A/N: yak… maaf sebelumnya udah lama nggak ngapdet… tugas terlalu banyak… biasanya nyampe rumah juga langsung tepar. maafkan saya yang kalo ngapdet dengan kecepatan siput ini cin... Oke, saya curcol. Sekarang, saya memenuhi requestnya DSBjahat.
Disclaimer: selamanya punya hima-sensei. Sampe nangis darah juga gak bakal jadi punya saya.
Enjoy~
Oke, setelah kegajean grup 1,mari kita lanjut ke grup selanjutnya yang so pasti nggak kalah gajenya. Penasaran? Cek aja!
Grup 2. 2 orang eropa dan 2 orang asia. Objek pengamatan display: museum world bank. Ada yang bisa tebak mereka siapa?
Yap! Kalau jawaban kalian adalah duo seme-uke pelit kita dan duo kakak-ade kita yang udah sangat berumur (author dirajam china, korea, beserta fansnya), kalian betul sekali! Mereka adalah Vash, Roderich, Yao, dan Yong soo.
"Umm… jadi kita mau bikin apa nih? Konsepnya gimana?" Tanya Vash pada teman sekelompoknya.
"Pastinya aku tau, da ze! Karena konsep berasal dari Korea, da ze!" Yong soo tiba-tiba nyamber dengan sangat OOT.
"Yee.. ni anak malah main nge-klaim lagi, aru!" seru Yao sambil menjontos kepala adik hypernya dengan penuh kebencian karna Author udah bosen sama penuh cintah. Oke, abaikan curcolan Author barusan.
"Maafkan adikku yang (sangat) bodoh ini, aru…" kata Yao, mewakili adiknya meminta maaf. Samentara yang diwakili malah asik ngeklaim seperti: 'maaf itu diorijinalkan di Korea, da ze!' atau 'bodoh juga pertama kalinya dari Korea, da ze!' atau yang lebih nggak nyambung lagi 'kolor kalian juga berasal dari Korea, da ze!' sumpah nggak nyambung parah readers…
Vash dan Roderich hanya bisa sweatdrop melihat tingkah 2 kakak adek yang sangat aneh itu. Sampai sebuah bohlam muncul di atas kepalanya. Entah nyolong dari mana (Author didudukin panda).
"Ah! Aku dapet pencerahan, aru! Aku tau gimana konsepnya, aru!" teriak Yao dengan dialog film-film kung pu-eh, kung fu yang didubbing oleh voice actornya Nesia. Malahan yang tadinya dialognya bagus dan pas malah jadi terkesan lebay. Oke, lanjut.
"Oiya? Apa itu, Yao?" Tanya Roderich nggak sabaran.
"Yaiyalah, aru! Bentar, kugambarin dulu bentuknya biar nggak pada bingung. Secara, tingkat IQ kalian lebih cetek dari kolam renang anak kecil, aru!" Sambil menggambar, Yao masih sempet-sempetnya bernarsis ria.
"HEH! BERANINYA LU NGATAIN GUA PUNYA IQ CETEK! LU MAU TAU RASANYA DITEMBAK PAKE MSG-90 YA? SINI BEGONOIN PALE LO!" Vash langsung berteriak nepsong sambil mengokang senapan MSG-90 seperti yang disebutkan tadi.
"Stop! Jangan sakiti aniki, da ze! Lebih baik tembak kepala ku aja, da ze!" Yong soo ikutan lebay sambil meniru adegan telenovela. Yao langsung menatap bangga pada adik yang sudah dididiknya selama bertahun-tahun. Ternyata nggak sia-sia dia ngurusin anak bagong itu sampe berniat bunuh diri 10 kali..
Tapi rasa bangga itu nggak bertahan lama…
"Eh, bentar, da ze! Aku ralat ucapanku, da ze! Lebih baik tembak mati Shinnaty-chan aja, da ze!" Yong soo langsung meralat ucapannya setelah nyaho dengan apa yang dikatakannya. Tentu saja orang awesome seperti dia (A/N: yak, silahkan muntah), mati muda dengan tidak awesomenya. Bentar, kayaknya salah script deh. Ini mah script mahluk sok asem itu.
Lanjut.
"KENAPA KAU MALAH MERALATNYA JADI SHINNATY-CHAN, ARU?" Yao langsung berteriak frustasi sambil mencekik leher Yong soo tanpa ampun.
"Udahlah, Yao… mendingan kita bikin Displaynya aja.. ngomong-ngomong, mana konsepnya?" Roderich, sebagai nation paling waras dikelompok ini (author ditampol anggota grup 2 yang lain), menengahi pertengkarah aneh kedua kakak beradik yang juga aneh itu (author dicekek ahogenya Yong soo dan ditempeleng panda).
"Oiya, aru. Maaf ya, terbawa suasana…" kata Yao yang entah dari mana udah memegang piso dan siap menikam Yong soo.
"Mana konsepnya?" Tanya Vash dingin. Kayaknya dia masih kesel karena nggak jadi mengeksekusi Yao karena dihentikan Roderich. Yah, biapun hasrat ingin mengeksekusi Yao sama besarnya dengan hasrat ingin mengeksekusi Gayus Tambunan (lah?), kalo buat uke tercinta, apapun dilakukan deeh~
Lanjut aja sebelum author ikutan dieksekusi sama Vash.
"Ini dia konsepnya, aru!" seru Yao sambil menyodorkan kertas berisi gambar-yang-sangat-abstrak-sampe-seniman-kelas-tinggipun-nggak-tau-itu-apaan.
"Apaan tuh? Konsepnya gimana?" Tanya Vash kebingungan.
"Ya begini, aru!" kata Yao lagi.
"Begini gimana?" Tanya Roderich, makin bingung.
