Kyuhyun dan Sungmin saling memikili, namun ff ini milik saya sepenuhnya!

.

.

Sudah lima belas menit sudah semenjak Sungmin mengatakan permintaannya, dan Kyuhyun masih saja setia mematung dengan posisi yang sama—sepertinya Kyuhyun masih tidak percaya dengan yang baru saja didengarnya, apa ia salah dengar atau mungkin semua ini hanya ilusi? itulah sekelebat pertanyaan yang terus bermain di dalam otaknya

Sungmin yang awalnya terus merutuki dirinya karena permintaan bodoh yang dilontarkannya lama-kelamaan mulai jengah melihat Kyuhyun yang terus diam dengan mata membulat tidak percaya. Demi Tuhan! Sungmin ingin sekali melempar wajah Kyuhyun dengan gelas dihadapannya

"YA! sampai kapan kau mau memasang tampang bodohmu itu!" bentak Sungmin sambil menggebrak kuat meja—oke, kesabarannya menunggu reaksi Kyuhyun yang kelewat batas itu sudah habis sekarang

"Ha?" Kyuhyun sepertinya mulai tersadar dan menggelengkan kepalanya—berusaha mengumpulkan jiwanya kembali. "Kau bilang apa tadi?" tanyanya dengan tampang kelewat idiot di mata Sungmin

'Sabar Sungmin, sabar'sederet kalimat itu terus Sungmin ucapkan dalam hatinya agar tidak kelepasan membantai Kyuhyun saat ini juga. Ia menarik nafas dan membuangnya beberapa kali, sebelum kembali mengucapkan permintaan yang telah membuatnya susah itu "Aku bilang, aku mau tinggal disini untuk beberapa waktu lagi" ulangnya sedikit memperjelas bentuk kalimatnya

Kyuhyun kembali terbelalak dan terdiam—Oh, ayolah Kyuhyun.. jangan sampai Sungmin menampar wajahmu.

Untungnya Kyuhyun membuka mulutnya sebelum tangan Sungmin benar-benar mendarat di wajahnya "kau serius?" tanyanya tak percaya. "Maksudku, ya... kau kan ini... Aishhh! bagaimana mengatakannya ya? Yah, maksudku kau tidak sedang bercanda kan? Tiba-tiba saja ingin tinggal di rumahku" lanjutnya berusaha mencari kalimat yang tepat agar tidak menyinggung perasaan Sungmin

"Tidak, aku serius" jawab Sungmin cepat, membuat Kyuhyun yang awalnya bingung menyipitkan matanya curiga "lalu apa yang membuatmu ingin tinggal disini?"

Sungmin terkejut mendengarnya, tapi untung wajahnya bisa diajak kerjasama dengan baik, namun sialnya semalam Sungmin tidak memikirkan alasan yang akan ia katakan pada Kyuhyun—ia sama sekali tidak mengira Kyuhyun akan bertanya

"Itu—" Sungmin menggantungkan kalimatnya—ia bingung! ia tidak ingin Kyuhyun mengetahui kejadian sebenarnya, namun jika Sungmin tidak mengatakannya maka bisa jadi Kyuhyun tidak akan mengizinkannya tinggal disini

Sementara Kyuhyun sudah menaikkan sebelah alisnya menunggu lanjutan kalimat Sungmin. Sungguh! Sungmin sangat benci ketika dirinya merasa terpojok begini

"Aku tidak ingin pulang ke rumah" akhirnya Sungmin mulai bercerita. "Jika aku kembali maka para penagih hutang itu akan kembali mengincar nyawaku" dengan lancar ia terus berujar melanjutkan kisahnya

Kyuhyun mengerutkan alisnya "penagih hutang? tapi untuk apa?"

