SUPERNOVA? Well, aku memutuskan namanya karena menurutku, Supernova itu hebat.

Siapakah Supernova sebenarnya? Apa yang akan dilakukan Supernova terhadap Manusia-Manusia-Kebal?

Bicara soal kode tadi, apakah kalian bisa memecahkan kode sebelum salah satu karakter memecahkan kode ini?


CHAPTER 3

ooOoo

"SUPERNOVA?"

"Iya! Dari teriakannya!"

"Hei, hei, Bung. Tenangkan dirimu."

Orang itu menatap Minho, lalu menarik napas dalam-dalam, mencoba untuk tenang. Dia pun menghadap Thomas lagi. "Dia berteriak seperti ini: 'Aku Supernova!' setelah berlama-lama mengaung seperti Griever."

"Griever? Kau tahu Griever?"

"Ya—tentu aku tahu. Karena, dulu aku bekerja di WICKED."

Ada teriakan yang lebih histeris, memecah percakapan mereka.

"Aku akan mengeceknya!" Minho keluar setelah mengambil Launcher yang berada di ruangan itu.

"Aku akan mengecek keluar bersama Minho!" Jorge berlari sembari mengambil Launcher yang lain. "Kalian berdiam diri saja di tempat ini!" Jorge pun keluar dengan berlari, menyusul Minho.

"Aku akan melanjutkan ceritaku," orang itu melanjutkan kata-katanya. "Dulu, aku bekerja di WICKED. Tapi, karena lama-kelamaan aku merasa muak dengan organisasi itu, aku keluar secara diam-diam. Namaku Valerie."

"Kalau begitu, bisakah kau jelaskan kode apa ini?" tanya Teresa sembari mengulurkan kertas kotor yang bertuliskan kode itu.

Valerie neraih kertas itu, lalu melihatnya dengan cermat. "Mungkin ini adalah kode untuk mengalahkan Supernova."

"Benarkah?" tanya Thomas.

"Di badan Supernova, terdapat angka nol yang sepertinya bisa diganti seperti sebuah gembok yang se—" dia berheni melanjutkan kata-kata, mendengar jeritan seorang pria yang terdengar begitu keras dari tempat itu.

"Apapun itu, cepat pecahkan kode ini!"

"Oke. Dari angka-angka ini, sepertinya ini digit binari."

"Digit binari?" tanya Thomas. "Apa itu digit binari?"

"Angka yang berbasis dua."

Terdengar teriakan Jorge.

Refleks, Brenda mengambil Launcher yang tersisa satu. "Aku akan pergi keluar!" kata gadis itu.

"Bahaya, Brenda!" Thomas berseru.

"Aku harus menolong Jorge!"

Sebelum Thomas menghentikannya, Brenda sudah berlari ke arah pintu menuju keluar, menyelamatkan Jorge. Thomas ingin menghentikan gadis itu, namun tangannya ditahan Teresa. "Sebaiknya, kita pecahkan kode ini lebih dulu, Thomas."

"Aku harus menghentikannya, Teresa!"

"Jangan! Lebih baik kita mempersiapkan diri untuk mengalahkan Supernova dengan memecahkan kode ini dulu."

"Tapi ..."

"Kau tidak mau membiarkan dirimu terbunuh begitu saja, bukan?"

Thomas tahu Teresa benar. Pikirannya kini tercampur aduk oleh dua pilihan: menolong Brenda atau mempercayai Teresa dan memecahkan kode itu. "Oke," katanya akhirnya. "Mari kita pecahkan kode ini."

"Bagus."

Thomas melihat Valerie yang menulis sesuatu. "Apa yang kautulis di kertas itu?"

"Kode ini." Valerie menunjukkan tulisannya:

1-6-9-3-11-5-4

"Ini adalah hasil dari digit binari yang tertulis di kode ini," Valerie menerangkan. "Cukup delapan angka untuk memasukkan kode itu."

"Nah. Kita sudah punya persiapan. Ayo, Teresa!"

"Ayo!"

"Aku ikut."

ooOoo

Mereka bertiga pergi keluar dan menuju ke tengah-tengah padang rumput tanpa membawa apa-apa. Di padang rumput itu, sudah terdapat puluhan jasad dari Manusia-Manusia-Kebal yang hanya tinggal separuh badan sampai kaki. Bahkan, terlihat tulang demi tulang yang menyusun tubuh Manusia yang bercacaran sepeti sampah. Namun, untungnya tidak ada tubuh yang menciri-cirikan bahwa dia adalah Minho, Jorge, ataupun Brenda.

Thomas ingin berteriak, namun dia tahu bahwa ini bukan saatnya menjadi penakut—dia harus berani. Dia menelan ludah, lalu melihat ke kanan dan ke kiri. "Dimana Supernova?"

Terdengar sebuah aungan yang mengerikan yang bercampur dengan jeritan seseorang. Thomas yakin bahwa aungan-yang-mirip-dengan-aungan-Griever itu adalah Supernova.

"Kurasa di sana!" Valerie menunjuk ke sebuah hutan yang berada di barat daya.

"Ayo cepat ke sana!"

Mereka berlari menuju hutan itu.

Hutan itu penuh dengan pohon-pohon yang panjang.

Thomas mendengar aungan Supernova. Dia lalu berlari ke asal aungan itu, disusul Teresa dan Valerie.

Berlari. Terus berlari. Thomas merasa bahwa dia seperti kembali ke Maze di mana dia berlari dengan kecepatan yang kini dia rasakan.

Tiba-tiba, dia tersandung sesuatu, membuatnya terjatuh. Dia menoleh ke belakang. Dia menjerit karena melihat jasad yang tinggal separuh badan hingga kaki yang dia kenal sembari menjauhi jasad itu.

Brenda kini tewas oleh Supernova. []