HOOKING UP ?
Disclaimer : Naruto belong to Masashi kishimoto
This story is belong to me marukocan
I just borrow the characters
Warning :
AU, OOC, TYPOS and many more
Rate :
M for language
Pairing:
SASUKExSAKURA
.
.
.
Kukira menjadi sentimentil tidaklah berdosa sesungguhnya itu adalah sifat dasar wanita. Aku termasuk di dalamnya. Rindu, resah dan rasa cemas are always the most exiting parts of any relationship. Hari ku kini diisi oleh perasaan-perasaan itu sakitnya ketika merindu, resah karena jarak yang keterlaluan jauhnya saat dia ataupun aku show diluar kota. Tapi rasa cemasku lah yang paling menyiksa, layaknya wanita pada umumnya akupun akan cemburu melihat dia bersama perempuan lain cemasku menjadi-jadi kala ia terlambat membalas email. Tapi Sasuke selalu berhasil membuatku tenang kembali membuatku sadar untuk tidak melakukan hal yang berlebihan seperti mengirimi email sarkastik perihal photonya bersama Sara—penyanyi baru yang akan debut yang merebak di internet, sebenarnya Naruto,Sai dan neji juga ada di photo tersebut. Meski dia bersama bandmates nya tapi judul artikel photo tersebutlah yang membuatku geram di tulis dengan tinta tebal berjudul 'Sasuke uchiha spotted together with Sara, a new couple alert? papz memang selalu melebih-lebihkan berita agar menarik minat pembaca namun di gambarnya bukan hanya Sasuke saja!
Bodohnya aku termakan kata-kata karangan papz. Sudah kubilang bukan aku adalah wanita sentimentil mudah terpengaruh oleh hal kecil. Maka dia akan segera menelponku untuk menjelaskannya, aku suka itu suaranya adalah obat akan rasa cemas dan cemburuku.
"Sakura pleaseee i beg you?"
"hm."
"Sakura dengar, Sara adalah penyanyi baru dan kami satu agensi manager bilang sebaiknya dia menjadi guest singer untuk showku disini."
"ya." Dari penjelasannya aku benar-bernar terlihat seperti wanita konyol pencemburu. Aku malu.
"Oh god! Kamu ga lihat? Disana jelas-jelas ada Naruto dan yang lainnya kan? Aku akan pulang lebih awal kamu tunggu di apartementku saja."
"Apa?!" tunggu! Aku tak bermaksud membuat Sasuke meninggalkan shownya dan menjadi tidak profesional.
"Ya daripada kau mengamuk, aku akan sampai malam hari di Tokyo jadi tunggulah di apartemenku ok?" Tidak Sasuke tidak mesti seperti ini aku merasa bersalah.
"Tidak! Maaf aku berlebihan kau tidak seharusnya meninggalkan show!"
"Show berakhir hari ini, aku akan pulang Sakura kau mau menunggu kan?"
"Kau tidak memaksakan diri kan ?" aku akan menjadi wanita egois jika membuat Sasuke sampai mengecewakan fansnya.
"Aku sungguhan tenang saja sayang."
Diantara semua rayuan manisnya aku lemah terhadap kata "sayang" kata sederhana penuh makna. Bukankah itu artinya dia mengasihiku? Menegaskan kalau aku kesayangannya. Atau dia hanya berusaha untuk membuatku tidak merajuk lagi? damn I have no idea.
.
.
.
Jadi disinilah aku menanti dan duduk di sofanya menyandarkan dagu pada lututku, memikirkan semua hal yang sudah kami lewati selama ini. Terhitung sudah 3 bulan aku berpacaran dengannya berpacaran dengan si yang amat terkenal akan sifat playboynya. Sasuke always give me reason to keep my heart beating, entah itu karena sikap lembutnya atau sifat posesive yang amat berlebihan. Seperti ketika Sasuke memperingati Sasori untuk menjauhiku akibat insiden panggung kemarin, kukira ciuman kami waktu itu sudah membuat marahnya reda tapi aku salah ketika dia mendatangi Sasori secara langsung dan sampai mengancamnya segala. Sasuke akan selalu mengecheck ponselku mulai dari panggilan, pesan bahkan history web tak luput dari pantauannya yang terakhir sungguh tidak perlu! Buruknya lagi itu menular padaku, kini aku mudah cemburu ketika dia berdekatan dengan wanita dan aku sadari ini benar-benar memalukan. Lagi-lagi aku kehilangan kontrol diri.
.
.
.
.
"sakura..."
"..."
"saku?" sial aku tidak menyadari kedatangannya, Sasuke menyadarkan ku dari lamunan.
"Hi.."
"kau melamun, masih memikirkan masalah photo itu?"
"Tidak Sasuke aku sudah berlebihan maaf."
"kenapa meminta maaf, ayo sini" Sasuke menjulurkan tangan padaku apa yang akan dilakukannya?
Grep.
Bila di dekapannya akan membuatku merasa nyaman maka aku akan meminta hal ini terus menerus kepadanya. Sasuke menarik tubuhku dengan tangan besarnya yang hangat. Listrik statis yang selalu tercipta saat skinship kami tidak pernah hilang, kejutnya masih sama seperti pertama kali. Aku tidak ragu membalas pelukan Sasuke dengan melingkarkan tangan di sekitar bahunya yang kokoh. Sebisa mungkin menyesap banyak-banyak harum di cerukan lehernya. Bodohnya aku masih saja lupa menanyakan apa nama parfume dia.