"Tentu saja karena aku terlilit hutang dengan bos mereka dan aku tak sanggup membayarnya. Lenganku yang terkoyak itu akibat ulah mereka yang terus mengincarku" lanjutnya—kali ini kalimatnya setengah mengarang bebas

Suasana mendadak hening—namun tak lama Kyuhyun yang terus diam akhirnya membuka suaranya "baiklah, kau boleh tinggal disini" ujarnya sambil beranjak dari kursi

Eh? Sungmin terkejut! rupanya siasatnya mengelabui Kyuhyun berhasil! gampang sekali ternyata membohongi Kyuhyun hanya dengan cerita picisan yang dikarangnya dalam keadaan darurat tadi

Baru saja ia merasa menang dari Kyuhyun, tiba-tiba lelaki itu langsung berdiri di hadapannya dan mensejajarkan tingginya dengan Sungmin yang masih terduduk.

"A—apa!" bentak Sungmin sedikit bergetar—bayangkan saja Kyuhyun terus mendekati wajahnya dengan seringaian yang tercetak jelas pada bibirnya

Seringaian Kyuhyun semakin lebar manyadari air muka Sungmin yang berubah—karena jarang sekali Sungmin menunjukka ekspresinya selain marah. "Tapi ada syaratnya" ia berbisik tepat di telinga Sungmin, dan dengan sengaja menghembuskan nafas hangatnya disana

Tubuh Sungmin membeku 'SIAL!'

.

.

"Ayo, lebih kuat Min" suruh Kyuhyun tidak sabaran

Sementara keringat sudah membanjiri tubuh Sungmin yang sesekali terus mengumpat tidak jelas "aku lelah bodoh!" maki Sungmin menghentikan aktivitasnya

"Lima menit lagi, lalu kau boleh istirahat" perintah Kyuhyun seenaknya dan setelah itu ia dapat merasakan kembali pergerakan jemari Sungmin .

Tak lebih dari lima menit Sungmin langsung mengempaskan tubuhnya di samping Kyuhyun dengan perasaan lelah yang menggerayangi dirinya. Kyuhyun beranjak duduk dan merentangkan tangannya "Ahh... benar-benar enak sekali" ucapnya sambil melirik ke arah Sungmin yang langsung menatapnya tajam

"Aku tak menyangka, ternyata kau pintar sekali memijat" puji Kyuhyun yang lebih terdengar sebagai hinaan di telinga Sungmin

Demi Tuhan! Sungmin kesal setengah mati dengan orang disampingnya itu. Lengan Sungmin yang tadinya sudah tidak sakit lagi, langsung terasa ngilu! terlebih lagi jemarinya begitu lelah setelah memijat Kyuhyun lebih dari tiga jam tanpa henti!

Jika ini bukanlah cara agar Kyuhyun memperbolehkannya tinggal disini, Sungmin tentu akan segera menendang lelaki yang sedang tersenyum puas ke arahnya itu. Karena bagaimanapun ia harus tinggal di rumah Kyuhyun, soalnya tidak ada orang lain yang dikenalnya di daerah ini.

Sebenarnya, Sungmin tidak ingin kembali kerumah karena ia sudah jengah dengan kehidupan penuh sandiwara dari orang-orang di dekatnya, ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri—mana orang yang tulus padanya dan mana orang yang hanya menginginkan uangnya saja. Maka dari itu Sungmin sudah bertekad untuk menyembunyikan identitasnya dan menjadi orang biasa tanpa uang

"Tapi tadi itu bukan syarat dariku" ucap Kyuhyun berhasil membuat Sungmin terduduk seketika

"APA!" pekik Sungmin kencang—mendadak seluruh rasa lelahnya terselimuti oleh amarah "kau menyuruhku memijatimu hingga jariku hampir lepas semua, dan setelah itu dengan mudahnya kau bilang itu bukanlah syarat yang kau maksud!" bentaknya sambil menunjuk-nunjuk tepat di wajah Kyuhyun

"Tenanglah sedikit Min, jangan marah-marah dulu, aku belum selesai bicara" Kyuhyun menyingkirkan jari telunjuk Sungmin dari wajahnya

Akhirnya Sungmin kembali duduk pada posisinya dan kaki kanannya sengaja menendang paha Kyuhyun agar menjauhkan jarak mereka

"Aw! kau ini kejam sekali, bagaimana kalau aku terjungkal terus kepalaku membentur lantai dan hilang ingatan" lirih Kyuhyun mendramatisir

"Itu terdengar lebih baik" jawab Sungmin datar

"Aishh, oke aku minta maaf soal memijat tadi, tapi mengerjaimu terkadang menyenangkan juga" ujar Kyuhyun sambil menyeringai dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Sungmin.

