Disclaimer : Naruto punya Masak Shi? Kisi Molto…. *Plak* maksudnya Masashi Kishimoto
Cerita ini baru punya aq *evil smirk *
Rated : M for bloody, word, etc
Genre: Romance/Hurt
Pairing : GaaHina
Warning : Typo, EYD , OOC, Gaje bin Ajip.
Gomen kalo apdetnya lama, ga ada ide, malez ngenet juga sih, hehe.
Thanks bwt yang udah ripyuw. Mashahiro 'Night' Seiran, harunaru chan muach, sabaku no liigaara. Thx bgt. ne apdetnya
Don't Like. Don't Read. Just Review
Go Nin no Shinigami Chapter 3 : Welcome!
Gaara mempercepat laju mobilnya menuju markas Orochimaru. Saat mencapai gedung utama di Suna tersebut, dia mempercepat langkah menuju kamarnya di lantai tiga gedung itu. Langkahnya semakin cepat saat melihat pintu kamarnya sendiri. Membuka pintu, masuk, lalu menuju kamar mandi, untuk mandi tentunya. Dan bersiap meng-istirahatkan otak dan tubuhnya.
0o0
Di tempat lain, seorang gadis indigo terbaring di atas tempat tidurnya. Dia memegang lembut bibirnya dengan jari-jari tangan kiri lentiknya. 'siapa dia?aku ingin bertemu dengannya' batin gadis tersebut. BRAKK! Lamunannya buyar saat seseorang mendobrak pintu kamarnya.
"Kau…. Ikut denganku" Perintah lelaki yang menghancurkan pintu.
0o0
Lagi-lagi mentari tersenyum pada pemuda berambut merah. Dia memegang segelas minuman di tangan kanannya.. Perlahan, ia mendekatkan gelas tersebut dengan bibirnya. Aroma khas minuman tersebut tercium melalui hidungnya, cairan itu mengalir melalui tenggorokkannya. Matanya terpejam menikmati minuman kesukaannya itu. Sejenak, tangannya meletakkan gelas itu di atas meja.
Detik berikutnya Sai memasuki kamarnya. 'mengganggu' batin Gaara. Sai menatap Gaara lalu tersenyum." Kalau aku seorang gadis, aku pasti akan sangat menyukai pemandangan ini". Gaara mendengus. Saat ini tubuh kekarnya tak terbalut pakaian, hanya selembar handuk menutupi tubuh bagian bawahnya sampai sebatas paha. *author nosebleed*
Gumpalan otot tercetak jelas pada perut Gaara. Lengan dan kakinya sangat sempurna, walau banyak goresan luka disana-sini, tidak mengurangi pesonanya . Dada bidangnya di tetesi air dari rambut merahnya mengalir terus kebawah. Dia baru selesai mandi. Membuat dirinya semakin indah. *nosebleed makin parah*
Sai mendekat dan duduk di kursi di samping meja, ia melirik gelas Gaara, lalu menyeringai."Kau minum susu coklat, Gaara?" Dia menyeringai lalu tertawa.
"Diam kau sialan" Gaara membela diri.
"Kau tidak pernah berubah. Apakah kau mendapatkan ini di penjara?" Sai tertawa lagi. Gaara mendengus karena kesal.
"Untuk apa kau kesini?"
"Oh ya…. Aku hanya mau memberitahumu, siang ini akan ada rapat. Sepertinya sangat penting. Pein juga baru menyelesaikan misi Orochimaru –Sama yang diberikan padanya. Jadi, ini waktu yang tepat untuk rapat laporan, selagi kita semua masih berkumpul" Jelas Sai
Sai beranjak menuju pintu, sebelum keluar dia sempat menyeringai dan berkata pada Gaara. " Sana…. Cepatlah berpakaian…. Apa kau ingin membuatku jatuh cinta padamu?". Gaara bergidik ngeri mendengar ucapan Sai, lalu memalingkan wajahnya dan melangkah mendekati lemari. Sai menutup pintu sambil menahan tawa.
0o0
Siang ini sangat terik. Sekarang Orochimaru dan orang-orang kepercayaannya duduk satu meja. Orochimaru duduk di kursi besar paling ujung di belakang jendela. Di sebelah kirinya duduk Pein dengan tatapan tak berselera. 'aku belum menghabiskan wanitaku, tapi sudah harus ikut rapat bodoh ini' batinnya. Yang lain tahu arti tatapan Pein. Sai yang duduk di sebelah Pein menyeringai sambil membisikkan sesuatu di telinga Pein. "Tadi kau belum selesai ya? Masih tegak tu" tunjuk Sai kearah celana Pein. Pein mendengus kesal mendengarnya. Sai hanya bisa tertawa tertahan.
Gaara menatap mereka datar, dia duduk di sebelah kanan Orochimaru. Disebelahnya Itachi menatap Sai lebih datar lagi. Sedangkan Sasori sibuk tersenyum disebelahnya. Di hadapan Sasori duduk seorang pria berambut putih, tampak tak sabar. " Hey…. Kapan rapat dimulai ha? Aku harus segera kembali dan memulai ritualku."
