The Death Fourth

.

.

.

Main Cast : Oh Sehun , Xi Luhan, Kim Jongin, and Park Chanyeol

Pairing: HunHan/KaiSoo/ChanBaek

Genre : Romance, Action, Friendship, Hurt/Comfort

Rate : T-M

Length : Chapter

YAOI. Typo (s)

HUNHAN STORY!


.

.

.

.

Esok paginya Sehun dan Luhan menuruni tangga bersama dan mendapati Kai juga Chanyeol mendelik sebal pada mereka

"Pagi pangeran-pangeranku" sapa Luhan yang tidak menyadari sedang ditatap sebal

"Kalau kami pangeran, Sehun apa?" Tanya Kai sebal

"Sehun ya? Ummmhh... Sehun raja karena aku ratunya" balas Luhan tertawa

Luhan dengan cepat duduk di meja makan dan melahap habis sereal yang dibuatkan Chanyeol untuknya

Sementara Sehun masih ditatap tajam oleh dua temannya

"Wae?" Protes Sehun

"Ini belum waktumu, Luhan belum libur kuliah. Kenapa kau tidur dengannya" kesal Kai menunjuk-nunjuk Sehun menggunakan garpunya

"Aku tidak tidur versi kalian. Aku hanya tidur menemaninya" balas Sehun tak mau disalahkan

"Alasan" jawab Chanyeol

"Aniya yeol, Sehunnie benar. Kami tidak macam-macam. Dia menemaniku karena aku mimpi buruk" Luhan membela Sehun

"Mimpi apa Lu?" Tanya Kai yang kini menyuapi Luhan dengan rotinya karena sedari tadi Luhan menatap rakus rotinya

"Mimpi jelek pokoknya" Luhan tidak mau memberitahu

"Oia, siapa yang akan mengantar aku kekampus?" Tanya Luhan

"Aku" balas Kai

"Sehunnie dan yeolie mau kemana?" Tanya Luhan

"Ada urusan sebentar Lu" jawab Sehun

"Yang menjemputku?" Tanya Luhan sebal karena dia mengira ketiganya akan mengantarnya kekampus

"Aku" balas Chanyeol

"Ishh Sehunnie kenapa selalu beralasan" sebal Luhan

"Otakmu ini hanya ada Sehunnie ya" kekeh Kai mengacak rambut Luhan

"Jangan marah" kini Sehun yang terkekeh

"Terserah. Ayo Kai kita berangkat" Luhan dalam mode ngambeknya mengambil barang dengan sedikit dihentakan agar mengeluarkan bunyi

Ketiga temannya hanya menghela nafas berat jika Luhan sudah seperti itu.

"Eh?" Luhan bergumam bingung melihat laptopnya menyala

"Sepertinya ada email" dengan segera dia duduk di kursinya dan membuka email yang masuk.

Luhan tersenyum mendapati email yang masuk.

"Kita ada pekerjaan besok malam" teriak Luhan yang moodnya menjadi baik

"Pekerjaan apa?" Tanya ketiganya bersamaan yang otomatis mendekati Luhan

"Sangchul akan menjamu para direktur dari 10 besar perusahaan di Korea dan pejabat tinggi untuk makan malam di mansion pribadinya" Luhan memberitahu

"Lalu?" Tanya Sehun

"Lalu Sungtae menginginkan kita untuk hadir disana, mencari tahu dan mengambil beberapa dokumen di ruang kerjanya" jawab Luhan

"Dia gila. Itu pasti sangat privasi" kekeh Chanyeol

"Hmm memang privasi untuk umum. Tapi tidak untuk para putra dan keluarga direktur serta putra pejabat tinggi" Luhan menyeringai

"Apa maksudmu Lu?" Tanya Kai

"Ayolah Kamjongku. Bagaimanapun kita ini tetaplah tuan muda dan ahli waris dari masing-masing keluarga kita. Kita bisa menggunakan status lama kita untuk masuk kesana" cengir Luhan

"Dasar licik" puji Chanyeol paham maksud Luhan

"Baiklah tidak masalah untuk kembali menjadi putra Kim Woobin sementara waktu" kekeh Kai

"Aku melihat tak ada masalah" gumam Sehun

"Tapi dengar! Karena undangan ini dikirim melalu emailku. Aku yang akan memimpin rencana" Luhan menatap ketiga temannya

Mereka bertiga saling menatap dan ragu memberikan jawaban

"Baiklah. Tak masalah untukku" Kai membuka suara

"Aku juga" balas Chanyeol

Luhan menatap Sehun karena hanya sehun yang belum memberi jawaban

"Aku kalah suara" balas Sehun tak rela

"Asa!" Girang Luhan

"Ayo Kai kita berangkat" Luhan yang bahagia segera mematikan laptopnya dan bergegas menuju kampus

Saat melewati Sehun, pinggang Luhan direngkuh oleh Sehun dan secara otomatis mereka bertatapan dengan jarak 3 cm

"Kenapa?" Tanya Luhan

"Kau tidak marah karena aku tidak mengantarmu kan?" Tanya Sehun menatap tajam Luhan