"Ck, cepat katakan syaratnya" decak Sungmin kesal, dan tak lama air muka Kyuhyun berubah serius "sebenarnya aku ingin kau bekerja" ucapnya mantap

"Kerja?" Sungmin menaikkan sebelah alisnya

Kyuhyung mengangguk pasti "Iya, kebetulan kemarin aku melihat ada sebuah restoran yang sedang mencari pelayan baru. sebenarnya aku juga sedang mencari pekerjaan dan letak restoran tersebut juga tidak jauh dari rumah ini, jadi kupikir kau juga bisa bekerja disana juga" jelasnya

"Tidak! aku tidak mau!" tolak Sungmin keras—oh, ayolah apa tidak ada pekerjaan yang lain selain menjadi pelayan restoran? bukan! ini bukan karena Sungmin merasa itu adalah pekerjaan rendahan untuknya, tapi Sungmin merasa menjadi pelayan itu sangat merepotkan karena harus terus berjalan kesana kemari mengantar pesanan dan tersenyum ramah kepada pelanggan—tersenyum? Sungmin bahkan tidak ingat lagi kapan terakhir ia tersenyum

Jika biasanya Kyuhyun akan mengalah pada keputusan Sungmin, sepertinya kali ini hal itu tidak terjadi. Kyuhyun justru melipat tangannya di dada dan menatap Sungmin serius "tidak Sungmin, pokoknya kau harus mau berkerja disana! tidak ada yang gratis didunia ini" ucapnya—kali ini tidak ada nada candaan dalam suara berat itu

Wajah Sungmin mengeras "maksudmu? aku boleh tinggal disini asal bisa menghasilkan uang begitu?" tanyanya dingin—sadarkah Kyuhyun bahwa kalimat terakhirnya itu telah memancing amarah Sungmin

"Yah, begitulah" jawab Kyuhyun enteng "kau tau kan uang itu sangat penting, di dunia ini yang terpenting sekarang hanyalah uang. Kau tidak akan bisa hidup tanpa uang. Jadi kalau kau mau tinggal disini kau harus bisa mencari uangmu sendiri" lanjut Kyuhyun membuat amarah Sungmin memuncak

"BAIK! Jika itu yang kau inginkan! aku akan bekerja disana!" Sungmin beranjak dari tempat tidur dan berdiri dihadapan Kyuhyun dengan emosi yang meluap. "Keluar!" usirnya dengan keras—oh, sudah lupakah Sungmin jika ini sebenarnya kamar Kyuhyun?

Namun bukannya tersinggung atau marah, Kyuhyun justru beranjak dengan tenang dan tersenyum "Baiklah, tapi jangan lupa besok pagi kita akan segera melamar pekerja di restoran itu, jadi jangan sampai kau terlambat bangun" tangannya terulur hendak mengusap kepala Sungmin, tapi dengan kasar Sungmin langsung menepisnya "jangan sentuh aku! aku benci padamu"

Kyuhyun bergeming mendengar hal itu. "aku tau" ujarnya tetap tenang setelah beberapa saat, kemudian ia segera melangkah keluar dari kamar dengan sebuah senyum tipis yang sarat akan luka di dalamnya

BRAK!

Dengan kuat Sungmin segera membanting pintu tak bersalah itu tepat setelah Kyuhyun keluar. Sekujur tubuhnya serasa lemas hingga ia tak sanggup lagi menopang berat tubuhnya dan terduduk di lantai kamar yang dingin

Obsidiannya yang gelap terlihat semakin kelam, kejadian tadi seolah terus bermain di dalam kepalanya. Ternyata ia telah salah menganggap jika Kyuhyun berbeda dengan orang-orang yang selama ini ia temui, padahal kenyataannya Kyuhyun sama saja dengan mereka semua—sama-sama beranggapan jika uang adalah segalanya!

