Title : The Adventure of Blonde Satan

Rated : M

Genre : Adventure, Fantasy, Friendship, Romance, and Supernatural

Pairing : Naruto x Grayfia and The Others

Disclaimed : Naruto & High School DxD bukan milik saya.

This Story Claimed : The Adventure of Blonde Satan adalah cerita punya saya.

Summary : Seratus tahun yang lalu Naruto meninggalkan Dunia Bawah, tapi kini dia kembali karena sebuah organisasi yang ingin menghancurkan seluruh dunia. Dan terlebih Naruto kembali untuk menemui seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya! Naruto x Grayfia, Strong!Naruto, Powerful!Naruto.

Warning : Abal, Gaje, OC, OOC, Typo (Maybe), Strong!Naruto, Powerful!Naruto, and Etc.

A/N : Cerita ini terinspirasi dari Naruto Phenex : Love, Battle, and Betrayal. Tapi dengan jalan cerita yang berbeda dari Fiction tersebut.

Chapter 3 : Evil Pieces!

Pagi hari yang cerah, sang mentari sudah menunjukan sinarnya menerangi seluruh penjuru dunia, sang pemuda tampan baru saja bangun dari tidurnya, di ciumnya bau ramen yang entah siapa yang telah membuatnya, memposisikan untuk duduk terlihat gadis yang semalam di tolongnya berada tidak jauh dari tempat dimana dirinya duduk.

Seraya tersenyum sang gadis berkata, "Terima kasih tuan atas pertolongan semalam."

Naruto nama sang pemuda tersebut tersenyum, "Naruto, panggil saja Naruto, itu namaku." kata pemuda pirang tersebut menyuruh sang gadis memanggil namanya tidak dengan sebutan tuan, "Kau yang masak?" tanyanya kemudian melihat ramen yang dihiasi oleh berbagai macam bahan makanan.

"Ya, semoga Naruto-kun suka." kata Kalawarner menambahkan suffix 'kun' di belakang nama Naruto, "Boleh aku memanggilmu Naruto-kun?" tanyanya kemudian.

Tersenyum lembut Naruto berkata, "Kalau kamu nyaman boleh saja kamu panggil aku dengan Naruto-kun," melirik ramen porsi besar yang berada di atas meja Naruto menepuk sofa di sebelahnya agar Kalawarner duduk, "Mari makan sama-sama." katanya kemudian.

Mengangguk paham Kalawarner kembali ke dapur untuk mengambil mangkok satu lagi untuk dirinya, dan duduk di sebelah Naruto, di baginya ramen porsi besar tersebut, selama beberapa saat tidak ada pembicaraan selama mereka berdua sarapan, hingga akhirnya Naruto membuka suaranya kembali.

"Kalawarner, nanti aku akan keluar sebentar untuk mengunjungi temanku, dan nanti malam kamu harus ikut, aku ingin menemui Azazel." kata pemuda bersurai pirang tersebut menyantap ramennya.

Mendengar Naruto menyebutkan nama Azazel, Kalawarner tersentak kaget karena akan di pertemukan oleh sang Gubernur Malaikat Jatuh, sungguh dirinya sangat takut apabila bertemu dengan Azazel. Naruto menyadari ekspresi dan tingkah Kalawarner yang tidak nyaman tersenyum lembut.

"Tenang saja, jika si mesum baka-datenshi itu macam-macam aku pastikan dirinya tidak akan hidup lama." mencoba menenangkan Naruto berkata seperti itu.

"Eh?" kaget Kalawarner karena Naruto menyebut Azazel dengan si mesum baka-datenshi. Dalam pikirannya sang penyelamatnya mengenal baik Azazel yang merupakan Gubernur Malaikat Jatuh.

Naruto terkekeh melihat Kalawarner tersentak kaget, "Tenang saja aku kenal baik dengan Gubernur mesum itu, aku pastikan kamu akan baik-baik saja." katanya seraya memberikan kepercayaan pada Kalawarner bahwa Azazel tidak akan macam-macam.

