Title: Are You Chen?

Author: Kim Ran Gyeo

Main Cast: -Kim Minseok/Xiumin (yeoja)

Kim Jongdae/Jason

Support Case: -Xi Luhan (yeoja)

Oh Sehun

Genre: sembarang readers deh, yang penting intinya Genderswitch

Length: 3/?

Rating: General


Author's Note: Sequel chapter 3 in hereee.. Maaf ya kalau cerita di chapter ini rada aneh. Mood author masih jelek banget nieh *tapi tangan udah gatal pengen buat lanjutannya*. Author masih kecewa gara-gara teater kelompok author nggak sukses tampil kamis kemaren. Sebenernya kita nggak ada kesalahan serius di atas stage, cuman karena sound yang pelannya nggak ketulungan, jadinya author and temen-temen author yang di panggung rada bingung kapan mulai bagian perannya masing-masing. And giliran teater udah mau selesai, soundnya baru kedengaran. Sebenernya siapa sieh yang ngatur soundnya..? jangan-jangan nggak ngerti lagi cara ngerasin volume sound..? #Oke ini jadi curhat#

Mungkin cuman itu aja yang pengen author sampaikan. Sekarang kita focus ke cerita nee..

Happy reading yeoreobuuun.. Nyo.. :3

Warning! Sekali lagi, typo merajalela and author males ngapus..


Preview_

"Agashi, kau melamun lagi..?" aku hanya memandang namja di hadapanku ini dengan bingung sampai aku teringat tujuanku tadi.

"Ahh,, Jwesonghamnida. Aku sedang banyak pikiran hari ini." Kataku membungkukkan badanku berkali-kali. Haish, aku benar-benar pusing.

"Apa karena aku merepotkanmu..?" Tanya namja ini dengan muka khawatir. Akupun dengan cepat menggelengkan kepalaku

"Gwaenchana,, kalau begitu kajja. Taksinya sudah menunggu." Kataku sambil menuju taksi yang sudah siap menunggu. Dan kami pun berangkat menuju ke distrik gangnam.


Chapter 3

Author POV

Xiumin dan namja itu telah sampai di daerah gangnam. Mereka pun turun dari taksi.

"Oh ya, ada yang ingin ku tanyakan. Kau sebenarnya orang mana dan kenapa kau berada di korea..?" tanya Xiumin pada namja itu.

"Aku orang Korea asli, namun aku telah lama menetap di New York semenjak 5 tahun yang lalu karena pekerjaan orangtuaku. Sebenarnya aku datang ke sini ingin membantu abeoji mengurus perusahaan yang berada di korea. Kata abeoji, perusahaan di sini sedang ada masalah dan aku di suruh untuk membantu mengatasinya." Jelas namja itu. Xiumin pun hanya mengangguk.

"Lalu, apa kau sudah mempunyai apartemen atau tempat tinggal di sini..?"

"Entahlah. Abeoji tak memberitahu lengkapnya. Yang jelas aku hanya di suruh menuju daerah gangnam ini." Xiumin pun kembali mengangguk. Tak lama ia pun menemukan ide.

"Bagaimana jika kau tinggal di apartemen di sebelah punyaku..? kebetulan apartemen itu kosong setelah 2 minggu di tinggal oleh pemiliknya karena pindah ke daerah lain." Usul Xiumin. Namja itu tampak berpikir sebentar dan..

"Baiklah. Selagi ada kesempatan kenapa tak di manfaatkan.." kata namja itu sambil tersenyum.

DEG

Senyuman itu. Xiumin kembali teringat akan foto Chen yang pernah di perlihatkan Taeyeon padanya 5 tahun yang lalu. Senyuman itu benar-benar mirip.

"Agashi, memangnya apartemenmu berada di mana..?" Tanya namja itu membuyarkan lamunan Xiumin lagi.

"Ahh,, itu. Tak jauh dari sini. ayo ku antarkan."


"Nah, kita sudah sampai." Kata Xiumin di depan sebuah apartemen.

"Jika kau butuh sesuatu, jangan sungkan untuk mendatangiku. Apartemenku tepat berada di sebelah kanan apartemenmu. Kalau begitu aku permisi duluan ne. annyong.." pamit Xiumin. Namun namja itu malah menahan Xiumin.