"Aku marah" balas Luhan

"Lu" Sehun semakin menipiskan jarak antara mereka

"Mereka mulai lagi… Lu, aku tunggu di mobil." teriak Kai malas melihat yang selanjutnya akan terjadi

"Jangan melakukan sex selain dikamar. Peraturan tetap peraturan. Dan Luhan belum libur kuliah, tahan dirimu Sehunna" Chanyeol mengingatkan dan beranjak pergi dari pemandangan didepannya

"Jawab aku, atau aku melakukan sesuatu yang nekat" ancam Sehun tak mempedulikan ucapan Chanyeol

"Melakukan apa?" Tantang Luhan yang merasakan deru nafas Sehun menggelitik tubuhnya

"Aku akan membawamu kekamarku, melucuti pakaianmu, menjilat hole mu, memainkannya dengan jariku kemudian menggenjotmu semalaman sampai kau tidak bisa merasakan bokong indahmu lagi" bisik Sehun

"Lakukan" tantang Luhan yang merasa terangsang dengan ucapa Sehun

"Jangan menantangku Lu" Sehun meremas bokong Luhan

"Hmpphh" Luhan sengaja mengeluarkan desahannya

Luhan bisa saja meladeni ancaman Sehun dengan senang hati. Namun dia teringat Baekhyun dan Kyungsoo, belakangan ini kedua temannya selalu ingin tahu dimana Luhan tinggal, akan berbahaya kalau Luhan tidak masuk kuliah dan memberikan alasan untuk keduanya mencari dimana dirinya tinggal. Luhan dengan tidak rela harus meninggalkan pria tampan didepannya ini.

"Araseo Sehunnie, aku tidak marah" Luhan mendengus tak rela harus berjauhan dari dada bidang Sehun

"Kenapa? Kau takut?" Sehun meremehkan

"Aniya, aku memang harus pergi" kesal Luhan

"Kalau begitu cium aku" Sehun memberi perintah

Luhan mengalungkan tangannya dileher Sehun dan berjinjit untuk menggapai bibir Sehun. Sehun dengan senang hati melumat lembut bibir Luhan yang sudah setahun belakangan ini selalu menjadi candu untuknya.

"LUHAN!" Teriak Kai gemas karena Luhan tidak kunjung datang.

"Sehunnie..Kai sudah marah" Luhan melepaskan pagutan Sehun

"Jangan pulang terlambat" pesan Sehun megecup kening Luhan

"Dah yeoliee" pamit Luhan pada Chanyeol yang sedang memberi makan Monggu dan jJanggu

"Hati-hati Lu" teriak Chanyeol membalas

"Yeol, ayo bersiap. Pesanan kita sampai satu jam lagi. Lagipula aku harus memasang gps di mobil Luhan" Sehun memberitahu

"Hmmh.. Baiklah.. gps nya akan aktif di ponsel kita bertiga kan?" tanya Chanyeol

"Aku tidak bisa mengawasinya sendiri, jadi iya. Pelacak Luhan juga akan aktif di ponselmu dan Kai" balas Sehun

"Baiklah. Mengingat Luhan yang paling diincar dan paling lemah diantara kita, lebih baik kita selalu memasang mata kita untuk menjaganya" Chanyeol menyetujui

"Ayo berangkat. Luhan bisa marah kalau tahu mobilnya dipasang gps" kekeh Sehun

"Bukan hanya mobilnya, bahkan ponselnya kita sadap" kekeh Chanyeol yang membayangkan wajah Luhan akan marah jika tahu

"Oia Sehunna"

"Apa?" Tanya sehun

"Awas kalau kau menyakiti Luhanku. Dia sangat mencintaimu kau tahu kan?" Selidik Chanyeol

"Tidak akan" balas Sehun meyakinkan

"Bagus kalau begitu" Chanyeol mengambil tasnya dan memasuki mobil diikuti Sehun yang duduk dibangku kemudi

..

..

..

..

..

..

-The Death Fourth-

..

..

..

..

..

..

..

..

"Kai sepertinya L juga akan disana" Luhan memberitahu di perjalanan kekampusnya

"Bagaimana kau tahu?" Tanya Kai bingung

"Nama asli L adalah Kim Myung Soo dia putra direktur periklanan korea Kim Hyun Tae" Luhan membaca biodata yang ia ambil dari situs terpercaya

"Mwo? Jadi si bodoh itu tuan muda juga" geram Kai

"Pantas saja dia selalu membawa mobil mewah untuk ukuran kaki tangan Sangchul. Si bodoh itu tidak sadar sedang dimanfaatkan" gumam Luhan

"Aku ingin sekali mencabik wajahnya yang sok keren itu" kesal Kai

"Dia memang keren Kai" kekeh Luhan

"Tunggu sampai aku beri tahu Sehun" ancam Kai sebal

"Kaiyaaaaaa" rengek Luhan

"Jja kita sampai. Kau belajar yang benar ya" Kai mengusak rambut Luhan

"Omo! Aku terlambat, aku tidak mau melewatkan pelajaran profesor favoritku. Dah Jongin" Luhan mencium pipi Kai dan berlari keluar

"Dasar anak jelek. Selalu merengek tidak mau kuliah, tapi sangat bersemangat saat sampai disini" kekeh Kai yang hendak menjalankan mobilnya lagi.

