CrushCrushCrush
Yeah… this is the third chapter… wah, jadi author capek yah, gw masih punya banyak tugas nih. Ngelanjutin 2 fanfic, 2 novel, en 1 skenario film ngerepotin yah! Tapi gw senaaaaang… oia, gw masang pengumuman dulu ya.
BAGI KALIAN YANG MERASA DIRINYA ADALAH SALAH SATU ANAK DARI ALUMNI TKI BAIDHAUL AHKAM ANGKATAN 1999/2000 ATAU ALUMNI SDIT ASY-SYUKRIYYAH ATO YG BIASA DISEBUT SBG ASSTA 74 ANGKATAN 5 (2005/2006), HARAP ADD FRIENDSTER GW, profiles./putilicious, ATO MULTIPLY GW, putiishere.. INI PUTI, MASIH INGET GAK? DITUNGGU LHO!
Key, balas ripiu dulu (per tgl 20 April 2008):
bLAcKLiCioUS sHiNiZzLe: ya! kampret! Narutonya juga gak kuat iman! Klop dah! Kita tendang bareng2 yuk – maklum… sama2 anak taekwondo. Bedanya, katsuyu udah senior, saya masih super-amatir… hahaha… -
Hola-Ucup-Disini: makasih… wah, ternyata anda pervert juga ya! bawang merah itu usul dari nyokap saya. Trus, alatnya itu yg di anime (serial).
funsasaji1: hahaha… sama-sama… iya… selain itu, biar gak tergoda, shalat 5 waktu, rajin puasa senin-kamis, sama rajin tahajud… lho! Kok jadi pelajaran PAI??
Faika Araifa: akatsuki… hmmm… mungkin chap 4 ato 5 an… Itachi insyaallah muncul deh… tenang ajahhhhh…
Sabaku no ghee: makasih! Ya! Lee sedang mengalami gejolak kawula muda yang overdosis!
.hoshi.na-chan.: sama2 Mbak… eh, kakak… eh kak, ficnya cepetan dilanjutin! Tak sabar saya nunggunya -.-
apple ocha: istilah Koran kompos itu sy dapetin dari film Jomblo. Ya, hiashi itu addict sama ps, cuma karena udah punya anak aja dia jarang main. Sakura itu HOBI selingkuh. Namanya juga jablay, jarang dibelai. Dan tentu saja MU menang!!
lil-ecchan: kenapa naru selingkuh? Takdir…eh bukaaan, naru selingkuh gara-gara gak kuat iman. Gapapa, silahkan maki-maki Sakura sepuasnya disini… Naru sama Hina baean? Hmm… dipikir dulu yahh…
Arisu91: nama batman itu dari authoress funsasaji1, kalo poison Ivy, yaah, karena si poison ivy itu demen pake baju ijo-ijo, dan lee juga demen sama baju ijo-ijo. Pas lah… lagian, kalo dikasih catwoman ato Mr. Freeze kan enggak nyambung!
HyuuGaMisako: yaah, meskipun nee-Chan ngeripiunya gak scr tertulis disini, tapi lewat telpon, tetep aja sayah bls. Iyaaa, ini dilanjutin! Tiap kali nelpon ngingetin mululu. Kemaren cuma 'hilang ide' doang kok…
Waw… banyak yah ripiu yang masuk ke sini! Ok, let's begin the story…
Chapter 3. Gap!!
Seorang kunoichi berambut hitam kebiruan panjang menghentikan laju sepedanya di depan sebuah gedung dengan tulisan besar-besar 'PERPUSTAKAAN KOTA KONOHA'. Gadis itu memakirkan sepedanya, lalu berjalan masuk ke dalam perpustakaan. Baru sampai di lobby perpus, seorang gadis berambut pirang diikat ekor kuda dan seorang gadis berambut cokelat dicepol 2 menghampirinya.
"Hinata!! Akhirnya elo dateng juga!! Lama banget sih!!" seru si gadis pirang agak marah.
"Gomenna, Ino-chan. Aku naik sepeda dari rumah, makanya agak lama," jawab Hinata.
"Waaw, naik sepeda? Pasti salah satu aksi mencegah global warming ya??" tanya si gadis bercepol 2.
"Hehe… iya, Tenten-chan. Ngomong-ngomong, Temari-chan mana?" tanya Hinata sambil celingukan.
"Belom dateng! Tau tuh bocah, pasti ngaret!" Ino langsung menjawab pertanyaan Hinata sebelum Tenten sempat menjawabnya.
