Disclaimer : Bleach adalah hak milik Tite Kubo

Rated : Relax, masih K

Author Note : This fanfic contains typo, OOC, dan segala kenistaan lainnya. Don't try this at home !

Special Thanks to:

Akashi Rinko : Silakan di baca kelanjutannya ^^

Hanna Hoshiko : Author ga bermaksud PHP-in kamu kok. gomen ne... hehehhe

15 Hendrik Widyawati : iya sih, cuma author malu aja kalo bikin kesalahan banyak.

Arya. u. dragneel : Ichi muncul di chp ini kok ^^. author juga sebenernya ga mau siksa Rukia, hiks...

Azura Kuchiki : Author kasih panjang nih chapter sekarang :D

Rini Desu : Sip, silakan dinikmati chapter

Darries : Ichi akan jadi Crown Prince gitu . Author ga berniat menjadikan Orihime sebagai pengganggu kok. Author pendukung Ichiruki, tapi juga cinta sama Orihime. i like both girls.

Dan untuk semua readers yang sudah setia membaca fic ini. Arigatou


Gravity Chapter 3

DIA ADALAH KUCHIKI

Rukia menutup matanya. Siap untuk menerima tebasan pedang yang akan mengakhiri hidupnya.

"Sayonara…" kata itu meluncur begitu saja dari bibirnya. Entah kepada siapa kata itu ditujukan. Ia hanya ingin mengucapkan selamat tinggal pada sesuatu, untuk yang terakhir kalinya.

Hyussh… suara pedang berayun ke bawah.

Rukia sudah siap.

PRAANG…

Suara itu membuat Rukia tersentak. Itu adalah suara dua besi yang sedang beradu. Apa maksudnya ini ? sekuat tenaga Rukia membalik tubuhnya menghadap depan. Pemandangan yang ada di depannya membuatnya tidak dapat berkata-kata.

Bahu, bahu yang lebar dan kepala oranye, sedang memunggunginya. Sepertinya itu adalah milik seorang pemuda. Ia memegang pedang super besar dan menghalangi tebasan Szayelporro. Pemuda itu menyelamatkannya.

"Hei.. apa kau tidak apa-apa ?" tanya pemuda itu. Ia menoleh ke arah Rukia, namun Rukia tidak bisa menangkap refleksi wajahnya karena tertutup oleh silaunya matahari. Pemuda itu kembali menghadapkan wajahnya ke depan, dan mendorong pedangnya sehingga membuat Szayealporro terjatuh.

"kau tidak malu, hah ? menyerang wanita tidak berdaya ! " suara pemuda itu terdengar sangat tegas dan sedikit marah. Szayelaporro mengumpat dan berdiri kembali. " itu bukan urusanmu, sialan ! " ucap szayelaporro marah.

Ia lalu mengarahakan pedangnya ke depan dan menyerang pemuda berambut orange itu. Si pemuda menghindari serangan szayelaporro dan membalasnya. Mereka saling beradu pedang. Szayealporro selalu bangga dengan kemampuan berpedangnya. Tubuhnya yang kurus membuat ia dapat bergerak dengan cepat namun, pemuda itu jauh lebih terampil dalam menggunakan pedangnya. Dalam suatu serangan si penjual budak tidak berhasil menghindar, dan membuat kaki kanannya terkena sabetan pedang, membuatnya terjatuh untuk kedua kalinya. Szayelaporro dengan cepat berusaha untuk berdiri kembali, namun gerakannya terhenti karena mata pedang si rambut orange berada di depan tenggorokannya.

Pemuda itu tersenyum dengan penuh kemenangan " Menyerah ?" tahu ia tidak akan punya kesempatan saat ini.

" Baiklah.. aku menyerah. Kau boleh mengambil wanita itu "

Si pemuda menghela nafas lega. Ia menurunkan pedangnya dan berbalik untuk mendekati Rukia. Szayelaporro tersenyum licik. 'ini kesempatan! ' pikirnya. Ia segera berdiri dan menyerang pemuda itu dari belakang.

"Berbalik ! " Rukia berteriak dengan sisa-sisa kekuatannya. Mendengarkan peringatan dari Rukia, pemuda itu refleks berbalik dan menunduk untuk menghindari serangan Szayelaporro, namun sayang, sabetan pedang tersebut sedikit mengenai wajahnya. Membuat luka di pipi si pemuda. ia menatap Szayelaporro dengan tajam. Entah kenapa tatapan sepasang mata hazel tersebut membuat nyali Szayelaporro menciut. Ia seperti melihat seekor binatang buas.

