Yee!! Aku baru dapet wangsit buat chaper 3!

Disclaimer : Anime punya Masashi_sensei, panpik punya ku donk!

Chapter 3

Sasuke's Dream

Sasuke melepas baju seragamnya, lalu membuka jendela kamarnya, membiarkan angin sore yang semilir menyejukkan tubuhnya yang masih bertelanjang dada.

Sungguh hari itu sangatlah melelahkan baginya, sedikit menyebalkan, namun entah mengapa di hati kecilnya terdapat suatu perasaan bahagia yang luar biasa.

"Sakura…", Sasuke bergumam sendirian sambil tersenyum, mungkin ini adalah hari yang membahagiakan baginya.

Masih teringat olehnya kejadian pagi tadi,

Sakura mengatakan sesuatu yang sangat ia tunggu tunggu,

'Aku telah putus dengan Gaara, karena mungkin aku aku sudah tak punya perasaan apa apa lagi padanya'

Sasuke mengingat suara Sakura ketika dia mengatakan kalimat itu padanya.

Bukan perasaan iba atau simpati yang ia rasakan, melainkan perasaan lega yang terdapat di relung hatinya.

"Akhirnya…", Sasuke masih berdiri di depan jendela, merasakan terpaan angin semilir yang mengelus dada telanjangnya dan wajahnya yang sangat tampan.

Sasuke menutup jendela kamarnya, merasa cukup mendapatkan angin sore. Jarum jam menunjukkan angka empat. Dia memandangi sprei kasurnya yang berwarna biru tua, warna kesukaannya kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur.

Masih tersenyum kecil mengingat kejadian tadi pagi.

Di dalam otaknya masih terfikirkan langkah selanjutnya untuk mendapatkan Sakura.

Tak terasa rasa lelahnya memaksa Sasuke untuk tidur nyenyak.

In Sasuke's Dream

Bel istirahat berbunyi,

'Baiklah! Mungkin ini saatnya!' pikir Sasuke,

Segera saja ia berdiri di depan Sakura sebelum Sakura meninggalkan bangkunya keluar kelas.

"Sakura…", ucap Sasuke tegas walaupun sambil menunduk

"Iya? Kenapa Sasuke?", ucap Sakura dengan nada riang dan senyum manisnya

"Ikut aku!", Sasuke memegang tangan Sakura yang sedari tadi berada di atas meja

"Hm? Kemana? Ke kantin sekolah? Lebih baik kita ajak Neji dan Hinata juga…", Sakura masih tersenyum pada Sasuke

"Tidak…", Sakura melihat sesuatu yang aneh pada Sasuke

Sementara itu siswa siswi lain mulai meninggalkan kelas, meninggalkan Sasuke dan Sakura.

"Kumohon… ikutlah denganku!!", ucap Sasuke dengan nada setengah berteriak. Genggamannya semakin kuat. Sakura menyadari ini mungkin sangatlah penting, tak pernah ia melihat sahabatnya bertingkah seaneh itu.

Sakura mengubah senyumnya menjadi ekspresi khawatir.

Sakura hanya bisa mengangguk mengiyakan.

Lalu genggaman Sasuke semakin erat, menarik Sakura keluar kelas, menariknya ke jalur koridor sambil setengah berlari

'Apakah ini berita baik atau buruk?! Oh, Sasuke apa yang terjadi?!' Sakura berusaha mengartikan expresi dan genggaman tangan Sasuke

Sasuke tak memperdulikan siswa siswa yang memandang heran tingkah aneh mereka berdua.

'Cepatlah! Aku hanya ingin mengucapkan tiga kata itu! Cepatlah kakiku!' Sasuke benar benar tak bisa mengontrol emosinya, ia pun lari di sepanjang koridor masih menggenggam erat tangan Sakura.

Sementara Sakura diam seribu bahasa, tak berani menghentikan langkah Sasuke, hanya membiarkan Sasuke menggenggam tangannya dan membawanya entah kemana.

'Apa yang sebenarnya terjadi?!' Sakura menjadi lebih khawatir dari sebelumnya.

Tak lama kemudian, Sasuke menghentikan langkahnya di dekat pintu gudang sekolah. Tempat yang sangat jarang dilalui orang, bahkan penjaga sekolah pun jarang melewati tempat itu.

Sasuke melepaskan genggamannya, nafas Sakura masih terengah engah.

"Sasuke… apa yang terjadi! Apa maksud semua ini!", nafas Sakura masih terengah engah namun nafasnya cukup untuk membentak Sasuke yang berlaku aneh.

Sasuke memunggungu Sakura, hanya diam membisu, tak menghiraukan apa yang Sakura katakan. Ia hanya bisa menunduk.

"Baiklah… apa yang sebenarnya terjadi? Katakanlah padaku…", ucap Sakura lebih tenang, ia sudah bisa mengatur nafasnya kembali

Sasuke berbalik, lalu melangkahkan kakinya ke depan tubuh Sakura yang masih kelelahan karena berlarian di sepanjang koridor

Kemudian perlahan Sasuke mendekatkan bibirnya ke telinga Sakura agar Sakura bisa mendengar dengan jelas apa yang Sasuke katakan

"Sakura, aku mencintaimu", Sasuke berbisik dengan lembut di telinga Sakura

Sakura benar benar tak percaya dengan apa yang dikatakan Sasuke

Lalu Sasuke mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Sakura

Perlahan tapi pasti, bibir mereka pun bersentuhan, Sasuke menikmati ciuman itu sambil memeluk tubuh Sakura.

Wake up

"!!!", tiba tiba Sasuke terbangun dari tidurnya

'Apa yang…' Sasuke masih mengingat ingat kejadian terakhir dalam mimpinya lalu menyentuh bibirnya dengan jari telunjuknya

'Aku… berciuman dengan Sakura…' pikirnya

Meskipun ia tahu itu hanya mimpi, namun rasanya begitu nyata.

Sasuke menatap jam dinding, sudah jam 17.30

Tak tahu apa yang akan ia lakukan

Lalu ia pun membuka handphone-nya memperhatikan contact number yang ada di daftar contact.

Lalu mengetik nomor handphone Sakura yang sangat ia hafal, hendak menelponnya dan mengatakan tiga kata yang selalu ingin ia katakan pada Sakura.

Namun hal itu hanya akan menjadikannya seperti seorang pengecut.

Ia mengurungkan niatnya.

Apa yang harus aku lakukan?

Ini sangat membingungkan!!

Chapter 3 end!

Minatsuky : Aku dah berusaha buat chapter ini, smoga aja kalian suka, aku dah berusaha memperbaiki kesalahan, hehehe

Train : Jangan lupa reviewnya!!