IS IT LOVE?

Author : Sakurai Yuichii

Warning : 100 % GaJe seperti biasa.. Typo bertebaran minna.. Dan ini alurnya mungkin terlalu sangat mainstream (?)

CHAPTER TIGA

-oOo-

" Ohime-sama itu sudah terlalu lama dibiarkan bebas. Dia sampai lupa diri." ujar seorang pria

" Dia memang seperti itu. Bukankah sifat egois itu sudah turun-temurun, Onii-sama." ujar seorang gadis yang 1 tahun lebih muda

" Kau benar sekali. Oh iya, Pangerannya juga demikian, benar bukan?" Tanya sang pria

" Ne. Dia juga mirip. Dia bahkan sangat angkuh di bumi. Dan itu juga sudah sifat turun-temurun. Ya ampun, bisakah mereka tidak mewariskan sifat menyebalkan seperti itu, ini sangat konyol." Ujar sang gadis

" Kembalilah, kita akan segera akhiri kebebasan mereka." Perintah sang pria

" Wakarimashta, Nii-sama." Ujar sang gadis kemudian meninggalkan sang pria

" Maaf telah membuatmu menunggu, Ohime-sama." Gumam sang pria seraya tersenyum sinis

-oOo-

" Hei, Yuumi sudah datang." Ujar Hanako

" Kesambet apa kau Hana? Tumben kau menyambutku." Ejek Yuumi

" Tch, jangan terlalu percaya diri, nona." Ujar Hanako seraya menatap sinis Yuumi

" Aku tidak heran kau ini tidak tertarik dengan para Golden Boys Raimon. Ternyata kau itu suka sama yang tua, yah." Ujar Hanako seraya tersenyum mengejek

" Heh, apa-apaan kau! Jangan sembarang bicara." Bentak Yuumi

" T-tenangkan dirimu, Yuumi." Ujar Hime seraya memegang pundak Yuumi

" Dia seenaknya mengejekku." Ujar Yuumi

" Yuumi, sebenarnya kemarin ada yang melihatmu pulang bersama Shuuya-sensei." Ujar Yuura

" Tch, ternyata dia benar-benar penyuka om-om." Ejek Hanako

" Shuuya-sensei bukan om-om. Dia masih muda." Ujar Hime tidak terima

" Aku tidak menyukainya. Memang benar aku pulang bersamanya, lalu kenapa? Ada masalah?" Tanya Yuumi

" Benar 'kan yang aku bilang." Ujar Hanako

" Baka. Dia itu kakakku apa salah jika aku pulang bersamanya?" batin Yuumi kesal

" Aku tidak peduli dengan seleramu yang aneh. Tapi lebih baik kau jauhi Hakuryuu-kun, Ibuki-kun, Amemiya-kun dan yang paling utama Tsurugi-kun." Ujar Hanako

" Punya hak apa kau melarangku? Kakakku saja tidak mengatur hidupku sepertimu, memangnya kau siapa?" bentak Yuumi

" Yuumi, sudahlah." Ujar Yuura menenangkan Yuumi

" Bagaimana aku bisa tenang setelah diejek seperti itu." Ujar Yuumi

" Kau ini diberitahu tidak ada gunanya. Kurasa kau harus dapat pelajaran fisik." Ujar Hanako dia kemudian menampar pipi Yuumi.

Seisi kelas begitu terkejut sampai lupa bernafas.

" Teme!" bentak Yuumi kemudian menampar balik Hanako dengan tidak kalah keras

Akhirnya kelas pun ricuh karena pertengkaran keduanya.

" Yuuki panggil guru secepatnya." Perintah Yuura

" Kenapa kau memerintahkanku? Aku tidak mau lakukan saja sendiri." Ujar Yuuki

" Yuuki teme. Kau masih menolak perintahku?" Tanya Yuura dengan background api-api yang membara

" Baiklah Yuura. Kau kan bisa memintanya dengan lebih halus dan lembut." Ujar Yuuki

" Gouenji-san, Takeda-san hentikan perkelahian kalian." Ujar Shindou Takuto, wakil ketua OSIS Raimon

" Bukankah Yuuki harusnya memanggil guru? Kenapa malah dia yang kemari?" bisik Hime pada Yuura

" Entahlah. Yang penting pertengkaran mereka dihentikan." Ujar Yuura tidak mau ambil pusing