'LARI !' insting Szayelaporro berteriak di kepalanya.

Sebagai seorang penjual budak, sudah biasa baginya untuk berhadapan orang-orang berbahaya. Entah itu pencuri budak maupun mereka yang membenci pekerjaannya. Banyak diantara pria-pria tersebut yang lebih berotot dan lebih seram dari si pemuda berambut oranye ini . Tapi, ada sesuatu di diri pemuda itu yang membuat Szayelaporro takut. Rasa takut yang sudah lama tidak hadir di hatinya.

Szayelaporro memutuskan untuk mengikuti nalurinya dan lari. Ia tidak ingin berlama-lama berhadapan dengan si pemuda. Biarlah wanita itu diambil olehnya. Tubuh kurus dan tak berdaya seperti itu tidak akan berguna bagi siapapun juga. Lagipula, setelah menyadari siapa sebenarnya wanita itu, paling-paling si pemuda itu sendiri yang akan menghabisinya. Ya, Szayelaporro yakin keputusannya kali ini sangat tepat.

.

.

.

"Kau tidak apa-apa ?" tanya Pemuda itu sambil berlutut di depan Rukia.

Rukia tidak menjawab.

Si pemuda memandang Rukia dengan pandangan yang jauh berbeda dengan yang diberikannya kepada Szayelaporro. Ia merasa sangat kasihan dengan keadaan Rukia. Ia lalu mengambil sehelai kain dari sakunya dan menyodorkannya pada Rukia.

"Lihat, banyak sekali lukamu. Bersihkan sedikit wajahmu dengan ini "

Sebagai seorang klan Kuchiki, ini pertamakali dalam hidup Rukia ada seseorang yabg bersikap sebaik ini padanya. Tentunya selain sesamanya. Rukia memperhatikan pemuda itu dengan seksama. Wajahnya yang tadi tertutupi oleh sinar matahari kini terlihat sangat jelas. Kedua mata hazel indah yang menatapnya dengan lembut, rahangnya terlihat sempurna, hidung mancung, dan ada bagian yang membuat pria ini sangat berkharisma. Entah apa itu, mungkinkah kedua alisnya yang saling beradu ?

Melihat Rukia yang terus memandangi wajahnya, membuat si pemuda bingung. Namun ia tersenyum sambil kembali menyodorkan sapu tangannya.

"Ada apa? Tenang saja, sapu tangan ini selalu kucuci kok !" ucapnya ramah

Rukia mengangkat alisnya. Darimana datangnya pikiran bahwa ia tidak mengambil saputangan yang ditawarkan hanya karena dia pikir benda itu tidak higienis ? keadaan Rukia saat ini jauh dari kata bersih.

Rukia membuka mulutnya.

"Kau tidak tahu siapa aku ?"

Pemuda itu memiringkan kepalanya tanda bingung. Dia kan baru bertemu dengan gadis itu. Ia sangat yakin, karena ingatannya cukup kuat dan tidak mudah untuk melupakan wajah seseorang. Mungkin saja…

"Oh, maaf atas ketidaksopananku. Aku belum memperkenalkan diri ya ? Aku Ichigo Kurosaki. Kau ? " ujar Ichigo tersenyum canggung sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya.

jelas sekali kalau ia salah paham.

Rukia menggeleng, "Bukan itu maksudku, aku.." Rukia terdiam sesaat, tampak memikirkan sesuatu. Kemudian ia menggeleng lemah .

" Terima kasih atas bantuanmu, aku benar-benar bersyukur. Sekarang pergilah !"

Sebenarnya Rukia merasa tidak enak mengusir orang yang baru saja menyelamatkannya. Tapi itu demi kebaikannya,juga demi kebaikan pemuda baik itu. Akan lebih baik mereka segera berpisah sebelum segalanya menjadi lebih rumit.

Mendapat pengusiran dari wanita yang baru saja diselamatkannya, tidak membuat Ichigo marah, ataupun bergeming. Malah sebaliknya, pria itu terus menatap Rukia dengan pandangan simpati. Pandangan hangat yang membuat Rukia tidak sanggup untuk mengalihkan tatapannya. Hazel bertemu dengan violet. Mereka saling memandang satu sama lain untuk beberapa saat, tidak sepatah katapun terucap dari bibir keduanya.

