ESOK YANG MUNGKIN TIDAK AKAN ADA

WARN: Alur berantakan, Gaje, OOC dan banyak typo bertebaran. EYD HANCUR..!

PAIRING: KIBA x HINA

DISCLAIMER

Naruto by Masashi Kishimoto

Chapter 3 "Akward"

SUMMARY: Konoha, salah satu dari lima desa ninja terkuat di dunia ninja. dan tidak ada tempat bagi mereka yang tak mampu bersaing. Di desa ini aku belajar untuk mandiri, di desa ini aku belajar memenuhi kewajiban ku dan mengajarkan ku untuk menghadapi kehidupan. Tapi kenapa, kenapa dan bagaimana dengan cinta? Tidak ada satupun yang dapat mengajariku akan hal itu, mungkinkah ada kesempatan akan datang padaku untuk mengerti apa itu cinta? Entahlah, Mungkin esok yang tidak akan pernah ada.

"kiba-kun tangan mu berdarah" seorang kunoichi cantik berambut pink membuat kiba terbangun dari lamunan, sembari merobek sebagian perban dari dalam kantung tasnya.

*Flashback Off*

"ehh, gomen gomen sakura-san. Aku sedang tidak fokus hari ini" balas kiba terlihat sedikit dengan wajah memerah dan mulai merasakan perih pada tangannya yang terluka akibat ujung kunai yang ia genggam sedari tadi.

"ahhh, mou kiba-kun bagaimana bias jadi seperti ini" ucap sakura sedikit sebal dengan sikap ceroboh kiba. Dan melanjutkan membalut tangan kiba yang terluka.

"daijoubu sakura-san, aku hanya sedikit ceroboh saja barusan" balas kiba, sesekali meringis karena menahan sakit pada tangannya karena sakura membalutkan perban dengan sedikit kasar.

"kau fikir sudah berapa lama aku berdiri di depanmu kiba-kun? Tatapanmu kosong, tanganmu terus mengalirkan darah, untuk saja kunai yang kau genggam itu bukan kunai beracun" omel sakura pada kiba, sakura sebenarnya mengerti penyebab kiba seperti ini, semua karena ia menyesali apa yang terjadi pada akamaru.

"sakura-san, apa besok kau ada kegiatan? Ada hal yang ingin ku bicarakan" ucap kiba tegas dan mengalihkan topik pembicaraan.

"ki-kiba-kun" wajah sakura memerah, "maaf aku tidak bisa, aku mencintai sasuke lelaki yang menolong akamaru dan menghentikan kurama tempo hari, mungkin kita temenan aja ya kamu terlalu baik untuk aku" sakura menjawab pertanyaan kiba sembari sedikit bercanda.

"kau terlalu percaya diri sakura-san" ucap kiba, dan terkikik geli dengan mendengar jawaban sakura

"lagi pula aku akan lebih memilih menjomblo seumur hidupku dari pada harus menikahi seorang kunoichi" tambah kiba untuk membalas candaan sakura.

"baiklah besok siang jam 2, kita bertemu di rumah sakit sekaligus menjemput akamaru pulang" jawab sakura, dan menyampaikan niat awalny menemui kiba untuk memberi tahukan keadaan akamaru.

"ahhh benarkah, akamaru sudah bisa kasih sakura-san baiklah aku akan datang besok" ucap kiba bersemangat

"akhirnya kau kembali menjadi kiba yang kami kenal" Canda sakura dengan senyuman manisnya

"hnnn…" kiba kembali terlihat murung dan melihat ke langit, terlihat sinar bulan yang terang meski malam itu bulan tidak terlihat sepenuhnya.

"argggg, aku terlambat pulang, ka-san pasti akan mengomeli aku lagi" ucap kiba shock karena lupa waktu akibat lamunannya yang teramat sangat panjang sekali. *authordalammodealay*

Sakura hanya tertawa geli, melihat tingkah kiba yang mengingatkannya pada teman 1 teamnya yg ceroboh seperti kiba, postur badan, model rambut bahkan mereka memiliki 2 gambar aneh di kedua pipi mereka. "sakura-san kenapa kau tertawa geli seperti itu, kau kejam sakura. Baiklah aku harus pulang dulu" ucap kiba yang sadar kembali keadaan dan bergegas kembali pulang kerumah.