"Eh?" Kai menemukan sesuatu yang terselip di kursi Luhan

"Anak ini selalu saja" gemas Kai karena Luhan menjatuhkan ponselnya di kursi mobil

..

..

..

BLAM!

Kai menutup pintu mobilnya berniat mencari Luhan kedalam

"Dia ada dimana" gumam Kai memasuki halaman kampus Luhan.

Kai berjalan entah kemana berniat mencari Luhan, dia ingin sekali bertanya pada mahasiswa yang lewat, tapi kelihatannya kampus tampak sepi

"Lulu jelek kau ada dikelas yang mana" kesal Kai yang memutuskan untuk ke toilet terlebih dulu

"Jungmooya, Luhan bilang kau tidak boleh menyentuhku. Lagipula kita harus masuk kelas"

"Eh?" Kai mendapati nama Luhan disebut dari salah bilik toilet

"Ayolah Kyungie. Kau kan pacarku. Lagipula disini sepi" paksa Jungmoo

"Mereka nakal sekali" kekeh Kai yang berniat tak mengganggu

"Ishh.. Luhan akan memarahiku habis-habisan. Lepaskan aku" kesal Kyungsoo yang tampaknya seperti dipaksa

"Bocah ini kenal Luhan" gumam Kai yang merasa satu-satunya kesempatan bertemu Luhan hanya pria yang ada dibilik itu

"Aku akan menghajar Luhan jika dia berani memarahimu" balas Jungmoo

"Apa dia bilang? Menghajar Luhan? Cari mati saja" geram Kai mengepalkan tangan

BRAK!

Kai merusak pintu bilik toilet dan mendapati seorang pria sedang menindih pria yang lebih kecil darinya

"Maaf mengganggu. Tapi siapa salah satu dari kalian yang merupakan teman Luhan?" Tanya Kai menyeringai

"Aku" Kyungsoo berlari ke belakang Kai

"Oh baiklah. Aku butuh bantuanmu, kau tunggu diluar" ucap Kai dan Kyungsoo mengangguk

"KAU!" Kai memojokan Jungmoo ke toilet sedikit mencekiknya

"Jika berani menyebut nama Luhan dengan mulut kotormu lagi, aku akan memotong tanganmu dan menyumpalkannya kedalam mulut cerewetmu" desis Kai menghempaskan Jungmoo kelantai toilet

Selesai memberi pelajaran, Kai berjalan keluar menghampiri anak yang mengenal Luhan

"Huhuuuhu...h-hiksssss...hhhuuuu"

"Hey kau kenapa menangis?" Tanya Kai melihat Kyungsoo berjongkok diluar toilet sedang menangis

"Terimakasih sudah menolongku. Aku sangat takut tadi. Kalau Lu-han tahu dia pasti akan memarahiku" isak Kyungsoo

"Hey, kau jangan menangis, banyak yang melihat kita" Kai kebingungan

"Huwaaaa" tangisan Kyungsoo semakin menjadi membuat Kai mendesah frustasi

..

..

..

..

..

"Sudah merasa lebih baik?" Tanya Kai yang akhirnya mentraktir Kyungsoo makan dikantin

"Sangat.. Ternyata aku lapar" cengir Kyungsoo

"Oia ada apa dengan Luhan" tanya Kyungsoo

"Apa kau benar temannya?" Tanya Kai

"Tentu saja. Dia sudah seperti pangeranku" jawab Kyungsoo bangga

"Luhan pangeran? Lalu aku apa? Selir muda?" Gumam Kai tak percaya

"Kau bicara apa?" Tanya Kyungsoo

"Aniya tidak apa. Apa kau bisa memberikan ini pada Luhan?" Kai menyerahkan ponsel Luhan pada Kyungsoo

"Tentu saja. Aku ada kelas dengannya jam 1 nanti" balas Kyungsoo mengambil ponsel Luhan

"Apa kalian sangat dekat?" Tanya Kai

"Tentu. Dia sudah seperti pacarku, dia selalu menjagaku" balas Kyungsoo

"Kau belum tahu saja kalau dia sangat manja" kekeh Kai

"Apa kau pacarnya?" Tanya Kyungsoo

"Aniya, aku lebih seperti kakaknya" balas Kai

"Lalu apa kau punya kekasih?" Tanya Kyungsoo

"Kekasih? Ummhh... Ada.. Namanya monggu dan janggu" balas Kai tersenyum

"Dasar playboy" cibir Kyungsoo

"Mereka anjing peliharaanku" Kai tertawa

"Kalau begitu ayo jadi pacarku" Kyungsoo bicara langsung

Uhuk!