"Sabarlah Hidan" Ucap pria berkacamata di samping pria yang di panggil Hidan itu.
"Cih! Memangnya aku seperti mu apa, Kabuto? Aku punya banyak pekerjaan." Pria bernama Kabuto itu hanya diam tak menanggapi. Pemuda berambut raven di hadapan Kabuto menatap Orochimaru. Mereka yang diluar Go Nin no Shinigami, memang tidak menetap di markas utama. Mereka tinggal di distrik lain, memantau untuk Orochimaru disana. Pemuda itu meminta Orochimaru memulai rapat melalui tatapannya. Akhirnya Rapatpun dimulai.
0o0
Rapat telah berakhir. Seperti biasa, rapat kali ini membicarakan tentang organisasi, misi-misi ataupun orang-orang yang menghalangi yang sesegera mungkin akan dilenyapkan dari dunia ini. Semua telah kembali ketempatnya masing-masing. Begitu juga Gaara, dia menuruni tangga untuk menuju kamarnya. Akan tetapi langkahnya terhenti saat melihat sosok yang dikenalinya. 'Apa-apaan ini? Kenapa dia disini'
Gaara mempercepat langkahya. Dia nyaris berlari. Tangannya berusaha menggapai sosok itu. Pada akhirnya Gaara dapat meraihnya. Tangan kekar mendorong tubuh yang lemah itu. Tubuh itu membanting dinding pualam dibelakangnya. Lengan kekar Gaara semakin kuat mencengkram leher sosok yang kini ada di hadapannya. Tangan satunya mendorong semakin dalam, menghapus jarang dengan dinding yang dingin itu.
"Apa yang kau lakukan disini…. Gadis?" Gadis itu terbelalak. Dari matanya terpancar kengerian, tubuhnya bergetar. Gaara mempersempit jarak diantara mereka dengan merapatkan tubuhnya. Kedua tangan gadis itu terkepal menyentuh dada bidang Gaara. Gaara memajukan wajahnya hingga gadis itu bisa merasakan hembusan napas Gaara diwajahnya."Kau belum menjawabku…."
Gadis itu tersentak. "A-aku akan ti-tinggal disini" Jawabnya terbata-bata. Pipinya memerah menyadari jarak dia dengan pemuda ini sangat dekat. Gaara melepas cengkraman tangannya. Wajah bingung terpancar di wajah tampannya.
"Tinggal disini? Apa maksudmu?" Tanya Gaara.
"Pein-Sama yang membawaku kesini."
"Apa?" Gaara menatap gadis ini lalu beralih pada Pein yang baru saja keluar dari kamar Itachi. " Pein? Siapa dan untuk apa gadis ini disini?" Tanya Gaara saat Pein melintasinya.
"Oh…. Kau sudah melihatnya…." Pein berkata.
"Apa dia peliharaanmu juga?"
"Aku inginnya sih begitu…. Maniskan, Gaara? Tapi dia punya Orochimaru-Sama" Gaara terdiam sejenak.'Orochimaru-Sama rupanya'. "Orochimaru-Sama menginginkan seorang gadis…. Jadi,aku membawanya. Dan Orochimaru bilang bahwa dia akan tinggal disini, bersama kita."
"Begitu"
"Ya…. Benar. Dan kamarnya adalah kamar kosong yang berada tepat disebelah kamarmu, Merah" Tambah Pein. Gaara kembali menatap gadis itu.
"Namanya Hyuga Hinata" Gaara mengubah arah pandangannya, lurus kedepan. Melangkahkan kaki kekamarnya. "Huh…. Dasar bocah itu…. Pergi begitu saja." Pein mendekati Hinata. "Selamat sore, Hinata-chan" Pein menggerakkan jemarinya, menyentuh dengan lebut pipi Hinata"
"A-ano…. Saya harus kembali ke kamar, Pein-Sama. Gomennasai…. Permisi"
"Ya…. Dia pergi…." Peinpun turun ke lantai dua menuju kamarnya.
Hinata bertahan didalam kamar.' Kami-Sama,aku bertemu lagi dengannya' batin Hinata. Semburat merah muncul pada kedua pipinya.'Dan aku tinggal satu gedung dengannya, dan dia ada di sebelah kamarku ini'. Dia tersenyum.
Dibalik dinding kamar Hinata, seorang pemuda dengan mata emerald memikirkannya juga. 'Huh….Gadis itu lagi. Aku akan sering melihatnya pula'. Gaara mengambil handuknya lalu mendekati kamar mandi, 'sebaiknya aku mandi saja'.
Cerita berlanjut!
Gomen
Apdetnya lama
Gomen
Kalau tidak memuaskan, kalau tidak seperti harapan dan banyak mistypo
Diriku bakal berusaha membuat fic ini lebih baik
Walau sekarang masih jauh dari kata baik *author nyadar koq*
Jadi
Ripyuw y….