"hmmmb, kau mengingatkan ku dengan seseorang" ucap sakura dalam hati sembari melihat kiba yang sudah melesat pergi.

"sebaiknya aku juga lekas pulang" gumam sakura dan melangkahkan kakinya. "sakura-san tunggu" panggil seorang kunoichi bermata lavender, menghentikan langkah sakura.

"ehh, hinata-chan kamu belum pulang?" Tanya sakura yang sedikit kaget melihat hinata yang masih keluyuran malam.

"te-terima ka-kasih sudah merawat luka kiba" ucap hinata terbata-bata "ano, bolehkah mala mini aku menginap di rumahmu? Ada banyak hal yang ingin ku bicarakan padamu" tambah hinata dengan sedikit wajah yang memerah.

"kenapa tidak hinata, ayo kerumah ku sekarang" ucap sakura dengan senyum hangat menunjukan ia sangat senang hinata akan menginap di rumahnya mala mini.

"hmb" jawab hinata dengan senyum dan anggukannya.

~~~Dimarkas Sasuke~~~

"oi dobe, apa kau yakin dengan tujuanmu itu?" ucap Sasuke sedikit kaget dengan rencana yang akan Naruto lakukan.

"lebih baik kau fikirkan masak-masak naruto-san" tegas Jugo sedikit khawatir.

"rencana yang menarik sih menurutku" Suigetsu setuju dengan rencana Naruto

"tenanglah kalian, ini semua bukan Cuma untuk kita berempat. Tapi untuk semua ninja, untuk semua orang, mengorbankan 1 orang sepertiku bukan hal yang besar" Jawab Naruto dengan murung terlihat di wajahnya. Karena membahas hal yang Naruto rencanakan pada 3 teman barunya

"dobe, pasti ada jalan lain. Selain melakukan hal konyol seperti itu, kau hanya terlihat seperti seorang pecundang sejati sekarang Naruto. Cih, aku pergi dulu ruangan ini membuatku tak nyaman" ucap sasuke dan beranjak pergi dari markas untuk sementara.

"benar apa yang sasuke-san bilang, kau hanya terlihat seperti pecundang dengan rencana bodoh. Ahh tidak lebih tepatnya…." Belum sempat Jugo selesai menjelaskan, Suigetsu memotong pembicaraannya "Bunuh Diri.." ucap Suigetsu Dingin.

"dengar Naruto, bunuh diri hanya karena ada monster buruk didalam dirimu. Sangat tidak masuk akal" tambah suigetsu dengan mengarahkan pandangannya ke arah lain.

Naruto hanya terdiam, mendapatkan ceramah dari ke 3 orang yang selalu menemaninya selama ini dan tak lupa seorang kunoichi dengan clan yang dengan nya. Tapi naruto menganggap Karin bukan sekedar teman, Karin adalah kakak perempuan baginya. Hanya Karin yang dapat mengerti, dan paling mengerti apa yang naruto selama ini rasakan.

"aku pergi sebentar menjemput Karin one-san" ucap naruto.

"tidak usah, kau disini aja bantu Jugo disni. Aku yang akan menjemputnya, dengan fikiran kacau seperti kau saat ini, kau justru dapat membunuh Karin tanpa sadar" Tegas suigetsu menahan naruto untuk keluar sementara

Wajah naruto terlihat murung, karena dia sadar kapan saja seal dalam dirinya bisa rusak dan membuat kurama menguasai dirinya untuk kesekian kalinya. "maaf…" ucap naruto lirih

"aku berangkat" pamit Suigetsu.

~~~Rumah Kiba~~~

"aku pu…" belum sempat kiba selesai kiba mengucap salam sebuah panic melesat cepat kewajahnya. Dengan gaya bak film MATR*X kiba mampu menghindar

"dari mana saja kau?" ucap Tsume Inuzuka kesal melihat anaknya pulang larut malam.

"gomen ka-san, tadi ada nenek yang ingin menyebrang jalan aku berhenti menolongnya" jawab kiba dengan kebohongan.