Kai tersedak jus yang sedang ia minum

"Mwo? Yak! Apa kau selalu seperti ini pada pria yang baru pertama kali kau temui? Lagipula aku masih menyukai dada wanita" geram Kai karena ucapan Kyungsoo

"Tidak! Aku baru begini padamu. Kau itu tampan... Umhh lagipula apa kau yakin kau menyukai dada wanita? Kalau tanganmu meremas milikku kau juga akan tergoda" Kyungsoo berbisik menggoda

Kai memandang takut pada pria mungil di depannya, dia tidak menyangka kalau pria yang baru beberapa menit yang lalu ini menangis ternyata sangat agresif. Tapi karena Kai memang takut tergoda akhirnya dia lari terbirit meninggalkan Kyungsoo yang mendengus kesal

"Apa-apaan pria mata besar itu? Menakutkan sekali" gumam Kai terengah menuju mobilnya

"Luhan, aku harap kau tidak ikutan gila seperti temanmu" gumam Kai menjalankan mobilnya

"Ish, padahal sedikit lagi" kesal Kyungsoo

"Baiklah. Aku akan meminta tolong lulu sayang" cengir Kyungsoo yang memutuskan menemui Luhan.

"Luhannnnn" teriak Kyungsoo berlari menghampiri Luhan yang sedang istirahat main basket

"Wae?" Tanya Luhan yang sedang minum

"Aku bertemu pangeran tadi pagi" ucap Kyungsoo berbinar

"Kau kemana saat jam pertama hmm? Membolos?" Gemas Luhan menarik telinga Kyungsoo

"Aaaakh sakit" kesal Kyungsoo

"Aku bertemu pangeran" balas Kyungsso

"Pangeran apa sih? Pangeran kodok" kesal Luhan

"Ini! Pangeran yang mengantarkan ponselmu padaku" cengir Kyungsoo menyerahkan ponsel Luhan

"Kenapa ponselku ada padamu?" Tanya Luhan bingung

"Entahlah. Dia bilang kau menjatuhkannya di kursi mobil tadi pagi" Kyungsoo berbicara sambil mendrama

"Oh..Kai" gumam Luhan

"Jadi namanya Kai?" Tanya Kyungsoo berbinar

"Kyung, jangan wajah itu. Kalau kau berharap aku mengenalkan dia padamu itu tidak akan terjadi" balas Luhan ngeri melihat Kyungsoo

"Ayolah lulu tampan, kenalkan aku pada Kai" rengek kyungsoo

"Ani" balas Luhan

"Lu, ayolah aku mohon yaaa" pinta Kyungsoo

"Tidak" jawab Luhan mantap

"Lagipula Jungmoo mu mau kau kemanakan?" Tanya Luhan

"Aku mau putus dengannya, dia sangat mesum Lu. Tadi pagi dia mencoba mencumbuku" adu Kyungsoo

"Mwooo?" Kesal Luhan

"Makanya kenalkan aku dengan Kai ya" bujuk Kyungsoo

"Tidak bisa" Luhan tetap pada pendiriannya

"Luhan! Kenapa pelit sekali sih!" Teriak Kyungsoo tak sabar

"Itu demi kebaikanmu dan Kamjongku" kekeh Luhan

"Aku tidak mau bicara denganmu sampai kau mengenalkan kami" kesal Kyungsoo meninggalkan Luhan

"Kyung" teriak Luhan namun diabaikan

"Dia kenapa?" Tanya Baekhyun yang baru sampai ke lapangan

"Sedang marah padaku" kekeh Luhan

"Oia Baek, kau bawa mobil?" Tanya Luhan

"Ummh, tentu saja. Kenapa?" Balas baekhyun

"Mana kuncinya?" Pinta Luhan

"Ini" Baekhyum memberikan kunci mobilnya

"Aku pinjam ya. Dah Baekie" Luhan berlari meninggalkan Baekhyun yang masih bingung

"Mobilku…. Oh tidak. Anak itu pasti merusaknya lagi" gumam Baekhyun ngeri.

..

..

..

..

..

..

-The Death Fourth-

..

..

..

..

..

..

..

..

"Kau sudah pulang" tanya Sehun melihat Kai datang

"Umhh... Mana monggu dan janggu" tanya Kai

"Dikandangnya tentu saja" balas Sehun

"Kau kenapa sih? Kenapa berkeringat?" Tanya Sehun bingung

"Sehunna" panggil Kai

"Apa?" Tanya Sehun

"Apa kau menyukai pria?" Tanya Kai

"Hanya Luhan" balas Sehun

"Maksudku, apa yang kau rasakan pertama kali saat kau menyukai Luhan?" Tanya Kai

"Aku tidak bisa mengalihkan perhatianku padanya, dan seluruh otakku hanya memikirkannya kalau dia tidak disampingku" balas Sehun

"Oh tidak" gumam Kai ngeri karena sedari tadi hanya ada pria bermata besar itu di otaknya

"Dia kenapa?" Tanya Chanyeol turun dari tangga

"Entahlah. Seperti habis melihat hantu" balas Sehun malas

"Kau sebaiknya bersiap, setelah ambil barang langsung jemput Luhan. Jangan terlambat menjemputnya" pesan Sehun

"Baiklah. Mobil Luhan bagaimana?" Tanya Chanyeol

"Aku sedang memasang gps nya, kalau dia tahu kita akan dalam masalah" kekeh Sehun

"Dia tidak akan tahu" balas Chanyeol

"Aku pergi ya" pamit Chanyeol

"Hati-hati yeol" teriak Sehun

..

