When I Woke Up, Everything is Different!

Warning: Parallel Universe (AC & 3Z!AU). 3Z!Kagura. Quick typing as usual. Lack of description? Too quick/slow pace? OOC? Typo(s)? Cliche plot.

Disclaimer: Characters belong to Sorachi Hideaki. Shaun have the plot, nothing else. Don't get any profit from making this fic.

Keterangan:

kita sudah tahu Mami, 3Z!AU itu Kagura tinggal dengan keluarganya. Saya belum tahu ingin memodifikasi marga keluarga Yato tapi bagusnya apa ...

2. Shinpachi memang canon-nya tinggalnya kalau ga di Yorozuya, balik ke kediaman Shimura. Bolak balik gitu.

3. Kamui kadang suka main ke Edo.

.

.

Mata merah darah itu meneliti gadis berpayung ungu itu, "Kau bukan China," suara datar itu terdengar lagi, "Siapa kau dan mana China yang asli?" tanyanya tanpa melepaskan ekspresi datar. Kagura tersenyum kikuk. Ia merasakan banyaknya keringat dingin keluar dari pelipisnya.

SIAL, DIA TAHUUUUUU!

"Kau jelas-jelas tidak tahu bahwa rasmu itu lemah dengan sinar matahari, kau bahkan panik saat sedikit terluka, bahkan kau ..."

"Ya itu benar! Aku bukan Kagura yang kautahu, yang semua orang tahu!" serunya sambil memegang erat payung ungunya, "Aku hanyalah seorang anak SMP Gintama yang entah bagaimana bisa terbangun di sini! Aku tidak mungkin membiarkan Gin-chan dan Shinpachi tahu tentang hal ini ..." lirih pemilik Sadaharu itu. Lalu, ia duduk di salah satu kursi taman terdekat, mengarahkan wajahnya "Apa kau bisa menceritakan tentang dunia ini ...?"

Iris merah itu menatap si penanya, kemudian mengalihkan wajahnya. Ia sedang berpikir apa yang harus ia ceritakan tentang dunia ini.

"Oi, Sadis!" panggil gadis bercepol dua itu.

"Diam kau, China. Tidak bisakah kaulihat aku sedang berpikir?!"

Gadis bersurai jingga itu segera mencibir kesal. Sepertinya di dunia manapun ia memang tidak akan akur dengan si Pangeran Sadis ini.

"Kau adalah seorang alien ..."

"HEI! ITU PENGHINAAN UNTUKKU!"

"DENGAR DULU, BAKA CHINA!" Okita juga tidak mau kalah, "Sudah kubilang bukan kau itu ras Yato? Ras Yato adalah alien yang fisiknya terlihat seperti manusia bumi tetapi mereka menyandang makhluk terkuat sejagad raya."

"Wow, pantas saja aku dapat melemparmu dengan mudah," Kagura menatap tangannya dengan sebuah cengiran lebar.

Okita tidak berniat memberikan komentar dan segera melanjutkan ceritanya, "Kemampuan penyembuhan kalian sangat cepat. Lukamu sudah sembuh sepenuhnya bukan?" pemuda Shinsengumi itu menunjuk bagian yang sempat ia lukai. Kagura hanya mengangguk singkat, "Tapi, sekuat-kuatnya kalian, kalian lemah dengan sinar matahari."

Yang diceritakan dari tadi adalah seputar rasnya, yang paling penting adalah ... "Apa yang kauketahui tentang Kagura dunia ini?"

Anggota termuda Shinsengumi itu menatapnya dan kembali bertanya, "Kenapa kau bertanya?"

Kagura berusaha memukulnya karena kesal tetapi meleset, "Jangan balas bertanya! Cepat ceritakan saja!" Okita mengangkat bahunya.

"Kau bekerja sebagai Yorozuya dan tinggal bersama Danna dan Megane di sana."

Mata birunya membulat, "Aku tinggal dengan Gin-chan ...? Bagaimana dengan Papi, Mami, dan Kamui?!"