"Ino!! Dari tadi kok elo marah-marah mulu sih? lagi dapet ya??" pekik Tenten.
"IYA!! Dan gue lagi bad mood!" jawab Ino sengit.
"Kenapa, Ino-chan?" tanya Hinata selembut dan sesopan mungkin. Tiba-tiba, Ino yang sedari tadi berdiri duduk di sebelah Hinata dan Tenten.
"Sai," jawab Ino pelan, kepalanya menunduk, menyembunyikan air mata yang sudah menggenang di kelopak matanya.
"Sai kenapa?" tanya Tenten lembut. Setetes air mata Ino menetes ke pipinya.
"Sai… selingkuh."
Hinata terkejut.
"Sama, Ino-chan. Naruto-kun juga selingkuh," bisik Hinata. Ino mengangkat kepalanya.
"Jangan bilang kalo Sai-kun juga selingkuh sama Sakura, Ino-chan," bisik Hinata. Ino mengangguk perlahan. Tenten mendecak.
"Huh! Si perek berambut pink sok imut itu! Neji juga jadi korbannya! Untung Neji udah gue ancam, jadinya Neji udah enggak berani ngedeketin si perek itu!" sembur Tenten.
"Neji-niisan… juga kena?" bisik Hinata lirih. Tenten mengangguk. Detik itu juga, seorang gadis berambut emas dan diikat 4 berlari ke tempat mereka.
"Wuaah! Maap! Maap, semua! Tadi angkotnya mogok, mana jalanan macet lagi! maaaaaaaap!!" pekik gadis itu sambil ngos-ngosan.
"Temari!! Udah sejam tau, kita nungguin elo!" semprot Ino yang mendadak normal lagi.
"Iya, maaf deh… udah, sekarang kita masuk, yuk!" ajak Temari. Ketiga sahabatnya itu mengikutinya masuk ke perpustakaan.
Tadinya, mereka berlima dengan Sakura. Tapi, setelah mereka tahu Sakura berselingkuh dengan Naruto, mereka mengeluarkannya dari geng mereka. Apalagi setelah Sakura berselingkuh dengan Shikamaru, Neji, dan Sai. Hubungan mereka jadi semakin menjauh.
--
Kankurou melepas Meisaigakure no Jutsu-nya di balik rak ensiklopedi perpustakaan.
"Batman kepada Poison Ivy, lakukan Henge no Jutsu-mu sekarang. Posisi target sudah ditetapkan, ganti," gumam Kankurou.
"Poison Ivy kepada Batman, akan segera kulakukan. Kau juga lakukan ya," gumam Lee yang mengawasi enggak jauh dari Kankurou. Cuma beda 2 rak!
"Roger that," gumam Kankurou lagi.
Lee pindah, lalu bersembunyi dibalik rak yang sama dengan Kankurou.
"Henge no jutsu!"
POF! Kankurou berubah menjadi seorang pemuda tinggi kurus, yang enggak lain dan enggak bukan adalah… Yagami Light dari Death Note!! Sementara itu, Lee berubah menjadi seorang cewek pirang yang enggak lain dan enggak bukan adalah… Amane Misa dari Death Note, pacar Light!!
"Emaaaaaaaak!! Apa-apaan ini, gue disuruh henge jadi beginian??" Lee – dalam wujud Misa – nangis diem-diem.
"Udaaaah, jalanin aja! Ayo, keluar!" desis Kankurou. Mereka berdua langsung berjalan perlahan dari balik rak ensiklopedi. Lee 'Misa' memeluk tangan Kankurou 'Light' dengan mesra.
"Anjrot!! Elo ngapain?? Keep your hands off!" bisik Kankurou 'Light' histeris sambil mengibaskan tangannya.
"Bego loe. Kan biar keliatan kayak pacaran beneran. Gak punya jiwa acting lo!!" desis Lee 'Misa'. Mereka akhirnya duduk enggak jauh dari gerombolan para kunoichi itu.
Dari balik majalah Trax edisi terbaru (cie… promosi nih!), Lee dan Kankurou mengamati Hinata, yang sampai sejauh ini masih duduk tenang mengerjakan tugasnya sambil sesekali melirik ke arah ensiklopedi yang terbuka di hadapannya.
"Gak ada apa-apa ya, Kan."
"Sabar, Lee. Kata Naruto, paling-paling ada satu cowok ngedeketin Hinata."
Ucapan Kankurou terbukti. Kurang lebih setengah jam kemudian, seorang cowok menghampiri Hinata. Cowok itu adalah…
"Neji??" bisik Lee heran.