Kalawarner mengangguk paham, Kalawarner juga tahu bahwa Naruto adalah Iblis, bisa di lihat dari semalam yang mengepakan sayap Iblisnya ketika menggendong dirinya menuju apartemen. Mengingat kejadian semalam membuat Kalawarner bersemu merah di kedua pipinya karena gendongan Naruto terasa hangat dan nyaman di saat bersamaan.

'Ada apa denganku, kenapa jantungku berdebar-debar, mungkin kah aku menyukainya,' batin Kalawarner yang merasakan debaran jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, 'Jangan sampai aku menyukainya, dia itu penyelamatmu bodoh.' batinnya kemudian.

Keduanya pun melanjutkan acara sarapan pagi mereka, hingga akhirnya Naruto pamit pergi untuk menemui sang sahabat lama.

O•O•O•O•

Bangunan-bangunan sedikit kumuh yang terdapat di sebuah pinggir kota, surai pirang Naruto terhempas oleh angin yang menerpa wajahnya, berjalan menuju suatu bangunan yang paling ujung, Naruto dapat merasakan tekanan Iblis yang cukup besar dari bangunan paling ujung.

Di lihatnya ke kiri dan ke kanan, banyak orang-orang yang dapat Naruto rasakan sebagian dari mereka memiliki kekuatan setingkat High-Class Devils. Dapat di lihat wajah mereka semua terkejut saat Naruto berjalan menapaki jalanan menuju bangunan paling ujung.

Sedikit terganggu dengan ucapan orang-orang yang Naruto tebak adalah orang-orang yang memiliki kelebihan, bisa di katakan sebagian dari mereka adalah Iblis.

"Tidak bisa di percaya! Kekuatan macam apa itu!"

"Kekuatannya melebihi Ajuka-sama, siapa dia?"

Itulah yang Naruto dengar dari sekumpulan orang yang berada di sekitar jalanan tersebut, melirik sebuah alat yang seperti telepon seluler Naruto menghela nafas panjang, dalam pikirannya hanya satu, bahwa benda tersebut pasti ciptaan dari sahabatnya yang memang maniak dengan penelitian benda-benda seperti itu.

Naruto sampai di depan pintu bangunan kumuh tempat temannya berada, mendongak kearah kamera pengawas Naruto berkata dengan sedikit kesal, karena tidak ada yang membukakan pintu masuknya, padahal Naruto mengeluarkan sedikit Aura Iblisnya agar sahabatnya menyadari bahwa dirinya berkunjung.

"Ajuka! Woy buka pintu sialan ini!" menunjuk tangannya kepada sebuah pintu yang sedari tadi tidak terbuka.

"Buka saja sendiri! Kau punya tangankan Naruto!" balas sebuah suara yang keluar dari speaker kamera pengawas, "Ah, jangan lupa, setelah kau masuk cari aku di belakang."

Tersenyum tipis Naruto menghantamkan tinjunya yang di selimuti oleh api merah kehitam-hitaman ke pintu masuk sebuah bangunan tersebut.

Brak!

Pintu hancur berkeping-keping akibat hantaman dari Naruto, Naruto berjalan dengan santai menuju arah belakang bangunan tersebut, di lihatnya banyak barang-barang entah itu apa yang menurut Naruto adalah barang-barang penelitian sahabatnya yang lumayan maniak. Berdiri di depan pintu belakang Naruto menghantamkan kembali tinjunya yang di aliri api merah kehitam-hitaman.

Brak!

Pintu belakang pun hancur berkeping-keping akibat hantaman dari Naruto, Naruto berjalan dan melihat sahabatnya sedang meminum teh dengan santainya, kemudian melirik Naruto dan tersenyum.

"Aku menyuruhmu membuka pintunya Naruto, bukan menghancurkannya." kata Ajuka tersenyum tipis kearah Naruto.