..

..

"Luhan kemana" kesal Chanyeol yang sedari tadi menunggu di gerbang kampus tapi Luhan tak kunjung datang. Dia juga mengunjungi Luhan berkali-kali tapi tidak ada jawabannya.

"Awas kalau sampai datang aku akan memanggangnya" gemas Chanyeol

Chanyeol sedang menggerutu sampai dia melihat ada seorang pria yang mendekatinya, entah kenapa dia sangat tertarik melihat pria yang menurutnya cantik ini. Matanya tak berkedip dan ada bagian dari darinya yang berdebar entah itu jantungnya atau otaknya yang terasa membeku.

"Hey apa kau Park Chanyeol" tanya pemuda yang menurut Chanyeol manis ini, dia adalah Baekhyun yang kelihatannya juga sedang kesal

"Hey" tegur Baekhyun

"Oh..iya… kau tanya apa?" tanya Chanyeol

"Apa kau Park Chanyeol?" tanyan Baekhyun masih berusaha sabar

Drrtt drrtt

"Sebentar" Chanyeol tersadar ponselnya bergetar daritadi dan segera mengangkatnya karena Luhan yang menelponnya

"Kau dimana?" gemas Chanyeol

"Siapa? Byun siapa?" tanya Chanyeol

"Byun Baekhyun siapa? Aku tidak kenal." bingung Chanyeol

"Aku Baekhyun." Baekhyun berbisik memberi tahu

"Ah, ternyata malaikatnya sudah ada didepanku Lu." puji Chanyeol membuat Baekhyun terdiam menatapnya

"Jemput dimana?" tanya Chanyeol bingung

"Oh begitu, baiklah. Kau hati-hati." pesan Chanyeol

"Apa dia bilang kau harus mengantarku ke rumahku dan dia akan ada disana dalam dua puluh menit?" tanya Baekhyun

"Hmm seperti itu" jawab Chanyeol

"Dia juga mengatakan hal itu padaku, aku tidak akan meminjamkannya mobil lagi" gerutu Baekhyun

"Baiklah, aku akan memarahinya nanti. Ayo aku antar kau pulang" Chanyeol tersenyum pada Baekhyun

"Oia aku sampai lupa. Aku Park Chanyeol" Chanyeol menawarkan tangannya berkenalan

"Byun Baekhyun" balas Baekhyun menjabat tangan Chanyeol, entah kenapa ada perasaan aneh menelusuk ke dalam hati Baekhyun saat menjabat tangan Chanyeol

"Ayo masuk" Chanyeol membukakan pintu dan Baekhyun naik kedalam mobilnya

..

..

..

"Jadi, apa kau keluarga Luhan?" tanya Baekhyun diperjalanan

"Begitulah" balas Chanyeol

"Tapi seingatku saudara tiri Luhan perempuan. Apa kau kekasihnya" tanya Baekhyun curiga

"Aniya, aku seperti hyung untuknya" kekeh Chanyeol

"Oh begitu. Oia belok kanan dan itu rumahku" Baekhyum memberitahu

"Oke" balas Chanyeol dan tak lama memarkirkan mobilnya di depan rumah Baekhyun

"Rumahmu bagus" puji Chanyeol

"Rumah orang tuaku" koreksi Baekhun

"Ayo masuk. Sepertinya rusa jelek itu sudah didalam" Baekhyun menunjukkan mobilnya yang sudah terparkir rapih didalam garasi.

Cklek!

"Aku pulang" teriak Baekhyun

"Baekiee selamat datang" Luhan menyambut Baekhyun dengan makanan penuh dimulutnya

"Eomma, kenapa Luhan memakan jatah makananku" protes Baekhyun

"Kasian Luhan nak, tadi dia sangat kelelahan" balas nyonya Byun

"Ah siapa pria tampan dibelakangmu" nyonya Byun menyadari kehadiran Chanyeol

"Dia Chan-umm-yeol eom-onim" balas Luhan belepotan

"Lu teruskan makanmu, nanti kau tersedak" Chanyeol memperingati Luhan

"Park Chanyeol imnida eomonim" Chanyeol membungkuk sopan

"Aigoo, tampannya. Apa kau teman Baekhyun?" Tanya nyonya Byun

"umhh iy.."

"Dia teman Luhan eomma. Sudahlah" kesal Baekhyun memotong kalimat Chanyeol

"Araseo..araseo.. Yasudah kau bersiap, nanti eomma buatkan makan siang" bujuk nyonya Byun

"Baekie, aku pamit pulang ya" teriak Luhan yang sepertinya sudah selesai makan

"Kenapa buru-buru?" Tanya Baekhyun yang tidak jadi kekamarnya karena Luhan berpamitan pulang.

