Hyak!
Chapter 3na keluar!
Akhirnya ada waktu juga…
Ayo kita lanjutin!
Chapter 3 (yey?)
Disebuah ruangan laen, disamping ruang perjodohan...
"Jadi..., Kunimitsu, siapa gadis ini?", tanya ayah Tezuka sambil menarik bangku untuk Fuji.
"Aa...Ehem! Ayah, kenalkan...namanya adalah Fuji...ko. Dia adalah pa...pa...pa...", Tezuka gugup.
Fuji segera menginjak kaki Tezuka dari bawah meja dengan ekspresi tersenyum seperti biasa (gila!sol sepatu lolita kan tebel banget!).
"Pacarku!", seru Tezuka kesakitan lalu memandang Fuji dengan tatapan geram.
"Ooh...benarkah itu, nona?", tanya ayah Tezuka sambil memandang Fuji.
Fuji tersenyum semanis mungkin dan menjawab, "Ya, Tuan Tezuka...itu benar."
Ayah Tezuka lalu tertawa dan berkata, "Memang apanya yang menarik dari anakku ini?"
Fuji lalu mejawab sejujur-jujurnya, "Kunimitsu…adalah laki-laki yang baik… Dia selalu memperhatikan teman-temannya dan bersikap sportif. Ia juga memiliki tanggung jawab dan selalu mengusahakan yang terbaik untuk semua orang… Itulah…yang kusukai darinya…"
Fuji mengakhiri pendapatnya tentang Tezuka dengan sebuah senyuman.
Ayah Tezuka nampak agak terkesan dengan jawaban Fuji
Lalu, ia melanjutkan pertanyaannya, "Sedangkan yang tidak kau sukai darinya?"
Kali ini, Fuji menjawab dengan cepat tanpa ada yang namanya ngambil napas…
"Dia itu kaku, jadi ga seru! Dia juga bersikap sangaaat tua! Jadi suka dikira dia ini kakakku! Trus, dia kejam soalnya suka nyuruh anggota timnya lari-lari keliling lapangan. Dia juga punya aura yang seram jadi sulit untuk menentangnya! Dia juga suka memaksakan dirinya kalo ngga mampu! Begitulah~", jawab Fuji mengakhiri opininya dengan sebuah senyuman.
'Apaa?? Fujiii!!', pikir Tezuka geram.
"Kau benar, nona.. Anakku memang seperti itu..Dia itu terlalu kaku dan tenang, jadi sulit untuk diganggu! Dia juga berperilaku lebih tua dari umur sebenarnya! Bayangkan, hobinya tiap hari hanya bermain tenis, belajar, dan mengurus pohon bonsai! Lalu, dia itu pintar jadi jika aku bermain catur melawannya, pasti aku akan kalah!", balas ayah Tezuka sambil menganggukkan kepalanya.
Fuji menatap Tezuka dengan pandangan AKU-TAHU-RAHASIAMU. Ia hanya tersenyum jahat. Tezuka Cuma bisa pasrah dan memandangi ayahnya dengan tatapan geram.
"Nona Fujiko, sebenarnya aku tidak ingin mengganggu hubunganmu dengan anakku…Tapi hari ini dia akan dijodohkan dengan wanita lain..", keluh ayah Tezuka pelan.
"Saa…kalau begitu, bagaimana kalau kita temui dulu calon tunangan Kunimitsu-kun? Aku ingin tahu..", ucap Fuji.
"Benar juga. Ayo kita kesebelah. Ikuti aku..", ayah Tezuka lalu berdiri diikuti Fuji dan Tezuka.
"Oi, Fuji! Apa yang kau pikirkan sih?!", bisik Tezuka pada Fuji.
"Tak ada..hanya ingin melakukannya saja.", balas Fuji sambil tersenyum.
'Dasar sadis…', pikir Tezuka.
"Diruangan ini.. Ayo masuk..", ucap ayah Tezuka sambil berhenti didepan sebuah pintu berwarna emas.
CKLEK! Pintu ruangan telah menunggu dua orang wanita. Yang seorang tengah berdiri. Nampaknya itu adalah ibu dari wanita yang hendak dijodohkan dengan Tezuka. Pandangan mereka melayang kearah wanita yang satunya…
Ia memakai gaun merah, nampak gelisah, rambutnya panjang berwarna coklat kemerah-merahan, warna matanya biru, dan rambutnya naik keatas… ITUKAN EIJI?!!
"Eiji?!", seru Fuji dan Tezuka bersamaan.
Wanita itu tersentak kaget. Ia lalu memandang mereka berdua. Selagi orangtua Tezuka dan gadis itu berbicara agak jauh, Fuji melemparkan sebuah bola tenis kearah wanita bergaun merah itu. Dugaan mereka benar. Ia menangkap bola itu dengan gaya akrobatik!
"Fu-fujiko? Tezuka nyaa??", bisik Eiji.
"Ja-jadi benar Eiji?", tanya Fuji.
"Ki-kikumaru…tunanganku..?", ucap Tezuka tidak percaya.
Nah… bagaimana selanjutnya??
Kita tunggu aja sampe ada waktu buat ngetik lagi…
REVIEW PLEASE!!
(=^w^=)v
