Kenapa aku bisa menyukaimu?
Disclaimer : Aoyama Gosho… kalo punyaku bakal senang ga karuan… XDDD #plakk
Pair : Shinichi & Ran
Gence : T (mungkin?)
Summary : maaf ga pandai buat summary… kalau mau silahkan baca saja…
Happy Reading…. ^o^
Keesokan Harinya Di SMU Teitan….
"Kupikir barang peninggalan nenek yang sempat hilang ketemu juga… Syukurlah…" Kata Ran sambil memandang Kristal bening berbentuk burung angsa sambil berjalan menuju kelasnya. Saat menuju kelasnya, Ran disapa oleh seseorang.
"Yoo… Rambut bercula…." Sapa Shinichi sambil menghampiri Ran.
"Mau apa kau? Tutup kuali?" Tanya Ran dengan memandang Shinichi. "Pagi-pagi auranya ngajak ribut nih?" Pikir Ran.
"Cuma mau lihat kau hari ini… Apa yang kau pegang itu?" Tanya Shinichi sambil mengambil Kristal milik Ran.
"Heyyy… Apa yang kau lakukan?" Kata Ran yang kaget karena Shinichi mengambil Kristal peninggalan Neneknya.
"Aku kan cuma ingin melihatnya? Memang tidak boleh?" Tanya Shinichi yang masih memegang Kristal milik Ran.
"Pokoknya kembalikan… Rambut tutup kuali…" Kata Ran marah pada Shinichi sambil mencoba mengambil Kristal miliknya. Namun itu membuat Kristal itu…..
'KRAATK….'
"APA YANG KAU LAKUKAN! BODOH…." Kata Ran yang kaget melihat Kristal kebelah menjadi dua.
"….."
"INI PENINGGALAN ORANG YANG PALING BERHARGA BAGIKU… APA KAU PUAS TELAH MENGHANCURKANNYA, HAH?" Tanya Ran yang marah sambil menahan air matanya.
"AKU BENAR-BENAR BENCI KAMU… SHINICHI…." Kata Ran sambil meninggalkan Shinichi beserta pecahan Kristal miliknya.
"RAN… TUNGGU…." Teriak Shinichi namun tidak didengar oleh Ran.
Ran pun terus berlari sambil menangis tak tentu arah. Yang dipikirannya hanya kesal bercampur marah karena benda satu-satunya pemberian neneknya yang telah tiada dihancurkan begitu saja. Ran pun terus berlari hingga sampailah dia di taman belakang sekolah yang jarang dikunjungi murid.
~ Ran Pov ~
Aku benar-benar marah padanya. Benda satu-satunya pemberian nenekku dihancurkan olehnya. Aku benar-benar kesal. Aku pun hanya berlari meninggalkan dia beserta Kristal milikku yang dihancurkannya. Tanpa terasa aku sampai di taman belakang sekolah yang jarang dikunjungi murid. Karena katanya taman belakang ini terkesan angker. Tapi aku tak peduli, aku ingin melepas semua kesal & marah. Aku pun langsung berjalan menuju pohon sakura yang tumbuh mekar disana. Aku pun menangis dalam diam sambil ditemani hembusan angin yang menerbangkan setiap kelopak bunga sakura.
'Tingtong… Tingtong…'
Akhh… sudah bel masuk. Apa boleh buat. Aku harus masuk kelas. Lama juga aku ada di taman. Aku sudah merasa tenang, namun masih tetap kesal. Aku harap aku bisa bersikap wajar, kecuali untuknya mungkin masih marah. Aku pun bangun dari tempat dudukku dan langsung menuju kelasku.
~ End Ran of Pov ~
Normal Pov
"Pagi Ran…" Sapa Kazuha pada Ran.
"Pagi juga, Kazuha…" Balas Ran yang langsung duduk ditempatnya.
"Ada apa? Sepertinya kau baru menangis?" Tanya Kazuha pada Ran.
"Tidak ada apa-apa kok…" Elak Ran.
"Kalau kau punya masalah, bisa ceritakan padaku…"
"Makasih Kazuha… Tapi aku tidak apa-apa…" Kata Ran sambil senyum yang agak dipaksakan.
"Baiklah…" Kata Kazuha yang menyadari senyum Ran.
_Skip time ( Istirahat )_
"Ran… Kekantin yukk…" Ajak Kazuha.
"Hmmm… Baiklah…"
"Kalau begitu… Ayo pergi.. Keburu kantinnya penuh…" Kata Kazuha yang langsung menarik Ran. Mereka pun berjalan kekantin. Sesampainya dikantin, mereka memesan makanan & duduk di tempat yang masih kosong.
"Ran…" Panggil Kazuha.