Jadi apa yang harus dilakukannya sekarang? apa Sungmin harus pergi dari rumah Kyuhyun? tapi, jika ia pergi akan tinggal dimana ia nantinya? apa ia harus kembali ke rumahnya? tidak! tidak! Sungmin tidak mau kembali dikelilingi orang-orang yang haus akan uang itu. tapi, apa bedanya dengan keadaannya sekarang? ia tetap saja tinggal dengan orang seperti itu jika terus berada di rumah ini.

Sungguh pikirannya kacau sekarang! ia terlanjur bicara pada Yesung bahwa ia belum mau kembali dan merahasiakan identitasnya. Jadi terpaksa ia harus mau bekerja agar tetap tinggal di rumah ini, karena tidak ada orang lain yang dikenalnya selain Kyuhyun sekarang.

"Arrghh!" Sungmin memukul kuat lantai dingin itu—melampiaskan seluruh kekesalannya pada benda bisu tersebut hingga cairan merah pekat mengalir dari kulit jemarinya. Namun seolah sudah mati rasa, denyutan hebat pada tangannyapun tak berasa sama sekali bagi Sungmin.

.

.

.

"Jadi.. kalian ingin melamar kerja disini?" tanya sebuah suara berat memecahkan keheningan sejak lima menit yang lalu. Sang pemilik suara meneliti Kyuhyun dan Sungmin dari ujung kepala hingga ujung kaki secara bergantian

Jujur Kyuhyun merasa sedikit risih diperhatikan seperti itu, namun berbeda dengannya Sungmin justru terlihat lebih tenang dan wajahnya tetap tidak menggambarkan raut apapun seperti baisanya

"Ne, kami sudah melihat pengumuman di depan restoran ini. Restoran anda sedang membutuhkan pelayan baru kan, jadi kami bermaksud untuk menjadi pelayan disini" jawab Kyuhyun sedikit berbelit-belit karena rasa gugupnya berbicara langsung dengan sang pemilik restoran

Pemilik restoran tersebut menganggukkan kepalanya sebagai jawaban "baik, kalian diterima bekerja disini. Nama saya Kim Young Woon, tetapi kalian boleh memanggil saya Kangin. Saya harap kalian bisa bekerja dengan baik dan benar nantinya. Ngg.. nama kalian?"

"Ah, Cho Kyuhyun imnida" Kyuhyun langsung membungkukkan tubuhnya formal sambil tersenyum tipis, sesudahnya ia langsung menyikut lengan Sungmin yang hanya diam beridiri disampingnya tanpa melakukan apapun

Sungmin melirik Kyuhyun tajam dan setelahnya ia langsung membuka suara "Lee Sungmin" ujarnya tanpa basa-basi sedikitpun

Kangin mengangguk paham sebelum beranjak dari duduknya dan menatap bergantian pegawai barunya itu "baiklah.. Kyuhyun, Sungmin, kalian bisa mulai bekerja hari ini juga. Oh iya, di ruang ganti masih ada beberapa seragam baru, jadi silahkan ganti pakaian kalian dengan seragam restoran ini" suruhnya halus dan Kyuhyun segera menganggukkan kepalanya

"Kalau begitu kami permisi Kangin-sshi. Terimakasih" Kyuhyun kembali memberi hormat sebelum meninggalkan ruangan Kangin diikuti dengan Sungmin dibelakangnya yang langsung keluar tanpa mengucapkan salam apapun

.