"Agashi,, chakkaman"

"Ne..? Apa ada Sesuatu yang kau butuhkan..?" Tanya Xiumin sambil menatap namja itu.

"Aniyo. Hanya saja, aku belum mengetahui namamu." Kata namja itu sambil tersenyum.

"Ahh, benar juga. Sedari tadi kita belum memperkenalkan diri. Kim Minseok imnida, tapi cukup panggil aku Xiumin." Kata Xiumin sambil sedikit membungkukkan badannya.

"Xiumin-ssi. Hmm,, Kim Jongdae imnida, tapi panggil saja Jason. Aku sering di panggil begitu oleh teman-temanku di New York sana." Seketika mata Xiumin membulat setelah mendengar nama namja yang berada di hadapannya ini.

"K-Kim Jongdae..?" Tanya Xiumin tak percaya pada apa yang di dengarnya. Namja itu-atau mungkin sekarang kita bisa menyebutnya Jason- hanya menganggukkan kepalanya. Tak mendapat respon lagi dari Xiumin, Jason pun memutuskan untuk segera masuk ke dalam apartemennya.

"Kalau begitu Xiumin-ssi, aku permisi dulu. Terima kasih karena telah membantuku. Annyong." Dan Jason pun menghilang masuk ke dalam apartemen. Xiumin masih mematung akibta mendengar nama dari seseorang yang sudah 5 tahun ia rindukan.

"Minnie-ah.. Astaga, darimana saja kau..? Kami lelah mencarimu kemana-mana tau. Di telpon ternyata handphonemu masih tertinggal di mobil. Kami cari di bandara kau juga tak ada." Tiba-tiba Luhan dan Sehun datang dan menuju Xiumin. Keduanya tampak lelah karena terus berputar-putar hanya untuk mencari Xiumin. Karena tak menemukan di mana-mana, mereka pun memutuskan untuk kembali ke apartemen. Namun ternyata mereka malah menemukan Xiumin di sini.

"Ne.. Apa Xiumin noona tau kita telah mencari kethana-thini hanya untuk mene-"

BRUK

Perkataan Sehun pun terputus karena tiba-tiba Xiumin terjatuh dan pingsan.

"MINNIE-AH.." Panggil Luhan sambil terus megguncang tubuh Xiumin yang pingsan. Namun Xiumin hanya terdiam dalam pingsannya

"Aigo,, eotteokhae Sehun-ah..? Ppali bawa Xiumin masuk.!" Luhan pun tampak panik dan cepat-cepat menyuruh Sehun untuk membawa Xiumin masuk ke dalam apartemen


"Eotteokhae Sehun-ah..? Xiumin belum juga sadar. Apa yang harus kita lakukan..?" Tanya Luhan khawatir melihat Xiumin yang masih pingsan di kasur. Badan Xiumin tidak panas dan wajahnya juga tidak pucat. Sebenarnya Xiumin kenapa..?

"Entahlah noona. Mungkin Xiumin noona hanya kecapekan karena dia juga ikut mencari kita thaat terpithah tadi." Tebak Sehun yang juga tampak khawatir terhadap noona kesayangnnya ini.

"Semoga saja begitu. Haish, Minnie-ah.. kau ini benar-benar membuat orang khawatir tau. Sudah menghilang tiba-tiba, sekarang kau malah pingsan tak jelas begini." Luhan hanya bisa mengelus kepala Xiumin sayang. Ia benar-benar khawatir dengan sahabatnya ini.

Setelah lama Xiumin pingsan, akhirnya yeoja itupun mulai siuman. Ketika ia membuka matanya, di lihatnya Luhan sedang tertidur di samping kasurnya dan memegang tangannya. Ia juga melihat Sehun yang tertidur di kursi dengan sangat nyenyak.

Xiumin pun mencoba mengingat kenapa tiba-tiba ia sudah berada di kamarnya dan kenapa ada Luhan dan Sehun di sini. Seketika matanya kembali membulat karena mengingat sesuatu.

"KIM JONGDAE.."

"Aithh, kenapa noona tiba-tiba berteriak thieh..? mengganggu tidur thaja." Kata Sehun yang terbangun dari tidurnya. Luhan juga terbangun karena teriakannya Xiumin.