Membalas senyuman sahabatnya Naruto berkata dengan sangat santai, "Ah maaf tanganku terpeleset tadi."

Setelah Naruto berkata seperti itu Ajuka bangun dari tempat duduknya dan menghampiri Naruto kemudian memeluknya sesaat dan melepaskannya kembali.

"Lama tidak bertemu sobat." ujar Ajuka tersenyum tipis kearah Naruto.

"Ya memang cukup lama kita tidak bertemu." kata Naruto yang berjalan kemudian menarik sebuah kursi, "Boleh aku duduk?" tanyanya kemudian, tapi tanpa menunggu jawaban dari Ajuka, Naruto sudah duduk terlebih dahulu.

Menghela nafas Ajuka duduk di depan Naruto dan mengambil tehnya kembali lalu menyesapnya, memandang Naruto, Ajuka tersenyum kembali mengingat masa-masa muda dulu yang mereka berlima yang bersama-sama memimpin sebuah pasukan yang menentang Old-Satan Faction. Naruto adalah pemimpin dari dirinya, Sirzechs, Serafall dan Falbium, bisa di katakan Naruto adalah sosok pemimpin yang cakap, semua keputusan di ambil secara tepat dan cepat.

Tapi sayang setelah perang saudara usai Naruto memutuskan pergi dari Dunia Bawah dan mengunjungi dunia manusia, padahal Naruto sangat cocok untuk menjadi seorang Lucifer, ya walaupun Sirzechs juga termasuk kategori cocok juga menjadi Lucifer.

"Sudah berapa lama kau berada di dunia manusia?" tanya Naruto yang melihat area belakang tempat dirinya berada.

Taman bunga-bunga dan juga kebun-kebun menghiasi sebuah lahan di belakang bangunan rumah yang di tempati oleh Ajuka, bisa di bilang tempat tinggal Ajuka cukup sederhana dan nyaman, apalagi jika di tambahkan sebuah sungai-sungai yang mengalir, tapi semua berbanding terbalik dengan area depan bangunan rumah yang Ajuka tempati.

"Cukup lama aku berada di sini, sekitar 10 tahun lebih kalau aku tidak salah hitung." jawab Ajuka dengan santainya.

"Ah, aku ingin meminta hak milikku." kata Naruto yang tampaknya tidak suka lebih lama berbasa-basi.

Ajuka bangun dari kursinya kemudian masuk kedalam rumahnya tanpa membuka pintunya karena pintunya hancur karena Naruto, mengambil sebuah kotak yang berdebu Ajuka kembali lagi ke tempat di mana Naruto berada dan meletakan kotak tersebut di atas meja.

"Kau akan kembali?" tanya Ajuka dengan sedikit serius.

Ajuka mengenal betul sifat dari Naruto, karena tidak mungkin Naruto jauh-jauh datang hanya untuk meminta sebuah Evil Pieces yang di buat olehnya, karena dari yang Falbium katakan bahwa Naruto mendatangi Mansionnya yang dulu, Ajuka bukan orang bodoh dan dirinya merasa bahwa ada sesuatu yang akan terjadi dan itu sesuatu yang gawat.

"Ya kau benar sekali, aku akan kembali dalam waktu dekat." jawab Naruto yang masih memandang area belakang rumah dari sahabatnya.

"Apa ada sesuatu?" Ajuka bertanya karena nampaknya ada sesuatu yang mengganggu pikiran sahabatnya.

Naruto menyeringai sedikit karena Ajuka bisa menebak apa yang sedang di pikirkannya, "Ya, ada sesuatu terjadi, tapi aku belum tahu pasti apakah dugaan ku benar atau salah." jawabnya dengan posisi sama seperti tadi.

