THREE: DATE
Kuso
Akhh, Ino pig beraninya dia tidak masuk sekolah hari ini. Lalu bagaimana denganku? Aku memang anak yang cukup populer, tapi aku tidak percaya kepada siapapun, karena itulah aku hanya mempunyai satu teman. Aku benar benar sangat lapar, tapi aku tidak mau ke kantin sendirian. Mukyaa…. Aku menghabiskan makanan ini dengan cepat. Sungguh membosankan pergi ke kantin sendirian.
"Sakura-chan? Kenapa dia sendirian?" Naruto bertanya sambil menelan ramen nya
"Hn, Dimana?" Aku mencari cari tapi tidak menemukan rambutnya yang paling mencolok itu
"Disana. Gadis yang duduk di dekat kaca itu" Aku langsung berlari ke arahnya. Aku sendiri pun bingung kenapa aku bisa begini. Mungkin karena aku masih menyukainya.
"Hn, Sakura"
"Sasuke"
"Kenapa kau sendirian?"
"Ino absen hari ini. Dia sungguh tega meninggalkan ku sendirian seperti ini" wajahnya mulai cemberut menjawab pertanyaanku. Tapi wajahnya benar benar menggemaskan.
"Kenapa kau tersenyum begitu? Apa kau senang melihatku seperti ini?"
"Hn" Kami pun mulai mengobrol. Saat ini aku bisa melihat senyumnya yang begitu tulus padaku. Apakah mungkin aku bisa mendapatkannya kembali? Tiba tiba handphone nya berdering dan aku tersadar dari lamunan ku.
"Moshi moshi.. Aku sedang makan di kantin. Mukyaa..Kau sudah berjanji padaku untuk pergi ke Konoha Island. Baiklah urus saja urusanmu"
Tidak salah lagi itu pasti Gaara. Ekspresinya berubah setelah menjawab telfon itu. Aku ingin sekali menanyakan kenapa, tapi bukankah itu terlalu lancang?
"Hn, ada apa?"
"Gaara tiba tiba membatalkan janjinya untuk menemaniku ke Konoha Island"
"Sou" Aku ingin sekali mengajaknya pergi kesana. Tapi dia sudah punya Gaara. Bagaimana jika Gaara tau dan marah kepadaku. Jelas saja, siapa yang tidak marah cewe nya pergi dengan cowo lain. Tapi aku tidak peduli, seorang Uchiha harus mendapatkan apa yang diinginkan nya.
"Apakah kau mau pergi bersamaku?" tiba tiba saja kata kata itu keluar dari mulutku.
"Hmm Kau mau? Benarkah? Arigato saskey. Aku belum pernah kesana dan aku ingin sekali"
"Hn, Bagaimana kalau nanti sore? Apa aku perlu menjemputmu?"
"Ahh tidak perlu. Kita bertemu disana saja?"
"Hn"
Seharusnya sekarang aku sudah pergi dengan Gaara-kun. Tapi anak itu seenaknya membatalkan janjinya. Aku benar benar kesal kali ini. Aku sudah 6 bulan menunggunya pulang, tapi untuk pergi bersamaku pun dia tidak bisa? Sungguh mengecewakan.
"Hn, Apa kau mau terus berdiri disana?" Sasuke menarik tanganku menuju ke loket. Tapi aku merasakan hal yang tidak biasa. Kali ini aku deg deg an saat dia menarik tanganku.
Ini adalah hari sabtu, pantas saja disini ramai sekali. Banyak pasangan yang datang kesini untuk menghabiskan waktu bersama. Tapi kami malah kesini saat hubungan kami sudah berakhir.
Skip
Tidak terasa sudah malam. Kami pun memutuskan untuk pulang. Karena sudah malam aku pun mengantarnya sampai kerumah. Tidak mungkin aku membiarkan gadis pulang seorang diri di malam hari begini.
"Sasuke terima kasih untuk hari ini"
"Hn" Dia tidak membalas perkataan ku. Hanya senyumanlah yang ku lihat dari wajahnya yang indah itu. Kami berjalan makin dekat dengan rumahnya. Bisakah waktu diputar? Aku sungguh tidak ingin pisah dengannya.
"Sakura kau darimana…."
Gaara? Aku sangat terkejut melihatnya. Begitupun dengan dia. Tapi aku tak terlalu menampakkan raut keterkejutan ku. Dia terlihat berdiri di depan pintu rumah Sakura sambil menatap datar kepadaku.