Okita membuka mulutnya namun mengurungkan kalimat yang ingin ia utarakan, "Sepertinya duniamu dan dunia ini jelas sangat jauh berbeda. Aku tidak akan melanjutkannya lagi, sampai nanti, China," kapten divisi satu Shinsengumi itu segera berjalan menjauhi rivalnya.

"SADIS!" gadis penyuka sukonbu itu segera melompat dan menempel di punggung sasarannya, "Kau harus menceritakan SELURUH yang kautahu tentang Kagura dunia ini!" paksanya. Berhubung Kagura termasuk ringan, Okita berusaha untuk tidak memedulikannya sama sekali.

Saat patroli ...

"Taichou ...? Itu ...?" Kamiyama menunjuk benda yang berada di belakang kaptennya.

"Tidak ada apa-apa, cepat pergi!" usir kapten divisi satu Shinsengumi itu kesal. Bawahannya yang itu benar-benar susah diatur.

GRAUK! Sebuah gigitan diberikan Kagura tanpa ampun, "SADIIIIS! JANGAN ABAIKAN AKU!"

Istirahat (di saat patroli) ...

"OI, SOUGO! JANGAN BOLOS PATROL- Are? Sougo, yang di belakangmu?" Kali ini, Toshi ("SIAPA YANG KAUPANGGIL, TOSHI?!) yang mempertanyakan.

Okita menatap atasannya sebentar, "Tidak ada apa-apa, Hijikata-san. Ini satu tusuk untukmu," lalu, menyodorkan setusuk dango.

Sebuah senyum yang ingin disembunyikan muncul, "Terima kasih," Hijikata segera merogoh kantongnya, mencari mayones, menuangkannya di dango, dan HAP, langsung dimakan, "GEH?!" pria bersurai hitam itu segera mencengkram tenggorokannya, "So-Sougo teme! BERIKAN AKU AIR!" tangannya sudah berusaha meraih gelas teh.

Kagura dengan santai segera meneguk teh yang disediakan warung dango itu.

"Ah, sial. Tehnya diminum habis oleh seseorang," seru pelaku yang mencampur dango tersebut dengan tabasko.

"DASAR DO S COUPLE!"

Saat makan siang ...

"Selamat makan, Okita-taichou!" seru anpan no ossan, "A-ano, apa yang China-san lakukan di sini?" jarinya agak ragu menunjuk benda yang ada di dekat Okita.

"China?" Okita berpura-pura celingak-celinguk, " Aku tidak melihatnya sama sekali."

"Tapi, di belakang–" Yamazaki melongo saat melihat gadis Yorozuya itu makan dengan lahap dan banyak sekali tetapi ia masih bergelantung pada kapten divisi satu itu.

Okita mengunyah nasinya dan memperingatkan mata-mata Shinsengumi itu, "Sama sekali tidak ada China, Zaki."

"Ba-baiklah ..." Yamazaki menyerah sajalah.

Tidur siang (di saat patroli) ...

"SADIS, CEPAT BERITAHUKAN KEPADAKU!" Kagura menarik kerah seragam hitam Shinsengumi itu dengan kasar. Tetapi, Okita tetap saja berusaha untuk tidur siang. Gadis Yorozuya itu kesal dan segera menarik penutup mata khas Pangeran Sadis itu.

"China, berhenti mengganggu. Jika ingin bermain, carilah orang lain. Aku sibuk," Okita segera mengganti posisinya menjadi memunggungi gadis Yato itu.

Sebuah pukulan diarahkan ke punggung pemuda bersurai cokelat pasir itu, "APANYA YANG SIBUK DASAR SADIS SIALAN!"

"Cih, kau benar-benar menyebalkan! Jangan salahkan aku jika kau menyesal mendengarnya!"

"Menyesal? Kenapa aku harus menyesal?! Tidak ada kata menyesal bagi Kagura-sama!"