Ajuka paham dan tidak bertanya lebih jauh lagi karena memang sifat Naruto yang sedikit tertutup mengenai sesuatu yang sedikit gawat, dan akan memberitahukan bila waktunya tepat, "Semoga bukan sesuatu yang buruk. Ah ia, Grayfia tadi memberi kabar katanya akan ada pertemuan Tiga Fraksi yang akan berlangsung besok. Apa kau akan datang besok ke pertemuan itu?" tanyanya kemudian.

"Entahlah, kalau boleh tahu dimana tempat pertemuannya?" tanya Naruto yang ingin tahu di mana tempat pertemuannya karena Azazel belum menghubunginya sama sekali.

"Kuoh Academy." jawab Ajuka sambil menyesap tehnya kembali, "Aku harap kau menggunakan bidak 'Queen' pada Grayfia nanti, karena setahuku Grayfia tidak mengambil Evil Pieces miliknya dan juga tidak bergabung dengan Peerage siapa pun."

Ajuka juga tahu bahwa Naruto sangat menyukai dan mencintai Grayfia hingga saat ini, begitu juga dengan Grayfia yang mencintai Naruto hingga saat ini, sampai-sampai banyak para Ultimate-Class Devils yang melamarnya tapi di tolak oleh Grayfia.

Naruto tersenyum karena memang itu salah satu tujuannya, menjadikan Grayfia sebagai bidak 'Queen' dalam Peerage miliknya, "Terima kasih atas info dan sarannya, aku pergi dulu. Masih banyak urusan yang harus aku selesaikan."

Setelah berkata seperti itu Naruto mengambil kotak yang berada di atas meja, kemudian bangkit dari tempat duduknya lalu membuat sebuah lingkaran sihir berlambang spiral di tengah lingkaran sihir tersebut.

"Aku pergi dulu teman, nanti kapan-kapan aku mampir lagi." berkata seperti itu Naruto di telan hilang di telan oleh lingkaran sihir perpindahan yang telah di buatnya.

Ajuka hanya bisa menghela nafas panjang karena Naruto main pergi saja, pandangannya beralih ke pintu belakang yang hancur oleh Naruto.

"Tampaknya aku harus beli dua pintu baru." kata Ajuka dengan santai sambil menyesap kembali tehnya.

O•O•O•O•

Naruto sudah bertemu dengan Azazel serta membawa Kalawarner bersamanya, Kalawarner menjelaskan semuanya pada Azazel. Azazel pun memaafkan Kalawarner. Azazel juga menitipkan Kalawarner pada Naruto dan meminta Kalawarner bergabung dalam Peerage milik Naruto, karena Naruto sempat bercerita bahwa dirinya mengambil Evil Pieces dari Ajuka, Naruto pun setuju tapi dengan satu syarat bahwa Kalawarner harus berlatih di bawah bimbingan para Jendral Malaikat Jatuh agar lebih kuat dari yang sekarang.

Kalawarner setuju dengan syarat itu, Azazel pun memberitahukan kepada Kalawarner kalau dirinya akan berlatih di bawah tanggung jawab Baraqiel, Azazel menyerahkan sebuah surat kepada Kalawarner untuk di sampaikan kepada Baraqiel, Kalawarner pun akhirnya berangkat menuju tempat pelatihan.

Naruto tersenyum karena baru saja mendapatkan anggota keluarganya yang mengkonsumsi bidak 'Bishop'.

"Tidak aku sangka bahwa kamu bertemu dengan Kalawarner?" tanya Azazel tersenyum jahil kearah Naruto sambil menunggu pancingannya di makan ikan.

"Ya, semoga dia tambah kuat di bawah bimbingan Baraqiel." berkata demikian Naruto melempar pancingannya agak jauh dari pancingan Azazel.

"Besok adalah hari dimana Tiga Fraksi bertemu di Kuoh Academy." sambil menerawang langit malam yang sangat indah Azazel berkata kembali, "Apa kau akan ikut ke pertemuan itu?" tanyanya kemudian.

"Entahlah, mungkin aku akan mengawasinya dari kejauhan." kata Naruto yang menarik pancingannya karena merasakan sebuah tarikan dalam pancingannya.