"Begini, ya begini, aru!" sambung Yao lagi.
SETENGAH JAM KEMUDIAN
"Ya, ampun, aru! Masa setengah jam di jelasin nggak ngerti juga, aru!" teriak Yao frustasi sambil memasang pose oh-please-gue-capek-sangat-ngejelasin-ke-kalian.
Sementara Vash dan Roderich hanya memberikan deathglare yang bilang yang-ada-elo-yang-bikin-bingung-tau-!.
"Gini lo, aru. Kan aku udah hidup ribuan tahun. Nah, pastinya uangku udah macem-macem dong. Kebetulan aku bawa contoh uangku dari zaman koteka sampe hotpants, aru!" katanya sambil mengeluarkan bungkusan berisi uang-uangnya.
Setelah dibuka, tenyata isinya, wow! Beragam mata uang china tersaji dihadapan mereka (emang makanan?)! dari yang kerang sampe emas, perak ada disini! Tinggal dijejerin sambil bilang '10.000 3, 10.000 3' deh! (diganyang readers) santai… becanda doing kok.
Lanjut.
VAsh dan Roderich ngiler tujuh benua-eh, samudra melihat mahluk indah yang ada didepannya itu.
"Yao… kamu…" kata mereka berdua serempak.
"Gimana, aru? Hebat kan, aru?" kata Yao sambil berkacak pinggang. Mengagumi keawesoman seorang China.
"Hyper sarap." Kata mereka berdua lagi dengan penekanan pada 2 kata paling bermakna sedunia itu.
"A-a-a-aru?" karna kaget, jawabannya jadi agak tergagap-gagap. Tapi kok malah jadi mirip ngerap ya?
Mereka menatap Yao, daan… "COBA LO PIKIR! UANG SEGINI KALO UDAH NGGAK DIPAKE LAGI KASIH KE GUE AJAA! LUMAYAN INI EMAS ASLI BISA DIPAKE BUAT BAYAR UANG SEKOLAHKU DAN LILI!" Teriak Vash frustasi. Kayaknya dia belom pernah denger dengan apa yang dinamakan BOS (yaeyalah..)..
Sedangkan Roderich.. "INI KAN BISA GUE JUAL DAN DIPAKE BUAT BELI MUSIC SCORE BARUU!" teriaknya sambil menempeleng kepala Yao dengan tongkat dirijennya.
"Huwaa! Aruu!"
(SFX: pak pok bug duesh gyaaaa!)
"Aku puas…" gumam Vash sambil meniup asap dari ujung senapannya.
"Aku juga…" sambung Roderich sambil mengelap ujung tongkat dirijennya yang belepotan darah.
Sedangkan Yao? Nggak usah ditanya lagi, kondisinya sekarang sangat mengenaskan…
"Yaudah deh, mending kita langsung buat display aja… kan udah banyak waktu terbuang.." tukas Roderich.
"yooo…"
~('o')~~(skip skip skip)~~('o')~
"Yosh! Selesaai!"
Karena sebelumnya belum dijelaskan mendetail tentang displaynya, sekarang akan Author jelaskan. Displaynya itu, uang-uang yang tadi di temple diatas spon timbul yang bisa buat 3 dimensi. Dengan penjelasan tahun-tahun berlakunya. Yah, itung-itung sekalian menambah pengetahuan.. ya nggak, gan?
"Aru… aku terharuu.." kata Yao disedih-sedihin sambil mengelap keringatnya. Lah, ini lagi adegan sedih bukannya ngelap mata malah ngelap keringat. Nggak beres..
"Aniki! Aku lapar, da ze! Makan yuk, da ze!" Yong soo menarik-narik lengan baju kakaknya sampe pundak kakanya kelihatan (author nosebleed) GAAHH! SKIP SKIP! AUTHOR NGGAK TAHAAN!
"Oke.. oke.. kita makan… tapi kau yang traktir ya, aru!" jawab Yao sambil menyingkirkan tangan adiknya dari lengan bajunya.
"Yeah! Oi, Vash, Roderich! Mau ikut makan nggak? Kutraktir, da ze!" seru Yong soo sambil melambai-lambaikan tangannya dengan liar.
"Boleh aja. Pokoknya apapun yang ditraktir aku ikut.." gumam Vash walau lebih tepatnya ngegerundel.
"Kau ini.."
TBC
A/N: oke… chapter ketiga selesaai… makasih dukungan dan reviewnya yaa. Humornya udah dinaikin. Sebelumnya ada tebak-tebakan nih. Yang bisa jawab, requestnya akan langsung dipenuhi. Pertanyaannya, udah berapa kali saya nyebut 'sambil' disini? Yak, ditunggu ya..
Bales-balesin review dulu~
Zubei: pengennya sih gitu XD. Aussie paling enak karna merupakan request dan saya termasuk fans straight!AussieNesia! XD Arthurnya nati yaa~ makasih reviewnya~
Baka-pon: bethol Aussie yang terwaras. Tapi ya seperti katamu, nggak tau jadinya entar pas selese XD. Makasih udah mau ngefave. Terharu~ requestnya ditampung dulu ya~ makasih reviewnya~
America 50states Hero: humornya udah berusaha dibanyakin ya~ makasih reviewnya~
Just-silence97: hahaha. Iya dong… kan saya fans straight!AussieNesiaa… makasih reviewnya~
Chiarii: sama-sama juga… makasih reviewnya~
Su 'Pioggia' Oxenstierna: hidup AussieNesia juga! Requestnya ditampung dulu ya~ makasih reviewnya~
Krokotong: ckckck… kasian kali dikutuk emak… (ditampol krokotong) tapi Austria udah sama Switzerland.. saying sekali… tapi makasih reviewnya ya~