"Tuh, gue bilang apa! Pasti ada cowok yang ngedeketin Hinata!" bisik Kankurou sambil mengeluarkan kameranya.
BLETAK! Lee menjitak kankurou.
"Tolol loe! Jelas-jelas Neji itu sepupunya Hinata! Lagian, tuh, liat, si Neji ngasiin software doang kok! Dia juga cuma nengokin Tenten!" bisik Lee. Bener aja, Neji menyerahkan sebuah kresek putih kepada Hinata, lalu berbicara dengan Tenten. Cuph! Sebuah ciuman mendarat di pipi Tenten. Setelah itu, Neji lansung melangkah pergi ke luar perpus.
"Huuuh… salah perkiraan…," Kankurou menghela nafas kecewa.
"Jangan menyerah dulu! Ayo, gunakan semangat muda kita untuk menjalani misi rahasia ini!" seru Lee penuh semangat.
Kita? Elo aja kalee, gue enggak! batin Kankurou ilfil. Kaciaaaan…
Lee dan Kankurou mengawasi Hinata selama kurang lebih dua jam. Setidaknya, sampai…
"AAAAADUUUUUUUH!!" seru Lee 'Misa' dan Kankurou 'Light' bersamaan. Yeah, kuping mereka ditarik tinggi-tinggi oleh seorang cewek berkucir empat.
"KANKUROOOOOOUUUU!!" seru gadis itu geram. POF! Lee dan Kankurou kembali ke wujud mereka yang semula. Kankurou yang keder ngeliat tetehnya ngamuk, cuma cengar cengir panik. Lee sendiri mukanya kayak udah mau pingsan.
"Aaaeeeeh… Nee-chan…," kata Kankurou salting sekaligus panik. Lee megap-megap kayak ikan mas. Mampus, kita ketauan… batin Lee panik.
"Kankurou! Bilangnya mau belajar bareng Sasa-chan, tak taunya malah ngebuntutin orang!! Gue kibas juga elo!!" Temari mengacung-acungkan kipas raksasanya. Seisi perpus sekarang malah ngeliatin mereka.
"Ampun, nee-chan…," kata Kankurou panik. BRAK! Kankurou dan Lee langsung didudukkan dan diikat di kursi perpus.
"Ngapain elo disini? Hah?" bentak Temari, mengintrogasi dedeknya dan si Lee, persis kayak polisi ngintrogasi maling beha – WHAT?? –.
"Ki… kita dapet tugas dari Naruto…," jawab Lee takut – udah bisa ngomong nih, ceritanya - . Kankurou bungkam.
"Tugas apaan?" tanya Ino, enggak kalah galak dari Temari.
"Tu… tugas buat ngebuntutin Hinata… jadi paparazzi gitu…," Lee kembali menjawab. Kankurou masih bungkam.
"Kenapa elo mau?" tanya Tenten sambil mengacungkan kunai super tajamnya. Lee makin keder.
"Ki… kita dijanjiin mau dikasih hadiah… gue mau dikasih kaset senam aerobic Trio Macan, kalo si Kankurou mau dikasih puppet baru, special edition dari Sasori-sama," jawab Lee lemah. Kankurou masih aja bungkam.
"Na… Naruto-kun nyuruh kalian jadi spy aku??" bisik Hinata lirih. Air matanya mengalir lagi. Lee dan kankurou jadi tidak tega.
"Iya… katanya, biar Hinata ketauan selingkuh…," jawab Kankurou – ah, akhirnya bunyi juga kau! –.
Hinata menunduk. Air matanya terus meleleh. Tenten merangkulnya. Sementara itu, Temari dan Ino asyik menghabisi Kankurou dan Lee.
"Gue aduin ke Oom Baki en Guy-sensei, mampus elo berdua!" sembur Temari. Kankurou dan Lee makin kayak mayat.
"Ampun nee-chan… jangan dooong…," pinta Kankurou memelas.
"Jangan, Temari-chan… ampuuuuun…," pinta Lee, gak kalah melasnya dari Kankurou. Tapi, tetep aja si Temari nelpon Baki dan Guy. Tiba-tiba, si Ino nyanyi.
"Wo ooh, kamu ketauan… jadi paparazzi… bayaran Naruto… teman baikku, woo ooh, tapi entah mengapa… aku tak heran… karena dirimu… emang orang BOKEK…," si Ino nyanyiin lagu ini pake nada lagunya Matta Band yang 'Ketahuan'… haha… the right song for the right situation…
Kembali ke Hinata dan Tenten. Tenten berusaha keras untuk menenangkan Hinata yang masih terisak.