Tersenyum tipis Azazel begitu senang, karena nampaknya Naruto masih peduli dengan kedamaian, dirinya sempat menyangka bahwa Naruto adalah sosok yang sedikit tidak peduli dengan lingkungan sekitar, tapi itu semua salah. Sejak pertemuannya dulu dengan Naruto hingga kini Azazel hampir mengetahui bahwa Naruto juga mempunyai tujuan yang sama yaitu menciptakan dunia yang penuh perdamaian tanpa ada pertikaian di antara semua Fraksi.

Tapi dari itu semua Azazel masih memikirkan tentang organisasi Khaos Brigade yang tujuannya belum jelas, walaupun tujuan mereka hanyalah menyerang Great Red tapi bisa di pastikan bahwa tidak semuanya mau membantu sang pemimpin yang di kenal sebagai Dragon tanpa batas kekuatan untuk melawan Great Red.

Azazel juga tahu bahwa Naruto mengambil Evil Pieces dari Maou Beelzebub untuk sebagai rencana cadangannya karena terus kepikiran dengan organisasi yang menamakan dirinya adalah Khaos Brigade. Azazel dan Naruto yakin bahwa di balik tujuan utama Khaos Brigade ada tujuan lainnya.

Melirik Naruto, Azazel teringat sesuatu dan mengambilnya di dalam tas pancingannya dan menyerahkannya kepada Naruto, "Ada titipan dari Jiraiya-dono untukmu Naruto."

Naruto yang baru saja melepas kail pancingnya dari mulut ikan yang di tangkapnya memandang Azazel kemudian melihat sebuah buku dengan cover gambar yang tidak menyakinkan dibacanya tulisan dari cover tersebut kemudian menghela nafas panjang dan menerima buku tersebut dari Azazel.

"Aku tidak menyangka kalau kau juga mesum sama seperti ku." bangga Azazel karena Naruto sudah mulai menjadi mesum seperti dirinya.

Buku yang di serahkan oleh Azazel adalah 'Icha Icha Paradise', sebuah buku pertama yang di publishkan oleh sang Sennin legendaris yang bernama Jiraiya, Jiraiya adalah manusia setengah youkai, kekuatannya setara dengan Sun Wukong yang merupakan penjaga dari Dewa Indra dari Hindu Mitologi.

Naruto bertemu dengan Jiraiya ketika dirinya berada di Gunung Fuji, pertemuan dengan Jiraiya membuat Naruto memijit kepalanya karena Jiraiya dan Azazel tidak jauh berbeda, mereka berdua adalah Mesum Kelas Kakap, di tambah dengan Odin dan Poseidon pasti lengkap sudah 4 orang dengan kekuatan yang tidak bisa di bayangkan bersatu dalam hal kemesuman.

"Aku tidak mesum Azazel, hanya saja si Ero-Sennin itu berjanji jika buku pertamanya terbit akan memberikan satu kepadaku." kata Naruto yang menaruh bukunya di balik jubah yang sekarang di kenakannya, "Lalu dimana dia sekarang?" tanyanya kemudian.

Azazel mendesah kecewa karena dirinya mengira Naruto sudah berubah menjadi mesum, padahal jika Naruto menjadi mesum akan sangat menyenangkan, dan mungkin akan mendirikan sebuah klub mesum yang di namakan 'Ero Ero Paradise', "Entahlah aku tidak tahu, dia bilang mau melakukan riset lagi, buku itu juga aku dapat kemarin ketika dia mengunjungi Grigori." jawabnya santai sambil menunggu pancingannya di makan ikan-ikan.

Azazel mengetahui bahwa buku yang di berikan oleh Jiraiya adalah buku hentai kelas tinggi, Azazel mengira Naruto yang memesan buku mesum tersebut tapi sayang karena buku itu hanyalah sebuah hadiah untuk Naruto.