"Gaara-kun, Sasuke hari ini menemaniku, karena kau membatalkan janjimu padaku"
"Kau masuklah, sekarang sudah malam" Dia hanya tersenyum pada Sakura. Aku merasakan sesuatu yang tidak enak akan menimpaku. Dan, aku benar. Saat Sakura masuk kerumah, Gaara melihatku seperti singa yang ingin menangkap mangsanya.
"Apa yang kau lakukan bersama cewe ku?"
"Hn, kami hanya pergi ke taman hiburan"
"Ke taman hiburan? Hari sabtu? Berkencan maksudmu? Bagus! Kalian benar benar seperti pasangan saja" Aku tidak bisa menjawab pertanyaannya. Ini adalah salahku. Beraninya aku mengajak Sakura ke taman hiburan berdua. Pantas saja Gaara seperti ingin membunuhku.
"Baiklah karena aku yang membatalkan janjiku pada Sakura, kali ini kau ku maafkan. Tapi jika kau berani melakukan hal gila seperti ini lagi, aku berjanji akan membunuhmu"
Setelah mendengar perkataannya itu, aku langsung pergi. Aku ingin sekali menjauhi Sakura. Bukan karena aku takut pada ucapan Gaara, tapi aku sangat mengerti perasaanya. Jika aku sedang dipihak Gaara, aku pasti juga akan melakukan hal yang sama. Tapi wajah cantik Sakura selalu saja terbayang di ingatanku.
Apa yang sedang mereka katakan? Apa Gaara akan marah besar pada Sasuke? Padaku? Semoga saja itu tidak terjadi. Hahh! Kenapa aku harus pergi bersama dengan Sasuke? Dan jujur saja aku menikmati semuanya
"Gaara-kun apa yang tadi kau katakan pada Sasuke?"
"Tidak ada"
"Kau bohong kan? Apa kau memarahinya?"
"Tidak"
"Ini bukan salahnya, ini salahku. Karena aku ingin sekali pergi kesana"
"Tapi apa harus dengannya?"
"HEY! Kau yang membatalkan janjimu. Kau tau aku sangat ingin pergi kesana. Sudah 6 bulan aku menunggumu untuk ini. Seharusnya ini jadi kencan kita, tapi kau yang mengecewakanku" Ingin sekali aku menangis saat ini. Memang benar aku sangat kecewa padanya. Apakah dia tidak mengerti perasaanku. Wajahku mulai memerah karena menahan tangis.
"Maafkan aku,. Jangan bersedih begitu. Aku berjanji akan mengganti semuanya" Perasaanku sudah tenang sekarang. Pelukannya yang hangat itu selalu berhasil membuatku nyaman. Aku hanya tersenyum mendengar perkataannya itu.
"Kau tidurlah sekarang Sakura. Tidur dengan nyenyak. Semoga kau memimpikan aku"
Lalu dia mencium keningku. Benar benar cowo impian setiap wanita.
Sinar terik matahari membangunkanku dari tidurku.
"Hahh kaa-san ini hari minggu. Jangan mengganggu tidurku" aku berteriak kesal dan melanjutkan tidurku lagi. Sampai akhirnya aku terbangun saat seseorang menarik selimutku.
"Mukyaa… Kaa-san!"
"Sakura bangunlah" samar samar aku mendengar suara itu. Tapi aku yakin sekali itu bukan suara Kaa-san. Itu suara seorang cowo.
"Gaara? Sedang apa kau disini?"
"Kau itu seorang wanita. Bagaimana mungkin sudah siang begini kau belum bangun?"
"Karena ini hari minggu dan tidak ada kegiatan" kataku sambil berusaha melanjutkan tidurku lagi.
"Hn, Kau ini!" Tiba tiba aku merasakan sentuhan di pipi kanan ku. Apa Gaara sedang menciumku? Segera aku membuka mataku memastikan ini bukan mimpi.
"Ternyata ciumanku ampuh juga"
"Sabaku Gaara!"
"Tenanglah Sakura. Kau mandilah cepat, berdandan yang cantik. Aku akan menunggumu dibawah"
"Pagi pagi begini? Yang benar saja. Memangnya kita mau kemana?"
"30 menit dari sekarang, jika tidak aku akan pergi"
Gyaboo….apa dia akan mengajakku berkencan? Tapi caranya itu sungguh tidak romantis.
"Kau sangat cantik" dia tersenyum melihatku. Aku memang merasa cantik dengan dress pendek berwarna pink yg senada dengan warna rambutku dan rambutku yang ku biarkan tergurai.