"Haruno sakura, you don't dare listen to those fucking damn news, you hear me?"
"Hm." Entah kata-kata ku yang di niatkan ku ajukan padanya seakan menguap tanpa bekas, di dekapnya saja sudah membuatku senang aku tidak butuh yang lain. Betapa aku mencintai pria ini tanpa sarat.
"Sudah kubilang tak ada yang lain selain kamu."
"Ya aku kekanakan maaf." Wanita cemburuan ini akhirnya menyerah. Aku tidak semestinya meragukan Sasuke, dia jauh-jauh datang kemari untuk menjelaskannya itu sudah cukup menjadi bukti kesungguhannya padaku.
"Good girl."
"I got that good girl faith."
"absolutly you are! Gadis baik pencemburu." Dia mengejek pacarnya sendiri kejam!
"Berkacalah! Kau sama sepertiku." Memicingkan mata aku berusaha membuat wajah galak sebisa mungkin.
"Tentu saja aku aku cemburu bila miliku disentuh orang lain! Ah jangan bahas itu lagi kau tunggu disofa aku akan ambil sesuatu dulu." Sasuke melepaskan pelukannya dan aku merasa kehilangan. Tenanglah Sakura dia hanya berada sejauh 3 meter dari posisimu sekarang. Idiot bodoh karena cinta.
Sasuke kembali dengan membawa polaroid di tangannya. Ah ya kami belum punya foto bersama selama ini. Sasuke merangkulku, aku paham dengan gerak tubuhnya. Tangan kanannya diacungkan didepan wajah dan memulai untuk mengambil potret kami. Dia kelihatannya tidak puas dengan satu kali jepretan, maka Sasuke mengulanginya terus menerus dengan mencoba berbagai ekspresi sampai-sampai rasanya wajahku kaku. Salah satu foto favoritku adalah ketika kami berciuman bibir, kami mulai nakal sekarang. Menyenangkan sekali ada 20 lembar photo yang kami potret. Sasuke bilang selain kami belum mempunyai foto bersama juga ini merupakan taktiknya agar aku tak merajuk soal fotonya kemarin bersama Sara. Dasar licik! Tapi aku senang dia menunjukan sisi manisnya yang belum kuketahui sebelumnya.
"Ayo lakukan lagi saki."
"Tidak mau mukaku kaku!"
"Bukan itu."
"Lalu apa?" dia maunya apa sih?
"Berciuman."
"Vocalist mesum!"
"Tapi kau suka kan?"
Aku tak sempat membalas karena pria nafsuan ini sudah menciumku. Sasuke meciumku dengan lembut dan perlahan saking pelannya hingga membuatku gemas. Aku merespon dengan sedikit menghisap bibir bawahnya, kurasakan senyumnya disaat kami berciuman pasti dia menertawakanku. Gairah kami seakan meluap-luap setelahnya karena Sasuke mulai berani memakai lidah, aku kewalahan. Tangannya sangat nakal meremas pinggangku dan lama kelamaan semakin naik ke atas menuju dadaku. Harus kuhentikan sebelum terlambat, aku menggigit bibir sasuke agak keras dan berhasil dia melepaskanku. Dan responnya tidak mengejutkan Sasuke melotot padaku.
"Kenapa sih?"
"kau nakal!"
"Aku nakal pada pacarku sendiri, itu di maklumi."
"Ish.."
"Sini aku tidak akan nakal kali ini."
Meski takut-takut namun aku kembali kepelukannya lagi. Kami berbaring di sofa dengan kaki yang saling mengait dan tangan yang saling terikat. Dapat kurasakan detakan jantung Sasuke yang konstans di telingaku. Looking at it now, it all seems so simple. Memang hanya ini yang kami butuhkan. Hanya berdua terhindar dari kamera terbebas dari berita.
.
.
.
"Hei kita belum pernah melakukannya kan?"
"Melakukan apa?"
"Ayo pergi?!"
"Hah kemana ? kenapa tiba-tiba?" Dia tidak akan melakukan hal-hal aneh kan? Aku bergidik memikirkan hal apa yang akan Sasuke lakukan. Pria ini selalu tak terduga.
"Kau akan menyukainya." Seringainya seakan mendramatisir ketakutanku.
"Kau tidak bermaksud untuk.."
"Ayo ke kamar bersiap-siaplah." Oh no!
TBC
.
.
.
A/N : Hi kali ini aku lumayan cepet kan updatenya? Meski lebih pendek dari chapter kemarin maaf. Chapter depan adalah final jadi akan saya usahakan lebih panjang dari chapter2 sebelumnya. Chapter ini masih terinspirasi dari lagu Taylor swift yang masih sama ditujukan untuk Harry styles—sang mantan, bisa tebak judul lagu ini yang mana? Hehe Bagi semua reader yang fave/follow arigatou gozaimasta! Dan terimakasih banyak untuk yang review #ketjup. Tinggalkan jejak kalian meski hanya satu kata terimakasih!
Thanks to :sleepy gizibe, undhott, mantika mochi, suket alang alang, caesarpuspita, Aiko Asari, NikeLagi, An Style, Herawaty659, Hanazono yuri,