"Hah, dasar Ero-Sennin, pasti melakukan riset para gadis-gadis muda untuk buku selanjutnya," berkata seperti itu Naruto melempar jauh pancingannya kemudian melirik ember milik Azazel dan berkata dengan santai, "Cobalah kurangi sifat mesummu, dari tadi kau belum dapat ikan sama sekali."

Mengendus dengan perlahan Azazel membalas perkataan dari Naruto, "Itu tidak ada hubungannya dengan kemesuman diriku baka-akuma."

Naruto hanya tertawa kecil mendengar ucapan dari Azazel, memang sih tidak ada hubungannya kemesuman dan pancingan, tapi itulah Naruto yang sedikit jahil kepada para sahabatnya.

O•O•O•O•

Sementara di sebuah komplek apartemen di dekat Kuoh Academy seorang gadis dengan paras cantik sedang memikirkan sesuatu, gadis tersebut adalah Rias Gremory, rambut Crimson Red panjang dan bola mata indah berwarna Blue-Green menambah kesan cantik, manis, dan anggun seorang putri dari keluarga bangsawan.

Tampaknya Rias sedang memikirkan pertemuan pertamanya dengan kakak angkatnya, Rias juga sudah banyak mendengar ceritanya dari sang kakak bahwa Naruto dan Grayfia saling mencintai satu sama lain. Tapi bukan itu yang membuat dirinya melamun melainkan ketika memikirkan kembali sosok Naruto jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya. Dirinya tidak jarang mengeluarkan semburat merah di kedua pipinya ketika memikirkan sosok Naruto.

Rias sadar dirinya tidak akan menang jika bersaing dengan Grayfia yang sangat di cintai oleh Naruto, dirinya baru merasakan perasaan seperti ini, sewaktu Issei mengorbankan tangannya menjadi tangan Dragon dirinya tidak berdebar-debar sama sekali, tapi ketika Naruto menyelamatkan dirinya dan para budaknya membuatnya berdebar-debar ketika memikirkannya.

"Apakah aku sedang jatuh cinta? Apakah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Hah, aku tidak tahu itu apa? Hanya saja ketika memikirkannya hatiku berdebar-debar dan terasa hangat." gumam Rias dengan posisi berbaring di kasurnya, "Naruto Onii-sama kenapa hanya memikirkan dirimu saja hatiku berdebar-debar dan menghangat." lanjutnya dalam gumamannya.

Tanpa tahu bahwa ada yang sedang mendengar gumaman dari Rias Gremory, dia adalah Himejima Akeno yang mendengar gumaman dari Rias, dirinya tanpa sengaja mengintip Rias dari balik pintu yang sedikit terbuka.

Sejak dari dimana sosok Naruto menyelamatkan Rias dan para budaknya Akeno menyadari bahwa sang Buchou sering melamun dan akhirnya dirinya tahu bahwa sang Buchou tengah memikirkan Naruto yang menyelamatkannya.

Akeno hanya bisa tersenyum melihat Rias seperti itu, dalam hati semoga Naruto juga membalas perasaan dari sang Buchou. Tidak mau mengganggu Akeno menutup pintu kamar Rias dengan perlahan agar tidak terdengar oleh yang punya kamar dan kembali ke kamar untuk beristirahat karena besok akan mengalami hari yang panjang dengan di adakannya pertemuan Tiga Fraksi di Kuoh Academy.

Tidak berbeda dengan Rias Gremory, sang kepala Maid dari keluarga Gremory juga tengah memikirkan sosok yang sangat di cintainya, sambil memeluk sebuah figura photo dirinya dan Naruto, Grayfia tersenyum bahagia karena ada sedikit harapan akan bertemu lagi dengan sosok yang di rindukannya.

Grayfia bertekad ketika Naruto tengah kembali akan mengungkapkan isi hatinya yang sudah lama terpendam, dan berharap Naruto menerimanya, dari yang di dengar oleh Erica Abaddon sang istri dari majikannya bahwa Naruto juga menyukai dirinya bahkan mencintai dirinya.