"Aku ada urusan. Ayo yeol, bawakan barang belanjaanku disana ya, aku berat" cengir Luhan meninggalkan rumah Baekhyun menuju mobil Chanyeol

"Anak ini" gemas Chanyeol melihat tingkah Luhan

"Baekhyun-ssi, senang bertemu denganmu, semoga kita bisa bertemu lain waktu" Chanyeol menatap Baekhyun

"Hmm.. Aku juga senang bertemu denganmu. Hati-hati dijalan" pesan Baekhyun

"Oia, apa aku boleh minta nomor ponselmu? Kau tahu kan? Luhan sangat susah dihubungi, aku mungkin bisa menghubungimu" Chanyeol beralasan

"Tentu saja" Baekhyun mengambil ponsel Chanyeol dan mengetikan nomornya

"Ini sudah selesai" ucap Baekhyun

"Gomawo, aku pergi dulu" cengir Chanyeol pergi dengan gembira

BLAM!

Terdengar suara pintu mobil tertutup

"Lu kau belanja apa sih? Kenapa banyak sekali" gerutu Chanyeol

"Keperluan besok yeol" cengir Luhan polos

"Terserah, yang penting kau senang" balas Chanyeol mengusak rambut Luhan

"Dia cantik" gumam Chanyeol saat Baekhyum melambai ke arah mereka pergi

"Uh? Kau bicara apa?" Tanya Luhan

"Bukan apa-apa Lu" balas Chanyeol tersenyum senang

..

..

..

..

..

..

-The Death Fourth-

..

..

..

..

..

..

..

..

"Aku pulangg" teriak Luhan masuk kedalam rumahnya

"Selamat datang" balas Sehun yang sedang mengupas jeruk

"Hay Kai" sapa Luhan mencium pipi Kai yang sedang menonton tv tapi matanya menerawang

"Halo Sehunnie" sapa Luhan ingin mencium pipi Sehun tapi Sehun menolehkan wajahnya tiba-tiba sehingga ciuman Luhan telak sampai di bibirnya

"Curang" kesal Luhan

"Selamat datang Luhannie" cengir Sehun

"Kai kenapa?" Tanya Luhan yang duduk di wastafel mengganggu kegiatan Sehun mencuci buah

"Entahlah, dia sedari tadi seperti itu" balas Sehun menciumi bibir Luhan

"Coba jeruk ini, ini sangat manis" Sehun menyuapi Luhan

"Bagaimana?" Tanya sehun

"Manis" Luhan setuju

"Tidak semanis dirimu" goda Sehun membuat Luhan merona

"Ish, Sehunnie genit" protes Luhan

"Makanya permisi aku mau cuci buah dulu lulu sayang" gemas Sehun

"Araseo. Aku juga mau tidur siang saja" balas Luhan bergegas menaiki tangga

"Kau sudah makan siang?" Tanya Sehun berteriak

"Sudah Sehunnie. Jangan bangunkan aku sampai jam makan malam ya" pesan Luhan dan tak lama terdengar suara pintunya tertutup

"Dasar bayi" cibir Sehun gemas

"Eh? Kenapa kau belanja sekali yeol" tanya Sehun melihat Chanyeol sangat kerepotan membawa belanjaan

"Luhan, bukan aku. Isinya seperti bom" kesal Chanyeol dengan belanjaan yang Luhan sangat berat

"Sini aku bantu" Sehun menawarkan diri sementara Kai masih melamun dan menatap tv dengan bosan.

..

..

..

Tok! Tok!

"Lu, kau sudah bangun, ayo kita makan malam" Kai membangunkan Luhan

"Sudah Kai, masuk saja" balas Luhan

Cklek!

"Apa aku mengganggu? Aku ingin bertanya padamu" tanya Kai

"Ishh kau ini, masuk saja" gemas Luhan yang sedang sibuk dengan laptopnya

"Duduk" Luhan menyuruh Kai duduk di kasur dan berhadapan dengannya. Kai duduk menyila diatas kasur Luhan siap bertanya.

"Ada apa hmm?" tanya Luhan

"Temanmu" gumam Kai

"Temanku?" tanya Luhan

"Ah, apa tadi ponselmu diberikan oleh temanmu?" tanya Kai

"Hmm tentu saja" balas Luhan

"Kau kenapa hmm" tanya Luhan mematikan laptopnya dan fokus mendengarkan Kai

"Entahlah Lu, dia sangat aneh. Tapi yang lebih aneh aku memikirkannya" racau Kai bersandar di paha Luhan yang sudah tidak ada laptop

"Kyungie?" tanya Luhan bermain dirambut Kai

"Namanya Kyungie?" Kai mendongak melihat Luhan

"Kyungsoo. Do Kyungsoo" balas Luhan

"Kyungie" gumam Kai mengulang

"Kim Jongin! Jangan bilang kau menyukainya" selidik Luhan menatap Kai yang sedang tiduran di pahanya

"Aniya, tentu saja tidak. Aku hanya merasa dia sangat unik" kekeh Kai

"Memang dia melakukan apa?" tanya Luhan

"Kau tahu? Dia memintaku menjadi kekasihnya. Apa dia selalu begitu?" kekeh Kai

"Kyungie pernah punya kakak lelaki yang sangat memanjakannya, tapi kakaknya meninggal karena sakit. Sejak itu dia selalu mencari kasih sayang dari siapapun yang menurutnya mirip dengan kakaknya. Aku salah satu yang dianggap seperti kakaknya, tapi tetap saja aku tidak bisa terus disampingnya" Luhan bercerita pada Kai