" Dia duluan yang mengataiku." Ujar Yuumi

" Aku hanya berbicara tentang fakta." Bantah Hanako

" Jadi siapa yang memulai perkelahian ini?" Tanya Shindou

" DIA!" seru Yuumi dan Hanako saling menunjuk satu sama lain

" Apa yang terjadi disini?" Tanya Gouenji Shuuya yang baru datang bersama Yuuki

" Maaf sensei. Tadi mereka berdua bertengkar dan kebetulan saya lewat. Saya sudah menanyakan penyebab perkelahian mereka namun belum mendapat jawaban yang pasti." Jelas Shindou

" Nakashima-san apa yang terjadi?" Tanya Goeunji pada Yuuki

" Yuumi baru saja datang. Kemudian Hanako mengatai Yuumi. Dia bilang Yuumi penyuka om-om karena ada yang melihat Yuumi kemarin pulang bersama Shuuya-sensei. Yuumi tidak terima dan membantah hal itu. Mereka kemudian adu mulut. Hanako yang pertama kali menampar Yuumi dan Yuumi membalas tamparan Hanako lalu Hanako yang tidak terima menjambak rambut Yuumi. Karena itulah suasana semakin ricuh." Jelas Yuuki

" Haah, aku tidak menyangka masalah ini akan timbul." Ujar Goeunji memijat keningnya

" Itu salahmu karena sok-sok-an menyamar." Ujar Yuumi yang membuat semuanya bingung

" Baiklah ini salahku karena merahasiakannya dari kalian. Nama lengkapku adalah Gouenji Shuuya, aku adalah kakak kandung Yuumi. Jadi itu hal yang wajar bukan jika aku pulang bersamanya." Jelas Gouenji

" Makan itu." Ujar Yuumi

" Dan maafkan aku jika adik kecilku ini membuat masalah." Ujar Goeunji menepuk kepala Yuumi

" Hei, aku bukan anak kecil lagi." Protes Yuumi

" Masalahnya selesai bukan? Sekarang aku akan memberi tahu kalian sebuah kabar gembira. Karena hari ini ada rapat antara pimpinan redaksi dengan dewan guru jadi pelajaran di tiadakan." Ujar Goeunji

Seisi kelas kembali heboh mendengar berita tersebut.

" Oh iya, Imayoshi-sensei menitip pesan katanya bagi kalian yang belum menuntaskan karya tulis kalian gunakanlah waktu ini untuk menuntaskannya karena saat dia masuk besok tugas itu harus dikumpulkan. Baiklah nikmati waktu kalian." Ujar Goeunji kemudian meninggalkan kelas tersebut

" Haaah, aku belum menyelesaikannya." Keluh Hime

" Aku juga belum." Sahut Yuura disusul anggukan dari Ayato, Yuuki dan Ken

" Kerjakan saja sekarang. Ayo ke perpustakaan." Ajak Ayato

" Aku sudah membuatnya tinggal dirapikan saja. Tapi aku akan tetap ikut kalian ke perpustakaan."

Yuumi, Yuura, Hime, Ayato, Yuuki dan Ken kemudian pergi ke perpustakaan bersama-sama.

" Aku bosan." Ujar Yuumi membaringkan kepalanya di meja perpustakaan

" Carilah buku untuk kau baca Yuumi."saran Ken

Yuumi kemudian menuju rak novel untuk mencari bahan bacaan. Di rak tersebut dia bertemu dengan Shindou.

" Kau Goeunji-san yang bertengkar tadi pagi 'kan?" Tanya Shindou

" Iya." Jawab Yuumi

" Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Shindou

" Teman-temanku sedang mengerjakan karya tulis. Aku sudah selesai jadi aku mencari buku lain untuk dibaca." Jawab Yuumi

" Ku dengar kau dekat dengan ketua dan teman-temannya, benar?" Tanya Shindou lagi

" Ketua siapa?" Tanya Yuumi

" Amemiya-san. Akhir-akhir ini kulihat kau sering bersamanya juga Tsurugi-san, Hakuryuu-san dan Ibuki-san." Jawab Shindou

" Oh, Taiyou. Iya aku lumayan akrab dengan mereka. Memangnya kenapa?" Tanya Yuumi lagi

" Tidak. Aku hanya bertanya. Tidak salah bukan?" ujar Shindou

" Iya sih." Sahut Yuumi

" Baiklah Goeunji-san, aku pergi dulu. Senang bicara denganmu." Ujar Shindou

" Umm, kau tidak harus memanggil nama keluargaku, aku geli mendengarnya. Kau bisa memanggilku Yuumi." Ujar Yuumi