"Minnie-ah. Kau sudah sadar ternyata. Kemana saja kau dari tadi..? kami sudah mencarimu ke mana-mana dan malah menemukanmu di depan apartemen. Dan ketika kami menghampirimu, kau malah pingsan begitu saja. Ada apa Minnie-ah..?" Tanya Luhan sambil mengelus kepala Xiumin. Namun tiba-tiba saja tangisan Xiumin pecah karena mengingat apa yang membuatnya pingsan.

"Luluuu.. Hiks.. D-dia ada.. Hiks.. Dia ada di sini. Dia masih hidup Lu. Hiks.. Chen masih hidup.." Xiumin mencoba berbicara di tengah isakannya. Luhan yang mencoba menenagkan Xiumin seketika terkejut mendengar perkataan sahabatnya itu.

"Apa kau bilang Min..? Chen masih hidup..? Maksudmu si Kim Jongdae itu masih hidup..?" Xiumin hanya bisa menganggukkan kepalanya. Luhan hanya menatap bingung sekaligus iba melihat Xiumin sekarang. Bingung karena ia tau Chen telah meninggal 5 tahun yang lalu. Dan iba karena kondisi Xiumin akibat namja bernama Kim Jongdae.

Sehun juga tampak sedih melihat noonanya ini. Walaupun ia tak tau siapa namja bernama Kim Jongdae itu, tapi karena nama itulah ia melihat Xiumin noona tampak serapuh ini. Sehun yang tak bisa melihat noonanya menangis pun memutuskan untuk keluar dari kamar.

Setelah cukup lama Xiumin menangis, akhirnya yeoja itu pun tampak tenang. Luhan juga tampak masih mengusap punggung Xiumin untuk menenangkan Xiumin.

"Chen.. Dia masih hidup Lu. Dia sekarang tinggal di apartemen sebelah kita." Kata Xiumin setelah cukup lama ia menangis. Luhan hanya bisa terdiam. Ia biarkan Xiumin untuk bercerita.

"Saat aku tersesat di bandara tadi, aku bertemu dengannya. Ia bilang jika ia akan mengurus perusahaan abeojinya yang berada di korea ini. Dan sekarang Chen tinggal di sebelah kita. Dia masih hidup Lu. Chen itu masih hidup." Cerita Xiumin dengan bersemangat. Luhan yang menatap sahabatnya itu hanya bisa tersenyum tipis.

"Arraseo. Lebih baik sekarang kau tidur ne. Kau pasti lelah karena tersesat di bandara tadi." Kata Luhan lembut. Ia kembali mengusap kepala Xiumin dan membantu Xiumin untuk berbaring dengan nyaman di kasurnya.

Dirasa Xiumin telah tertidur, Luhanpun beranjak menemui Sehun di ruang tengah. Sehun yang melihat Luhan keluar dari kamarpun menghampiri yeoja itu.

"Eottae noona..? Bagaimana keadaan Xiumin noona sekarang..?" Tanya Sehun. Luhan pun berjalan menuju sofa dan mendudukkan dirinya di situ sambil sesekali menghela nafas.

"Kajja.. Sebaiknya kita melihat siapa penghuni baru di sebelah apartemen ini." Setelah itu Luhanpun beranjak masuk ke dalam kamarnya. Sehun yang melihat Luhan tiba-tiba masuk hanya bisa memandang bingung. Tak lama Luhan pun keluar dari kamarnya dan segera menuju pintu. Tak merasa Sehun mengikutinya, Luhanpun memanggil namja itu.

"Ppali Sehun-ah. Ada yang harus ku pastikan.."

"Ne noona.."

..Tbc..


DUAAAAAAAARRRRRRRRR..

Ide author kabur lagi. Mungkin sampai sini aja untuk chapter 3, mian kalau cerita author pendek banget.

See you the next chapter nee..

Blasan review :

mirarose86 : Maaf baru bisa balas. iyaa ini lagi cari inspirasi buat kelanjutannya. Gomawo.

Choi Min Youngie : di Chapter 2 sudah di jelasin chingu .. Gomawo.

ChenMinDongsaeng14 : Siip siip. Chenmin shipper juga yaa ? Salam kenal. Gomawo.

ia : Ini sudah di lanjut, gomawo nee..

Annyong.. :3