A/N

Chapter tiga! Sekaligus last chapter! Terima kasih sudah mau mereview fic Ai!

Sekarang

Airu Haruza

Presented New Condition

Of NS

Lost Hope

Chapter 3

Harapan Yang hilang!

Disclaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

Rated:

T

Genre:

Angst/Romance

Pair:

Uzumaki Naruto

Uchiha Sasuke

Warning:

BL or shou-ai/Miss typo (s)/OOC/pergantian POV/Twoshoot

Just Read! And watch out!

Ket.

xxxxx : artinya pergantian tempat, waktu atau POV

Naruto: I7 tahun

Sasuke: 15 tahun


Sinar matahari pagi menyeruak masuk dari jendela kamar Sasuke yang terkuak, dia menggeliat merasakan sinar matahari menyentuh mukanya hangat. Sasuke bangun, lalu menoleh ke jam wekernya. Masih pukul enam lewat lima, Sasuke mengambil handuk lalu segera ke kamar mandi.

Sasuke sarapan masih memikirkan perasaannya yang aneh semalam. Dia melamun, kalau saja suara ibunya tidak menegurnya mungkin Sasuke tidak akan berangkat kesekolah.

Sasuke berjalan melintasi halaman, dia melihat Uzumaki berada di depannya. Sasuke mempercepat jalannya, setengah berlari.

"Uzumaki-san!" panggilnya setelah dapat menjejeri langkah Uzumaki itu. Merasakan ada yang memanggilnya, Naruto menoleh dan melihat Sasuke sudah ada disampingnya.

"Ohayou, Uchiha-san!" sapa Naruto pelan.

"Eh, Ohayou! Bagaimana kabar anda? Apakah sudah baik?" tanya Sasuke.

"Iya," Naruto tersenyum membuat Sasuke merasakan mukanya memerah dan beberapa siswa yang melihatnya terkaget-kaget, "Terima kasih untuk yang kemarin! Aku senang kau mau menjadi temanku!" kata Naruto masih tersenyum.

"Teman?" ulang Sasuke sambil mengangkat alisnya, dia berhenti ditempat. Naruto berbalik karena merasa Sasuke berhenti.

"Iya, teman! Kau adalah tem..." belum sempat Naruto menyelesaikan kalimatnya Sasuke sudah memotongnya.

"Terima kasih atas bukunya," katanya sambil memberi Naruto buku bersampul merah itu, lalu beranjak pergi "Dan asal tahu saja, aku tidak pernah menganggap anda sebagai temanku tuan Uzumaki Naruto!" kata Sasuke ketika melewati Naruto.

Naruto ingin berteriak memanggil Sasuke tapi, Sasuke sudah menghilang dibalik koridor. Dia hanya berdiri di tengah lapangan menatap kosong sampai seseorang menepuk bahunya.

"Naruto-kun, apa yang kamu lakukan disini?" tanya Ino.

"Tidak apa-apa!" kata Naruto mengelak.

"Kamu memandang sesuatu, Naruto?" tanya Gaara.

"Tidak!"

"Kalau begitu mengapa kamu bolos kemarin?" tanya Gaara lagi.

"Hanya merasa capek!"

"Jangan bilang kamu bolos bersama Sasuke-kun?" tanya Sai.

"Aku dengar kemarin, Uchiha itu juga bolos dari kelasnya!" tambah Neji, Naruto hanya terdiam membuat Gaara melotot.

"Bagaimana bisa? Padahal kau kan baru kenal dia?" tanya Gaara heran, dia sudah mengenal Naruto sejak Naruto pindah kekota Suna. Dan temannya ini tidak gampang akrab dengan orang lain apalagi yang baru dikenalnya.

"Entahlah!" Naruto mengangkat bahunya, "Aku juga tidak mengerti!"

"Tapi..."

"Sudahlah! Itu bagus kan? Naruto sudah mau menerima orang lain dalam kehidupannya!" kata Neji disambut anggukan yang lain.

"Mari kita masuk kelas!" ajak Ino.


"Uchiha! Aku mau bicara!" teriak Naruto di koridor mengejar Sasuke di depannya. Tapi, Sasuke tidak mempedulikannya sama sekali, dia terus saja berjalan. Naruto menghela napas, semua siswa memperhatikannya heran. Baru kali ini Uzumaki Naruto terlihat mengejar seseorang.

"Ada apa, Naruto? Sibuk mengejar Uchiha?" tanya Gaara dibelakangnya, Naruto hanya mendengus.

"Bukan urusanmu!"

"Akhir-akhir ini kau tampak berbeda! Ada apa seh?" tanya Ino.

"Iya, kau menguber-uber Uchiha terus!" tambah Sai.

"Kau seperti, hm... mau menyatakan cinta padanya!" timpal Neji yang langsung membuat muka Naruto memerah seperti tomat.

"Ti...dak! ten..tu saja tidak! Kalian bicara apa? Hahaha!" kata Naruto sangat gugup membuat teman-temannya semakin tidak percaya.

"Jadi, mau menyatakan cinta, yah? Hebat!" kata Sai kagum.

"Mau aku bantu!" tawar Neji sedangkan Ino senyum senyum dan Gaara menyeringai.

"Diam kalian semua!" kata Naruto marah, tapi dia marah dengan muka memerah membuat teman-temannya semakin menggodanya. Tidak tahan lagi, Naruto melengos pergi meninggalkan teman-temannya yang masih tertawa.