" Baiklah, Yuumi." Ujar Shindou seraya tersenyum

Yuumi kemudian berjalan kembali ketempat teman-temannya

" Dapat bukunya, Yuumi?" Tanya Ayato

" Eh, aku lupa." Jawab Yuumi

" Terus apa yang kau lakukan tadi?" Tanya Ken

" Waktu aku lagi cari novel Shindou ngajak ngobrol. Terus aku lupa deh." Jelas Yuumi dengan tampang tak perduli

" Ya sudahlah. Kau tidak ke Cafetaria? Lebih baik kau mengisi perut disana." Saran Yuura

" Hmmm, baiklah aku akan kesana. Jaa ne." ujar Yuumi melambaikan tangan

" Jaa." Sahut yang lain

Yuumi kemudian melangkahkan kakinya keluar perpustakaan menuju ke Cafetaria.

Begitu sampai dia melihat Golden Boys Raimon sudah ada dan sedang makan sambil sesekali tertawa.

" Hoi." Ujar Yuumi menggebrak meja ( tapi gak terlalu keras)

" Yuumi-chan." Ujar Taiyou seraya tersenyum

Ibuki kemudian menggeser duduknya sehingga Yuumi bisa duduk di sebelahnya.

" Kenapa tampangmu kusut begitu?" Tanya Hakuryuu

" Tampangnya memang selalu kusut, Hakuryuu." Sahut Tsurugi

" Urusai Kyou. Aku sedang tidak mood bertengkar denganmu." Ujar Yuumi seraya melempar tissue pada Tsurugi

" Hei, kudengar tadi pagi ada yang bertengkar di kelasnya." Ujar Ibuki seraya tersenyum jahil

" Eh? Aku tidak tau itu." Ujar Hakuryuu

" Oh, Shindou memberitahu aku tadi pagi. Bahwa ada yang bertengkar, 2 orang gadis. Mereka saling jambak." Ujar Taiyou menambahkan

" Jangan mengejekku." Ujar Yuumi

" Oh, jadi yang main jambak-jambakan itu kau Yuumi?" Tanya Hakuryuu dengan tampang dibuat sok polos

" Waah, jambak-jambakan khas sekali yah." Ujar Ibuki tersenyum

" Itu kan ciri khas perempuan saat bertengkar." Ujar Tsurugi

" Diamlah. Aku benar-benar tidak sudi mendengarnya dari kalian." Ujar Yuumi menopang dagunya

" Kenapa tidak kau hajar saja dia?" Tanya Taiyou

" Maunya sih gitu. Cuma kalian tidak tau sih siapa yang aku lawan." Jelas Yuumi

" Memangnya siapa?" Tanya Hakuryuu

" Aku melawan mantan terindahmu, Haku." Ujar Yuumi seraya tersenyum sok manis

" Aku ingin muntah." Ujar Tsurugi

" Diam kau." Ujar Yuumi mengerucutkan bibirnya

" Ooh, pantas saja main jambak. Ternyata lawannya mantan terindah Hakuryuu." Sahut Ibuki sok paham

" Berhenti menyebutnya mantan terindahku. Aku tidak sudi." Ujar Hakuryuu membuang muka

" Hei Yuumi. Biar kuberitahu kau sesuatu." Ujar Ibuki

" Apa?" Tanya Yuumi

Ibuki kemudian memberi tanda pada Yuumi untuk mendekat. Dia kemudian membisikkan sesuatu yang membuat Yuumi cukup kaget namun detik berikutnya tersenyum jahil.

" Entah kenapa aku merasakan firasat buruk." Ujar Taiyou

" Aku merasa bulu kudukku meremang." Ujar Hakuryuu

" Kalau mereka berdua sudah bersatu bencana akan datang."ujar Tsurugi

" Apa?! Tch, dasar dia itu." Ujar Yuumi menggeleng-geleng

" Benar kan? Aku saja tidak habis pikir." Ujar Ibuki menyetujui Yuumi

" Ada apa sih?" Tanya Hakuryuu penasaran

" Haku aku mau bertanya padamu." Ujar Yuumi dengan tampang sok serius

" Apa?" Tanya Hakuryuu

" Benar kau pacaran dengan Nozaki Sakura dari klub atletik?" Tanya Yuumi

" Benar. Lalu?" jawab Hakuryuu

" Kau ini bagaimana sih? Kemarin kau bilang tidak tertarik." Omel Yuumi

" Kenapa kau percaya padanya, bodoh." Ujar Tsurugi

" Hei itu bukan salahku. Kemarin dia menembakku aku jadi tidak enak." Ujar Hakuryuu membela diri

" Tapi tetap saja kasihan Matatagi." Ujar Ibuki

" Sejak kapan kau peduli?" Tanya Taiyou bingung

" Sejak dulu." Jawab Ibuki acuh

" Munemasa, kau sedang tidak sakit bukan?" Tanya Tsurugi

" Tentu saja tidak." Jawab Ibuki kesal

Yang lain hanya tertawa menyaksikan kekesalan Ibuki Munemasa.