"A… ak… ku eng… gak nyang… ka… Naru… kun… tega mata-matain a… ku…," isak Hinata. Tenten memeluk Hinata erat.
"Sabar ya, Hinata. Naruto itu orangnya emang protektif. Jalanin dulu aja ya…," kata Tenten lembut sambil membelai punggung Hinata.
"Hinata… kapanpun kamu punya kesulitan, cerita denganku saja…," bisik Tenten.
"Dan aku."
"Aku juga."
Ino dan Temari sudah kembali bersama mereka. Mereka berdua tersenyum hangat.
"Kapanpun kau punya masalah, berbagilah dengan kami, Hinata. Kami kan, sahabatmu," kata Temari.
"Ya. dan kalau kami ada masalah, kami pasti juga akan bercerita kepadamu," sambung Tenten. Mereka berempat pun berpelukan.
"Mmmm… Temari-chan…bagaimana kamu tahu, kalau Lee-kun dan Kankurou-kun ada di sini?" tanya Hinata. Temari tertawa.
"Ha! Gampang. Satu, gelagat mereka sangat mencurigakan. Mereka selalu memperhatikanmu. Apalagi, waktu Neji menghampiri kita. Kankurou langsung mengeluarkan kameranya. Dua, ngapain Yagami Light sama Amane Misa nampang di Naruto??" sahut Temari. Mereka berempat pun tertawa.
"BAKA!! AHO!! KOK BISA KETAHUAN!!" semprot seorang cowok berambut kuning, eh, pirang jabrik di hapenya. Cowok itu menjambak rambut pirangnya sendiri, frustasi.
"Ma… maaf Naruto… Nee-chan – gue juga enggak tau gimana caranya – tau kalo kita lagi nge-spy-in Hinata. Sori ya…," balas Kankurou lemas. Gimana enggak lemas, lha wong tadi abis 'disiksa' sama Temari dan Baki. Disiksanya… disuruh mandiin Teddy-teddynya Gaara yang banyak gila itu! Parahhh…
"Huuuf… ya udah, elo gue maafin. Tapi, ada konsekuensinya…"
"Apaan, Nar?"
"BONEKANYA ENGGAK JADI GUE BELIIN!!"
"Ap – WHAT THE FUCK?? AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!" Kankurou jadi histeris gara-gara enggak dapet puppet special edition eksklusif dari Sasori.
"Udah yaa. Daah," kata Naruto tanpa memperdulikan Kankurou yang lagi nangis darah di seberang sana. Sementara itu, di depan Naruto, duduk seorang Rock Lee yang udah babak belur dihajar Guy-sensei dan Neji dan Tenten.
"Naruto… aku akan melakukan apa saja, asalkan aku dapat kaset senam 'Aerobik Ceria'-nya Trio Macan!! Pliis, Naruto!!" pinta Lee dengan muka super melas. Gimana enggak, tadi dia dihajar abis sama rekan-rekan setimnya. Tenten nyerang dia pake SEMUA persediaan senjatanya, Neji asik nyerang dia pake Hakke sama Jyuuken, dan Guy-sensei puas nabokin dan ngehajar dia pake Dynamic Entry en Konoha Senpu. Mantaaaaaabh…
Naruto menghela nafas. Kasian si Lee, batin Naruto.
"Lee… kamu kan bisa patungan sama Guy-sensei, atau nabung," Naruto nyoba memberi solusi. Lee menghela nafas.
"Ya udah deh… aku pulang dulu ya, Naruto…"
Naruto mengangguk.
"Hati-hati, Lee…"
Crush, crush, crush
Crush, crush (Two, three, four!)
Nothing compares to a quiet evening alone
Just the one, two, I was just counting on
That never happens
I guess I'm dreaming again
Let's be more than this
Hinata duduk terpekur di meja belajarnya, berulang kali melirik resah ke arah handphonenya. Pr Kimia yang seharusnya dikerjakannya terabaikan.
Naru-kun… tega…
"Hinata!! Makan malam!!" panggil Hiashi dari balik pintu kamar Hinata.
"Ya, Ayah!! Sebentar!!" sahut Hinata. Hinata lalu melangkah ke kamar mandi, lalu mencuci mukanya. Lalu, ia turun ke bawah, ke ruang makan. Di bawah, hiashi sedang sibuk menyiapkan makan malam.