"Kau benar-benar dingin sekali tadi, padahal Kangin-sshi itu atasan kita. Setidaknya tersenyumlah sedikit atau berbicaralah dengan lebih halus padanya. Untung saja dia tetap menerima kita sebagai pegawainya tadi" nasehat Kyuhyun sambil mematut dirinya di depan cermin ruang ganti pegawai itu

"Bukan urusanmu" jawab Sungmin tidak peduli

"Hei, Min kau it—"

Cklek

"Hai semuanya! aku Lee Donghae, pegawai baru disini!" ucapan Kyuhyun terhenti tepat ketika seseorang membuka pintu ruangan tersebut dan dengan semangat langsung memperkenalkan dirinya

"Ah, hai" jawab Kyuhyun sedikit canggung—jujur ia terkejut dengan kejadian yang begitu tiba-tiba tadi

"Eh? kok hanya dua orang? Tapi, yasudahlah" Donghae melangkahkan kakinya masuk mendekati Kyuhyun yang berada paling dekat dengannya. "Lee Donghae imnida. Sepertinya kau juga pelayan baru disini, jadi mohon kerja samanya" ia mengulurkan tangannya dan tersenyum lebar

"Ne, kau sudah mengucapkan namamu tadi. Cho Kyuhyun imnida" Kyuhyun membalas uluran tangan Donghae dan tersenyum ramah

Kemudian Donghae segera beralih menuju Sungmin yang sedang sibuk membereskan loker barunya itu. Sama seperti yang dilakukannya pada Kyuhyun tadi, Donghae langsung mengulurkan tangannya dan sebuah senyuman merekah di sudut bibirnya. "Lee Dong—" belum sempat ia selesai memperkenalkan diri, Sungmin sudah lebih dulu melangkah keluar dari dalam ruangan itu tanpa memperdulikan omongannya

"Maaf ya, moodnya sedang jelek hari ini" Kyuhyun menepuk bahu kanan Donghae dan membuat Donghae tersadar dari keterkejutannya akan sikap Sungmin kepadanya

Donghae membalikkan tubuhnya menatap Kyuhyun "tidak apa-apa, aku justru suka sekali dengan orang yang sulit untuk didekati seperti itu" jawabnya. "Pokoknya dia harus mau berbicara dan menjadi temanku!" lanjut Donghae dengan semangat, berhasil membuat tawa Kyuhyun pecah melihat tingkahnya yang kekanakan itu

.

Jam kerjapun dimulai, Kyuhyun, Sungmin dan Donghae yang menjadi pelayan baru di restoran tersebut ternyata sangat menyita perhatian para pelanggan, terutama pelanggan wanita yang datang ke restoran tersebut

Kyuhyun yang berparas tampan dan bertubuh tinggi tak diduga sangat ahli dalam melayani setiap pelanggan. Senyum dan tatapan matanya benar-benar menjerat para pelanggan wanita ke dalam pesonanya

Sementara Sungmin tetap dengan sikapnya yang dingin dan acuh, namun hal itu justru membuat para pelanggan wanita berlomba-lomba untuk melihat senyumannya. Sayangnya Sungmin tidak pernah tersenyum dan ternyata itulah yang menjadi daya tariknya.

Dan terakhir Donghae yang memiliki wajah rupawan serta mata yang indah, sifatnya yang murah senyum dan ceria sangat disukai pelanggan, terlebih lagi ternyata Donghae sangat pintar memuji wanita.

"Oppa~ boleh kami tau namamu"rengek seorang pelanggan wanita sambil menarik-narik ujung kemeja seragam Sungmin, sementara teman-temannya yang lain langsung menganggukkan kepala dan melemparkan tatapan memelas mereka

"Tidak" jawab Sungmin singkat dan berhasil membuat wanita tersebut melepaskan tangannya. "Oppa, kau jahat sekali, tapi karena kau tampan aku akan memaafkanmu" lanjut wanita manja

Sungmin menghela nafas panjang dan memutar matanya malas "terserah." Ia hendak kembali mengantar pesanan ke meja lainnya, namun langkahnya terhenti saat ekor matanya tiba-tiba menangkap siluet tubuh Kyuhyun yang sedang bercengkerama dengan beberapa pelanggan wanita

"Kyu kau sangat tampan" puji salah seorang wanita sambil menatap setiap lekuk wajah Kyuhyun yang sedang meletakkan pesanannya di atas meja

Kyuhyun tersenyum tipis menanggapinya "aku tau" jawabnya, lalu beranjak pergi menuju meja lainnya.