"Semoga kamu baik-baik saja sekarang Naruto-kun, tidak tahukan kamu bahwa aku sangat merindukan dirimu saat ini." kata Grayfia yang tengah berbaring di kasurnya di kediaman keluarga Gremory.

Tidak hanya Grayfia dan Rias yang tengah memikirkan Naruto, tampaknya ada satu gadis lagi yang tengah memikirkan Naruto, dia adalah Kalawarner, dirinya sekarang tengah berada di salah satu kamar pelatihan para Jendral Malaikat Jatuh yang berada di Grigori.

"Naruto-kun sedang apa ya sekarang? Kenapa aku begitu merindukannya? Bolehkan jika aku mengatakan bahwa aku menyukaimu Naruto-kun." kata Kalawarner di dalam kamarnya yang tengah berbaring di kasur.

Baru saja dirinya menjadi Iblis Renkarnasi dari Peerage milik Naruto, dan juga baru saja dirinya berpisah dengan Naruto tapi kenapa kerinduan akan sosok Naruto yang menyelamatkannya semakin besar setiap detiknya. Tidak dapat di pungkiri dirinya senang ketika Azazel meminta Kalawarner menjadi bagian dari Peerage milik Naruto. Dan kini dirinya bertekad akan mengikuti pelatihan yang di berikan oleh Baraqiel yang merupakan pembimbingnya dengan penuh semangat dan bertekad menjadi kuat serta mungkin membuat Naruto bangga karena menjadikan dirinya masuk dalam Peerage milik Naruto.

Ketiga wanita cantik itu sama-sama menutup matanya sambil berkata, "Selamat tidur Naruto-kun/Naruto Onii-sama, semoga mimpi indah." ketiga wanita itu adalah Grayfia, Rias, dan Kalawarner, mereka mengatakan ucapan selamat tidur dari tempat yang berbeda.

Ketiganya berharap segera bertemu kembali dengan sosok yang telah mencuri hati mereka.

To Be Continued

Fuah! akhirnya selesai juga chapter tiga ini, semoga para pembaca sekalian menyukai chapter kali ini.

Di chapter kali ini ada dua tokoh gadis yang tampaknya menyukai Naruto, mereka adalah Rias dan Kalawarner. Rias dan Kalawarner sendiri di Fiction saya akan buat secara bertahap mengenai perasaan hati mereka berdua kepada Naruto, mungkin saya akan buat persaingan antara Rias dan Kalawarner untuk mendapatkan tempat di hati Naruto yang sebagian besar telah di miliki oleh Grayfia, untuk Grayfia sendiri sudah bisa di pastikan bahwa akan bersama dengan Naruto nantinya. Dan bisa di pastikan kalau Naruto mendirikan harem Grayfia akan menjadi Alpha.

Untuk karakter utama dalam Highschool DxD yaitu Hyoudou Issei sendiri akan dapat peran nanti chapter-chapter berikutnya. Terima kasih sudah membaca Fiction saya ini, saya benar-benar berterima kasih kepada yang sudah Review, Follow dan Favorite Fiction saya, dan terima kasih banyak atas saran-saran kalian. Akhir kata saya undur diri dari hadapan kalian semua, sampai ketemu lagi di chapter selanjutnya.

O•O•O•O•

Keterangan :

Infernokinesis adalah kekuatan untuk memanipulasi api berwarna merah kehitam-hitaman, bisa di katakan Infernokinesis adalah api yang berasal dari neraka. Di katakan bahwa api ini lebih kuat 10 kali lipat dari api milik keluarga Phenex.

Incinerate : Membakar habis target dengan gelombang api merah kehitam-hitaman yang keluar dari tangan.

Ember : Menciptakan bola-bola kecil berwarna merah kehitam-hitaman dan akan meledak ketika menyentuh target.