"Yosh"
Sudah 1 jam kami di perjalanan, tapi belum sampai juga pada tujuan. Aku sungguh bingung.
"Sebenarnya kita mau kemana?"
"Berkencan"
"Ke taman hiburan?"
"Tidak. Kau sudah pergi dengan cowo lain kesana semalam. Aku tidak ingin membuat momen yang sama. Ini harus menjadi spesial untukmu"
"Bagaimana mungkin bisa menjadi spesial? Kau membangunkan aku di pagi hari dan mengancamku untuk segera mandi. Seharusnya kau memintaku kencan dengan sangat manis. Itu yang namanya romantis" Bukannya minta maaf, dia malah tertawa mendengar perkataanku. Tidak lama kemudian mobil kami pun berhenti. Kami tiba disebuah pantai. Disana terdapat sebuah kursi, meja, bunga, dan dua gelas minuman. Ini benar benar seperti di dorama tv.
"Kau suka?" Aku sangat terharu dengan ini. Aku hanya bisa tersenyum sambil memandangnya. Kami menghabiskan waktu dengan melihat indahnya pantai sambil mengobrol.
"Ayo pergi"
"Sekarang?" Aku pikir kami akan melihat matahari terbenam di pantai. Ternyata aku salah. Gaara-kun tidak bisakah kau bersikap romantis?
Sepanjang perjalanan aku hanya diam. Betapa kesalnya aku pada Gaara.
"Kenapa kau cemberut seperti itu?"
"Tidak. Tapi kenapa kita harus pulang secepat ini?"
"Ini sudah siang. Aku tidak suka panas. Dan aku sudah sangat lapar sekarang"
Apa? Tidak kah dia memikirkan aku? Aku hanya ingin kencan romantis dengannya.
"Ayo turun"
Kami pun sampai di sebuah mall untuk makan siang. Aku berusaha untuk menghilangkan rasa kesalku pada Gaara.
"Masih kesal padaku?" Aku tidak menjawab pertanyaannya. Aku hanya menghabiskan es krim strawberry kesukaanku agar moodku bisa membaik. Tapi dia hanya tersenyum padaku, bukankah seharusnya dia meminta maaf? Mukyaaa
"Ayo cepat" emosiku sudah benar benar diujung. Saat sedang makan pun dia menyuruhku cepat cepat menghabiskan makananku? Sungguh tidak menarik tanganku dan membawa ku ke suatu tempat. Ternyata…..bioskop. Aku mulai senang saat itu. Terlebih lagi dia memilih film The Last Song. Di luar dugaanku dia mau menonton film seperti ini.
"Ini film yang kau mau kan?"Aku hanya mengangguk dengan pelan. Dia membalasnya dengan senyuman manisnya itu. Aku kira setelah makan tadi kami akan pulang, tapi dia menjadi baik hari ini, walaupun awalnya membuatku dalam bioskop tidak sedetik pun dia melepaskan tanganku. Betapa senangnya aku hari ini!
"Kau suka filmnya?" tanyaku berbasa basi.
"Biasa saja. kau?"
"Mukyaa..Betapa beruntungnya Tenten mendapat pria romantis seperti Neji"
"Kau juga harus merasa beruntung mendapatkan pria romantis sepertiku?"
"Hahh Romantis? Yang benar saja" Dia hanya tertawa sambil terus fokus pada menyetir. Sampai aku sadari kami sudah berada di Tokyo Tower.
"Kenapa kita disini?"
"Lihat saja"
Dia langsung menarik tanganku dan langsung pergi ke lantai paling atas. Ini sudah jam 8 malam dan pemandangan dari atas sungguh indah. Lalu dia mengambil sebuah gembok dan memberikannya padaku. Aku ingat, jika pasangan menuliskan namanya di gembok itu lalu di pasang di Tokyo Tower dan kuncinya dibuang, pasangan itu akan menjadi pasangan yang abadi.
"Tulis nama kita disini" dia memberikan gembok dan spidol kepadaku. Dan aku pun menulis nama kami berdua. Dan aku menggantungnya di tempat kosong yang ada di dinding Tokyo Tower. Tapi kuso, gembok itu tidak mau terkunci. Akhirnya aku membiarkan begitu saja. Aku punya perasaan tidak enak.
Apakah ini pertanda buruk ?
To Be Continued
Author Note's: Review ditunggu…