Tak lama wanita-wanita itu langsung memekik histeris "Ya Tuhan! dia benar-benar tampan! dan senyumannya itu membuat nafasku sesak!" histeris salah seorang dari mereka dan langsung dijawab dengan anggukan oleh yang lainnya

Ckckck, ternyata wanita sekarang banyak yang buta!—kira-kira seperti itulah pemikiran pertama Sungmin setelah menyaksikan kejadian tersebut, kemudian ia segera memalingkan wajahnya dan kembali mengantarkan pesanan

.

Sang surya sudah kembali ke peraduannya—digantikan oleh rembulan malan berserta ribuan bintang yang menemaninya. Jarum jampun sudah menunjukkan pukul sembilan, yang artinya pekerjaan mereka hari ini telah usai. Setelah selesai membereskan meja dan kursi, ketiga pelayan baru ini bergegas menuju ruang ganti untuk mengganti pakaian mereka.

Sungmin yang baru saja selesai mengganti pakaian dan menutup lokernya sedikit terlonjak saat sebuah tangan melingkar pada pingganggnya

"Kau sudah mau pulang ya?" bisik seseorang di belakangnya dan sontak membuat Sungmin mengalihkan pandangannya

Sungmin berdecak kesal saat mengetahui siapa yang sedang memeluknya itu "ck, lepaskan aku" ia segera menepis kasar lengan yang masih setia melingkar di pingganya itu

Namun bukannya menjauh, orang tersebut justru kembali menahan tubuh Sungmin "aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau beri tau namamu" tolaknya

Sungmin melebarkan matanya kesal "KAU!—" sebenarnya ia bisa saja langsung mendorong atau berbuat kasar pada orang menyebalkan dibelakangnya itu, namun tubuhnya terlalu lelah setelah bekerja seharian tadi—tenaganya sudah banyak terkuras hari ini

"Lee Sungmin, jadi sekarang cepat lepaskan tanganmu ini!" bentak Sungmin menahan emosinya yang siap meledak kapanpun

Seakan tuli dengan kalimat terakhir Sungmin, orang tersebut justru tersenyum senang tanpa melepaskan Sungmin yang berada di dalam kukungannya "Lee Sungmin, nama yang indah sama seperti pemiliknya. Aku Lee Donghae.. hmm, ternyata marga kita sama ya, sepertinya kita sudah ditakdirkan untuk bersama" bisiknya

Ingin sekali rasanya Sungmin segera memutar tubuhnya dan membenturkan kepala Donghae ke loker. Tuhan.. kesialan apalagi yang akan menimpanya kali ini—ia sudah cukup sial bertemu Kyuhyun yang ternyata tidak ada bedanya dengan orang-orang yang dikenalnya dulu, dan sekarang haruskah kesialannya bertambah karena mengenal Donghae?

Namun sepertinya Sungmin tidak perlu membuang-buang tenaganya untuk menghajar Donghae, karena sekarang ia dapat merasakan lengan Donghae sudah terlepas dari pinggangnnya dan menjauh dari dirinya.. seperti tertarik paksa ke belakang

"YA Kyu! lepaskan aku, sesak.. aku tidak bisa bernafas" lirih Donghae sambil menahan kerah bajunya yang ternyata ditarik oleh Kyuhyun

"Ups, maaf" ujar Kyuhyun enteng dan segera melepaskan tangannya tanpa rasa bersalah

Donghae terengah-engah mencari oksigen sambil memegangi lehernya "Kau mau membunuhku ya?"

Kyuhyun hanya mengedikkan bahunya dan menatap Donghae polos—seolah tak terjadi apapun tadi "tidak, aku hanya mau mengingatkanmu untuk ganti baju. Kau masih memakai seragammu dari tadi" ujarnya

Dan entah Donghae yang polos atau bodoh, dengan mudahnya ia percaya ucapan Kyuhyun dan menganggukkan kepalanya "Iya kau benar, hehe.. terimakasih Kyu, aku ganti baju dulu" pamitnya sebelum mengambil bajunya dari dalam loker dan bergegas menuju toilet—meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin berdua saja dalam ruangan tersebut

Suasan mendadak hening, mereka berdua masih setia berdiri ditempatnya tanpa melakukan apapun. Sesekali ekor mata Kyuhyun melirik ke arah Sungmin hanya yang diam memandang ke arah lantai ruangan.