"Yang mulia ! yang mulia ! dimana anda ?" suara seorang pria menggelegar, diikuti suara derap langkah beberapa orang. Seorang pria gagah berambut merah panjang tiba-tiba muncul dari balik pohon dengan sekitar selusin prajurit di belakangnya.

Ia melihat ke arah Ichigo, yang sedang saling pandang dengan seseorang. Orang itu bertubuh sangat mungil. Seorang bocah mungkin ? Si rambut merah berdecak dan berjalan mendekati Ichigo.

'Dasar Yang Mulia ! selalu saja membuatku khawatir. Dia itu kenapa senang sekali sih bermain-main? keluar istana dengan pakaian seperti rakyat jelata, tiba-tiba menghilang. Sekarang malah memungut anak kecil ! ' batinya

"Yang mulia, aku sudah mencarimu kemana-kemana ! berhentilah berbuat sesuka hatimu ! " omelnya.

Ichigo menoleh dan menatap pria itu. Ia sedikit menyeringai

" Maaf..Maaf.. Renji, Kau lihat ? aku baru saja menyelamatkan seseorang loh !"

Renji menatap sosok yang ditunjuk oleh Ichigo, sosok yang tampak seperti anak kecil itu menunduk sedemikian rupa sehingga ia tidak dapat melihat wajahnya. Namun ada sesuatu yang entah mengapa tidak asing bagi Renji. Rambut hitam legam itu…

Renji menarik bahu sosok itu untuk melihatnya lebih jelas . Ichigo terkejut dengan gerakan Renji yang tiba-tiba.

"Renji, apa yang kau…" tanya Ichigo. Namun Renji tidak menggubrisnya.

Renji menatap wajah sosok itu, yang ternyata adalah seorang wanita. Mata itu.. Rambut itu… tidak salah lagi !

"Kau…" kata-kata Renji terhenti. Ia segera menjatuhkan tubuh mungil Rukia ke tanah. Lalu mendorong Ichigo untuk menjauh, seakan Rukia adalah sumber penyakit.

Renji berteriak memerintahkan pasukannya untuk siap menyerang. Ia sendiri menghunuskan pedangnya ke arah Rukia.

"Kau, wanita terkutuk ! Kau pasti berencana untuk mencelakai Putra Mahkota, kan ?"

Rukia terkesiap.

Setelah berhasil lolos dari Szayelaporro, kini datang selusin pria yang menghunuskan pedang kepadanya. Lagipula, apa maksudnya Putra Mahkota ? Ia sama sekali tidak mengerti,

"Apa sebenarnya yang sedang terjadi? " suara Ichigo seakan memecahkan suasana tegang yang melanda saat ini. Ia menyentuh bahu Renji, "Jelaskan padaku sekarang, Renji "

Nada berbicara Ichigo sangat serius. Renji tahu, ini bukanlah permintaan, tapi perintah. Renji lalu menurunkan sedikit pedangnya dan berkata,

"Yang mulia, wanita ini adalah seorang Kuchiki …"

To be Continued


Lebih panjang kan dari chapter-chapter pendahulunya ? hehehhe...

Untuk Chapter 4 , Author akan membuka tabir rahasia kenapa klan Kuchiki menjadi klan terkutuk. Ditunggu dengan sabar ya :)

Oh ya, sabtu tanggal 21 Juni kemaren Author pergi ke acara final cosplay atau Clash yang diadakan di Balai Kartini, Jakarta loh...

Disana Author beli baju dan dua buah pin lambang L sama Chibi Kuroko dan Chibi Kise. Author pasang di kunci motor Author deh. Disana Author juga poto-poto sama banyak cosplayer. Mereka sangat keren. Oh ya, disana juga ada Reika sama Aza Miyuko. itu loh, cosplayer dari Jepang sana. Author senang sekali. Ada satu hal yang lucu disana, Karena Reika lagi cosu jadi cowok dan yang ngantri buat poto sama dia itu cewek semua, Author sempat mengira bahwa Reika itu cowok. Dasar... abis Reika pas banget sih cosu jadi cowoknya.

Adakah di antara readers yang sempat ikutan di acara itu juga ? atau mungkin ikut cosplay ?