"Jadi dia menganggap semua pacarnya adalah kakanya?" tanya Kai

"Kurang lebih seperti itu, tapi mungkin suatu saat nanti dia akan menemukan yang lebih dari kakaknya, yang mencintainya, yang menjaganya dan menyayanginya. Aku yakin itu" balas Luhan menerawang bermain di rambut Kai

"Ngomong-ngomong kenapa kau bertanya tentang Kyungsoo. Jangan bilang kau juga tertarik padanya" selidik Luhan

"Memang dia tertarik padaku?" tanya Kai

"Dia bahkan marah padaku karena tidak mau memperkenalkanmu dengannya" kekeh Kai

"Kalau begitu pertemukan kami" cengir Kai

"Ti-dak" jawab Luhan mantap

"Araseo..araseoo..Aku juga masih menyukai dada perempuan. Aku akan mencari perempuan cantik dan menidurinya besok" gumam Kai meyakinkan dirinya sendiri

"Lihat ini! Bagaimana bisa aku memperkenalkan kalian berdua. Kalian sama-sama haus belaian" gemas Luhan menarik hidung Kai

"Aku juga haus belaian mu cantik" gumam Kai menggoda Luhan

"Sehunnie" pekik Luhan karena Kai mulai berulah

Sehun yang kebetulan ada dikamarnya, langsung menghampiri kamar Luhan dan terkekeh melihat Kai yang sedang menggoda Luhan

"Wae?" tanya Sehun didepan kamar Luhan

"Kai ingin menerkamku" adu Luhan

"Dia tidak akan berani. Ayo turun makan" balas Sehun yang sudah menuruni tangga

"Sehunnie gendong" rengek Luhan tapi diabaikan Sehun yang sudah turun kebawah

"Aigoo lulu sayang kasian sekali. Ayo pangeran gendong" Kai mengangkat Luhan seperti karung beras dan membawanya turun kebawah

"Jongin turunkan aku!" Luhan meronta di gendongan Kai

"Pangeran akan mengantar sampai bawah" Kai keras kepala

"Pangeran apa? Pangeran kodok" cibir Luhan yang sudah pasrah

"Jja, kita sampai" Kai mendudukan Luhan disamping Sehun

"Apa?" kesal Luhan pada Sehun

"Apalagi salahku?" tanya Sehun bingung

"Banyak" cibir Luhan

"Yeol, aku mau duduk disampingmu" rengek Luhan

"Jja, duduklah disini. Kemari Lu" Chanyeol meletakkan bangku kosong disampingnya agar Luhan bisa pindah duduk disampingnya

"Kemari" perintah Sehun

"Tidak mau" balas Luhan

"Sudahlah Sehunna" jengah Kai

"Kai pimpin doa" perintah Chanyeol

Dan setelahnya hanya terdengar dentuman sendok dan garpu tanda bahwa keempat orang ini menikmati makanan yang dibuat oleh Chanyeol, karena memang setiap seminggu sekali mereka bergiliran memasak dan melakukan pekerjaan rumah lainnya. Minggu ini adalah giliran Chanyeol yang memasak.

..

..

..

"Kau belum tidur?" tanya Sehun melihat Luhan bermain laptop di ruang santai

"Belum" balas Luhan

"Lalu sedang apa?" tanya Sehun mendekati Luhan dan duduk disampingnya

"Aku hanya sedang mencari tahu tentang acara Sangchul besok malam. Aku mengantisipasi siapa saja yang akan datang" balas Luhan tanpa menatap Sehun

"Jangan terlalu serius Lu, kita hanya mengawasi bukan menarik perhatian mereka" Sehun mengingatkan

"Aku tahu" balas Luhan

"Kau mau tidur denganku malam ini?" tanya Sehun

"Tidak." balas Luhan masih menolak menatap Luhan, membuat Sehun tersenyum gemas

"Aku salah lagi ya?" tanya Sehun

"Tidak" balas Luhan lagi

"Ceritakan aku berbuat apa sehingga membuatmu kesal?" tanya Sehun memangku Luhan dan menjauhkan Luhan dari laptopnya

Luhan tidak menjawab melainkan memeluk erat leher Sehun

"Kau belakangan ini tidak perhatian padaku" kesal Luhan

"Siapa yang bilang?" tanya Sehun

"Aku barusan" jawab Luhan polos dan Sehun terkekeh mendengarnya

"Kau mau perhatianku?" tanya Sehun memaksa Luhan menatapnya

"Hmmh" balas Luhan

"Mau seberapa banyak?" tanya Sehun

"Semuanya.. aku mau perhatianmu, sayangmu dan cintamu hanya untukku" katanya bermain di dada Sehun

Sehun tersenyum mendengar penuturan pria cantik didepannya ini yang berbicara sambil memanyunkan bibirnya