Adik Mitsuba itu sudah tidak mau tahu lagi, terserah apa yang mau didengar gadis berpenampilan orang Cina itu, "Jika tidak salah dengar, ibumu meninggal saat kau masih kecil, ayahmu adalah seorang pemburu alien ternama sehingga ia sering kali tidak pulang karena pekerjaannya, dan kakakmu itu adalah seorang kriminal, lebih tepatnya pembajak luar angkasa," ia memberitahukannya dalam sekali tarikan napas.

Ekspresi gadis di depannya segera berubah, mata birunya terbelalak, "Mami meninggal? Papi pergi ke luar angkasa? Kamui menjadi pembajak luar angkasa?" ia mengulang perkataan pemuda di depannya, "Ka-kau pasti bohong bukan?" ia tertawa kecil, "Ma-Mami baru kemarin memberikanku bekal masakannya, Papi juga pergi ke sekolah bersama Nii-chan ..." ia menggenggam erat ujung qipao-nya.

"Dunia ini berbeda dengan duniamu," timpal Okita. Tapi, yang ia katakan itu benar. Hidup di dunia ini hanya akan melihat kebusukan setiap manusia, entah karena harta atau karena wanita atau bahkan karena ego sendiri.

Itu artinya ... "Ka-Kagura dunia ini ..." seorang diri?

Sebuah tepukan ringan mendarat di kepala jingga itu, "Tenang, dia sangat kuat," pandangan mata merah itu melembut, "Dia perempuan yang sangat kuat dan baik hati. Lagipula, ia tidak sendirian. Ia juga punya keluarga di sini ..."

"Kagura-chan?!" terdengar suara familia yang membangunkannya tadi pagi, "Kami sudah mencarimu dari tadi!" Shinpachi terengah-engah.

"Kau tidak kembali saat makan siang, makan sarapan hanya sedikit. Ternyata kau malah di sini, bermain bersama Souichirou-kun. Kau bisa memberikan Gin-san serangan jantung. Padahal Gin-san masih muda ..." keluh samurai bersurai perak itu sambil mengupil.

Bibir kecil milik gadis Yato itu bergerak tanpa sadar, "Shinpachi? Gin-chan?" matanya terasa perih.

"Mereka itu juga keluargamu," ucap pemuda kelahiran Juli itu, "Danna, namaku Sougo."

Di tengah-tengah kejadian yang lumayan menghangatkan hati, lewatlah dua orang yang menggunakan payung, "Sudah kubilang, Danchou. Kita tidak seharusnya mengganggu orang ..." keluh seorang ossan.

"Oh, tapi aku tidak menyangka akan bertemu dengan Imouto-chan~"

Okita, Gintoki, dan Shinpachi sudah memasang kuda-kuda untuk mengeluarkan pedang mereka, sebelum terjadi pertumpahan darah, Abuto segera menengahi, "Kami hanya berkunjung sementara ke Edo, jangan mengeluarkan pedang kalian, tuan-tuan."

"Bagaimana kami bisa mempercayai kalian, penjahat luar angkasa?" sarkas Okita.

Kagura menatap sosok kakak laki-lakinya, "Kamui ..." tubuhnya terasa kaku.

"Ayo, Danchou!" Abuto segera melompat menjauhi kumpulan orang itu.

"Hm, Abuto tidak menyenangkan!" cibir Kamui, "Kalau begitu, sampai bertemu nanti semuanya. Tetaplah hidup agar aku dapat membunuh kalian semua, hehe," setelah mengucapkan itu, Kamui melompat, mengikuti jejak wakil komandannya.

Suara Kamui cukup membuat bulu kuduk Kagura merinding. Apakah benar itu kakaknya? Kakaknya ingin membunuhnya? Meski belum sampai sehari, sebenarnya Kagura merasa rindu kepada keluarganya, tanpa sadar tangannya berusaha menggapai sosok pemuda berkepang itu, "NII-CHAN?! TUNG–" ia segera berbalik badan dan melompat tanpa sadar.

Tapi ...