"Hinata!! Malam ini, ayah yang memasak lho!! Menunya special: schottle ayam, dengan makanan pembuka sup krim!! Tadaaaaa!!" seru Hiashi bersemangat (ketularan guy-sensei ya Pak?). Hinata, Neji, dan Hanabi yang baru masuk bengong.
"Oom… tumben masak. Biasanya juga Mbak Iyem yang masak – LHO! Kok nama embaknya Iyem?? –," komentar Neji.
"Hoho… neji, kau jangan merendahkan bakat memasakku. Gini-gini, aku mantan chef di Los Angeles lho!!" seru Hiashi narsis. Hinata dan Hanabi melongo.
"Kenapa ayah nggak pernah cerita?" tanya Hanabi. Hiashi cuma tersenyum.
"Sudah bicaranya. Sekarang, ayo kita makan!" seru Hiashi antusias. Mereka berempat akhirnya makan juga.
"Enak!" puji Hinata, Hanabi, dan Neji. Apa kubilang… bakat masakku masih ada… batin Hiashi bangga.
Hiashi menatap wajah Putri sulungnya. Hiashi menangkap sebersit kesedihan di wajah Hinata.
"Hinata, kau kenapa? Sepertinya kamu sedang sedih. Makanannya tidak enak, ya?" tanya Hiashi. Hinata mengeleng pelan.
"Tidak, ayah. Enak sekali, kok. Aku cuma lagi ada masalah," jawab Hinata.
"Dengan siapa?"
Hinata terdiam, tidak berani menjawab. Hiashi paham dan tidak melanjutkan pertanyaan itu. Lima menit kemudian, Hinata bangkit dari kursinya.
"Lho, sudah selesai? Cepat sekali!" kata Hiashi. Hinata hanya tersenyum simpul.
"Sudah, ayah. Aku sudah kenyang. Makanannya enak sekali," balas Hinata.
"Makanan penutupnya? Ayah sudah membuatkan es krim parfait special buatmu lho!" sergah Hiashi.
"Aku makan di kamar saja. Soalnya, aku lagi ada pr. Boleh kan, yah?" pinta Hinata. Hiashi akhirnya mengizinkannya.
"Ya udah deh. Boleh. Tapi kalau sudah selesai, mangkuk es krimnya dibawa ke tempat cuci piring, ya," pesan Hiashi sambil memberikan parfait special buat Hinata. Hinata mengangguk.
"Arigatou, Outosama," kata Hinata, lalu berjalan ke kamarnya – argh… akhirnya bahasa Jepang dipake juga! –.
Di atas, Hinata langsung menyelesaikan prnya sambil memakan es krimnya.
"Fiuuuh. Selesai juga!" gumam Hinata. Ia lalu menatap mangkuk es krimnya yang tinggal setengah. Ia langsung menghabiskannya, lalu membawa mangkuknya ke bawah.
Di ruang makan sudah tidak ada siapa-siapa. Neji dan Hanabi pasti sedang belajar di kamar, dan Hiashi pasti sedang mengurusi bisnisnya di ruang kerjanya (wuih! Eksekutif tua bo!). Hinata langsung kembali ke kamarnya.
Baru pukul setengah delapan malam. Biasanya, jam segini Hinata sedang chatting atau smsan atau ngobrol di telepon dengan Naruto. Hinata bingung. Tapi ia tetap menyalakan internet.
Ada e-mail dari Ino, yang tampaknya dikirimkan kepada semua anak perempuan di SMA Shinobi Harapan, kecuali Sakura. Bunyinya:
From:
PERHATIAN BUAT SEMUA SISWI SMA SHINOBI HARAPAN !!
JAUHKANLAH COWOK ATAU SAUDARA LAKI-LAKI KALIAN DARI ANAK KELAS 11 IPA 2 YANG BERNAMA HARUNO SAKURA!! KENAPA? KARENA IA ADALAH SEORANG JABLAY YANG AKAN MEREBUT MEREKA DARI SISI KALIAN! BEBERAPA ORANG SUDAH JADI KORBANNYA!
BEWARE!!