Bel sudah berbunyi, menandakan jam sekolah sudah usai. Naruto bergegas keluar kelas mendahului teman-temannya bahkan Ebisu-sensei yang belum keluar pun heran. Belum pernah dia melihat Uzumaki itu terburu-buru.

Naruto ke kelas Sasuke, dia mencari-cari di antara kerumunan teman kelas Sasuke lalu dia bertanya pada seorang anak berambut cokelat dengan segitiga terbalik diwajahnya.

"Hei, kau lihat Uchiha tidak?" tanyanya, anak itu bingung sejenak tapi dia tersenyum –menyeringai-.

"Sasuke sudah pulang duluan! Tapi, kalau anda mau mengejarnya, dia baru saja keluar kok!" katanya sambil senyum aneh.

"Oh, iya terima kasih!" kata Naruto lalu melesat menuju halaman, Kiba menarik Shikamaru yang lagi molor dengan Shino.

"Ada apa Kiba?" tanya Shikamaru yang terganggu.

"Cepat kehalaman! Ada pemandangan bagus!" kata Kiba bersemangat "Shino, pinjam kamera dong!"


Naruto berlari kehalaman sekaligus menghindari –menabrak- orang-orang. Dia bisa melihat rambut raven Sasuke yang berada didepannya. Dia memanggil-manggil tapi tidak digubris sama sekali.

"Uchiha!Hhh...hhh" Naruto memegang lengan Sasuke keras dengan napas terenga-engah, Sasuke mengangkat alisnya.

"Ada apa, Uzumaki-san?" tanyanya datar, Naruto mengatur napasnya, "Aku ingin bicara denganmu!"

"Hn," gumam Sasuke.

"Boleh aku memanggilmu Sasuke?" tanyanya.

"Terserah! Sekarang, lepaskan aku! Aku mau pulang!" kata Sasuke sambil memberontak tapi, Naruto menguatkan pegangannya. Seluruh siswa-siswa KIS yang tadinya mau pulang sekarang berhenti melihat dua orang yang berada tepat di tengah lapangan itu bahkan, guru-guru pun menonton. Teman-teman Naruto berada di pinggir lapangan menonton mereka berdua sambil tersenyum sedangkan Kiba dari tadi memfoto kejadian itu. Sasuke merasa risih dan malu di lihat satu sekolah kayak begitu.

"Lepaskan, Uzumaki-san! Orang-orang melihat kita!" katanya sedikit kasar.

"Tidak! Panggil aku Naruto dulu!"

"Hah? Kenapa?"

"Tidak ada apa-apa! Bukankah kamu juga memanggilku Naruto kemarin!" kata Naruto sambil menyeringai melihat wajah Sasuke sudah memerah.

"Itu kan beda!"

"Kurasa tidak ada yang beda! Ayo, panggil aku Naruto!" tuntut Naruto.

Dengan muka memerah Sasuke bicara pelan "Na...na...ruto, tolong lepaskan aku!" Naruto tambah menyeringai.

"Kurasa namaku bukan Na...na...ruto! tapi Na-ru-to!" kata Naruto sambil mengeja namanya membuat Sasuke didepannya tambah kesal. Uzumaki brengsek! Bikin malu! Dia menghela napas.

"Naruto, tolong lepaskan aku!" kata Sasuke pelan. Naruto tersenyum, dia melepas lengan Sasuke yang langsung menghela napas tapi, bukannya menjauh Naruto langsung memeluk Sasuke. Membuat seluruh penghuni KIS blushing berjamaah, Sasuke melotot tidak percaya.

"Kenapa kamu menghindariku, Sasuke? Dan kenapa kamu tidak mau kuanggap sebagai temanku?" bisik Naruto, Sasuke langsung mendorong Naruto. Mukanya memerah dan napasnya sesak.

"Pergi! Menjauh dariku!" teriak Sasuke, mendengar itu Naruto langsung muram dia berbalik dan meninggalkan Sasuke. Melihat Naruto menjauh, dada Sasuke tambah sesak.

"Kenapa kamu tidak mengerti, hah? Kenapa kamu tidak mengerti bahwa aku MENCINTAIMU? Aku tidak mau dianggap teman olehmu!" teriak Sasuke membuat Naruto berhenti dan seluruh penghuni KIS menahan napas. Sasuke tertunduk malu sekali dia berkata pelan, "Sudah! Lupakan saja yang tadi" dan sudah mau pergi tapi tiba-tiba dia dipeluk oleh Naruto.

"Wah, kau tahu! Baru kali ini ada yang menembakku ditengah lapangan sambil berteriak marah! Menarik sekali!" bisik Naruto.

"Hentikan itu! kita sudah dilihat semua orang!"

"Hentikan katamu? Bukankah kamu yang memulainya duluan, Uchiha-san?" kata Naruto menyeringai. Naruto melepas Sasuke lalu mengangkat dagunya, biru langit bertemu malam.

"Mungkin, aku sudah menemukan harapan yang hilang itu. Aishiteru yo, Sasuke!" kata Naruto pelan lalu meniadakan jarak diantara mereka.


Halaman terakhir

Lost Hope

By

N.M

Naruto,

Aku yakin

Kau akan menemukan

Harapanmu

Dan tidak akan pernah hilang

Untuk selamanya!

Yaitu orang yang pertama kali

Menemukan buku ini untukmu!

Berbahagialah!

Naruto!

Kami merindukanmu!


~Owari~

Nah, makasih sudah membaca!

~Airu Haruza~