiki mereka."
"Lalu Minnie dengan siapa disini?"
"Aku sudah menyuruh seseorang untuk menjaganya selama aku pergi jadi appa tidak perlu khawatir."
"Oke appa percayakan semua padamu."
Selesai dengan perdebatan yang satu ini pria paruhbaya itu menghampiri pintu sebuah ruangan.
"Minnie-ya…. Appa harus segera kembali ke Jepang." Ucapnya sambil mengetuk pintu kamar itu.
"Aku masih kesal pada appa!" Jawab seseorang dari dalam.
"Yasudah appa pergi ya karena appa terburu-buru."
"Ne, hati-hati." Jawab nya lagi.
Sang appa berjalan keluar rumah dengan diantar oleh anak prianya.
"Jaga dirimu dan jaga Minnie baik-baik!"
"Ne appa kau juga baik-baik disana dan jangan erlalu sibuk dengan pekerjaan mu!"
Pria paruhbaya itu pergi meninggalkan rumah bergaya minimalis itu dengan sebuah mobil mewah berwarna hitam.
Donghae Povs
Masaah dengan appa sudah clear dan sekarang harus meluruskan masalah dengan Minnie. Haduh bakal susah ni yang satu ini.
End Povs
"Minnie-ya kau sudah tidur?" Tanya donghae didepan pintu kamar Minnie.
"Sudah!" Jawabnya dari dalam.
"Minnie marah ya? Oppa mau bicara, boleh masuk tidak?"
"Tidak!"
Donghae tau jika adik perempuannya marah dia tidak akan mengunci pintu kamarnya, karena Donghae merasa harus meluruskan masalah ini, maka Donghae masuk ke kamar adiknya itu.
"Minnie-ya, besok oppa akan pergi selama 5 hari." Kata Donghae sambil duduk diranjang tetapi sang adik membelakanginya.
"Mau kemana kau? Mau membunuh seseorang? Kenapa kau sangat mengerikan! Kau seperti bukan oppa yang aku kenal!"
"Ani oppa pergi untuk bekerja."
"Kerja? Bukanya oppa masih kuliah?"
"Sebenarnya oppa kuliah sambil bekerja."
"Kerja apa?"
"Sebenernya…"
"Sebenernya apa?"
"Oppa bekerja sebagai intel"
"MWO? Oppa seorang intel? Agen rahasia? Jinjayo?"
"Hmmm ne, Mian oppa baru bilang pada mu."
"Daebak! Oppa daebak."
"Ne?"
"Oppa benar-benar keren. Lalu kenapa appa tadi marah pada oppa?"
"Karena pekerjaan ini sangat berbahaya terutama buat kau."
"Aku? Aku pasti baik-baik saja kan oppa akan selalu menjaga ku kan?"
"Itu pasti min."
"Lalu siapa yang mau oppa bunuh? Apa seorang penjahat."
"Yap oppa sangat membenci mereka!"
"Tapi oppa bilang besok oppa akan pergi selama 5 hari, lalu aku sama siapa dirumah?"
"Oppa sudah menyuruh teman oppa untuk menjaga mu."
"Apa dia seorang intel juga?"
"Tentu saja."
"Baiklah oppa hati-hatin ya"
"Besok pagi-pagi sekali oppa akan berangkat."
.
.
.
"TIN….TIN….TIN" Suara berisik sudah menggelegar di pagi hari.
"Uhhh berisik tau! Siapa sih?" Seorang gadis yang masih terlelap di ranjangnya, terbangun karena suara berisik itu.
Gadis itu menegakkan tubuhnya matanya membuka lebar saat melihat jam yang menempe di dinding kamarnya.
"MWO? Aku kesiangan!" Teriaknya panic.
Gadis itu masuk ke bathroomnya dan melanjutkan dengan aktivitas pagi lainnya. Setelah selesai ia keluar kamar dan menghampiri meja makan. Tetapi yang ada hanya kotak bekal dan secarik kertas.
"Min, Oppa sudah harus berangkat, ini bekal untuk mu. Oh ya teman oppa akan menjemputmu pagi dirumah untuk berangkat ke sekolah. Hati-hati ya. Fishy Oppa."
Itu isi secarik kertas yang ditinggalkan oleh Donghae.
"TIN….TIN….TIN…."
"Omo, Pasti itu temannya oppa."
Sungmin lansung berlari keluar rumahnya. Dilihatnya seseorang dengan sebuah motor besar berwarna putih. Dan satu lagi yang dilihatnya dan membuatnya kaget yaitu adalah seragam sekolah yang dipakai orang itu adalah seragam sekolahnya juga.
"Maaf, sudah menunggu lama."
Seseorang dengan motor itu membuka helm yang dikenakannya.
"Kau tau sudah berapa lama aku menunggu disini?"
"Kau?"
"Kenapa? Kaget melihat ketampanan ku?"
"Aku kaget karena kau yang oppa ku maksud!"
"Lalu kenapa?"
"Kau seorang intel? Anak SMA seperti mu?"
"Kenapa memang kau meragukan ku?"