"Ada apa?" Tanya Ran.
"Rasanya ada yang kurang nih?"
"Maksudmu?" Tanya Ran yang bingung sambil meminum jus jeruknya.
"Iya.. Tumben kau tidak berantem dengan Shinichi?" Tanya Kazuha sambil melirik kearah Heiji & Shinichi yang tak jauh dari tempat mereka.
"Huh.. Ngapain ngurusin dia..." Kata Ran Ketus. 'Aku kan lagi benar-benar marah padanya.' Pikir Ran.
"Ada apa nih? Kok nada bicaramu ketus sekali?" Tanya Kazuha.
"Tidak apa-apa…" Kata Ran.
"Kau punya masalah dengannya ya?" Tanya Kazuha serius.
"Hmm… Mungkin?" Kata Ran cuek.
"Memang masalah apa?" Tanya Kazuha penasaran.
"…"
"Yasudah kalau tidak mau cerita.. Aku tidak memanksa kok…." Kata Kazuha yang melihat Ran diam.
"Maaf…" Kata Ran sambil menundukkan kepala.
"Yaudah deh... Balik kekelas aja deh kalau mood mu ga bagus…. Yuuukkk…." Ajak Kazuha. Ran pun hanya menurut saja kembali kekelas bersama Kazuha.
Sejak hari itu, Ran tak pernah berbicara dengan Shinichi. Sudah seminggu ini mereka tak pernah bertengkar. Gimana mau bertengkar, bertegur sapa saja tak pernah. Dan itu membuat Kazuha & Heiji binggung.
"Heiji… Bagaimana ini? Ini sudah seminggu mereka seperti ini... Masa' mau dibiarkan saja?" Tanya Kazuha.
"Aku juga tidak tau… Memang mereka ada masalah ya?" Tanya Heiji.
"Entahlah… Aku juga kurang tau…" Kata Kazuha sambil mengangkat bahu tanda tak mengerti.
"Bukannya kau teman dekatnya, masa' ga tau masalah mereka?" Kata Heiji yang agak kesal.
"Kalau tau masalahnya, ga mungkin aku sebingung ini…" Celetuk Kazuha.
"Hahh… Mungkin biar mereka yang menyelesaikan masalah mereka…" Kata Heiji yang pasrah sambil meihat Shinichi & Ran saling diam.
"Mungkin... Aku kembali ke Ran saja deh…" Kata Kazuha sambil membalikkan badannya & menuju tempat Ran duduk.
"Hahh…. Lebih baik aku susul saja si Kudo…" Kata Heiji sambil pergi dari tempatnya semula.
~ Back Shinichi & Ran ~
~ Shinichi Pov ~
Hahh… sudah seminggu ini tak pernah sekalipun berbicara padanya. Memang aku juga yang salah, sudah menghancurkan barang terpenting miliknya. Namun aku sudah membetulkan Kristal miliknya. Heyyy… Aku bukan cowok yang tidak bertanggung jawab loh… Rencananya hari ini aku ingin mengembalikan Kristal miliknya dan meminta maaf padanya. Aku pun berjalan kearahnya. Namun sialnya, aku diacuhkan olehnya, seakan tak pernah mengenalku. Rasanya sakit juga bila orang yang disuka acuh pada kita. Tunggu? Suka? Apa aku suka padanya? Atau mungkin lebih? Aahhh… lebih baik kukejar saja si Ran yang tadi mengacuhkanku.
"Ran… Tunggu…" Teriakku sambil berlari kearahnya & langsung memegang tangannya.
"Lepaskan…" Bentaknya padaku. "Apa maumu, hah?" Katanya sinis padaku.
"Aku ingin bicara denganmu…" Kataku serius padanya.
"Mau bicara apa? & Lepaskan tanganku…" Katanya datar padaku. Aku pun melepas tangannya.
"Tapi tidak disini…" Kataku tak kalah datarnya dengan nadanya.
"Kenapa tidak disini saja?"
"Sudahlah… Kau ikut denganku saja…" Kataku yang tidak tahan dengan sikapnya padaku. Aku pun langsung menarik tangannya. Aku tau dia itu karateka. Mungkin saja dia akan menghajarku karena mencengkram tangannya. Namun sepertinya dia tidak bereaksi apapun. Aku pun menariknya ketaman belakang sekolah. Sesampainya disana, aku melepas cengkramanku dari tangannya.
"Mau apa kau membawaku kemari?" Katanya ketus padaku sambil berjalan menuju pohon sakura yang mekar didekat sana.
"Hanya ingin berbicara padamu…" Kataku sambil mengikutinya dari belakang. Memang ada alasannya kenapa aku membawanya kemari. Karena waktu aku menghancurkan Kristal miliknya, dia menangis dibawah pohon ini. Itu pun tanpa sengaja aku mencarinya untuk meminta maaf padanya.