"Jadi.. kau mau pulang sekarang?" tanya Kyuhyun canggung

"Aku lelah" balas Sungmin singkat. Walaupun Kyuhyun tau itu bukan jawaban dari pertanyannya, tetapi ia mengerti maksud ucapan Sungmin

"Kalau begitu ayo pulang, hari sudah semakin gelap dan udara akan bertambah dingin" ajak Kyuhyun segera beranjak dari tempatnya dan membereskan barang-barangnya. Tapi sebelum meninggalkan ruangan, Kyuhyun menoleh ke arah toilet dan bertertiak sedikit kencang "Donghae! kami pulang dulu, jangan lupa kunci pintunya"

"Ne! hati-hati dijalan!" balas Donghae tidak kalah kencangnya dari dalam toilet

Kyuhyun beralih melangkah mendekati Sungmin yang sudah berdiri di dekat pintu. "Ayo" ajaknya hendak meraih tangan Sungmin, tetapi kalah cepat karena Sungmin langsung menarik tangannya menjauh dari jangkauan Kyuhyun

Untuk kesekian kalinya Kyuhyun harus tersenyum pahit atas sikap Sungmin yang selalu menolak dirinya "ngg.. kau jalanlah duluan" suruhnya dan perlahan mundur ke belakang Sungmin. Dan tak perlu waktu lama, Sungminpun segera berjalan keluar diikuti Kyuhyun yang berada di belakangnya sambil menjaga jarak di antara mereka

Walaupun Sungmin tidak mengatakan apapun, tapi Kyuhyun tau jika Sungmin tidak ingin didekati olehnya. Itulah sebabnya Kyuhyun menjaga jarak dan hanya mampu memandangi punggung Sungmin dengan sejuta rasa sakit yang terpancar dari obsisiannya itu. Bahkan hembusan angin malam pun terasa mengoyak kulit dan menusuk ke setiap tulangnya.

.

.

.

= TBC =

.

.


Next Chapter

.

"Jika kau tak ada mungkin aku akan mati tadi" lirih Donghae sambil bersandar pada punggung Sungmin

Ia memejamkan matanya dan menghirup aroma tubuh Sungmin yang menguar "terimakasih" bisiknya

.

"Jadi itu yang membuatmu membenciku?" tanya Kyuhyun sedikit bergetar

.

"Ada yang kau inginkan dariku? Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan" Sungmin menundukkan kepalanya saat kalimat itu melontar dari bibirnya

.


Annyeong, chingudeul *lambai-lambai* terimakasih sudah membaca Black Heart hingga chap ini. maafkan saya jika ceritanya makin gaje *kabur*. Aku bener-bener seneng kalian mau baca, sekali lagi terimakasih banyak, terimakasih juga untuk silent reader yang diem-diem ikutan bac, aku harap kedepannya kalian juga meninggalkan jejak^^. untuk reviewmaaf belum bisa bales satu-satu, tapi suer deh aku baca semua review kalian dan terharu banget T_T *lap ingus*.Sekali lagi jeongmal Gomawo chingudeul *bow*

.

Special Thanks,

Nyca ELFuJOYers, Nidaimnida, Paijem, UnyKMHH, Kikkurone, heina rizuqi, gyumine, Keseleo Imutnya Sungmin, chabluebilubilu, , Cutemin, Shin Min Rin, ButtCouple137, sissy, valentina lee, Melodyna, Eka puspa, Gyurievil, D2L, tyararahayuni, skittlescinth, Mingly Azhure, leefairy, Princess Pumkins ELF, dan halmonieku tercinta Syafriska amelia~ gomaWOOK :*

- Evilpumps -