Daisuki da Yo! (c) Uta Masaki and Ojou Yankumi
Chara: Teru, Watanabe, Ojou, Kokomi.
Warning: OOC, OC (Ojou, Kokomi, Watanabe), AU, EYD yang ancur, pendek.
Genre: Romance/Friendship.
Enjoy! (Uta and Ojou)
SKIP
Mereka menyudahi acara makan malam ROMANTIS pertama mereka.
"Teru, ini uangnya." Kata Ojou sambil mengasih uang ke Teru untuk membayar makan malam mereka tadi.
"Eh, tidak usah, biar aku yang bayar." Teru menyingkirkan tangan Ojou.
"Tapikan..-" Ojou ingin bicara, tapi sudah dipotong duluan oleh Teru.
"Ssst, kali ini aku saja yang bayar." Teru menaruh jari telunjuknya yang hangat ke bibir Ojou. (kk Oky and Uta: *ngences*)
"Hee.. i-iya, baiklah.." Ojou tersipu malu, lalu segera meminta Teru untuk melepaskan jarinya dari bibirnya.
"Bagus, kau tunggu saja disana." Teru menunjuk bangku yang ada di dekat tukang balon, Ojou menuruti perintah Teru lalu pergi kesana, sedangakn Teru menganteri untuk melakukan pembayaran.
15 Menit kemudian.
"Yaa ampun.. lama sekali Teru.. aku sudah kedinginan nih.." eluh Ojou, sambil menggosokan kedua tangannya.
30 Menit kemudian.
"Aduuh.. belum juga ya! Padahal kan ini sudah lama sekalii.. aku tambah kedinginan, nihh!" Ojou memeluk badannya sendiri yang memakai jaket pink hitam bernotif kucing sambil memeperhatikan Teru yang sudah mau bayar.
'Lamanya...' piker Teru dalam hati saat sudah mau bayar.
"Selanjutnya, silhakan." Kasir sudah memperbolehkan(?) Teru untuk membayar.
'Akhirnya, giliranku tiba juga.. habis ini aku langsung ke Ojou deh, hihihih.' Kata Teru dalam hati.
"Uuh, sebaiknya aku beli kopi dulu..." Ojou meninggalkan bangku tadi dan pergi tempat penjualan kopi panas.
"Akhirnya kelar juga.." kata Teru lega, Teru segera menuju ke tempat Ojou.
"Ha? Ojou mana?" Teru celingukan mencari Ojou.
"Hee..." Ojou memasukkan koin sambil mengelap ingus di depan tempat pembelian kopi panas.
"Aku beli dua ah, satu lagi untuk Teru-kun, hehehhe.." kata Ojou sambil membawa dua cangkir kopi panas ke arah Teru.
"COPEEEEEEET!" teriak salah satu pengunjung sambil menunjuk orang yang berlari ke arah Ojou.
"Eh! Mana, mana!" (kayak nyebut Mana-sama..) Ojou celinak celinguk.
"Minggir wooooy!" pencopet itu berlari ke arah Ojou tanpa pandang bulu.
Tanpa disadari si pencopet, Teru sedang berlari ke arah pencopet itu.
"DUAAAAK"
Teru menendang si maling sambil melompat. (FG: *nosebleed, blink blink, teriak teriak, masuk RSJ, dll)
"Wadaaaaaaw...!" Pencopet teriak teriak kesakitan.
"Ahhh! Ups..." Ojou tidak sengaja menumpahkan kopinya ke tangan pencopet.
"Huwa! Apa yang kau lakukan! Hueeee..." pencopet malah mewek seperti anak kecil yang kehilangan balonnnya.
"Bodoh, apa yang mau kau lakukan kepada Ojou, ha?" tanya Teru kasar kepada si pencopet sambil nendangin kepala pencopet dengan bootsnya.
"Ahh.. maaf yaa! Gomen ne.. kapan kapan saya ganti tangannya yang melepuh pake tangan binatang, ya.. " Ojou meminta maaf dengan wajah innocent (minta maaf apa nyindir tuh?)