"Memang kau mau bicara apa? Sampai-sampai kau membawaku kemari?" Tanyanya sambil bersender di pohon sakura & membuyarkan lamunanku.
"Aku hanya ingin memberi ini…" Kataku sambil sambil mengeluarkan Kristal miliknya yang telah kuperbaiki. "Dan meminta maaf padamu…" Sambungku sambil menyerahkan Kristal itu.
"I… Ini…" Katanya sambil menahan tangis.
"Yah… Itu Kristal milikmu yang telah rusak & aku memperbaikinya…" Kataku yang menjelaskannya.
"Tapi… Bagaimana bisa?"
"Aku meminta tolong pada teman ayahku yang pengerajin Kristal hias untuk memperbaikinya. Untungnya hanya terbelah jadi dua, jadi tidak masalah… Jadi.. Apa kau mau memaafkanku? Ran?" Tanyaku padanya.
"Tentu saja, bodoh… Walau sku mungkin masih kesal, namun apa salahnya tidak memaafkan 'kan?" Kata Ran sambil memelukku. Sadar tidak sadar aku pun memegang wajahnya dan mendekatkan wajahnya ke wajahku.
5 cm…..
4 cm…..
3 cm…..
2 cm…...
1 cm…...
"Dooorrrrr….. Hahahaha…."
"Ketahuan lohh…. Hihihi…"
"Hahahaha…. Ternyata disini malah bermesraan ya… So sweet…"
"Hattori?" Kataku yang kaget melihat keberadaannya disini.
"Kazuha? Heiji?" Kata Ran yang mungkin juga kaget melihat mereka, sama sepertiku.
"Hahahahaha…. Kalian sudah baikan ternyata…" Kata Heiji yang masih tertawa karena berhasil memergokiku & Ran.
"Iya nih… Malah ketahuan bermesraan disini… Lucu sekali… Hihihi…" Kata Kazuha sambil menahan tawanya. Aku dan Ran sudah blushing duluan. Sial.. Ketahuan banget lagi… Ukkhh….
"Kazuha…." Teriak Ran yang masih memerah. Aku sih hanya memberi deathglare pada Hattori, tapi tak berpengaruh apapun padanya.
"Maaf… Maaf… Sudah sore nih… Kalian tidak mau pulang apa?" Tanya Heiji padaku & Ran.
"Nih… Kami bawakan tas kalian… Ayo kita pulang…" Ajak Kazuha padaku & Ran. Kami pun langsung berjalan pulang kerumah masing-masing. Aku pun hanya mendengar celotehan Ran & Kazuha yang sedang mengobrol, lalu Heiji hanya mendengarkan musik & aku hanya menikmati sore yang indah sambil memandangi wajah Ran yang tersenyum senang. Tak terasa aku pun berpisah dengan semuanya & masuk ke rumahku.
~ End Shinichi of Pov ~
'Tok.. Tok.. Tok….'
"Tunggu sebentar…." Kata Shinichi sambil berjalan menuju pintu.
'Cklek…'
"Hayyy….."
"Ka… Kamu?"
~ TBC ~
Fiuuhhh… selesai juga chap ini… hehehehe….
Oh ya… maaf kalau cerita ini terkesan datar lagi… T_T Karena aku masih belum paham benar cara menulis fanfic yang benar….
Balasan Review Kenapa aku bisa menyukaimu? Chapter 2
Edogawafirli : Wahh… kalau martabak telor, aku juga mau dong… ( ga nyambung banget.. hahahaha…. *plakk )
Sudah update kok… makasih reviewnya… :DDDDD
Fumiya Ninna 19 : sebenarnya sih bukan flashback… yang chap kemarin itu ingatan Ran beberapa bulan lalu saat dia masuk SMU Teitan… flashbacknya cuma ada satu…. Abis aku tidak tau gimana harus bilang untuk mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu… Gomen… V.V
Kalau mau tau gimana Shinichi bisa nikah sama Ran, tunggu aja ya & makasih reviewnya… :DDDDDD
Venetta Scarlet de Milo : sama… aku juga suka Ran & Shinichi… XDDDDD
Oh ya… makasih reviewnya… :DDDDD
Nafi-shinigami : makasih banyak…. Sudah update kok… arigato reviewnya… :DDDD
AcushlaHattori-chan : waahhh… maaf kalau heijinya sedikit… V.V mungkin nanti kalau ada ide tentang HeijiKazuha mungkin bisa buat… & makasih reviewnya…. :DDDDD.
Jika cerita kali ini masih aneh, mohon kritik & sarannya
Mohon Di Review…..