Miss Blondy of SMA SH
"Duh… Ino-chan memang selalu mengambil jalan yang ekstrim…," keluh Hinata. Tepat saat ia selesai membaca e-mail itu, seseorang mengajaknya chatting.
weaponmistress: Hina-chan!! Udah baca imel dari ino?
duchessofkonoha: udah, tenten-chan. Ekstrim.
weaponmistress: apanya?
duchessofkonoha: ya imelnya lah. Sadis banget.
sabakunomcr: woi. Lagi pada ngomongin apaan?
weaponmistress: eh, temari.
duchessofkonoha: eh, temari-chan. Tumben chatting.
sabakunomcr: emang gak boleh apa? Oom Nampan (inspirasi dari HyuuGaMisako-neechan, hehe… gara-gara Nampan, eh, Baki, ngebunuh Gekko Hayate sih!), eh, Baki, nyuruh kita belajar. Mana gue mau. Ya gue chatting aja lah.
weaponmistress: hehehe… berani juga elo ngatain dia nampan. Eh, udah ngerjain peer biologi belom? Dikepret Bu Shizune mampus kita.
sabakunomcr: udah lah… mau mati kali, enggak ngerjain.
cutezblondygirl: woy. Pada ngomongin apaan sih? ikut dong.
duchessofkonoha: ino-chan, imelnya ekstrim banget… enggak takut Sakura baca?
cutezblondygirl: enggak. Demi kebenaran dan kelanggengan para pasangan di SMA Shinobi Harapan, why not? Lagian kan sekarang si Sakura udah enggak punya temen. Siapa juga yang mau ngasitau dia.
weaponmistress: waww… saluut… saluuut… Ayo semuanya, berikan standing ovation buat Ino!!
sabakunomcr: yapz… satu-satunya cewek yang berani ngedamprat Sakura kan cuma elo, No.
duchessofkonoha: bagus deh ino-chan, Sakura kan emang pantes dikasih pelajaran.
sabakunomcr: waw! Hinata ngomong gitu! Keren!
weaponmistress: menurut gue, tindakan Ino bener. Kan kata Muse di "Knights of Cydonia": you and I must fight for our rights… you and I must fight to survive…
cutezblondygirl: yupz. Bener banget. eh, Hinata udah ngerjain peer kimia belom? Gak ngerjain dimampusin sama Kabuto, tau rasa lo.
duchessofkonoha: ya udah lah! Eh, Ino-chan udah baikan belom, sama Sai-kun?
cutezblondygirl: udah. Dengan ancaman, jelas!
weaponmistress: eh, gue sama temari log out dulu ya. Senpai-senpai kalian yang superkeren ini mau bobo dulu.
cutezblondygirl: hah? Bukannya baru jam setengah sembilan? Jangan-jangan bukan bobo, malah esemesan sama Neji en Shikamaru!
sabakunomcr: sialan elo, babi! Udah ah, gue log out dulu!
sabakunomcr: log out
cutezblondygirl: dadah, bola mainan-senpai!
weaponmistress: gue juga mau log out! Dadah semua! C u at school 2morrow!
weaponmistress: log out
duchessofkonoha: aq jg maw bobo. Dadah!!
duchessofkonoha: log out
cutezblondygirl: lho?! Kok gue tinggal sendiri? Log out juga ah!
cutezblondygirl: log out
(keterangan: Temari en Tenten itu kelas 2 SMA, sedangkan Hinata en Ino en Sakura itu kelas 1 SMA. Si Sasuke masuknya kemudaan, udah gitu pake aksel. Jadinya sekarang Sasuke udah kuliah, sementara yang lain masih pada SMA. Kalo si Kankurou masih setingkat sama Hinata, Naruto, en Gaara. Masuknya ketuaan sih! tapi Gaara tetep panggil kakak ke Kankurou.)
Naruto bengong di kasurnya sambil melihat poster raksasa Amy Lee (Evanescence) yang tertempel di langit-langit kamarnya (istri orang, mas! Nyebut, nyebut, buut, buut!).
Apa tindakanku salah ya, mengirim mata-mata untuk menyelidiki Hinata?
Naruto memejamkan matanya. Di dalam hatinya, muncul sebuah resolusi baru.
"Besok aku harus minta maaf sama Hinata," gumamnya bersemangat.
Waa… chapter 3 selesai juga! Panjang dan rada aneh ya? Inspirasinya pasang surut sih… oia, baca fanfic Naruto bhs Inggris gw yang baru ya, judulnya Fireworks on the Leaf. Dan jangan lupa review, buat fic ini dan yang itu yah!! Key!
RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
EEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE
VVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVV
IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII
EEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE
WWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWW
Pleeeeeeeeeeeeeeeaaaaaaaassssssssseeeeeeeeeeeeeeee!!
Ja,
PuTiLiciOUs.
P. S. Buat author HyuuGaMisako, chapter yg ini WAJIB review!! Gak ada dispensasi lagi! Yang lainnya juga!!