"Horeeeeee!" pengunjuk teriak teriak gembira. Ojou reflek berdiri.
"Hee..?"
"Kau tidak apakan, Ojou?" tanya Teru khawatir.
"Eh? Memangnya aku kenapa? Aaah.."
"Kenapa?"
"Kopi punyamu tumpah juga, maafkan aku.." kata Ojou lesu.
"Kau ini!" Teru menjitak kepala Ojou pelan.
"Aduh.. ittai.." ringis Ojou. Teru menatap Ojou penuh arti.
"Syukurlah kau tidak apa.. kau membuatku cemas, bodoh.." kata Teru sambil memeluk Ojou.
"Eh! Apa yang kau lakukan? Lepaskaaan!" Ojou meminta Teru melepaskan pelukannya karena malu.
"Ah! Maaf!" Teru melepaskan pelukan seperti yang diminta Ojou.
"Iyaa.. ngga apa, hehehe.." Ojou tersenyum manis dan lembut (Sweet and soft -?-)
'Tapi enak juga dipeluk, hangaat.. nyaww..'
"Ayo kita pulang!" ajak Teru.
"Baik~"
"Kenapa hidupku malang sekali... T^T" piker si maling yang ditangkap polisi.
"Huu... dinginnya.." kata Ojou sambil meniup dan menggesekkan tangannya satu sama lain.
"Kamu tidak pakai sarung tangan ya..?" tanya Teru heran.
"Hehehe... iya, aku lupa tadi, karena sangat terburu buru.." ungkap Ojou malu.
"Kemarikan tanganmu." Teru langsung menarik tangan Ojou.
"Eh, apa yang akan kau lakukan?" tanya Ojou malu.
"Biar tanganmu hangat, hehehe.." kata Teru sambil menaruh tangan Ojou di dadanya yang bidang.
'Uwaa.. hangat... aku bisa merasakan jantungnya Teru-kun yang berdebar debar sangat kencang.. ' pikir Ojou malu.
'Huwa.. aku maluu sekali..' pikir Teru sambil bersemu (kalo malu ngapain naro tangannya Ojou di dada lu? #FG Mode ON)
"Eh, Teru, lepaskan yaa.. tanganku sudah mulai hangat, hehehe.." Ojou tesenyum manis.
"Eh, baiklah." Teru melepaskan tangan Ojou. Ojou menyodorkan tangannya lagi.
"Ayoo sini.."
"apa?" tanya Teru bingung.
"Mana tangamu? Ayo kita bergandengan tangan.. Agar tanganku tidak kedinginan lagi, heheh.." pinta Ojou polos, Teru langsung bersemu (lagi).
"Baiklah.. ini..." kata Teru sambil menaruh tangannya diatas tangan Ojou.
"Terima kasih.. ^^"
Tanpa disadari, mereka sudah berada di depan rumah Ojou.
"Terima kasih ya, Teru-kun, kau sudah mengajakku dinner.." kata Ojou sambil membungkukan badan.
"Iya sama sama Ojou-chan.. heheh.. Aku langsung pulang ya."
"Eh Teru tunggu duluu!" cegah Ojou dari belakang Teru, Teru reflek berbalik ke arah Ojou.
"Ada a.." tepat saat Teru berbalik, Ojou langsung mencium kening Teru.
"Jaa mataa.." Ojou langsung berlari ke dalam rumah dan menutup pintu.
"Hah.. nggak mimpi kan?" Teru memegang keningnya yang dicium Ojou tadi.
TBC
Uta: Aaa~~ enak banget yang jadi Ojou..
Ojou: Utaa, mana tambahan ceritanya? Saya udah nambahin desuu..
Uta: ehh.. hehe.. aku buru buru nih Nee.. baterai netbook mau abiss... Jaa~~ #kabur sebelum diomelin
Ojou: Eh! Ito-san curang! Oh ya, yang penting...
ALL: REVIEWS~~ ^^