"Tentu saja."
"Sudah bicaranya? Bisa kita berangkat sekarang?"
"Yasudah." Jawabnya singkat sambil menaiki motor pria itu.
"Pegangan!"
"Kau mau mencari kesempatan ya?"
"Yasudah terserah kau sajalah"
Pria itu menggas motornya dengan kecepatan tinggi sehingga Sungmin yang hampir saja terjatuh secara reflek memeluk pinggang pria dihadapannya itu.
.
.
.
Disebuah ruangan yang sering disebut ruang kelas, terlihat seorang gadis mungil sedang bermurung, Dan seorang lagi datang dengan ekspresi yang sama.
"Pagi wookie" dengan lesu.
"Pagi" sama halnya.
"Kau terlihat tidak baik juga saat ini."
"Yap sepertinya kau juga ya."
"Ne, Pria yang kemarin marah-marah pada ku hari ini datang menjemputku."
"Kyuhyun maksud mu? Bagaimana bisa?"
"Dia teman oppa ku dan selama oppa ku pergi dia yang akan menjaga ku dirumah."
"Jinja?"
"Ne. Kalau kau kenapa?"
"Hari ini Yesung oppa pergi tapi dia tidak mau bilang pada ku dia akan pergi kemana."
"Mungkin dia sedang ada urusan."
"Tapi kena tidak bilang saja sih pada ku."
"Sudahlah mungkin dia akan bercerita setelah pulang."
Hari 1 di Canada.
"Kenapa dengan wajah mu itu hyung?"
"Diam lah Lee Donghae mood ku sedang tidak baik hari ini."
"Kenapa ?"
"Wookie sedang marah pada ku."
"Apa karena dia tau kau seorang intel?"
"Bukan, justru karena aku tidak bisa bilang kalau aku bekerja sebagai agent rahasia."
"Sudahlah pulang dari sini kau harus memberitaunya."
"Rencana sih begitu."
.
"Semua berkumpul!" Perintah dari pemimpin mereka.
"Hari ini kita akan menyelidiki tempat persembunyian mereka. Hari berikutnya baru kita akan menyergap mereka."
"Siap!" JAwab semua nya kompak.
.
.
.
Bel pulang sekolah telah berbunyi.
"Min aku pulang duluan ya"
"Pay pay wookie."
Minnie Povs
Kemana sih orang itu? Bahkan seharian ini aku tidak melihatnya. Menyebalkan sekali.
"Lee Sungmin,"
Siapa sih gak tau apa aku lagi kesal.
"Ne sonsaengnim?"
"Tolong masukkan bola basket yang sudah rusak ini ke gudang ya saya harus rapat jadi tolong bantu saya ya."
Aish aku kan sedang mencari Kyuhyun kenapa malah disuruh menaruh ini.
"Baiklah sonsaengnim."
End Povs
Sungmin terus menggerutu diperjalanan menuju gudang. Sesampainya di gudang sungmin masuk kedalam. Setelah menaruh barang itu sungmin berniat untuk langsung keluar karena tempat itu sangat gelap, tetapi entah kenapa pintu nya tidak bisa dibuka. Pintu bergaya modern yang dilengkapi dengan kunci berupa kode atau password itu tidak bisa dibuka. Sungmin mencobanya sekali lagi karena ia takut salah menekan kodenya. Tetapi tetap saja tidak bisa bisa dibuka, sepertinya system kunci tersebut error.
"Bagaimana ini aku tidak bisa keluar. Siapa pun yang ada diluar tolong buka pintunya."Teriak sungmin.
Gresk gresk gresk
"Bunyi apa itu?" sungmin menelusuri bunyi tersebut.
"Huaaaaa….." Betapa terkejutnya ia melihat ada seorang mayat tergeletak dihadapannya saat ini.
"Huaaaaa….. ada mayat! Oppa tolong Minnie." Teriaknya hampir menangis.
"Aish kau ini berisik sekali." Tiba-tiba saja suara seseorang menghentikan suara tangis Minnie.
"Uh?" ucapnya bingung sambil mengusap air matanya.
"Kau mengganggu tidurku"
"Ya! Cho Kyuhyun dari mana saja kau aku mencari mu dari tadi tau."
"Tentu saja tidur disini sudah tau kenapa bertanya lagi"
"Sekarang kita terjebak di dalam sini."
"Apa kau bilang?"
"Pintunya tidak bisa dibuka bagaimana ini?"
"Yang benar saja"Kyuhyun langsung bangun dari tempatnya untuk memeriksa pintunya.
"Tuh kan tidak bisa dibuka bagaimana ini? Dan disini sangat gelap aku takut."
"Diamlah."
"Bagaimana aku bisa diam, aku panic tau."
"Sekarang kau duduk saja disitu!"
"Tidah mau!"
"Cepatlah turuti saja perintah ku!"
Sungmin Povs
Kenapa dia selalu membentak ku sih. Sedang mencari apa dia di tasnya? Mwo? Dia mengeluarkan lampu emergency berukuran mini, laptop, dan perlengkapan lainnya yang tidak aku tau namanya. Sebenarnya dia itu pelajar atau tukang service kenapa didalam tasnya ada barang-barang seperti itu.