"Kalau begitu ambillah" balas Sehun

"Eh?" tanya Luhan bingung

"Ambil semua yang ada didiriku, karena itu semua milikmu. Ambil sebanyak apapun yang kau mau dan aku akan memberikannya tanpa ragu untukmu" balas Sehun mencium kening Luhan

"Sehunnie" gumam Luhan merona

"Kau jangan meragukan betapa aku sangat menyayangimu hmm.. aku terus memperhatikanmu dengan caraku, jadi kau tidak perlu ragu" Sehun meyakinkan Luhan

"Aku mencintai Sehunnie" Luhan memeluk Sehun erat

"Aku tahu lulu sayang,. Aku menyayangimu" balas Sehun memeluk Luhan erat

"Tidak mencintaiku?" protes Luhan

"Tentu saja mencintaimu. Hanya saja belum saatnya Lu, bersabarlah sebentar lagi hmm" pinta Sehun

"Araseo, aku hanya bercanda Sehunnie. Aku tahu kau mencintaiku dan aku berani bertaruh rasa cintamu padaku lebih besar dari rasa cintaku untukmu" katanya percaya diri

"Benar sekali Luhannie sayang" kekeh Sehun yang sudah menggendong Luhan bermaksud menidurkan rusanya yang cerewet ini.

"Luhannieee" teriak Kai keluar dari kamarnya

"Eh?" Luhan yang sudah tertidur mau tak mau terbangun karena teriakan Kai

"Kai kenapa?" tanya Luhan pada Sehun yang sepertinya sedang memarahi Kai

"Aniya, Kai tidak apa. Tidur lagi hmm" Sehun kembali berjalan mondar mandir agar Luhan kembali tidur

"Lulu" rajuk Kai di sofa

"Kai kenapa?" tanya Luhan menoleh dari kebelakang di gendongan Sehun

"Sehunnie turunkan aku" pinta Luhan

"Kau tidak tidur?" tanya Sehun

"Nanti saja" balas Luhan

"Araseo" Sehun dengan berat hati menurunkan Luhan sambil melotot pada Kai

"Kau kenapa?" tanya Luhan duduk di samping Kai

"Luhannie" rengek Kai yang sudah akan memeluk Luhan tapi Sehun tiba-tiba duduk di tengah-tengah mereka, jadilah Kai memeluk Sehun bukan Luhan

"Eh?" Kai bingung mendapati tubuh Luhan yang terlalu besar dan beraura dingin

"Oh ternyata albino. Tak apalah, Sehunnie" kai mengulangi rengekannya dan memeluk Sehun

"Kau ini benar-benar menyebalkan hitam" geram Sehun karena Kai memeluknya sangat erat

"Kai kau kenapa sih?" kesal Luhan

"Aku tidak bisa tidur" rengek Kai

"Kenapa?" tanya Luhan

"Wajah teman idiotmu itu menghantuiku terus" protes Kai

"Kau menyukainya ya" kekeh Luhan

"Siapa Lu?" tanya Sehun yang mulai risih Kai memeluknya erat

"Temanku Sehunnie sayang" balas Luhan

"Luhan" teriakan berbeda terdengar dari Chanyeol yang sepertinya sedang senang

"Yang ini juga bersikap aneh" kekeh Luhan

"Kau darimana?" tanya Luhan

"Habis menelpon seseorang" balas Chanyeol

"Kau tahu? Aku sedang sangat bahagia" Chanyeol duduk disamping Luhan dan membawa Luhan ke pelukannya

"Bahagia kenapa?" tanya Luhan

"Nanti kau juga tahu" Chanyeol menolak memberitahu Luhan

"Sudah Lu, jangan pikirkan mereka berdua. Mereka sangat aneh" Sehun menarik Luhan dan membawanya ke pelukannya

"Hanya aku dan Sehunnie yang tidak aneh" cengir Luhan mendongak ke Sehun

"Tidak. Kalian juga aneh" protes Kai yang tangannya juga merangkul Luhan

"Hmm aku setuju dengan Kai" gumam Chanyeol yang ikut merangkul ketiga sahabatnya

"Aku senang kita bersama" gumam Luhan mengeratkan pelukannya pada Sehun, Chanyeol dan Kai

"Kami juga" balas ketiganya bersamaan tersenyum, berharap kalau mereka bisa terus bersama seperti ini selamanya.


tobecontinued...


yehet updet lagi! semoga suka sama chap ini yak...

.

.

.

oia, gw ini termasuk sering balesin review kalian kok, walaupun ga semuanya. soalnya kalau abis update satu ff. triplet langsung fokus nulis ff lain biar updetnya ga telat. jadi dimaklumin ya :))

.

oia kalau ada yang bingung, atau mau tanya langsung pasti dibales lewat pm kok. Tapi gw agak kebingungan cara bales reader yang ga punya akun ffn. jadi bukannya sombong pliss gw iritasi bgt sama kata sombong :"D

yang mau dibales atau mau ngobrol sama triplet yang gajelas ini, yuk bikin akun ffn yuk, soalnya triplet gabisa bales klo ga dari akun ffn langsung..

Let's Being Friends kesayangan :*

.

terakhir..

happy reading and review :*