*Sfx:Pletakk* gundukan daging terlihat di kepala kiba setelah menerima jitak no jutsu dari belakang

"Ittaiiiiii.." teriak kiba dengan air mata mengalir bagai air terjun, "kenapa dengan tangan mu? Baka otouto" ucap seorang pengguna jurus jitak yang belum lama ini menganai telak di kepala kiba.

"ini karena aku kurang fokus saat menangkis kunai yang menyerang nenek di jalan tadi" kiba kembali coba berbohong

*Sfx:gretek, gretek* suara jari jari tangan kakak perempuan kiba di combo dengan deathglare cirri khas Clan Inuzuka

"gomen, gomen hana one-san. Gomenasai..!" ucap kiba sambil bersujud.

Tsume hanya tersenyum geli melihat kelakuan kedua anaknya

"sudah-sudah kalian berdua, cepat ke meja makan. Makan mala mini sudah siap kau kiba usahakan untuk tidak pulang larut malam" ucap tsume, sembari menasehatin kiba.

"hai~ Hai~" ucap kiba sambil manggut manggut

*Sfx:Cling* Deathglare hana menusuk isi hati kiba dari belakang, seketika kiba mereasa aura membunuh di sekujur tubuhnya

"Gomenasai~~~" kiba kembali sujud untuk minta ampun karena menjawab nasehat ibunya dengan tidak sopan.

"hana-chan, sudah jangan jahili adikmu terus." Tsume mencoba mencairkan suasana sambil menahan tawa geli melihat kiba yang layak seperti bayi saat di jahili oleh kakak perempuannya.

~~~Rumah Sakura~~~

"duh kenyang banget ni, masakan hinata enak banget" ucap sakura memuji masakan hinata.

"ahhh makasih sakura-san" ucap hinata tersipu malu

"ehhh, abis mandi kita nonton dvd yuk. Aku ada film baru lho" ajak sakura

"ahhh iya" jawab hinata singkat

"hmbbb kalo gitu sekarang kita.." sakura bangkit sembari mengarahkan tatapan jahil ke arah hinata, dan menarik tangan hinata ke arah kamar mandi

"ehhhh" wajah hinata semerah tomat karena ada dalam kamar mandi bersama sakura sekarang, sesekali melihat sakura yang sudah melepaskan pakaiannya

"ahhh, mooo cepat buka baju mu hinata-chan" ucap sakura yang sudah hanya tertutup sebuah handuk

"anoo…" jawab hinata sedikit malu, meski sesame wanita hinata tetap merasa malu mandi bersama

"ahhh lama, ciattttt" sakura dengan cepat melepas semua pakaian hinata, wajah hinata sudah benar-benar merah tapi tiba-tiba sakura hanya bisa diam seribu bahasa, sesekali membandingkan sesuatu yang ada pada hinata dan di balik handuknya

"Hinata-chan jahat~~~" sakura lari dan menceburkan diri ke dalam bak mandi

"ehhhhh" jawab hinata kaget dan bingung dengan maksud perkataan jahat dari sakura, "tunggu sakura" hinata berlari mengejar sakura *Sfx:burrrr* tanpa sengaja hinata terpeleset oleh sabun dan tercebur ke bak mandi.

"…." Sakura menenggelamkan mulut dan hidungnya ke dalam air bak, hanya mata sayu dengan rasa iri pada apa yang ada di tubuh hinata yang ia bandingkan dengan miliknya beberapa menit yang lalu

"fuahhhhh" hinata mengatur nafasnya setelah mengangkat kepalanya keluar dari air setelah terpeleset tadi

Sakura yang melihat semua kejadian itu hanya bisa tersenyum geli melihat kecerobohan hinata, yang mungkin hanya terjadi sekali dalam seribu tahun, hinata yang melihat sakura berusaha menahan senyumpun karena melihat kecerobohannya tak sanggup menahan tawa. Pada akhirnya sakura dan hinata tertawa bersama di bak mandi

~~~CHAPT 3 OWARI~~~

Arigatou mina-san sudah mau membaca

Review and Flame sangat di terima demi memperbaiki author

Dalam pengetikan dan cerita ^^

Btw, minal aidzin wal faizin ya…. Bagi yang merayakan