"Buat apa itu semua?"
"Diam saja kubilang."
"Aku kan hanya bertanya."
"Kau pegang ini, supaya tidak gelap lagu."
"Gomawo, tapi kenapa kau membawa alat alat seperti ini,"
"Agar ada saat aku membutuhkannya."
Dia baik sekali mau meminjamkan ini pada ku.
"Aish alat ini belum selesai aku buat." Dia berbicara dengan pelan tetapi tetap saja aku bisa mendengarnya.
Dia membuka laptopnya. Yang aku lihat dilayarnya sih seperti rangkaian sesuatu.
Satu jam kemudian.
"Kyu aku lapar apa masih lama?"
"Sedikit lagi. Cari saja makanan di tas ku!"
Aku membuka tas seperti yang dia perintahkan. Isi tasnya sama sekali tidak ada buku nya peralatan yang aneh. Hmm untung saja aku menemukan roti ditas nya.
"Kyu kau tidak membawa buku? Lalu kau mencatat dimana?"
"Di otakku. Jangan ganggu aku dulu."
Huh dia mengabaikanku lagi sebenarnya apa sih yang dilakukannya.
"Finish." Dia bicara dengan dirinya sendiri kurasa.
Kuhampiri dia, ternyata dia sedang membuka locker yang ada dipintu itu. Dia mengotak atik kembali pintu …. akhirnya pintu itu terbuka.
"Kyu bagaimana bisa kau membukanya?"
"Jangan tanya bagaimana yang penting sudah terbuka."
Dia hebat sekali bisa membuka pintu itu.
End Povs
Setelah berhasil keluar dari gudang ternyata hari sudah malam, mereka berdua segera pulang ke rumah sungmin karena kyuhyun kan juga harus menginap disana.
Sesampainya di depan rumah. Sungmin duluan turun lebih dulu. Ia langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan minum untuk dirinya dan kyuhyun.
"Kyu ini minum dulu." Sambil menyuguhkan kehadapan kyuhyun.
"Gomawo."
Kyuhun terlihat sangat lelah ia tengah bersandar di sofa rumah sungmin.
"Kyu apa kau tidak lapar?"
"Tentu saja lapar"
"Aku juga."
"Yasudah kau masak untuk mu dan untuk ku juga."
"Emmm aku tidak bisa memasak."
"Yang benar saja masa kau tidak bisa memasak"
"Donghae oppa yang selalu masak untuk kita."
"Ck yasudahlah biar aku yang memasak."
"Kau bisa?"
"Tentu saja."
Kyuhyun bangkit dari duduknya beralih ke dapur.
20 menit kemudian.
"Kita makan ini saja malam ini."
"Ramen?"
"Iya aku lelah mau tidur cepat."
"Baiklah"
Mereka makan bersama selesai makan mereka masuk kekamar. Tentu saja Minnie kekamarnya dan kyuhyun ke kamar tamu.
.
.
.
Tidak terasa hari sudah pagi, seseorang tengah berkutik di melihat ke arah jam tangan nya, setelah mengetahui pukul berapa seseorang itu pergi menuju kamar masuk tanpa mengetuk pintu tersebut.
"Lee Sungmin ireona" ucap seseorang yang tak lain adalah Kyuhyun.
"Ya! Lee Sungmi palli ireona!" sedikit di taikan nada suara nya.
"5 minute again oppa."
"Bangun sekarang. Dan aku bukan oppa mu!" Sungmin tak menghiraukan orang yang berusaha membangunkannya.
"Jika kau tidak bangun aku tinggal sekarang juga kau"
"Ne, ne aku bangun. Puas kau?"
"Sekang cepat bersiap-siap lalu kita sarapan."
"Ne"
.
.
.
Hari 2 di Canada
Dua pemuda tampan sedang mengawasi keadaan sekitar dari dalam sebuah mobil yang terparkir di samping gedung tua yang besar. Terlihat sekitar 3 buah mobil memasuki kawasan gedung itu dan berhenti di depan.
"Hyung mereka datang."
"Jangan bersuara"
Turun dari mobil tersebut 6 orang pria berpakaian hitam-hitam lengkap dengan kaca mata hitam yang menempel dimata mereka. Selain 6 orang itu turun juga seseorang gadis yang dipaksa untuk turun oleh orang-orang itu.
"Bawa dia masuk!" Perintah salah satu diantara mereka.
"Hiks… aku mohon lepaskan aku… hiks jangan sakiti aku lagi… hiks"
"Diam! Dan cepat masuk!"
TBC
THANKS FOR
Deviyanti137, Bynbkyoung, Abilhikmah, Hae, Wonnie, Pabogirl, Cloudswan, Mimin97, Heldamagnae
Thanks for reading guys don't forget for review.
Oh iya author juga mengadakan sesi Q&A jadi silakan ditanyakan apa yang kurang jelas kalo author bisa menjawabnya pasti akan di jawab. Kamsahamnida.