Ia lupa bahwa ia sedang berada di pinggiran sungai dan membiarkan dirinya tenggelam di dalam sungai itu.

.

.

Balasan untuk anonim

mimo: Hai mimo salam kenal! Terima kasih, tapi, aku rasa ide tidak sepenuhnya orisinil dari diri sendiri ^^ Meski alur ceritanya berbeda. Kenapa SMP ya … Entah kenapa aja, karena umur Kagura 14 tahun, terus semuanya umurnya disamakan dengan Kagura (karena Kagura 2 tahun kemudian bukan seperti yang di 3Z. Jadi sepertinya mereka masih dalam masa pertumbuhan.) Pada umumnya pula protagonis seri itu sekitar umur 14-15 tahun sih? /dzig. Makasi ya udah mau baca dan memberi review ^^

daez: ini sudah lanjut ^^)b

Konata Izumi: Hi, Kona-chiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii /karena katanya balasan kemarin pendek/ Biasanya aku baca di Pixiv. Karena di sana banyak banget cerita unyu. Hehe. Susah kalo nyari doujin terjemahan :(

.

A/N:

Hai, Shaun kembali! Saya memutuskan akan menyelesaikan fic ini dalam 1 atau 2 chapter lagi.

2. Saya sudah lupa judulnya. Author-nya namanya 2. (Seriusan.)

Kali ini dari sisi Kagura. Yato!Kagura tengah becermin di depan kaca kamar mandi Yorozuya. Mendadak, saat ia menyentuh kaca tersebut, ada seseorang yang keluar dari kaca itu dan ternyata orang itu adalah 3Z!Kagura. Semua terkejut, tetapi, Yato!Kagura tetap santai dan membawa kembaran beda dunianya berkeliling, makan sukonbu, dan bermain.

Satu kali saat mereka sedang di taman, 3Z!Kagura menceritakan bahwa orang-orang di sini sama seperti di dunianya. Tepat saat membicarakan itu, muncul Okita. Duo Kagura segera meresponnya dengan buruk. Sebelum Okita bisa bertanya lebih lanjut, muncul sebuah bayangan hitam yang dapat menyerang. Okita segera membawa duo Kagura ke mobil patroli dan membawanya pergi. Yato!Kagura berusaha melindungi 3Z!Kagura saat mereka turun di suatu tempat, tetapi, 3Z!Kagura malah kabur.

Yang menemukannya adalah Okita. Saat itu pula, 3Z!Kagura bercerita bahwa di dunianya, sedang mengadakan perpisahan (kelulusan), ia tidak mau berpisah dengan semuanya, ia takut semuanya akan lupa dengannya. Bayangan hitam itu muncul lagi dan Okita bertarung dengan bayangan tersebut dan menjadikan dirinya sebagai tameng untuk melindungi 3Z!Kagura. 3Z!Kagura seakan melihat 3Z!Okita saat kejadian itu. Lalu, Okita menasihati 3Z!Kagura bahwa semua tidak akan lupa dengannya. Dari atas jembatan, muncul Otae dan yang lain dengan berteriak, "Selamat atas kelulusanmu, kami tidak akan melupakan Kagura-chan!" Ternyata bayangan hitam itu muncul karena ketidakseimbangan dunia. Gintoki dan Shinpachi juga mengatakan bahwa mereka tidak akan lupa Kagura lalu mempersilakan 3Z!Kagura untuk kembali ke dunianya melalui cermin tersebut.

Kagura dan Okita bercakap (saya gabisa baca), tapi, indikasi semacam Okita mengatakan bahwa ada perasaan khusus kepada Kagura. Lalu, di dunia 3Z. Semua menuliskan pesan perpisahan di buku 3Z!Kagura.

Selesai.

Akhir kata,

Maafkan saya belum review, belum balas review, belum update, apalagi belum baca (dan memperbaiki fic yang banyak salahnya), nanti akan diusahakan(?). Jangan malu-malu memberikan saran dan kritik. Terima kasih bagi para pembaca!

Have a nice dream!

Shaun.