" Tertawalah sepuasmu, Ohime-sama. Sebentar lagi kehancuran akan menjemputmu." Ujar seseorang yang berdiri tak jauh dari Yuumi dkk.

Merasa ada yang memperhatikannya Yuumi pun menoleh namun nihil dia tidak menemukan siapapun.

" Kenapa, Yuumi?" Tanya Hakuryuu

" Enggak. Cuma aku rasa ada yang sedang mengawasiku." Jawab Yuumi

" Kau juga merasakannya ya." Ujar Tsurugi

" Benarkan? Aku merasa ada sesuatu." Ujar Yuumi

" Mungkin hanya imajinasi kalian saja." Ujar Taiyou

" Hmmm… mungkin." Ujar Yuumi sedikit ragu

" Oh iya Yuumi, kau dan Shuuya-sensei adik kakak yah?" Tanya Hakuryuu

" Begitulah." Jawab Yuumi

" Hakuryuu apa kau perlu bertanya tentang hal itu?" Tanya Ibuki

" Hanya iseng." Ujar Hakuryuu menggidikkan bahu

Tak jauh dari tempat mereka duduklah Shindou sang wakil ketua OSIS, Kirino sekretaris OSIS dan teman mereka yang satu lagi Minamisawa Atsushi.

" Kau sudah punya cara untuk mengalahkan ketua, Shindou?" Tanya Minamisawa

" Tentu saja sudah. Cara yang sangat ampuh untuk membuatnya bungkam dan menyerahkan jabatan ketua padaku." Jawab Shindou seraya tersenyum miring

" Caranya?" Tanya Kirino dan Minamisawa

" Lihat gadis berambut biru itu?" Tanya Shindou menunjuk Yuumi

" Lalu kenapa dengannya? Kau menyukainya?" Tanya Kirino bingung

" Bukan. Tapi dia adalah kunci kehancuran keempat orang sok itu." Jawab Shindou tanpa menghilangkan seringainya

" Biar kutebak kau ingin membuatnya jadi milikmu sehingga kau bisa memperalatnya untuk menghancurkan mereka berempat, benar?" tebak Minamisawa

" Benar sekali." Jawab Shindou

" Berhati-hatilah Shindou. Mereka bukan orang sembarangan. Latar belakang mereka masih misteri. Tidak ada yang mengetahui sesuatu tentang mereka." Ujar Kirino memperingatkan

" Tenang saja, Kirino. Aku sudah memikirkannya baik-baik." Ujar Shindou

" Mungkin aku harus menunda kehancuran mereka dulu. Aku akan membiarkan makhluk bawah itu menjalankan rencananya sebagai pemanasan sebelum aku yang turun tangan." Gumam seorang gadis berambut pink yang sedari tadi mengamati mereka.

" Saa, Ohime-sama nikmatilah awal kehancuranmu." Ujarnya lagi kemudian berdiri meninggalkan kantin

TBC

Yui : Ya ampun maafin Yui karena telat banget apdet fict ini. Yui lagi super sibuk persiapan UAS. Belum lagi habis libur Yui harus belajar ekstra karena mau ujian. Jadi maklumin yaa

Ayato : Kamu kesian banget sih Yui

Yuuki : Tapi tenang. Si Yui bakal usahain selalu apdet fictlet buat temenin penantian kalian

Yuura : Yui Cuma bisa bikin yang pendek-pendek dulu, soalnya otak lagi mampet

Hime : mana si Yui nulis di wattpad juga. Jadi konsentrasi dia kebagi

Yui : Hei, itu salah teman sekelas Yui karena desak Yui buat cepet-cepet apdet. Jadi yaa gitu deh

Ken : Pokoknya itulah. Cepet tutup kamu ada ulangan 4 bab besok Yui

Yuumi : Ciyeee.. yang perhatian

Yui : Ma sistah gue lagi gak mood lo ejekin u,u

Yuumi : Iya..iya…

Hanako : Jadi itulah chap 3 maaf atas keterlambatannya.. buat PoP lagi di pause sampai saku-sensei dapet ide, yang gak tau itu kapan

Yuuki : Don't forget to leave review. Review kalian menyemangati Yui

ALL : JAA NE